Beranda blog Halaman 92

Bocoran Snapdragon 8 Gen 5: Performa Setara Elite dengan Efisiensi Lebih Baik

0

Telset.id – Dunia processor mobile kembali memanas. Setelah sukses dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Qualcomm kini bersiap meluncurkan varian yang lebih terjangkau namun tak kalah tangguh: Snapdragon 8 Gen 5. Bocoran terbaru dari tipster terpercaya Digital Chat Station mengungkap spesifikasi detail dan hasil benchmark yang menjanjikan.

Bagi Anda yang mengikuti perkembangan chipset flagship, nama Snapdragon 8 Elite Gen 5 tentu sudah tak asing. Processor ini menjadi otak dari berbagai smartphone premium terbaru di pasaran. Namun, bagaimana dengan adiknya yang lebih muda? Snapdragon 8 Gen 5 hadir dengan pendekatan berbeda: menawarkan performa hampir setara dengan varian Elite, namun dengan efisiensi yang diklaim lebih baik berkat proses fabrikasi mutakhir.

Lantas, apa saja keunggulan Snapdragon 8 Gen 5 yang membuatnya layak ditunggu? Mari kita kupas tuntas berdasarkan bocoran yang beredar, lengkap dengan analisis mendalam tentang implikasinya bagi industri smartphone Indonesia.

Spesifikasi Teknis Snapdragon 8 Gen 5: Keseimbangan Sempurna

Menurut bocoran Digital Chat Station, Snapdragon 8 Gen 5 dibangun di atas fondasi yang solid. Chipset ini mengadopsi proses fabrikasi N3P dari TSMC, teknologi terbaru yang menjanjikan efisiensi daya dan manajemen thermal lebih baik dibandingkan generasi sebelumnya.

Konfigurasi CPU-nya menggunakan arsitektur Oryon custom Qualcomm dengan setup yang menarik: dua core ultra berkecepatan 3.8GHz dan enam core performa pada 3.32GHz. Kombinasi ini menciptakan keseimbangan ideal antara daya pemrosesan maksimal dan efisiensi energi. Bagi pengguna sehari-hari, ini berarti performa lancar untuk multitasking berat tanpa boros baterai.

Snapdragon 8 Gen 5 mock render

Di sisi grafis, Snapdragon 8 Gen 5 dibekali GPU Adreno 840 dengan frekuensi 1.2GHz. Meski performanya sedikit lebih rendah dibandingkan GPU pada Snapdragon 8 Elite Gen 5, kemampuan grafisnya tetap impresif untuk memenuhi kebutuhan gaming high-end. Bayangkan bermain game AAA mobile dengan setting maksimal tanpa lag – itulah yang dijanjikan chipset ini.

Benchmark Menggiurkan: Bukti Nyata Kekuatan Snapdragon 8 Gen 5

Angka-angka benchmark yang bocor semakin memperkuat posisi Snapdragon 8 Gen 5 sebagai calon raksasa processor mobile. Chipset ini dilaporkan mencetak skor lebih dari 3.3 juta poin pada tes AnTuTu – angka yang membuat banyak chipset flagship saat ini tersaingi.

Pada Geekbench 6, Snapdragon 8 Gen 5 mencapai sekitar 3.000 poin untuk single-core dan 10.000 poin untuk multi-core. Performa single-core yang solid ini sangat penting untuk responsivitas aplikasi sehari-hari, sementara skor multi-core yang tinggi menjamin kelancaran saat menjalankan banyak aplikasi sekaligus.

Yang paling mengejutkan adalah kemampuan grafisnya. Pada benchmark Aztec 1440p, chipset ini mampu menghasilkan hampir 100 frame per second. Untuk konteks, ini berarti Snapdragon 8 Gen 5 bisa menangani game mobile paling berat sekalipun dengan lancar, bahkan pada resolusi tinggi. Bandingkan dengan POCO F5 5G yang menggunakan Snapdragon 8 Plus Gen 1, peningkatan performanya cukup signifikan.

Smartphone Pertama yang Akan Membawa Snapdragon 8 Gen 5

Lalu, kapan kita bisa mencicipi kekuatan Snapdragon 8 Gen 5? Berdasarkan laporan yang beredar, tiga smartphone akan menjadi yang pertama mengadopsi chipset ini: OnePlus Ace 6 Turbo, Vivo S50 Pro Mini, dan Honor GT 2. Ketiganya diperkirakan meluncur pada periode November-Desember mendatang.

Pemilihan model-model ini menarik untuk dianalisis. OnePlus Ace 6 Turbo jelas menargetkan segmen gaming, sementara Vivo S50 Pro Mini mungkin fokus pada kombinasi performa dan portabilitas. Honor GT 2, dengan namanya yang sporty, kemungkinan besar juga mengincar pasar gaming dan enthusiast.

Strategi Qualcomm ini mengingatkan kita pada peluncuran Meizu StarV Snap yang menggunakan chip Snapdragon AR1, di mana mereka menempatkan processor terbaru pada perangkat inovatif untuk menunjukkan kemampuan sebenarnya.

Dengan hadirnya Snapdragon 8 Gen 5, pasar smartphone Indonesia diprediksi akan semakin berwarna. Konsumen kini memiliki pilihan lebih banyak untuk mendapatkan performa flagship tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam. Chipset ini berpotensi menjadi game changer, terutama bagi brand-brand yang ingin menawarkan spesifikasi tinggi dengan harga lebih terjangkau.

Namun, pertanyaannya: apakah efisiensi daya yang dijanjikan proses N3P benar-benar sebaik klaim? Dan bagaimana dengan kemampuan AI-nya? Kita tunggu saja review mendalam begitu perangkat pertama dengan Snapdragon 8 Gen 5 resmi meluncur. Satu hal yang pasti – persaingan processor mobile semakin seru, dan konsumenlah yang diuntungkan.

CMF Watch 3 Pro dan Headphone Pro Resmi Hadir di Indonesia via Erajaya

0

Telset.id – Apakah Anda mencari perangkat wearable dan audio yang tidak hanya canggih tetapi juga memiliki desain ikonik? Kabar gembira datang dari Erajaya Digital, yang secara resmi menghadirkan CMF Watch 3 Pro dan CMF Headphone Pro di Indonesia mulai 30 Oktober 2025. Dua produk terbaru dari sub-merek Nothing ini hadir secara eksklusif melalui jaringan ritel Erajaya, menawarkan perpaduan teknologi mutakhir dan desain yang mudah diakses.

Kehadiran kedua produk ini bukanlah kejutan besar bagi yang telah mengikuti perkembangan Nothing. Seperti yang pernah kami bahas sebelumnya, Nothing memang telah memiliki sub-brand baru yang siap merilis smartwatch dan earbud. Kini, prediksi itu menjadi kenyataan dengan peluncuran resmi di pasar Indonesia. Joy Wahjudi, CEO Erajaya Digital, menyatakan antusiasmenya dalam memperkenalkan kedua produk ini, menekankan komitmen Erajaya untuk menghadirkan teknologi dan desain premium yang terjangkau bagi pelanggan di seluruh negeri.

Lalu, apa yang membuat CMF Watch 3 Pro dan CMF Headphone Pro layak untuk ditunggu? Mari kita selami lebih dalam spesifikasi dan fitur unggulan yang ditawarkan oleh kedua produk ini, serta bagaimana mereka dapat meningkatkan pengalaman teknologi sehari-hari Anda.

CMF Watch 3 Pro: Smartwatch dengan Layar AMOLED Terang dan Fitur Kesehatan Komprehensif

CMF Watch 3 Pro hadir dengan layar AMOLED 1,43 inci yang diklaim sebagai yang paling terang dan imersif di lini produk CMF. Layar ini menjanjikan pengalaman visual yang tajam dan hidup, cocok untuk berbagai aktivitas, dari memantau notifikasi hingga melihat statistik kebugaran. Perangkat ini dilengkapi dengan Dual-Band GPS untuk pelacakan lokasi yang cepat dan akurat, fitur yang sangat berguna bagi Anda yang gemar berolahraga di luar ruangan.

Daya tahan baterai menjadi salah satu sorotan utama. CMF Watch 3 Pro diklaim mampu bertahan hingga 13 hari dengan sistem pengisian cerdas. Bagi yang aktif, fitur AI Running Coach menawarkan rencana latihan personal selama 8–16 minggu, lengkap dengan analisis pasca-latihan untuk membantu mencapai target kebugaran secara optimal. Dari sisi kesehatan, smartwatch ini dilengkapi pemantauan detak jantung generasi terbaru, analisis tidur cerdas, SpO₂, pelacakan stres, dan berbagai fitur kesehatan lainnya. Dengan sertifikasi IP68, perangkat ini tahan air dan debu, membuatnya ideal untuk penggunaan sehari-hari dalam berbagai kondisi.

Semua fitur tersebut terintegrasi melalui aplikasi Nothing X, yang kini hadir dengan tampilan baru dan fitur kesehatan berbasis AI. CMF Watch 3 Pro tersedia dalam dua varian warna awal, Light Grey dan Light Green, dengan harga Rp 1.699.000. Dua pilihan warna tambahan, Orange dan Dark Grey, akan menyusul di kemudian hari. Ini menunjukkan bahwa CMF by Nothing tidak hanya fokus pada fungsi, tetapi juga pada ekspresi gaya personal pengguna.

CMF Headphone Pro: Audio Profesional dengan ANC Hingga 45dB dan Spatial Audio

Sementara itu, CMF Headphone Pro menawarkan pengalaman audio profesional dalam desain ikonik. Headphone ini dilengkapi driver 40mm berlapis Diamond-Like Carbon untuk suara jernih dan bass bertenaga. Fitur Hybrid Active Noise Cancellation (ANC) hingga 45dB dengan mode Transparansi cerdas memungkinkan Anda menikmati musik tanpa gangguan suara sekitar, atau tetap waspada terhadap lingkungan ketika diperlukan.

