Beranda blog Halaman 2430

Awas! Ada “Email Scam” Incar Pengguna iPhone

0

Telset.id, Jakarta – Sebuah email scam baru sedang membidik para pengguna iPhone. Scam ini akan mencoba mengelabuhi pengguna iPhone agar mereka menyerahkan login Apple mereka.

Scam ini datang dalam bentuk email yang tampaknya berasal dari layanan streaming musik Spotify dan dimaksudkan sebagai konfirmasi pembelian.

Email itu mengatakan bahwa pengguna telah menghabiskan £ 115 untuk langganan premium dan menawarkan hyperlink bagi pengguna untuk ‘meninjau langganan mereka’.

Apabila link tersebut diklik akan mengarahkan pengguna ke halaman yang tampak otentik dan meminta rincian login Apple. Tentu saja, bukan ke Spotify namun langsung ke penjahat siber di balik penipuan.

Penipuan ini juga dibahas sejumlah pengguna Reddit dan menyebutnya sebagai contoh serangan phishing yang mencoba memangsa pengguna teknologi yang kurang cerdas.

“Saya melihat email ini hari ini, saya pikir pengirimnya terlihat mencurigakan, jadi saya masuk untuk melihat apakah saya telah membeli satu tahun Spotify Premium,” kata seorang pengguna Reddit / u / the101maham.

Ia mengaku baru saja mengonsumsi minuman beralkohol, sehingga ia sedikit panik ketika membaca ada email masuk yang menyebut dari Spotify.

“Saya minum tadi malam, jadi saya sedikit panik dan mengklik tautannya. Tapi ketika saya melihat halaman Apple dengan alamat acak saya langsung tahu itu adalah scam,” katanya.

Penyerahan informasi pribadi akan memberikan kendali penuh atas akun Apple. Itu berarti, para penipu akan memiliki akses ke foto, video, atau informasi lain yang disimpan di akun iCloud. Apple mengatakan tidak akan pernah menanyakan kredensial login Anda.

Perusahaan ini juga memiliki halaman khusus yang disiapkan untuk menjelaskan tentang masalah phishing.

“Sebagai aturan umum, jangan pernah mengirim informasi kartu kredit, kata sandi akun, atau informasi pribadi yang luas dalam email kecuali Anda memverifikasi bahwa penerima adalah siapa yang mereka klaim,” kata perusahaan.

Banyak perusahaan memiliki kebijakan yang menyatakan bahwa mereka tidak akan pernah meminta informasi semacam itu dari pelanggan melalui email.

Oleh sebab itu, Apple mengatakan bahwa siapa pun pengguna yang menerima email yang diduga phishing, dapat melapor ke reportphishing@apple.com. [BA/HBS]

Sumber: Metro.co.uk

 

VR Bisa Membuat Orang Lebih Berempati

0

Telset.id, Jakarta – Menurut sebuah penelitian baru, virtual reality (VR) dapat membuat manusia lebih memahami realitas yang berbeda dari mereka dan lebih berempati ke orang lain. Penemuan ini baru-baru ini diterbitkan di jurnal PLOS ONE.

Para peneliti mencoba menggunakan virtual reality untuk merasakan menjadi seseorang yang kehilangan pekerjaan dan menjadi tunawisma.

Hasilnya, orang menggunakan VR menunjukkan sikap empati yang lebih kuat dan peka terhadap tunawisma, dibandingkan mereka yang hanya membaca artikel tentang tunawisma saja.

“Pengalaman adalah apa yang mendefinisikan kita sebagai manusia,” kata Jeremy Bailenson, salah satu penulis makalah penelitian ini dalam sebuah pernyataan.

Oleh sebab itu, kata Bailenson, tidak mengherankan apabila virtual reality dapat memberikan pengalaman yang akan membuat manusia menjadi lebih peka.

“Jadi, tidak mengherankan bahwa pengalaman intens dalam VR lebih berdampak daripada hanya membayangkan sesuatu,” katanya.

Para pendukung VR telah lama menganjurkan manfaat VR yang dapat meningkatkan empati seseorang melalui kemampuan teknologi untuk menempatkan seseorang dalam pengalaman orang lain.

