Beranda blog Halaman 2422

Lakukan Pelecehan Seksual, Google Tetap Gaji Bapak Android

1

Telset.id, Jakarta – Google kabarnya tetap memberikan gaji kepada pencipta Android, Andy Rubin meski sudah hengkang dari raksasa pencarian itu. Pria yang dijuluki “Bapak Android” ini kabarnya tetap menerima gaji sebesar USD 2 juta atau Rp 30,5 miliar setiap bulannya, sejak tahun 2014.

Dilansir Telset.id dari CNET, Jumat (26/10/2018), jika ditotal, Andy Rubin telah menerima gaji hingga USD 90 juta atau setara dengan Rp 1,3 triliun hingga tahun 2018.

Andy Rubin sendiri mundur dari Google, setelah co-founder  Google, Larry Page memintanya untuk keluar, karena tuduhan pelecehan seksual yang ia terima.

Kasus Andy Rubin berawal dari aduan karyawan Google yang menjadi korban. Menurutnya, Rubin telah melakukan pelecehan seksual kepadanya di kamar hotel pada tahun 2013. Atas kasus tersebut, Google langsung melakukan penyelidikan internal, dan menyimpulkan bahwa bapak Android itu benar-benar bersalah.

Rubin pun meninggalkan Google di tahun berikutnya. Namun, berdasarkan laporan The New York Times, Rubin tetap menerima gaji dari Google, terhitung sejak dirinya keluar 4 tahun silam.

Terkait masalah ini, pihak Google dan Essential Product masih belum mau memberikan komentarnya. Sedangkan Rubin melalui akun Twitter pribadinya menyangkal tuduhan pelecehan seksual tersebut.

“Kisah di New York Times berisi banyak ketidakakuratan tentang pekerjaan saya di Google dan dibesar-besarkan secara berlebihan tentang kompensasi saya,” katanya.

Ia juga masih membantah bahwa dirinya melakukan pelecehan seksual terhadap karyawan Google di hotel pada tahun 2013. Ia menegaskan, keputusan untuk keluar dari Google muncul atas keinginannya sendiri.

“Secara khusus, saya tidak pernah memaksa seorang wanita untuk berhubungan seks di kamar hotel. Tuduhan palsu ini adalah bagian dari kampanye kotor untuk meremehkan saya selama perceraian,” ucap Rubin.

“Saya juga terganggu bahwa eksekutif Google yang anonim berkomentar tentang saya yang mengajukan pengunduran diri dan salah mengartikan fakta,” lanjutnya.

Google memang cukup ketat dalam mendisiplinkan para karyawannya. Menurut VP of People Operations, Eileen Naughton, sikap Google terhadap Rubin adalah salah satu buktinya.

“Dalam beberapa tahun terakhir, kami telah mengambil langkah tegas pada prilaku yang tidak pantas kepada karyawan Google yang ada di berbagai divisi,” tegas Eileen.

“Kami bekerja keras untuk terus meningkatkan cara kami untuk menangani perilaku semacam ini,” jelasnya.

Tetapi, ucapan Eileen dibantah langsung oleh juru bicara Rubin. Menurutnya, Rubin mundur dari Google bukan karena tuduhan pelecehan seksual yang dituduhkan kepadanya.

“Hubungan apa pun yang dimiliki tuan Rubin saat di Google adalah konsensus dan tidak melibatkan orang yang melapor langsung kepadanya,” pungkas juru bicara Rubin. (NM/FHP)

Edan! Lukisan Karya AI Laku Rp 6,5 Miliar

1

Telset.id, Jakarta – Sebuah lukisan yang dibuat oleh kecerdasan buatan atau AI membuat kejutan di rumah lelang Christie di New York, Amerika Serikat. Betapa tidak, lukisan ini terjual dengan harga yang cukup fantastis, yakni US$ 432.000 atau mencapai Rp 6,5 miliar.

Dilansir Engadget, Jumat (26/10/2018), lukisan yang berjudul “Potret Edmond Belamy” merupakan karya seni pertama yang seluruh prosesnya dibuat oleh AI. Karya ini sengaja dibuat untuk dijual pada acara besar lelang seni Christie.

Sebenarnya lukisan ini diperkirakan hanya akan laku antara US$7.000 – 10.000 atau sekitar Rp 106 – 152 juta-an saja. Tetapi pada kenyataannya peminat membludak, sehingga harganya membumbung jauh dari target awal, yakni menyentuh angka Rp 6,5 miliar atau naik hingga lebih dari 50 kali lipat.

“Potret Edmond Belamy” merupakan hasil buatan algoritma Generative Adversarial Networks (GANs) yang dirancang oleh kelompok seni asal Paris bernama Obvious.

