Beranda blog Halaman 2431

Desain Honor Magic 2 Bocor, Mirip Huawei P20 Pro

Telset.id, Jakarta – Honor sudah memastikan bahwa smartphone flagship terbaru mereka, Honor Magic 2 akan segera diluncurkan. Perusahaan asal China ini juga sudah memberikan bocoran soal desain Honor Magic 2 yang akan mengadopsi desain bezel-less dengan kamera slider mekanik di bagian atasnya.

Yang masih menjadi tanda tanya adalah, seperti apa desain keseluruhan, khususnya bagian belakang dari Honor Magic 2?

Baru-baru ini, situs Slashleaks memberikan bocoran foto yang memperlihatkan desain bagian belakang Honor Magic 2. Foto tersebut menunjukkan bahwa bagian belakang Magic 2 akan menyerupai desain dari P20 Pro.

Kemiripan tersebut karena Honor Magic 2 ternyata mengadopsi teknologi tiga kamera utama, dengan desain dan posisi frame yang ditempatkan secara vertikal di sudut atas body smartphone, mirip Huawei P20 Pro.

Yang terlihat sedikit berbeda adalah, Honor sedikit memperpanjang frame kamera utama Magic 2, sehingga LED Flash dapat disisipkan di bagian atas kamera, bukannya terpisah dan ditempatkan di bagian bawah frame kamera, seperti Huawei P20 Pro.

Hingga kini, masih belum jelas konfigurasi kamera apa yang akan digunakan Honor untuk smartphone flagship terbarunya itu.

Namun, dengan hadirnya seri Huawei Mate 20, bisa jadi smartphone tersebut akan dibekali dengan lensa utama beresolui 20MP, lensa wide-angle 20MP, dan lensa telephoto dengan 2x optical-zoom beresolusi 8MP.

Sebelumnya, Presiden Honor Global, George Zhao mengumumkan bahwa pihaknya akan segera memperkenalkan Honor Magic 2 tak lama lagi. Smartphone ini punya desain yang terlihat mirip dengan Find X, karena memiliki kamera slider di bagian atasnya.

Smartphone ini diperkirakan akan resmi diperkenalkan pada 31 Oktober mendatang di sebuah acara yang diselenggarakan di Beijing, China. Disinyalir, Honor Magic 2 akan ditenagai oleh SoC Kirin 980, dan mendukung teknologi Magic Charge dengan kecepatan pengisian mencapai 40W. (FHP)

Samsung Segera Rilis Pesaing Berat ROG Phone dkk?

Telset.id, Jakarta – Samsung sepertinya akan merilis smartphone gaming sendiri dalam waktu dekat. Diprediksi, smartphone gaming Samsung akan bersaing langsung dengan Asus ROG Phone, Razer Phone, Honor Play, hingga smartphone gaming terbaru, Huawei Mate 20 X.

Hal ini diungkapkan oleh akun Twitter @Samsung_News_, yang menyatakan bahwa Samsung sedang bersiap untuk menghadapi persaingan ketat di pasar smartphone gaming.

Memang, masih belum ada informasi rinci soal smartphone gaming Samsung. Namun sepertinya, smartphone ini akan terkait dengan rumor pengembangan seri Galaxy A terbaru yang ditenagai oleh SoC Snapdragon 845.

Dilansir Telset.id dari phoneArena, Sabtu (20/10/2018), jika itu adalah perangkat yang sama, maka smartphone gaming Samsung ini akan disematkan juga dengan RAM 8GB, dan ROM 64GB/128GB/256GB.

Seperti Samsung Galaxy Note 9, smartphone itu juga akan dibekali dengan baterai berkapasitas 4,000 mAh serta sistem Water Carbon Cooling System.

Ada kemungkinan juga, bahwa desain smartphone gaming Samsung akan mengikuti desain dari Samsung Galaxy A7 dan Galaxy A9 (2018). yang berarti, smartphone ini mengusung desain layar memanjang, dan dikemas dengan frame aluminium yang dipadu oleh body berbahan kaca.

