telset

Review Samsung Galaxy Z Fold3: Canggih dan Kaya Fitur

Telset.id – Samsung boleh dibilang jadi salah satu merek smartphone yang paling berani kalau untuk urusan inovasi. Meninggalkan layar melengkung yang sudah jadi identitasnya sejak lama, Samsung beralih untuk menggarap layar lipat. Nah, berikut adalah review lengkap dari smartphone lipat terbaru dari Samsung, Galaxy Z Fold3.

Samsung belajar banyak hal dari dua seri ponsel lipat mereka, Galaxy Fold dan Samsung Galaxy Z Fold2. Perusahaan asal Korea Selatan ini belajar tentang estetika desain, daya tahan, serta fitur untuk menunjang produktivitas. Tentu banyak yang diharapkan dari ponsel seharga di atas Rp 20 juta kan?

Samsung Galaxy Z Fold3 hadir dengan desain yang lebih baik dari sebelumnya. HP Samsung terbaru ini juga punya daya tahan yang jauh lebih mantap, berkali-kali lipat lebih bagus daripada seri terdahulu.

Baca juga: 10 HP Lipat Terbaru dengan Teknologi Layar Canggih dan Futuristik 2021

Smartphone ini juga mengusung fitur produktivitas yang tergolong maksimal. Tak heran, Samsung “mengorbankan” seri Galaxy Note untuk memberikan ruang bagi ponsel lipat terbarunya.

Nah, untuk mengetahui lebih lanjut tentang smartphone lipat canggih dari Samsung ini, berikut review lengkap Samsung Galaxy Z Fold3. Jadi, simak terus ya!

Desain

Review Samsung Galaxy Z Fold3

Review Galaxy Z Fold 3 kita mulai dari desainnya. Samsung sukses memberikan upgrade desain pada Galaxy Z Fold3, dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Untuk pertama kalinya, perusahaan asal Korea Selatan itu membawa teknologi kamera selfie di bawah layar yang memberikan pengalaman visual maksimal ketika pengguna menggunakan layar utama.

Layar fleksibel berjenis Foldable Dynamic AMOLED 2X berukuran 7,6 inci milik Galaxy Z Fold3 tampil dengan bezel super tipis dan tanpa lubang kamera. Samsung Galaxy Z Fold3 jadi ponsel lipat pertama di dunia dengan teknologi kamera di bawah layar, sekaligus jadi HP Samsung yang pertama dengan teknologi canggih tersebut.

Tentu saja, butuh pengembangan dan waktu yang panjang untuk menghadirkan inovasi ini. Berbeda dibandingkan menaruh kamera pada lubang atau poni, teknologi kamera di bawah layar memiliki tantangan terbesar dalam segi pencahayaan agar kamera tetap dapat berfungsi secara maksimal.

Kehadirannya pun berhasil memupus kekurangan pada Galaxy Z Fold2, yakni lubang kamera dengan posisi super nanggung dan malah bikin pengalaman visual sedikit berkurang.

Baca juga: Rusak, Segini Biaya Perbaikan Layar Samsung Galaxy Z Fold3 dan Flip3

Review Samsung Galaxy Z Fold3

Beralih ke bagian luar, Samsung Galazy Z Fold3 masih mengusung desain yang kurang lebih sama dengan seri sebelumnya. Layarnya dilengkapi dengan lubang kamera mini di tengah atas, tapi dikelilingi bezel yang lebih tipis.

Teknologi layarnya pun lebih baik berkat penggunaan panel Dynamic AMOLED 2X dengan dukungan refresh rate 120Hz. Oiya, layar bagian dalam Galaxy Z Fold3 juga sudah mendukung refresh rate yang sama lho.

Build Quality Terbaik

Review Galaxy Z Fold3

Secara kasat mata, desain Samsung Galaxy Z Fold3 memang sedikit tak ada beda dengan model terdahulu. Tapi kalau kalau membahas lebih lanjut, banyak sekali peningkatan yang diberikan Samsung pada HP terbaru ini.

Saat review Samsung Galaxy Z Fold3, kami pada awalnya ragu untuk menjadikan smartphone ini sebagai daily driver. Kami khawatir layar dalamnya baret-baret, takut engselnya rusak, waswas kalau layar luarnya tergores, dan kekhawatiran lainnya yang menghampiri kami ketika menerima smartphone ini di meja redaksi.

“Ah kalau ada kenapa-kenapa, berarti kualitasnya jelek”, pikir kami menguatkan hati untuk menjadikannya sebagai ponsel sehari-hari. Tapi terbukti, selama kurang lebih dua minggu pemakaian, kekhawatiran kami tersebut tak ada yang kejadian.