Lantas, bagaimana cara pembuatan lukisan ini sendiri?

Kelompok Obvious memberi umpan data untuk GANs hingga 15.000 potret yang dilukis mulai dari abad ke-14 hingga abad ke-20. Generator algoritma tersebut kemudian menggunakan pemahamannya mengenai berbagai umpan karya seni tersebut untuk mulai membuat gambar sendiri.

Disamping itu discriminator dalam sistem ini juga bekerja untuk menentukan perbedaan antara seni buatan manusia dan seni buatan Generator. Proses ini berlanjut sampai discriminator tidak dapat lagi membedakan antara karya buatan manusia dan Generator atau AI. Kolektif seni akhirnya memutuskan karya tersebut cukup bagus untuk dijual.

The “Portrait of Edmond Belamy” adalah salah satu dari 11 lukisan potret orang tidak eksis atau rekaan yang dibuat oleh AI. Obvious Art juga menjual lukisan potret lain yang dibanderol 10.000 euro atau sekitar Rp 172,9 juta yang dipajang di situs web-nya.

Kemungkinan kelompok tersebut akan berpikir ulang untuk menaikkan harga lukisan AI miliknya setelah salah satu lukisan mereka terjual dengan harga sangat fantastis. [WS/IF]

Sophos: ASEAN Sasaran Empuk Serangan Siber

0

Telset.id, Jakarta Kasus serangan siber marak terjadi belakangan ini di berbagai belahan dunia seiring perkembangan teknologi digital. Bahkan ASEAN dikatakan merupakan sasaran empuk serang siber.

Seperti yang terjadi belum lama ini di Singapura, negara yang dianggap paling maju teknologinya di kawasan Asia Tenggara ini diserang hacker yang membobol 1,5 juta data pribadi warga mereka, termasuk data pribadi PM Lee Hsien Loong.

“Ancaman cybersecurity semakin canggih dan Asia adalah sasaran empuk serangan siber. Kami melihat Singapura pernah mengalami insiden pelanggaran data terbesar dua bulan yang lalu, dan tampaknya serangan seperti itu tidak akan mereda,” ujar Direktur Senior ASEAN dan Korea Sophos, Sumit Bansal.

Disisi lain, Sumit melihat ada sisi positif atas aksi para penjahat digital tersebut, yakni kalangan bisnis dari berbagai skala telah menyadari hal tersebut dan terus berinvestasi meningkatkan keamanan siber (cybersecurity).

Ini menjadi peluang bagi perusahaan dibidang cybersecurity, seperti Sophos untuk memperkuat posisi mereka di Kawasan ini. Bahkan untuk memperluas layanannya di bidang pemasaran, Sophos menggandeng Tech Data, distributor produk teknologi terkemuka global.

“Kemitraan kami dengan Tech Data akan mempermudah mitra bisnis dan pelanggan mereka di kawasan untuk mengerahkan perlindungan Sophos” Kata Sumit.

Layanan yang ditawarkan Sophos antara lain portofolio jaringan, endpoint, data, identitas, dan perlindungan firewall. Dengan memanfaatkan jaringan dan pengalaman pasar regional Tech Data, Sophos berharap bisa mengjangkau pelanggan di kawasan ASEAN.

Wakil PresidencSpecialist Business Unit Tech Data Asia Pasifik Naresh Desai menuturkan bahwa produk Sophos hanya tersedia melalui mitra yang terdaftar. Dengan kemitraan ini, Sophos diharapkan dapat memenuhi kebutuhan mitra bisnis dan pelanggan mereka di kawasan ASEAN secara efisien.

“Tech Data percaya bahwa kekuatan solusi keamanan generasi masa depan terletak pada pendekatan proaktif terhadap ancaman keamanan. Kami persenjatai mitra bisnis dengan teknologi dan pengetahuan untuk melindungi pelanggan mereka,” tutur Naresh.

Disisi lain, kemitraan Tech Data dengan Sophos, kata dia, juga membantu untuk memperkuat portofolio keamanan dan memenuhi kebutuhan cybersecurity untuk lebih dari 5.000 mitra bisnis mereka di ASEAN. [WS/HBS]

 

Susul Mesut Ozil, Drake Ikut Danai Tim eSports

1

Telset.id, Jakarta –  Penyanyi dan penulis lagu Drake, dikabarkan baru saja menjadi co-owner dari sebuah organisasi tim eSports bernama 100 Thieves. Drake disebut memberikan dukungan pendanaan kepada tim tersebut.

100 Thieves adalah tim e-Sport yang didirikan oleh mantan atlet profesional Amerika Serikat, Matthew “Nadeshot” Haag yang tak lain mantan atlet e-Sport profesional untuk game Call of Duty. Di masa karirnya, Haag bernaung di bawah tim bernama OpTic Gaming.