Sampai sekarang, masih belum ada informasi tanggal rilis serta detail ketersediaan smartphone gaming tersebut. Namun, dengan musim liburan panjang yang akan segera tiba, sepertinya Samsung akan mengumumkan smartphone gaming-nya pada bulan November mendatang.

Sebelumnya, Samsung memang dikabarkan akan menghadirkan smartphone lipat dengan layar fleksibel di tahun depan, yang disinyalir akan bernama Samsung Galaxy X. Tapi, berdasarkan informasi terbaru, Galaxy X akan digunakan Samsung bukan sebagai nama  smartphone lipat mereka, melainkan untuk smartphone gaming. (FHP)

Ada Bug Google Camera di Google Pixel 3 dan 3 XL

Telset.id, Jakarta – Beberapa pemilik Google Pixel 3 dan 3 XL mengeluhkan adanya bug pada aplikasi Google Camera di smartphone mereka. Bug Google Camera itu membuat pengguna tak bisa menyimpan foto yang telah diambilnya.

Bug ini pertama kali diungkapkan oleh para pengguna melalui situs Reddit dan forum dukungan Google.

Dilaporkan juga, bug Google Camera yang sama ditemukan pada beberapa seri Google Pixel generasi pertama, serta Pixel 2 dan Pixel 2 XL.

Bug tersebut terjadi ketika pengguna mengambil foto dengan Google Camera, dan aplikasi akan memproses HDR+ beberapa saat. Di saat yang sama, mereka beralih ke aplikasi lain atau mengunci smartphone-nya.

Saat membuka Google Camera kembali, mereka akan menemukan thumbnail foto di bagian bawah aplikasi. Namun, saat thumbnail ditekan, foto yang diambil sebelumnya menghilang.

Bahkan dalam beberapa kasus, seperti dilansir Telset.id dari The Verge, Sabtu (20/10/2018), foto itu sama sekali tidak muncul di galeri smartphone, dan akan kembali muncul di galeri sehari setelahnya.

Selain terjadi pada jajaran seri Google Pixel, bug yang sama juga dialami oleh beberapa pengguna Samsung Galaxy S9, Moto Z2, Moto E4, Nexus 5X, dan smartphone Android lainnya yang menggunakan Google Camera.

Untuk saat ini, pengguna yang mengalami bug tersebut menyarankan kepada pengguna lainnya untuk menunggu proses HDR+ selesai, ketika sedang mengambil gambar. Jika tidak ingin menunggu, maka sebaiknya fitur HDR+ pada aplikasi dimatikan sepenuhnya.

Sampai saat ini, Google masih belum memberikan keterangan resminya, terkait bug Google Camera tersebut. Sehingga, masih belum diketahui apakah bug itu terdapat pada aplikasi Google Camera, atau malah pada sistem operasi Android di smartphone. (FHP)

Face Unlock Mate 20 Pro Gampang Dibodohi?

Telset.id, Jakarta – Teknologi keamanan berbasis 3D face recognition dari Huawei Mate 20 Pro dilaporkan gampang diakali. Celah keamanan pada face unlock Mate 20 Pro ini pertama kali ditemukan oleh dua pria asal Jerman bernama Steffen dan Chris.

Berdasarkan pengujian keduanya, fitur 3D Face Unlock pada Mate 20 Pro secara konsisten melakukan kesalahan pemindaian, yang membuat orang lain dengan tekstur wajah yang hampir sama mampu membuka smartphone dengan mudah.

Seperti diketahui, teknologi 3D face recognition memiliki tingkat kesalahan mencapai satu banding satu juta, sama seperti teknologi Face ID milik iPhone X, XS, XS Max, hingga XR.

Dengan teknologi ini hanya pengguna saja yang mampu mengakses smartphone, meski dengan “satu pengecualian” untuk pengguna dengan saudara kembar identik dengan tekstur wajah yang sama. Seperti yang terjadi pada iPhone X yang “bingung” saat sepasang kembar identik mengakses iPhone X secara bergantian.

Namun dalam kasus Huawei Mate 20 Pro, dua pria ini bukanlah saudara kembar identik atau saudara kandung. Mereka hanya dua pria dengan model rambut dan janggut yang sama.

