Beranda blog Halaman 2429

Samsung Segera Enyahkan Tren Smartphone Berponi

Telset.id, Jakarta – Samsung sepertinya ingin melenyapkan tren smartphone berponi atau yang memiliki  notch dalam waktu dekat. Sebab baru-baru ini, muncul bocoran foto soal rencana desain Samsung untuk membuat smartphone-nya lebih bezel-less  tanpa menggunakan notch.

Seperti diketahui, desain berponi dimulai oleh Essential Phone, dan dipopulerkan oleh iPhone X.

Setelah itu, berbagai brand smartphone langsung mengadopsi desain tersebut, sehingga membuat desain smartphone semakin mainstream dan tampak mirip satu sama lain.

Dilansir dari Techspot, Senin (22/10/2018), bocoran foto ini diunggah oleh akun Twitter Ice Universe yang memperlihatkan suasana acara “2018 Samsung OLED Forum” pada Kamis (18/10/2018) lalu, di China. Di acara itu, Samsung memperlihatkan empat teknologi baru mereka untuk desain smartphone masa depan.

Keempat teknologi tersebut masing-masing adalah sensor sidik jari di dalam layar atau Fingerprint on Display (FoD), Under Panel Sensor (UPS), Haptic on Display (HoD), dan Sound on Display (SoD).

Keempat teknologi ini tentu terbilang sangat baru. Sehingga ketika Samsung memperkenalkan smartphone yang punya teknologi tersebut, bisa jadi mereka akan menjadi brand pertama yang bakal “menghentikan” tren desain smartphone berponi.

Sayangnya, tidak ada informasi lebih lanjut kapan Samsung membawa teknologi itu untuk smartphone-nya. Kemungkinan, beberapa dari keempat teknologi tersebut akan dibawa Samsung pada seri Galaxy S10.

Smartphone ini diyakini akan menjadi smartphone unggulan Samsung yang pertama menggunakan sensor sidik jari di layar. Selain itu, Galaxy S10 juga bakal memiliki peningkatan rasio screen-to-body ketimbang seri Galaxy S lainnya.

Sebelumnya, Samsung dilaporkan sedang menguji beberapa perangkat prototype yang memiliki kamera depan di dalam layar. Samsung sepertinya enggan mengusung desain kamera slider untuk “menyembunyikan” kamera depan, serta sensor lainnya untuk memaksimalkan rasio layar terhadap body smartphone.

Rumornya, teknologi kamera dalam layar masih dalam tahap awal pengembangan, sehingga implementasinya terhadap produk komersial diprediksi akan terjadi dalam beberapa tahun lagi.

Diprediksi, Samsung Galaxy S11 atau Galaxy Note 11 yang akan diluncurkan pada tahun 2020 mendatang bakal menjadi smartphone pertama dari Samsung yang memiliki kamera depan di dalam layar. (FHP)

Ada Mata-mata Arab Saudi di Twitter?

0

Telset.id, Jakarta – Twitter dilaporkan telah disusupi oleh mata-mata Arab Saudi yang “menyamar” sebagai salah satu karyawannya. Hal ini dilaporkan oleh petugas inleijen barat yang menyatakan bahwa agen tersebut bertugas untuk memantau akun-akun yang kritis terhadap pemerintah Arab Saudi.

Menurut The New York Times, seperti dikutip Telset.id dari CNET, Senin (22/10/2018), intelijen tersebut telah memperingatkan Twitter agar mewaspadai karyawannya yang diduga sebagai agen Arab Saudi di akhir tahun 2015 silam.

Ia meminta agar Twitter segera melakukan investigasi terkait isu tersebut.

Walaupun Twitter tidak menemukan bukti jika salah satu karyawannya mengirimkan data khusus ke Arab Saudi, namun mereka sudah memecat karyawan yang terkait pada Desember 2015 lalu.

Twitter juga memperingatkan kepada pengguna yang memiliki banyak akun, bahwa mereka mungkin dijadikan target “mata-mata” Arab Saudi. Dalam laporannya, intelijen barat ini berusaha menguak usaha pemerintah Arab Saudi yang ingin “membungkam” suara para pembangkangnya di Twitter.

Salah satu cara yang dilakukan adalah, mereka membayar spesialis troll atau penipu di internet untuk mengganggu, hingga mengancam orang-orang yang tidak pro terhadap pemerintah. para troll ini bertugas untuk mengalihkan perhatian pengguna lain agar menghindari diskusi kritis terhadap pemerintah.

Adanya dugaan agen Arab Saudi di Twitter merupakan satu contoh dari sisi gelap platform media sosial yang dapat dimanipulasi untuk menyebarkan propaganda, misinformasi, dan pesan-pesan mengganggu lainnya.

