Beranda blog Halaman 3108

Bos Telkomsel: Data Pelanggan Tetap Aman

Telset.id, Jakarta – Sejak pagi tadi netizen dibuat heboh dengan kabar situs Telkomsel diretas oleh hacker. Akibatnya situs milik operator terbesar di Tanah Air itu pun tumbang. Akibat peretasan itu, banyak orang yang mempertanyakan nasib keamanan data pelanggan.

Menanggapi kekhawatiran tersebut, Direktur Utama Telkomsel, Ririek Adriansyah memastikan jika peretasan situs perusahaan yang dipimpinnya sama sekali tidak berpengaruh pada data pelanggan.

“Website ini hanya sebagai media penyampaian informasi kami, dan menggunakan server berbeda dari server penyimpanan data pelanggan. Jadi data pelanggan sama sekali tidak terpengaruh,” jelas Ririek kepada media di Telkomsel Smart Office, Jakarta, Jumat (28/04/2017).

[Baca juga: Tarif Internet Kemahalan? Begini Jawaban Telkomsel]

Ia mengungkapkan jika data pelanggan atau transaksi yang bersifat sensitif aman dari serangan hacker yang meretas situsnya tersebut gara-gara soal tarif internet yang ditetapkan kemahalan.

“Tidak ada resiko peretas bisa mengakses data pelanggan,” ucapnya.

[Baca juga: Benarkah Tarif Internet Telkomsel Mahal?]

Saat disinggung mengenai penyebab diretasnya situs ini, Ririek menjelaskan sebenarnya Telkomsel sedang melakukan migrasi server ke server yang baru dengan keamanan yang lebih baik. Tapi sayangnya, sebelum proses tersebut selesai, server dari situs Telkomsel sudah diretas terlebih dahulu.

“Kami punya beberapa server, dan server yang diretas ini adalah bagian akhir dari proses migrasi,” jelasnya.

[Baca juga: Situs Telkomsel yang Diretas Sudah Bisa Dibuka, Tapi…]

Dirinya juga sedang mengupayakan agar kasus serupa tidak terulang kembali. Sekedar informasi, situs Telkomsel sendiri sudah bisa diakses kembali, tapi sayangnya, menurut pantauan Tim Telset.id situs tersebut masih belum terlihat maksimal.[FHP/HBS]

Ini Perbandingan Tarif Internet Operator di Indonesia

2

Telset.id, Jakarta – Setiap operator jaringan seluler di Indonesia pastinya memiliki metode tersendiri untuk menarik minat pelanggan. Mulai dari kekuatan jarigan, kecepatan internet, hingga tarif menjadi pilihan masing-masing operator. Karena begitu beragamnya skema tarif Internet yang ditawarkan operator, terkadang pelanggan justru bingung soal tarif Internet operator di Indonesia.

Di Indonesia sendiri, terdapat lima operator yang menjadi pilihan masyarakat Indonesia, yakni XL Axiata, Telkomsel, Indosat Ooredoo, Smartfren, dan Tri. Kelima operator ini tentunya memiliki tarif masing-masing yang bisa dipakai oleh masyarakat Indonesia.

Pada kesempatan kali ini, tim Telset.id akan mencoba menilik perbedaan harga paket yang ditawarkan oleh setiap operator. Agar adil, metode yang kami lakukan adalah mengambil setiap paket dari situs resmi masing-masing operator.

Nah penasaran bukan seberapa mahal paket internet yang ditawarkan oleh para operator? Jika penasara, silahkan simak laporannya berikut ini!

XL Axiata

telset.id

XL menawarkan paket internet yang bisa dibilang cukup beragam. Dalam paket XTRA Combo, mereka menawarkan lima paket internet yang pastinya bisa menjadi pilihan setiap pengguna internet.

Paket yang paling murah ditawarkan oleh XL adalah mulai dari Rp 59 ribu per bulan hingga Rp 239 ribu per bulan. Mereka menawarkan total kuota mulai dari 8GB hingga 42GB per bulan.

Tentunya, kuota ini terbagi dua pengkelompokan, yakni yang khusus jaringan 4G saja dan di jaringan 4G/3G/2G. Selain itu, mereka juga memberikan bonus kuota hingga 14 GB kepada pelanggannya.

Tak sampai disitu saja, mereka juga memberikan gratisan berupa telepon ke sesama operator dalam jangka waktu tertentu untuk dipakai selama satu bulan.

