Tingkatkan Layanan, Gmail Siap Berkolaborasi dengan DropBox

Telset.id, Jakarta – Google Mail (Gmail) tak bisa dipungkiri telah menjadi fitur favorit masyarakat selama bertahun-tahun. Baik untuk urusan pribadi ataupun perusahaan, Gmail sering dipakai untuk berbagi dokumen ataupun pesan kepada satu sama lain. Kini, layanan Gmail akan semakin baik karena telah terintegrasi dengan DropBox.

Hal ini diungkapkan Google baru-baru ini. Dengan tujuan memudahkan pengguna dalam menyimpan data. DropBox sendiri adalah layanan penyedia data yang jumlah penggunanya cukup banyak.

Dilansir Telset.id dari Ubergizmo pada Jumat (19/10), integrasi ini bersifat dua arah. Misalnya kotak tempat add-on untuk Gmail memungkinkan pengguna untuk melampirkan file dengan cepat ke email dari akun DropBox mereka.

Baca Juga : Google Akui Izinkan Pihak Ketiga Akses Gmail

Sedangkan jika pengguna memulai dari  website DropBox, pengguna dapat memilih untuk melampirkan file dari akun DropBox ke Gmail atau hanya menyisipkan tautan jika mau.

Sebenarnya fitur seperti DropBox telah dimiliki Google. Kita mengenalnya dengan nama Google Drive. Google Drive adalah cloud storage besutan Google yang mirip dengan DropBox bahkan mendukung pengguna untuk mengedit dokumen secara langsung dari browser.

Google Drive sendiri juga bisa berkolaborasi dengan layanan Google yang lain seperti Google Apps, Google Mail dan Google Doc. Sayangnya Google Drive masih memiliki kekurangan, yakni tidak ada fasilitas berbagi link download file untuk publik seperti yang dimiliki DropBox.

Baca juga: Uber Bakal Tinggalkan Data Google, Ada Apa?

Selain dengan DropBox, Google juga dikabarkan telah berkolaborasi dengan  Bitbucket dan Egnyte. Bitbucket merupakan sebuah layanan hosting berbasis web yang dimiliki Atlassian dan bertugas untuk membangun source code atau pengembangan dengan menggunakan sistem kontrol revisi mercurial dan juga Git.

Melalui kolaborasi antara Gmail dan Bitbucket, pengguna dapat melakukan pratinjau melalui Gmail ataupun Bitbucket. Sementara kolaborasi dengan Egnyte, yang juga berfokus pada penyimpanan data dilakukan demi kemudahan pelanggan dalam berbagi dan menyimpan data secara digital.

Baca juga: Gmail Punya Fitur Mengatur Waktu Pengiriman Email

Namun demikian, adanya integrasi dengan pihak ketiga ini juga meninggalkan kekhawatiran. Dalam hal ini akan membuat privasi data pengguna terganggu. Pasalnya, pada September lalu pihak Google sempat tersandung masalah terkait aplikasi pihak ketiga tersebut.

Setelah dituding terjadi penyalahgunaan data pengguna, Google akhirnya mengaku bahwa perusahaan  memberikan izin pada pihak ketiga untuk mengakses Gmail, supaya melihat e-mail penggunanya. Tujuannya adalah untuk kepentingan bisnis, yakni untuk menentukan sasaran iklan.

Baca juga: Google Klarifikasi soal Pelacakan Lokasi Pengguna

VP of Public Policy and Government Affairs Google Susan Molinari mengakui kebijakan perusahaannya terkait data pengguna mereka. Praktik tersebut sebenarnya sudah diungkapkan dalam postingan di situs web resmi Google pada awal tahun ini.

“Sebelum pengembang dapat mengakses data pengguna Gmail, mereka harus mendapatkan persetujuan dari pengguna dan mereka harus memiliki kebijakan privasi yang merinci bagaimana data akan digunakan,” tulis Molinari, seperti dilansir Engadget, Jumat (21/9/2018). [NM/IF]

Sumber : Ubergizmo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here