Hingga kini, Twitter menolak berkomentar terkait hal-hal di luar laporan yang diterbitkan The New York Times. Pihak Kedutaan Besar Arab Saudi di Amerika juga tidak merespons laporan ini. (AU/FHP)

Kapok jadi Korban Hacker, Facebook Akuisisi Perusahaan Cybersecurity

0

Telset.id, Jakarta – Facebook sepertinya kapok menjadi korban hacker yang membuat puluhan juga akun penggunanya terancam. Makanya, raksasa media sosial ini dilaporkan akan memperkuat keamanan sibernya dengan akuisisi perusahaan cybersecurity.

Dilansir Telset.id dari Engadget, Senin (22/10/2018), Facebook sedang mempercepat proses akuisisi perusahaan ini untuk memperkuat keamanannya.

Namun hingga kini, masih belum ada bocoran soal nama dari perusahaan keamanan tersebut.

Ada rumor lainnya yang menyebutkan jika Facebook hanya ingin membeli software khusus yang mampu memberikan tanda jika ada upaya peretasan di akun pengguna.

Kabar soal akuisisi perusahaan keamanan ini bisa menjadi “langkah pamungkas” dari Facebook untuk mencegah kasus lanjutan dari peretasan 29 juta akun pengguna terulang kembali di masa depan.

Sekadar informasi, kasus ini telah membuat harga saham Facebook pada penutupan bursa Rabu (17/10/2018) terpuruk ke angka USD159,42 atau sekitar Rp 2,4 jutaan, atau turun 10 persen dibanding tahun sebelumnya.

Akibat kasus ini juga, posisi kepemimpinan Mark Zuckerberg di Facebook terancam, karena para investor berencana ingin mendepak Zuckerberg dari CEO Facebook.

Total, ada empat investor dari kalangan institusi yang sedang berupaya agar posisi Zuckerberg segera digantikan oleh seorang ketua independen. Tiga investor di antaranya merupakan bendahara negara bagian Illinois, Rhode Island dan Pennsylvania, yang merupakan pengelola dana pensiun negara.

Jika mendapat izin dari dewan, maka para investor bisa melakukan pemungutan suara dan boleh menyerahkan suaranya hingga rapat pemegang saham tahunan Facebook pada Mei tahun depan.

Zuckerberg pun nampaknya tak mau pusing atas rencana tersebut, dan tetam memilih fokus untuk membangun perusahaannya. Baru-baru ini, Facebook mrekrut mantan Wakil Perdana Menteri Inggris, Sir Nick Clegg sebagai Wakil Presiden Komunikasi dan Urusan Global.

Clegg, yang juga seorang anggota parlemen Inggris dan Eropa, dinilai sangat memahami tanggung jawab yang dimiliki Facebook terhadap pengguna di seluruh dunia.

“Perusahaan kami sedang dalam perjalanan kritis. Tantangan yang kami hadapi sangatlah serius. Kami membutuhkan perspektif baru,” jelas COO Facebook, Sheryl Sandberg.

Menurut Sandberg, setiap hari orang-orang di dunia menggunakan Facebook untuk terhubung dengan keluarga maupun teman. Diklaimnya, Facebook telah membuat perbedaan di komunitas mereka.

“Jika bisa menghormati kepercayaan yang mereka berikan dan memenuhi tanggung jawab, kami dapat membantu lebih banyak orang dalam menggunakan teknologi untuk kebaikan,” pungkasnya. (NM/FHP)

Apple dkk Dipastikan Aman dari Chip Mata-mata China

0

Telset.id, Jakarta – Polemik terkait chip mata-mata China di Amazon dan Apple mulai menemui titik terang. Pemerintah Amerika Serikat (AS) menyatakan, tidak menemukan tanda-tanda persetasan baik di Apple dan Amazon maupun perusahaan AS lainnya.

Menurut Direktur Intelijen Nasional AS, Dan Coast, pihaknya tidak menemukan bukti bahwa ada chip mata-mata yang tersimpan di perangkat milik perusahaan AS.

Dilansir Telset.id dari Ubergizmo, Senin (22/10/2018), Dan Coast dalam acara CyberTalks mengatakan jika laporan Bloomberg telah keliru, karena tuduhan mereka atas chip mata-mata China tidak terbukti sama sekali.

Chip mata-mata China sendiri dikabarkan telah dibuat oleh perusahaan server asal China bernama Super Micro. Mereka memasang pengawasan dalam bentuk micro-chip di bagian pusat data perusahaan Apple, Amazon dan beberapa perusahaan teknologi AS lainnya.