Selama ini baru sedikit penelitian yang telah dilakukan dan skala penelitian hanya berukuran kecil dengan sampel yang sebagian besar terdiri dari mahasiswa.

Studi atau peneilitan selama ini juga tidak meneliti efek jangka panjang yang dapat dialami oleh pengguna VR dalam kaitannya dengan empati.

Oleh sebab itu dalam studi baru ini, para peneliti di Stanford University melakukan dua studi selama dua bulan dengan melibatkan lebih dari 560 peserta antara usia 15 hingga 88 tahun yang mewakili setidaknya delapan latar belakang etnis yang berbeda.

Beberapa peserta ditunjukan pengalaman “menjadi tunawisma” menggunakan VR selama tujuh menit. Pengalaman ini membawa peserta melalui realitas kehilangan pekerjaan dan semua yang dimiliki.

Beberapa adegan di antaranya memilih barang dari apartemen untuk dijual guna membayar sewa, mencari tempat berlindung di bus umum dan mencari tahu cara melindungi barang-barang dari orang asing.

Sementara itu, peserta lain diberikan sebuah artikel untuk dibaca yang meminta mereka untuk membayangkan menjadi tunawisma, dan juga versi desktop 2D dari VR untuk berinteraksi dengannya.

Hasilnya, para peserta yang menggunakan VR untuk merasakan menjadi tunawisma menunjukkan sikap positif yang lebih peka terhadap para tunawisma. Para peserta ini lebih cenderung setuju dengan pernyataan

“Selama ini kita tidak cukup membantu orang-orang tunawisma, dan juga mengatakan mereka peduli dan bisa merasakan penderitaan para tunawisma,” kata Bailenson.

Selain itu, peserta VR dalam studi pertama adalah 82 persen lebih mungkin untuk menandatangani petisi dalam mendukung perumahan yang terjangkau, dibandingkan dengan 67 persen yang hanya membaca artikel tersebut.

Dalam studi kedua, 85 persen peserta VR menandatangani petisi, sementara 63 persen pembaca artikel menandatangani dan 66 persen dari mereka yang diberi versi 2D menandatangani.

“Mengambil perspektif orang lain dalam VR menghasilkan lebih banyak empati dan perilaku prososial pada orang-orang segera setelah melalui pengalaman dan dari waktu ke waktu, dibandingkan dengan hanya membayangkan seperti apa rasanya berada dalam posisi orang lain. Dan itu menarik,” kata penulis utama studi ini, Fernanda Herrera. [BA/HBS]

Sumber: NY Post

 

NASA akan Bermain Mesin Capit di Mars

0

Telset.id, Jakarta – Mungkin Anda pernah merasakan kesal ketika bermain mesin capit untuk mengambil boneka atau perhiasan kecil dalam kotak kaca. Anda pasti merasakan frustasi dan marah, ketika sudah mencoba berulang kali namun selalu gagal.

Bayangkan ketegangan yang dirasakan ketika mengoperasikan mekanisme serupa di sebuah planet yang berada jutaan mil jauhnya dari Bumi.

Itulah yang akan dilakukan oleh para insinyur yang bekerja dengan InSight lander milik NASA di Mars.

Dalam video yang baru dirilis, Jet Propulsion Laboratory NASA menjelaskan bagaimana InSight Lander akan memposisikan instrumen sensitifnya di permukaan Mars.

Lengan robot pesawat angkasa ini dapat melakukan banyak hal, seperti cakar di game mesin capit, namun jauh lebih akurat.

Game versi NASA ini lebih tepat daripada apa pun yang pernah Anda temukan di game arcade, untuk tujuan yang lebih penting. Cakar yang ada di InSight Lander akan digunakan untuk mengambil sample di Mars.

Setelah InSight lander mendarat di Mars pada akhir November, mesin harus mempersiapkan perangkat instrumen untuk mengumpulkan data.

