Beranda blog Halaman 120

Discord Alami Kebocoran Data Pengguna, ID Pemerintah Juga Kena

Telset.id – Platform komunikasi favorit gamer dan komunitas online, Discord, baru saja mengalami insiden keamanan yang cukup serius. Kabar terbaru mengonfirmasi bahwa data sejumlah pengguna, termasuk dokumen identitas pemerintah seperti SIM dan paspor, telah diakses oleh pihak tak berwenang. Ini bukan sekadar rumor, melainkan fakta yang diakui oleh Discord sendiri.

Yang perlu Anda pahami: server inti Discord tidak diretas. Celah keamanan justru muncul dari pihak ketiga yang ditunjuk Discord untuk menangani layanan dukungan pelanggan (Customer Support) dan Tim Kepercayaan & Keamanan (Trust & Safety). Pada 20 September, pihak tak berwenang berhasil menyusup ke sistem penyedia layanan ini. Artinya, Anda hanya akan terdampak jika pernah berinteraksi dengan tim dukungan Discord—entah untuk melaporkan masalah, verifikasi usia, atau pertanyaan lainnya.

Bayangkan ini: saat Anda mengirimkan keluhan atau dokumen verifikasi ke customer service, percakapan itu tidak sepenuhnya aman di tangan Discord. Inilah yang terjadi. Pelaku mendapatkan akses ke apa pun yang Anda bagikan dalam percakapan tersebut. Kabar baiknya? Pesan pribadi Anda dengan teman di server atau DM tetap terlindungi. Fokus kebocoran hanya pada komunikasi dengan tim dukungan.

Ilustrasi keamanan siber dan perlindungan data pribadi di platform digital

Discord telah bergerak cepat dengan mengirim email notifikasi kepada pengguna yang terdampak. Yang menarik, email ini tidak hanya ditujukan kepada pemilik akun aktif. Bahkan Anda yang pernah menghubungi tim dukungan tanpa memiliki akun Discord pun akan mendapat pemberitahuan. Layanan ini cukup transparan dalam menjelaskan cakupan data yang mungkin bocor.

Menurut email yang beredar, informasi yang dikompromikan meliputi nama asli, nama pengguna (jika ada), alamat email, detail kontak lainnya, empat digit terakhir kartu kredit yang terhubung, serta alamat IP. Namun, ada satu poin yang paling mengkhawatirkan: dokumen identitas pemerintah. Discord menyebutkan sejumlah “kecil” SIM dan paspor—yang biasanya digunakan untuk verifikasi usia—ikut terbongkar.

Jika Anda termasuk yang diminta verifikasi ID, periksa email dengan saksama. Discord akan secara khusus memberitahukan jika dokumen identitas Anda termasuk yang disusupi. Status ini menempatkan Anda pada risiko pencurian identitas yang jauh lebih tinggi dibandingkan pengguna lain yang “hanya” kehilangan data dasar.

Di tengah kabar buruk ini, ada beberapa titik terang. Discord menegaskan bahwa nomor kartu kredit lengkap, alamat fisik, dan kata sandi akun Anda TIDAK terganggu. Ini adalah batasan akses yang patut disyukuri, mengingat ketiga elemen tersebut adalah kunci utama keamanan digital seseorang. Platform ini juga menyatakan telah mencabut akses penyedia layanan pihak ketiga tersebut segera setelah insiden terdeteksi dan telah melaporkan kejadian ini kepada penegak hukum.

Dampak dan Langkah Pencegahan untuk Pengguna

Lalu, apa yang harus dilakukan jika Anda termasuk yang terdampak? Pertama, jangan panik. Periksa kotak masuk email—termasuk folder spam—untuk mencari notifikasi resmi dari Discord. Email ini akan memberi tahu secara spesifik data mana yang terpengaruh. Jika ID pemerintah Anda termasuk yang bocor, waspadalah terhadap upaya pencurian identitas. Pantau laporan kredit dan aktivitas mencurigakan yang menggunakan identitas Anda.

Kedua, meski kata sandi tidak bocor, tidak ada salahnya untuk mengganti kata sandi Discord dan mengaktifkan autentikasi dua faktor (2FA). Ini adalah langkah dasar yang sering diabaikan, namun efektivitasnya terbukti melindungi akun dari penyusupan. Ingat, keamanan digital adalah tanggung jawab bersama antara platform dan pengguna.

Insiden ini juga mengingatkan kita pada pentingnya keamanan data di era digital yang semakin kompleks. Sebuah platform bisa memiliki sistem keamanan yang canggih, namun celah tetap bisa muncul dari mitra pihak ketiga. Discord mengaku akan “sering mengaudit sistem pihak ketiga” untuk memastikan mereka memenuhi standar keamanan perusahaan. Janji ini tentu perlu dibuktikan dengan tindakan nyata.

Bagi Anda penggemar berat Discord untuk keperluan gaming dan komunitas, insiden ini seharusnya tidak menghentikan aktivitas. Namun, jadikanlah sebagai pelajaran untuk lebih berhati-hati dalam berbagi informasi sensitif. Pertimbangkan baik-baik sebelum mengirimkan dokumen identitas—tanyakan apakah ada metode verifikasi alternatif yang lebih aman.

Dalam dunia yang semakin terhubung, teknologi AI dan keamanan siber akan terus berkembang. Platform seperti Discord harus belajar dari insiden ini untuk memperkuat seluruh ekosistem keamanannya, tidak hanya sistem internal tetapi juga rantai pasokan layanan pendukung. Sebagai pengguna, kita berhak menuntut transparansi dan akuntabilitas.

Terakhir, ingatlah bahwa perangkat yang Anda gunakan untuk mengakses Discord juga memengaruhi keamanan secara keseluruhan. Memilih perangkat dengan fitur keamanan yang robust dapat menjadi lapisan pertahanan tambahan. Keamanan digital adalah rantai yang hanya sekuat mata rantai terlemahnya—jangan biarkan kecerobohan atau kelalaian menjadi titik lemah tersebut.