Baca Juga: Samsung Galaxy Z Fold3 dan Z Flip3 Debut, Mulai Pre Order di Indonesia

Ketika melihat lebih dalam, ternyata memang build quality dari HP flagship mahal ini memang telah ditingkatkan ke level tertinggi. Layar misalnya, yang jadi komponen terdepan yang paling sering berinteraksi dengan pengguna.

Baik layar utama yang bisa dilipat dan juga layar sekunder di bagian luar, sudah dilapisi dengan Gorilla Glass Victus. Lapisan ini jauh lebih kuat daripada Gorilla Glass 6, dan mampu secara efektif melindungi layar plastik nan ringkih di bagian dalam Galaxy Z Fold3.

Review Samsung Z Fold3

Wait, plastik? Ya, Gorilla Glass Victus tak jadi satu-satunya lapisan pelindung dari layar utama Galaxy Z Fold3 yang fleksibel dan super tipis. Samsung juga menyertakan film pelindung berbahan PET yang sangat tipis.

Lebih aman, ya. Tapi feel-nya di dunia nyata tak begitu “nyaman”. Subjektif kami, layar smartphone ini memang nyaman dioperasikan tapi sangat kurang dibandingkan layar di bagian luar yang benar-benar terbuat dari kaca.

Baca juga: Baca Juga: Dirilis Resmi, Ini Spesifikasi Lengkap Samsung Galaxy Z Flip3

Apalagi, ketika ponsel dibentangkan, terdapat sedikit lekukan atau bekas lipatan di bagian tengahnya. Lekukan ini masih bisa dirasakan dengan jari, walau mudah saja untuk kami abaikan.

Memang untuk layar, masih belum sempurna. Tapi kami percaya Samsung akan meningkatkannya kembali pada generasi selanjutnya.

Tak Tahan Debu, jadi Perhatian Utama

Review Z Fold3

Bukan cuma layar, smartphone ini juga punya bodi tangguh dan anti air dengan rating IPX8. IPX8 berarti tahan air, namun belum terbukti tahan debu. Inilah yang jadi perhatian kami, apalagi lipatan Galaxy Z Fold3 tidak rapat seperti kompetitornya dari China, Huawei Mate X2.

Bagaimanapun, Huawei Mate X2 memiliki desain yang agak nyeleneh dengan bodi yang miring untuk meminimalisir celah antara lipatan. Berbeda dengan Galaxy Z Fold3, yang mempunyai celah lumayan besar.

Baca juga: Baca Juga: Harga Samsung Galaxy Z Flip3 di Indonesia, Mulai Rp 14 Jutaan

Celah ini tentu menjadi magnet bagi debu, pasir, atau partikel kecil lainnya yang kemungkinan bisa menggores layar atau merusak mekanisme engsel di bagian dalamnya.

Selama kami review Samsung Galaxy Z Fold3, memang cukup sering debu-debu menempel di celah antara layar ini. Apalagi, kami sering mengantonginya di celana dan menyimpannya di dalam tas.

Tapi selama dua minggu pemakaian, tidak ada kejadian layar tergurat ataupun partikel yang cukup tajam menggores bodi dari smartphone ini. Ya, smartphone ini ternyata tangguh di luar dugaan.

Pengalaman Menggunakan Galaxy Z Fold3

Review Samsung Galaxy Z Fold3

Kami sudah membahas sektor layar yang mendapatkan nilai positif, walau ada sedikit kekurangan minor. Giliran engsel yang jadi komponen utama dari sebuah smartphone lipat.

Membahas tentang engselnya, komponen ini menjadi hal terpenting dari smartphone lipat. Mekanisme engsel dari Samsung Galaxy Z Fold3 masih membawa “masalah turunan” dari Fold generasi pertama. Ya, mekanisme ini tak memungkinkan layar fleksibel terlipat secara sempurna.

Dalam artian, ketika smartphone ini ditutup, masih ada celah cukup lega yang menjadi jalan masuk debu atau partikel tajam yang bisa saja merusak layar ataupun komponen di bagian dalam.

Memang, seperti yang sudah kami sebutkan sebelumnya, build quality yang kuat pada layar serta bodi smartphone mencegah hal-hal yang tak diinginkan terjadi.

Baca juga: Pre Order Dibuka, Segini Harga Samsung Galaxy Z Fold3 di Indonesia

Berdasarkan pengalaman kami saat melakukan review Samsung Galaxy Z Fold3, melipat atau membuka ponsel pintar ini sangatlah mulus. Selama memakainya sehari-hari, intensitas buka tutup ponsel cukup sering, terutama saat kami menonton film, bermain game, sampai bekerja.