Baca Juga: Paket Internet XL

Telkomsel

telset.id

Paket internet Telkomsel sendiri, mereka memberikan nama dengan nama Flash. Mereka memberikan lima pilihan paket untuk para penggunanya, dimulai dari kuota terkecil sebanyak 6 GB hingga 40 GB per bulannya.

Untuk masalah tarif, Telkomsel menawarkan harga mulai dari Rp 75 ribu per bulan hingga Rp 500 ribu per bulannya.

Untuk masalah kuota sendiri, mereka membagi kuota tersebut menjadi dua baigan, yakni kuota Flash normal (di jaringan 2G/3G) dan kuota Flash 4G.

Baca Juga: Paket Internet Telkomsel

Indosat Ooredoo

telset.id

Beralih ke Indosat, mereka menawarkan lima paket utama mereka. Untuk skema kuota sendiri, seperti kedua operator sebelumnya, mereka membagi dua kategori, yakni kuota internet standar ditambah kuota internet di jaringan 4G.

Untuk harga sendiri, mereka menawarkan harga dimulai dari Rp 45 ribu hingga Rp160 ribu per bulannya. Untuk besaran kuota, mereka menawarkan mulai dari 2 GB hingga 16 GB per bulannya.

Sebagai bonus, mereka menawarkan tambahan gratis menonton di layanan streaming iflix dengan syarat dan ketentuan tersendiri. Selain itu, mereka juga menawarkan layanan data rollover lho!

Baca Juga: Paket Internet Indosat

Smartfren

telset.id

Seperti mengikuti tren, Smartfren juga memiliki lima paket internet andalan yang diberikan kepada para pelanggannya. Bedanya, seluruh kuota yang diberikan merupakan kuota fixed di jaringan 4G mereka.

Smartfren memberikan paket mulai dari Rp 50 ribu per bulan dengan kuota sebear 1,75 GB hingga Rp 150 ribu untuk kuota sebesar 9 GB. Bahkan mereka memiliki sebuah paket yang bernama kuota super besar, dengan harga Rp 300 ribu untuk 30 GB untuk masa pemakaian 30 hari.

Dengan kuota besar ini, tentunya para pengguna dapat merasakan layanan internet tanpa perlu khawatir kuota yang mereka pakai akan cepat habis.

Baca Juga: Paket Internet Smartfren

Tri

telset.id

Terakhir ada operator Tri Indonesia. Berbeda dengan keempat operator yang ada, Tri hanya menyediakan dua paket saja untuk jaringan 4G mereka. Kedua pilihan tersebut adalah Paket Nonstop 4G 5 GB seharga Rp 80 ribu dan 8 GB seharga Rp 125 ribu per bulannya.

Baca Juga: Paket Internet Tri

Untuk bonus sendiri, pihak Tri terbilang paling baik. Mereka memberikan para pengguna layanan bonus kuota internet sebesar 30 GB. Tidak sampai disitu saja, mereka juga memberikan bonus telepon selama 30 menit ke sesama operator. [NC/HBS]

Terungkap! Seperti Ini Tampilan dan Spesifikasi Oppo F3

Telset.id, Jakarta – Pada 4 Mei mendatang, Oppo kembali meluncurkan smartphone terbarunya untuk seri F yakni Oppo F3 yang mungkin menjadi seri alternatif bagi konsumen yang merasa Oppo F3 Plus “terlalu mahal”.

Saat pertama kali terungkap jika perusahaan asal China tersebut akan merilis Oppo F3, memang spesifikasinya belum diungkapkan secara jelas apalagi bentuknya. Namun akhirnya spesifikasi Oppo F3 muncul juga di situs benchmarking GFXBench.

[Baca juga: Setelah F3 Plus, Oppo Siapkan Seri Oppo F3]

Terlihat jika Oppo F3 akan mengusung layar berukuran lebih kecil dari F3 Plus tepatnya 5.5 inch dengan resolusi Full HD (1920 x 1080 piksel). Untuk mesin utamanya, Oppo F3 membawa mesin yang lebih rendah dibanding seri F3 Plus karena hanya menggunakan prosesor Octa-core 1.5GHz MediaTek MT6750T yang dibantu dengan RAM 4GB, memori internal 64GB, baterai berkapasitas 3,200 mAh serta sudah berjalan di Android 6.0 Marshmallow.