Dukungan Bluetooth 5.3 dengan codec LDAC dan AAC memastikan kualitas audio tinggi dan koneksi yang stabil. Fitur Dual Device Connection memudahkan perpindahan antar perangkat, yang dapat diakses melalui aplikasi Nothing X. Pengalaman mendengarkan semakin imersif berkat Spatial Audio, yang menciptakan efek suara tiga dimensi sehingga Anda merasa seolah berada di tengah sumber suara. Fitur ini ideal untuk menikmati musik, film, atau bahkan game, mirip dengan pengalaman yang dihadirkan dalam Ratchet & Clank: Rift Apart yang mendukung audio imersif.

Daya tahan baterai mencapai 65 jam tanpa ANC, dan dengan pengisian cepat 5 menit, Anda dapat menikmati hingga 8 jam pemutaran. Desain ringan dengan bantalan memory foam lembut dan headband adjustable memastikan kenyamanan maksimal selama penggunaan berjam-jam. CMF Headphone Pro juga dilengkapi fitur in-ear detection, kontrol EQ melalui aplikasi Nothing X, serta dukungan voice assistant untuk pengalaman mendengarkan yang lebih intuitif. Produk ini tersedia dalam tiga warna — Dark Grey, Light Grey, dan Light Green — dengan harga Rp 1.699.000. Sebelumnya, CMF Headphone Pro telah diumumkan dengan fitur modular dan baterai tahan lama, dan kini hadir secara resmi di Indonesia dengan spesifikasi yang sesuai.

Ketersediaan dan Akses Eksklusif melalui Jaringan Erajaya

Mulai 30 Oktober 2025, CMF Watch 3 Pro dan CMF Headphone Pro tersedia secara eksklusif di 50 gerai erafone dan 60 gerai Urban Republic tertentu di seluruh Indonesia. Bagi yang lebih memilih berbelanja online, kedua produk dapat dibeli melalui kanal online resmi, yaitu erafone Official Store di Tokopedia dan Shopee, Nothing Official Store di Tokopedia dan Shopee, serta Eraspace.com. Kehadiran eksklusif ini memastikan bahwa pelanggan tidak hanya mendapatkan produk, tetapi juga pengalaman mencoba langsung di toko dan layanan purna jual yang handal dari Erajaya.

Dengan peluncuran ini, Erajaya Digital semakin memperkuat posisinya sebagai pemain smart unified channel terdepan dengan jaringan terluas di Indonesia. Komitmen untuk menyediakan perangkat bergerak dan solusi yang meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia terwujud melalui produk-produk inovatif seperti CMF Watch 3 Pro dan CMF Headphone Pro. Bagi penggemar teknologi, kedua produk ini tidak hanya sekadar aksesori, tetapi merupakan bagian dari gaya hidup modern yang mengutamakan fungsi, desain, dan keterjangkauan.

Jadi, apakah Anda siap merasakan kombinasi teknologi mutakhir dan desain ikonik dari CMF by Nothing? Kunjungi gerai Erajaya terdekat atau platform online resmi untuk memastikan Anda tidak ketinggalan. Dengan fitur-fitur unggulan dan harga yang kompetitif, CMF Watch 3 Pro dan CMF Headphone Pro berpotensi menjadi pilihan utama bagi mereka yang mencari perangkat wearable dan audio berkualitas di tahun 2025.

One UI 8 Resmi Hadir: Daftar Lengkap Perangkat Samsung yang Sudah Dapat Update

0

Telset.id – Jika Anda pengguna setia perangkat Samsung, bersiaplah untuk menyambut angin segar. One UI 8, lapisan kustom terbaru berbasis Android 16, tidak hanya datang lebih cepat dari perkiraan, tetapi juga menjangkau lebih banyak perangkat lebih awal. Gelombang update yang agresif ini menunjukkan komitmen Samsung dalam menghadirkan pengalaman terbaru kepada basis penggunanya yang luas. Apakah perangkat Anda termasuk dalam daftar keberuntungan?

Debut resmi One UI 8 pertama kali dilakukan pada Galaxy Z Fold 7 dan Galaxy Z Flip 7 bulan Juli lalu, sementara rollout massal dimulai pada September, dimulai dengan seri Galaxy S25. Yang mengejutkan, kecepatan ekspansi update ini melampaui ekspektasi banyak pihak. Banyak perangkat bahkan menerima update lebih cepat dari jadwal yang diumumkan sebelumnya. Ini adalah kabar gembira bagi ekosistem Samsung yang semakin matang.

Dalam dunia teknologi yang bergerak cepat, mendapatkan update software tepat waktu bukan lagi sekadar kemewahan, melainkan kebutuhan. One UI 8 membawa fondasi Android 16 yang lebih solid, dengan berbagai penyempurnaan dalam hal keamanan, performa, dan efisiensi daya. Bagi Anda yang penasaran apakah ponsel atau tablet Samsung sudah bisa menikmati fitur-fitur terbaru ini, simak daftar lengkapnya berikut ini.

Daftar Perangkat Samsung yang Sudah Mendapatkan One UI 8

Update One UI 8 telah menyebar ke berbagai lini produk Samsung. Proses rollout dilakukan secara bertahap, sehingga mungkin butuh beberapa hari hingga semua perangkat dalam daftar menerima notifikasi update. Berikut adalah perangkat-perangkat yang sudah mulai mendapatkan sentuhan One UI 8:

Seri Galaxy S

  • Galaxy S25, S25+, S25 Ultra, S25 Edge
  • Galaxy S24, S24+, S24 Ultra, S24 FE
  • Galaxy S23, S23+, S23 Ultra, S23 FE
  • Galaxy S22, S22+, S22 Ultra
  • Galaxy S21 FE

Seri Galaxy Z

  • Galaxy Z Fold 6, Flip 6
  • Galaxy Z Fold SE
  • Galaxy Z Fold 5, Flip 5
  • Galaxy Z Fold 4, Flip 4

Seri Galaxy Tab

  • Galaxy Tab S10, S10 Lite, S10+, S10 Ultra, S10 FE, S10 FE+
  • Galaxy Tab S9, S9+, S9 Ultra
  • Galaxy Tab S8, S8+, S8 Ultra
  • Galaxy Tab S6 Lite (2024)

Seri Galaxy A

  • Galaxy A73
  • Galaxy A56, A55, A54, A53
  • Galaxy A36, A35, A34, A33
  • Galaxy A26, A25
  • Galaxy A17, A16, A15
  • Galaxy A06

Seri Galaxy M

  • Galaxy M56, M55, M55s, M54, M53
  • Galaxy M36, M35, M34, M33
  • Galaxy M16, M15
  • Galaxy M06

Seri Galaxy F

  • Galaxy F56, F55, F54
  • Galaxy F36, F34
  • Galaxy F17, F15
  • Galaxy F06

Seri Galaxy XCover

  • Galaxy XCover 7, 7 Pro

Komitmen Samsung dalam menghadirkan update yang merata patut diacungi jempol. Dari flagship premium hingga perangkat mid-range, banyak yang sudah merasakan manfaat One UI 8. Ini menunjukkan bahwa Samsung serius dalam mendukung produk-produknya dalam jangka panjang, tidak hanya terfokus pada perangkat terbaru saja.

Cara Mengecek dan Menginstal Update One UI 8

Bagi Anda yang perangkatnya termasuk dalam daftar di atas namun belum menerima notifikasi update, jangan khawatir. Proses rollout memang dilakukan secara bertahap untuk memastikan stabilitas sistem. Anda bisa mengecek secara manual dengan mengikuti langkah-langkah berikut:

Pergi ke Settings > Software updates dan ketuk tombol Download and install. Sistem akan secara otomatis memeriksa ketersediaan update terbaru untuk perangkat Anda.

Perlu diingat, One UI 8 merupakan update besar dengan paket yang cukup signifikan, berkisar antara 2-3GB tergantung perangkat. Pastikan perangkat Anda memiliki ruang penyimpanan yang cukup sebelum memulai proses download. Juga, disarankan untuk menggunakan koneksi Wi-Fi yang stabil dan memastikan baterai terisi minimal 50% untuk menghindari gangguan selama proses instalasi.

Kehadiran update besar seperti ini seringkali menjadi momen yang ditunggu-tunggu, mirip dengan antusiasme ketika ColorOS 16 resmi rilis dengan UI yang lebih halus dan AI lebih cerdas. Kedua sistem operasi custom ini bersaing ketat dalam menghadirkan pengalaman terbaik bagi pengguna.

Masa Depan: One UI 8.5 Sudah di Depan Mata

Sementara pengguna masih menikmati kehadiran One UI 8, Samsung ternyata sudah bersiap dengan iterasi berikutnya. One UI 8.5 dikabarkan sedang dalam pengembangan dan akan tetap berbasis Android 16. Update ini dijanjikan membawa peningkatan signifikan dalam hal visual, fungsionalitas, kemampuan AI, dan kustomisasi yang lebih luas.

Menurut informasi yang beredar, One UI 8.5 akan debut pertama kali pada seri Galaxy S26 awal tahun depan, sebelum kemudian diperluas ke perangkat Galaxy lainnya. Meskipun Samsung belum mengumumkan secara resmi mengenai One UI 8.5, dapat diprediksi bahwa sebagian besar perangkat yang kompatibel dengan One UI 8 akan mendapatkan upgrade ke versi 8.5.

Ini adalah strategi yang cerdas dari Samsung. Dengan merencanakan update jauh-jauh hari, mereka memberikan kepastian kepada konsumen bahwa investasi mereka dalam produk Samsung akan mendapatkan dukungan jangka panjang. Sementara Samsung fokus pada pengembangan software, brand lain seperti Nothing menghadirkan Ear (3) dengan fitur Super Mic yang mengesankan, dan Honor Power 2 bocor dengan baterai 10.000mAh yang menjanjikan.