Ia membentuk tim e-Sport (100 Thieves) yang kini berfokus di game League of Legends, Fortnite, dan Clash Royale pada 2016. Namun, tim ini belum menuai prestasi apapun hingga kini.

Dilaporkan Newsweek, langkah Drake untuk berinvestasi di 100 Thieves ini mendapat respon positif dari pihak e-Sport. Drake sendiri memang diketahui beberapa kali tampil di Twitch untuk memainkan game Fortnite bersama YouTuber game di Amerika Serikat.

Meskipun menyandang status co-owner, Drake tidak akan menjadi pelatih untuk tim e-Sport 100 Thieves. Ia hanya akan berperan sebagai strategic advisor atau penasihat strategis untuk branding tim tersebut, termasuk mengembangkan bisnis fesyen dari brand 100 Thieves.

Apa yang dilakukan oleh Drake ini cukup berbeda dengan yang dilakukan Mesut Ozil, pesepak bola asal Jerman yang bermain untuk Arsenal. Seperti diketahui, pemain tengah berdarah Turki itu menciptakan tim e-Sport sesuai profesinya.

{Baca juga: Terjun ke Bisnis e-Sport, Michael Jordan Modali aXiomatic}

Laporan menyebut, Ozil mendirikan tim e-Sport untuk game FIFA. Mantan pemain Real Madrid tersebut memutuskan menggandeng tim pemain game FIFA terbaik di kompetisi tingkat internasional.

Selain Ozil dan Drake, popularitas e-sport yang terus berkembang juga telah membuat banyak selebritis lainnya untuk berinvestasi. Salah satunya adalah Shaquille O’Neal, yang menjadi investor dari tim NRG. [BA/IF]

Mi Mix 3 Resmi Debut, Fullscreen dengan Kamera Slider

0

Telset.id, Jakarta – Xiaomi resmi meluncurkan smartphone flagship terbarunya, Xiaomi Mi Mix 3 di sebuah acara yang digelar di China pada Kamis (25/10/2018) waktu setempat. Seperti rumor yang beredar sebelumnya, Xiaomi Mi Mix 3 tampil dengan desain fullscreen, kamera depan slider magnetik, serta spesifikasi high-end.

Dilansir Telset.id dari GSMArena, Jumat (26/10/2018), Xiaomi tampil dengan layar berjenis AMOLED berukuran 6,4 inci dengan resolusi Full HD+.

Perusahaan asal China itu mengklaim, rasio layar terhadap body di Xiaomi Mi Mix 3 mencapai 93,4%.

Klaim tersebut cukup beralasan, karena Mi Mix 3 tidak lagi memiliki kamera depan yang ditaruh pada panel depan bagian bawah seperti seperti seri sebelumnya, melainkan pada slider magnetik yang dipasangkan di belakang layar.

Untuk sektor fotografinya, Xiaomi Mi Mix 3 memiliki kamera ganda di bagian depan, dengan resolusi masing-masing 24MP sensor Sony IMX576 dan 2MP sebagai lensa sekunder.

Sementara kamera belakangnya, beresolusi 12MP sensor Sony IMX363 aperture f/1.8 dan 12MP aperture f/2.4 yang didukung teknologi berbasis Artificial Intelligence (AI) untuk mengenali berbagai skenario foto secara otomatis.

Seperti Huawei P20 Pro, Mi Mix 3 juga mempunyai mode malam yang mampu memudahkan pengguna untuk mengambil gambar berkualitas saat malam hari atau di lingkungan dengan intensitas cahaya yang rendah. Selain itu, terdapat mode slow motion yang menghasilkan video dengan kualitas maksimal 960 fps.

Sebagai mesin utamanya, Xiaomi Mi Mix menggunakan prosesor Snapdragon 845, RAM 6GB/8GB, ROM 128GB/256GB dan baterai berkapasitas 4,000 mAh yang mendukung teknologi wireless fast charging dengan daya maksimal 10W.

Xiaomi juga menghadirkan versi tertinggi dari smartphone flagship-nya. Versi ini, mempunyai RAM 10GB dan ROM 256GB, yang menemani Xiaomi Black Shark Helo sebagai smartphone pertama dengan RAM 10GB di dunia.

Xiaomi Mi Mix 3 akan tersedia dengan tiga pilihan warna, yakni Jade Green, Sapphire Blue dan Onyx Black. Xiaomi melepasnya dengan harga mulai dari USD 474 atau sekitar Rp 7,2 jutaan untuk model 6GB/128GB.