Discord telah mengambil langkah tepat dengan transparan mengumumkan insiden ini. Tindakan proaktif memberitahu pengguna—bahkan yang tidak memiliki akun—patut diapresiasi. Kini, giliran kita sebagai pengguna untuk tetap waspada tanpa perlu paranoid. Terus nikmati obrolan dengan komunitas, tapi selalu ingat: data pribadi adalah aset berharga yang perlu dilindungi dengan serius.

Chip Q3 iQOO 15: Ray Tracing Mobile Hanya 3mA Per Frame

0

Telset.id – Bayangkan bermain game AAA dengan kualitas grafis setara PC high-end di smartphone Anda, tanpa khawatir baterai terkuras dalam hitungan menit. Mimpi yang selama ini dianggap mustahil bagi gamer mobile kini mulai menemukan bentuk nyata melalui terobosan terbaru iQOO.

Product manager iQOO melalui akun Weibo-nya baru-baru ini mengungkap detail mengejutkan tentang chip gaming besutan mereka, Q3, yang akan meluncur bersama iQOO 15. Klaim “double breakthrough” dalam visual fidelity dan power management bukan sekadar jargon marketing belaka. Chip ini diklaim mampu mengatasi batasan performa dan efisiensi daya yang selama ini menjadi momok GPU tradisional dalam SoC.

Bagi Anda yang kerap mengalami frame drop saat pertempuran sengit atau harus mengorbankan kualitas grafis demi bermain lebih lama, kehadiran Q3 mungkin menjadi jawaban. Teknologi hybrid architecture yang diusung iQOO ini bukan sekadar upgrade incremental, melainkan lompatan signifikan dalam filosofi desain chip mobile.

Ilustrasi chip Q3 iQOO dengan arsitektur hybrid untuk gaming mobile

Revolusi Ray Tracing di Genggaman Tangan

Yang paling mencuri perhatian dari pengumuman ini adalah klaim efisiensi ray tracing yang hampir tak masuk akal. Teknologi yang mensimulasikan perilaku cahaya realistis dalam lingkungan 3D ini biasanya menghabiskan “ratusan milliamps per frame” pada perangkat mobile. iQOO mengklaim Q3 berhasil memangkas konsumsi daya tersebut hingga hanya 3 milliamps per frame.

Bayangkan: dari ratusan menjadi hanya 3. Itu seperti mengurangi konsumsi BBM mobil balap dari 1:2 menjadi 1:100. Efisiensi semacam ini bukan hanya angka di atas kertas, melainkan perubahan paradigma dalam bagaimana kita memandang kemampuan grafis perangkat mobile.

Dengan efisiensi seperti ini, pengalaman gaming yang selama ini eksklusif untuk PC dan konsol high-end—seperti pencahayaan dinamis, refleksi real-time, dan bayangan yang presisi—kini bisa dinikmati bahkan dalam game open-world yang paling demanding. Ini bukan sekadar improvement grafis biasa, melainkan penyetaraan lapangan bermain antara mobile gaming dan platform gaming tradisional.

Arsitektur Hybrid: Solusi Cerdas Atas Keterbatasan SoC

Lalu, apa rahasia di balik efisiensi luar biasa ini? Jawabannya terletak pada pendekatan arsitektur hybrid Q3 + SoC. Sementara sebagian besar perangkat mobile mengandalkan GPU berbasis SoC secara eksklusif, iQOO memilih jalur berbeda dengan mendelegasikan sebagian workload dari GPU utama ke chip Q3.

Analoginya seperti memiliki asisten pribadi yang khusus menangani tugas-tugas berat. Ketika GPU utama kewalahan mengolah efek cahaya dan refleksi kompleks, Q3 mengambil alih bagian tersebut. Hasilnya? Frame rate yang stabil dan konsumsi daya yang konsisten bahkan dalam sesi gaming marathon.

Pendekatan ini sangat relevan mengingat tantangan yang dihadapi industri chip saat ini. Seperti yang kami laporkan sebelumnya dalam analisis tentang pemangkasan produksi chip Samsung, efisiensi menjadi kunci di tengah fluktuasi pasar.

Perbandingan performa gaming dengan dan tanpa chip Q3 pada iQOO 15

Lompatan Performa yang Signifikan

Data yang diungkap product manager iQOO cukup membuat decak kagum. Dibandingkan pendahulunya, Q3 menawarkan peningkatan performa 60 persen, efisiensi energi 40 persen lebih baik, dan lonjakan 400 persen dalam komputasi AI. Cache yang 50 persen lebih besar juga menjamin pengiriman frame yang lebih smooth saat gaming berat.

Angka-angka ini bukan sekadar statistik teknis. Bagi Anda para gamer, ini berarti pengalaman bermain yang lebih imersif tanpa kompromi. Tidak perlu lagi memilih antara grafis memukau atau baterai tahan lama. Seperti yang kami amati dalam review Oppo Reno5 F, keseimbangan antara performa dan efisiensi memang menjadi kunci smartphone gaming yang sukses.

Yang menarik, product manager iQOO secara khusus menekankan perbedaan Q3 dengan metode interpolasi GPU yang umum digunakan industri. Daripada mengandalkan trik software untuk meningkatkan frame rate, iQOO memilih pendekatan hardware-based yang lebih fundamental dan berkelanjutan.

Inovasi semacam ini mengingatkan kita pada evolusi yang pernah kami dokumentasikan dalam gaming test Realme X50 Pro, di mana pendekatan hardware-centric terbukti memberikan hasil yang lebih konsisten.

Dengan proses manufaktur TSMC yang terkenal efisien, Q3 bukan hanya sekadar chip gaming biasa. Ini adalah pernyataan ambisi iQOO dalam mendefinisikan ulang batasan mobile gaming. Ketika smartphone gaming lain masih berkutat pada peningkatan refresh rate dan cooling system, iQOO memilih menyerang dari akar permasalahan: arsitektur chip itu sendiri.