Sama seperti F3 Plus, Oppo F3 pun akan dilengkapi dengan dua kamera depan yang masing-masing berukuran 16MP sebagai kamera selfie biasa dan 8MP untuk group selfie karena memiliki wide-angle hingga 120 derajat. Sedangkan untuk kamera belakangnya, F3 dibekali kamera beresolusi 13MP.

[Baca juga: Review Oppo F3 Plus: Kamera Mantap, Spesifikasi Jempolan]

Setelah spesifikasinya, bocoran video yang memperlihatkan Oppo F3 pun tersebar di YouTube. Terlihat pada video di bawah ini, unit Oppo F3 itu merupakan buatan Indonesia. Sekilas memang wajahnya mirip seperti seri F lainnya dari Oppo, bedanya Oppo F3 tidak memiliki garis antena dengan desain baru seperti Oppo F3 Plus. So, untuk memastikannya, kita tunggu saja kehadirannya sebentar lagi! (FHP)

Unik, Samsung Galaxy S8 dengan Body Transparan

Telset.id, Jakarta – Samsung Galaxy S8 memang tersedia dalam berbagai warna seperti Midnight Black, Orchid Gray, Arctic Silver, Coral Blue dan Maple Gold. Tapi pernahkah Anda membayangkan Galaxy S8 dengan tampilan transparan? Pastinya akan terlihat unik.

Salah satu channel YouTube, JerryRigEverything mengubah unit Samsung Galaxy S8 miliknya yang berwarna Midnight Black, menjadi sosok yang berbeda tepatnya menjadi sebuah Galaxy S8 Transparan yang terlihat unik karena setiap komponen di bagian belakang akan terlihat dengan jelas.

Tentu proses ini diawali dengan membongkar body S8 terlebih dahulu. Setelah itu, Jerry menggunakan bahan kimia serta bantuan berbagai alat lainnya untuk mengelupas lapisan warna di body belakang S8. Setelah terkelupas semuanya, ia membersihkan body belakang Galaxy S8.

Belum selesai, karena mash terlihat kurang pantas, ia pun membuang beberapa komponen lainnya seperti lapisan pelindung berwarna hitam yang melindungi komponen penting seperti baterai, RAM, chipset dan lainnya dari air serta ia juga membuang komponen wireless charging yang juga berwarna hitam.

Setelah itu, baru ia memasangkan body belakang berwarna bening tersebut ke body Galaxy S8. Memang terlihat unik dan berbeda. Tapi sayangnya, Galaxy S8 tersebut tak lagi bisa mendukung fitur wireless charging dan juga sudah tak tahan air dan debu lagi. Untuk lebih lengkapnya, Anda bisa melihat Galaxy S8 “versi transparan” pada video di bawah ini:

Bos Antivirus McAfee Bikin ‘Ponsel Teraman’ di Dunia

0

Telset.id, Jakarta – Semakin berkembangnya kasus peretasan membuat semua orang kian waspada. Berbagai cara dilakukan oleh mereka untuk mengamankan data pribadi mereka, mulai dari menggunakan antivirus hingga melakukan pengamanan lainnya.

Namun CEO dari perusahaan antivirus McAfee, John McAfee memiliki cara sendiri untuk mencoba mengamankan data dari pengguna ponsel pintar. Caranya adalah dengan mengembangkan sebuah perangkat Android paling aman di dunia.

“Untuk mengembangkan ponsel ini, kami telah menyuntik dana dalan jumlah yang sangat besar,” ujar McAfee seperti dikutip dari laman Ubergizmo.

Ponsel ini ternyata memiliki tingkat keamanan yang sangat tinggi dengan menyematkan sebuah “saklar” khusus di belakang perangkat tersbut. Cukup dengan menekan saklar tersebut, penggunanya dapat memutuskan koneksi baterai, antena WiFi, geolocation, Bluetooth, kamera dan microphone sekaligus.

 

“Selain itu, ponsel ini juga tidak dapat ditembus peralatan hack seperti Stingray. Ditambah lagi, peramban yang terdapat di ponsel ini memiliki fitur anonymizer,” jelasnya.

Akan tetapi McAfee sendiri mengatakan produk ini tidak akan berharga murah. Dia memperkirakan harga jual dari ponsel ini sekitar US$ 1,100 atau sekitar Rp 15 juta per buahnya.

