Beranda blog Halaman 2432

Instagram Hapus Akun Penjualan Bayi di Surabaya

0

Telset.id, JakartaInstagram menghapus akun dengan 700  followers yang diketahui disalahgunakan sebagai akun penjualan bayi di Surabaya, Jawa Timur. Akun tersebut mengunggah foto seorang ibu hamil dan bayi dengan wajah diburamkan.

Dilaporkan Reuters, dikutip Telset.id pada Jumat (19/10/2018), sang pemilik akun menggunakan dalih menawarkan jasa adopsi anak bagi ibu yang hamil di luar nikah.

Namun, kepolisian mengatakan ada bukti transaksi jual beli sehingga tergolong pidana.

Menyikapi kasus itu, Instagram secara tegas menyatakan tidak akan pernah memberi ruang toleransi terhadap aksi eksploitasi anak. Instagram pun berencana meningkatkan kemampuan sistem peninjauan ulang konten yang diunggah oleh para pengguna.

“Kebijakan kami sangat jelas, yakni melarang orang-orang terlibat dalam kegiatan bersifat kriminal. Kami bakal tegas terhadap semua upaya yang membahayakan platform, termasuk penjualan manusia,” kata jurubicara Instagram melalui pernyataan resminya.

Terkait persoalan ini, pihak kepolisian memastikan telah menangkap dan memeriksa secara intensif keempat orang yang berkaitan dengan akun jual beli bayi tersebut. Kepolisian juga akan mengembangkan kasus tersebut guna menjajaki kemungkinan adanya jaringan lainnya.

Akhir-akhir ini, Instagram memang meningkatkan pengawasan terhadap konten pengguna. Sebelumnya, Instagram mengerahkan teknologi kecerdasan buatan untuk memberantas komentar bersifat bullying yang muncul di foto maupun caption foto.

Nantinya, unggahan yang bernada bully akan dikirimkan ke tim operasional komunitas Instagram untuk ditinjau lebih lanjut. Jika terbukti merupakan konten bullying, komentar maupun caption foto di Instagram bakal dihapus sehingga tak menimbulkan polemik. (SN/FHP)

iPad dan Mac Terbaru Rilis Akhir Oktober 2018?

0

Telset.id-Jakarta – Apple telah menyebar undangan untuk acara yang akan digelar di Brooklyn Academy of Music di New York Amerika Serikat pada 30 Oktober 2018. Apple diduga akan meluncurkan seri iPad dan Mac terbaru di acara tersebut.

Pihak Apple belum menjelaskan inti acara tersebut tetapi banyak pihak memprediksi dan berharap jika Apple akan merilis iPad Pro dan MacBook terbaru disana.

Dilansir Telset.id dari CNBC pada Jumat (19/10) analis KGI Securities, Ming-Chi Kuo mengatakan jika Apple akan merilis iPad Pro 11 ukuran terbaru dengan dukungan Face ID atau teknologi pengenalan wajah yang seperti seri iPhone X yang memiliki teknologi tersebut.

Apple iPad Pro sendiri saat ini telah tersedia dalam dua ukuran yakni 10,5 inci dan 12,9 inci. Menurut Kuo besar kemungkinan jika model iPad Pro 10,5 inci akan diganti dengan seri terbarunya nanti.

Sedangkan pada seri Mac rumor produk notebook buatan Apple sudah terdengar sejak Agustus lalu. Berdasarkan laporan dari Bloomberg Apple akan merilis Mac Mini terbaru dan MacBook dengan harga menengah yang didukung dengan layar retina.

Masih menurut Bloomberg tampaknya Apple juga akan melakukan penyegaran pada seri MacBook Air dengan layar baru karena selama ini Apple hanya berfokus pada peningkatan prosesor. Undangan dari Apple sendiri sudah diterima banyak media dan diposting melalui sosial media.

Dalam undangannya, Apple menuliskan kata “There’s more in the making” yang menyiratkan bahwa produk baru nantinya akan berfokus Mac dan iPad yang merupakan yang sering digunakan pengguna untuk bekerja dan berkreatifitas.