Pertanyaannya sekarang: apakah revolusi Q3 ini akan memicu perlombaan baru dalam industri chip mobile? Dan yang lebih penting, apakah janji-janji manis ini akan terbukti ketika iQOO 15 akhirnya sampai di tangan konsumen? Jawabannya akan segera terungkap, dan Telset.id akan terus memantau perkembangan terbaru untuk Anda.

Xiaomi 17 vs Google Pixel 10: Duel Flagship 2025 yang Penuh Kejutan

0

Telset.id – Di tengah hiruk-pikuk pasar smartphone 2025, dua raksasa teknologi bersiap meluncurkan senjata andalan mereka. Xiaomi 17 dan Google Pixel 10 hadir dengan janji performa maksimal dan inovasi terkini. Tapi mana yang benar-benar layak menjadi pendamping harian Anda?

Perbandingan kedua flagship ini bukan sekadar pertarungan spesifikasi di atas kertas, melainkan duel filosofi desain yang berbeda. Xiaomi mengusung pendekatan “more is more” dengan hardware terdepan, sementara Google bertaruh pada optimisasi software dan ekosistem terintegrasi. Pilihan Anda antara keduanya akan menentukan pengalaman penggunaan smartphone untuk tahun-tahun mendatang.

Sebagai konsumen yang cerdas, tentu Anda ingin investasi pada perangkat premium ini memberikan nilai terbaik. Mari kita selami lebih dalam apa yang ditawarkan kedua kontestan ini, mulai dari desain yang memikat hingga performa yang mengagumkan.

Desain dan Tampilan Visual: Elegan vs Kokoh

Xiaomi 17 menghadirkan pesona dengan desain ramping yang memadukan kaca di bagian depan dan rangka aluminium. Bobotnya yang ringan membuatnya nyaman digenggam sepanjang hari, cocok untuk Anda yang aktif bergerak. Sensasi premium langsung terasa saat memegangnya, seolah-olah Anda memegang sepotong masa depan.

Google Pixel 10 mengambil pendekatan berbeda dengan perlindungan Gorilla Glass Victus 2 di depan dan belakang, ditopang rangka aluminium yang memberikan kesan kokoh. Meski sedikit lebih berat, perangkat ini terasa solid dan tahan lama. Bagi pengguna yang mengutamakan ketahanan, ini bisa menjadi pertimbangan utama.

Di bagian layar, Xiaomi 17 unggul dengan panel LTPO AMOLED 6,3 inci yang mampu mencapai kecerahan puncak 3500 nits. Bayangkan membaca konten di bawah terik matahari tanpa perlu menyipitkan mata. Kombinasi refresh rate 120Hz dan akurasi warna yang luar biasa menjadikannya surga bagi pecinta konten visual dan gaming.

Pixel 10 tidak kalah menarik dengan layar OLED 6,3 inci yang juga mendukung 120Hz dan HDR10+. Meski kecerahan maksimalnya “hanya” 3000 nits, kualitasnya tetap impresif untuk penggunaan sehari-hari. Namun untuk pengalaman visual terbaik, Xiaomi 17 memang sulit ditandingi.

Kekuatan di Balik Layar: Performa dan Daya Tahan

Xiaomi 17 ditenagai Snapdragon 8 Elite Gen 5 yang dibangun dengan proses 3nm. Chipset ini adalah monster performa yang sanggup menangani multitasking berat dan game paling demanding sekalipun. Rasanya seperti memiliki superkomputer di saku celana Anda.

Google Pixel 10 mengandalkan Tensor G5 yang dioptimalkan khusus untuk tugas-tugas AI. Meski tidak seganas Snapdragon dalam hal raw power, chipset ini menawarkan efisiensi yang luar biasa untuk pemrosesan bahasa alami dan fotografi komputasional. Bagi Anda yang bergantung pada asisten virtual dan fitur AI, ini adalah pilihan yang cerdas.

Di sektor baterai, perbedaan keduanya cukup signifikan. Xiaomi 17 membawa kapasitas raksasa 7000mAh yang didukung pengisian cepat 100W wired dan 50W wireless. Bayangkan, dari baterai kosong hingga penuh hanya butuh waktu sepersiap kopi pagi Anda. Daya tahannya bisa menyertai Anda dari pagi hingga larut malam tanpa khawatir.

Pixel 10 hadir dengan baterai 4970mAh yang mendukung pengisian 30W wired dan 15W wireless. Meski lebih kecil, kombinasi dengan optimisasi software membuatnya tetap mampu bertahan seharian untuk penggunaan normal. Tapi untuk power user yang sering traveling atau gaming marathon, Xiaomi 17 jelas lebih menjanjikan.

Seni Fotografi: Leica vs Computational Photography

Xiaomi 17 membawa warisan Leica melalui setup triple kamera 50MP yang mencakup wide, telephoto, dan ultrawide. Hasil jepretannya menawarkan detail tajam dan reproduksi warna yang akurat. Kamera selfie 50MP-nya memastikan setiap momen swafoto terabadikan dengan sempurna.

Google Pixel 10 mengandalkan kekuatan fotografi komputasional dengan sistem kamera 48MP wide, 10.8MP telephoto dengan zoom 5x, dan 13MP ultrawide. Pendekatan ini menghasilkan foto yang selalu konsisten dalam berbagai kondisi pencahayaan, meski dengan resolusi yang lebih rendah.

Perbedaan pendekatan ini mirip dengan perbandingan iPhone 17 vs Vivo X200 Ultra yang juga menampilkan filosofi berbeda dalam menangani fotografi. Xiaomi fokus pada hardware premium, sementara Google mengandalkan kecerdasan buatan untuk menyempurnakan hasil.

Bagi Anda yang menyukai fotografi kreatif dengan kontrol penuh, Xiaomi 17 dengan lensa Leica-nya memberikan kebebasan lebih. Sedangkan untuk pengguna yang menginginkan foto bagal dengan sekali jepret tanpa editing, Pixel 10 mungkin lebih sesuai.

