Panasonic Siap Beri Tesla Investasi Tambahan

investasi di Tesla
Foto: TheCountryCaller

Telset.id, Jakarta – Panasonic dikabarkan bakal mempertimbangkan untuk memberikan kucuran dana lebih banyak untuk pabrik baterai milik Tesla yang berada di wilayah Nevada, Amerika Serikat (AS).

Menurut Kepala Bisnis Otomotif Panasonic, Yoshio Ito, keputusan itu dapat berlaku jika pihaknya diminta langsung oleh produsen mobil listrik milik Elon “Iron Man” Musk itu untuk melakukan investasi tambahan.

Dilansir dari Channel News Asia, Senin (02/07/2018), pernyataan ini diungkapkannya sebagai tanggapan atas pertanyaan tentang apakah Panasonic akan meningkatkan investasi di Tesla atau tidak.

Sekedar informasi, Panasonic merupakan salah satu perusahaan penyumbang investasi besar di Gigafactory milik Tesla. Raksasa elektronik Jepang ini menyumbang sekitar USS 1,6 miliar atau sekitar Rp 23 triliun dari total nilai pabrik yand ditaksir mencapai USD 5 miliar atau hampir Rp 72 triliun.

Baca Juga: Tesla Gugat Mantan Karyawan yang Lakukan Sabotase

Selain itu, Panasonic juga adalah pemasok sel baterai eksklusif untuk model mobil Tesla saat ini. Sel baterai tersebut diproduksi perusahaan ini di Jepang dan juga Gigafactory Tesla, yang juga dioperasikan bersama dengan Panasonic.

Sebelumnya dilaporkan jika kenaikan produksi Tesla Model 3 berdampak pada berkurangnya pasokan sel baterai. Hal itu dijelaskan oleh Ito di sela-sela rapat umum pemegang saham (RUPS) Panasonic pekan lalu.

Tesla sendiri baru saja menyelesaikan produksi massal 5.000 unit Tesla Model 3 pada minggu terakhir kuartal kedua. Sayangnya, produksi itu melewati tenggat waktu tengah malam yang ditetapkan Elon Musk, karena mobil terakhir yang selesai melewati jalur perakitan terjadi pada Minggu pagi (01/07/2018) waktu setempat.

Baca Juga: Startup Mobil Listrik China Ini akan Saingi Tesla

Dilaporkan, ada beberapa kendala yang dialami ketika memproduksi Tesla Model 3. Misalnya saja seperti masalah akibat ketergantungan berlebihan pada otomatisasi di jalur perakitan, masalah baterai, dan masalah lainnya.

Tesla memang menargetkan untuk dapat memproduksi 5.000 unit Model 3 per minggunya, sebelum penutupan kuartal kedua pada Sabtu lalu (30/06/2018). Target itu ditetapkan karena Tesla ingin menunjukkan jika mereka bisa memproduksi massal sedan bertenaga baterai. (WS/FHP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here