Sebelumnya Apple telah resmi merilis tiga seri iPhone terbaru sebagai suksesor iPhone X. Ketiganya adalah iPhone Xr, iPhone Xs, dan iPhone Xs Max yang mengandalkan sejumlah fitur dan teknologi terbaru.

Pada iPhone Xs dan Xs Max telah menggunakan Face ID yang diklaim jauh lebih aman dan responsif, berkat teknologi berbasis Neural Network.

Sedangkan iPhone Xr merupakan  Smartphone murah Apple tersebut menjadi strategi Apple untuk menjangkau lebih banyak konsumen potensial untuk dapat menggunakan produknya.

Walaupun murah Phone Xr telah ditenagai oleh SoC Apple A12 Bionic, disematkan memori internal sebesar 64GB, 128GB dan 256GB, serta teknologi dual SIM.

Sementara di sektor kameranya, iPhone Xr dibekali dengan satu kamera belakang lensa wide-angle aperture f/1.8 yang mampu mengambil foto dengan efek bokeh. Sedangkan kamera depannya, beresolusi 7MP lensa wide-angle aperture f/2.2.

iPhone Xr sendiri bakal dibanderol dengan harga mulai dari USD 749 atau sekitar Rp 11 jutaan. Apple akan mengadakan pre-order untuk iPhone Xr pada 19 Oktober, dan akan menjualnya secara resmi pada 26 Oktober mendatang. [NM/HBS]

Sumber: CNBC

Ponsel Telah Mengambil Alih Hidup Manusia

0

Telset.id, Jakarta – Ponsel dan manusia kini tidak bisa dilepaskan. Hampir setiap jam kita selalu membuka ponsel, hanya untuk sekedar mengecek apakah ada pemberitahuan baru dari akun media sosial kita, memeriksa email atau pesan masuk.

Sebuah penelitian dari YouGov menyebutkan bahwa mayoritas orang Inggris tidak dapat bertahan tanpa memeriksa ponsel mereka ketika sedang makan malam di rumah.

Menurut laporan itu, 55 persen dari mereka yang disurvei mengatakan, mereka memeriksa ponsel mereka saat makan malam,

Survey itu juga mengungkap bahwa 53 persen orang di Inggris melihat ponsel mereka ketika sedang makan di luar dengan teman atau keluarga.

Selain itu, seperti dilansir Telset.id dari Metro, lebih dari setengah atau 54 persen mengatakan, bahwa mereka tidak dapat jauh dari perangkat mereka selama lebih dari dua hari.

Baca juga: Peneliti: Setiap Tahun Orang Makin Ketagihan Pakai Smartphone

Seperti diketahui, Google dan Apple telah menanggapi perdebatan yang berkembang tentang dampak penggunaan ponsel pada kesehatan masyarakat.

Dua raksasa teknologi ini memperkenalkan alat pelacakan penggunaan dan fitur membatasi waktu layar ke perangkat mereka dalam upaya untuk meningkatkan kesejahteraan digital.

Kampanye nasional seperti Scroll Free September juga telah dilakukan dalam upaya untuk meningkatkan kesadaran akan masalah ini dan membantu pengguna mengurangi penggunaan perangkat seluler mereka.

Penelitian ini dilakukan untuk menandai kemitraan YouGov dengan pameran The Future Starts Here yang baru di V & A Museum, yang meneliti kecanduan warga Inggris yang meningkat terhadap perangkat seluler dan bagaimana hal itu mengubah interaksi manusia.

Baca juga: 3 Dampak Negatif Terlalu Sering Pakai Ponsel

Russell Feldman, direktur penelitian digital, media, dan teknologi di YouGov mengatakan, ponsel telah mengambil alih hidup manusia.

“Ini menunjukan bahwa ponsel pintar mengambil alih hidup kita. Di seberang daratan, pemandangan kepala membungkuk di atas layar kecil sekarang ada di mana-mana,” kata Feldman.

“Tapi apa yang ditunjukkan oleh penelitian kami adalah seberapa melekatnya ponsel dengan manusia dan mungkin bahkan tanpa disadari,” jelasnya.

Penelitian ini juga menunjukkan bahwa dua pertiga pengguna ponsel atau 65 persen pengguna ponsel memeriksa ponsel mereka saat berada di tempat tidur. Masalah susah tidur telah dikaitkan dengan cahaya biru yang dipancarkan oleh layar ponsel dan perangkat lain.

