Peneliti Kembangkan AI yang Bisa Cium Aroma Parfum

Telset.id, Jakarta – Teknologi Artificial Intelligent (AI) nampaknya mulai merambah ke dunia fashion. Tak lama lagi kita akan dapat melihat teknologi AI yang bisa meracik parfum dengan wangi yang lagi ngetren. Teknologi AI ini akan menggantikan hidung manusia dalam meracik aroma parfum.

Dikabarkan bahwa IBM Research sedang bekerja sama dengan produsen parfum Symrise untuk membuat teknologi tersebut yang diberi nama Philyra.

Dilansir Telset.id dari Engadget pada Jumat (26/10/2018) teknologi AI akan menyaring ribuan bahan, formula dan melihat tren industri fesyen untuk meracik parfum laku dipasaran.

Hal ini membuat Philyra akan menggantikan hidung manusia dalam menyeleksi aroma parfum. Cara kerja Philyra sendiri sangat canggih dan penuh data. Philyra akan melihat ribuan formula dan bahan mentah untuk membuat kombinasi baru di industri parfum.

Philyra akan membuat dosis parfum berdasarkan pola penggunaan manusia serta tren aroma parfum saat ini. Secara ekonomi Philyra akan mempermudah tugas produsen parfum dalam membuat produk pewangi.

Kabarnya Philryra saat ini sedang mengerjakan dua parfum yang akan diluncurkan pada pertengahan 2019 untuk merek Brazil O Boticario. Tetapi parfum tersebut tidak sepenuhnya dikerjakan oleh teknologi tersebut.

Dua parfum tersebut masih dibantu oleh manusia supaya aroma parfum bisa menempel di kulit lebih lama. Selain sebagai ahli parfum, Philyra juga akan bekerja sebagai guru bagi manusia yang ingin menggeluti dunia parfum.

Produsen Symrise berencana untuk mendistribusikan teknologi ini kepada ahli parfum di seluruh dunia dan sekolah parfum untuk melatih para siswa. Hampir sama dengan Symrise, pihak IBM juga memiliki proyeksi panjang untuk teknologi ini.

IBM yakin jika teknologi ini dapat berkembang untuk industri lain seperti membantuk dalam pembuatan perekat kosmetik, pelumas dan bahan kontruksi.

Nampaknya proyeksi tersebut bisa terwujud karena AI sudah bisa mengalahkan manusia dalam bermain Dota 2 dan tes membaca sehingga tinggal masalah waktu AI akan memenangkan kompetisi memasak dan membuat parfum.

Google kabarnya juga mulai aktif mengembangkan teknologi AI. Raksasa Internet itu akan menggunakan AI sebagai alat deteksi dini kanker payudara. Google bahkan mengklaim jika AI miliknya bisa mendeteksi kanker payudara dengan akurasi 99%.

AI yang dikembangkan Google dan peneliti Pusat Medis Angkatan Laut San Diego ini dapat memberikan gambaran bagi pasien jika dirinya terjangkit kanker payudara atau tidak, sehingga mereka bisa melakukan pengobatan sejak awal jika terbukti sel kanker tumbuh di tubuhnya. [NM/HBS]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here