Dilaporkan, chip mata-mata ini telah terpasang di lebih dari 30 perusahaan teknologi, yang membuat pihak AS akhirnya turun tangan. Hasilnya, Negeri Paman Sam itu menyimpulkan bahwa tidak ada chip mata-mata asal China.

Sebelumnya, China dituduh telah menanamkan chip mata-mata ke sejumlah perangkat buatan Apple, Amazon Web Services (AWS), dan beberapa perusahaan teknologi lainnya. Dengan chip itu, pemerintah China diduga memantau aktivitas perusahaan-perusahaan besar AS.

Pemerintah AS sendiri dilaporkan telah menjadikan chip tersebut sebagai fokus penyelidikan utama sejak tahun 2015. Oleh China, chip ini digunakan untuk mengumpulkan kekayaan intelektual dan rahasia dagang perusahaan-perusahaan AS.

Karena laporan tersebut, CEO Apple, Tim Cook pun marah. Ia mengatakan bahwa Bloomberg harus menarik kembali beritanya yang menyebut server internal Apple telah disusupi chip komputer berbahaya yang disisipkan oleh agen intelijen China.

“Tidak ada satu pun kebenaran dalam cerita mereka tentang Apple. Mereka perlu melakukan hal secara benar. Mereka harus menarik kembali laporan yang dipublikasikan tersebut,” tegas Cook.

Laporan Bloomberg sendiri tidak selesai sampai disitu. Dikabarkan, sebuah perusahaan telekomunikasi AS telah disusupi oleh perangkat keras rekayasa yang diduga sebagai chip mata-mata.

Perangkat tersebut ditemukan oleh ahli keamanan, Yossi Appleboum yang ditugaskan untuk memeriksanya. Pada saat pemeriksaan, Appleboum menemukan keganjilan, karena ada perangkat misterius yang dibangun pada konektor Ethernet server Super Micro ketika dilakukan pemeriksaan.

Bloomberg mengklaim, jika ahli keamanan tersebut telah menyediakan dokumen, analisis dan bukti lain yang sengaja tidak dipublikasikan. Keduanya juga sepakat untuk merahasiakan nama perusahaan telekomunikasi yang terkena dampak chip mata-mata. (NM/FHP)

Mobil Listrik Jaguar Punya Teknologi Suara Khusus

Telset.id, JakartaJaguar menciptakan mobil listrik canggih bernama Jaguar I-Pace. Kendaraan tersebut tidak bersuara mesin. Karenanya, Jaguar I-Pace memiliki teknologi khusus untuk memperingatkan pengguna jalan yang tunanetra.

Mobil listrik Jaguar I-Pace berjalan tanpa suara mesin karena disemati teknologi Audible Vehicle Alert System atau AVAS.

Supaya tidak membahayakan, Jaguar I-Pace mendapatkan suara buatan yang akan terdengar jika melaju dengan kecepatan 20 kilometer per jam.

Menurut laporan Express, seperti dikutip Telset.id pada Minggu (21/10/2018), suara Jaguar I-Pace telah diuji oleh anggota Guide Dogs for the Blind, badan amal terkemuka di Inggris untuk orang-orang yang terkena dampak kehilangan penglihatan.

“Ketiadaan suara mesin tradisional di Jaguar I-Pace menciptakan masalah bagi pejalan kaki, khususnya tuna netra. Kerenanya, kami mengembangkan AVAS untuk Jaguar I-Pace guna memastikan keamanan mereka,” kata Iain Suffield, spesialis teknis Jaguar.

Insinyur Jaguar bekerja selama empat tahun untuk mengembangkan suara yang terdengar oleh pejalan kaki tetapi tidak dapat didengar dari dalam kendaraan. Namun, suara pesawat ruang angkasa sci-fi yang sempat dipilih harus ditangguhkan.

Menurut Jaguar, penangguhan suara tersebut patut dimaklumi. Sebab, pejalan kaki tuna netra justru melihat ke langit ketika Jaguar I-Pace melaju di jalan raya. Mereka mengira ada pesawat melintas. Mereka tidak tahu bahwa suara itu berasal dari mobil.

AVAS dipancarkan dari speaker yang terletak di belakang gril depan dan dapat didengar dari setiap arah. Suara akan meningkat dengan nada dan volume sesuai kecepatan kendaraan. AVAS tidak berfungsi saat Jaguar I-Pace melaju dengan kecepatan tinggi.

Sekadar informasi, Jaguar I-Pace rilis pada awal tahun ini, berbentuk SUV lima tempat duduk dan dilengkapi baterai lithium-ion 90 kWh. Tingkat kecepatan 0-100 kph hanya butuh 4,5 detik. Jaguar I-Pace memiliki jangkauan hingga 470 kilometer. [SN/HBS]

Sumber: Express.co.uk

Apple Sempat Rayu Operator Seluler Pakai iMessage

0

Telset.id, Jakarta – Layanan iMessage sekarang hanya bisa digunakan untuk perangkat berbasis iOS dan macOS. Namun, Apple berharap, suatu saat nanti iMessage bisa diadopsi oleh operator seluler dan menjadi standar baru.