Namun, beberapa produsen perangkat keras telah memperkenalkan fitur cahaya malam untuk menurunkan jumlah cahaya biru yang dipancarkan oleh perangkat dalam upaya mengurangi dampak penggunaan larut malam.

Baca juga: Anak-Anak Hanya Tahan 7 Menit Tanpa Ponsel

“Kami hanya dapat berspekulasi tentang dampak yang ditimbulkan dari hubungan kita dengan kolega, teman, dan bahkan keluarga dekat , tetapi survei kami menunjukkan bahwa percakapan tradisional telah dibuang, demi memeriksa email, pemberitahuan, atau pesan terbaru,” imbuhnya. [AU/HBS]

Sumber: Metro.co.uk

10 Smartphone Android Paling Kencang versi AnTuTu

1

Telset.id, Jakarta – Aplikasi benchmark, AnTuTu merilis 10 smartphone Android paling kencang untuk periode September 2018. Daftar ini, bisa menjadi acuan bagi konsumen yang ingin mencari smartphone dengan mesin utama paling kencang untuk menunjang aktivitas mereka, seperti bermain game atau bekerja multitasking.

Dilansir Telset.id dari GSMArena, Jumat (19/10/2018), gelar smartphone dengan performa terbaik diraih oleh ASUS ROG Phone dengan skor AnTuTu mencapai 299.706 poin.

Perolehan ini bisa didapatkan, karena ROG Phone ditenagai oleh SoC Snapdragon 845 yang telah di-overclock. Pada ROG Phone, 4-core utama ditingkatkan kecepatannya dari 2,8 GHz menjadi 2,96 GHz.

Baca Juga : 5 Smartphone Berteknologi AI dengan Harga Rp 3 Jutaan

Di posisi kedua, masih ditempati oleh smartphone gaming, yakni Xiaomi Black Shark dengan skor 290.602 poin. Sementara posisi ketiga, diisi oleh OnePlus 6 dengan skor 289.424 poin.

Vivo sukses menyumbangkan satu smartphone flagship-nya untuk mengisi posisi empat sebagai smartphone performa terbaik, lewat seri Vivo NEX S dengan skor 289.049 poin. Menutup posisi lima besar, ada Xiaomi Mi 8 dengan skor 285.544 poin.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Smartphone Murah dengan RAM Besar

Secara berurutan dari posisi enam hingga sepuluh, ada Oppo Find X (285.338 poin), Samsung Galaxy Note 9 dengan SoC Snapdragon 845 (283.240 poin), Asus Zenfone 5Z (269.933 poin), Xiaomi Mi Mix 2S (269.550 poin), dan Pocophone F1 (268.367 poin).

Seluruh smartphone performa terbaik versi AnTuTu didominasi oleh smartphone yang ditenagai SoC Snapdragon 845. Namun, dominasi ini diprediksi akan berubah pada bulan depan, karena Huawei baru saja merilis beberapa smartphone flagship dengan SoC HiSilicon Kirin 980.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Smartphone Harga Rp 2 Jutaan Buat Gamers

Smartphone flagship tersebut adalah Huawei Mate 20, Mate 20 Pro, Mate 20 X dan Mate 20 Porsche Design RS. Dalam menentukan smartphone berperforma terbaik, AnTuTu mewajibkan brand smartphone untuk menguji 1.000 unit untuk menjalankan AnTuTu Benchmark versi 7, dan kemudian hasilnya akan dirata-rata. (WS/FHP)

Canggih! Samsung Galaxy S11 punya Kamera Dalam Layar

Telset.id, Jakarta – Samsung kabarnya sedang mengembangkan teknologi baru yang bakal mempengaruhi desain smartphone di masa depan. Perusahaan asal Korea Selatan ini dilaporkan sedang menguji beberapa perangkat prototype  yang memiliki kamera depan di dalam layarnya.

Mereka sepertinya enggan mengusung desain kamera slider mekanik untuk “menyembunyikan” kamera depan, serta sejumlah sensor lainnya untuk memaksimalkan rasio layar terhadap body smartphone.