Khusus untuk bekerja, ada mode baru yang kami manfaatkan hampir setiap hari, yaitu Flex Mode. Samsung Z Fold3 bisa berubah bak ponsel komunikator canggih yang bisa mendukung kami bekerja secara mobile di manapun dan kapanpun.

Review Samsung Galaxy Z Fold3

Dengan Flex Mode, layar bagian bawah menjadi area keyboard sementara layar bagian atasnya menjadi area bekerja. Sejauh ini, kami cukup nyaman mengetik di Samsung Galaxy Z Fold3, walau memang layarnya tak seluas tablet.

Berbicara tentang ketersediaan port dan tombol-tombol. Samsung Galaxy Z Fold3 tak memiliki jack audio 3,5mm. Di bagian bawahnya, terdapat port USB-C, mikrofon dan juga speaker. Di atas, ada mikrofon juga dan speaker sekunder.

Sementara di bagian kiri, ada tombol power yang bertugas sebagai sensor sidik jari serta tombol volume. Sementara di bagian kanan (saat ponsel dibentangkan), terdapat slot SIM tanpa dukungan microSD.

Layar dan Audio

layar dan audio Samsung Galaxy Z Fold3

Samsung Galaxy Z Fold3 mengusung dua panel layar. Display utamanya berukuran 7,6 inci dengan jenis Foldable Dynamic AMOLED 2X dengan resolusi 1.768 x 2.208 piksel. Layar ini sudah mendukung refresh rate 120Hz.

Peningkatan terbesar dan tercanggih yang diberikan Samsung pada layar fleksibel ini adalah adanya kamera di bawah layar atau kerennya disebut “under display camera”. Inovasi ini dikembangkan sejak lama oleh Samsung agar tak cuma sekadar gimmick saja.

Baca juga: Spesifikasi Lengkap Samsung Galaxy Z Fold3 5G yang Baru Diluncurkan

Butuh pengembangan dan waktu yang panjang untuk menghadirkan inovasi ini. Berbeda dibandingkan menaruh kamera pada lubang atau poni, kami berpendapat, ada dua poin penting yang harus diperhatikan dalam merancang teknologi canggih ini.

Pertama, intensitas cahaya latar jangan sampai mengganggu pencitraan gambar ketika kamera selfie berfungsi. Poin kedua, layar harus tetap menampilkan konten dengan kualitas dan resolusi terbaik.

Review Samsung Galaxy Z Fold3

Samsung pun berhasil mengatasi kedua poin tersebut. Layar utama Samsung Galaxy Z Fold3 dapat menyeimbangkan kualitas visual serta kualitas foto yang ditangkap oleh kamera di bawah layar.

Sekilas, seolah tak ada yang aneh dari layar smartphone ini. Tapi kalau dilihat secara saksama, area kamera mempunyai kerapatan piksel dan resolusi yang lebih sedikit daripada area lainnya. Zona ini tampak dengan jelas apabila kami memasang wallpaper atau mengakses konten dengan warna yang cerah.

Review Samsung Galaxy Z Fold3

Secara pengalaman, kami sangat puas dengan layar utama Samsung Galaxy Z Fold3. Kerja asyik dengan Flex Mode, nonton film juga mantap berkat layar Dynamic AMOLED 2X beresolusi tinggi, main game pun menyenangkan dan puas karena layarnya yang luas.

Hanya saja, ada beberapa kekurangan yang kami rasakan selama review Samsung Galaxy Z Fold3. Ada lipatan yang terlihat di tengah yang bikin pengalaman visual sedikit terganggu dan juga layarnya yang mudah sekali kotor gegara jejak sidik jari.

Review Samsung Galaxy Z Fold3

Baca juga: Mewahnya Desain Samsung Galaxy Z Fold3 dan Galaxy Z Flip3

Samsung Galaxy Z Fold3 memiliki speaker stereo yang didukung dengan software racikan Dolby Atmos. Speaker ini memiliki tipikal tablet stereo Samsung yang menyuguhkan kualitas audio terbaik, kencang, dan cukup empuk, walau level volume sudah dimaksimalkan.

Kami suka nonton film aksi di platform streaming film, bermain game FPS terbaik yang memberikan efek audio menegangkan, sampai mendengarkan musik di kala senggang. Speaker stereo dari smartphone ini mampu menjalankan tugasnya dengan baik, karena bisa menyuguhkan audio berkualitas tinggi, detil, dan tidak pecah sama sekali. Keren!