Sedangkan untuk versi 8GB/128GB, Mi Mix 3 dibanderol USD 515 atau Rp 7,8 jutaan. Untuk Mi Mix 3 8GB/256GB, harganya mencapai USD 575 atau Rp 8,7 jutaan. Sementara versi tertinggi dengan RAM 10GB dan ROM 256GB, Xiaomi melepasnya dengan harga USD 720 atau setara dengan Rp 10,9 jutaan.

Xiaomi telah memulai masa pre-order untuk varian reguler, dan penjualan resminya akan digelar pada 1 November mendatang. Sedangkan untuk versi RAM 10GB dan ROM 256GB, akan tersedia menjelang akhir November.

Mereka juga berjanji, akan segera menghadirkan versi Mi Mix dengan dukungan teknologi 5G pada pertengahan tahun 2019 mendatang. (NM/FHP)

Facebook Messenger Diklaim Kini Lebih Simpel

0

Telset.id, Jakarta – Ada kabar baik dari Facebook, bagi para pengguna setianya. Perusahaan jejaring sosial terbesar ini telah menyederhanakan aplikasi Fecebook Messenger untuk memudahkan 1,3 miliar orang yang menggunakannya.

Perusahaan raksasa yang bermarkas di California ini telah menempatkan semua fitur di bawah tiga tab di bagian bawah aplikasi Chats, People dan Discover.

Chats atau obrolan akan menampilkan pesan dan cerita dari teman anda, sementara People atau orang akan menampilkan cerita dan siapa yang sedangonline.

Sementara itu Discover atau temukan memungkinkan anda berbicara tentang bisnis atau bermain game dengan teman-teman Anda. Facebook juga mengubah tampilan antarmuka pengguna, dan membuatnya tampak putih dan lebih bersih.

“Dalam studi Messenger baru-baru ini, 7 dari 10 orang atau sekitar 71 persen orang mengatakan kepada kami bahwa kesederhanaan adalah prioritas utama bagi mereka dalam aplikasi perpesanan,” kata Wakil Presiden Messenger di Facebook, Stan Chudnovsky, seperti dilansir telset.id dari metro.co.uk.

Ia mengklaim, pembaruannya akan memberikan pengalaman yang diinginkan para pengguna. Kesederhanaan desain dan fitur canggih mengembalikan fungsi Mesengger yang akan lebih fokus pada perpesanan.

“Kami percaya Messenger 4 akan memberikan kedekatan dan keaslian yang anda minta,” katanya.

Meskipun didominasi warna putih, pengguna dapat menambahkan gradien warna ke pesan obrolan anda atau mengaktifkan ‘mode gelap’ untuk mengurangi sorotan cahaya dari ponsel.

Messenger utamanya adalah aplikasi berbasis teks, tetapi juga menawarkan game seluler, obrolan video, dan opsi untuk mengirim pembayaran secara instan. Mesennger bersaing dengan WhatsApp, yang juga dimiliki oleh Facebook.

“Dibutuhkan waktu untuk terbiasa dengan perubahan dalam aplikasi yang anda andalkan setiap hari, itulah sebabnya kami meluncurkan Messenger 4 secara bertahap,” kata Chudnovsky.

Dia menjelaskan pembaruan ini baru tersedia bagi sebagian besar pengguna dalam beberapa minggu mendatang. [BA/HBS]

Sumber: Metro.co.uk

4 Tips Sederhana agar Smartphone Tidak Meledak

0

Telset.id, Jakarta – Dalam seminggu terakhir, kita dikejutkan dengan peristiwa meledaknya smartphone di Indonesia. Peristiwa pertama adalah meledaknya smartphone Vivo V5 yang terjadi di Manokwari, Papua

Tak lama berselang, giliran smartphone Xiaomi yang meledak di Ponorogo, Jawa Timur saat sedang diisi dayanya. Akibat peristiwa tersebut, rumah korban bahkan nyaris ludes terbakar.

Tentu, Anda tak ingin kejadian nahas tersebut terjadi kepada Anda kan? Nah, ibarat kata pepatah yang mengatakan, lebih baik mencegah daripada mengobati, kali ini kami akan memberikan tips supaya smartphone tidak meledak.

Seluruh tips yang kami berikan ini untuk menjaga agar baterai dan smartphone tidak panas. Sebab, apabila suhu smartphone panas, maka berpotensi menyebabkan korsleting di internal smartphone, dan bisa berakhir dengan ledakan.

Gunakan Charger Original

Kualitas charger, bisa mempengaruhi daya listrik yang diterima baterai. Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, kami sarankan untuk menggunakan charger yang original.

