Beranda blog Halaman 92

Xiaomi SU7 Ultra Masuk Gran Turismo 7, Debut Global di Dunia Virtual

Telset.id – Bayangkan Anda bisa mengendarai mobil listrik flagship Xiaomi di sirkuit legendaris seperti Nürburgring tanpa perlu keluar rumah. Mimpi itu kini menjadi kenyataan, karena Xiaomi SU7 Ultra resmi akan meluncur di Gran Turismo 7 – game balap eksklusif PlayStation yang dikenal sebagai “simulator nyata” bagi para petrolhead.

Kolaborasi strategis antara raksasa teknologi China ini dengan Polyphony Digital (developer Gran Turismo) diumumkan saat Round One Gran Turismo World Series 2025. Ini menjadi momen bersejarah, karena SU7 Ultra adalah mobil pertama Xiaomi yang masuk dalam franchise bergengsi tersebut. Sebuah langkah berani untuk memperkenalkan EV flagship-nya ke audiens global.

Dari Pabrik Xiaomi ke Layar PlayStation

Kisah ini berawal dari pertemuan antara Lei Jun (CEO Xiaomi) dengan Kazunori Yamauchi (kreator Gran Turismo) di Beijing bulan lalu. Yang menarik, Yamauchi sempat mencoba langsung SU7 Ultra di pabrik Xiaomi di Yizhuang – pengalaman yang konon memantik ide kolaborasi ini.

Bagi yang belum tahu, Gran Turismo 7 adalah mahakarya simulasi balap dengan ratusan mobil dari berbagai produsen ternama. Mulai dari hypercar seperti Bugatti Veyron hingga mobil Formula 1. Kehadiran SU7 Ultra di antara deretan kendaraan mewah ini menjadi bukti ambisi Xiaomi di dunia otomotif.

Prestasi Nyata yang Diakui Virtual

Keputusan memasukkan SU7 Ultra ke Gran Turismo 7 bukan tanpa alasan. EV ini sebelumnya sudah mencuri perhatian dengan performa gemilang di trek Nürburgring – sirkuit yang menjadi tolok ukur kemampuan kendaraan performa tinggi. Kini, jutaan gamer bisa merasakan langsung bagaimana mobil ini bermanuver di tikungan tajam.

Yang menarik, ini mungkin baru permulaan. Sumber dalam industri mengindikasikan Xiaomi sedang mempersiapkan konsep khusus untuk franchise Gran Turismo, mungkin bernama VISION GRAN TURISMO. Sebuah langkah yang pernah dilakukan Tesla dengan Roadster-nya dulu.

Bagi Xiaomi, ini lebih dari sekadar promosi. Kehadiran di game simulasi ternama menjadi validasi bahwa EV buatan mereka layak disejajarkan dengan merek-merek premium dunia. Apalagi setelah beberapa kendala awal yang sempat muncul, langkah ini menunjukkan kepercayaan diri produsen asal Beijing tersebut.

Jadi, sambil menunggu kedatangan produk-produk Xiaomi di Indonesia, Anda bisa mencoba sensasi mengendarai SU7 Ultra versi virtual terlebih dahulu. Siapa tahu, ini menjadi pengalaman yang memantik minat pada mobil listrik – atau setidaknya memberi alasan baru untuk kembali bermain Gran Turismo 7.

Xiaomi Mix Flip 2 Bocoran Resmi: Desain Tipis, Performa Gahar!

Telset.id – Xiaomi kembali membuat gebrakan di dunia smartphone foldable. Wei Siqi, kepala pemasaran smartphone Xiaomi, baru-baru ini secara resmi mulai mengunggah teaser untuk MIX Flip 2, yang diperkirakan akan menjadi rilis foldable pertama perusahaan tahun ini. Dalam postingan Weibo-nya, ia mengungkapkan bahwa Presiden Lu Weibing telah mengadakan diskusi dengan penggemar ponsel lipat kecil untuk memahami harapan pengguna.

Meskipun Xiaomi tidak berencana meluncurkan penerus Xiaomi Mix Fold 4 tahun ini, Mix Flip 2 yang berbentuk clamshell diperkirakan akan meluncur akhir bulan ini. Bocoran terbaru menunjukkan bahwa perangkat ini akan menjadi upgrade signifikan dari generasi pertama, dengan desain yang lebih tipis dan ringan.

Xiaomi Mix Flip

Spesifikasi Xiaomi Mix Flip 2: Apa yang Sudah Diketahui?

Menurut laporan terbaru, Xiaomi Mix Flip 2 dikabarkan akan menampilkan layar OLED lipat dalam berukuran 6,85 inci dengan resolusi 1,5K dan refresh rate 120Hz. Perangkat ini diduga akan ditenagai oleh chipset Snapdragon 8 Elite yang dipasangkan dengan baterai berkapasitas 5.100mAh yang mendukung pengisian daya nirkabel 50W dan pengisian kabel 67W.

Dalam hal ketahanan, perangkat ini dikatakan menawarkan ketahanan air dengan rating IPX8. Dengan ketebalan terlipat hanya 7,6mm dan berat sekitar 190 gram, Mix Flip 2 akan menjadi lebih tipis dan ringan dibandingkan generasi pertamanya. Ini adalah kabar baik bagi mereka yang menginginkan ponsel lipat yang lebih praktis untuk dibawa sehari-hari.