Sistem Operasi dan Fitur

Review Samsung Galaxy Z Fold3

Samsung Galaxy Z Fold3 yang kami review telah berjalan di sistem operasi One UI 3.1.1 berbasis Android 11. Sistem operasi menyimpan beberapa fitur yang dapat menunjang produktivitas para pengguna, apalagi smartphone lipat ini juga telah mendukung S Pen.

Salah satu fitur yang sering kami gunakan selama review Samsung Galaxy Z Fold3 adalah multi-tasking. Fitur ini memungkinkan kami untuk membuka dua aplikasi secara bersamaan secara split-screen dalam mode horizontal atau vertikal.

Tips saja buat Anda pengguna Samsung Galaxy Z Fold3, fitur multi-tasking ini bakal sangat maksimal kalau Anda mengaktifkan fitur Edge Panels. Fitur ini bisa ditemui pada bagian Display, tepatnya di bawah Easy Mode.

Baca juga: Review Samsung Galaxy Note20 Ultra: Nyaris Tanpa Cela

Ditambah dengan fitur Labs, maka semua aplikasi bisa dijalankan dalam mode multi-tasking. Mulai dari Google Docs, Google Chrome, Samsung Notes, galeri, YouTube, bahkan sampai Instagram sekalipun.

Dengan klik tombol di bagian tengah, kami juga bisa mengubah orientasi tampilan split screen, menukar posisi aplikasi, sampai menyimpan konfigurasi aplikasi yang dibuka dalam mode multi-tasking.

Di tiap aplikasi yang ditampilkan pada mode ini, terdapat pengaturan untuk mengubah tampilannya menjadi mode floating atau pop-up, fullscreen, hingga menutup aplikasi tersebut.

Hebatnya, tak cuma dua aplikasi yang bisa dibuka secara bersamaan, tapi tiga aplikasi! Cukup buka Edge Panels, tiga aplikasi tersebut akan berjalan secara simultan. Walau demikian, sejauh ini kami seringnya sih pakai split-screen karena konten yang ditampilkan jauh lebih luas.

Review Samsung Galaxy Z Fold3

Samsung Galaxy Z Fold3 juga disematkan fitur Samsung DeX. Tapi, berbeda modenya dengan tablet premium Samsung yang dapat menjalankan fitur tersebut secara langsung.

Samsung DeX di sini bisa diaktifkan jika smartphone dihubungkan ke monitor, TV, maupun PC/laptop dengan menggunakan kabel atau secara wireless. Fungsinya pun sama seperti Samsung DeX pada smartphone Samsung seri flagship lainnya, yakni menyuguhkan pengalaman PC-like dan menunjang produktivitas kami sehari-harinya.

Baca juga: Samsung DeX di Galaxy Note20 Makin Keren, Lebih Multitasking

Review Samsung Galaxy Z Fold3

Di awal, kami berbicara tentang Flex Mode. Fitur ini membuat Samsung Galaxy Z Fold3 memiliki rasa seperti Nokia Communicator, dengan keyboard virtual yang cukup enak untuk dipakai kerja mobile.

Tak hanya berfungsi maksimal untuk mengetik dokumen saja, Flex Mode pun bisa digunakan untuk berbagai hal, seperti memotret, melihat video, sampai menonton film.

Review Samsung Galaxy Z Fold3

Untuk kamera, Flex Mode otomatis mengubah area di bagian bawah sebagai panel untuk mengambil dan melihat hasil gambar. Di bagian galeri untuk menonton video, Flex Mode menjadikan area bagian bawah semacam trackpad yang sama halnya ketika kami menonton film di aplikasi Video Player.

Fitur lainnya yang menarik adalah Continuous Apps antara layar sekunder dengan layar utama. Hampir semua aplikasi yang di-install di Samsung galaxy Z Fold3 yang kami review, bisa dibuka secara berkelanjutan antara layar di luar dan layar utama, seperti Gmail, Google Docs, Instagram, Spotify, dan hingga pengaturan. Sayang, fitur ini didukung oleh game yang kami mainkan.

Spesifikasi

Review Samsung Galaxy Z Fold3

Spesifikasi Samsung Z Fold 3 yang kami review telah ditenagai oleh prosesor top-tier Snapdragon 888. Tak seperti Galaxy S Series yang beredar di Indonesia, tak ada versi prosesor Exynos yang biasanya “lebih pelan”.

Prosesor ini menawarkan clock-speed maksimal hingga 2,84 GHz. Dipadukan juga dengan kartu grafis Adreno 660, RAM 12 GB, dan memori penyimpanan sebesar 256 GB berjenis UFS 3.1.

Ada fitur tersembunyi di HP terbaru Samsung ini yang bertugas untuk memaksimalkan kinerja mesinnya. Fitur tersebut bernama Enhanced Processing yang dapat ditemui pada pengaturan baterai.

