Telset.id, Jakarta – Bagi sebagian orang, kemacetan jalan bisa jadi adalah momen yang paling menyebalkan, bahkan adakalanya membuat depresi. Sementara sebagian yang lain lebih melihatnya sebagai pemandangan sehari-hari. Sebuah rutinitas, malah, tak ubahnya mandi di pagi hari atau menggosok gigi sebelum tidur.
Di Jakarta misalnya, yang juga menjadi salah satu kota dengan tingkat kemacetan yang tinggi – meski tanpa embel-embel ”ter”, beragam solusi coba ditawarkan, dari pembatasan kendaraan melalui jalur 3 in 1, penambahan jalan hingga penerapan pajak yang tinggi. Namun semua itu sepertinya belum bisa menyelesaikan persoalan. Hal yang sama juga terjadi di kota-kota besar lainnya di dunia. Macet tak kunjung hilang. Terus dan terus saja ada sampai ke titik dimana orang-orang pintar mulai merasa perlu untuk melakukan sesuatu yang radikal. Apa itu? MOBIL TERBANG.
Sepintas, solusi ini memang terdengar mengada-ada. Seolah kita sedang disuguhi film fiksi atau semacamnya. Tapi inilah yang sungguh terjadi di luar sana, dan bisa jadi adalah masa depan. Di beberapa negara maju, misalnya, mobil terbang sedang gencar-gencarnya dikembangkan. Dengan beberapa perusahaan berlomba untuk lebih dulu memperkenalkan karyanya. Mulai dari Moller International, Aeromobil, hingga Airbus.
Mobil terbang sendiri pada dasarnya merupakan pesawat pribadi hipotetis yang menyediakan transportasi udara pintu – ke – pintu (misalnya, dari rumah ke kantor, rumah ke sekolah atau lainnya). Ini adalah transportasi pribadi yang nyaman dan tanpa persyaratan untuk jalan ataupun landasan terbang, sehingga dapat dioperasikan pada daerah perkotaan.
Nah, jika sebagian dari kalian bertanya-tanya tentang akan seperti apa wujudnya nanti, beberapa kisah fantasi dan fiksi ilmiah mungkin bisa menjadi acuan, sebut saja Star Wars, Blade Runner, hingga Back to the Future. Mobil terbang ya kira-kira seperti itu. Keren kan?
Pertanyaannya sekarang, akankah mobil terbang seperti itu benar-benar bisa menjadi kenyataan? Maksudnya di sini menjadi komersial seperti halnya mobil atau kendaraan lainnya yang ada di darat. Atau, jangan-jangan hanya akan berakhir sebagai sebuah fiksi? Ya seperti yang kita lihat di film-film Hollywood itu.
Well, banyaknya perusahaan yang saat ini fokus untuk mengembangkan mobil yang mampu terbang ke angkasa mungkin bisa menjadi jawaban atas pertanyaan itu, betapa mobil terbang kian dekat dengan kenyataan. Moller International misalnya, perusahaan ini mencoba mengembangkan mobil terbang yang mereka beri nama Skycar. Konon, Skycar mampu mencapai kecepatan hingga 483 km/jam pada ketinggian 36.000 kaki. Skycar adalah mobil yang bisa terbang, tapi bukan pesawat dan mereka pun tidak mau mobil empat penumpangnya ini bersaing dengan perusahaan pesawat.
Selain Moller, perusahaan asal Slovakia, Aeromobil juga telah berhasil memproduksi sebuah mobil terbang. Bahkan, kini mobil yang akan berjalan di udara ini sudah selesai melakukan rangkaian ujicoba dan siap dijual ke konsumen tahun ini. Perusahaan menyebut, kendaraan ini memiliki jangkauan terbang 700 kilometer dengan bensin biasa. Selain itu, mobil ini juga dilengkapi dengan autopilot serta parasut yang secara otomatis akan terbuka jika pilot mengalami masalah. Asik!
Apa kabarnya Airbus?
Tak mau kalah dengan beberapa perusahaan lainnya – Moller ataupun Aeromobil, ahlinya pesawat terbang yakni Airbus Group tentu tak mau kalah dalam bereksperimen. Tak tanggung-tanggung, perusahaan ini bahkan berencana menjajal mobil terbang berteknologi autopilot miliknya di jalan perkotaan pada akhir tahun. Menurut Airbus, mobil yang akan diberi nama Vahana ini akan berbentuk seperti helikopter dan bisa menampung beberapa orang. Vahana akan memanfaatkan delapan buah rotor di bagian mesin, yang dibagi di kedua sayap. Kedua sayap dapat melipat dengan kemiringan tertentu untuk menyesuaikan mobil saat ingin lepas landas. Entah itu ingin melakukannya secara horizontal ataupun sebaliknya.
Tak seperti Aeromobil yang mengaku menyasar orang-orang berkantong super tebal, penggunaan mobil terbang Airbus nantinya akan sama dengan sistem sewa di mana setiap orang bisa memanfaatkan mobil ini dengan memesannya melalui aplikasi smartphone. Namun demikian, menurut CEO Airbus, Tom Enders, unit yang akan diuji coba perusahaan untuk saat ini baru bisa dinaiki oleh satu orang saja. Gubrak…
Lain Airbus, lain pula perusahaan ride-sharing Uber. Meski sempat ada selentingan bahwa perusahaan yang berbasis di AS itu sedang menggarap mobil terbang, namun pernyataan resmi belum pernah keluar dari Uber. Hanya sebuah bocoran ilustrasi mobil terbang berlogo perusahaan yang beredar di media sosial. Ilustrasi tersebut mengungkap soal mobil terbang yang akan dikembangkan Uber, dimana mobil ini merupakan kendaraan dengan teknologi electric aircraft yang konon bisa mendarat secara vertikal di rooftop atau landasan yang berlokasi di gedung pencakar langit layaknya heliport.

Nah, bisa dibayangkan bukan jika apa yang sebelumnya hanya ada di film-film fiksi ini menjadi nyata? Bye-bye macet. Setidaknya buat mereka yang kaya raya. [IF]