Layar Penutup yang Lebih Fungsional

Salah satu sorotan utama seri MIX Flip selalu adalah layar penutupnya yang fungsional. Xiaomi tampaknya mempertahankan layar penutup besar berukuran 4 inci dan mengoptimalkannya lebih lanjut dengan HyperOS 2. Layar luar ini dikabarkan sedang didesain ulang dengan bagian khusus untuk menjalankan aplikasi dengan lancar, sementara bagian layar lainnya tetap tersedia untuk konten tambahan.

Untuk fotografi, Mix Flip 2 diperkirakan akan menampilkan kamera utama 50 megapiksel dengan dukungan OIS dan kamera ultra-wide 50 megapiksel. Perangkat ini juga diharapkan dilengkapi dengan fitur-fitur seperti IR blaster, NFC, dan sensor sidik jari samping.

Xiaomi diperkirakan akan mengadakan acara peluncuran besar akhir bulan ini untuk memperkenalkan tidak hanya Mix Flip 2, tetapi juga tablet gaming kompak Redmi dan ponsel flagship K80 Ultra. Dengan spesifikasi yang mengesankan dan desain yang lebih ramping, Mix Flip 2 siap menjadi pesaing kuat di pasar ponsel lipat premium.

Bagi Anda yang tertarik dengan perkembangan terbaru teknologi Xiaomi, jangan lewatkan update harian di bagian Berita kami. Tetap menjadi yang terdepan dalam teknologi dengan bergabung di komunitas Telegram kami dan mendaftar untuk buletin harian berisi cerita-cerita terbaik.

Huawei Mate XT 2 Bocor: Tri-Fold Generasi Baru dengan Chipset Kirin 9020

Telset.id – Jika Anda mengira inovasi Huawei di dunia ponsel lipat sudah mencapai puncaknya, bersiaplah untuk terkejut. Bocoran terbaru dari sumber terpercaya mengindikasikan bahwa raksasa teknologi asal Tiongkok ini sedang mempersiapkan penerus Huawei Mate XT, smartphone tri-fold pertama di dunia yang meluncur tahun lalu.

Menurut tipster Super Dimension yang dikutip dari Weibo, Huawei akan merilis generasi kedua perangkat lipat tiga layar ini pada paruh kedua tahun 2024. Yang menarik, nama resminya bukan Huawei Mate XTs seperti yang beredar sebelumnya, melainkan Huawei Mate XT 2 Extraordinary Master untuk pasar China dan Huawei Mate XT 2 Ultimate Design untuk versi global.

Spesifikasi dan Inovasi yang Ditunggu

Layar tri-fold 10,2 inci tetap dipertahankan, tetapi dengan penyempurnaan pada mekanisme engsel “Tian Gong” buatan Huawei sendiri. Kabarnya, engsel generasi baru ini lebih ramping namun lebih kokoh, menjawab keluhan pengguna tentang ketahanan perangkat lipat.

Di sektor dapur pacu, Mate XT 2 diprediksi akan ditenagai chipset Kirin 9020 dengan konfigurasi CPU 1+3+4: satu inti Taishan 2.5GHz, tiga inti 2.15GHz, dan empat inti efisiensi 1.6GHz. Untuk urusan grafis, Huawei menyematkan GPU Maleoon 920 berkecepatan 840MHz.

Fitur menarik lainnya adalah kemungkinan hadirnya dukungan eSIM, menghilangkan kebutuhan slot SIM fisik. Langkah ini tidak hanya membuat desain lebih sleek, tetapi juga membuka ruang untuk komponen lain yang lebih krusial.

Strategi Huawei di Pasar Foldable

Bocoran ini juga mengungkap rencana jangka panjang Huawei. Selain Mate XT 2, perusahaan akan meluncurkan Mate X7—sebuah perangkat lipat gaya buku—pada periode yang sama. Keduanya diklaim membawa pembaruan signifikan di sektor kamera, chipset, dan baterai.

Yang lebih menarik, Huawei disebut-sebut sedang mempersiapkan tablet lipat yang rencananya akan dirilis tahun 2025. Langkah ini menunjukkan komitmen serius Huawei dalam mengembangkan ekosistem perangkat lipat, sebuah segmen yang semakin panas diperebutkan.

Dengan strategi ini, Huawei tampaknya ingin memperkuat posisinya sebagai pionir inovasi di pasar ponsel lipat. Apakah mereka akan kembali memimpin pasar seperti era kejayaan seri P dan Mate? Jawabannya mungkin terletak pada kesuksesan Mate XT 2 dan seri foldable mendatang.

Bocoran Nyata! Galaxy Watch 8 Classic Muncul di eBay dengan Desain Baru

Telset.id – Bayangkan menemukan prototipe smartwatch premium yang belum dirilis dijual secara terbuka di eBay. Itulah yang terjadi dengan Samsung Galaxy Watch 8 Classic, yang bocor melalui listing eBay dengan harga mulai $150 sebelum melonjak hingga $570. Bocoran ini memberikan gambaran jelas tentang desain dan fitur yang mungkin akan menjadi pembeda dari seri sebelumnya.