Berdasarkan informasi yang kami himpun dari internet, fitur ini dapat memaksimalkan kinerja Snapdragon 888 ke level tertinggi. Tapi imbasnya, battery life Samsung Galaxy Z Fold 3 akan lebih boros dan suhu ponsel pun akan meninggi tak seperti biasanya.

Namun menurut pengujian kami, sebaiknya jangan mengaktifkan fitur ini. Secara pengalaman dan uji benchmark, tanpa atau dengan Enhanced Processing performanya tak beda jauh.

AnTuTu Benchmark

Tanpa Enhanced Processing, smartphone ini mendapatkan skor 694 ribuan poin. Sementara dengan fitur tersebut, skornya hanya naik hingga 706 ribuan poin saja.

Skor ini memang sangatlah tinggi, wajar karena prosesornya saja sudah kelas wahid. Tapi kalau dibandingkan dengan smartphone dengan prosesor yang sama seperti Asus ROG Phone 5, kami heran mengapa skornya terpaut begitu jauh?

Baca Juga: Uniknya Tampilan Smartphone Layar Gulung Buatan Samsung

Dalam review Asus ROG Phone 5 yang pernah kami lakukan, skor ponsel gaming itu mencapai 812 ribuan poin. Padahal, smartphone tersebut menggunakan chipset dengan konfigurasi CPU yang sama dengan Galaxy Z Fold3.

Dugaan kami, hal tersebut disebabkan oleh sistem pendingin yang kurang maksimal menjaga performa tetap stabil dan mencegah peningkatan suhu yang signifikan.

Selama kami memakai smartphone ini, Samsung Galaxy Z Fold3 gampang banget panas dan kurang nyaman dipakai. Menjalankan skenario penggunaan, seperti membuka Zoom, menonton video, bermain game, sampai menjadikan ponsel sebagai hotspot WiFi, membuat bodi HP lipat terbaru ini tak nyaman digenggam.

PCMark

Di kondisi real-life, Samsung Galaxy Z Fold3 sangat enak untuk dipakai bekerja dan multi-tasking. Tapi bagaimana kalau diuji menggunakan aplikasi PCMark yang menyimulasikan penggunaan sehari-hari?

Dari review yang kami coba, Samsung Galaxy Z Fold3 meraih skor 12 ribuan poin. Benar saja dugaan kami, kinerja yang disuguhkan smartphone ini tak mencapai clock-speed tertinggi di 2,84 GHz.

PCMark Samsung Galaxy Z Fold3
PCMark Samsung Galaxy Z Fold3

Dari model simulasi yang dites, Snapdragon 888 pada Samsung Galaxy Z Fold3 hanya “main aman” di clock-speed terendahnya 1,8 GHz ke bawah.

3DMark

Snapdragon 888 mempunyai kartu grafis Adreno 660 dengan kinerja maksimal. Dari pengujian memakai 3DMark pun terbukti kalau GPU tersebut menyuguhkan hasil yang maksimal.

Kami mengujinya menggunakan metode Wild Life dan Wild Life Stress Test. Di tes Wild Life, smartphone ini meraih skor 5.541 poin dengan rata-rata frame rate 33,20 FPS.

Terjadi peningkatan suhu selama pengujian walau hanya 1° C saja. Untuk pencapaian FPS tertinggi, HP terbaru Samsung ini mampu mencapai 42 FPS.

Beralih ke Wild Life Stress test, skor tertinggi yang dicapainya adalah 4.595 poin. Dari grafik yang ditampilkan performa Adreno 660 cenderung naik turun selama pengujian, wajar jika 3DMark menuliskan stabilitas 75,1% saja. Suhu selama pengetesan meningkat 3° C dengan pencapaian frame rate tertinggi 41 FPS.

Gaming

Review Samsung Galaxy Z Fold3

Gara-gara Samsung Galaxy Z Fold3 yang kami review, kami jadi ketagihan main game di perangkat dengan bentangan layar lebih luas. Puas banget main game di layar 7 inci, apalagi sudah mendukung refresh rate 120Hz.

Apalagi, model bermain saat memainkan PUBG Mobile atau COD Mobile adalah tiga jari yang memang bakal lebih asyik kalau diaplikasikan di tablet atau layar luas seperti Galaxy Z Fold3.

Lebih mantapnya lagi, baik COD Mobile ataupun PUBG Mobile bisa dimainkan di frame rate 60 FPS stabil dengan grafis tertinggi alias “rata kanan”.