Hingga saat ini, McAfee masih belum mau mengatakan kapan ponsel ini dirilis. Pastinya, ponsel ini ditujukan untuk para profesional yang ingin menjaga kerahasiaan data yang ada di ponsel tersebut. [NC/HBS]

Situs Telkomsel yang Diretas Sudah Bisa Dibuka, Tapi…

0

Telset.id, Jakarta – Kejadian peretasan situs Telkomsel pada Jumat pagi (28/04/2017) tadi membuat heboh netizen Indonesia. Akibatnya, pihak Telkomsel meminta maaf kepada seluruh pelanggannya. Kini situs Telkomsel “terlihat” sudah kembali normal, tapi…

Menurut pantauan Tim Telset.id, sekitar pukul 16.30 WIB, situs operator selular plat merah tersebut sudah dapat dibuka kembali. Melihat tampilannya, situs Telkomsel memang sudah nampak normal, karena sudah bisa dibuka dan seluruh banner berjalan di laman tersebut.

Tapi menariknya, saat dicoba untuk dinafigasikan, situs tersebut tidak merespon sama sekali. Berkali-kali coba diklik berbagai menu di situs tersebut, namun tidak muncul apapun alias tak dapat dibuka. Ini artinya situs Telkomsel belum sepenuhnya pulih, karena hanya bisa diakses tampilan depannya saja, tapi belum bisa dinafigasikan.

Sebelumnya peretas menuntut Telkomsel untuk menurunkan tarif internet mereka yang dianggap kemahalan. Menurut si peretas, tarif yang ditawarkan dalam beragam skema paket Internet Telkomsel tidak “dibutuhkan”, karena sebenarnya yang pelanggan inginkan tarif Internet yang murah.

“Gue kagak butuh HOOQ, VIU, iming-iming kuota music ame video lu. Gue cuma butuh KUOTA INTERNET. TITIK,” demikian tulis sang hacker di laman situs Telkomsel yang telah diganti tampilannya menjadi warna hitam dengan gambar orang memakai jas tanpa kepala.

[Baca juga: Situs Diretas, Telkomsel Minta Maaf]

Menanggapi “protes” tersebut, Adita Irawati, Vice President Corporate Communications mengatakan bahwa Telkomsel berterima kasih dan menghargai keluhan masyarakat pengguna soal tarif kuota Internet.

“Hal ini menunjukkan  bahwa produk seluler kami digunakan oleh masyarakat luas,” ujar Adita, Jumat (28/4/2017).

Terkait tarif, lanjut Adita, tentunya ini berkaitan dengan  kualitas yang ingin Telkomsel berikan agar pelanggan dapat menikmati layanan broadband Telkomsel dimana pun mereka berada.

“Dalam menetapkan tarif, kami merujuk pada komponen biaya jaringan termasuk untuk kebutuhan akses bandwidth internasional. Untuk itu, kami menawarkan berbagai pilihan paket Internet kepada pelanggan, dengan berbagai pilihan harga,” jelasnya.

[Baca juga: Tarif Internet Kemahalan? Begini Jawaban Telkomsel]

Nah, bagaimana menurut Anda? Apakah tarif yang diberikan oleh Telkomsel terasa memberatkan Anda? [NC/HBS]

Keren! Bos Google Bikin Mobil Terbang [Video]

Telset.id, Jakarta – Kondisi lalu lintas di jalanan kota-kota besar semakin macet saja. Mungkin itu adalah hal yang wajar bagi kota-kota besar karena kemacetan timbul berkat banyaknya masyarakat yang menggunakan kendaraan pribadi dibandingkan menggunakan kendaraan umum.

Jakarta misalnya, meskipun pemerintah sudah memberikan transportasi publik yang nyaman, tetap saja permasalahan kemacetan seolah tidak selesai karena masih banyak masyarakat yang menggunakan kendaraan pribadinya untuk mencapai satu tempat ke tempat lainnya. Lantas apa solusi nyata yang mungkin bisa terealisasi di era serba cepat seperti sekarang ini?

Mungkin jawaban dari pertanyaan itu adalah mobil terbang, karena bukan sekedar konsep lagi, beberapa perusahaan bahkan sudah siap mengujicoba mobil terbang, sebut saja Airbus dan AeroMobil. Namun pertanyaannya sekarang adalah, apa ada perusahaan yang sudah siap untuk memasarkan mobil terbang? Adalah Kitty Hawk yang merupakan startup yang didanai oleh pendiri sekaligus bos Google yakni Larry Page.