Desain Galaxy Watch 8 Classic ternyata sesuai dengan rumor yang beredar sebelumnya. Smartwatch ini mengadopsi bentuk “squircle” (persegi dengan sudut melengkung) seperti varian premium Galaxy Watch Ultra. Namun, yang paling menarik adalah kembalinya rotating bezel—fitur yang sempat hilang di Galaxy Watch 7 Classic. Rotating bezel pada Watch 8 Classic hadir dengan desain yang lebih modern dan fungsional.

Prototipe Samsung Galaxy Watch 8 Classic di eBay

Di sisi kanan, terdapat tiga tombol fisik, sementara speaker grill terletak di sebelah kiri. Namun, perubahan paling signifikan mungkin ada pada sistem strap. Prototipe ini tidak menggunakan konektor standar seperti pada Galaxy Watch sebelumnya, yang berarti strap lama kemungkinan tidak kompatibel dengan model baru ini. Kabarnya, Galaxy Watch 8 Classic hanya akan tersedia dalam ukuran 46mm, berbeda dengan seri sebelumnya yang menawarkan pilihan ukuran lebih bervariasi.

Dari segi spesifikasi, smartwatch ini dilengkapi dengan penyimpanan internal 64GB—peningkatan signifikan dibandingkan pendahulunya. Namun, di balik desain baru dan peningkatan penyimpanan, Samsung tampaknya tetap mempertahankan chipset Exynos W1000, sama seperti yang digunakan di Galaxy Watch 7 dan Ultra. Di sisi software, Watch 8 series diprediksi akan menjalankan Wear OS 6 dengan lapisan antarmuka One UI 8 Watch.

Lalu, bagaimana dengan harga resminya? Meskipun belum dikonfirmasi, prototipe yang dijual di eBay dengan harga $570 mungkin bisa menjadi indikator bahwa harga retail-nya akan lebih tinggi dari seri sebelumnya. Apakah perubahan desain dan peningkatan penyimpanan ini sebanding dengan harganya? Jawabannya mungkin akan tergantung pada seberapa besar Samsung mampu menghadirkan pengalaman pengguna yang lebih baik melalui One UI 8 Watch.

Jika Anda penasaran dengan perkembangan terbaru Galaxy Watch 8 Classic, pastikan untuk mengikuti update terbaru dari Telset.id. Siapa tahu, Samsung mungkin akan mengumumkan kejutan lain sebelum peluncuran resminya.

iOS 26: Revolusi Desain dan AI yang Ubah Cara Pakai iPhone

Telset.id – Jika Anda mengira iOS 26 hanya sekadar pembaruan biasa, bersiaplah untuk terkejut. Apple baru saja mengumumkan sistem operasi terbarunya di WWDC 2025, dan ini bukan sekadar lompatan versi—melainkan perubahan paradigma dalam cara iPhone berinteraksi dengan penggunanya.

Dari desain Liquid Glass yang memukau hingga integrasi Apple Intelligence yang semakin dalam, iOS 26 menandai babak baru dalam evolusi sistem operasi mobile. Yang menarik, Apple kini menyelaraskan nomor versi di seluruh platformnya—iOS 26, iPadOS 26, macOS 26—sebagai penanda tahun rilis. Langkah ini bukan tanpa alasan: perusahaan ingin ekosistemnya terasa lebih terpadu dari sebelumnya.

1. Liquid Glass: Ketika iOS Kembali “Hidup”

Pertama kali melihat iOS 26, mata Anda akan langsung tertuju pada Liquid Glass—bahasa desain baru yang terinspirasi dari visionOS. Bayangkan: setiap elemen antarmuka, mulai dari ikon aplikasi hingga widget, tampak seolah terbuat dari kaca tembus pandang yang memantulkan dan membiaskan cahaya di bawahnya.

Ini adalah evolusi menarik dari perjalanan desain iOS. Jika Anda pengguna setia Apple, mungkin ingat era skeuomorfik (iOS 1-6) di mana tombol tampak seperti objek fisik, atau era flat design (iOS 7 dan seterusnya) yang lebih minimalis. Kini, Liquid Glass membawa nuansa baru: dinamis namun elegan, dengan efek paralaks 3D yang merespons gerakan perangkat.

Aplikasi seperti Safari dan Musik telah dirombak total untuk memanfaatkan material baru ini. Tab bar yang menyusut saat tidak digunakan, kontrol kamera yang tersembunyi secara cerdas—semua dirancang agar konten tetap menjadi bintang utama. Kabar baiknya: developer pihak ketiga juga akan mendapatkan akses ke API Liquid Glass, membuka pintu bagi pengalaman yang lebih konsisten di seluruh ekosistem.

2. Apple Intelligence: AI yang Benar-Benar Membantu

Jika di iOS 18 Apple Intelligence masih bayi yang belajar merangkak, di iOS 26 ia telah tumbuh menjadi asisten yang benar-benar berguna. Fitur andalannya, Live Translation, kini bekerja mulus di seluruh platform—mulai dari panggilan telepon, pesan, hingga FaceTime—tanpa perlu koneksi cloud.

Bayangkan: Anda bisa berbicara dalam bahasa Indonesia, sementara lawan bicara mendengar terjemahan langsung dalam bahasa Inggris, atau sebaliknya. Proses ini seluruhnya terjadi di perangkat, menjawab kekhawatiran privasi yang sering muncul pada solusi berbasis cloud.