Dengan kecepatan rollout One UI 8 yang mengesankan dan rencana masa depan yang jelas, Samsung membuktikan diri sebagai salah satu vendor yang paling serius dalam hal dukungan software. Bagi Anda yang perangkatnya sudah termasuk dalam daftar, selamat menikmati pengalaman baru dengan One UI 8. Bagi yang belum, bersabarlah karena update sedang dalam perjalanan menuju perangkat Anda.

Untuk informasi terbaru seputar perkembangan One UI dan berita teknologi lainnya, pantau terus Telset.id. Kami akan terus memperbarui daftar perangkat yang menerima update serta memberikan analisis mendalam tentang fitur-fitur terbaru yang bisa Anda nikmati.

Xiaomi Game Center Bisa Mainkan Steam di Smartphone, Masa Depan Gaming?

0

Telset.id – Bayangkan bermain game PC favorit Anda langsung dari smartphone tanpa perlu konsol atau PC mahal. Itulah yang sedang diuji coba Xiaomi melalui pembaruan revolusioner pada aplikasi Game Center mereka. Fitur eksperimental ini memungkinkan pengguna memainkan game Steam langsung di perangkat Xiaomi, khususnya seri REDMI K90 yang sudah mendapat pembaruan tersebut.

Ini bukan sekadar klaim kosong. Xiaomi secara resmi telah meluncurkan update yang membawa kemampuan emulasi PC ke level baru. Meski masih dalam tahap eksperimen, langkah ini bisa mengubah lanskap gaming mobile selamanya. Bagaimana mungkin game yang dirancang untuk PC dengan spesifikasi tinggi bisa berjalan mulus di smartphone? Rahasianya terletak pada teknologi WinPlay Engine yang dikembangkan internal Xiaomi.

Bagi Anda yang penasaran dengan dunia emulasi PC di Android, perkembangan ini tentu menggiurkan. Selama ini, komunitas gamer Android mengandalkan solusi pihak ketiga seperti GameHub dan Winlator untuk menjalankan game PC. Namun dengan kehadiran solusi resmi dari Xiaomi, pengalaman gaming bisa menjadi lebih terintegrasi dan stabil. MediaTek Dimensity Siap Guncang Dunia Emulasi PC di Android menjadi bukti bahwa industri sedang serius mengejar kemampuan ini.

Game Steam yang Sudah Bisa Dimainkan

Meski masih terbatas, pilihan game yang didukung cukup menarik. Xiaomi secara resmi mengonfirmasi tiga judul yang sudah kompatibel: Hollow Knight, Hollow Knight: Silksong, dan Stardew Valley. Ketiganya mewakili jenis-jenis game populer dengan basis penggemar yang loyal.

Pemilihan game-game ini bukan tanpa alasan. Hollow Knight dan sekuelnya, Silksong, merupakan game indie dengan gameplay yang memukau namun tidak terlalu membebani hardware. Sementara Stardew Valley menawarkan pengalaman santai yang cocok untuk sesi gaming mobile. Kombinasi ini menunjukkan pendekatan strategis Xiaomi dalam memilih game yang optimal untuk tahap awal pengembangan.

Yang menarik, kemampuan menjalankan game PC ini tidak bergantung pada streaming cloud. Semua proses berjalan secara lokal di perangkat, memanfaatkan kekuatan processing smartphone modern. Ini membuka peluang besar bagi pengembang untuk mengoptimalkan game PC mereka ke platform mobile.

Fitur Pendukung yang Menyempurnakan Pengalaman

Xiaomi tidak setengah-setengah dalam menghadirkan pengalaman gaming yang komprehensif. Update Game Center terbaru ini dilengkapi dengan achievement system yang memungkinkan Anda melacak pencapaian dalam game. Fitur cloud save synchronization juga hadir, memastikan progres game tidak hilang saat beralih perangkat.

Untuk kontrol, Xiaomi memberikan perhatian khusus. Dukungan gamepad eksternal telah ditingkatkan, sementara bagi yang lebih suka kontrol layar sentuh, tersedia kontrol on-screen yang cerdas. Kontrol ini mampu beradaptasi dengan input tekan pendek dan panjang sesuai kebutuhan game. Pendekatan ini mirip dengan yang dijelaskan dalam cara memainkan game AAA di smartphone, namun dengan integrasi yang lebih dalam.

Kehadiran fitur-fitur pendukung ini menunjukkan bahwa Xiaomi tidak hanya fokus pada kemampuan teknis emulasi, tetapi juga pada ekosistem gaming yang utuh. Ini menjadi pembeda penting dibandingkan solusi emulasi pihak ketiga yang biasanya hanya fokus pada aspek kompatibilitas game.

Tantangan dan Masa Depan Gaming Mobile

Sun Cun, perwakilan Xiaomi, dengan jujur mengakui bahwa fitur ini masih eksperimental. Pengguna mungkin akan mengalami beberapa kendala teknis selama fase pengujian ini. Namun tim Redmi aktif bekerja menyempurnakan pengalaman tersebut.

Jika Xiaomi berhasil mematangkan teknologi ini, implikasinya sangat besar. Smartphone bisa menjadi platform gaming yang setara dengan PC dan konsol, terutama untuk game-game indie dan mid-range. Ini juga menjadi tantangan tersendiri bagi Apple, yang justru melarang penggunaan emulator PC di iOS.

Yang patut diapresiasi adalah pendekatan bertahap Xiaomi. Daripada langsung menargetkan game AAA yang berat, mereka memulai dengan game-game yang lebih ringan namun berkualitas. Strategi ini memungkinkan penyempurnaan teknologi sebelum menargetkan game yang lebih demanding.

Revolusi gaming mobile sedang berlangsung di depan mata kita. Dengan kemampuan seperti yang ditawarkan Snapdragon 8 Elite yang bisa menjalankan Cyberpunk 2077 di 60FPS, ditambah inovasi emulasi PC dari Xiaomi, batas antara gaming PC dan mobile semakin kabur. Mungkin sebentar lagi, membawa PC gaming di saku bukan lagi sekadar mimpi.

Bocoran Resmi Samsung Galaxy S26: AI Next-Gen dan Chipset Baru

0

Telset.id – Setelah berbulan-bulan dibayangi rumor yang simpang siur, Samsung akhirnya membuka suara secara resmi tentang lini Galaxy S26. Dalam panggilan pendapatan kuartal ketiga 2025, raksasa teknologi asal Korea Selatan ini mengonfirmasi bahwa seri penerus Galaxy S25 ini akan membawa sejumlah peningkatan signifikan. Kabar ini seperti angin segar di tengah hiruk-pikuk spekulasi yang kerap membingungkan.

Bayangkan, selama ini kita disuguhi berbagai kabar yang saling bertolak belakang—mulai dari wacana kembalinya Exynos 2600 untuk menggantikan Snapdragon 8 Elite Gen 5 di beberapa region, hingga isu penghentian Galaxy S26 Edge dan kejutan kembalinya varian S26+. Bahkan, desas-desus soal penundaan peluncuran hingga Maret 2026 sempat membuat penggemar setia Samsung merasa was-was. Namun, semua keraguan itu kini mulai terjawab dengan pernyataan resmi dari jajaran eksekutif Samsung sendiri.

Daniel Araujo, Wakil Presiden divisi Mobile Experience Samsung, dengan tegas menyampaikan kepada para investor bahwa jajaran Galaxy S26 akan “merevolusi pengalaman pengguna dengan AI generasi berikutnya, serta menawarkan chipset generasi kedua mereka sendiri, performa yang lebih kuat, dan sensor kamera baru.” Pernyataan ini bukan sekadar janji manis, melainkan konfirmasi nyata tentang arah yang akan ditempuh Samsung untuk seri andalannya di tahun 2026 mendatang.

Exynos 2600: Kebangkitan Sang Penantang

Ketika Daniel Araujo menyebut “chipset generasi kedua mereka sendiri”, ini jelas merujuk pada Exynos 2600 yang telah lama dikabarkan. Chipset yang dibangun dengan proses 2nm ini diharapkan dapat menutup jarak performa dengan chip 3nm Qualcomm. Sebuah listing GeekBench baru-baru ini seolah mengkonfirmasi harapan ini, menunjukkan potensi peningkatan yang signifikan dibanding generasi sebelumnya.

Lalu, bagaimana dengan varian Snapdragon? Rencana penggunaan Exynos 2600 ini kemungkinan akan diterapkan secara terbatas pada model dan region tertentu, mengikuti pola yang selama ini diterapkan Samsung. Namun, dengan proses manufaktur 2nm, Exynos 2600 berpotensi menjadi game changer yang bisa mengubah persepsi pasar tentang chipset buatan Samsung.

Misteri Sensor Kamera Baru

Pernyataan tentang “sensor kamera baru” dari eksekutif Samsung masih menyisakan teka-teki. Meski terdengar menjanjikan, frasa ini terlalu umum untuk bisa kita simpulkan perubahan seperti apa yang akan dibawa. Mengingat kembali rumor sebelumnya, S26 Pro sempat dikabarkan akan mempertahankan hardware kamera yang sama sejak era Galaxy S22—sebuah keputusan yang sempat menjadi bahan candaan di kalangan penggemar.

Namun, narasi ini kemudian diperumit oleh klaim kontradiktif dari berbagai sumber. Seorang tipster menyebut bahwa sensor utama yang digunakan di S26 Pro akan menjadi kombinasi antara sensor Sony 50MP 1.0µm baru dan sensor 50MP Samsung, dengan penerapan yang berbeda tergantung region. Meski ukuran pikselnya masih sama dengan yang ditawarkan Galaxy S22, sumber sensor dari Sony ini bisa membawa karakteristik pemrosesan gambar yang berbeda.

Untuk varian Ultra, bocoran sebelumnya mengisyaratkan peningkatan resolusi kamera telephoto 3x dari 10MP menjadi 12MP. Meski tidak revolusioner, perubahan ini selaras dengan frasa “sensor kamera baru” yang disebutkan eksekutif Samsung. Galaxy S26 Ultra juga dikabarkan akan mempertahankan S Pen, fitur ikonik yang menjadi pembeda utama seri Ultra.