Baca juga: Adu Kencang Performa Poco X3 GT vs Realme GT Master Edition

Game Marvel Future Revolution pun terasa enteng jika dimainkan di Samsung Galaxy Z Fold3. Grafis mentok di pengaturan tertinggi, dan stabil di 60 FPS.

Makin asyiknya, ada fitur Game Plugins yang memuat ragam fitur untuk memaksimalkan fitur gaming. Seperti Perf Z yang dapat menampilkan informasi FPS, beban CPU dan GPU, sampai temperatur ponsel.

Kemudian ada Priority Mode untuk memfokuskan kinerja ponsel pada game yang sedang dimainkan. Game Booster Plus yang memudahkan kami untuk mengatur performa smartphone sesuai kehendak, dan lain sebagainya.

Untuk lebih lengkapnya, Anda bisa baca artikel Samsung Galaxy Z Fold 3 Gaming Review.

Baterai

Review Z Fold3 berikutnya dari baterai. Samsung Galaxy Z Fold3 ditopang oleh baterai yang menurut kami cukup kecil kapasitasnya, hanya 4.400 mAh saja. Smartphone sebesar ini, hanya memiliki daya bak ponsel kelas menengah yang beredar di luar sana.

Alhasil, daya tahannya pun cukup dikorbankan. Berdasarkan tes yang kami lakukan dengan aplikasi PCMark Battery Life, smartphone ini hanya bertahan 7 jam 36 menit dengan baterai tersisa 18%.

PCMark Battery Life Samsung Galaxy Z Fold3
PCMark Battery Life Samsung Galaxy Z Fold3

Sementara dari pengujian kami dengan memutar video YouTube di kualitas tertinggi sampai baterainya 0% alias benar-benar habis, Galaxy Z Fold3 hanya bisa bertahan selama 7 jam 47 menit saja.

Lalu, bagaimana dengan kecepatan ngecas ponsel ini? Sekadar informasi agar tidak kaget, dalam paket pembelian hanya tersedia kabel USB-C to USB-C saja. Tidak ada adaptor charger di sini, hiks.

Samsung Z Fold3 mendukung fast charging 25W, masih sama dengan generasi sebelumnya. Dilengkapi pula dengan wireless charging 11W dan reverse wireless charging 4,5W.

Dari pengujian kami menggunakan adaptor charger 25W asli Samsung, Galaxy Z Fold3 bisa terisi penuh dari 1% dalam waktu 1 jam 24 menit. Cukup cepat, namun belum yang paling kencang.

Baterai Samsung Galaxy Z Fold3 sendiri dibagi menjadi dua unit. Satu baterai berkapasitas 2.280 mAh dan lainnya sebesar 2.120 mAh.

Kamera

Review Samsung Galaxy Z Fold3

Review Samsung Galaxy Z Fold3 beralih ke bagian kamera. Smartphone ini telah dilengkapi dengan spesifikasi kamera yang bagus. Ada tiga kamera belakang, satu kamera di luar, dan satu kamera di layar dalam.

Di kamera belakang, terdiri dari kamera utama 12MP dengan sensor Sony IMX555 yang didukung OIS, kamera telephoto 12MP dengan OIS yang mampu mengambil gambar 2x optical zoom, serta kamera ultrawide 12MP juga.

Untuk kamera depan, di bagian cover depan terdapat kamera 10MP dengan sensor Sony IMX374. Sedangkan kamera di bawah layar dalam beresolusi 4MP saja.

Kamera utama 12MP dari Galaxy Z Fold3 menghasilkan bidikan gambar yang bagus, tipikal flagship Samsung banget. Kamera ini didukung dengan fitur Auto HDR dan AI Scene Detection yang bisa menyesuaikan pengaturan foto tergantung skenario foto yang diambil.

Warnanya vivid, detailnya jelas, dynamic range-nya juga luas. Ketika kami mencoba mengambil gambar di kondisi menantang seperti memotret langit dengan cahaya matahari yang terik, birunya langit dan putihnya awan masih bisa ditangkap dengan baik. Warnanya pun tak over, meski memang HDR-nya terlihat kuat sekali.

Baca juga: 8 Fitur Canggih di Kamera Huawei P50 Series, Gahar!

Kamera ultrawide 12MP dari smartphone ini juga menghasilkan gambar yang bagus. Kami memang telah lama menyukai karakteristik kamera ultra lebar dari jajaran smartphone flagship Samsung.

Sama halnya dengan kamera utama, warnanya cakep, detailnya ajib, dan dynamic range-nya pun luas. Kami mengetes dengan memotret langit di siang hari, biru langit tetap dapat dengan sempurna. Keren!