Satu dari mereka, memakai kacamata, dan yang lain tidak. Tapi tetap saja, sistem keamanan Huawei Mate 20 Pro tetap meloloskan mereka berdua untuk mengakses smartphone yang sama.

Bahkan, mereka menguji dua unit Mate 20 Pro dengan hasil kesalahan 3D Face Unlock yang sama. Dikutip Telset.id dari Android Pit, Sabtu (20/10/2018), pihak Huawei telah mengetahui celah keamanan ini, dan sudah melakukan penyelidikan secara mendalam pada sistem Mate 20 Pro.

Huawei Mate 20 Pro sendiri merupakan smartphone pertama Huawei yang menggunakan prosesor Kirin 980. Smartphone ini merupakan pengguna chip 7nm pertama untuk kategori Android, dan yang pertama juga menggunakan inti COrtex A76 ARM yang baru.

Smartphone tersebut mengusung layar berukuran 6,39 inci berjenis curved OLED beresolusi 1.440p. Mate 20 Pro juga menjadi smartphone Huawei pertama yang dibekali teknologi SuperCharge baru, yang membuat baterai 4,200 mAh terisi penuh dalam waktu setengah jam.

Huawei Mate 20 Pro telah tersedia dengan varian RAM 6GB dan memori penyimpanan 128GB. Smartphone ini dibanderol dengan harga €1,050 atau sekitar Rp 20 jutaan. (FHP)

Infinix HOT S3X dan Hot 6 Pro Hadir dengan Warna Baru

0

Telset.id, Jakarta – Infinix Hot S3X hadir dengan  warna baru untuk pasar Indonesia dengan varian warna Aqua BlueInfinix juga menambahkan varian warna merah untuk Infinix HOT 6 Pro. Kedua produk dengan varian warna terbarunya kini sudah tersedia pada toko online resmi Infinix di Shopee.

Sebelumnya, baik Infinix HOT S3X dan Infinix HOT 6 Pro hanya memiliki satu varian warna saja, yaitu warna hitam. Bukannya tanpa alasan, Infinix selalu memilih warna hitam untuk perilisan produknya karena dianggap lebih menarik dan unik.

“Memang setiap penjualan perdana kami merilis warna hitam. Warna hitam itu sendiri seperti sudah menjadi warna wajib bagi kami, karena sangat mudah dipadupadankan dengan warna lain, baik dengan busana atau aksesoris lainnya,” jelas Marketing Manager Infinix Indonesia, Boron Zhang.

Namun diluar itu semua, warna hitam juga sangat pas dengan material yang kami pilih untuk Infinix HOT S3X ini sehingga terkesan lebih mengkilap dan elegan, tambah Boron.

Kendati demikian, kehadiran varian warna baru untuk Infinix HOT S3X dan Infinix HOT 6 Pro merupakan permintaan para X-Fans (pelanggan setia Infinix).

“Meluncurnya warna baru ini Infinix berharap bisa menjadi sarana pilihan pengguna untuk menambah kesan stylish dan kekinian,” kata Agus Supangat selaku Assistant Country Director Infinix Indonesia.

“Bagi Infinix, keinginan pelanggan merupakan prioritas utama. Infinix ingin para pelanggannya dapat memiliki smartphone kekinian dengan spesifikasi terbaik di kelasnya tanpa harus menunggu lama,” ujar Agus.

Untuk terus memanjakan para pelanggan setianya, Infinix akan turut meramaikan kampanye 11.11 & 12.12 (Harbolnas) mendatang bersama dua situs jual beli online favorit masyarakat Indonesia, Lazada dan Shopee Indonesia. (MS)

Rudiantara: Transaksi E-Commerce Capai Rp 130 Miliar di 2020

1

Telset.id, Jakarta – E-commerce kini menjadi bisnis yang menggiurkan di Indonesia. Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara memproyeksikan nilai transaksi e-commerce di Indonesia akan mencapai Rp 130 miliar di tahun 2020.