Nilai Investasi: Performa Premium dengan Harga Terjangkau

Di segi harga, Xiaomi 17 hadir dengan tagihan sekitar $700, sementara Pixel 10 dibanderol $800. Selisih $100 ini cukup signifikan, terutama mengingat Xiaomi justru menawarkan spesifikasi yang lebih unggul di beberapa aspek kunci.

Dengan harga lebih rendah, Anda mendapatkan prosesor lebih powerful, kamera beresolusi lebih tinggi, baterai lebih besar, dan pengisian daya lebih cepat. Ini seperti mendapatkan diskon tambahan untuk performa ekstra. Seperti yang kita lihat dalam Xiaomi 15T vs Realme GT 7 Pro, Xiaomi konsisten menawarkan value proposition yang menarik.

Kedua perangkat menjalankan Android 16, dengan Xiaomi menambahkan lapisan HyperOS 3. Bagi pengguna yang terbiasa dengan pengalaman Android murni, Pixel 10 tetap menjadi pilihan ideal. Namun HyperOS 3 pada Xiaomi 17 menawarkan kustomisasi dan fitur tambahan yang mungkin disukai sebagian pengguna.

Warisan kamera Leica pada Xiaomi 17 bukan hanya sekadar label premium, melainkan hasil kolaborasi nyata yang telah teruji dalam Xiaomi 15T Series yang resmi di Indonesia. Partnership ini membawa karakteristik warna dan processing khas Leica yang disukai banyak fotografer.

Di akhir perbandingan, Xiaomi 17 muncul sebagai pemenang jelas dengan kombinasi hardware superior, fitur lebih lengkap, dan harga lebih terjangkau. Kecuali jika Anda sudah terikat erat dengan ekosistem Google atau sangat mengandalkan fitur AI khusus Pixel, Xiaomi 17 menawarkan nilai investasi yang lebih baik untuk jangka panjang.

Pilihan akhir tetap berada di tangan Anda. Apakah lebih mementingkan raw power dan value for money, atau optimisasi software dan integrasi ekosistem? Keduanya adalah flagship yang mengesankan, tapi hanya satu yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan gaya hidup Anda.

Oppo Find X9 Series Bocoran: Spesifikasi Gahar dan Tanggal Rilis

0

Telset.id – Bayangkan sebuah smartphone yang mampu menyaingi kamera profesional, memiliki baterai yang bertahan berhari-hari, dan ditenagai chipset terbaru yang menghancurkan rekor benchmark. Itulah gambaran awal yang dibawa oleh bocoran terbaru mengenai Oppo Find X9 series. Setelah sukses dengan generasi sebelumnya, Oppo tampaknya tidak main-main dalam mempersiapkan penerusnya. Berbagai informasi yang beredar menunjukkan lompatan signifikan, terutama di sektor yang paling banyak dinanti: fotografi.

Jika Anda penggemar berat fotografi mobile, bersiaplah untuk terpukau. Oppo dikabarkan akan kembali berkolaborasi dengan Hasselblad, membawa tuning kamera yang lebih matang. Namun, yang lebih menarik, seri Pro-nya bahkan disebut-sebut akan kompatibel dengan aksesori kamera magnetik Hasselblad. Ini bukan sekadar peningkatan perangkat lunak, melainkan pendekatan hardware yang lebih serius. Seperti yang pernah kami bahas dalam ulasan mengenai tantangan kamera Hasselblad, kolaborasi ini memang selalu menjanjikan hasil yang spektakuler.

Lalu, bagaimana dengan daya tahannya? Di era di mana kita semakin bergantung pada perangkat mobile, baterai berkapasitas besar menjadi dambaan. Nah, kabar gembiranya, Oppo Find X9 series dikabarkan akan membawa baterai yang benar-benar “rakus”. Versi Pro-ya disebutkan akan mengusung baterai berkapasitas monster 7,500mAh, sementara varian standarnya tidak kalah hebat dengan 7,025mAh. Bayangkan, dengan kapasitas sebesar itu, kekhawatiran kehabisan daya di tengah hari mungkin akan menjadi cerita lama.

Desain Baru yang Mengesankan

Dari segi penampilan, Oppo Find X9 series dikabarkan akan mengalami perubahan desain yang cukup signifikan. Bocoran mengindikasikan bahwa mereka akan meninggalkan modul kamera bundar besar yang menjadi ciri khas pendahulunya. Sebagai gantinya, hadir pulau kamera persegi panjang dengan sudut membulat yang terlihat lebih modern dan elegan. Bingkai logam datar serta panel kaca datar di bagian belakang tetap dipertahankan, memberikan kesan premium yang konsisten.

Untuk soal ketahanan, Oppo sepertinya tidak ingin setengah-setengah. Varian Find X9 Pro dikabarkan akan memiliki rating IP66, IP68, dan IP69. Ini seperti membekali smartphone dengan jas hujan sekaligus baju zirah. Dengan ketebalan sekitar 8.24mm dan berat 224 gram, ia hadir dengan bobot dan ukuran yang solid. Sementara itu, Find X9 standar disebut lebih ramping dengan ketebalan 7.99mm dan berat 203 gram. Secara visual, desainnya dikabarkan memiliki kemiripan dengan OnePlus 15 yang akan datang, lengkap dengan tepi melengkung dan tekstur “velvet” atau “sand-velvet” untuk kesan mewah di genggaman.

Layar yang Memanjakan Mata

Bagian depan kedua ponsel ini juga tak kalah menarik. Oppo Find X9 diprediksi akan memiliki layar 6.59 inci, sedangkan versi Pro-nya lebih besar di 6.78 inci. Keduanya menggunakan panel OLED dengan dukungan LTPO, resolusi 1.5K, dan PWM dimming 3840Hz yang diklaim lebih ramah mata. Dengan refresh rate 120Hz, dukungan Dolby Vision, dan bezel yang lebih tipis serta seragam, pengalaman menonton dan bermain game dijamin akan lebih imersif.