Review Samsung Galaxy Z Fold3

Kamera telephoto 12MP Galaxy Z Fold3 pula punya kualitas yang harus diapresiasi. Keunggulannya lagi-lagi terdapat pada sisi warna yang konsisten, terang, dan tidak berlebihan. Walau gambar sudah diperbesar dua kali, detailnya juga tetap dapat dinikmati dengan baik.

Samsung Galaxy Z Fold3 punya dua kamera selfie, tapi kami bisa mengambil swafoto dalam tiga mode. Lho kok bisa?

Kami bisa ber-selfie dengan kamera depan 10MP, kamera di bagian dalam 4MP, dan kamera belakang yang punya kualitas lebih baik. Caranya, dengan membuka aplikasi kamera di layar cover dan mengaktifkan mode Rear Cam Selfie.

Tapi sejujurnya, kami kurang suka dengan mode ini. Ada dua alasan kuat mengapa kami mengatakan hal tersebut.

Pertama, sulit untuk selfie dengan memegang Samsung Galaxy Z Fold3 dalam mode terbuka. Kedua, foto selfie dengan kamera 10MP saja sudah lebih dari cukup karena hasilkan kualitas yang sangat baik.

Meski demikian, kami rasa mode Rear Cam Selfie sangat cocok bagi Anda yang ingin swafoto dengan banyak orang. Apalagi dengan latar pegunungan atau pemandangan yang indah nan luas.

Berbicara soal kualitas foto selfienya, kamera 10MP di bagian luar memberikan foto dengan kualitas yang jempolan. Kami mengagumi kualitas foto yang diambil oleh kamera smartphone ini.

Detail wajah dapat dengan baik, warnanya juga natural, dan selfie di kondisi over brightness atau melawan sinar matahari tak lagi jadi masalah. Kekurangannya hanya satu, tak ada autofokus. Sangat disayangkan memang.

Kamera selfie 4MP di bagian dalam layar menjadi salah satu hal paling menarik dari Samsung Galaxy Z Fold3 selama kami melakukan review. Ini menjadi ponsel lipat pertama di dunia dan smartphone Samsung pertama yang mengaplikasikan teknologi tersebut.

Walau jadi yang pertama, tapi belum tentu jadi yang terbaik. Samsung masih perlu meningkatkan kualitas kamera di bawah layarnya. Cukup bagus, tapi tak terlalu berkualitas.

Review Samsung Galaxy Z Fold3

Hasil kameranya standar saja, cenderung pas-pasan. Detailnya parah, warnanya juga cenderung pucat, tapi masih dapat ditoleransi. Wajar, masih pertama kali Samsung membawa teknologi ini.

Membahas soal video, Samsung Galaxy Z Fold3 sanggup merekam video 4K @60 FPS atau Full HD (1080p) @60 FPS. Tak ada opsi 8K, meskipun prosesor Snapdragon 888 sudah mendukungnya.

Baca juga: Samsung Galaxy S21 FE Dijual Tanpa Adaptor Charger

Kualitasnya sangat baik, apalagi ada OIS pada kamera utama dan telephoto. Ada juga fitur Super Steady, tapi kami sarankan untuk tidak menggunakannya.

Fitur ini menggunakan kamera ultrawide alih-alih kamera utama, lalu memotong rasio video menjadi lebih besar. Pastinya, detail dan kualitas warnanya akan langsung menurun. But at the end, kualitas kamera smartphone ini mendapatkan nilai plus plus dari kami. Good job!

Hasil kamera Samsung Galaxy Z Fold3:

Hasil kamera Samsung Galaxy Z Fold3

Kesimpulan

Review Samsung Galaxy Z Fold3

Review Samsung Z Fold3 kami tutup dengan kesimpulan. Kalau berbicara inovasi, Samsung Galaxy Z Fold3 harus diakui sebagai smartphone dengan inovasi tercanggih untuk saat ini.

Samsung memberikan banyak peningkatan dalam segi desain, daya tahan, model engsel, performa, sampai ke fiturnya. Adil rasanya kalau Samsung pada akhirnya memutuskan menggeser posisi Galaxy Note Series dengan smartphone ini.

Soal desain, Samsung Galaxy Z Fold3 kini lebih enak digenggam dan tak lagi keliatan bulky. Premium sudah pasti, walau memang masih terlihat lebih tebal apabila sedang dilipat. Belum lagi terdapat celah di antara layar yang rentan kemasukan debu maupun partikel tajam yang membahayakan layar.

Samsung pun menjanjikan daya tahan maksimal berkat lapisan layar Gorilla Glass Victus di bagian luar dan dalam, rating IPX8 tahan air, bodi aluminium yang lebih kuat, serta desain engsel yang mampu bertahan hingga pemakaian 5 tahun lamanya.