Rudiantara mengatakan pemerintah Indonesia sudah memiliki roadmap terkait e-commerce, sehingga yakin target tersebut akan tercapai selama 2 tahun mendatang.

“Indonesia telah mempunyai roadmap perkembangan e-commerce yang sistematis. Proyeksi nilai transaksi e-commerce Indonesia tahun 2020 dapat mencapai Rp 130 miliar. Nilai tersebut setara dengan 12 persen GDP Indonesia,” kata Rudiantara dalam acara Data GoV Ai di Jakarta.

Roadmap terkait e-commerce memang telah ditetapkan melalui Perpres Nomor 74 Tahun 2017 tentang Peta Jalan Sistem Perdagangan Nasional Berbasis Elektronik (Road Map e-commerce) Tahun 2017-201.

Peta jalan itu sendiri merupakan bagian dari Paket Kebijakan Ekonomi XIV yang mencakup program pendanaan, perpajakan, perlindungan konsumen, pendidikan dan sumber daya manusia, infrastruktur komunikasi, keamanan siber serta pembentukan manajemen pelaksana.

Pada kesempatan itu Rudiantara juga mengajak Asosiasi Big Data Indonesia (ABDI) untuk ikut aktif mengembangkan sumberdaya manusia demi perkembangan e-commerce di Indonesia

“Saya ingin mengajak para hadirin sebagai perusahaan big tech yang suatu saat membutuhkan digital talent di level teknisi agar dapat berpartisipasi pada program Digital Talent Scholarship,” kata  Rudiantara.

Digital Talent Scholarship yang dikelola Badan Penelitian dan Pengembangan SDM Kominfo ditujukan untuk menyiapkan talenta digital yang memiliki kemampuan teknis di bidang cloud computing, big data analytics, artificial intelligence, cybersecurity,  dan digital business.

Menurut Rudiantara program tersebut bukan untuk kepentingan Kominfo. Baginya upaya pengembangan kualitas SDM yang mumpuni di ekonomi digital demi kepentingan sektor industri di Indonesia.

“Saat ingin kami telah mendorong pembangunan digital space, ekosistem untuk mencapai target digital economy pada 2020. Ketika di Argentina menghadiri G20 dan dalam ASEAN Forum, saya melihat semua negara punya kesaman isu yang paling penting dalam membangun ekonomi digital, yaitu talenta atau sumberdaya manusia,” jelasnya.

Rudiantara sendiri memiliki mimpi besar untuk Indonesia. Baginya selama beberapa tahun kedepan Indonesia menjadi gudang talenta di bidang e-commerce sehingga tidak perlu melakukan mendatangkan tenaga asing ke Indonesia.

“Saya punya mimpi dalam lima tahun ke depan permintaan kebutuhan telenta di regional minimal, itu kita yang sediakan. Oleh karena itu saya juga menggandeng Jack Ma untuk membuat institut di Indonesia,” ucapnya. [NM/HBS]

Ribuan Perempuan di Korsel Demo Protes Aksi Spycam

0

Telset.id, Jakarta – Ribuan perempuan di Korea Selatan melakukan protes kasus spycam, yang dianggap telah melanggar privasi. Para pelaku spycam ini secara diam-diam merekam video perempuan di tempat private, seperti di toilet, dan mengunggahnya ke internet.

Guna meredam gelombang protes dari ribuan perempuan, polisi Korea Selatan membagikan stiker atau aksesoris protektor kepada para pendemo.

Seperti dilaporkan Gizmodo, aksesoris kamera protektor itu bertujuan untuk dipasang menutupi kamera belakang setiap ponsel para pendemo.

Kepolisian di Provinsi Gyeonggi Bukbu kabarnya sudah membagikan 50.000 kamera protektor secara gratis sebagai bagian kampanye “Ilegal Filming OFF”. Mereka mengakui bahwa reaksi masyarakat sejauh ini masih positif.

Namun tidak semua pendemo menyambut positif ide polisi Korsel itu. Sebagian pendemo yang memprotes cara itu beranggapan bahwa stiker atau penutup kamera tersebut bukanlah sebuah solusi.