Untuk melakukan itu, lengan robot ini harus mengambil dan menempatkan setiap komponen di permukaan, serta memposisikan dengan hati-hati sehingga robot dapat memantau kondisi planet itu sendiri.

“Kami telah banyak mengendarai lengan robot InSight, jadi kami telah berlatih versi  permainan capit kami puluhan kali,” kata manajer proyek InSight, Tom Hoffman, dalam sebuah pernyataan.

“Perbedaannya, tentu saja, adalah bahwa, tidak seperti desainer mesin capit, tim lengan robot kami bekerja keras untuk memungkinkan kita dapat menang (berhasil) setiap waktu,” jelasnya.

Tentu saja, tim tidak akan tahu peluang untuk “menang” hingga penjelajah benar-benar sampai ke Planet Merah. Mesin ini dirancang untuk mendengarkan secara dekat cara kerja bagian dalam planet, menggunakan sensor seismik untuk memetakan struktur interiornya.

Dengan demikian, proyek InSight lander diharapkan dapat memberi tahu kita banyak tentang planet yang belum kita ketahui. Bahkan mungkin mengungkapkan seberapa mirip atau  berbeda dari Bumi. [BA/HBS]

Sumber: NY Post

Ingin jadi “Raja AI”, Samsung Bangun Pusat Penelitian AI Baru

Telset.id, Jakarta – Samsung baru saja mengumumkan pembukaan pusat penelitian Artificial Intelligence (AI) terbaru di kawasan Montreal, Kanada. Pusat penelitian AI Samsung ini menjadi yang kedua di Kanada, setelah yang pertama berlokasi di Toronto.

Ada alasan kuat mengapa perusahaan asal Korea Selatan ini memilih Montreal sebagai tempat bagi pusat penelitian AI-nya.

Salah satunya adalah, terdapat dua universitas, yakni University of Montreal dan McGill University yang punya kemampuan lebih dalam mengembangkan interaksi antara manusia dengan robot.

Dilansir Telset.id dari phoneArena, Minggu (21/10/2018), pada pusat penelitian ini, Samsung nantinya akan mengembangkan algoritma machine learning dan juga teknologi pengenalan suara.

Selain itu, Samsung juga akan meningkatkan kemampuan asisten pribadi berbasis AI mereka, Bixby. Sehingga, dapat bersaing atau bahkan mengungguli kemampuan Google Assistant, yang bisa dibilang punya teknologi AI yang lebih baik.

“Dengan memanfaatkan kekuatan AI dalam produk dan layanan Samsung, kita harus fokus pada penciptaan nilai-nilai baru, dan tidak pernah dilihat atau dialami sebelumnya,” jelas Cho Seung-hwan, VP of Samsung Research.

Sekadar informasi, selain dua pusat AI di Kanada, Samsung memiliki lima pusat penelitian AI lainnya untuk meningkatkan kemampuan produk dan layanan mereka. Masing-masing pusat AI itu berada di Seoul, Silicon Valley, New York, Cambridge, dan Moscow.

“Untuk dapat melakukan ini, kami memiliki tujuh pusat AI global, termasuk pusat AI di Montreal yang akan memainkan peran penting,” katanya..

Demi mendukung penelitian AI, Samsung juga berencana akan merekrut ilmuwan khusus AI pada tahun 2020 mendatang. 40% dari mereka diprediksi akan bekerja untuk Samsung di luar Korea Selatan. (FHP)

Cegah Bullying di Instagram dengan Cara Ini

Telset.id – Saat ini, tindakan bullying bisa terjadi di mana saja, termasuk di platform media sosial seperti Instagram. Alhasil, tindakan tak terpuji ini menjadi perhatian utama Instagram, agar para penggunanya tidak menjadi korban bullying, sekaligus menghentikan tindakan bullying di Instagram.

Baru-baru ini, Instagram telah mengumumkan kehadiran fitur berbasis Artificial Intelligence (AI), yang bertugas untuk mendeteksi bullying pada unggahan foto, caption, maupun komentar.

Ketika terdeteksi tindakan bullying, fitur itu lantas mengirimkan laporannya ke tim khusus Instagram untuk ditinjau kembali, dan dihapus apabila menyalahi aturan Instagram.