[Baca juga: Mobil Terbang untuk Atasi Kemacetan Kota Besar, Fiksi atau Nyata?]

Baru-baru ini, Kitty Hawk sudah mendemonstrasikan kendaraan terbang pertama mereka bernama Flyer. Dilansir Tim Telset.id dari Fossbytes, Flyer diklaim merupakan kendaraan terbang yang mudah untuk digunakan, meskipun hanya mampu menampung satu orang saja yakni si pengendara.

Menariknya lagi, tidak seperti pesawat terbang yang diharuskan memiliki lisensi pilot, pengendara Flyer sama sekali tidak membutuhkan lisensi tersebut. Sayangnya, Flyer baru mampu terbang di atas permukaan air saja, belum di atas permukaan tanah atau jalanan.

[Baca juga: Airbus Siap Uji Coba Mobil Terbang Otonom Tahun Ini]

Namun meski begitu, demonstrasi Flyer berjalan dengan cukup sukses. Karenanya, Kitty Hawk memperkirakan mereka akan menjual Flyer pada akhir tahun ini dengan harga yang masih belum diinformasikan. Anda bisa melihat mobil terbang buatan Google pada video di bawah ini:

Begini Cara FalseGuide Infeksi Smartphone Korbannya

Telset.id, Jakarta – Google Play Store memang menyediakan banyak sekali aplikasi, game dan lainnya yang siap untuk di-download oleh para pengguna Android. Tapi tahukah Anda jika beberapa di antara banyaknya aplikasi itu ternyata tersimpan malware yang bisa merugikan pengguna yang tak sengaja meng-install-nya?

FalseGuide pertama kali ditemukan oleh para peneliti dari Check Point. FalseGuide merupakan aplikasi panduan untuk berbagai game populer seperti Pokemon GO, FIFA Mobile, Clash of Clans, dan lainnya yang nyatanya disisipkan malware oleh para hacker untuk menguntungkan dirinya dari sisi finansial.

Nantinya, FalseGuide akan terus memunculkan iklan tertentu di smartphone korbannya yang tak jarang membuat performa smartphone menjadi tak maksimal. Tak tanggung-tanggung, jumlah korban dari aplikasi malware ini sudah mencapai 2 juta pengguna Android!

Lantas bagaimana cara kerja dari FalseGuide? Check Point mengungkapkan jika dari lebih 40 aplikasi yang diduga sebagai FalseGuide, beberapa diantaranya merupakan aplikasi buatan developer asal Rusia yakni Anatoly Khmelenko atau Анатолий ХмеленкоSergei Vernik, dan Nikolai Zalupkin.

Ketika korbannya men-download aplikasi FalseGuide, nantinya aplikasi tersebut akan meminta izin untuk Administrative Permissions agar aplikasi tersebut tak bisa dihapus oleh pengguna.

Kemudian, para hacker atau developer dari aplikasi itu akan bisa mengirimkan pesan dan notifikasi berisi iklan yang mengganggu pengguna entah itu iklan popup, atau konten lainnya karena malware yang ditanamkannya sudah mendukung Firebase Cloud Messaging.

Hal yang lebih berbahaya lagi dari FalseGuide adalah, ketika hacker merasa “sudah puas” menyerang korbannya dengan iklan yang mengganggu, mereka juga bisa melakukan serangan berbahaya lainnya seperti memasukkan kode berbahaya, melakukan serangan DDoS atau bahkan mengambil data pribadi korbannya. (FHP/HBS)

Benarkah Tarif Internet Telkomsel Mahal?

7

Telset.id, Jakarta – Situs Telkomsel sempat ambruk setelah mendapat serangan dari peretas. Sang hacker yang meretas situs Telkomsel mengeluhkan tentang mahalnya tarif data internet operator itu. Apa benar tarif internet Telkomsel lebih mahal jika dibandingkan dengan negara lain?

Menurut pendapat Sekjen Pusat Kajian Kebijakan dan Regulasi Telekomunikasi ITB Muhammad Ridwan Effendi. Dalam catatannya, tarif internet Telkomsel dan operator lainnya, tidak lebih mahal.

“Tarif data internet Telkomsel masih sangat wajar. Bahkan, kita masih termurah di dunia sesudah India,” ujar Ridwan yang sempat dua periode menjabat sebagai anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) saat dihubungi Telset.id, Jumat (28/4/2017).