Keinginan Apple agar operator mengadopsi platform iMessage ini sesuai dengan harapan mantan eksekutif Apple, Scott Forstall.

Saat itu, Forstall mengatakan kepada The Wall Street Journal bahwa Apple menyampaikan ide tersebut kepada para operator seluler.

“Kami mendekati operator untuk mengejar penambahan fitur ke sistem SMS yang ada dan menghapus biaya pelanggan tambahan,” demikian katanya seperti dilaporkan oleh Ubergizmo.

Namun, kata Forstall, eksplorasi tidak berjalan secara baik karena berbagai alasan. Misalnya, terjadi kesulitan memperluas standar yang ada serta ada tantangan dengan interoperabilitas antara sistem dan operator pengirim teks.

Sayang, tidak diketahui apakah Apple berencana mencoba melempar ide semacam itu lagi. Sebenarnya, bukan masalah besar jika Apple tidak ingin melakukannya lagi. Sebab, banyak aplikasi pesan yang lebih dari sekadar mampu menyelesaikan pekerjaan.

Mei 2018 lalu, Microsoft mengumumkan kerja sama dengan Apple. Lewat kerja sama itu, keduanya mengusung rencana untuk membawa layanan iMessage ke perangkat Windows 10.

Pada konferensi Microsoft Build 2018, Microsoft memamerkan pembaruan yang memungkinkan pengguna untuk membaca dan menulis pesan yang dikirim ke ponsel iOS dari perangkat Windows 10. [BA/HBS]

Sumber: Ubergizmo

 

Smartphone Gaming Samsung Siap Meluncur?

0

Telset.id, Jakarta – Sejumlah produsen kini ramai-ramai ingin menghadirkan ponsel  gaming. Samsung tak mau ketinggalan menjadi salah vendor yang akan memanaskan persaingan. Kabarnya smartphone  gaming Samsung akan segera diluncurkan dalam waktu dekat.

Sejauh ini, Razer, Asus ROG Phone, Huawei, dan Honor menjadi vendor yang telah mengeluarkan ponsel gaming buatan mereka ke pasaran.

Seorang sumber industri menyebutkan bahwa Samsung bakal menyusul keempat pabrikan tersebut. Sayangnya, belum ada rincian yang terungkap tanggal pasti peluncurannya.

Bulan lalu beredar kabar Samsung akan menghadirkan ponsel gaming bernama Galaxy A, dengan ditenagai chip Snapdragon 845. Jika benar, RAM 8GB kemungkinan akan disertakan bersama ruang penyimpanan internal 128GB.

Dilansir Phone Arena, smartphone gaming Samsung ini kemungkinan bakal dilengkapi baterai berdaya besar 4.000 mAh. Sistem operasinya Android 8.1 Oreo serta memiliki Water Carbon Cooling System seperti Galaxy Note 9.

Smartphone gaming Samsung kemungkinan akan mengadopsi desain umum seperti halnya Galaxy A7 dan Galaxy A9. Ponsel tersebut akan mempunyai kaca dan aluminium sandwich bersama teknologi Infinity Display.

Juli 2018 lalu, Samsung pernah dikabarkan akan menghadirkan Galaxy X sebagai ponsel gaming. Namun, lagi-lagi kala itu belum ada penjelasan lebih lanjut mengenai rencana kehadiran smartphone gaming Samsung.

Kabar lengkap justru mengarah kepada ponsel layar lipat Samsung. Baterainya melengkung dengan besaran sekitar 3.000 mAh hingga 6.000 mAh. Ketika dilipat, ukurannya seperti dompet yang mudah dibawa kemana-mana. [BA/HBS]

Sumber: PhoneArena

Gara-gara Apple Event, Rilis OnePlus 6T Dipercepat

0

Telset.id, Jakarta – Gara-gara Apple, OnePlus memajukan jadwal peluncuran OnePlus 6T menjadi 29 Oktober 2018. OnePlus mengambil keputusan tersebut supaya tidak bertabrakan dengan Apple Event, dimana di acara tersebut Apple akan meluncurkan iPad Pro dan Mac 2018.

OnePlus memindah tanggal peluncuran smartphone OnePlus 6T untuk menghindari momen rilis iPad Pro dan Mac 2018  yang akan dilakukan pada 30 Oktober 2018.

Seperti dilaporkan The Verge yang dikutuip Telset.id, perubahan itu diumumkan lewat unggahan CEO Pete Lau di OnePlus Community Forum.