Tidak berhenti di situ, Visual Intelligence membawa kemampuan pencarian kontekstual ke level baru. Ambil screenshot dari apa saja—postingan media sosial, brosur event, atau produk yang menarik—lalu tanyakan langsung ke ChatGPT atau cari item serupa di Google/Etsy. Sistem bahkan bisa mengenali detail event dan menawarkan untuk langsung menambahkannya ke kalender.

3. Aplikasi Bawaan yang Lebih Cerdas

Apple tidak melupakan aplikasi inti yang kita gunakan sehari-hari. Phone kini memiliki screener panggilan otomatis—iPhone akan menjawab dulu, menanyakan identitas pemanggil, dan memberi Anda informasi sebelum memutuskan menerima atau tidak. Fitur Hold Assist yang jenius akan tetap ‘nongkrong’ di telepon saat Anda dihubungkan ke customer service, lalu memberi tahu ketika ada manusia yang akhirnya menjawab.

Di Messages, selain filter pesan dari pengguna tidak dikenal, kini ada indikator ketik di grup chat dan latar belakang obrolan yang dihasilkan AI. Musik menghadirkan terjemahan lirik dan transisi ala DJ, sementara Maps menawarkan rute optimal berdasarkan kebiasaan perjalanan Anda.

Dan untuk gamer, Apple Games menjadi hub baru yang mengumpulkan semua judul, rekomendasi personal, bahkan aktivitas teman-teman Anda. Tampaknya Apple serius bermain di arena gaming mobile.

4. Ekosistem yang Makin Terintegrasi

Keindahan Liquid Glass dan kecerdasan Apple Intelligence tidak berhenti di iPhone. CarPlay Ultra kini mengambil alih seluruh sistem display mobil—termasuk kontrol iklim dan kendaraan—menghadirkan antarmuka yang benar-benar terpadu. Untuk AirPods, ada peningkatan kualitas audio studio dan fungsi baru sebagai remote kamera.

iOS 26 akan tersedia musim gugur ini untuk iPhone 11 dan yang lebih baru, meski fitur Apple Intelligence penuh hanya bisa dinikmati di iPhone 15 Pro ke atas. Setelah melihat apa yang ditawarkan, satu hal jelas: ini bukan sekadar pembaruan biasa, melainkan lompatan besar yang menata ulang cara kita berinteraksi dengan iPhone sehari-hari.

Apple iOS 26 Bakal Hadirkan Fitur Terjemahan Langsung di Panggilan dan Pesan

0

Telset.id – Bayangkan Anda menelepon rekan bisnis di Tokyo atau mengobrol dengan keluarga di Paris tanpa hambatan bahasa. Itulah yang dijanjikan Apple dengan iOS 26. Dalam gelaran WWDC 2025, raksasa teknologi asal Cupertino itu mengungkap revolusi terjemahan real-time yang bakal mengubah cara kita berkomunikasi.

Apple Intelligence, suite fitur AI terbaru mereka, menghadirkan kemampuan menerjemahkan percakapan secara langsung di aplikasi Phone, FaceTime, dan Messages. Yang menarik, fitur ini bekerja sepenuhnya di perangkat (on-device), menjamin privasi sekaligus mengurangi ketergantungan pada koneksi internet. Sebuah lompatan besar dari fitur terjemahan Siri yang pertama kali diperkenalkan di iOS 11.

Terobosan Baru dalam Komunikasi Multibahasa

Leslie Ikemoto, Direktur Pengalaman Input Apple, memamerkan bagaimana AI akan membacakan terjemahan secara lisan selama panggilan sambil menampilkan teksnya sebagai subtitle. Untuk pesan teks, sistem secara otomatis menerjemahkan saat Anda mengetik—mirip dengan fitur terjemahan instan di Microsoft Edge, tetapi dengan integrasi yang lebih dalam.

Yang mengejutkan, fitur ini tetap bekerja meski lawan bicara menggunakan smartphone non-Apple. “Kami ingin memecahkan hambatan bahasa, bukan membuat tembok baru,” tegas Ikemoto. Sayangnya, Apple belum mengungkap daftar bahasa yang didukung, meninggalkan ruang spekulasi apakah Bahasa Indonesia termasuk di dalamnya.

Ekosistem yang Terintegrasi

Fitur serupa juga datang ke iPadOS 26, termasuk kemampuan menerjemahkan obrolan grup—sesuatu yang belum ditawarkan pesaing seperti Google Meet. Pemilik Apple Watch Series 9 ke atas pun bisa menikmati terjemahan pesan langsung dari pergelangan tangan.

Tapi di balik kemewahan fitur ini, terselip pertanyaan: akankah Apple menyempurnakannya dengan dukungan terjemahan via AirPods? Kabar angin tentang fitur ini beredar sejak lama, sementara Google sudah lebih dulu memasukkannya di Pixel Buds. Mungkin kita harus menunggu acara peluncuran hardware Apple di musim gugur untuk mendapatkan jawabannya.

Dengan iOS 26, Apple tidak sekadar mengejar ketertinggalan dari Samsung dan Google dalam hal terjemahan. Mereka sedang menata ulang standar komunikasi global. Pertanyaannya sekarang: seberapa akurat terjemahan AI mereka, dan apakah pengguna di Indonesia akan merasakan manfaatnya?