Salah satu alasannya, Samsung mungkin ingin menghindari masalah mekanis yang datang, ketika menggunakan desain kamera slider pada smartphone-nya.

Baca Juga: Galaxy Note 10 akan Jadi Smartphone Layar Terbesar

Oleh karena itu, Samsung lebih memilih untuk “menyembunyikan” kamera depan di belakang layar smartphone. Sehingga, smartphone-nya di masa yang akan datang benar-benar memiliki desain bezel-less, tanpa khawatir terjadi masalah mekanis pada kameranya.

Dilansir dari phoneArena, Jumat (19/10/2018), teknologi kamera dalam layar masih dalam tahap awal pengembangan, sehingga implementasinya terhadap produk komersial diprediksi akan terjadi dalam beberapa tahun lagi.

Namun, jika pengujian Samsung dinilai berhasil, kemungkinan besar smartphone dengan kamera depan di dalam layar akan diluncurkan pada tahun 2020 mendatang, tepatnya pada seri Samsung Galaxy S11 ataupun Samsung Galaxy Note 11.

Baca Juga: Empat Model Samsung Galaxy S10 Terungkap, Ada Versi 5G

Samsung sendiri diperkirakan akan segera merilis smartphone dengan teknologi sensor sidik jari di dalam layar pada tahun 2019 mendatang. Rumornya, smartphone pertama dengan teknologi tersebut adalah Samsung Galaxy S10 yang mengusung teknologi all screen display atau desain tanpa bezel.

Samsung Galaxy S10 diyakini akan memiliki empat model berbeda saat diperkenalkan nanti. Keempat model ini ditemukan dari kode pada sistem operasi Android Pie yang telah dikonfigurasi untuk smartphone Samsung.

Keempat model itu masing-masing adalah beyond 0, beyond 1, beyond 2, dan beyond 2 5G sebagai versi tertingginya dengan dukungan teknologi 5G. (FHP)

Tingkatkan Layanan, Gmail Siap Berkolaborasi dengan DropBox

0

Telset.id, Jakarta – Google Mail (Gmail) tak bisa dipungkiri telah menjadi fitur favorit masyarakat selama bertahun-tahun. Baik untuk urusan pribadi ataupun perusahaan, Gmail sering dipakai untuk berbagi dokumen ataupun pesan kepada satu sama lain. Kini, layanan Gmail akan semakin baik karena telah terintegrasi dengan DropBox.

Hal ini diungkapkan Google baru-baru ini. Dengan tujuan memudahkan pengguna dalam menyimpan data. DropBox sendiri adalah layanan penyedia data yang jumlah penggunanya cukup banyak.

Dilansir Telset.id dari Ubergizmo pada Jumat (19/10), integrasi ini bersifat dua arah. Misalnya kotak tempat add-on untuk Gmail memungkinkan pengguna untuk melampirkan file dengan cepat ke email dari akun DropBox mereka.

Baca Juga : Google Akui Izinkan Pihak Ketiga Akses Gmail

Sedangkan jika pengguna memulai dari  website DropBox, pengguna dapat memilih untuk melampirkan file dari akun DropBox ke Gmail atau hanya menyisipkan tautan jika mau.

Sebenarnya fitur seperti DropBox telah dimiliki Google. Kita mengenalnya dengan nama Google Drive. Google Drive adalah cloud storage besutan Google yang mirip dengan DropBox bahkan mendukung pengguna untuk mengedit dokumen secara langsung dari browser.

Google Drive sendiri juga bisa berkolaborasi dengan layanan Google yang lain seperti Google Apps, Google Mail dan Google Doc. Sayangnya Google Drive masih memiliki kekurangan, yakni tidak ada fasilitas berbagi link download file untuk publik seperti yang dimiliki DropBox.

Baca juga: Uber Bakal Tinggalkan Data Google, Ada Apa?

Selain dengan DropBox, Google juga dikabarkan telah berkolaborasi dengan  Bitbucket dan Egnyte. Bitbucket merupakan sebuah layanan hosting berbasis web yang dimiliki Atlassian dan bertugas untuk membangun source code atau pengembangan dengan menggunakan sistem kontrol revisi mercurial dan juga Git.