AI Generasi Berikutnya: Masa Depan di Genggaman

Saat Samsung berbicara tentang “AI generasi berikutnya”, kita bisa berharap pada lompatan kemampuan yang lebih dari sekadar penyempurnaan fitur existing. AI next-gen ini kemungkinan akan membawa kemampuan pemrosesan bahasa yang lebih natural, pengenalan konteks yang lebih cerdas, dan integrasi yang lebih dalam dengan ekosistem perangkat Samsung. Pertanyaannya, seberapa jauh revolusi AI ini akan mengubah cara kita berinteraksi dengan smartphone sehari-hari?

Dengan kombinasi chipset Exynos 2600 yang lebih powerful dan algoritma AI yang terus berkembang, Galaxy S26 berpotensi menawarkan pengalaman yang benar-benar personal dan adaptif. Bayangkan smartphone yang tidak hanya memahami perintah Anda, tetapi mampu mengantisipasi kebutuhan berdasarkan pola penggunaan dan konteks lingkungan.

Perjalanan pengembangan Galaxy S26 series masih panjang, dan kita bisa berharap akan ada lebih banyak informasi yang terungkap seiring mendekatnya waktu peluncuran. Yang pasti, dengan konfirmasi resmi ini, Samsung telah meletakkan fondasi yang kuat untuk generasi berikutnya smartphone flagship mereka. Tinggal menunggu, apakah realitas nanti akan sejalan dengan janji-janji manis hari ini?

iQOO Neo 11 Resmi: Smartphone Gaming dengan Baterai 7.500mAh

0

Telset.id – Bayangkan bermain game mobile berjam-jam tanpa khawatir kehabisan daya, dengan visual 2K yang memukau dan performa tanpa jeda. Itulah janji yang dibawa iQOO Neo 11, smartphone gaming terbaru yang baru saja diumumkan secara resmi di China. Perangkat ini bukan sekadar upgrade biasa; ia hadir dengan paket spesifikasi yang siap menantang batasan ponsel gaming konvensional.

Di pasar yang semakin padat, iQOO konsisten dengan strateginya: menghadirkan performa flagship dengan harga yang lebih terjangkau. Neo 11 adalah bukti nyata filosofi tersebut. Bagi para gamer yang lelah dengan lag dan waktu tunggu pengisian daya, kehadiran ponsel ini bisa menjadi angin segar. Lantas, apa saja yang membuatnya begitu spesial?

Mari kita bedah lebih dalam. Fondasi performa iQOO Neo 11 diletakkan pada chipset Snapdragon 8 Elite, prosesor flagship Qualcomm dari generasi sebelumnya yang masih sangat tangguh. Kombinasi ini diperkuat dengan konfigurasi memori yang mengesankan: hingga 16GB RAM LPDDR5X Ultra dan penyimpanan UFS 4.1 hingga 1TB. Dalam praktiknya, ini berarti loading game yang nyaris instan dan multitasking yang lancar, bahkan dengan puluhan tab aplikasi berjalan bersamaan. Bocoran sebelumnya di Geekbench telah mengonfirmasi potensi raw power perangkat ini, yang kini terbukti dengan peluncuran resminya.

Layar Immersif untuk Pengalaman Gaming Terbaik

Bagian depan perangkat didominasi oleh layar 6,82 inci dengan panel LTPO AMOLED beresolusi 2K. Bukan hanya tajam, layar ini menawarkan refresh rate 144Hz yang membuat setiap gerakan dalam game terasa sangat smooth. Untuk responsivitas, touch sampling rate 3200Hz memastikan input sentuhan Anda direkam dengan delay yang hampir tidak terdeteksi. Dukungan warna 10-bit dan gamut warna DCI-P3 menjamin reproduksi warna yang akurat dan kaya, sementara puncak kecerahan 4500 nits membuatnya tetap terbaca di bawah terik matahari. Desain bezel yang ultra slim, hanya 1,4mm, semakin memaksimalkan area tampilan untuk immersi visual yang lebih dalam.

Daya Tahan dan Pengisian Daya yang Revolusioner

Ini mungkin fitur yang paling banyak dibicarakan: baterai berkapasitas raksasa 7.500mAh. Dalam dunia smartphone modern di mana baterai 5.000mAh sudah dianggap besar, langkah iQOO ini cukup berani. Kapasitas sebesar ini menjanjikan sesi gaming maraton tanpa harus terburu-buru mencari colokan. Dan ketika baterai memang perlu diisi, dukungan fast charging 100W akan mengembalikan daya dengan sangat cepat. Bayangkan, dari kosong hingga penuh hanya membutuhkan waktu yang sangat singkat. Ini adalah solusi nyata untuk salah satu masalah terbesar para gamer mobile.

Performa tinggi seringkali berbanding lurus dengan panas yang dihasilkan. iQOO mengatasi ini dengan sistem pendingin yang memiliki luas area disipasi panas hingga 8.000mm². Material yang digunakan pun bukan main-main: paduan aluminium kelas aerospace yang membantu menyalurkan panas lebih efisien. Hasilnya? Performa konsisten bahkan selama sesi gaming berat, tanpa throttling yang mengganggu. Desain bodinya sendiri relatif ramping dengan ketebalan sekitar 8,05mm dan bobot 210 gram, yang tergolong nyaman untuk perangkat dengan baterai sebesar ini.

Kelengkapan Fitur yang Tidak Mengecewakan

Di segmen kamera, iQOO Neo 11 tidak mau ketinggalan. Konfigurasi kamera belakang terdiri dari sensor utama Sony LYT700V 50MP yang dijamin mampu menghasilkan foto berkualitas baik dalam berbagai kondisi pencahayaan. Didampingi oleh lensa ultra-wide 8MP untuk menangkap sudut pandang yang lebih luas. Di bagian depan, kamera selfie 16MP siap mengabadikan momen sehari-hari atau mendukung panggilan video berkualitas.

Fitur pendukung lainnya juga cukup lengkap. Perlindungan IP68 + IP69 menjadikannya tahan terhadap cipratan air dan debu, sesuatu yang jarang ditemui di smartphone gaming. Untuk audio, ada speaker stereo dan dukungan HiFi untuk pengalaman mendengarkan yang lebih jernih. Konektivitas mutakhir seperti WiFi 7 dan Bluetooth 5.4 turut disematkan, bersama dengan NFC untuk pembayaran digital. Keamanan dihandle oleh pemindai sidik jari ultrasonik 3D di dalam layar, yang dikenal lebih cepat dan akurat dibandingkan pemindai optik. Tak ketinggalan, sensor inframerah yang memungkinkan ponsel berfungsi sebagai remote universal.

Kehadiran iQOO Neo 11 ini semakin memperkaya lini produk iQOO yang berfokus pada performa tinggi. Sebelumnya, seri Z dari iQOO juga dikabarkan akan menghadirkan varian dengan chipset MediaTek pertamanya, menunjukkan ekspansi strategi perusahaan dalam memenuhi berbagai segmen pasar. Sementara untuk kalangan enthusiast yang menginginkan fitur gaming ekstrem, bocoran mengenai iQOO 15 Ultra dengan kipas aktif dan tombol bahu juga telah beredar, menandakan gelombang inovasi yang tidak berhenti dari brand ini.

Dengan semua yang ditawarkan, iQOO Neo 11 bukan sekadar ponsel biasa. Ia adalah pernyataan bahwa smartphone gaming bisa memiliki daya tahan baterai yang luar biasa tanpa mengorbankan performa dan kenyamanan. Bagi Anda yang menjadikan gaming sebagai bagian dari gaya hidup, perangkat ini layak untuk dipertimbangkan. Ia hadir untuk menjawab kegelisahan para gamer mobile yang menginginkan paket lengkap: power, daya tahan, dan pengalaman visual yang memukau, semua dalam satu genggaman.

Lenovo Legion Go 2 Meluncur di Indonesia, Fokus Pada Performa dan Fleksibilitas Gaming

0

Telset.id – Bayangkan membawa seluruh kekuatan PC gaming ke dalam genggaman Anda, siap dimainkan di mana saja—dari atas yacht di tengah laut hingga di sela-sela kesibukan harian. Inilah yang dihadirkan Lenovo Legion Go 2, perangkat gaming portabel yang tidak sekadar mengklaim, tetapi benar-benar menghadirkan pengalaman gaming imersif bagi mereka yang hidupnya penuh mobilitas.

Peluncuran resmi Lenovo Legion Go 2 di Indonesia pada 30 Oktober 2025 menandai babak baru dalam evolusi perangkat gaming portabel. Dengan harga Rp 17.999.000, perangkat ini bukan lagi sekadar gadget pendamping, melainkan pusat dari ekosistem gaming lengkap yang siap menemani setiap momen bermain Anda. Santi Nainggolan, Consumer Lead Lenovo Indonesia, menegaskan bahwa perangkat ini menjawab aspirasi gamer yang menginginkan performa maksimal tanpa terikat lokasi.

Bagi Anda yang mengikuti perkembangan bocoran performa Lenovo Legion Go 2 sebelumnya, kabar baiknya: semua spekulasi tentang kemampuannya kini terbukti. Perangkat ini tidak hanya memenuhi ekspektasi, tetapi melampauinya dengan kombinasi fitur yang sebelumnya hanya bisa Anda dapatkan dari rig gaming desktop kelas atas.

Daya Hancur AMD Ryzen Z2 Extreme dalam Format Portabel

Jantung dari Legion Go 2 adalah prosesor AMD Ryzen Z2 Extreme berbasis arsitektur Zen 5 dengan konfigurasi 8 core dan 16 thread. Kombinasi ini, didukung RAM 32GB LPDDR5X dan penyimpanan PCIe SSD 1TB, memastikan transisi antar game tetap mulus bahkan saat menangani grafis paling berat sekalipun. Ini bukan sekadar klaim marketing—ini adalah realitas yang bisa Anda rasakan langsung saat menjalankan game AAA terbaru.