Nah, selain memberikan “fitur otomatis”, Instagram juga memberikan fitur lainnya bagi pengguna untuk menghindari atau mencegah tindakan bullying di Instagram. Oleh karenanya, dalam tulisan kali ini Tim Telset.id akan membagikan tips untuk cegah bullying di Instagram, sebaiknya simak baik-baik ya!

  • Pertama yang harus Anda lakukan adalah, perbarui aplikasi Instagram ke versi paling terbaru terlebih dahulu.
  • Jika sudah, masuk ke profile Anda, dan tekan tombol tiga garis bertumpuk di kanan atas aplikasi.
  • Lalu, tekan tombol Settings.

  • Scroll ke bawah, hingga Anda menemukan Comment Controls di bagian Privacy and Security.

  • Aktifkan toggle Hide Offensive Comments untuk menghilangkannya komentar terlarang di setiap postingan Anda.
  • Kemudian, aktifkan juga toggle Manual Filter, dan masukkan kata-kata terlarang yang membuat Anda tak nyaman. Sehingga nantinya, Instagram akan menghilangkannya untuk Anda.

  • Jangan lupa, aktifkan juga Filter Most Reported Words, yang memungkinkan Instagram menghilangkan kata-kata terlarang yang paling banyak dilaporkan di Instagram.

Sekarang, timeline Instagram Anda akan tetap aman dan menyenangkan untuk dilihat. Fitur ini pun berlaku ketika Anda sedang melakukan siaran langsung, karena Instagram nantinya akan menghapus komentar bullying atau terlarang lainnya untuk Anda. (FHP)

Sistem Asuransi Diserang Hacker, Data 75 Ribu Pengguna Terancam

Telset.id, Jakarta – Sistem asuransi kesehatan milik pemerintahan Amerika Serikat (AS) telah diretas oleh hacker, dan mempengaruhi puluhan ribu penggunanya.

Sistem pemerintahan yang digunakan oleh agen asuransi untuk membantu pelanggan yang mendaftar untuk rencana kesehatan ini, memungkinkan hacker mengambil data sensitif dari 75.000 orang.

Serangan cyber ini telah dikonfirmasi oleh Pusat Layanan Medicare dan Medicaid (CMS) pada Jumat (19/10/2018) malam, waktu setempat.

Dilansir Telset.id dari TechCrunch, Minggu (21/10/2018), sistem yang diretas terhubung dengan situs Healtcare.gov, portal pendaftaran bagi orang yang ingin mengajukan rencana asuransi di bawah Undang-Undang Perawatan Terjangkau era Presiden Obama.

Diketahui, hacker tidak menargetkan situ Healthcare.gov, melainkan sistem backend yang digunakan agen asuransi untuk membantu pengguna mendaftar paket asuransi baru.

Sebab, sistem itu menjadi tempat di mana pengguna memberikan banyak data pribadi mereka, seperti nama lengkap, alamat, hingga nomor jaminan sosial mereka. Walaupun demikian, CMS masih belum memastikan data apa saja yang dicuri oleh para hacker, dan juga bagaimana pelanggaran keamanan tersebut bisa terjadi.

Pihak CMS sendiri saat ini sedang melakukan penyelidikan dan mengidentifikasi siapa saja pengguna yang terkena dampak dari serangan hacker itu. Mereka berjanji, akan segera memberi tahu pengguna yang terkena dampak, sekaligus menyediakan bantuan berupa perlindungan kredit.

“Bekerja untuk mengidentifikasi pengguna yang berpotensi terkena dampak secepat mungkin, sehingga kami dapat memberi tahu mereka dan menyediakan sumber daya seperti perlindungan kredit,” jelas juru bicara CMS, Jonathan Monroe. (FHP)

6 Kemampuan Titan M untuk Amankan Google Pixel 3

Telset.id, Jakarta – Google Pixel 3 dan Pixel 3 XL diklaim sebagai salah satu smartphone yang mampu melindungi penggunanya dari serangan cyber. Sebab, smartphone ini telah disematkan chip keamanan khusus bernama Titan M.