Mereka yang tidak setuju ingin pihak berwenang juga melakukan penyelidikan mendalam dan menjatuhkan hukuman bagi pelaku yang membuat dan menyebarkannya.

Selain itu, stiker yang sifatnya melekat menggunakan lem juga akan membuat pengguna justru kesulitan menikmati fitur kamera belakang ponsel yang selama ini mereka gunakan untuk memotret.

Cara itu juga dianggap dapat membuat mereka yang tidak bersalah justru dicurigai sebagai pelaku yang merekam video tanpa izin di tempat umum.

Sekadar informasi, Agustus 2018 lalu kepolisian Korea Selatan telah membentuk tim khusus untuk menjaga setiap fasilitas umum.

Tim tersebut bertugas mengecek fasilitas umum yang seharusnya steril dari aksi spycam, seperti transportasi publik dan toilet umum. Pihak penyedia fasilitas juga diminta membentuk tim khusus. Yang tidak melakukannya akan dikenai sanksi. [BA/HBS]

Sumber: Gizmodo

 

Banksy Gagal Hancurkan Lukisan Seharga Rp 21 Miliar

0

Telset.id, Jakarta – Banksy berhasil mengejutkan seisi Rumah Lelang Sotheby’s dan dunia ketika lukisan “Girl with Balloon” terpotong secara otomatis tak lama setelah terjual dengan harga US$ 1,4 juta atau setara dengan Rp 21 miliar.

Namun lewat video yang diunggah di akun Instagram dan YouTube hari Kamis (18/10/2018), Banksy menyebutkan tidak semua berjalan sesuai rencananya.

Pada video “Shred the Love – The Director’s Cut,” Banksy menampilkan pembuatan dan pemasangan mesin pemotong kertas pada pigura. Kemudian, layar berganti ke suasana Rumah Lelang Sotheby’s di hari “Girl with Balloon” dilelang.

Aktivitas pelelangan juga tertangkap kamera dengan pengunjung yang duduk memperhatikan, petugas-petugas yang menerima telepon, dan pelelang yang menerima harga untuk tiap karya.

Kemudian tak lama setelah lukisan Banksy terjual, tampak sepasang tangan menekan tombol yang disembunyikan di baju. Lukisan Banksy yang dipamerkan di Sotheby’s mulai terpotong hingga setengah, tepat di atas kepala si gadis.

Video itu juga menangkap respons para pengunjung yang terkejut, petugas yang berhati-hati memindahkan lukisan Banksy, dan pelelang yang tampak gugup tapi tetap berusaha menenangkan pengunjung.

Sebelum video berakhir, Banksy menampilkan uji coba mesin pemotong kertas otomatis yang tersembunyi di pigura berhasil memotong habis lukisan gadis dengan balon merah itu. “Di tiap uji coba selalu berhasil…,” tulis Banksy.

Hingga saat ini, belum diketahui mengapa mesin pemotong berhenti di tengah jalan.

Namun, lukisan yang tidak habis terpotong itu membuat karya tersebut masih “utuh,” walaupun bentuknya berubah. Aksi itu tidak mengurangi nilai dari karya tersebut. Berdasarkan pernyataan di situs Sotheby’s, pembeli lukisan yang tidak ingin disebutkan namanya itu juga tidak membatalkan transaksinya. Sebaliknya, trik pemotongan lukisan itu diduga justru menambah nilai dari karya Banksy.

Baca Juga: Jual Hasil Lukisan dari Microsoft Paint di Game Unik Ini!

“Banksy tidak menghancurkan karya seni di lelang, ia membuatnya,” tulis Direktur Senior dan Kepala Seni Kontemporer Sotheby’s Alex Branczik. “Menindaklanjuti intervensi mengejutkannya pada malam hari, kami dengan senang mengonfirmasi penjualan karya sang seniman dengan judul baru ‘Love is in the Bin,’ karya seni pertama dalam sejarah yang dibuat (ketika berlangsungnya) lelang.”

Berdasarkan pernyataan dari Sotheby’s, pembeli anonim tersebut juga merasakan hal yang serupa.