Klaim itu disampaikan olehnya berdasarkan pengalamannya dengan operator di luar negeri. Dipaparkan Ridwan, operator seluler di Amerika Serikat, misalnya, menawarkan tarif 40 USD atau sekitar Rp 520 ribu untuk paket 8GB.

[Baca juga: Tarif Internet Kemahalan? Begini Jawaban Telkomsel]

“Di kita ada paket yang 45 ribu. Di luar coba, di Spanyol Rp 500 ribu, di Amerika Rp 520 ribu. Kemarin di Cordoba, saya kena 30 euro untuk paket yang sama. Untuk tarif voice relatif sama, 10 sen per menit. Sekitar Rp 1.700 rupiah per menit. Sementara kalau di Inggris, sekitar 15 sen poundsterling per menit atau Rp 3.000 per menit,” ujarnya.

Dengan demikian, tarif voice atau percakapan suara di luar negeri, rata-rata masih lebih tinggi dua kali lipat. Bahkan, tegas Ridwan, tarif data di luar negeri bisa sampai dengan 10 kali lipat lebih mahal dibanding operator di Indonesia.

“Jadi kalau voice, walaupun di luar negeri lebih mahal, ordenya masih 1-2 kali lebih mahal. Beda dengan data kan, jauh lebih mahal. Tarif voice di luar sama di kita sampai dengan dua kali saja, tapi kalau tarif data bisa sampai dengan sepuluh kalinya di kita,” ucapnya.

Dengan kondisi ini, justru Ridwan menilai, operator saat ini masih lebih banyak melakukan subsidi silang dari layanan voice ke data. Justru jika hal itu diterapkan ke pengguna, akan tidak adil bagi masyarakat luas.

“Semua operator sekarang ini mensubsidi harga paket data dari revenue voice. Dari sisi kerakyatan ini sangat tidak adil, revenue voice kebanyakan berasal dari masyarakat menengah ke bawah, sementara pemakai data adalah masyarakat menengah ke atas,” papar Ridwan.

“Perlu disadari saat ini tarif paket data retail kebanyakan masih di bawah ongkos produksi. Saat ini terbukti efek gunting itu, dimana trafik data melesat semakin tinggi, sementara revenue operator datar-data saja. Kelihatannya Telkomsel ingin mengurangi gap itu,” jelasnya lebih lanjut.

[Baca juga: Situs Diretas, Telkomsel Minta Maaf]

Sementara menurut Adita Irawati, Vice President Corporate Communications Telkomsel, tarif yang mereka tawarkan ke pelanggan merujuk pada komponen biaya jaringan, termasuk untuk kebutuhan akses bandwidth internasional.

Ia pun berterima kasih dan menghargai keluhan masyarakat pengguna soal tarif kuota Internet. Hal ini, menurutnya, telah menunjukkan bahwa produk seluler Telkomsel digunakan oleh masyarakat luas.

“Untuk itu, Telkomsel menawarkan berbagai pilihan paket Internet kepada pelanggan, dengan berbagai pilihan harga. Saat ini, pelanggan Telkomsel mencapai 169 juta pelanggan dimana sekitar 50%  diantaranya tercatat sebagai pelanggan 3G/4G,” ujarnya.

“Terkait tarif tentunya ini berkaitan dengan kualitas yang ingin kami berikan agar pelanggan dapat menikmati layanan broadband Telkomsel di mana pun mereka berada,” papar Adita lebih lanjut.[HBS]

 

Angkatan Laut Amerika Kembangkan Baterai Anti Meledak

1

Telset.id, Jakarta – Baterai dengan tipe Lithium-ion kini banyak digunakan perangkat elektronik semisal ponsel pintar dan lainnya. Banyak kelebihan yang dimiliki oleh tipe baterai tersebut, seperti daya tahan pengisian yang tinggi dan lainnya. Hal ini mendorong banyak pihak yang ingin mengembangkan baterai anti meledak

Meski kini perangkat ponsel semakin pintar, namun sayang teknologi baterai masih memiliki kelemahan utama, yakni cepat panas dan bahkan memiliki resiko meledak yang tinggi. Oleh karena itu, Seperti dikutip dari laman Engadget, tim peneliti dari Angkatan Laut Amerika kini sedang mengembangkan baterai anti meledak.

Para tim peneliti bersama perusahaan pembuat baterai bernama EnZinc sedang berusaha mengembangkan sebuah baterai berbahan dasar Nikel dan Zinc. Bahan ini biasanya ditemukan pada baterai sekali pakai, atau tidak dapat diisi kembali.