Titan M sendiri merupakan pembaruan dari modul keamanan di Google Pixel 2 dan Pixel 2 XL.

Saat merilis smartphone tersebut, Google memasukkan modul keamanan khusus untuk melindungi lockscreen dan sistem enkripsi on-disk pada Google Pixel 2.

Dikutip Telset.id dari Thenextweb, Minggu (21/10/2018), Google telah meningkatkan sistem keamanan pada Google Pixel 3 dan Pixel 3 XL dengan memasukkan chip Titan M. Chip ini, memiliki berbagai fitur keamanan baru yang bisa melindungi data pribadi pengguna, sekaligus sistem operasi pada smartphone.

“Dengan Pixel 3, kami meningkatkan investasi dalam keamanan dan menempatkan hardware terbaik ke dalam perangkat, sehingga Anda dapat yakin bahwa keamanan dan privasi Anda terlindungi dengan baik,” kata Google dalam situs resminya.

“Dalam beberapa bulan mendatang, komunitas keamanan akan dapat mengaudit Titan M melalui firmware open source-nya,” tambah raksasa pencarian ini.

Jika dijabarkan, ada enam kemampuan Titan M yang dapat meningkatkan sisi keamanan pada Google Pixel 3 dan Pixel 3 XL. Kemampuan pertama, Titan M mampu melindungi proses boot untuk mencegah hacker memindahkan perangkat ke versi Android yang kurang aman.

Kemudian, Titan M pun mampu membatasi jumlah upaya masuk yang berbahaya dengan mengamankan passcode Google Pixel 3 maupun Pixel 3 XL. Kemampuan selanjutnya, data pada perangkat akan dienkripsi untuk mencegah adanya akses yang tidak sah.

Titan M juga bisa menyimpan password dari transaksi di aplikasi pihak ketiga. Sehingga, proses pembayaran yang dilakukan pengguna menggunakan smartphone akan jauh lebih aman.

Kemampuan kelima, Titan M menggunakan API khusus yang dilindungi, untuk proses seperti pembayaran peer-to-peer (P2P) dan e-voting. Terakhir, Titan M dapat mencegah upgrade firmware, jika tanpa passcode yang sah.

Dengan adanya Titan M, Google tentu mengambil langkah yang jitu untuk mengamankan smartphone andalannya. Raksasa pencarian ini tak hanya mengandalkan sistem pemindai wajah ataupun sidik jari saja, tapi juga sistem keamanan tambahan lainnya untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. (FHP)

Nongol di Geekbench, Penerus Nokia 8 Bukan Smartphone Flagship

Telset.id, Jakarta – Setelah Nokia 8 dan 8 Sirocco, HMD Global kabarnya sedang mengembangkan penerus dari kedua smartphone flagship tersebut, yakni Nokia 8.1. Rumor ini muncul ke permukaan, setelah adanya smartphone flagship baru Nokia yang muncul di situs benchmarking, Geekbench.

Pada situs itu, diperlihatkan sedikit bocoran spesifikasi dari Nokia 8.1. Yang menarik, smartphone ini ternyata mengusung spesifikasi kelas menengah, bukan high-end seperti dua seri sebelumnya.

Bukannya menggunakan prosesor Snapdragon 845, Nokia 8.1 malah ditenagai oleh prosesor octa-core Snapdragon 710. Smartphone ini juga sudah disematkan RAM 4GB, dan berjalan di atas sistem operasi Android 9 Pie.

Sayangnya, tidak ada informasi tambahan lainnya mengenai Nokia 8.1, termasuk besaran memori internal, kapasitas baterai, ukuran dan jenis layar, hingga jadwal peluncurannya. Namun jika sudah muncul di situs Geekbench, biasanya tanggal rilis smartphone ini akan terjadi dalam waktu dekat.

sebelumnya, HMD Global telah merilis Nokia 3.1 Plus pada sebuah acara di India, Kamis (11/10/2018) lalu. Menilik spesifikasi dan harganya, perangkat ini sepertinya ingin menyasar pasar menengah.