Sistem pendingin Legion Coldfront menjadi penjaga yang tak kenal lelah, memastikan suhu tetap stabil meski digunakan berjam-jam di bawah terik matahari. Pernahkah Anda membayangkan bisa marathon gaming session di taman atau kafe tanpa khawatir perangkat overheating? Legion Go 2 menjawabnya dengan elegan.

Layar PureSight OLED: Visual yang Bicara Sendiri

Layar PureSight OLED 8.8 inci dengan resolusi 1920×1200 bukan sekadar angka—ini adalah pengalaman visual yang mengubah cara Anda melihat game portabel. Dengan refresh rate 144Hz, cakupan warna DCI-P3 100%, dan kecerahan hingga 1100 nits, layar ini menghadirkan detail yang biasanya hanya bisa Anda dapatkan dari monitor gaming premium.

Bayangkan bermain game dengan visual yang tajam dan hidup bahkan di bawah sinar matahari langsung. Tidak ada lagi squinting atau mencari tempat teduh hanya untuk bisa melihat layar dengan jelas. Ini adalah kebebasan sesungguhnya bagi gamer aktif seperti Anda.

Content image for article: Lenovo Legion Go 2 Meluncur di Indonesia, Fokus Pada Performa dan Fleksibilitas Gaming

Baterai 74Whr dengan teknologi Super Rapid Charge menjadi penopang yang tak ternilai. Dengan kemampuan mengisi daya hingga 70% dalam 30 menit, kekhawatiran baterai habis di tengah sesi gaming menjadi cerita lama. Apakah Anda dalam perjalanan panjang atau hanya memiliki jeda singkat antar aktivitas, Legion Go 2 siap menemani tanpa membuat Anda menunggu.

Legion TrueStrike Controller: Fleksibilitas Tanpa Batas

Controller yang dapat dilepas mungkin bukan hal baru, tetapi Legion TrueStrike Controller membawanya ke level berikutnya. Lebih ringan dan presisi, controller ini memberikan empat mode bermain berbeda: FPS, handheld, tabletop, atau docked. Mode FPS tetap menjadi fitur unggulan, di mana controller kanan bisa digunakan layaknya mouse untuk bidikan yang lebih akurat.

Desain grip yang ergonomis memastikan kenyamanan bahkan dalam sesi gaming marathon. Tidak ada lagi keluhan tangan pegal atau kram—hanya fokus pada gameplay dan kemenangan. Bagi Anda yang pernah membaca bocoran desain Lenovo Legion Go 2, desain finalnya melebihi semua ekspektasi.

Kehadiran dua port USB4 Type-C adalah game changer sebenarnya. Sekarang Anda bisa melakukan dua hal sekaligus tanpa kompromi: menyalakan game sambil menampilkan layar ke monitor eksternal, atau menghubungkan Legion Glasses 2 untuk pengalaman layar raksasa di mana saja. Ini adalah fleksibilitas yang sebelumnya mustahil untuk perangkat seukuran ini.

Ekosistem Legion: Lebih dari Sekadar Perangkat

Lenovo tidak hanya menjual produk—mereka menghadirkan ekosistem yang menyeluruh. Legion Glasses 2 menghadirkan sensasi layar besar layaknya bioskop pribadi, sementara Legion H410 Wireless Gaming Headset memberikan kualitas suara jernih tanpa kabel yang mengganggu. Kombinasi ini menciptakan pengalaman gaming yang benar-benar imersif, terlepas dari lokasi Anda bermain.

Monitor Legion Pro 32UD-10 melengkapi ekosistem untuk pengalaman gaming di rumah, sementara Legion Go 2 mengambil alih saat Anda bepergian. Transisi yang mulus antara gaming di rumah dan di luar menjadi kenyataan. Bagi penggemar perangkat Lenovo lainnya, Lenovo Legion Y700 (2025) juga menawarkan pengalaman tablet gaming yang tak kalah mengesankan.

Dukungan Wi-Fi 6E dan Bluetooth 5.3 memastikan koneksi tetap stabil di berbagai kondisi. Baik Anda di rumah dengan jaringan terbaik atau di kafe dengan koneksi terbatas, Legion Go 2 beradaptasi dengan cerdas.

Yang tak kalah penting, Lenovo melengkapi Legion Go 2 dengan garansi 3 tahun layanan Carry-In. Dengan pusat layanan yang tersebar di seluruh Indonesia, Anda bisa bermain dengan tenang mengetahui bahwa dukungan selalu tersedia ketika dibutuhkan.

Lenovo Legion Go 2 bukan sekadar perangkat—ini adalah pernyataan. Pernyataan bahwa mobilitas tinggi tidak harus berarti kompromi pada kualitas gaming. Dengan spesifikasi yang setara PC gaming dan ekosistem yang lengkap, perangkat ini membuktikan bahwa masa depan gaming ada dalam genggaman—secara harfiah. Bagi gamer aktif Indonesia yang menolak dibatasi ruang dan waktu, inilah jawaban yang selama ini ditunggu.

Realme C85 Pro Bocor: Baterai 7.000mAh dan Desain Ring Light Menawan

0

Telset.id – Realme sepertinya sedang menyiapkan kejutan besar untuk segmen entry-level. Bocoran terbaru mengungkap Realme C85 Pro, penerus Realme C75 yang diluncurkan November lalu, dengan peningkatan signifikan di berbagai aspek. Dari desain yang lebih segar hingga baterai raksasa, smartphone ini berpotensi menggebrak pasar.

Bagaimana tidak? Realme C85 Pro dikabarkan akan dibekali baterai berkapasitas 7.000mAh – salah satu yang terbesar di kelasnya. Lonjakan 1.000mAh dari pendahulunya ini bukanlah angka main-main. Bayangkan, dengan kapasitas sebesar itu, Anda bisa menjelajahi dunia digital seharian penuh tanpa harus repot mencari colokan. Apalagi dengan dukungan fast charging 45W yang terungkap melalui sertifikasi, waktu pengisian daya pun dipastikan lebih singkat.

Yang menarik, desain belakangnya mendapat sentuhan fresh. Meski modul kamera masih mempertahankan gaya serupa Realme C75, panel belakangnya kini memiliki tekstur baru yang memberi kesan lebih premium. Elemen paling mencolok adalah penambahan ring light di sekitar modul kamera. Fitur ini tidak hanya menambah estetika, tapi juga memunculkan pertanyaan: apakah ring light tersebut berfungsi ganda sebagai indikator notifikasi? Sayangnya, detail fungsionalitasnya masih menjadi misteri.

Warna yang akan tersedia pun cukup variatif: hitam, hijau, dan ungu. Pilihan warna yang youthful ini jelas menyasar kalangan muda yang mengutamakan gaya dalam setiap gadget yang mereka gunakan.

Dapur Pacu dan Konektivitas: Upgrade Signifikan dengan Satu Kekurangan

Dari sisi performa, Realme C85 Pro disebutkan akan menggunakan chipset Snapdragon 685 berbasis 6nm. Ini merupakan lompatan signifikan dari Realme C75 yang mengandalkan MediaTek Helio G92 Max dengan arsitektur 12nm. Proses manufaktur yang lebih efisien ini biasanya menjanjikan performa lebih optimal dengan konsumsi daya yang lebih hemat.

Konfigurasi memori yang dibawa juga cukup mumpuni untuk kelas entry-level: 8GB RAM dan 256GB penyimpanan internal. Kombinasi ini memastikan kelancaran multitasking dan ruang yang cukup untuk menyimpan berbagai konten digital Anda.

Layarnya tidak kalah menggiurkan: panel AMOLED 6,8 inci dengan resolusi FHD+. Kualitas warna dan kontras yang ditawarkan AMOLED pasti akan lebih memukau dibanding panel LCD yang biasa digunakan di segmen ini. Bagi penggemar konten visual, ini adalah kabar gembira.

Namun, ada satu hal yang mungkin menjadi pertimbangan: Snapdragon 685 adalah chipset 4G. Di era dimana 5G semakin merajalela, ketiadaan konektivitas generasi terbaru ini bisa menjadi titik lemah. Tapi jangan buru-buru mencoretnya dari daftar incaran. Untuk daerah dimana jaringan 5G masih terbatas atau belum tersedia, Realme C85 Pro justru bisa menjadi pilihan tepat dengan harga yang lebih terjangkau.

Ketangguhan dan Sistem Kamera: Daya Tahan Tinggi dengan Kompromi

Realme sepertinya serius membekali C85 Pro dengan ketangguhan ekstra. Bocoran menyebutkan perangkat ini akan memiliki rating IP69 untuk ketahanan terhadap debu dan air. Rating ini termasuk yang tertinggi dalam standar IP, menunjukkan kemampuan bertahan dalam kondisi ekstrem termasuk semprotan air bertekanan tinggi dan penetrasi debu total.

Untuk urusan fotografi, Realme C85 Pro mengusung kamera utama 50MP yang didampingi sensor sekunder yang belum diungkap spesifikasinya. Dari video hands-on yang beredar, terlihat opsi zoom 1x dan 2x, mengkonfirmasi tidak adanya kamera ultrawide – mirip dengan pendahulunya, Realme C75.

Komposisi kamera ini mungkin terasa kurang bagi yang menginginkan variasi lensa lebih banyak. Tapi bagi pengguna yang lebih fokus pada kualitas foto utama, kamera 50MP dengan dukungan software processing yang baik bisa menghasilkan bidikan memuaskan. Seperti yang kita lihat di beberapa HP Poco kamera terbaik, sensor utama yang berkualitas seringkali lebih penting daripada jumlah lensa yang banyak.

Peningkatan kapasitas baterai 1.000mAh ditambah desain ring light yang eye-catching bisa menjadi dua selling point utama Realme C85 Pro. Kombinasi daya tahan baterai super dan estetika yang menarik memang jarang ditemukan di segmen harga menengah ke bawah.