Soal performa, siapa sih yang meragukan kinerja dari Snapdragon 888? Ditambah dengan RAM 12 GB serta memori penyimpanan seluas 256 GB, rasanya aplikasi atau game apapun bisa dijalankan dengan sangat lancar di sini.

Samsung Galaxy Z Fold3 juga pas untuk menunjang produktivitas, terutama bekerja mobile. Kurang lebih dua minggu kami bekerja menggunakan ponsel pintar ini dan tak ada kendala yang berarti.

Baca juga: Samsung Galaxy S21 FE Bakal “Rusak” Peluncuran iPhone 13 Series

Multi-tasking dua sampai tiga aplikasi bersamaan bisa. Menggunakan Flex Mode dan mengubah sebagian panel layar utama jadi keyboard virtual juga bisa. Apalagi ada Samsung DeX juga yang memberikan pengalaman PC-like ketika disambungkan ke monitor atau laptop.

Walau unit Samsung Galaxy Z Fold3 yang kami review tak dilengkapi S Pen, namun kehadiran puplen pintar ini diyakini mampu mendukung aktivitas sehari-hari makin produktif lagi.

Hanya saja menurut kami, tak semua orang bisa memiliki Galaxy Z Fold3. Alasan terkuatnya, smartphone ini hanya tepat buat pengguna yang rela mengeluarkan puluhan juta demi sebuah perangkat dengan desain inovatif, berteknologi tinggi, kaya fitur, spesifikasi kelas wahid, dan kamera kualitas jempolan, demi mendukung berbagai aktivitas digital mereka sehari-hari.

Kalau Anda masih tipikal orang yang masih saja membanding-bandingkan spesifikasi tanpa melihat teknologi dan inovasi di dalamnya, Samsung Galaxy Z Fold3 kurang pas untuk Anda. (MF)

Kelebihan

  • Layar dalam dan luar yang bagus berjenis Dynamic AMOLED 2X
  • Kedua layar mendukung refresh rate 120Hz
  • Kedua layar sudah dilapisi Gorilla Glass Victus yang kuat
  • Teknologi kamera di bawah layar pertama
  • Sertifikasi IPX8
  • Desain engsel yang lebih kuat dengan bodi aluminium
  • Ditenagai Snapdragon 888
  • RAM luas
  • Speaker stereo
  • One UI 3.1.1 yang kaya fitur
  • Banyak fitur untuk menunjang produktivitas
  • Fitur multi-tasking yang jauh lebih lengkap
  • Kamera belakang punya kualitas bagus
  • Ada tiga mode pengambilan selfie

Kekurangan

  • Tidak ada jack audio 3,5mm
  • Sistem pendinginan yang kurang begitu maksimal
  • Kamera selfie masih fixed-focus
  • Tidak ada slot microSD
  • Ada lekukan di tengah-tengah layar yang sedikit mengurangi pengalaman visual
  • Masih ada sedikit celah ketika ponsel ditutup

TELSET RATING: 9.0/10

SPESIFIKASI SAMSUNG GALAXY Z FOLD3
Rilis Agustus 2021
Network 2G, 3G, 4G, 5G
OS Android 11, One UI 3.1
Chipset Qualcomm Snapdragon 888 (5 nm)
CPU Octa-core (1x 2.84 GHz + 3x 2.42 GHz + 4x 1.80 GHz Kryo 680)
GPU Adreno 660
RAM 12 GB LPDDR5
Storage 256/512 GB UFS 3.1
Dimensi 158.2 x 128.1 x 6.4 mm, closed 158.2 x 67.1 x 14.4 mm, 271 gram
Layar Layar utama: 7.6 inches foldable, 2208 x 1768 pixels, Dynamic AMOLED 2x, 120 Hz, 374 ppi, Corning Gorilla Glass Victus
Layar sekunder: 6.2 inches, 2260 x 832 pixels, Dynamic AMOLED 2x, 120 Hz, 387 ppi, Corning Gorilla Glass Victus
Kamera Utama 12 MP (wide) OIS, 12 MP (ultra wide), 12 MP (telephoto) OIS
Kamera Depan 4 MP (under-display), 10 MP (di bagian luar)
Beterai 4400 mAh, fast charging 25W, wireless charging 10W
Warna Phantom Black, Phantom Green, Phantom Silver
Harga Rp 24,9 jutaan (12 GB/256 GB) dan Rp 26,9 jutaan (12 GB/512 GB)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Related Articles

- Advertisement -

Harga dan Spesifikasi

Latest Articles

- Advertisement -

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0