Fitur keamanannya pun tak ketinggalan. Kedua model ini diyakini akan menggunakan pemindai sidik jari ultrasonik di bawah layar, yang dikenal lebih cepat dan akurat dibandingkan jenis optik. Sebuah bocoran terbaru bahkan menyebutkan bahwa Find X9 series akan memiliki kemampuan menampilkan kecerahan hingga 1 nit, mirip dengan yang diusung Xiaomi 17. Fitur ini sangat berguna untuk penggunaan dalam kondisi gelap tanpa membuat mata silau.

Dapur Pacu dan Konektivitas Masa Depan

Inilah jantung dari Oppo Find X9 series. Kedua ponsel ini disebut-sebut akan menjadi salah satu smartphone Android premium pertama yang ditenagai oleh chipset MediaTek Dimensity 9500. Seperti yang telah kami ulas dalam bocoran sebelumnya, chipset ini menjanjikan performa luar biasa. Buktinya, Find X9 Pro dilaporkan mencetak skor AnTuTu yang fantastis, melampaui 4 juta poin.

Konfigurasi memori juga bakal menggiurkan. Oppo dikabarkan akan menyediakan opsi RAM hingga 16GB dan penyimpanan internal hingga 1TB. Bagi Anda yang sering bepergian ke area terpencil, kabar baiknya: konfigurasi tertinggi ini juga diyakini akan membawa fitur SMS via satelit Beidou. Jadi, meski sinyal seluler hilang, Anda tetap bisa mengirim pesan darurat.

Fotografi: Ajang Pamer Kekuatan

Seperti yang telah disinggung, fotografi adalah fokus utama seri ini. Oppo Find X9 Pro diprediksi akan membawa kamera utama Sony LYT828 yang sama dengan yang digunakan Vivo X300 Pro. Sensor CMOS 1/1.28-inci ini dijamin akan menangkap cahaya dengan sangat baik. Ia akan didukung oleh lensa ultra wide 50MP Samsung JN5, telephoto periskop 200MP Samsung HP5, dan sensor multispektral 2MP. Dengan sensor 200MP, detail foto dari jarak jauh dijamin akan sangat mencengangkan.

Varian Find X9 standar tak kalah hebat, tetap mengusung setup kamera quad, meski dengan penurunan pada shooter telephoto menjadi 50MP. Kamera utamanya kemungkinan akan menggunakan sensor LYT808. Dan tentu saja, semua ini akan disempurnakan dengan tuning khas Hasselblad untuk menghasilkan warna dan dinamika yang lebih natural dan artistik.

Kapan Hadirnya?

Nah, untuk pertanyaan paling ditunggu: kapan Oppo Find X9 series resmi meluncur? Berdasarkan informasi yang beredar, Oppo dijadwalkan akan mengumumkan Find X9 dan Find X9 Pro di pasar China pada 16 Oktober 2025. Kedua perangkat ini diprediksi akan langsung menjalankan ColorOS 16 berbasis Android 16, yang konon akan membawa integrasi AI yang lebih dalam dan beragam tool cerdas baru.

Dengan semua bocoran menggiurkan ini, Oppo Find X9 series bukan sekadar pembaruan biasa. Ia hadir dengan ambisi untuk mendefinisikan ulang apa yang bisa dilakukan oleh sebuah flagship smartphone. Dari fotografi yang mendekati kamera profesional, baterai yang tak pernah lelah, hingga performa yang menghancurkan batas. Tinggal menunggu hari H untuk membuktikan apakah semua janji manis ini akan terwujud dalam kenyataan. Siap-siap, Oktober 2025 mungkin akan menjadi bulan yang sangat sibuk bagi para pencinta teknologi.

iPhone 17 vs iPhone 16: 8 Alasan Upgrade yang Bikin Tergoda

0

Telset.id – Setelah tujuh generasi dengan desain yang nyaris identik, Apple akhirnya menghadirkan perubahan signifikan pada iPhone 17. Meski model standarnya tak terlihat jauh berbeda, seri terbaru ini membawa sejumlah peningkatan yang justru paling berarti dibanding pendahulunya. Lantas, apa saja yang membuat iPhone 17 layak dipertimbangkan ketimbang iPhone 16?

Bocoran terbaru mengindikasikan bahwa Apple tak sekadar mengubah tampilan luar. Di balik bodi yang mirip, tersembunyi berbagai penyempurnaan yang mampu menghilangkan berbagai kejengkelan kecil dari model sebelumnya. Bagi Anda yang sedang mempertimbangkan upgrade, inilah analisis mendalam mengapa iPhone 17 patut menjadi pilihan.

Layar 120Hz yang Akhirnya Hadir

Perbedaan paling mencolok antara iPhone 16 dan iPhone 17 terletak pada layar. iPhone 17 akhirnya beralih ke panel LTPO Super Retina XDR OLED yang selama ini hanya menjadi hak istimewa model Pro. Layar ini kini dapat menyegarkan antara 1-120Hz dan mendukung Always on Display.

Apple meningkatkan ukuran layar iPhone 17 sedikit menjadi 6,3 inci (dibanding 6,1 inci pada iPhone 16), dengan bezel yang dipangkas untuk rasio layar-ke-bodi lebih tinggi di 90,1%. Perbedaannya mungkin tidak dramatis, namun cukup terasa ketika Anda membandingkan kedua ponsel secara berdampingan.

Kecerahan puncak juga meningkat dari 2000 nits (HBM) pada iPhone 16 menjadi 3000 nits di iPhone 17. Apple menambahkan lapisan anti-reflektif untuk mengurangi silau, dikombinasikan dengan perlindungan Ceramic Shield 2 yang diklaim memiliki tingkat kekerasan Mohs lebih tinggi (dari 4 ke 5). Ini membuat layar seharusnya lebih tahan gores, meski isu “Scratchgate” pada model Pro tetap perlu diwaspadai seperti yang dibahas dalam analisis mendalam kami sebelumnya.