Charger original biasanya terdapat pada paket pembelian smartphone, atau dapat dibeli di toko resmi dari brand terkait. Charger original juga memberikan tegangan dan arus daya yang optimal bagi baterai smartphone.

Sebaliknya, charger palsu tidak memberikan tegangan dan arus daya yang dibutuhkan smartphone secara optimal. Sehingga bisa jadi, baterai  smartphone akan mudah rusak ataupun cepat panas saat dilakukan pengisian daya.

Saat baterai panas, suhu di area baterai tidak dapat menurun dengan cukup cepat. Imbasnya, reaksi peningkatan suhu yang semakin cepat dapat menyebabkan kebakaran atau ledakan.

Jangan Keseringan Ngecas

Kerap terjadi, ketika kita ingin menjaga agar baterai smartphone tetap penuh dengan terus mengisinya. Namun, hal tersebut merupakan tindakan yang keliru dan tidak dianjurkan.

Terlalu sering mengisi daya baterai, membuatnya menjadi cepat panas dan bisa menimbulkan potensi ledakan. Untuk itu, disarankan untuk melakukan pengisian daya secara teratur. Kami juga menyarankan untuk segera mencabut charger dari smartphone ketika baterai sudah terisi penuh.

Pengisian yang berlebihan pada smartphone, bisa membuat baterai panas dan meledak. Sebab, ketika pengguna lupa mencabut charger dari smartphone, baterai akan menerima lebih banyak arus daripada yang bisa diterima.

Jangan Simpan Smartphone di Tempat Tidur

Perlu diakui, saat ini smartphone menjadi bagian penting dalam kehidupan manusia. Hampir seluruh kegiatan, termasuk sebelum tidur, smartphone pasti selalu berada digenggaman untuk sekadar mengakses media sosial, internet, dan lainnya.

Namun, meletakkan smartphone di tempat tidur, apalagi sambil melakukan pengisian baterai merupakan pilihan yang sangat berbahaya. Dikhawatirkan, proses pengisian baterai akan terjadi korsleting, dan membuat smartphone terbakar yang langsung menjalar ke tempat tidur dengan bahan yang mudah terbakar.

Hindari Smartphone dari Tempat Panas

Jangan mengisi daya smartphone di tempat dengan suhu yang panas, seperti di luar ruangan atau dashboard mobil yang terpapar langsung sinar matahari. Sebab, itu bisa mempengaruhi intensitas suhu baterai smartphone.

Tetapi jika tak sengaja melakukannya, maka Anda harus lekas mendinginkan suhu baterai smartphone. Caranya, Anda bisa menaruh smartphone ke dalam ruangan, dan melepas casing atau aksesoris tambahan yang menempel pada smartphone.

Kemudian, matikan smartphone sekitar 30 menit hingga 1 jam untuk mengembalikan suhu smartphone menjadi normal kembali. (NM/FHP)

Hapus Histori di Google Search Kini Lebih Cepat  

0

Telset.id, Jakarta –  Google akan membawa kontrol privasi data yang lebih baik di semua produk, termasuk Google Search. Mesin pencari ini akan menyertakan menu yang membuat pengguna lebih cepat meninjau dan menghapus histori pencarian.

“Kami mempermudah pengguna membuat keputusan tentang data secara langsung di dalam produk Google yang digunakan setiap hari. Tanpa meninggalkan Google Search, pengguna bisa meninjau dan menghapus aktivitas terbaru serta mendapatkan akses cepat ke kontrol privasi yang paling relevan di akun Google,” kata Google

Google juga menambahkan cara yang paling cepat untuk mengakses kontrol guna menonaktifkan personalisasi iklan. Pengguna akan memiliki kemampuan untuk mencegah Google menyimpan aktivitas pengguna saat menjelajah web.

“Kami juga menyediakan akses cepat ke kontrol privasi di akun Google yang paling relevan saat pengguna menggunakan Google Search. Misalnya, untuk mengontrol iklan yang pengguna lihat saat menelusuri, kami memberikan akses ke Ad Settings,” imbuh Google.

Dilansir IBTimes, pengguna juga bisa mengakses Activity Control untuk memutuskan informasi apa yang disimpan Google ke akun pengguna dan menggunakannya untuk membuat Google Search dan layanan Google lain lebih cepat.

Perbaikan untuk kontrol privasi kini tersedia di Google Search untuk website desktop dan mobile. Aplikasi Google untuk iOS dan Android akan menerima fitur-fitur baru ini dalam pembaruan perangkat lunak yang akan dirilis beberapa minggu mendatang.