Melalui kolaborasi antara Gmail dan Bitbucket, pengguna dapat melakukan pratinjau melalui Gmail ataupun Bitbucket. Sementara kolaborasi dengan Egnyte, yang juga berfokus pada penyimpanan data dilakukan demi kemudahan pelanggan dalam berbagi dan menyimpan data secara digital.

Baca juga: Gmail Punya Fitur Mengatur Waktu Pengiriman Email

Namun demikian, adanya integrasi dengan pihak ketiga ini juga meninggalkan kekhawatiran. Dalam hal ini akan membuat privasi data pengguna terganggu. Pasalnya, pada September lalu pihak Google sempat tersandung masalah terkait aplikasi pihak ketiga tersebut.

Setelah dituding terjadi penyalahgunaan data pengguna, Google akhirnya mengaku bahwa perusahaan  memberikan izin pada pihak ketiga untuk mengakses Gmail, supaya melihat e-mail penggunanya. Tujuannya adalah untuk kepentingan bisnis, yakni untuk menentukan sasaran iklan.

Baca juga: Google Klarifikasi soal Pelacakan Lokasi Pengguna

VP of Public Policy and Government Affairs Google Susan Molinari mengakui kebijakan perusahaannya terkait data pengguna mereka. Praktik tersebut sebenarnya sudah diungkapkan dalam postingan di situs web resmi Google pada awal tahun ini.

“Sebelum pengembang dapat mengakses data pengguna Gmail, mereka harus mendapatkan persetujuan dari pengguna dan mereka harus memiliki kebijakan privasi yang merinci bagaimana data akan digunakan,” tulis Molinari, seperti dilansir Engadget, Jumat (21/9/2018). [NM/IF]

Sumber : Ubergizmo

Edan! China akan Bikin Bulan Buatan Sendiri

0

Telset.id, Jakarta – Kota Chengdu, China memiliki solusi anti-mainstream untuk menggantikan listrik dan cahaya bulan untuk menerangi jalanan saat malam hari. Kota ini berencana akan meluncurkan bulan buatan yang lebih terang untuk menggantikan lampu-lampu jalanan.

Dikutip Telset.id dari CNET, Jumat (19/10/2018), ide tersebut telah dipresentasikan di awal bulan ini oleh Wu Chunfeng, Pimpian Institut Penelitian Sains Kedirgantaraan dan Teknologi Sistem Mikroelektronik Chengdu.

Ia menyatakan, uji coba bulan buatan tersebut sudah dimulai beberapa tahun lalu, dan sekarang teknologi ini dinilai telah siap untuk diimplementasikan segera.

Baca juga: Terminator Buatan Rusia Bisa Gantikan Peran Manusia

Sayang, Wu belum banyak memberikan keterangan rinci soal bulan buatan tersebut. Ia hanya menyatakan, bahwa bulan itu akan lebih terang delapan kali daripada bulan asli, dan dapat menerangi area seluas 10 hingga 80 kilometer dengan jangkauan penerangan langsung yang dapat diatur hingga beberapa puluh meter.

Salah satu media lokal, People’s Daily Online  melaporkan, ide bulan buatan ini datang dari seniman Perancis yang membayangkan menggantungkan kalung yang terbuat dari cermin di atas Bumi untuk memantulkan cahaya matahari ke jalanan Paris sepanjang tahun.

Bulan buatan itu digambarkan memiliki lapisan reflektif untuk memantulkan cahaya dari matahari, dengan sayap tambahan seperti panel surya yang sudutnya dapat disesuaikan.

Baca juga: NASA akan Kirim Pesawat di Jarak Terdekat dengan Matahari

Meski demikian, ada beberapa pihak yang merasa khawatir terhadap cahaya yang dihasilkan dari bulan buatan. Rata-rata dari mereka merasa cahaya itu dapat berdampak bagi rutinitas hewan-hewan tertentu dan mengganggu pengamatan astronomis.

Namun hal ini dibantah oleh DIrektur Institut Optik dari Institut Teknologi Harbin, Kang Weimin. Menurutnya, penerangan dari bulan buatan akan menyerupai pancaran langit senja, sehingga tidak mengganggu rutinitas hewan-hewan di sekitarnya.