Peningkatan Kamera yang Signifikan

Apple tidak mengubah tampilan setup kamera ganda, namun yang ada di dalamnya telah ditingkatkan. iPhone 17 kini membawa dua sensor 48-megapixel, satu wide dan satu ultrawide, dibandingkan dengan pasangan 48MP + 12MP pada iPhone 16.

Perbedaan di sini bukan sekadar angka. Kamera ultrawide pada iPhone 17 menggunakan sensor 1/2,55″ yang lebih besar, yang secara teknis seharusnya meningkatkan penangkapan cahaya dan mengurangi noise dalam kondisi gelap. Yang lebih menarik adalah sensor persegi 18MP untuk selfie. Apple menyebutnya kamera Center Stage, yang dapat secara otomatis beralih antara pembingkaian horizontal dan vertikal untuk selfie dan foto grup tanpa memutar ponsel secara fisik.

Ponsel ini dapat merekam 4K hingga 60fps dari kedua kamera, depan dan belakang. Untuk Anda yang menyukai fotografi, peningkatan ini cukup berarti dibanding generasi sebelumnya.

Chip A19 dan Peningkatan Performa Halus

Di balik bodi, ponsel ini ditenagai oleh chip A19 Apple. Dibangun dengan proses 3nm yang sama dengan A18, namun kecepatan inti telah ditingkatkan sedikit untuk memberikan keunggulan performa.

Sisi perangkat lunak ditangani oleh iOS 26, yang memperkenalkan bahasa desain Liquid Glass baru bersama layanan Apple Intelligence seperti Live Translation dan Call Screening. Bagi Anda yang mengutamakan performa, peningkatan ini meski tak dramatis, cukup terasa dalam penggunaan sehari-hari.

Desain yang Lebih Ergonomis

Sekilas, kedua ponsel terlihat hampir identik. Keduanya memiliki rangka aluminium datar, punggung kaca mengilap, dan tampilan minimalis yang terus dipertahankan Apple. Namun iPhone 17 sedikit lebih tinggi, 0,2mm lebih tebal, dan 7 gram lebih berat pada 177g.

Perangkat baru ini juga tersedia dalam tiga warna baru: Mist Blue, Sage, dan Lavender, selain hitam dan putih biasa. Perubahan kecil ini membuat iPhone 17 terasa lebih premium di tangan.

Peningkatan Baterai dan Pengisian Daya

Peningkatan baterai sering kali kurang diungkapkan, dan itu juga terjadi di sini. iPhone 17 mengemas baterai 3692mAh, naik dari 3561mAh di iPhone 16. Itu tidak besar, namun tetap berarti.

Pengisian daya adalah area di mana iPhone 17 terasa lebih modern. Kini mendukung pengisian daya PD3.2 (dengan AVS), yang dikabarkan dapat mengisi hingga 50% dalam 20 menit. Pengisian nirkabel juga mencapai 25W untuk standar MagSafe dan Qi2, menawarkan 50% dalam sekitar 30 menit. Kecepatan pengisian nirkabel iPhone 16 hanya mencapai 15W untuk Qi2, yang terasa lambat menurut standar 2024. Peningkatan iPhone 17 membawanya lebih dekat ke pengalaman pengisian daya yang telah ditawarkan ponsel Android selama bertahun-tahun.

Konektivitas dan Ekosistem yang Diperluas

Di bidang konektivitas, iPhone 17 secara diam-diam beralih ke Bluetooth 6.0. Keduanya mendukung Wi-Fi 7, namun Apple memperluas dukungan lokasi di iPhone 17 dengan kompatibilitas NavIC. Suite konektivitas lainnya, termasuk dukungan dual eSIM, UWB (generasi 2), dan pesan satelit, tetap sama.

Bagi Anda yang menginginkan varian lebih eksklusif, tersedia pula Caviar Victory Collection untuk iPhone 17 Pro dengan desain mewah dan harga premium.

Harga dan Penyimpanan yang Lebih Menguntungkan

Apple menghilangkan varian dasar 128GB tahun ini. iPhone 17 dimulai dari 256GB dengan RAM 8GB, sementara iPhone 16 mulai dari 128GB. Namun kabar baiknya adalah harganya dimulai sama dengan model tahun lalu, yaitu $799.

Dengan penyimpanan dasar yang lebih besar di harga sama, ini menjadi pertimbangan penting bagi Anda yang membutuhkan ruang lebih untuk foto, video, dan aplikasi.

Jadi, Haruskah Anda Upgrade?

Jika Anda sudah memiliki iPhone 16, upgrade ke 17 mungkin tidak penting. Namun jika Anda berasal dari model lebih tua, atau sedang memutuskan antara 16 dan 17 hari ini, pilihannya jelas. iPhone 17 selaras lebih baik dengan ekspektasi modern: layar lebih halus, kaca lebih kuat, kamera lebih baik, dan pengisian daya lebih cepat.

Dengan harga awal sama tetapi penyimpanan lebih banyak, ini menjadi pilihan mudah bagi siapa pun yang menginginkan iPhone baru. Terlebih dengan daya tahan yang hampir menyamai iPhone 17 Pro, model standar ini menawarkan nilai lebih dibanding pendahulunya.

Jadi, apakah Anda siap menyambut iPhone 17? Dengan segala peningkatan yang ditawarkan, ponsel ini layak dipertimbangkan sebagai upgrade berikutnya.

Bocoran OPPO Reno 15 Pro: Chipset Dimensity 8500 dan Kamera Periskop

0

Telset.id – Apakah Anda termasuk yang menunggu kehadiran seri OPPO Reno berikutnya? Sebuah bocoran terbaru dari sumber terpercaya, Smart Pikachu, mengindikasikan bahwa OPPO Reno 15 Pro akan melanjutkan tradisi dengan membawa chipset MediaTek Dimensity 8500 yang baru. Ini bukan sekadar upgrade biasa, melainkan langkah strategis OPPO dalam meramaikan pasar smartphone mid-range premium.