“Ketika palu diketuk minggu lalu dan karya tersebut terpotong, saya awalnya merasa syok,” ujar sang pembeli. “Tapi lama kelamaan saya menyadari bahwa (kini) saya memiliki karya seni bersejarah.”

Beberapa penikmat seni memercayai bahwa pihak rumah lelang turut terlibat dalam aksi tersebut. Namun, Banksy menampik bahwa tidak ada orang dari Sotheby’s yang mengetahui sebelumnya.

“Beberapa orang berpikir (lukisan itu) tidak benar-benar terpotong. (Lukisan) itu benar terpotong. Beberapa orang berpikir pihak rumah lelang (terlibat). Mereka tidak,” tulis Banksy.

Sotheby’s juga sebelumnya telah mengeluarkan pernyataan bahwa mereka tidak mengetahui apa-apa tentang aksi tersebut. (AU)

Sumber: The Verge, CNET, Time

 

Persaingan Raksasa Ritel Online Memanas, eBay Tuntut Amazon

0

Telset.id, Jakarta – Persaingan ritel online di Amerika Serikat (AS) semakin memanas akibat perseteruan eBay dan Amazon. Belum lama ini eBay menuduh Amazon melakukan kampanye untuk mencaplok penjual pihak ketiganya (third party seller).

Kini raksasa ritel online itu mengajukan gugatan di pengadilan California untuk melarang Amazon menyalahgunakan platform-nya.

Sebelum melakukan gugatan, eBay mengaku sudah mengirim surat peringatan (cease and desist letter) ke pesaing terbesarnya awal bulan ini.

Alasannya karyawan Amazon menggunakan fitur pesan eBay untuk mencoba merekrut penjual pihak ketiga supaya bergabung dengan Amazon Marketplace, platform penjualan mereka. Pihak Amazon berkilah dengan mengatakan bahwa mereka telah melakukan penyelidikan menyeluruh atas tuduhan tersebut.

Saat ini eBay sedang menghitung kerugian materi yang disebabkan oleh potensi kehilangan penjualan akibat ulah karyawan pesaingnya itu. Kedua perusahaan memperoleh pendapatan dari komisi penjualan di platform mereka.

Tetapi Amazon menghasilkan pendapatan lebih besar dari menyediakan stok, pengiriman, dan dukungan logistik kemasan lainnya kepada penjual tersebut.

eBay menyatakan bahwa Amazon mengatur upaya pencaplokan ilegal ini dari kantor pusatnya. Upaya serupa, kata eBay, juga digunakan Amazon di seluruh AS, sebagian Eropa, Singapura dan Australia.

Menurut persyaratan layanan eBay, Anda tidak dapat menggunakan sistem pesan untuk melakukan atau mempromosikan bisnis luar atau mengirim spam kepada pembeli dan penjual lainnya.

Namun, perwakilan Amazon diklaim kerap mengirim hingga120 pesan dengan satu akun eBay tanpa membeli atau menjual barang apa pun di situs tersebut.

“Selama bertahun-tahun, dan tanpa sepengetahuan kami, Amazon telah terlibat dalam upaya sistematis, terkoordinasi untuk menyusup dan mengeksploitasi sistem M2M milik eBay di platform kami untuk memikat penjual top eBay ke Amazon,” kata eBay dalam komplainnya, seperti dilansir The Verge, Jumat (19/10/2018).

Walaupun sebelumnya menargetkan penjual yang berbeda, namun seiring perjalanan bisnis, penjual di platform dua perusahaan ini menjadi tumpang tindih. Ini karena Amazon telah melakukan diversifikasi operasi ritelnya untuk memasukkan penjual pihak ketiga yang dapat menjual produk langsung ke konsumen.

Disisi lain, eBay telah berkembang dari situs lelang untuk barang bekas menjadi tempat di mana perusahaan dapat membuat seluruh operasi e-commerce. Ini berarti kedua perusahaan sudah saling bersaing secara langsung. [WS/HBS]

Sumber: The Verge

Bos Huawei Konfirmasi Ponsel Layar Lipat 5G Rilis 2019

0

Telset.id, Jakarta – Setelah resmi mengumumkan kehadiran Mate 20 di London pada 16 Oktober 2018, Huawei mengonfirmasi rumor yang menyebut bahwa perusahaan akan merilis ponsel berlayar lipat di tahun 2019.