Apple Perkuat Gaming di Mac dengan Metal 4 di macOS Tahoe 26

Telset.id – Jika Anda mengira Mac bukan mesin gaming yang serius, pikirkan lagi. Apple baru saja mengumumkan pembaruan besar untuk platform grafis Metal di WWDC 2025, membawa dua teknologi baru yang siap mengubah wajib gaming di macOS Tahoe 26: MetalFX Frame Interpolation dan MetalFX Denoising.

Dalam konferensi pengembang tahunannya, Apple menunjukkan komitmen serius terhadap gaming dengan menghadirkan fitur-fitur yang sebelumnya hanya ada di konsol atau PC high-end. MetalFX Frame Interpolation bekerja dengan menghasilkan frame tambahan di antara dua frame asli, meningkatkan kecepatan frame tanpa membebani prosesor. Sementara itu, MetalFX Denoising memungkinkan ray tracing dan path tracing berjalan lebih efisien, membuka pintu untuk visual yang lebih cinematic dalam game-game AAA.

Game-Game Besar yang Akan Hadir di Mac

Apple tidak hanya mengandalkan teknologi baru. Mereka juga membawa deretan game blockbuster ke platform Mac, termasuk Crimson Desert, InZOI, Cyberpunk 2077, dan Lies of P: Overture. Beberapa judul ini bahkan akan memanfaatkan MetalFX Upscaling untuk meningkatkan performa dan kualitas grafis, terutama pada chip M3 dan M4 terbaru Apple.

Selain itu, Apple memperkenalkan aplikasi Games baru yang akan terpasang secara default di Mac, iPhone, dan iPad. Aplikasi ini dirancang untuk menyederhanakan pengalaman gaming pengguna dengan menyatukan library game, rekomendasi, dan fitur sosial dalam satu tempat. Jika Anda penasaran dengan fitur-fitur terbaru macOS, simak juga Fitur Baru macOS Ventura untuk Mac Lebih Multitasking.

Masa Depan Gaming di Apple Silicon

Dengan dukungan penuh untuk ray tracing dan path tracing, Apple Silicon kini semakin kompetitif di dunia gaming. Chip M4, khususnya, menunjukkan peningkatan signifikan dalam hal performa grafis, membuat Mac semakin layak dipertimbangkan oleh para gamer. Jika Anda ingin tahu lebih banyak tentang kompatibilitas game di Mac, lihat Daftar Mac yang Kompatibel Game Resident Evil Village.

WWDC 2025 menjadi bukti bahwa Apple tidak main-main dalam menghadirkan pengalaman gaming premium. Dengan teknologi Metal 4 dan deretan game besar yang akan datang, Mac perlahan tapi pasti mulai mencuri perhatian pasar gaming yang selama ini didominasi PC dan konsol.

Apple WatchOS 26 Resmi Dirilis: Desain Baru dan Fitur AI Canggih

0

Telset.id – Jika Anda mengira pembaruan tahunan Apple Watch hanya sekadar tambalan kecil, bersiaplah untuk terkejut. Di ajang WWDC 2025, Apple secara resmi meluncurkan watchOS 26 dengan perubahan paling signifikan sejak era iOS 7. Yang menarik, perusahaan kini mengadopsi penamaan berbasis tahun alih-alih angka berurutan—apa yang semula disebut watchOS 12 kini berganti menjadi watchOS 26.

Revolusi tidak hanya terjadi pada penamaan. Apple menghadirkan desain antarmuka baru bernama “liquid glass” yang terinspirasi dari visionOS untuk Vision Pro. Konsep ini menawarkan efek kaca dinamis yang merespons gerakan dan konten layar, dengan notifikasi transparan yang menciptakan ilusi kedalaman. Menyesuaikan bentuk jam, menu kini lebih optimal memanfaatkan sudut melengkung perangkat.

AI Masuk ke Dunia Wearable

Salah satu terobosan utama adalah kehadiran Workout Buddy—asisten virtual berbasis Apple Intelligence yang akan memandu latihan Anda secara verbal. Dibangun menggunakan suara pelatih Fitness+ dan data historis Health app, fitur ini menandai langkah besar integrasi AI ke wearable. “Ia tak sekadar memberi instruksi, tapi juga memberikan apresiasi atas pencapaian Anda,” jelas Craig Federighi dalam presentasinya.

Namun, fitur canggih ini memerlukan iPhone pendukung Apple Intelligence dan headphone Bluetooth. Kabar baiknya, Smart Stack juga menjadi lebih prediktif dengan mempertimbangkan lokasi, waktu, dan rutinitas pengguna. Misalnya, kartu latihan otomatis muncul saat Anda tiba di gym di pagi hari.

Revolusi Komunikasi dan Desain

Apple tak melupakan aspek komunikasi. watchOS 26 menghadirkan saran balasan pesan yang lebih cerdas, melampaui respons cepat konvensional. Fitur Live Translation pun membuat debutnya—pesan masuk langsung diterjemahkan ke bahasa pilihan, begitu pula sebaliknya untuk pesan keluar. Sayangnya, kedua fitur ini masih terbatas untuk bahasa Inggris pada tahap awal.