Google juga mengungkap rencananya untuk memperluas ketersediaan fitur-fitur itu ke produk lain, termasuk Google Maps. Pembaruan tampaknya dirancang untuk membuat kontrol privasi lebih mudah diakses dan dipahami. [BA/IF]

Peneliti Kembangkan AI yang Bisa Cium Aroma Parfum

Telset.id, Jakarta – Teknologi Artificial Intelligent (AI) nampaknya mulai merambah ke dunia fashion. Tak lama lagi kita akan dapat melihat teknologi AI yang bisa meracik parfum dengan wangi yang lagi ngetren. Teknologi AI ini akan menggantikan hidung manusia dalam meracik aroma parfum.

Dikabarkan bahwa IBM Research sedang bekerja sama dengan produsen parfum Symrise untuk membuat teknologi tersebut yang diberi nama Philyra.

Dilansir Telset.id dari Engadget pada Jumat (26/10/2018) teknologi AI akan menyaring ribuan bahan, formula dan melihat tren industri fesyen untuk meracik parfum laku dipasaran.

Hal ini membuat Philyra akan menggantikan hidung manusia dalam menyeleksi aroma parfum. Cara kerja Philyra sendiri sangat canggih dan penuh data. Philyra akan melihat ribuan formula dan bahan mentah untuk membuat kombinasi baru di industri parfum.

Philyra akan membuat dosis parfum berdasarkan pola penggunaan manusia serta tren aroma parfum saat ini. Secara ekonomi Philyra akan mempermudah tugas produsen parfum dalam membuat produk pewangi.

Kabarnya Philryra saat ini sedang mengerjakan dua parfum yang akan diluncurkan pada pertengahan 2019 untuk merek Brazil O Boticario. Tetapi parfum tersebut tidak sepenuhnya dikerjakan oleh teknologi tersebut.

Dua parfum tersebut masih dibantu oleh manusia supaya aroma parfum bisa menempel di kulit lebih lama. Selain sebagai ahli parfum, Philyra juga akan bekerja sebagai guru bagi manusia yang ingin menggeluti dunia parfum.

Produsen Symrise berencana untuk mendistribusikan teknologi ini kepada ahli parfum di seluruh dunia dan sekolah parfum untuk melatih para siswa. Hampir sama dengan Symrise, pihak IBM juga memiliki proyeksi panjang untuk teknologi ini.

IBM yakin jika teknologi ini dapat berkembang untuk industri lain seperti membantuk dalam pembuatan perekat kosmetik, pelumas dan bahan kontruksi.

Nampaknya proyeksi tersebut bisa terwujud karena AI sudah bisa mengalahkan manusia dalam bermain Dota 2 dan tes membaca sehingga tinggal masalah waktu AI akan memenangkan kompetisi memasak dan membuat parfum.

Google kabarnya juga mulai aktif mengembangkan teknologi AI. Raksasa Internet itu akan menggunakan AI sebagai alat deteksi dini kanker payudara. Google bahkan mengklaim jika AI miliknya bisa mendeteksi kanker payudara dengan akurasi 99%.

AI yang dikembangkan Google dan peneliti Pusat Medis Angkatan Laut San Diego ini dapat memberikan gambaran bagi pasien jika dirinya terjangkit kanker payudara atau tidak, sehingga mereka bisa melakukan pengobatan sejak awal jika terbukti sel kanker tumbuh di tubuhnya. [NM/HBS]

Hati-hati! Ini 3 Penyebab Smartphone Meledak dan Terbakar

0

Telset.id, Jakarta – Peristiwa meledaknya smartphone, kembali terjadi di Indonesia. Tak hanya satu, tapi bahka ada dua peristiwa smartphone  meledak yang cukup menggegerkan. Rentetan peristiwa meledaknya smartphone menjadikan kita harus lebih berhati-hati dalam menggunakan perangkat smartphone.

Dalam seminggu terakhir, kita dikejutkan dengan peristiwa meledaknya ponsel di Indonesia. Peristiwa pertama adalah meledaknya smartphone Vivo V5 yang terjadi di Manokwari, Papua

Tak lama berselang, peristiwa meledaknya ponsel kembali terjadi di Ponorogo, Jawa Timur. Kali ini yang meledak adalah  smartphone Xiaomi, saat sedang diisi dayanya. Akibat peristiwa tersebut, rumah korban nyaris ludes terbakar.

Peristiwa meledaknya smartphone yang paling menghebohkan adalah yang menimpa Galaxy Note 7 pada tahun 2016 lalu. Bahkan, Samsung harus rela phablet canggihnya itu ditarik dari pasaran karena dianggap membahayakan keselamatan pengguna.

Sebagai perangkat elektronik, smartphone memang beresiko meledak atau terbakar, jika pengguna tidak berhati-hati atau salah dalam pemakaiannya. Banyak faktor yang bisa menjadi penyebab meledaknya smartphone.