Sebelumnya OnePlus telah menetapkan acara peluncuran OnePlus 6T pada 30 Oktober 2018. Ternyata, Apple menyebar undangan Apple Event peluncuran iPad Pro dan Mac pada tanggal yang sama.

Guna menghindari tabrakan, OnePlus memilih untuk memajukan perkenalan OnePlus 6T menjadi 29 Oktober 2018. Meski demikian, OnePlus tetap menggunakan lokasi yang sama seperti yang telah direncanakan.

Tiket acara peluncuran OnePlus 6T telah terjual habis. Tak kurang dari 1.000 peserta dikonfirmasi akan menghadiri acara tersebut. OnePlus telah memberitahu kepada para peserta tentang perubahan rilis ponsel 6T.

OnePlus siap mengganti biaya perjalanan pada peserta yang perlu mengubah penerbangan. OnePlus bahkan menawarkan pengembalian dana penuh kepada para pemegang tiket yang tidak bisa hadir.

Kabar menyebut, OnePlus 6T bakal hadir dengan teknologi baru sesuai perkembangan teknologi. Berdasarkan informasi, OnePlus akan menyematkan sensor sidik jari di dalam layar ponsel 6T.

Sumber: The Verge

 

 

Facebook Pamer “Ruang Perang” untuk Berantas Hoaks

0

Telset.id, Jakarta – Facebook pamer pusat kendali yang disebut sebagai war room atau ruang perang. Ruang tersebut berfungsi untuk menjaga keamanan data dan berantas hoaks jelang pemilihan umum paruh waktu Amerika Serikat (AS) pada 6 November 2018 mendatang.

Menurut CNBC, dikutip Telset.id pada Minggu (21/10/2018), ruang perang Facebook merupakan representasi visual untuk memerangi hoaks,

Facebook menyatakan itu menunjukkan komitmen perusahaan dalam meningkatkan keamanan jelang pemilihan paruh waktu AS dan pemilihan presiden Brasil.

Dalam keterangannya, jejaring sosial terbesar di dunia itu mengatakan bahwa ruang perang itu merupakan pusat kendali Facebook untuk mengidentifikasi penyebaran berita hoaks.

Facebook juga mengungkapkan bahwa saat ini telah dikerahkan tak kurang dari 20.000 pegawai yang dikombinasi dengan teknologi. Mereka akan mematikan hoaks.

“Kami telah merencanakan banyak skenario. Kami siapkan strategi perang di ruang tersebut untuk mengantisipasi berbagai ancaman. Kami sudah melatih idenfitikasi dan bagaimana mengambil keputusan,” kata Head of Civic Engagement Facebook, Samidh Chakrabati.

Ruang perang Facebook akan mulai beroperasi mulai pukul 04.00 hingga tengah malam. Mulai minggu depan, beberapa perwakilan WhatsApp, Instagram, hingga tim operasi serta teknisi perangkat lunak bakal bahu-membahu di ruang perang selama 24 jam.

Nantinya, grafik perilaku pengguna Facebook dan aplikasi lainnya akan ditampilkan. Facebook menggunakan kecerdasan buatan untuk memantau lonjakan grafik  yang menuju ke arah ujaran kebencian, berita palsu yang viral, hingga upaya untuk menekan pemilih.

“Kami dapat mendeteksi semua hal yang tidak sesuai dengan regulasi menggunakan kecerdasan buatan. Para ilmuwan data akan menelaag apa yang melatarbelakanginya. Kemudian, teknisi bakal menghapus semua unggahan jahat di platform,” tambahnya. [SN/HBS]

Sumber: CNBC

Review Advan G3: Suka Desain dan Suaranya, Tapi…

0

Telset.id, Jakarta – Advan baru saja merilis smartphone teranyarnya, Advan G3. Smartphone yang mengincar segmen low-end ini mengusung fitur hiburan yang menarik untuk generasi melenial. Untuk lebih jelasnya, silahkan simak review Advan G3 dalam tulisan kali ini.

Jika kita bicara mengenai tren smartphone belakangan ini, yang terlintas di kepala dan memang itulah yang paling kentara, itu pasti tak jauh-jauh dari notch atau poni dan bodi kaca di bagian belakang atau paling tidak yang menyerupai itu.

Ini bisa dilihat dari banyaknya ponsel di luaran yang setidaknya memiliki satu dari dua hal itu. Ya, meskipun ada beberapa yang membawa serta keduanya.

Sebuah laporan dari Counterpoint Research, mengatakan bahwa smartphone dengan lapisan kaca di bagian belakang bahkan akan mencapai 26 persen dari total pengiriman smartphone tahun ini dan kemungkinan 60 persen hingga akhir 2020. Jumlah yang tidak sedikit pastinya.

