Apple dkk Dipastikan Aman dari Chip Mata-mata China

Dell diserang hacker

Telset.id, Jakarta – Polemik terkait chip mata-mata China di Amazon dan Apple mulai menemui titik terang. Pemerintah Amerika Serikat (AS) menyatakan, tidak menemukan tanda-tanda persetasan baik di Apple dan Amazon maupun perusahaan AS lainnya.

Menurut Direktur Intelijen Nasional AS, Dan Coast, pihaknya tidak menemukan bukti bahwa ada chip mata-mata yang tersimpan di perangkat milik perusahaan AS.

Dilansir Telset.id dari Ubergizmo, Senin (22/10/2018), Dan Coast dalam acara CyberTalks mengatakan jika laporan Bloomberg telah keliru, karena tuduhan mereka atas chip mata-mata China tidak terbukti sama sekali.

Chip mata-mata China sendiri dikabarkan telah dibuat oleh perusahaan server asal China bernama Super Micro. Mereka memasang pengawasan dalam bentuk micro-chip di bagian pusat data perusahaan Apple, Amazon dan beberapa perusahaan teknologi AS lainnya.

Dilaporkan, chip mata-mata ini telah terpasang di lebih dari 30 perusahaan teknologi, yang membuat pihak AS akhirnya turun tangan. Hasilnya, Negeri Paman Sam itu menyimpulkan bahwa tidak ada chip mata-mata asal China.

Sebelumnya, China dituduh telah menanamkan chip mata-mata ke sejumlah perangkat buatan Apple, Amazon Web Services (AWS), dan beberapa perusahaan teknologi lainnya. Dengan chip itu, pemerintah China diduga memantau aktivitas perusahaan-perusahaan besar AS.

Pemerintah AS sendiri dilaporkan telah menjadikan chip tersebut sebagai fokus penyelidikan utama sejak tahun 2015. Oleh China, chip ini digunakan untuk mengumpulkan kekayaan intelektual dan rahasia dagang perusahaan-perusahaan AS.

Karena laporan tersebut, CEO Apple, Tim Cook pun marah. Ia mengatakan bahwa Bloomberg harus menarik kembali beritanya yang menyebut server internal Apple telah disusupi chip komputer berbahaya yang disisipkan oleh agen intelijen China.

“Tidak ada satu pun kebenaran dalam cerita mereka tentang Apple. Mereka perlu melakukan hal secara benar. Mereka harus menarik kembali laporan yang dipublikasikan tersebut,” tegas Cook.

Laporan Bloomberg sendiri tidak selesai sampai disitu. Dikabarkan, sebuah perusahaan telekomunikasi AS telah disusupi oleh perangkat keras rekayasa yang diduga sebagai chip mata-mata.

Perangkat tersebut ditemukan oleh ahli keamanan, Yossi Appleboum yang ditugaskan untuk memeriksanya. Pada saat pemeriksaan, Appleboum menemukan keganjilan, karena ada perangkat misterius yang dibangun pada konektor Ethernet server Super Micro ketika dilakukan pemeriksaan.

Bloomberg mengklaim, jika ahli keamanan tersebut telah menyediakan dokumen, analisis dan bukti lain yang sengaja tidak dipublikasikan. Keduanya juga sepakat untuk merahasiakan nama perusahaan telekomunikasi yang terkena dampak chip mata-mata. (NM/FHP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here