Review Advan G3: Suka Desain dan Suaranya, Tapi…

Review Advan G3

Telset.id, Jakarta – Advan baru saja merilis smartphone teranyarnya, Advan G3. Smartphone yang mengincar segmen low-end ini mengusung fitur hiburan yang menarik untuk generasi melenial. Untuk lebih jelasnya, silahkan simak review Advan G3 dalam tulisan kali ini.

Jika kita bicara mengenai tren smartphone belakangan ini, yang terlintas di kepala dan memang itulah yang paling kentara, itu pasti tak jauh-jauh dari notch atau poni dan bodi kaca di bagian belakang atau paling tidak yang menyerupai itu.

Ini bisa dilihat dari banyaknya ponsel di luaran yang setidaknya memiliki satu dari dua hal itu. Ya, meskipun ada beberapa yang membawa serta keduanya.

Sebuah laporan dari Counterpoint Research, mengatakan bahwa smartphone dengan lapisan kaca di bagian belakang bahkan akan mencapai 26 persen dari total pengiriman smartphone tahun ini dan kemungkinan 60 persen hingga akhir 2020. Jumlah yang tidak sedikit pastinya.

Dan ini tak hanya diikuti oleh pemain global ataupun kelas atas, mereka yang berada di bawahnya pun mengandopsi hal serupa. Advan, yang tak lain merupakan brand lokal Indonesia, termasuk salah satunya.

Lewat sebuah smartphone bernama Advan G3, Advan tak hanya menjanjikan smartphone terjangkau dengan tampilan premium, tetapi juga mumpuni. Nah, untuk urusan yang satu ini jari kami menunjuk ke arah suara yang dihasilkan, yang tak lain merupakan hasil kerja sama perusahaan dengan ahlinya audiophile, Harman Kardon.

Untuk mengetahui lebih jauh mengenai sejernih apa suara dan tampilannya, berikut hasil ulasan kami dalam Review Advan G3.

Desain

review Advan G3Advan sepertinya tahu betul mengenai betapa pentingnya kesan pertama. Terbukti dari caranya mendandani G3. Tipis, berkilau, kokoh, dan yang paling penting terasa nyaman di genggaman. Oh, ada sedikit kesan tak biasa kala kita menjelajah bagian depan layar ke samping. Ya, lapisan kaca pelindung dibuat Advan tampak menyembul sehingga tampak seperti terpisah dari bodinya. Agak tajam, tapi sepertinya tak cukup berbahaya untuk membuat tangan terluka. Kalaupun ada sedikit perasaan tidak nyaman, itu adalah ketika kami menyelipkannya ke saku depan celana.

Dua buah speaker dengan bentuk memanjang, yang tak lain hasil kolaborasi Advan dan Harman Kardon bertengger di bagian depan. Tepatnya di bagian atas dan bawah layar. Speaker di bagian atas duduk berdampingan dengan kamera depan, sementara yang dibawah tampak akrab dengan logo perusahaan.

Ya, alih-alih menempatkan tulisan ‘Advan’ di bagian belakang ponsel, yang adalah umum di kerajaan smartphone, merek dalam negeri ini lebih suka meletakkannya di depan. Mungkin agar semua orang tahu, dari mana suara jernih itu berasal.

review Advan G3

Tombol volume rocker dan power ada di sisi kanan dan saling berdekatan, sementara di sisi kiri ada slot kartu yang terdiri dari tiga ruangan – untuk microSD, nano SIM 1 dan nano SIM 2.

Di bagian belakangnya yang berkilau, kita akan menemukan kamera dan sensor sidik jari, dengan tak jauh di bawahnya, sebuah pemberitahuan bagi yang belum sadar, sound by Harman/Kardon.

Kaca di bagian belakang? No..no..no.., ini hanya menyerupai, katakana saja sejenis material plastik yang dilapisi bahan khusus serupa kaca. Sekali lagi, tampak berkilau, sampai jejak jari mulai memenuhinya. Siap-siap gunakan jelly case.

Layar

review Advan G3

Sama seperti ponsel kebanyakan, utamanya yang berada di kelas menengah, Advan G3 masih mengandalkan IPS LCD. Besaran yang dibawanya kali ini adalah 5,9 inci atau lebih besar sedikit dibanding pendahulunya, Advan G2 Plus. Layar ini mengusung aspek rasio 18:9, layaknya ponsel masa kini. Resolusi yang dibawa pun masih sebatas HD+ (720×1440 piksel).

Kami membawanya bepergian dan tanpa sengaja harus membuatnya terpapar sinar matahari. Beruntung, layar Advan G3 tak mengharuskan kami berjuang untuk sekedar melihat gambar ataupun membaca tulisan. Semua lumayan terlihat, meski tingkat kecerahan tidak diatur ke posisi maksimal.

Sayang, Advan tidak melapisi G3 dengan teknologi kaca anti gores seperti Corning Gorilla Glass atau sejenisnya. Mau tak mau, kita harus berhati-hati dengan benda tajam, apalagi yang berpotensi melukai layar. Sebagai penebus dosa, Advan menyediakan screen protector dalam paket penjualan. Plus Jelly case buat mereka yang tak suka meninggalkan jejak jari di bodinya yang mulus.