Dan ini tak hanya diikuti oleh pemain global ataupun kelas atas, mereka yang berada di bawahnya pun mengandopsi hal serupa. Advan, yang tak lain merupakan brand lokal Indonesia, termasuk salah satunya.

Lewat sebuah smartphone bernama Advan G3, Advan tak hanya menjanjikan smartphone terjangkau dengan tampilan premium, tetapi juga mumpuni. Nah, untuk urusan yang satu ini jari kami menunjuk ke arah suara yang dihasilkan, yang tak lain merupakan hasil kerja sama perusahaan dengan ahlinya audiophile, Harman Kardon.

Untuk mengetahui lebih jauh mengenai sejernih apa suara dan tampilannya, berikut hasil ulasan kami dalam Review Advan G3.

Desain

review Advan G3Advan sepertinya tahu betul mengenai betapa pentingnya kesan pertama. Terbukti dari caranya mendandani G3. Tipis, berkilau, kokoh, dan yang paling penting terasa nyaman di genggaman. Oh, ada sedikit kesan tak biasa kala kita menjelajah bagian depan layar ke samping. Ya, lapisan kaca pelindung dibuat Advan tampak menyembul sehingga tampak seperti terpisah dari bodinya. Agak tajam, tapi sepertinya tak cukup berbahaya untuk membuat tangan terluka. Kalaupun ada sedikit perasaan tidak nyaman, itu adalah ketika kami menyelipkannya ke saku depan celana.

Dua buah speaker dengan bentuk memanjang, yang tak lain hasil kolaborasi Advan dan Harman Kardon bertengger di bagian depan. Tepatnya di bagian atas dan bawah layar. Speaker di bagian atas duduk berdampingan dengan kamera depan, sementara yang dibawah tampak akrab dengan logo perusahaan.

Ya, alih-alih menempatkan tulisan ‘Advan’ di bagian belakang ponsel, yang adalah umum di kerajaan smartphone, merek dalam negeri ini lebih suka meletakkannya di depan. Mungkin agar semua orang tahu, dari mana suara jernih itu berasal.

review Advan G3

Tombol volume rocker dan power ada di sisi kanan dan saling berdekatan, sementara di sisi kiri ada slot kartu yang terdiri dari tiga ruangan – untuk microSD, nano SIM 1 dan nano SIM 2.

Di bagian belakangnya yang berkilau, kita akan menemukan kamera dan sensor sidik jari, dengan tak jauh di bawahnya, sebuah pemberitahuan bagi yang belum sadar, sound by Harman/Kardon.

Kaca di bagian belakang? No..no..no.., ini hanya menyerupai, katakana saja sejenis material plastik yang dilapisi bahan khusus serupa kaca. Sekali lagi, tampak berkilau, sampai jejak jari mulai memenuhinya. Siap-siap gunakan jelly case.

Layar

review Advan G3

Sama seperti ponsel kebanyakan, utamanya yang berada di kelas menengah, Advan G3 masih mengandalkan IPS LCD. Besaran yang dibawanya kali ini adalah 5,9 inci atau lebih besar sedikit dibanding pendahulunya, Advan G2 Plus. Layar ini mengusung aspek rasio 18:9, layaknya ponsel masa kini. Resolusi yang dibawa pun masih sebatas HD+ (720×1440 piksel).

Kami membawanya bepergian dan tanpa sengaja harus membuatnya terpapar sinar matahari. Beruntung, layar Advan G3 tak mengharuskan kami berjuang untuk sekedar melihat gambar ataupun membaca tulisan. Semua lumayan terlihat, meski tingkat kecerahan tidak diatur ke posisi maksimal.

Sayang, Advan tidak melapisi G3 dengan teknologi kaca anti gores seperti Corning Gorilla Glass atau sejenisnya. Mau tak mau, kita harus berhati-hati dengan benda tajam, apalagi yang berpotensi melukai layar. Sebagai penebus dosa, Advan menyediakan screen protector dalam paket penjualan. Plus Jelly case buat mereka yang tak suka meninggalkan jejak jari di bodinya yang mulus.

Masih untuk perlindungan, fitur pelindung mata (Eye care) dari efek cahaya biru berlebih yang disebut BluLight Defender juga bisa ditemukan di pengaturan MiraVision. Jika mengacu pada defenisi yang bisa kita temukan saat membuka fitur ini, MiraVision adalah sebuah teknologi untuk menyempurnakan kualitas gambar. Teknologi ini memberikan hasil real-time dan memudahkan pengguna dalam melakukan pengaturan.

