Lakukan Pelecehan Seksual, Google Tetap Gaji Bapak Android

Bapak Android

Telset.id, Jakarta – Google kabarnya tetap memberikan gaji kepada pencipta Android, Andy Rubin meski sudah hengkang dari raksasa pencarian itu. Pria yang dijuluki “Bapak Android” ini kabarnya tetap menerima gaji sebesar USD 2 juta atau Rp 30,5 miliar setiap bulannya, sejak tahun 2014.

Dilansir Telset.id dari CNET, Jumat (26/10/2018), jika ditotal, Andy Rubin telah menerima gaji hingga USD 90 juta atau setara dengan Rp 1,3 triliun hingga tahun 2018.

Andy Rubin sendiri mundur dari Google, setelah co-founder  Google, Larry Page memintanya untuk keluar, karena tuduhan pelecehan seksual yang ia terima.

Kasus Andy Rubin berawal dari aduan karyawan Google yang menjadi korban. Menurutnya, Rubin telah melakukan pelecehan seksual kepadanya di kamar hotel pada tahun 2013. Atas kasus tersebut, Google langsung melakukan penyelidikan internal, dan menyimpulkan bahwa bapak Android itu benar-benar bersalah.

Rubin pun meninggalkan Google di tahun berikutnya. Namun, berdasarkan laporan The New York Times, Rubin tetap menerima gaji dari Google, terhitung sejak dirinya keluar 4 tahun silam.

Terkait masalah ini, pihak Google dan Essential Product masih belum mau memberikan komentarnya. Sedangkan Rubin melalui akun Twitter pribadinya menyangkal tuduhan pelecehan seksual tersebut.

“Kisah di New York Times berisi banyak ketidakakuratan tentang pekerjaan saya di Google dan dibesar-besarkan secara berlebihan tentang kompensasi saya,” katanya.

Ia juga masih membantah bahwa dirinya melakukan pelecehan seksual terhadap karyawan Google di hotel pada tahun 2013. Ia menegaskan, keputusan untuk keluar dari Google muncul atas keinginannya sendiri.

“Secara khusus, saya tidak pernah memaksa seorang wanita untuk berhubungan seks di kamar hotel. Tuduhan palsu ini adalah bagian dari kampanye kotor untuk meremehkan saya selama perceraian,” ucap Rubin.

“Saya juga terganggu bahwa eksekutif Google yang anonim berkomentar tentang saya yang mengajukan pengunduran diri dan salah mengartikan fakta,” lanjutnya.

Google memang cukup ketat dalam mendisiplinkan para karyawannya. Menurut VP of People Operations, Eileen Naughton, sikap Google terhadap Rubin adalah salah satu buktinya.

“Dalam beberapa tahun terakhir, kami telah mengambil langkah tegas pada prilaku yang tidak pantas kepada karyawan Google yang ada di berbagai divisi,” tegas Eileen.

“Kami bekerja keras untuk terus meningkatkan cara kami untuk menangani perilaku semacam ini,” jelasnya.

Tetapi, ucapan Eileen dibantah langsung oleh juru bicara Rubin. Menurutnya, Rubin mundur dari Google bukan karena tuduhan pelecehan seksual yang dituduhkan kepadanya.

“Hubungan apa pun yang dimiliki tuan Rubin saat di Google adalah konsensus dan tidak melibatkan orang yang melapor langsung kepadanya,” pungkas juru bicara Rubin. (NM/FHP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here