Nokia 3.1 Plus mengusung layar berukuran 6 inci dengan resolusi HD+. Smartphone ini ditenagai oleh chipset MediaTek Helio P22, RAM 2GB/3GB, memori internal 16GB/32GB yang didukung slot microSD, serta baterai berkapasitas 3,500 mAh.

Saat diperkenalkan, Nokia 3.1 Plus dengan varian 2GB/16GB dijual sekitar USD 185 atau Rp 2,8 juta, sedangkan 3GB/32GB dijual USD 210 atau Rp 3,1 juta. (FHP)

Marah Besar, Bos Apple Ingin Berita Ini Dihapus

0

Telset.id, Jakarta – CEO Apple, Tim Cook marah kepada Bloomberg. Ia mengatakan bahwa situs berita tersebut harus menarik kembali beritanya yang menyebut server internal Apple telah disusupi chip komputer berbahaya yang disisipkan oleh agen intelijen China.

“Tidak ada satu pun kebenaran dalam cerita mereka tentang Apple. Mereka perlu melakukan hal secara benar. Mereka harus menarik kembali laporan yang dipublikasikan tersebut,” tegas Cook, seperti dikutip Telset.id dari The Verge, Sabtu (20/10/2018).

Permintaan Cook ia ungkapkan dalam sebuah wawancara dengan BuzzFeed News. Tindakannya itu merupakan tindak lanjut penolakan Apple terhadap pemberitaan yang diunggah Bloomberg.

Walaupun demikian, Apple menolak untuk mengungkapkan rencananya mengambil tindakan hukum terhadap Bloomberg. Namun, apapun sikap Apple, Bloomberg tetap bergeming.

Mereka yakin laporan yang terbit pada awal Oktober 2018 itu sahih, apalagi dikumpulkan selama lebih dari setahun. Bloomberg menegaskan kembali bahwa 17 sumber dalam beritanya, mendukung kabar bahwa kasus chip China di server Apple memang benar.

Sebelumnya, Bloomberg melaporkan bahwa unit militer China telah menyusup ke rantai pasokan pembuat perangkat keras komputer, Super Micro Computer untuk menanam chip mata-mata yang dapat digunakan untuk mencuri rahasia perusahaan dan pemerintah Amerika Serikat.

Bloomberg mengatakan dalam laporannya, bahwa sekitar 30 perusahaan dan beberapa instansi pemerintah Amerika Serikat menjadi sasaran chip tersebut. Dampaknya, pemerintah China jadi semakin luas memiliki akses rahasia ke jaringan internal. (SN/FHP)

Aturan Baru, Facebook Larang Konten Clickbait dan Plagiat

0

Telset.id, Jakarta – Setelah memastikan untuk menghilangkan konten berkualitas rendah, dan bersifat  spam di News Feed atau  timeline pengguna, Facebook kini menerapkan aturan baru. Raksasa media sosial ini akan menurunkan  ranking  konten  clickbait, hingga konten yang dinilai plagiat.

Facebook menjamin, dengan perubahan tersebut, pengguna akan melihat timeline mereka jauh lebih relevan dan menarik.

Dilansir Telset.id dari Tech Crunch, Sabtu (20/10/2018), ranking dari tautan yang dibagikan di Facebook dari situs dengan konten plagiat, judul clickbait, atau halaman situs penuh iklan berkualitas rendah, akan diturunkan.

Apabila ranking sebuah postingan di Facebook turun, berarti hanya ada sedikit pengguna yang bisa melihatnya. Facebook juga menegaskan, aturan ini berlaku untuk konten scraping, yang menjadi praktik umum di internet.

Sekadar informasi, konten scraping adalah situs yang mempublikasikan ulang artikel yang dimuat oleh situs lain. Situs ini biasanya tidak mengubah atau hanya mengubah sedikit isi konten dari situs yang diambilnya.

Bagi Facebook, situs semacam itu berkualitas rendah. Sebab, sebagian besar penggunanya tidak suka konten semacam itu muncul di timeline mereka.