Multimedia

Salah satu fitur yang membuat Advan G3 menonjol dibanding rekan sekelasnya sudah pasti sisi audio. Dan itu tak lain berkat adanya dukungan Harman Kardon. Secara kualitas pengalaman audio yang ditawarkan memang lebih baik ketimbang kebanyakan mid-ranger lainnya. Kami khususnya suka saat menggunakan ini untuk menonton video konser. Rasanya seperti berada di TKP. Apalagi saat volume berada di posisi tertinggi. Huuu…. Yeeee…. Horee…

Dua speaker yang disediakan Advan di atas dan bawah layar bekerja tak ada habisnya. Kencang dan jernih.

Advan mengawinkan kualitas audio ini dengan pemutar musik yang juga menyertakan efek audio berupa pengaturan equalizer. Normal, classic, rock, dance, semua ada. Selain itu ada juga Enhanced Surround untuk menambah kualitas audio. Ada beberapa ambience yang bisa dipilih, dari small room, medium room, large room, hingga plate. Termasuk pengaturan  bass boost dan surround sound.

Tapi tentu saja, suara bagus harus didukung oleh earphone yang bagus juga. Disini, Advan tak segan menyertakan satu dari milik JBL dalam paket penjualan. Boleh lah, namun kami berharap in-line remote bisa beberapa centimeter lebih ke bawah. Pasalnya ini terasa begitu dekat dengan earbud. Tapi ya lumayan daripada ngga ada. Suara yang dihasilkan terasa halus di telinga. Suka…suka…

Kamera

Tak seperti rekan seperjuangannya yang lain, Advan tak ikut-ikutan membekali G3 dengan kamera ganda. Satu kamera utama dengan resolusi 16MP dan kamera selfie dengan resolusi 8MP dianggap cukup bagi mereka. Apalagi ini disokong pula dengan software khusus berteknologi AI (Artificial Intelligence). Berkat ini, Smart photo di Advan G3 dapat mendeteksi dan mengatur scene foto sesuai target. Ada setidaknya 12 scene foto yang bisa dipilih.

Bicara kualitas, secara garis besar foto yang dihasilkan cukup baik, di dalam maupun luar ruangan. Kami hanya sedikit dibuat gemas dengan shutter-nya yang terbilang agak lambat. Beberapa kali kami harus rela kehilangan momen karena ini. Beneran, gemas.

Tapi Advan mencoba meminta maaf dengan menghadirkan beragam stiker unik, yang bisa digunakan untuk berkreasi. Jangan lupakan juga ketersediaan filter serta beberapa mode umum seperti Slo-Mo, Panorama, Time-lapse, Audio Image dan lainnya.

Mengenai kamera depannya, tak banyak yang bisa kami ceritakan. Lumayan lah. Kebetulan kami bukan tipe orang yang terlalu mengagumi diri sendiri.

Spesifikasi

Ngomong-ngomong soal kinerja, RAM 4GB dan ROM 64GB jelas menjadi daya tarik lainnya bagi Advan G3. Di atas kertas, membuat hati ini terasa tenang. Namun tentu saja melihat dengan siapa itu dikombinasikan juga menjadi penting. Disini, yang terpilih kebetulan prosesor Mediatek 6750 1,5 Ghz.

Secara garis besar, cukup untuk mengerjakan beberapa tugas sekaligus. Ya streaming musik, browsing internet, nonton YouTube, main game, nonton film, dan sebagainya. Kami menghabiskan waktu dua hari bersamanya. Dan sementara dibuat terpukau oleh audio yang dihasilkan, berurusan dengan lag sepertinya tak terhindarkan. Advan G3 adakalanya sangat menggemaskan (in a bad way). Beruntung, baterai 3.500 mAh yang dibawanya tak mengharuskan kami melulu bawa charger kemana-mana. Ia mampu bertahan dengan baik.

Berdasarkan pengujian kami, untuk sebuah hari yang super sibuk Advan G3 bisa bertahan sekitar 7,5 jam tanpa henti. Kami membiarkannya memutar lagu seharian. Tentu saja karena tak ingin menyia-nyiakan bakatnya di bidang itu. Kalau mengacu pada pengujian PC Mark, harusnya bisa sampai 8 jam lebih sedikit.

Kesimpulan

Kita tidak selamanya bisa mendapatkan apa yang kita mau. Bicara soal smartphone juga demikian. Apalagi jika uang yang kita investasikan tak sebanyak harapan yang kita tanam.

Bagi mereka yang mencari teman untuk menikmati hiburan tanpa henti, khususnya yang mengandalkan suara seperti mendengarkan lagu, menonton film atau sebagainya, Advan G3 jelas memegang predikat value for money.