Masih untuk perlindungan, fitur pelindung mata (Eye care) dari efek cahaya biru berlebih yang disebut BluLight Defender juga bisa ditemukan di pengaturan MiraVision. Jika mengacu pada defenisi yang bisa kita temukan saat membuka fitur ini, MiraVision adalah sebuah teknologi untuk menyempurnakan kualitas gambar. Teknologi ini memberikan hasil real-time dan memudahkan pengguna dalam melakukan pengaturan.

Multimedia

Salah satu fitur yang membuat Advan G3 menonjol dibanding rekan sekelasnya sudah pasti sisi audio. Dan itu tak lain berkat adanya dukungan Harman Kardon. Secara kualitas pengalaman audio yang ditawarkan memang lebih baik ketimbang kebanyakan mid-ranger lainnya. Kami khususnya suka saat menggunakan ini untuk menonton video konser. Rasanya seperti berada di TKP. Apalagi saat volume berada di posisi tertinggi. Huuu…. Yeeee…. Horee…

Dua speaker yang disediakan Advan di atas dan bawah layar bekerja tak ada habisnya. Kencang dan jernih.

Advan mengawinkan kualitas audio ini dengan pemutar musik yang juga menyertakan efek audio berupa pengaturan equalizer. Normal, classic, rock, dance, semua ada. Selain itu ada juga Enhanced Surround untuk menambah kualitas audio. Ada beberapa ambience yang bisa dipilih, dari small room, medium room, large room, hingga plate. Termasuk pengaturan  bass boost dan surround sound.

Tapi tentu saja, suara bagus harus didukung oleh earphone yang bagus juga. Disini, Advan tak segan menyertakan satu dari milik JBL dalam paket penjualan. Boleh lah, namun kami berharap in-line remote bisa beberapa centimeter lebih ke bawah. Pasalnya ini terasa begitu dekat dengan earbud. Tapi ya lumayan daripada ngga ada. Suara yang dihasilkan terasa halus di telinga. Suka…suka…

Kamera

Tak seperti rekan seperjuangannya yang lain, Advan tak ikut-ikutan membekali G3 dengan kamera ganda. Satu kamera utama dengan resolusi 16MP dan kamera selfie dengan resolusi 8MP dianggap cukup bagi mereka. Apalagi ini disokong pula dengan software khusus berteknologi AI (Artificial Intelligence). Berkat ini, Smart photo di Advan G3 dapat mendeteksi dan mengatur scene foto sesuai target. Ada setidaknya 12 scene foto yang bisa dipilih.

Bicara kualitas, secara garis besar foto yang dihasilkan cukup baik, di dalam maupun luar ruangan. Kami hanya sedikit dibuat gemas dengan shutter-nya yang terbilang agak lambat. Beberapa kali kami harus rela kehilangan momen karena ini. Beneran, gemas.

Tapi Advan mencoba meminta maaf dengan menghadirkan beragam stiker unik, yang bisa digunakan untuk berkreasi. Jangan lupakan juga ketersediaan filter serta beberapa mode umum seperti Slo-Mo, Panorama, Time-lapse, Audio Image dan lainnya.

Mengenai kamera depannya, tak banyak yang bisa kami ceritakan. Lumayan lah. Kebetulan kami bukan tipe orang yang terlalu mengagumi diri sendiri.

Spesifikasi

Ngomong-ngomong soal kinerja, RAM 4GB dan ROM 64GB jelas menjadi daya tarik lainnya bagi Advan G3. Di atas kertas, membuat hati ini terasa tenang. Namun tentu saja melihat dengan siapa itu dikombinasikan juga menjadi penting. Disini, yang terpilih kebetulan prosesor Mediatek 6750 1,5 Ghz.

Secara garis besar, cukup untuk mengerjakan beberapa tugas sekaligus. Ya streaming musik, browsing internet, nonton YouTube, main game, nonton film, dan sebagainya. Kami menghabiskan waktu dua hari bersamanya. Dan sementara dibuat terpukau oleh audio yang dihasilkan, berurusan dengan lag sepertinya tak terhindarkan. Advan G3 adakalanya sangat menggemaskan (in a bad way). Beruntung, baterai 3.500 mAh yang dibawanya tak mengharuskan kami melulu bawa charger kemana-mana. Ia mampu bertahan dengan baik.

Berdasarkan pengujian kami, untuk sebuah hari yang super sibuk Advan G3 bisa bertahan sekitar 7,5 jam tanpa henti. Kami membiarkannya memutar lagu seharian. Tentu saja karena tak ingin menyia-nyiakan bakatnya di bidang itu. Kalau mengacu pada pengujian PC Mark, harusnya bisa sampai 8 jam lebih sedikit.

Kesimpulan

Kita tidak selamanya bisa mendapatkan apa yang kita mau. Bicara soal smartphone juga demikian. Apalagi jika uang yang kita investasikan tak sebanyak harapan yang kita tanam.

Bagi mereka yang mencari teman untuk menikmati hiburan tanpa henti, khususnya yang mengandalkan suara seperti mendengarkan lagu, menonton film atau sebagainya, Advan G3 jelas memegang predikat value for money.

Namun bagi mereka yang menginginkan teman untuk bekerja keras mungkin harus berpikir dua kali. Kinerjanya tak sehebat tampilannya. Nah, itu tadi kesimpulan dari hasil review Advan G3 yang tim Telset lakukan. [IF/HBS]

Simak video terbaru:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here