Posisi di Pasar dan Ekspektasi Harga

Dengan spesifikasi yang terungkap sejauh ini, Realme C85 Pro berpotensi menjadi penantang serius di segmen entry-level hingga mid-range. Upgrade chipset ke Snapdragon 685, peningkatan kapasitas baterai signifikan, dan desain yang lebih matang memberinya nilai tambah dibanding kompetitor.

Meski belum ada konfirmasi resmi mengenai harga, kita bisa memperkirakan posisinya berdasarkan spesifikasi dan varian sebelumnya. Mengingat Realme C75 diluncurkan dengan harga terjangkau, kemungkinan C85 Pro akan tetap mempertahankan positioning yang sama. Untuk referensi, Anda bisa melihat HP POCO terbaru dengan harga dan spesifikasi lengkap sebagai pembanding di segmen yang sama.

Bagi yang mencari smartphone dengan baterai tahan lama dan performa memadai untuk kebutuhan sehari-hari, Realme C85 Pro patut ditunggu. Apalagi dengan rating ketahanan tinggi, perangkat ini cocok untuk pengguna aktif yang sering beraktivitas di luar ruangan.

Realme tampaknya memahami betul kebutuhan pasar Indonesia yang mengutamakan daya tahan baterai dan nilai tambah desain. Seperti yang kita lihat di OPPO A5i Pro 5G eksklusif di Shopee, fitur baterai besar memang menjadi daya tarik utama bagi konsumen lokal.

Tunggu saja pengumuman resminya. Jika bocoran ini akurat, Realme C85 Pro bisa menjadi dark horse yang siap mengocok pasar smartphone entry-level dengan kombinasi baterai raksasa, desain menarik, dan ketangguhan ekstra. Siap-siap saja untuk terkejut dengan penawaran yang mungkin akan mereka berikan.

WhatsApp Luncurkan Backup Terenkripsi Passkey untuk Keamanan Ekstra

0

Telset.id – Bayangkan semua percakapan pribadi, foto keluarga, dan dokumen penting Anda tersimpan aman di cloud tanpa risiko dibaca oleh pihak ketiga. Itulah yang kini ditawarkan WhatsApp melalui fitur terbarunya: backup terenkripsi passkey yang akan melindungi data cadangan pengguna dengan tingkat keamanan setara benteng digital.

Dalam era diinginkan privasi digital semakin mahal, langkah WhatsApp ini ibarat oase di tengah gurun kerentanan data. Platform pesan instan yang digunakan lebih dari 2 miliar orang ini tak main-main dalam mengamankan cadangan percakapan pengguna. Mereka tak hanya mengandalkan enkripsi end-to-end yang sudah ada, tetapi melengkapinya dengan lapisan proteksi tambahan yang membuat akses tidak sah menjadi hampir mustahil.

Lantas, bagaimana sebenarnya mekanisme kerja fitur yang digadang-gadang sebagai revolusi privasi ini? Mengapa passkey disebut-sebut sebagai penerus password konvensional? Dan yang terpenting, apa manfaat nyata yang akan Anda rasakan sebagai pengguna setia WhatsApp?

Dari Kode 64 Digit ke Biometrik: Evolusi Proteksi Backup

Sebelumnya, WhatsApp memang sudah menyediakan opsi enkripsi untuk backup pengguna. Namun, sistem lama mengharuskan Anda mengingat atau menyimpan kode enkripsi 64 digit yang nyaris mustahil dihafal. Bayangkan harus mengetik deretan angka dan huruf sepanjang itu setiap kali perlu memulihkan chat? Sungguh prosedur yang merepotkan dan rentan kesalahan.

Dengan passkey, semua kompleksitas itu hilang. Kini, Anda cukup menggunakan sidik jari, pengenalan wajah, atau kunci layar perangkat untuk mengamankan cadangan percakapan. Sistem ini tidak hanya lebih praktis, tetapi juga secara signifikan lebih aman karena mengeliminasi risiko human error dan potensi pencurian kode akses.

Fitur ini sejalan dengan perkembangan WhatsApp Passkey untuk login yang lebih aman dan mudah yang sebelumnya telah diluncurkan. Tampaknya, platform besutan Meta ini serius dalam menerapkan autentikasi modern di seluruh aspek layanannya.

Privasi Total: Bahkan WhatsApp dan Penyedia Cloud Tak Bisa Akses

Inilah poin paling krusial dari sistem enkripsi passkey ini: benar-benar zero-knowledge. Artinya, hanya Anda—pemilik akun—yang bisa mengakses data cadangan tersebut. WhatsApp sebagai penyedia layanan tidak bisa membukanya, begitu pula dengan Google Drive atau iCloud sebagai penyimpan cloud.

Bayangkan sistem ini seperti brankas pribadi di dalam gedung bank. Bank tahu Anda menyimpan brankas di sana, tetapi hanya Anda yang memiliki kunci untuk membukanya. Bahkan manajer bank sekalipun tak punya akses ke isi brankas Anda.

Konsep privasi sempurna ini menjadi semakin relevan mengingat pengguna WhatsApp kini bisa menyembunyikan alamat IP untuk perlindungan identitas digital yang lebih komprehensif. Tampaknya, tahun 2025 menjadi era di mana WhatsApp benar-benar serius menanggapi permintaan pengguna akan privasi maksimal.

Dengan lebih dari 100 miliar pesan yang dikirim setiap hari melalui platform ini, langkah pengamanan ekstra bukan lagi sekadar fitur premium, melainkan kebutuhan dasar di era digital.

Apa Saja yang Dilindungi? Semua Konten WhatsApp Anda!

Jangan khawatir, enkripsi passkey ini melindungi segala jenis konten yang Anda backup ke cloud. Mulai dari percakapan teks biasa, foto dan video yang saling bertukar, pesan suara yang penuh emosi, hingga dokumen-dokumen penting—semua terlindungi bajo sistem keamanan yang sama.

Bagi Anda yang sering melakukan backup dan restore chat WhatsApp di Android tanpa kehilangan data, fitur ini akan menjadi angin segar. Proses pemulihan data tidak hanya menjadi lebih aman, tetapi juga tetap sederhana seperti sebelumnya—bahkan mungkin lebih mudah karena tak perlu lagi repot dengan kode enkripsi yang rumit.

Perlindungan menyeluruh ini juga sejalan dengan kabar bahwa pengguna WhatsApp akan bisa mengatur ukuran backup data di masa depan. Kombinasi antara kontrol ukuran backup dan enkripsi kuat menciptakan ekosistem penyimpanan cloud yang benar-benar mengutamakan kepentingan pengguna.

Lalu, bagaimana dengan performa? Tenang saja, enkripsi tambahan ini tidak akan memperlambat proses backup atau restore. Teknologi modern memungkinkan proses enkripsi dan dekripsi berjalan efisien di latar belakang tanpa mengganggu pengalaman penggunaan aplikasi.

Kapan dan Bagaimana Mengakses Fitur Ini?

Menurut pengumuman resmi WhatsApp, fitur backup terenkripsi passkey akan diluncurkan secara global dalam beberapa minggu ke depan. Untuk mengaksesnya, Anda cukup memperbarui aplikasi WhatsApp ke versi terbaru, baik di Android maupun iOS.

Proses aktivasinya pun dijamin sederhana. Setelah update, WhatsApp akan memberikan panduan langkah demi langkah untuk mengaktifkan proteksi passkey pada backup Anda. Prosesnya mirip dengan menyiapkan autentikasi biometrik untuk membuka ponsel—intuitif dan cepat.

Bagi yang penasaran dengan perkembangan fitur keamanan WhatsApp, uji coba fitur backup cloud terenkripsi untuk Android yang dilakukan sebelumnya telah memberikan gambaran tentang komitmen platform ini terhadap privasi pengguna.

Yang menarik, meskipun menggunakan teknologi canggih, fitur ini tidak akan mempengaruhi pengalaman penggunaan WhatsApp sehari-hari. Backup akan tetap berjalan otomatis sesuai jadwal yang Anda tentukan, hanya saja kini dengan lapisan keamanan yang jauh lebih robust.

Dalam lanskap digital yang semakin rentan terhadap ancaman siber, kehadiran fitur seperti ini bukan sekadar peningkatan teknis, melainkan bukti nyata komitmen terhadap hak dasar privasi pengguna. WhatsApp tak hanya berbicara tentang keamanan, tetapi mewujudkannya dalam bentuk solusi konkret yang mudah diakses semua orang.

Jadi, siapkah Anda menyambut era baru privasi digital di WhatsApp? Dengan backup terenkripsi passkey, percakapan Anda tak hanya aman selama transit, tetapi juga terlindungi maksimal saat tertidur di server cloud.

YouTube Rilis Fitur Deteksi Wajah untuk Perangi Deepfake AI

0

Telset.id – Bayangkan wajah Anda tiba-tiba muncul dalam video yang tidak pernah Anda buat, mengatakan hal-hal yang tidak pernah Anda ucapkan. Itulah kengerian yang dihadapi banyak orang di era deepfake AI yang semakin canggih. Kini, YouTube mengambil langkah tegas dengan meluncurkan fitur deteksi wajah untuk melindungi individu dari penyalahgunaan teknologi ini.

Ketika alat-alat AI mulai merajalela di internet, kekhawatiran tentang deepfake tumbuh bersamanya. Kini, dengan teknologi seperti Sora 2 dari OpenAI yang baru saja dirilis menjadi lebih mampu dan lebih mudah diakses – dan digunakan secara tidak bertanggung jawab seperti yang bisa Anda tebak – baik orang terkenal maupun biasa mungkin menginginkan lebih banyak kendali untuk melindungi citra mereka. Setelah mengisyaratkan fitur ini tahun lalu, YouTube mulai meluncurkan alat deteksi kemiripan untuk memerangi deepfake yang tidak diinginkan dan menghapusnya dari platform video.