OPPO memang dikenal konsisten menghadirkan chipset Dimensity 8000-series pada varian Pro seri Reno. Jika kita tilik ke belakang, OPPO Reno14 Pro sudah menggunakan Dimensity 8450, sementara pendahulunya, Reno 13 Pro, memakai Dimensity 8350. Pola ini semakin menguatkan spekulasi bahwa Reno 15 Pro akan ditenagai Dimensity 8500. Sebuah pola yang tidak hanya tentang konsistensi, tetapi juga tentang penyempurnaan performa dari generasi ke generasi.

Lalu, apa yang membuat chipset Dimensity 8500 ini istimewa? Menurut informasi yang beredar, beberapa brand ponsel sedang mengembangkan perangkat “all-rounder” menggunakan chipset ini. Ada juga yang fokus pada model berorientasi kamera dengan sensor 200MP dan lensa periskop pada purwarupa engineering. Bahkan, tidak ketinggalan, brand tertentu dikabarkan sedang merancang perangkat dengan daya tahan baterai ekstrem hingga 10.000mAh. Bayangkan, dengan kapasitas sebesar itu, aktivitas streaming, gaming, atau kerja seharian penuh mungkin tidak lagi menjadi masalah.

Persaingan Ketat di Segmen Mid-Range Premium

Lanskap smartphone mid-range premium semakin panas. Laporan terbaru mengungkapkan bahwa Redmi, Honor, dan Realme juga sedang mempersiapkan ponsel dengan Dimensity 8500. Redmi Turbo 5, Honor Power 2, dan salah satu ponsel seri Realme Neo 8 akan menjadi pesaing langsung Reno 15 Pro. Yang menarik, Honor Power 2 dikabarkan akan membawa baterai raksasa 10.000mAh – sebuah spesifikasi yang jarang ditemui di segmen ini.

Dengan menggunakan hashtag OPPO Reno 15 dalam bocorannya, Smart Pikachu secara tidak langsung mengonfirmasi bahwa seri ini akan memiliki perangkat dengan Dimensity 8500. Kemungkinan besar, varian Pro atau Pro+-lah yang akan mendapatkan kehormatan membawa chipset teranyar ini. Jika rumor mengenai peluncuran pada November 2024 di Tiongkok terbukti benar, maka OPPO Reno 15 Pro berpotensi menjadi ponsel pertama yang menggunakan chipset Dimensity 8500. Sebuah posisi yang strategis sekaligus penuh tantangan.

Spesifikasi Layar dan Kamera yang Menggiurkan

Seri Reno 15 dikabarkan akan terdiri dari tiga model dengan ukuran layar berbeda: 6,3 inci, 6,59 inci, dan 6,78 inci. Yang menarik, ketiganya dikabarkan akan dibekali kamera periskop – fitur yang biasanya ditemui di segmen flagship. Model 6,3 inci diprediksi menggunakan layar OLED 1.5K LTPS dengan kamera periskop. Sementara varian 6,59 inci dikabarkan memiliki layar OLED 1.5K LTPS yang sama, namun dilengkapi kamera utama 200MP Samsung HP5 plus lensa periskop.

Varian terbesar, 6,78 inci, disebut-sebut akan menggunakan panel LTPO OLED 1.5K yang lebih efisien, dipadukan dengan kamera utama 200MP Samsung HP5 dan tentu saja, kamera periskop. Spesifikasi kamera seperti ini menunjukkan OPPO serius bersaing di segmen fotografi smartphone. Apalagi mengingat OPPO Reno 14 F yang baru saja diluncurkan di Indonesia juga menawarkan spesifikasi kamera yang cukup menarik untuk segmennya.

Pertanyaannya, bagaimana OPPO akan memposisikan ketiga model ini di pasar? Dengan spesifikasi yang tampaknya tumpang tindih, terutama dalam hal kamera, strategi marketing dan penetapan harga akan menjadi kunci. Apakah OPPO akan mengadopsi pendekatan berbeda untuk setiap model, atau justru menciptakan diferensiasi yang lebih jelas? Jawabannya mungkin akan terungkap saat peluncuran resmi nanti.

Implikasi bagi Pasar Smartphone Indonesia

Kehadiran OPPO Reno 15 Pro dengan Dimensity 8500 bisa menjadi angin segar bagi pasar smartphone Indonesia. Sebagai negara dengan penetrasi smartphone yang tinggi, konsumen Indonesia semakin cerdas dalam memilih perangkat yang menawarkan nilai terbaik. Chipset Dimensity 8500 yang dikabarkan hadir dengan efisiensi daya yang lebih baik mungkin akan menjadi nilai jual utama, mengingat konsumen Indonesia sangat memperhatikan daya tahan baterai.

Jika kita melihat tren sebelumnya, OPPO biasanya tidak terlalu lama menunggu untuk meluncurkan seri Reno terbarunya di Indonesia setelah peluncuran di Tiongkok. Mengingat OPPO Pad SE yang baru saja diluncurkan menunjukkan komitmen OPPO dalam menghadirkan produk terbaru ke Indonesia, kita bisa berharap hal serius untuk Reno 15 series.

Yang tidak kalah penting adalah bagaimana OPPO akan menyesuaikan strategi pricing-nya. Dengan spesifikasi yang semakin mendekati flagship, apakah harga seri Reno 15 akan mengalami kenaikan signifikan? Atau justru OPPO akan mempertahankan positioning harga yang kompetitif seperti selama ini? Pertanyaan-pertanyaan ini yang membuat antusiasme terhadap kehadiran Reno 15 series semakin tinggi.

Dengan segala bocoran dan spekulasi yang beredar, satu hal yang pasti: persaingan di segmen mid-range premium semakin sengit. OPPO Reno 15 Pro dengan Dimensity 8500 berpotensi menjadi penantang serius bagi dominasi merek lain di segmen ini. Namun, seperti biasa, bukti sesungguhnya akan terlihat ketika perangkat ini resmi diluncurkan dan diuji secara langsung oleh konsumen. Sampai saat itu tiba, kita hanya bisa menunggu dengan penuh antisipasi.