Kunci utama dari baterai ini adalah teknologi 3D Zinc Sponge yang memungkinkan baterai bertipe Zinc untuk dapat diisi ulang. Tentunya, jika teknologi ini bisa berhasil, maka baterai ini akan membuka pintu baru bagi teknologi di bidang apapun.

“Kami sekarang bisa menawarkan opsi lain selain menggunakan baterai Lithium-ion untuk dipakai di dunia teknologi portable, teknologi wearable, serta di kendaraan bertenaga listrik,” ujar peneliti Angkatan Laut Amerika Jeffrey Lon.

Dia menyatakan perkembangan teknologi ini sudah hampir bisa digunakan secara masal pada akhir 2019 mendatang. Teknologi baterai ini nantinya bisa diterapkan di berbagai bidang, mulai dari kehidupan sehari-hari hingga untuk kebutuhan militer. [NC/HBS]

Ini Cara Tarik Kembali Email yang Salah Kirim di Gmail

1

Telset.id, Jakarta – Kejadian salah mengirim e-mail sering kali terjadi dikala kita sedang dalam keadaan terburu-buru. Tentunya, jika e-mail yang kita kirim adalah sesuatu yang rahasia dan tidak boleh diketahui orang, maka hal tersebut bisa berbahaya.

Eits, jangan panik dulu. Jika Anda pengguna Gmail, ternyata mereka menyediakan sebuah cara untuk menarik kembali e-mail Anda yang tak sengaja terkirim.

Dikutip dari laman Mashable, fitur ini ternyata baru bisa dipakai di Gmail desktop saja. Hal yang pertama harus dilakukan adalah membuka laman Gmail seperti biasa.

Setelah terbuka, hal yang harus dilakukan selanjutnya adalah mengklik ikon Gir di sebelah kanan atas dari laman Gmail. Setelah itu Anda tinggal pilih Setting.

telset.id | nur chandra

Sebuah laman baru akan muncul di peramban Anda. Setelah itu, gulirkan laman tersebut hingga Anda menemukan pilihan Enable Undo Send. Setelah ketemu, centang kotak di sebelah kiri dan tentukan jangka waktu pilihan Anda, dimulai dari 10 hingga 30 detik.

telset.id | nur chandra

Setelah memilih, jangan lupa untuk melakukan penyimpanan pengaturan yang sudah dibuat Caranya adalah dengan menekan tombol Save Change di bagian bawah layar. Setelah itu, Anda dapat mengambil e-mail yang salah dikirim di kemudian hari. So, Selamat mencoba! [NC]

 

Awas! “Guide Apps” di Android Jadi Sarangnya Malware

Telset.id, Jakarta – Anda sering menemui “Guide Apps” untuk berbagai game terkenal seperti Clash of Clans, FIFA Mobile, Pokemon GO, dan lainnya? Lebih baik jangan pernah download aplikasi tersebut karena di dalamnya terdapat malware untuk menguntungkan para hacker di segi finansial.

Dilansir Tim Telset.id dari The Hackernews, telah ditemukan lebih dari 40 “guide apps” atau aplikasi panduan berisi malware di Google Play Store untuk beberapa game populer yang sudah menginfeksi kurang lebih 2 juta pengguna Android. Temuan tersebut berhasil diungkap oleh peneliti di bidang keamanan, Check Point.

Aplikasi berbahaya ini dijuluki sebagai FalseGuide yang mampu memberikan keuntungan finansial bagi para hacker karena lewat malware yang diselipkannya, akan muncul berbagai iklan palsu yang mengganggu dan tak jarang membuat smartphone korban bekerja tidak maksimal.

“Sejak 24 April, peneliti Check Point mengetahui bahwa serangan FalseGuide jauh lebih luas daripada yang mereka ketahui,” jelas Check Point dalam situs resminya.

Hebatnya lagi dari FalseGuide ini adalah, aplikasi tersebut berhasil lolos dari pengawasan Google Play Store sejak pertama kali diunggah para toko online milik Google itu pada November 2016 silam. So, jika Anda senang bermain game di Android dan menemui jalan buntu dalam memainkannya, jangan cari aplikasi guide untuk game tersebut di Google Play Store, lebih baik tanyakan kepada teman yang juga memainkannya atau cari via Google Search. (FHP)