Aplikasi Workout sendiri mendapat penyegaran dengan tombol sudut yang lebih ergonomis dan integrasi Apple Music berbasis AI. Sistem kini bisa memilih playlist sesuai jenis latihan dan riwayat mendengar Anda. Untuk penyuka personalisasi, galeri wajah jam didesain ulang dengan penekanan pada konten “Featured” dari library Foto.

Yang tak kalah menarik adalah gestur baru untuk menutup notifikasi—cukup kibaskan pergelangan tangan menjauh dan kembali. Fitur eksklusif ini hanya tersedia untuk Series 9, Series 10, dan Ultra 2.

Lompatan Signifikan dari watchOS 11

Dibandingkan pembaruan tahun lalu yang menghadirkan fitur seperti jeda Activity Rings dan metrik Training Load, watchOS 26 menawarkan lompatan lebih substansial. “Ini bukan sekadar pembaruan rutin, tapi transformasi menyeluruh,” komentar seorang analis yang hadir di lokasi.

Versi beta sudah tersedia untuk developer mulai hari ini, sementara pengguna beta program akan mendapatkannya bulan depan. Peluncuran resmi dijadwalkan musim gugur untuk Apple Watch Series 6 ke atas, SE generasi kedua, dan semua model Ultra. Persyaratan sistem mencakup iPhone 11 dengan iOS 26, meski fitur berbasis Apple Intelligence membutuhkan iPhone 15 Pro/Max atau seri iPhone 16.

Dengan sentuhan AI dan desain revolusioner, watchOS 26 sepertinya siap mengubah cara kita berinteraksi dengan wearable. Bagaimana pendapat Anda tentang pembaruan kali ini? Apakah ini cukup untuk membuat Anda tergoda upgrade?

iPhone Lawas Tak Bisa Update ke iOS 26? Ini Daftar Lengkapnya!

0

Telset.id – Kabar buruk bagi pemilik iPhone lawas. Apple resmi mengumumkan bahwa tiga model iPhone keluaran 2018 tidak akan mendapatkan pembaruan ke iOS 26. Ini berarti pengguna iPhone XR, iPhone XS, dan iPhone XS Max harus bersiap untuk kehilangan akses ke fitur-fitur terbaru dari Apple.

Keputusan Apple ini menjadi pembeda signifikan dari tahun lalu, di mana tidak ada satupun model iPhone yang dicoret dari daftar kompatibilitas. Seperti dilansir Engadget, perubahan numbering scheme yang sempat menjadi rumor ternyata benar adanya – iOS 18 langsung melompat ke iOS 26, membawa serta perubahan desain Liquid Glass yang disebut-sebut sebagai pembaruan visual terbesar Apple dalam beberapa tahun terakhir.

iPhone Mana Saja yang Tidak Mendapatkan iOS 26?

Berikut adalah trio iPhone yang akan ditinggalkan Apple tahun ini:

  • iPhone XR
  • iPhone XS
  • iPhone XS Max

Ketiga model ini pertama kali dirilis pada 2018 dan telah mendapatkan pembaruan sistem operasi selama tujuh tahun – masa pakai yang cukup panjang untuk standar industri smartphone. Namun, semua hal memang ada batasnya.

Daftar iPhone yang Kompatibel dengan iOS 26

Jika Anda memiliki iPhone yang dirilis pada 2019 atau setelahnya, Anda bisa bernapas lega. Berikut daftar lengkap iPhone yang akan mendukung iOS 26:

  • iPhone SE (generasi kedua atau lebih baru)
  • iPhone 11 series
  • iPhone 12 series
  • iPhone 13 series
  • iPhone 14 series
  • iPhone 15 series
  • iPhone 16 series (yang akan dirilis tahun ini)

Pertanyaan besar sekarang: apa yang terjadi jika Anda tetap ingin menggunakan iPhone lawas yang tidak didukung? Secara teknis, Anda masih bisa menggunakannya, tetapi dengan beberapa konsekuensi serius. Pertama, Anda tidak akan mendapatkan pembaruan keamanan terbaru, membuat perangkat lebih rentan terhadap serangan malware. Kedua, beberapa aplikasi mungkin berhenti bekerja karena memerlukan versi iOS tertentu. Dan tentu saja, Anda akan melewatkan semua fitur baru yang ditawarkan iOS 26.

Fitur Menarik di iOS 26

Lalu, apa saja yang akan Anda lewatkan jika tetap bertahan dengan iPhone lawas? Berikut beberapa fitur utama iOS 26:

1. Liquid Glass Design: Pembaruan visual besar-besaran dengan ikon aplikasi baru, termasuk opsi dark mode dan all-clear. Tombol-tombol juga akan memiliki desain mengambang yang baru. Desain Liquid Glass ini dibuat untuk membuat semua sistem operasi Apple lebih kohesif.

2. Redesain Aplikasi Telepon: Kini Anda bisa menelusuri kontak, panggilan terakhir, dan pesan suara dalam satu layar. Fitur baru bernama Hold Assist akan memberi tahu Anda ketika agen customer service menjawab telepon, menghemat waktu dari mendengarkan musik tunggu.

3. Live Translate: Kemampuan untuk melakukan percakapan via telepon atau pesan teks dengan orang yang berbicara bahasa berbeda. Live Translate akan menerjemahkan percakapan Anda secara real-time.

