Ponsel Telah Mengambil Alih Hidup Manusia

Telset.id, Jakarta –¬†Ponsel dan manusia kini tidak bisa dilepaskan. Hampir setiap jam kita selalu membuka ponsel, hanya untuk sekedar mengecek apakah ada pemberitahuan baru dari akun media sosial kita, memeriksa email atau pesan masuk.

Sebuah penelitian dari YouGov menyebutkan bahwa mayoritas orang Inggris tidak dapat bertahan tanpa memeriksa ponsel mereka ketika sedang makan malam di rumah.

Menurut laporan itu, 55 persen dari mereka yang disurvei mengatakan, mereka memeriksa ponsel mereka saat makan malam,

Survey itu juga mengungkap bahwa 53 persen orang di Inggris melihat ponsel mereka ketika sedang makan di luar dengan teman atau keluarga.

Selain itu, seperti dilansir Telset.id dari Metro, lebih dari setengah atau 54 persen mengatakan, bahwa mereka tidak dapat jauh dari perangkat mereka selama lebih dari dua hari.

Baca juga: Peneliti: Setiap Tahun Orang Makin Ketagihan Pakai Smartphone

Seperti diketahui, Google dan Apple telah menanggapi perdebatan yang berkembang tentang dampak penggunaan ponsel pada kesehatan masyarakat.

Dua raksasa teknologi ini memperkenalkan alat pelacakan penggunaan dan fitur membatasi waktu layar ke perangkat mereka dalam upaya untuk meningkatkan kesejahteraan digital.

Kampanye nasional seperti Scroll Free September juga telah dilakukan dalam upaya untuk meningkatkan kesadaran akan masalah ini dan membantu pengguna mengurangi penggunaan perangkat seluler mereka.

Penelitian ini dilakukan untuk menandai kemitraan YouGov dengan pameran The Future Starts Here yang baru di V & A Museum, yang meneliti kecanduan warga Inggris yang meningkat terhadap perangkat seluler dan bagaimana hal itu mengubah interaksi manusia.

Baca juga: 3 Dampak Negatif Terlalu Sering Pakai Ponsel

Russell Feldman, direktur penelitian digital, media, dan teknologi di YouGov mengatakan, ponsel telah mengambil alih hidup manusia.

“Ini menunjukan bahwa ponsel pintar mengambil alih hidup kita. Di seberang daratan, pemandangan kepala membungkuk di atas layar kecil sekarang ada di mana-mana,” kata Feldman.

“Tapi apa yang ditunjukkan oleh penelitian kami adalah seberapa melekatnya ponsel dengan manusia dan mungkin bahkan tanpa disadari,” jelasnya.

Penelitian ini juga menunjukkan bahwa dua pertiga pengguna ponsel atau 65 persen pengguna ponsel memeriksa ponsel mereka saat berada di tempat tidur. Masalah susah tidur telah dikaitkan dengan cahaya biru yang dipancarkan oleh layar ponsel dan perangkat lain.

Namun, beberapa produsen perangkat keras telah memperkenalkan fitur cahaya malam untuk menurunkan jumlah cahaya biru yang dipancarkan oleh perangkat dalam upaya mengurangi dampak penggunaan larut malam.

Baca juga: Anak-Anak Hanya Tahan 7 Menit Tanpa Ponsel

“Kami hanya dapat berspekulasi tentang dampak yang ditimbulkan dari hubungan kita dengan kolega, teman, dan bahkan keluarga dekat , tetapi survei kami menunjukkan bahwa percakapan tradisional telah dibuang, demi memeriksa email, pemberitahuan, atau pesan terbaru,” imbuhnya. [AU/HBS]

Sumber: Metro.co.uk

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here