Fitur deteksi kemiripan saat ini sedang diluncurkan untuk anggota YouTube Partner Program. Ini juga hanya mampu mencakup kasus di mana wajah seseorang telah dimodifikasi dengan AI; kasus di mana suara seseorang telah diubah oleh AI tanpa persetujuan mereka mungkin tidak tertangkap oleh fitur ini. Untuk berpartisipasi, orang perlu mengirimkan KTP dan video selfie singkat ke YouTube untuk memastikan mereka adalah orang yang mereka klaim dan memberikan materi sumber untuk fitur ini dalam tinjauannya.

Ilustrasi teknologi deteksi wajah AI YouTube melawan konten deepfake

Dari sana, cara kerjanya mirip dengan fitur Content ID YouTube untuk menemukan audio yang dilindungi hak cipta, memindai video yang diunggah untuk kemungkinan kecocokan yang kemudian dapat ditinjau orang tersebut dan menandai video yang melanggar untuk dihapus. Pendekatan ini menunjukkan bagaimana platform mulai mengadopsi mekanisme yang sebelumnya digunakan untuk hak cipta ke ranah perlindungan identitas pribadi.

Namun, pertanyaannya tetap: seberapa efektif sistem ini dalam menghadapi deepfake yang semakin sulit dibedakan? Seperti yang pernah kami laporkan, deepfake semakin sulit dibedakan, deteksi denyut nadi pun bisa dipalsukan. Ini menunjukkan bahwa perlombaan antara pembuat dan pendeteksi deepfake semakin intens.

Proses Verifikasi yang Ketat: Perlindungan atau Hambatan?

Persyaratan verifikasi yang ketat – termasuk pengiriman KTP dan video selfie – menimbulkan pertanyaan tentang keseimbangan antara perlindungan dan aksesibilitas. Di satu sisi, ini memastikan bahwa hanya individu yang sah yang dapat melaporkan pelanggaran. Di sisi lain, ini bisa menjadi penghalang bagi mereka yang tidak nyaman membagikan data pribadi yang sensitif.

Proses ini mengingatkan kita pada inisiatif serupa dari platform lain. Seperti yang kami laporkan sebelumnya, Facebook dan Microsoft menggelar lomba deteksi deepfake, menunjukkan bahwa industri teknologi menyadari urgensi masalah ini. Namun, pendekatan YouTube lebih langsung dengan menerapkan solusi praktis daripada sekadar kompetisi penelitian.

Yang menarik, fitur ini saat ini hanya tersedia untuk anggota YouTube Partner Program – kelompok kreator yang sudah menghasilkan pendapatan dari platform. Ini menimbulkan pertanyaan tentang keadilan akses: haruskah perlindungan dari deepfake hanya tersedia untuk mereka yang sudah memiliki status khusus di platform?

Batasan Teknologi: Suara Masih Jadi Area Abu-abu

Salah satu keterbatasan signifikan dari sistem ini adalah ketidakmampuannya mendeteksi deepfake suara. Dalam dunia di mana teknologi AI dapat meniru suara seseorang dengan akurasi yang mengkhawatirkan, ini merupakan celah besar. Bayangkan suara Anda digunakan untuk menyebarkan informasi palsu atau melakukan penipuan – sistem YouTube saat ini tidak akan menangkapnya.

Ini mengingatkan kita pada alat seperti TwinsOrNot yang membandingkan kemiripan wajah, tetapi dengan implikasi yang jauh lebih serius. Sementara alat tersebut untuk hiburan, teknologi deteksi YouTube memiliki konsekuensi nyata bagi privasi dan reputasi individu.

Pertanyaannya adalah: kapan YouTube akan mengembangkan deteksi untuk deepfake suara? Mengingat kecepatan perkembangan teknologi AI, penundaan dalam mengatasi aspek ini bisa berakibat fatal. Banyak pakar memperkirakan bahwa deepfake suara mungkin menjadi masalah yang lebih besar daripada deepfake visual dalam hal potensi penyalahgunaan.

Masa Depan Perlindungan Identitas Digital

Langkah YouTube ini menandai babak baru dalam perlindungan identitas digital. Seperti Content ID merevolusi cara hak cipta dikelola di platform video, sistem deteksi kemiripan berpotensi mengubah cara kita melindungi identitas pribadi di dunia digital.

Namun, ini baru permulaan. Teknologi deepfake terus berkembang, dan sistem deteksi harus terus ditingkatkan untuk mengimbanginya. Yang kita saksikan sekarang mungkin hanya versi pertama dari apa yang akan menjadi sistem perlindungan identitas yang komprehensif di masa depan.

Sebagai pengguna internet, kita semua memiliki kepentingan dalam perkembangan ini. Apakah Anda seorang kreator konten atau sekadar pengguna biasa, kemampuan untuk melindungi citra dan identitas Anda online menjadi semakin penting. Langkah YouTube ini mungkin menjadi preseden bagi platform lain untuk mengikuti, menciptakan ekosistem yang lebih aman untuk semua.

Pertanyaan terbesar yang tersisa adalah: apakah ini cukup? Dalam perlombaan senjata teknologi antara pembuat dan pendeteksi deepfake, siapa yang akhirnya akan menang? Hanya waktu yang akan menjawab, tetapi setidaknya sekarang ada alat baru di gudang senjata untuk melawan penyalahgunaan AI yang mengancam identitas kita.

Hands-On Realme 15T: Si Tipis Berbekal Baterai 7000mAh

0

Telset.id – Bayangkan smartphone dengan baterai 7000mAh yang bisa bertahan seharian penuh, namun memiliki ketebalan kurang dari 8mm. Itulah realme 15T 5G yang baru saja kami coba langsung – sebuah kombinasi yang selama ini dianggap mustahil di kelas harga 3 jutaan.

Setelah sebelumnya bocoran spesifikasi realme 15T 5G beredar luas, akhirnya kami bisa membuktikan sendiri klaim “smartphone tertipis dengan baterai 7000mAh” ini. Dan hasilnya? Realme tidak sekadar berpromosi kosong.

Dalam hands-on Realme 15T kali ini, fokus utama kami adalah menguji dua aspek yang menjadi pembeda utama: desain ultra slim dan performa baterai raksasa. Bagaimana realme berhasil menjejalkan kapasitas baterai sebesar itu dalam bodi setipis 7,79mm? Dan apakah kompromi yang harus dilakukan?

Desain yang Membuat Anda Lupa Ini Smartphone Baterai Besar

Pegangan pertama realme 15T 5G langsung memberikan kejutan. Dengan ketebalan hanya 7,79mm untuk varian Suit Titanium dan Silk Blue, serta 7,89mm untuk Flowing Silver, smartphone ini benar-benar tidak terasa seperti perangkat dengan baterai 7000mAh. Bobot 181 gram terdistribusi dengan baik, memberikan keseimbangan yang nyaman di genggaman.

Inovasi 4R Design yang diusung realme ternyata bukan sekadar jargon marketing. Empat sudut layar yang membulat dengan radius 8mm, dikombinasikan tekstur bodi matte micro-crystalline, menciptakan pengalaman ergonomis yang jarang ditemukan di segmen ini. Material Aluminum Alloy Camera Frame memberikan sentuhan premium, sementara permukaan matte-nya berhasil menghindari jejak sidik jari – solusi elegan untuk masalah sehari-hari yang sering diabaikan produsen lain.

Content image for article: Hands-On Realme 15T: Si Tipis Berbekal Baterai 7000mAh

Varian warna Flowing Silver dengan Celluloid Craftsmanship-nya memang pantas dapat perhatian khusus. Efek reflektif yang berbeda di setiap unit, seperti serpihan mutiara berkilau, menciptakan karakter unik yang membuat setiap pemilik merasa memiliki sesuatu yang spesial. Sementara Silk Blue dan Suit Titanium menawarkan pilihan lebih restrained untuk mereka yang menyukai kesan profesional.

Baterai 7000mAh: Daya Tahan yang Mengubah Cara Anda Menggunakan Smartphone

Inilah bagian paling menarik dari hands-on Realme 15T kami. Titan Battery 7000mAh bukan sekadar angka di atas kertas – ini mengubah fundamental bagaimana Anda berinteraksi dengan smartphone. Dalam pengujian sehari penuh dengan penggunaan intensif (streaming video, gaming, media sosial, dan video call), realme 15T 5G masih menyisakan sekitar 30% daya di penghujung malam.

Teknologi 60W Fast Charge mengisi daya hingga 50% hanya dalam 31 menit – cukup untuk penggunaan sehari penuh bagi pengguna rata-rata. Yang lebih mengesankan adalah Bypass Charging yang menjaga suhu perangkat tetap stabil bahkan saat digunakan sambil di-charge. Fitur 10W Reverse Charging menjadi bonus tak terduga yang bisa menyelamatkan situasi darurat ketika perangkat lain kehabisan daya.

Pertanyaan besarnya: bagaimana realme mencapai ini tanpa mengorbankan ketipisan? Rahasianya terletak pada inovasi material dan engineering baterai yang memampatkan sel-sel baterai lebih efisien, dikombinasikan dengan chipset 6nm yang hemat daya. Ini adalah terobosan yang patut diacungi jempol, mengingat realme 15T 5G resmi hadir sebagai yang tertipis di kelasnya.

Layar AMOLED 120Hz: Visual yang Setara Flagship

4R Comfort+ AMOLED Display 6,57 inci dengan refresh rate 120Hz dan touch sampling rate 240Hz memberikan pengalaman visual yang smooth. Namun yang benar-benar mengejutkan adalah kecerahan puncak 4000 nits – angka yang biasanya hanya ditemukan di smartphone flagship.

Dalam testing di bawah sinar matahari langsung, layar tetap terbaca dengan sempurna. Dukungan 10-bit Color Depth (1,07 miliar warna) dan 2160Hz PWM Dimming tidak hanya membuat warna lebih natural, tetapi juga mengurangi ketegangan mata saat penggunaan dalam waktu lama. Screen-to-body ratio 93% dengan bezel super tipis menciptakan pengalaman imersif yang konsisten dengan positioning “Looks Great!”