Direncanakan, bulan buatan itu akan diluncurkan dari Pusat Peluncuran Satelit Xichang di tahun 2020 mendatang. (AU/FHP)

Eksekutif Microsoft Ketahuan Gelapkan Uang Rp 22,8 Miliar

0

Telset.id, Jakarta –  Mantan Direktur Pemasaran Olahraga dan Aliansi Microsoft, Jeff Tran ketahuan melakukan penggelapan dengan modus pengiriman dua faktur palsu senilai US$ 1,5 juta atau mencapai Rp 22,8 miliar.

Seperti dilansir Engadget, Jumat (19/10/2018), Jaksa Federal Amerika Serikat (AS) menuduh Tran melakukan pidana penggelapan dan penipuan elektronik (wire fraud) dengan modus mengirim dua faktur palsu ke Microsoft melalui vendor lain.

Satu faktur palsu senilai US $ 775.000 atau sekitar Rp 11,7 miliar dan faktur lainnya senilai US$ 670.000 atau sebesar Rp 10,1 miliar. Dua faktur ini kemudian dicoba dialihkan ke rekening pribadi Tran.

Para vendor Microsoft rupanya mulai mencium gelagat mencurigakan Tran terhadap faktur mereka. Untungnya mereka kemudian memberi tahu Microsoft mengenai gerak-gerik Tran yang aneh itu.

Baca juga: Tak Mau Kalah, Microsoft Ikutan Bikin Ponsel Lipat

Menurut Jaksa Federal, Tran kemudian menghapus jejak komunikasi elektronik terkait dengan faktur aspal itu dan meminta vendor yang terlibat berrbohong kepada Microsoft.

Tetapi akhirnya Tran mengembalikan uang senilai US$ 775.000 kepada perusahaan, yang saat ini sudah memecatnya. Tran akhirnya dituduh Jaksa Federal melakukan lima upaya penipuan karena aksi kriminalnya.

Selain itu dia juga dituduh mencuri dan menjual lebih dari 60 tiket Super Bowl milik Microsoft, yang menyebabkan kerugian hingga  US$ 200.000 atau mencapai Rp 3 miliar.

Sebelum dipecat Microsoft, Tran memainkan peran besar dalam kesepakatan perusahaan dengan NFL untuk membawa tablet Surface ke liga American Footbal bergengsi Amerika Serikat (AS) tersebut.

Sebagai bagian dari kesepakatan dengan NFL, yang dipegang Tran, Microsoft membeli satu blok tiket Super Bowl pada tahun lalu untuk diberikan pada karyawan perusahaan. Namun Tran ternyata mencuri lebih dari 60 tiket tersebut dan menjualnya melalui makelar atau broker tiket.

Baca juga: Demi Linux, Microsoft Relakan 60.000 Paten Jadi Open Source

“Ketika kami mengetahui perilaku Tran, kami menghentikan pekerjaannya dan kemudian merujuk masalah itu ke penegak hukum,” kata juru bicara Microsoft.

Pelaku pidana wire fraud di AS bisa mendapatkan sanksi hukuman hingga 20 tahun penjara dan Tran dijadwalkan akan diadili beberapa hari lagi. [WS/HBS]

Sumber: Engadget

Parental Control iOS 12 Masih “Loloskan” Konten Terlarang

0

Telset.id,Jakarta – Fitur Parental Control iOS 12 dinilai masih memiliki kelemahan. Fitur ini dilaporkan masih “meloloskan” konten atau topik bersifat pornografi dan terorisme.

Padahal, fitur Parental Control bertujuan untuk mengawasi anak-anak dalam memilih konten. Fitur tersebut juga dapat menjaga anak-anak agar tidak bisa mengakses informasi yang berkaitan dengan pornografi maupun kekerasan.

Dilansir Telset.id dari The Verge, Jumat (19/10/2018), filter di parental control ternyata masih meloloskan kata kunci yang berkaitan dengan terorisme. Misalnya, saat anak menuliskan kata kunci “Bagaimana cara bergabung dengan teroris ISIS”, maka akan ditemukan situs-situs yang memberikan informasi tersebut.

Baca Juga : Cara Batasi Aplikasi dengan Parental Control di iPhone dan iPad

Hal yang sama juga terjadi terkait topik pornografi. Parental Control iOS 12 belum dapat memblokir kata-kata terkait pornografi secara spesifik. Misalnya saja ketika mencari “bagaimana cara bermasturbasi”, yang informasinya biasanya tidak jauh dengan pornografi.