4. Fitur Polling: Hadir untuk pesan grup di aplikasi Pesan, anggota grup bisa membuat polling. Fitur ini sangat berguna untuk memutuskan restoran makan malam tanpa harus berdebat panjang lebar.

Rilis resmi iOS 26 diperkirakan akan tiba pertengahan September 2025, beberapa hari sebelum iPhone baru mulai dijual. Tahun lalu, Apple merilis iOS 18 pada 16 September. Tanggal pasti kemungkinan akan diumumkan dalam acara peluncuran iPhone 17 yang diperkirakan berlangsung awal September.

Bagi Anda yang penasaran dengan perubahan lebih detail di iOS 26, termasuk bagaimana pengalaman gaming modern yang ditawarkan sistem operasi terbaru Apple ini, atau ingin tahu lebih banyak tentang perubahan besar naming scheme sistem operasi Apple mulai tahun depan, kami telah menyiapkan ulasan lengkapnya.

Jadi, apakah iPhone Anda termasuk yang masih didukung? Atau sudah waktunya mempertimbangkan upgrade? Pilihan ada di tangan Anda.

Apple AirPods Bakal Punya Kontrol Kamera dan Rekaman Studio

Telset.id – Jika Anda mengira AirPods hanya untuk mendengarkan musik atau menerima panggilan, bersiaplah untuk terkejut. Apple baru saja mengungkapkan dua fitur revolusioner yang akan mengubah cara Anda menggunakan earbuds ini—kontrol kamera dan rekaman studio berkualitas tinggi.

Dalam acara WWDC 2025, Apple mengumumkan pembaruan perangkat lunak yang akan membawa kemampuan baru ke AirPods. Salah satunya adalah fitur kontrol kamera yang memungkinkan pengguna mengambil foto atau mengontrol perekaman video hanya dengan menekan dan menahan batang AirPods. Fitur ini akan bekerja dengan iPhone, iPad, dan aplikasi kamera pihak ketiga yang kompatibel.

Meskipun Apple belum merilis daftar aplikasi pihak ketiga yang mendukung fitur ini, inovasi ini diprediksi akan sangat berguna bagi para kreator konten. Bayangkan, Anda bisa mengambil foto grup tanpa perlu menyentuh ponsel atau memulai rekaman video hands-free saat sedang syuting.

Rekaman Studio Berkualitas Tinggi

Tidak hanya kontrol kamera, Apple juga memperkenalkan fitur “rekaman studio berkualitas tinggi” untuk AirPods. Perusahaan mengklaim bahwa pembaruan ini akan memungkinkan podcaster, penyanyi, dan kreator konten lainnya merekam audio dengan kualitas yang lebih baik, bahkan di lingkungan yang bising.

Peningkatan kualitas audio ini tidak hanya terbatas pada rekaman. Apple juga meningkatkan kualitas suara untuk panggilan telepon, FaceTime, dan aplikasi pihak ketiga yang mendukung CallKit. Aplikasi seperti Voice Memos, Messages (terutama fitur dikte), serta aplikasi kamera dan konferensi video juga akan mendapatkan manfaat dari pembaruan ini.

Ketersediaan dan Kompatibilitas

Semua pembaruan ini akan hadir sebagai bagian dari firmware yang dirilis bersama iOS 26, iPadOS 26, dan macOS Tahoe 26. Fitur-fitur ini akan tersedia untuk AirPods 4, AirPods 4 dengan ANC (Active Noise Cancellation), dan AirPods Pro generasi kedua.

Meskipun pembaruan resmi baru akan dirilis akhir tahun ini, pengembang yang terdaftar dalam program beta Apple sudah bisa mencoba fitur-fitur ini mulai hari ini. Sementara itu, pengguna yang terdaftar dalam program beta publik akan mendapatkan akses bulan depan.

WWDC 2025 baru saja dimulai, dan Apple masih memiliki banyak pengumuman menarik lainnya. Jika Anda penasaran dengan inovasi terbaru Apple, pastikan untuk mengikuti bocoran terbaru tentang Apple Watch dengan kamera AI atau fitur pembatasan pengisian daya di iPhone 15.

Dengan pembaruan ini, Apple sekali lagi membuktikan bahwa AirPods bukan sekadar aksesori, melainkan alat multifungsi yang bisa mendukung produktivitas dan kreativitas penggunanya. Siapkah Anda untuk mencoba fitur-fitur baru ini?

Apple Rilis Aplikasi Games Baru, Hadirkan Pengalaman Gaming Modern di iOS 26

Telset.id – Jika Anda penggemar game di ekosistem Apple, bersiaplah untuk pengalaman yang lebih seru. Apple baru saja mengumumkan aplikasi Games baru yang akan datang bersama macOS Tahoe 26 dan iOS 26 musim gugur ini. Ini bukan sekadar pembaruan kecil, melainkan revolusi dari Game Center yang selama ini terabaikan.

Aplikasi Games ini akan menjadi pusat gaming modern ala Xbox atau GOG Galaxy. Bayangkan satu tempat untuk leaderboard, matchmaking, rekomendasi game, berita terbaru, dan tentu saja, akses langsung ke Apple Arcade. Anda bahkan bisa melihat apa yang sedang dimainkan teman dan menantang mereka untuk pencapaian tertentu dalam game favorit.