“Mulai hari ini, kami merilis sebuah pembaruan. Pengguna jadi melihat lebih sedikit postingan dari situs berkualitas rendah yang umumnya berisi konten salinan,” tegas Facebook.

Aturan baru ini didukung oleh algoritma khusus dari Facebook. Algoritma ini, akan membuat perbandingan isi dengan konten lainnya. (BA/FHP)

Aplikasi Ini Bikin Pengguna jadi Ngerti Android

0

Telset.id, Jakarta – Pengguna smartphone Android One dipastikan akan semakin mengerti cara menggunakan smartphone-nya. Sebab, Google baru saja merilis aplikasi Digital Wellbeing, untuk membantu pengguna memahami dan mengerti smartphone Android One mereka.

Dikutip Telset.id dari phoneArena, Sabtu (20/10/2018), aplikasi Digital Wellbeing akan menampilkan semua jenis statistik, seperti waktu layar menyala, aplikasi mana yang sering digunakan, hingga berapa banyak notifikasi yang didapatkan.

Aplikasi Digital Wellbeing juga memungkinkan pengguna untuk membatasi penggunaan fitur atau aplikasi tertentu di smartphone mereka.

Dengan begitu, pengguna dapat lebih efisien dan maksimal ketika menggunakan smartphone Android One mereka.

Pada awalnya, aplikasi Digital Wellbeing diumumkan sebagai aplikasi eksklusif untuk seri Google Pixel. Namun, Google juga telah berjanji akan menghadirkan aplikasi serupa untuk smartphone berbasis Android One.

Smartphone Android One pertama yang mendukung aplikasi Digital Wellbeing adalah Nokia 7 Plus, yang menjalankan sistem operasi Android 9 Pie. Sehingga kuat dugaan, semua perangkat Android 9 Pie akan mendukung aplikasi Digital Wellbeing.

Tapi, karena Android 9 Pie dan aplikasi Digital Wellbeing pada Nokia 7 Plus masih versi Beta, kemungkinan sejumlah fitur di dalamnya akan berjalan tidak maksimal.

Seperti diketahui, Google telah memberikan update Android 9 Pie Developer Preview dengan kode 3.190 via Over the Air (OTA) untuk pengguna Nokia 7 Plus yang menjadi peserta program Beta. (BA/FHP)

Panasonic Rilis “Kacamata Kuda” untuk Manusia, Buat Apa?

0

Telset.id, Jakarta – Panasonic menghadirkan solusi bagi mereka yang selama ini sulit berkonsentrasi. Panasonic menciptakan sebuah perangkat bernama Wear Space.

Dilansir Telset.id dari Geeky Gadgets, Sabtu (20/10/2018), desain perangkat ini diciptakan oleh studio desain bernama Future Life Factory.

Sekadar informasi, prototype Wear Space pertama kali dipamerkan pada ajang South by Southwest (SXSW) yang digelar pada awal tahun ini di Austin, Texas, Amerika Serikat.

Setelah dipamerkan pada ajang SXSW, Wear Space kemudian diluncurkan secara resmi oleh Panasonic. Yang menarik, Panasonic memperkenalkan perangkat tersebut dengan cara unik, yakni melalui platform penggalangan dana publik di Jepang.

Dalam situs penggalangan dana itu, Wear Space digambarkan oleh Panasonic sebagai kacamata kuda untuk manusia. Namun, Wear Space lebih dari sekadar “kacamata kuda”.

Ide Panasonic di balik perangkat tersebut adalah untuk melindungi sang pemakai dari gangguan. Kacamata itu juga dilengkapi dengan headphone atau alat pendengaran khusus yang didukung fitur noise cancelling untuk membuat penggunanya lebih berkonsentrasi.

Dengan menggunakannya, nantinya pandangan pengguna akan terhalangi sehingga tidak bisa melihat situasi di lingkungan sekitar.

“Jumlah kantor terbuka dan nomad naik. Para pekerja perlu memiliki tempat pribadi agar bisa fokus. The Wear Space pun hadir dengan harga USD 260 atau Rp 4 juta,” kata Panasonic. (BA/FHP)