CEO Huawei, Richard Yu, pmengatakan bahwa ponsel layar lipat yang akan dirilis Huawei tahun depan sudah mendukung teknologi 5G.

Pernyataan tersebut selaras dengan informasi yang diungkap oleh Rotating CEO Huawei, Ken Hu, September 2018 lalu.

Kala itu, Hu mengungkapkan bahwa ponsel 5G pertama Huawei berdesain layar lipat dan diprediksi akan diumumkan pada Juni 2019 mendatang. Yu juga membeberkan, perangkat berdesain layar lipat Huawei dapat menggantikan komputer.

Ia menerangkan, dilansir Digital Trends, Jumat (19/10), ponsel layar lipat Huawei bisa disimpan di saku pengguna dan dapat dikeluarkan saat diperlukan. Layarnya bisa diperluas hingga sebesar ukuran layar tablet.

Huawei sangat berambisi merilis ponsel lipat 5G sebelum Samsung bermanuver. Alasannya, Samsung juga mengembangkan ponsel lipat yang kabarnya akan diperkenalkan pada tahun depan.

Huawei dan Samsung memang bersaing untuk menjadi produsen pertama yang menghadirkan ponsel layar lipat ke pasaran. Huawei sudah membuat teaser ponsel layar lipat bikinannya.

Akhir September 2018, Chairman Huawei Ken Hu pada panel World Economic Forum mengatakan bahwa ponsel layar lipat buatan perusahaan akan menjadi yang pertama dan berteknologi 5G.

Hu juga mengatakan, ponsel tersebut akan tiba di pasaran pada pertengahan 2019. Huawei bisa mengumumkannya lebih awal untuk melanjutkan serangan terhadap Samsung. [BA/HBS]

Sumber:  Pocketnow

Amazon Buka 1.000 Lowongan Kerja di Inggris, Berminat?

0

Telset.id, Jakarta – Amazon membuka 1000 lowongan kerja untuk kantor barunya di Manchester, Inggris pada tahun 2019 mendatang. Perusahaan raksasa ritel online dan teknologi ini akan membuka lowongan staf di tiga lokasi.

“Ini adalah pekerjaan Silicon Valley di Inggris dan semakin memperkuat komitmen jangka panjang kami ke Inggris.” Ujar Country Manager Amazon Inggris Doug Gurr, seperti dilansir zdnet.com, Jumat (19/10/2018).

Kantor baru Amazon Inggris berlokasi di Hanover Building Northern Quarter, Manchester, dengan luas 90.000 kaki persegi, yang akan terdiri dari enam lantai.

Gedung tersebut akan menampung sedikitnya 600 staf baru dibidang pengembangan perangkat lunak, pembelajaran mesin dan penelitian dan pengembangan (R & D). Amazon juga akan memperluas pusat pengembangannya di Edinburgh, dengan menambah 250 staf baru.

Sebelumnya, raksasa teknologi Amerika Serikat (AS) itu juga sudah memiliki ratusan insinyur software, ilmuwan machine learning dan desainer pengalaman pengguna (user experience designers). Tim ini bekerja pada teknologi periklanan baru dan rekomendasi belanja pribadi.

Amazon juga akan menambah 180 pekerjaan baru di pusat pengembangan Cambridge sebagai tim R & D yang bekerja pada perangkat Amazon, Alexa, Amazon Web Services (AWS), sistem pengiriman paket bertenaga drone Prime Air, machine learning dan sistem ritel.

Sejak 2010, Amazon telah menginvestasikan lebih dari 9,3 miliar pound atau mencapai Rp 184 triliun di Inggris untuk membangun dan menjalankan operasinya.

Jumlah staf mereka diperkirakan akan mencapai 27.500 orang, termasuk lebih dari 6.500 staf di divisi korporat, AWS dan R & D pada akhir tahun ini.