Dual 50MP AI Camera: Bukan Sekadar Jumlah Megapixel

Dual 50MP AI Cameras di depan dan belakang menghasilkan foto yang tajam dengan detail terjaga. Yang menarik adalah bagaimana AI Scene Enhancement dan IR Sensor bekerja sama menghasilkan warna yang hidup bahkan dalam kondisi cahaya rendah. Dual flash system dengan soft light filter berhasil menyeimbangkan warna kulit tanpa efek over-processed yang sering ditemukan di smartphone segmen menengah.

Fitur AI seperti AI Eraser dan AI Smart Image Matting bekerja cukup efektif untuk editing dasar, sementara AI Edit Genie dengan perintah suara menunjukkan bagaimana realme memikirkan pengalaman pengguna secara holistik.

Performa dan Ketahanan: Paket Komplet untuk Aktivitas Harian

Chipset 6nm Octa Core yang dipadukan RAM 8GB + Dynamic RAM hingga 10GB memberikan performa yang cukup untuk multitasking intensif. AirFlow VC Cooling System 6050 mm² berhasil menjaga suhu selama sesi gaming panjang, meski tidak se-ekstrem dedicated gaming phone.

Yang membuat realme 15T 5G benar-benar berbeda adalah sertifikasi Triple Protection: IP69, IP68, dan IP66. Seperti yang pernah kami bahas dalam fenomena rating IP ganda di smartphone, perlindungan terhadap air panas, tekanan tinggi, dan debu ini memberikan ketenangan pikiran tambahan untuk penggunaan sehari-hari.

Konektivitas NFC multifungsi melengkapi paket sebagai perangkat yang siap mendukung gaya hidup digital modern – dari pembayaran hingga pairing dengan perangkat IoT.

Verdict: Apakah Worth It?

Setelah hands-on Realme 15T secara mendalam, kami menyimpulkan bahwa realme berhasil menciptakan produk yang benar-benar berbeda di segmen 3 jutaan. Kombinasi desain tipis elegan dengan baterai raksasa 7000mAh bukanlah kompromi, melainkan terobosan engineering yang impressive.

Dengan harga spesial mulai Rp3.399.000 untuk varian 8GB+128GB selama Flash Sale 7-9 November 2025, realme 15T 5G menawarkan value proposition yang sulit ditolak. Ini adalah smartphone untuk mereka yang lelah dengan trade-off antara ketipisan dan daya tahan baterai – dua hal yang akhirnya bisa didapatkan sekaligus.

Realme tidak sekadar menjual spesifikasi, tetapi menyelesaikan masalah nyata pengguna smartphone modern. Dan dalam hal ini, mereka berhasil dengan gemilang.

5 Fitur Realme 15T yang Bikin Ponsel Lain Ketar-Ketir, Dari Desain Tipis Hingga Baterai Jumbo

0

Telset.id – Di tengah banjirnya smartphone mid-range yang mengklaim diri “terbaik”, Realme justru menghadirkan sesuatu yang berbeda. Realme 15T 5G bukan sekadar tambahan di lini produk, melainkan pernyataan tegas bahwa inovasi sejati masih mungkin di kelas 3 jutaan. Dengan slogan “Looks Great!”, smartphone ini menghadirkan kombinasi langka yang selama ini sulit ditemukan: desain tipis elegan, baterai raksasa, dan performa tangguh.

Bayangkan, bagaimana mungkin sebuah ponsel dengan ketebalan hanya 7,79 mm mampu menampung baterai 7000mAh? Realme menjawabnya dengan teknologi mutakhir yang biasanya hanya ditemukan di perangkat flagship. Inilah yang membuat Realme 15T 5G layak menjadi pembicaraan hangat di kalangan penggemar teknologi dan anak muda urban yang menginginkan segala sesuatu dalam satu paket sempurna.

Setelah mengamati secara mendalam spesifikasi dan filosofi di balik pengembangan Realme 15T 5G, kami mengidentifikasi lima fitur unggulan yang tidak hanya membuatnya menonjol, tetapi juga berpotensi menggeser standar smartphone di segmen harganya. Mari kita kupas satu per satu fitur Realme 15T ini dengan seksama.

1. Desain 4R: Revolusi Ergonomi dan Estetika

Realme tidak main-main dengan desain Realme 15T 5G. Mereka memperkenalkan “4R Design” yang menjadi pertama di segmennya. Konsep ini mencakup empat sudut layar membulat, tekstur bodi matte micro-crystalline, dimensi tipis dengan bobot ringan hanya 181 gram, serta finishing premium. Hasilnya? Sebuah smartphone yang tidak hanya enak dipandang, tetapi juga nyaman digenggam sepanjang hari.

Yang menarik, Realme memberikan perhatian khusus pada variasi warna. Varian Flowing Silver menampilkan Celluloid Craftsmanship yang menghasilkan efek reflektif unik di setiap unit—seperti serpihan mutiara yang berkilau saat terkena cahaya. Sementara Silk Blue menghadirkan nuansa soft dengan kilau metalik elegan, dan Suit Titanium menonjolkan kesan profesional dengan warna abu gelap bertekstur matte. Material Aluminum Alloy Camera Frame menambah kesan premium sekaligus memastikan permukaan tidak licin dan bebas jejak sidik jari.

2. Dual 50MP AI Camera: Fotografi Profesional di Genggaman

Fitur Realme 15T yang kedua adalah sistem kamera yang mengesankan. Smartphone ini membekali penggunanya dengan Dual 50MP AI Cameras, baik di depan maupun belakang. Kamera utama 50MP dilengkapi AI Scene Enhancement dan IR Sensor untuk menghasilkan warna yang hidup dan akurat, bahkan dalam kondisi cahaya rendah. Sementara kamera depan 50MP mampu menghasilkan selfie berkualitas tinggi di berbagai pencahayaan.

Yang membedakannya adalah serangkaian fitur AI canggih yang disematkan. Dual flash system dengan soft light filter menyeimbangkan warna kulit dan intensitas cahaya, menghasilkan foto yang natural dan lembut. Fitur AI Landscape, AI Eraser, dan AI Smart Image Matting memberikan kontrol kreatif yang lebih besar. Bahkan tersedia AI Edit Genie—asisten pengeditan cerdas berbasis perintah suara yang dapat menghapus latar belakang, memperbaiki komposisi, hingga menambahkan elemen visual sesuai konteks.

3. Titan Battery 7000mAh: Daya Tahan Ekstrem dalam Bodi Ramping

Inilah mungkin fitur Realme 15T yang paling revolutionary. Bagaimana tidak, Realme berhasil menjejalkan baterai raksasa 7000mAh ke dalam bodi yang hanya setebal 7,79 mm—menjadikannya smartphone dengan baterai 7000mAh paling tipis di kelas 3 jutaan. Melalui inovasi di bidang baterai, Realme menghadirkan keseimbangan sempurna antara kapasitas besar, efisiensi daya, dan bobot ringan.

Dukungan 60W Fast Charge mampu mengisi daya hingga 50% hanya dalam 31 menit. Teknologi Bypass Charging memastikan suhu perangkat tetap stabil saat digunakan sambil diisi daya. Yang tak kalah menarik, Realme 15T 5G dilengkapi 10W Reverse Charging, memungkinkannya berfungsi sebagai powerbank untuk mengisi daya gadget lain. Fitur ini benar-benar mengubah konsep smartphone dari sekadar perangkat komunikasi menjadi hub daya portabel.

4. Layar AMOLED 120Hz 4000nits: Visual yang Membius

Pengalaman visual Realme 15T 5G tidak kalah mengesankan. Smartphone ini menggunakan 4R Comfort+ AMOLED Display 6,57 inci dengan refresh rate 120Hz dan touch sampling rate 240Hz. Dengan puncak kecerahan hingga 4000 nits, panel layar ini menjadi yang paling terang di kelasnya—memastikan visibilitas sempurna bahkan di bawah terik matahari langsung.

Dukungan 10-bit Color Depth (1,07 miliar warna) dan 2160Hz PWM Dimming membuat transisi warna lebih natural sekaligus melindungi mata dari efek flicker saat digunakan dalam pencahayaan rendah. Screen-to-body ratio 93% dengan bezel super tipis dan New Vision 4R Display dengan empat sudut melengkung 8mm menciptakan pengalaman imersif yang sulit ditandingi kompetitor di segmen yang sama.

5. Performa dan Ketahanan: Tangguh di Segala Medan

Ditenagai chipset 6nm Octa Core terbaru yang dikombinasikan dengan RAM 8GB + Dynamic RAM tambahan hingga 10GB, serta penyimpanan internal 128GB atau 256GB, Realme 15T 5G mampu menjalankan berbagai aplikasi dan game berat tanpa hambatan. Teknologi pendingin AirFlow VC Cooling System berukuran 6050 mm²—3,5 kali lebih besar dari generasi sebelumnya—dipadukan dengan lembaran grafit termal seluas 13.774 mm² memastikan suhu tetap terjaga selama sesi gaming marathon.

Yang membuatnya istimewa adalah sertifikasi Triple Protection: IP69, IP68, dan IP66 yang memberikan perlindungan penuh terhadap air panas, tekanan tinggi, debu, dan benturan ringan. Ditambah konektivitas NFC multifungsi untuk kemudahan pembayaran digital dan pairing perangkat pintar, Realme 15T 5G benar-benar dirancang untuk menemani aktivitas pengguna di segala kondisi.

Dengan harga spesial mulai Rp3.399.000 untuk varian 8GB+10GB* | 128GB dan Rp3.699.000 untuk varian 8GB+10GB* | 256GB selama Flash Sale 7-9 November 2025, Realme 15T 5G tidak hanya menawarkan spesifikasi mentereng, tetapi nilai tambah yang sulit diabaikan. Kelima fitur Realme 15T ini membuktikan bahwa inovasi sejati tidak harus mahal—yang diperlukan adalah keberanian untuk mendobrak batasan dan mendengarkan kebutuhan nyata konsumen.