Tidak hanya pornografi dan terorisme. Isu terkait ideologi fasis juga belum mendapat pemblokiran dari pihak Apple. Situs berita neo-Nazi, seperti The Daily Stormer dan Teen Vogue belum diblokir oleh Apple.

Yang disayangkan, hingga kini Apple masih belum memberikan komentarnya atas “celah” pada Parental Control di iOS 12.

Baca Juga : Nintendo Switch Punya Aplikasi Parental Controls via Smartphone

Perlu diketahui jika Parental Control merupakan salah satu fitur yang memungkinkan kita untuk mengatur aplikasi, konten, dan fitur untuk anak-anak agar mereka tidak bisa mengaksesnya pada iPhone, iPod Touch atau iPad. (NM/FHP)

Khusus Sultan! Smartphone Android Ini Harganya Rp 215 Jutaan

0

Telset.id, Jakarta – Vertu merilis  smartphone Android terbaru, setelah hampir setahun vakum dari industri smartphone. Produsen smartphone mewah asal Inggris ini, meluncurkan Vertu Aster P di sebuah acara khusus di Beijing, China.

Vertu Aster P merupakan smartphone dengan desain mewah yeng telah menggunakan frame berbahan dasar titanium alloy yang kuat, serta dilapisi body belakang dari bahan kulit asli.

Smartphone ini mengusung layar berbahan kaca safir berukuran 4,97 inci dengan resolusi Full HD. Untuk mesin utamanya, digunakan prosesor Snapdragon 660, RAM 6GB, ROM 128GB, dan baterai berkapasitas 3,200 mAh. Sementara kameranya, digunakan kamera utama 12MP dan kamera depan beresolusi 20MP.

Baca Juga: Vertu Rilis Ponsel Seharga Ferrari, Dikirim Pakai Helikopter

Meski sudah berjalan di atas sistem operasi Android 8.1 Oreo, Vertu Aster P tidak disematkan layanan dari Google. Sebab, smartphone tersebut ditujukan untuk pasar China yang melarang kehadiran layanan dari Google.

Vertu Aster P juga sudah didukung dengan teknologi pengisian baterai cepat, Quick Charge 3.0. Selain itu, smartphone ini pun dilengkapi teknologi enkripsi V Talk, untuk mengamankan panggilan dan pesan secara otomatis.

Disematkan juga aplikasi keamanan ekslusif, yang mampu mengunci perangkat ketika dicuri, hilang, atau digunakan orang lain secara diam-diam.

Baca Juga: 5 Aplikasi Mahal untuk yang “Suka Kemewahan”

Vertu Aster P juga memiliki panel bagian belakang yang bisa dibuka seperti pintu dari mobil sport, Mercedes-Benz SLS AMG untuk menyimpak kartu SIM. Uniknya, di bagian bawah panel terdapat tanda tangan dari orang atau pegawai yang membuat smartphone ini.

Terdapat dua jenis Vertu Aster P yang dibedakan dari sisi penampilannya, yakni Baroque dengan empat pilihan warna, yakni Black, Gentleman Blue, Caramel Brown dan Twilight Orange, serta Gothic dengan dua pilihan warna, yaitu Black Jade dan White Moon.

Bukan Vertu namanya jika tidak menjual smartphone dengan harga yang selangit. Seperti Vertu Aster P Baroque misalnya, Vertu melepasnya dengan harga mulai dari USD 4.200 atau setara dengan Rp 63 jutaan. Sementara untuk versi Gothic, dibanderol dengan harga mulai USD 5.100 atau Rp 77 jutaan.

Sedangkan untuk seri paling mahal, yakni Vertu Aster P Dazzling Gold, dihargai USD 14.120 atau setara dengan Rp 214,5 jutaan. Semua produk Vertu terbaru ini dijual melalui e-commerce JD.com. (WS/FHP)

Hiii.. Sepeda Melaju Sendiri Tanpa Dinaiki Manusia

0

Telset.id, Jakarta – Tim penelitian yang beranggotakan para mahasiswa di China berhasil membuat sepeda otomatis yang bisa melaju sendiri, seperti dalam film Ghostbusters. “Sepeda hantu” yang dapat melaju tanpa dikayuh manusia ini, direkam di sekitar lapangan Universitas Tsinghua di Beijing, China.