Keputusan pengembangan bisnis ini kurang dari 6 bulan sebelum Inggris meninggalkan Uni Eropa (Brexit). Keputusan Inggris tersebut telah membuat beberapa perusahaan teknologi khawatir negara ini sulit untuk melakukan transaksi ke pasar Eropa dan sulit menarik staf berkualitas tinggi bekerja di Inggris.

Bos Amazon Inggris dilaporkan sudah memperingatkan para menteri mengenai risiko yang harus ditanggung jika terjadi Brexit.

Sementara itu, Sekretaris Perdagangan Internasional Inggris Liam Fox mengatakan kabar mengenai pekerjaan baru itu adalah mosi percaya yang sangat besar di Inggris dan menjadi tanda bagi dunia bahwa negara monarki absolut ini sangat terbuka untuk bisnis. [WS/HBS]

Sumber: ZDNet

Ngaku ‘Time Traveller’, Pria Ini Sebut AI akan Jajah Dunia

0

Telset.id, Jakarta – Seorang pria yang mengaku time traveller berasal dari tahun 2045 menyebutkan bahwa  artificial intelligence (AI) atau kecerdasan akan menguasai dunia. Dia mengatakan manusia akan jadi budak AI di tahun 2045.

Pada sebuah video berdurasi 6 menit kanal YouTube yang bernama ApexTV, pria itu mengatakan beberapa informasi penting di masa depan.

Dilansir Telset.id dari Indy100, dirinya mengaku sebagai seorang ilmuwan dari tahun 2045. Pria yang memakai kemeja biru tersebut sedang mempersiapkan sebuah produk yang akan diluncurkan pada tahun 2028.

“Saya berasal dari tahun 2045. Saya seorang ilmuwan dan saya sedang mengembangkan mesin untuk dirilis pada tahun 2028,” ucap pria tersebut.

Salah satu informasi yang penting yang dia berikan adalah terkait teknologi AI yang saat ini mulai banyak diaplikasikan pada perangkat teknologi.

Menurut pria tersebut nantinya AI akan menjadi penguasa dunia, dan manusia akan menjadi budak dari AI. Bahkan manusia dan robot akan bersatu di bawah kepemimpinan AI.

“Pada 2045 manusia dan robot berkumpul menjadi satu. Kami hidup sebagai satu dan kecerdasan buatan akan mengatur seluruh dunia. Tidak ada lagi negara di tahun 2028,” ucap  pria tersebut.

Selain mengoceh soal AI, “pria masa depan” ini juga berbicara soal privasi manusia. Menurutnya, di masa depan manusia tidak usah dipusingkan dengan masalah privasi. Pasalnya akses informasi masyarakat sudah sangat terbuka termasuk akses data pribadi mereka sendiri.

“Di masa depan kami tidak memiliki privasi. Masa depan itu tidak selalu buruk, tapi masa depan sangat berbeda dan saya pikir Anda berhak untuk tahu,” ujar pria yang tidak disebutka namanya itu.

Terakhir pria itu memberi pesan jika perjalanan melintasi waktu bukan sesuatu yang sulit. Di masa depan hal itu lumrah terjadi dan saat ini ada orang-orang yang sengaja menutup pintunya sehingga manusia di zaman sekarang belum bisa melakukan perjalanan waktu.

“Anda berhak tahu apa yang terjadi di balik pintu tertutup. Perjalanan waktu ada dan sedang ditahan dari publik,” ocehnya lagi.

Artificial Intelligence memang menjadi tren di industri teknologi saat ini. Banyak perusahaan yang berlomba-lomba mengembangkannya. Salah satunya adalah Google, yang mengembangkan teknologi AI sebagai alat pendeteksi dini kanker payudara.

Alat yang dibuat hasil kerjasama Google dan peneliti di Pusat Medis Angkatan Laut San Diego itu diklaim bisa mendeteksi kanker payudara dengan akurasi 99%.

AI yang dikembangkan Google ini dapat memberikan gambaran bagi pasien jika dirinya terjangkit kanker payudara, sehingga mereka bisa melakukan pengobatan sejak awal jika terbukti sel kanker tumbuh di tubuhnya. [NM/HBS]