Tak hanya itu, tab library akan menampilkan semua game yang pernah Anda unduh dari App Store, memungkinkan Anda meluncurkannya langsung dari sana. Untuk pengguna Mac, overlay aplikasi Games akan memberikan akses cepat ke alat komunikasi, kontrol audio, koneksi Bluetooth, dan informasi baterai—semuanya dalam satu tempat.

Dukungan AAA dan Langkah Strategis Apple

Ini bukan langkah acak. Apple telah serius menggarap dunia gaming dalam beberapa tahun terakhir, dengan dukungan untuk game AAA seperti Resident Evil Village, remake Resident Evil 2 dan 4, Death Stranding, dan Assassin’s Creed Mirage. Baru-baru ini di Summer Game Fest 2025, IO Interactive mengumumkan bahwa trilogi Hitman World of Assassination akan segera hadir di iPhone, iPad, dan Mac musim panas ini.

Pertarungan Hukum dan Akuisisi Pertama Apple

Di balik layar, Apple masih berurusan dengan Epic Games terkait tuduhan praktik anti-persaingan. Meski Fortnite sudah kembali ke App Store dan pembayaran pihak ketiga diizinkan, pertarungan hukum masih berlanjut. Xbox bahkan turun tangan dengan mengajukan amicus brief, menuduh Apple menghalangi toko game mobile mereka.

Di sisi lain, Apple menunjukkan keseriusannya dengan mengakuisisi studio game pertamanya, RAC7, yang dikenal dengan game Sneaky Sasquatch. Langkah ini menandai awal ambisi Apple untuk tidak hanya menjadi platform, tetapi juga pemain aktif di industri game.

Dengan peluncuran aplikasi Games ini, Apple jelas ingin menciptakan ekosistem gaming yang lebih terintegrasi dan kompetitif. Apakah ini akan mengubah persepsi bahwa perangkat Apple bukan untuk gaming serius? Jawabannya mungkin akan terlihat ketika macOS Tahoe 26 dan iOS 26 resmi dirilis.

Untuk informasi lebih lanjut tentang pengumuman Apple di WWDC 2025, simak liputan lengkap kami di sini.

Apple Ubah Nama Sistem Operasinya Mulai 2026, Ini Perubahan Besarnya

0

Telset.id – Jika Anda kesulitan mengingat versi terbaru sistem operasi Apple, kabar baik datang dari WWDC 2025. Apple mengumumkan perubahan radikal dalam penamaan OS-nya, meninggalkan angka versi yang selama ini membingungkan.

Mulai 2026, seluruh sistem operasi Apple akan menggunakan penamaan berbasis tahun. iOS 18 akan berganti menjadi iOS 26, iPadOS 18.5 berubah menjadi iPadOS 26, dan seterusnya. Perubahan ini mencakup seluruh lini produk Apple kecuali iPhone yang tetap mempertahankan sistem penomoran saat ini.

Craig Federighi, Senior Vice President Software Engineering Apple, menyampaikan pengumuman ini dengan sentuhan humor khasnya. “Tim marketing kami menyadari bahwa tahun selalu diakhiri dua digit. Jadi, mengapa tidak memanfaatkannya?” ujarnya sambil tersenyum di panggung WWDC.

MacOS Tetap Pertahankan Nama Khas California

Meski mengadopsi sistem penamaan tahun, macOS mendapat pengecualian khusus. Federighi menegaskan bahwa macOS “memerlukan lebih dari sekadar angka” sehingga akan tetap menggunakan nama-nama ikonik dari tempat di California seperti Tahoe (versi 2026) dan Sequoia (versi saat ini).

Perubahan ini bukan tanpa alasan. Dengan bertambahnya jumlah sistem operasi Apple—kini mencapai enam keluarga OS dengan empat skema penomoran berbeda—konsumen semakin kesulitan melacak versi terbaru. Apalagi setelah kehadiran Vision Pro yang membawa VisionOS ke dalam ekosistem Apple.

Belajar dari Samsung

Strategi penamaan berbasis tahun sebenarnya bukan hal baru di industri teknologi. Samsung sudah menerapkannya sejak 2020 dengan seri Galaxy S, beralih dari Galaxy S10 ke Galaxy S20 dan kini Galaxy S25. Namun Apple tampaknya belum berniat mengadopsi sistem serupa untuk iPhone.

Perubahan penamaan OS ini akan mulai berlaku bersamaan dengan rilis besar-besaran update sistem operasi Apple di 2026. Selain perubahan branding, Apple juga memperkenalkan fitur-fitur baru seperti desain Liquid Glass yang diklaim lebih tahan gores dan responsif.

Bagi pengguna setia Apple, perubahan ini mungkin terasa seperti angin segar. Tidak perlu lagi menghafal apakah perangkat Anda sudah mendukung iOS 17.5 atau iPadOS 18.2—cukup ingat tahun rilisnya. Namun bagi kolektor nostalgia, ini mungkin akhir dari sebuah era penomoran yang telah menjadi ciri khas Apple selama puluhan tahun.

WWDC 2025 masih berlangsung hingga 13 Juni. Selain perubahan sistem penamaan, Apple juga dikabarkan akan menghadirkan fitur hemat baterai berbasis AI dan sinkronisasi Wi-Fi lintas perangkat dalam update mendatang.