Yang paling sering terjadi adalah karena kesalahan pengguna saat memakainya, baik itu saat pengisian daya, hingga penggunaan perangkat tambahan yang tidak sesuai dengan spesifikasi dari ponsel yang digunakan.

Jika merujuk dari banyak peristiwa sebelumnya, sebenarnya ada beberapa penyebab smartphone meledak atau terbakar. Untuk itu, dalam tulisan kali ini Tim Telset.id akan memberikan 3 hal yang sering menyebabkan smartphone  meledak dan terbakar. Yuk simak!

Charger Palsu

Jangan pernah meremehkan charger yang digunakan untuk mengisi daya  smartphone. Sebab, alat kabel charger  yang palsu merupakan salah satu penyebab utama  smartphone  bisa meledak atau terbakar.

Berbeda dibandingkan charger bawaan smartphone, charger palsu memberikan tegangan dan arus daya yang tidak optimal bagi baterai smartphone. Itu bisa mengakibatkan korsleting pada baterai, meningkatkan suhunya menjadi sangat tinggi, dan membuat baterai menjadi rusak bahkan meledak.

Sehingga, penggunaan charger palsu sangat tidak dianjurkan, apalagi ketika smartphone mendukung teknologi Quick Charge atau menggunakan port USB-C, Anda sangat tidak disarankan menggunakan charger palsu.

Kejadian akibat menggunakan charger palsu pernah terjadi pada Juli 2013 silam di Beijing, China. Wu Jiantong ditemukan pingsan dengan iPhone 4 yang panas dan mengalami sedikit ledakan dan korsleting listrik.

Dilansir Telset.id dari Hongkiat pada Jumat (26/10/2018), iPhone 4 tersebut menempel di tangan kiri Jiantong dan membuat paramedis bersusah payah untuk mengambilnya. Usut punya usut, peristiwa itu terjadi karena Jiantong memakai charger palsu ketika mengisi daya iPhone 4.

Hal serupa juga terjadi di Hongkong pada tahun yang sama. Seorang pria bernama Du sedang bermain game menggunakan Samsung Galaxy S4 saat dalam keadaan mengisi daya. Tiba-tiba, ponsel tersebut terbakar dan membuat Du melemparkannya ke sofa.

Nahas, api dari sofa malah menjalar dengan cepat, dan membuat apartemennya ludes terbakar. Seperti kasus iPhone 4, penyebab utamanya adalah penggunaan charger palsu. Akan tetapi, Du menolak tuduhan itu dan menganggap bahwa aksesoris smartphone-nya asli.

Smartphone Sering Terjatuh

Smartphone yang terjatuh bisa berpengaruh pada kondisi baterai didalamnya. Semakin sering smartphone jatuh, lambat laun kondisi baterai pun akan ikut rusak. Hasilnya, baterai akan mengalami pembengkakan ketika mengisi daya dan berpotensi terjadi ledakan.

Seperti benda elektronik lain, mayoritas smartphone tidak dirancang untuk tahan terhadap guncangan. Tanpa disadari pengguna, smartphone bisa mendapatkan guncangan dan bersentuhan dengan benda keras lain.

Maksudnya, ketika pengguna melakukan perjalanan jauh dan menaruh smartphone di dalam tas, maka tanpa disadari terjadi benturan. Jika itu sering terjadi, maka potensi kerusakan pada baterai akan semakin besar.

Baterai Kepanasan

Pada tahun 2016 lalu, publik dihebohkan dengan banyaknya peristiwa meledaknya Samsung Galaxy Note 7. Setelah dipelajari, ternyata penyebab ledakan Galaxy Note 7 karena suhu baterai yang cepat panas dan produk cacat.

Dilansir Telset.id dari Android Authority, Jumat (26/10/2018), baterai yang panas dapat menyebabkan korsleting internal di dalam baterai. Jika tidak ditanggulangi segera, baterai bisa meledak dan mengakibatkan pengguna terluka.

Pengisian yang berlebihan pada smartphone juga bisa jadi membuat baterai panas dan meledak. Pasalnya, ketika pengguna lupa mencabut charger dari smartphone, baterai akan menerima lebih banyak arus daripada yang bisa diterima.

Akibat terlalu panas, maka suhu di area baterai tidak dapat menurun dengan cukup cepat. Imbasnya, reaksi peningkatan suhu yang semakin cepat dapat menyebabkan kebakaran atau ledakan.