Namun bagi mereka yang menginginkan teman untuk bekerja keras mungkin harus berpikir dua kali. Kinerjanya tak sehebat tampilannya. Nah, itu tadi kesimpulan dari hasil review Advan G3 yang tim Telset lakukan. [IF/HBS]

Simak video terbaru:

Kasus Pembunuhan Khashoggi Terkuak Berkat Apple Watch

0

Telset.id, Jakarta – Pemerintah Arab Saudi akhirnya buka suara dan mengakui bahwa jurnalis bernama Jamal Khashoggi meninggal dunia di kantor konsulat di Istanbul, Turki. Kasus pembunuhan Khashoggi dilaporkan terkuak berkat Apple Watch.

Informasi menyebut bahwa kabar hilangnya Khashoggi terkuak berkat jam tangan pintar Apple Watch yang dikenakannya saat memasuki kantor konsulat Arab Saudi.

Pejabat Turki tidak secara gamblang menjelaskan cara mendapatkan rekaman suara dan video dari Apple Watch yang menjadi bukti bahwa Khashoggi memang tewas dibunuh.

Menurut 9to5mac, dikutip Telset.id pada Minggu (21/10/2018), Jamal Khashoggi disebut merekam suara dugaan pembunuhan menggunakan aplikasi yang ada di Apple Watch miliknya.

Rekaman suara di tempat kejadian itu lalu diunggah ke iPhone dan iCloud miliknya. Surat kabar Sabah disebut mendapatkan kabar tersebut dari seorang pejabat keamanan di Turki.

Khashoggi diketahui meninggalkan iPhone miliknya kepada sang tunangan, Hatice Chengiz, yang menunggu di luar kantor konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki, 2 Oktober 2018.

Untuk bisa terhubung dengan iPhone, Apple Watch butuh koneksi Bluetooth dengan jarak berdekatan. Namun, Apple Insider mencatat, Khashoggi mengenakan Apple Watch 3.

Apple Watch 3 diketahui memang mempunyai koneksi LTE. Kendati demikian, jaringan LTE di Apple Watch milik Khashoggi hanya berfungsi secara terbatas di negara asalnya.

Apple mengonfirmasi bahwa LTE di Apple Watch 3 dan Apple Watch 4 tidak mendukung roaming di seluruh dunia. Di Turki juga tidak ada LTE yang mendukung Apple Watch 3.

Kemungkinan, Khashoggi membeli Apple Watch 3 tersebut di Amerika Serikat meski tetap tidak bisa menggunakan jaringan LTE di Turki. Kemungkinan jaringan yang digunakan adalah Wi-Fi. [SN/HBS]

Sumber: 9to5mac

 

iPhone 2019 Juga Hadir Tiga Model Sekaligus

0

Telset.id, Jakarta – Bocoran mengenai kehadiran iPhone 2019 mulai santer terdengar. Informasi terbaru menyebut, iPhone 2019 akan mengadopsi iPhone 2018, yakni meluncur tiga model sekaligus.

Seperti diketahui, iPhone 2018 hadir dengan tiga model, masing-masing iPhone XS, iPhone XS Max, dan iPhone XR. Ketiganya hadir dengan bentuk hampir mirip. Harga termurahnya di atas Rp 10 jutaan.

Seperti dikutip Telset.id dari MacRumors, Minggu (21/10/2018), mantan orang terdekat Apple, Ming Chi Kuo, menyatakan bahwa Apple akan kembali merilis iPhone dalam tiga model sekaligus.

Namun begitu, Kuo belum mengungkapkan nama masing-masing iPhone keluaran 2019. Yang jelas, ia mengemukakan, ukuran layarnya sama dengan dua model iPhone yang diluncurkan pada tahun ini.

Kuo menyampaikan, ukuran layar 5,8 inci di iPhone XS dan 6,1 inci di iPhone XS Max masih akan digunakan lagi oleh Apple. Satu lagi, Apple kabarnya bakal meluncurkan iPhone berukuran layar 6,5 inci.

Ia menambahkan, dua ukuran layar terbesar iPhone 2019 akan menggunakan panel OLED. Sementara untuk iPhone berukuran layar 5,8 inci, ia mengutarakan, Apple bakal menggunakan panel LCD.

Terkait fitur, Kuo meyakini bahwa IP68 tahan air masih masih akan hadir di tiga iPhone 2019. Fitur IP68 tahan air membantu iPhone tetap bertahan di kedalaman hingga dua meter dalam durasi 30 menit.

Satu lagi, Kuo memaparkan, iPhone 2019 akan menggunakan teknologi prosesor terbaru, yakni A13 Bionic berbasis fabrikasi 7nm, yang kini digarap secara eksklusif oleh perusahaan asal Taiwan, TSMC.

Sumber: Macrumors