Para mahasiswa ini menggunakan metode kontrol kemudi dalam mengembangkan sepeda tersebut. Melalui metode itu, sepeda dapat maju dan berputar pada kecepatan yang berbeda.

Dilansir Telset.id dari Metro, Jumat (19/10/2018), “sepeda hantu” ini juga menggunakan teknologi khusus untuk menjaga keseimbangannya secara otomatis. Meski demikian, masih belum diketahui untuk apa teknologi sepeda otomatis ini akan digunakan.

Baca Juga: Honda Rilis Teknologi Pencegah Kecelakaan, Seperti Apa?

Mengingat, hal yang paling berguna tentang sepeda adalah untuk dapat dikendarai oleh manusia. Namun, proyek ini diprediksi mampu menjadi dasar dari platform sepeda tanpa awak di masa yang akan datang.

“Proyek kami adalah tentang bagaimana sepeda dapat menjaga keseimbangannya seperti manusia. Kami memilih metode yang paling mirip dengan manusia, memanfaatkan gaya sentrifugal yang dihasilkan dengan mengendalikan stang untuk menjaga keseimbangan,” jelas ketua tim penelitian, Profesor Mingguo Zhao.

Baca Juga: Dilengkapi Kursi Bergerak, Ini Dia Mobil Mini Besutan Honda

Salah seorang mahasiswa bernama Lee Boon Shen mengatakan, timnya memiliki rencana untuk menambahkan sistem otomatis agar dapat berjalan sesuai dengan rute yang telah ditentukan.

“Di masa depan, kami akan menerapkan sistem GPS untuk membuatnya dapat melaju secara otomatis sesuai dengan rute yang direncanakan, tanpa dikendalikan manusia,” imbuhnya. (BA/FHP)

Robot Ini Asyik Joget dengan Lagu Uptown Funk

0

Telset.id, Jakarta – Boston Dynamics kembali merilis video baru yang menampilkan kemampuan dari robot-robot ciptaannya. Kali ini, perusahaan asal Amerika Serikat tersebut memperlihatkan robot SpotMini yang mampu menari dengan iringan lagu Uptown Funk yang dipopulerkan Mark Ronson bersama Bruno Mars.

Melihat robot SpotMini dapat berjalan seperti layaknya anjing, mungkin sesuatu hal yang biasa. Namun, melihat robot anjing ini bisa menari sesuai ketukan musik, dengan gerakan yang luwes adalah sesuatu yang mungkin jarang untuk bisa dinikmati.

Baca Juga: Ngeri! Robot Ular Buatan Ilmuwan Jepang Ini Bisa Manjat

Dilansir Telset.id dari Metro, Jumat (19/10/2018), founder Boston Dynamics, Marc Raibert mengatakan bahwa robot SpotMini dapat digunakan untuk membantu berbagai pekerjaan yang berbeda seperti, anjing pengawas, membantu pekerjaan konstruksi, dan juga keamanan.

Namun, bila melihat video tarian SpotMini, maka robot ini tidak hanya bisa melakukan tiga pekerjaan tadi, melainkan bisa juga menjadi robot instruktur tari. Boston Dynamics menyatakan, robot SpotMini akan dijual sebagai produk komersial pertama mereka di tahun depan.

Baca Juga: SpotMini, Robot Anjing yang Bisa Jadi “Mandor” Bangunan

Namun perlu dicatat, bahwa video tarian robot SpotMini serta video terbaru robot Boston Dynamics yang melakukan parkour, tidak benar-benar menggambarkan hal sesungguhnnya. Sebab, video terbaru ini ternyata membutuhkan waktu 20 menit untuk benar-benar mendapatkan getakan yang benar.

“Dalam video kami, biasanya kami menunjukkan gerakan terbaik. Itu bukan gerakan rata-rata atau perilaku yang khas. Dan kami menganggapnya itu sebagai target aspiratif yang dapat dilakukan robot,” kata Raibert. (BA/FHP)