Itu tadi tiga penyebab smartphone meledak atau terbakar. Ketiga penyebab ini bisa saja bertambah, setelah pihak Vivo ataupun Xiaomi menjelaskan penyebab insiden meledaknya smartphone mereka. Untuk saat ini, sebaiknya lebih berhati-hati ketika menggunakan smartphone, melakukan pengisian baterai, dan lebih cermat dalam memilih charger yang asli. (NM/FHP)

125 Situs dan Aplikasi Android Tipu Ratusan Juta Dolar AS  

0

Telset.id, Jakarta – Lebih dari 125 situs dan aplikasi Android menjadi bagian dari skema penipuan yang bernilai ratusan juta dolar Amerika Serikat (AS). Dalam skema tersebut, para penipu membeli aplikasi-aplikasi populer dari para pengembang melalui perusahaan yang disebut We Purchase Apps.

Kepemilikan aplikasi-aplikasi itu lalu dipindahkan ke perusahaan-perusahaan palsu yang akan bertanggung jawab. Pada saat yang sama, perusahaan akan melacak dan menganalisa kegiatan para pengguna.

Data pengguna kemudian akan digunakan untuk memprogram sekumpulan bot yang akan meniru perilaku pengguna. Dengan begitu, penipu bisa mendapatkan uang dari view dan penggunaan aplikasi palsu.

Dilaporkan The Verge, Jumat (26/10/2018), dengan meniru perilaku pengguna asli, para penipu bisa menghasilkan trafik palsu yang tidak terdeteksi oleh sistem deteksi penipuan. Para penipu berhasil mendapatkan jutaan dolar AS dari perusahaan yang membayar untuk menampilkan iklan di aplikasi.

Menurut laporan,  para penipu memang cerdik karena menggunakan trafik dari pengguna asli untuk menyamarkan kegiatan bot. Buzzfeed telah melaporkan temuan mereka ke pada Google.

Google mengaku telah menghapus beberapa aplikasi yang terlibat dalam skema tersebut dari Play Store dan jaringan iklan. Meski demikian, ada beberapa aplikasi seperti EverythingMe, aplikasi dengan lebih dari 20 juta unduhan, masih ada di Play Store.

Dalam laporannya, Google memperkirakan bahwa kerugian yang diderita para pengiklan mencapai 10 juta dolar AS. Angka sebenarnya mungkin jauh lebih besar. Pixalate, perusahaan pendeteksi penipuan, memperkirakan bahwa satu aplikasi bisa membuat satu pengiklan rugi 75 juta dolar AS per tahun. [BA/IF]

 

 

Efek Beautify Terlalu “Lebay”, Kamera iPhone XS akan Diperbaiki

0

Telset.id, Jakarta – Apple kabarnya segera menggulirkan pembaruan iOS 12.1. Dalam pembaruan tersebut, Apple akan meningkatkan kamera iPhone XS yang dirasa kurang berkualitas oleh para penggunanya.

Seperti diketahui, para pengguna mengeluhkan masalah beautygate di kamera depan iPhone XS.

Mereka kesal, karena kamera iPhone XS terlalu menghaluskan kulit wajah, dan membuatnya tampak seperti gambar airbrush.

Mereka menuduh Apple telah menambahkan filter beauty, yang bertugas untuk membuat hasil selfie menjadi terlihat sempurna.

Sayang, fitur tersebut malah membuat keakuratan foto menjadi berkurang, yang berdampak pada menurunnya kualitas foto selfie.

Berdasarkan penyelidikan yang dilakukan oleh perusahaan kamera, Halide, penyebab masalah beautygate di kamera selfie iPhone XS adalah fitur Smart HDR. Menurut mereka, tidak ada filter seperti yang dituduhkan. Semuanya, diakibatkan oleh inkonsistensi Smart HDR yang aneh.

Dilansir Telset.id dari The Verge, Jumat (26/10/2018), Smart HDR adalah fitur baru yang ada di iOS 12. Fitur ini bertujuan untuk memudahkan pengguna ketika melakukan pengambilan gambar ketika intensitas cahaya yang tidak mendukung.

Misalnya, ketika pengguna berada di area yang benar-benar gelap atau suatu area yang sangat terang yang menyulitkan kamera untuk mengambil gambar dengan benar. Smart HDR akan menangkap beberapa frame dalam satu waktu, memilih frame yang paling bagus, dan menjadikannya sebagai satu foto terbaik.

Namun, alih-alih memilih frame bagus dengan keakuratan detail yang baik, Smart HDR iPhone XS malah memilih frame yang buram. Hal ini berimbas hilangnya detail foto selfie yang diambil oleh kamera depan iPhone XS.

Apple sendiri sudah berjanji untuk segera memperbaiki beautygate di iOS 12.1. Tapi, perusahaan asal Cupertino, Amerika Serikat ini masih belum mau memberikan informasi soal tanggal rilis iOS 12.1. (BA/FHP)