Amazon Buka 1.000 Lowongan Kerja di Inggris, Berminat?

Telset.id, Jakarta – Amazon membuka 1000 lowongan kerja untuk kantor barunya di Manchester, Inggris pada tahun 2019 mendatang. Perusahaan raksasa ritel online dan teknologi ini akan membuka lowongan staf di tiga lokasi.

“Ini adalah pekerjaan Silicon Valley di Inggris dan semakin memperkuat komitmen jangka panjang kami ke Inggris.” Ujar Country Manager Amazon Inggris Doug Gurr, seperti dilansir zdnet.com, Jumat (19/10/2018).

Kantor baru Amazon Inggris berlokasi di Hanover Building Northern Quarter, Manchester, dengan luas 90.000 kaki persegi, yang akan terdiri dari enam lantai.

Gedung tersebut akan menampung sedikitnya 600 staf baru dibidang pengembangan perangkat lunak, pembelajaran mesin dan penelitian dan pengembangan (R & D). Amazon juga akan memperluas pusat pengembangannya di Edinburgh, dengan menambah 250 staf baru.

Sebelumnya, raksasa teknologi Amerika Serikat (AS) itu juga sudah memiliki ratusan insinyur software, ilmuwan machine learning dan desainer pengalaman pengguna (user experience designers). Tim ini bekerja pada teknologi periklanan baru dan rekomendasi belanja pribadi.

Amazon juga akan menambah 180 pekerjaan baru di pusat pengembangan Cambridge sebagai tim R & D yang bekerja pada perangkat Amazon, Alexa, Amazon Web Services (AWS), sistem pengiriman paket bertenaga drone Prime Air, machine learning dan sistem ritel.

Sejak 2010, Amazon telah menginvestasikan lebih dari 9,3 miliar pound atau mencapai Rp 184 triliun di Inggris untuk membangun dan menjalankan operasinya.

Jumlah staf mereka diperkirakan akan mencapai 27.500 orang, termasuk lebih dari 6.500 staf di divisi korporat, AWS dan R & D pada akhir tahun ini.

Keputusan pengembangan bisnis ini kurang dari 6 bulan sebelum Inggris meninggalkan Uni Eropa (Brexit). Keputusan Inggris tersebut telah membuat beberapa perusahaan teknologi khawatir negara ini sulit untuk melakukan transaksi ke pasar Eropa dan sulit menarik staf berkualitas tinggi bekerja di Inggris.

Bos Amazon Inggris dilaporkan sudah memperingatkan para menteri mengenai risiko yang harus ditanggung jika terjadi Brexit.

Sementara itu, Sekretaris Perdagangan Internasional Inggris Liam Fox mengatakan kabar mengenai pekerjaan baru itu adalah mosi percaya yang sangat besar di Inggris dan menjadi tanda bagi dunia bahwa negara monarki absolut ini sangat terbuka untuk bisnis. [WS/HBS]

Sumber: ZDNet

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here