Bocoran Honor 500 Pro: Chipset Snapdragon 8 Elite dan Kamera 200MP

0

Telset.id – Honor sedang mempersiapkan kejutan besar untuk pasar smartphone China di akhir tahun ini. Bocoran terbaru mengindikasikan perusahaan ini tak hanya fokus pada seri Magic 8 yang akan meluncur pertengahan Oktober, tetapi juga menyiapkan dua lini produk lain: Honor GT 2 series dan yang paling menarik – Honor 500 lineup.

Anda mungkin bertanya-tanya: apa yang membuat seri Honor 500 begitu spesial? Jawabannya terletak pada kombinasi antara desain premium ala iPhone dan spesifikasi hardware yang benar-benar high-end. Menurut tipster ternama Smart Pikachu, seri ini akan meluncur di China sekitar Desember mendatang, dengan model Pro yang dipersenjatai chipset Snapdragon 8 Elite.

Dalam industri smartphone yang semakin kompetitif, langkah Honor ini menunjukkan strategi yang cukup cerdas. Alih-alih hanya mengandalkan satu seri flagship, mereka menyebar investasi ke beberapa lini produk dengan positioning yang berbeda. Seri Magic 8 untuk segmen ultra-premium, GT 2 untuk penggemar gaming, dan Honor 500 untuk mereka yang menginginkan performa tinggi dengan sentuhan desain familiar.

Spesifikasi Layar dan Desain yang Menggiurkan

Bocoran yang beredar menyebutkan Honor 500 series akan menawarkan layar 6,6 inci dengan desain flat dan widescreen. Yang menarik, layar ini diklaim memiliki rounded corners yang besar – sebuah pilihan desain yang semakin populer belakangan ini. Apakah ini berarti Honor ingin menawarkan pengalaman visual yang immersive tanpa mengorbankan kenyamanan genggaman?

Aspek desain menjadi perhatian khusus dalam bocoran ini. Tipster secara eksplisit menyebutkan bahwa seri Honor 500 akan memiliki desain dan tekstur yang mirip iPhone. Pernyataan ini cukup menarik karena menunjukkan bahwa Honor tak segan mengambil inspirasi dari pesaing utamanya, sambil tetap mempertahankan identitas sendiri. Bagaimanapun, dalam dunia smartphone, “premium feel” seringkali dikaitkan dengan estetika yang sudah familiar di mata konsumen.

Jika kita bandingkan dengan pendahulunya, Honor 400 yang kami review sebelumnya, lompatan desain ini cukup signifikan. Honor 400 sudah menawarkan build quality yang solid, namun dengan pendekatan “iPhone-like” pada seri 500, sepertinya Honor ingin menaikkan level premiumness secara dramatis.

Dapur Pacu dan Kemampuan Fotografi

Inilah bagian yang paling membuat tech enthusiast bergidik: Honor 500 Pro akan ditenagai Snapdragon 8 Elite chipset. Bagi yang belum familiar, ini adalah prosesor flagship terbaru Qualcomm yang menjanjikan performa luar biasa baik untuk gaming berat maupun multitasking intensif.

Sayangnya, untuk model standar Honor 500, tipster belum memberikan informasi spesifik mengenai chipset yang akan digunakan. Namun jika melihat pola yang diterapkan pada seri sebelumnya – dimana Honor 400 menggunakan Snapdragon 7 Gen 4 dan 400 Pro dengan Snapdragon 8 Gen 3 – kemungkinan besar Honor akan mempertahankan Snapdragon 7 Gen 4 untuk varian base. Mengingat chipset ini masih relatif baru, pilihan ini cukup masuk akal dari sisi bisnis.

Di sektor fotografi, Honor 500 series akan membawa kamera utama 200MP yang telah ditingkatkan. Angka 200MP sendiri bukan hal baru bagi Honor – Honor 400 dan 400 Pro yang sudah dirilis di Indonesia juga sudah menggunakan sensor dengan resolusi sama. Pertanyaannya: peningkatan seperti apa yang ditawarkan pada seri 500? Apakah di bidang processing, low-light performance, atau mungkin kemampuan video?

Strategi Pasar dan Ketersediaan Global

Yang patut menjadi perhatian konsumen di luar China: kemungkinan besar Honor 500 series akan tetap menjadi eksklusif pasar China. Pola ini sebenarnya sudah pernah diterapkan Honor sebelumnya ketika mereka melewatkan peluncuran global untuk seri Honor 300.

Keputusan ini cukup masuk akal dari perspektif bisnis. Pasar smartphone China sangat kompetitif dan memiliki karakteristik unik yang berbeda dengan pasar global. Dengan fokus pada pasar domestik terlebih dahulu, Honor bisa menguji respon konsumen dan menyempurnakan produk sebelum memutuskan untuk go international.

Bagi penggemar Honor di Indonesia, kabar ini mungkin sedikit mengecewakan. Namun perlu diingat bahwa Honor tetap aktif meluncurkan produk global, seperti yang kita lihat pada peluncuran tablet AI dan smartwatch mereka di Indonesia. Jadi, meski Honor 500 mungkin tidak sampai ke tanah air, masih ada produk-produk Honor lain yang layak untuk dinantikan.

Lalu apa arti semua ini bagi landscape smartphone secara keseluruhan? Kehadiran Honor 500 series dengan Snapdragon 8 Elite menunjukkan bahwa persaingan di segmen high-end smartphone China akan semakin ketat. Dengan desain premium, chipset terbaru, dan kamera 200MP yang ditingkatkan, Honor jelas sedang membidik konsumen yang menginginkan paket komplit tanpa harus membayar harga ultra-premium.

Yang menarik untuk diamati adalah bagaimana Honor akan memposisikan seri 500 ini terhadap Magic 8 series yang juga akan segera meluncur. Apakah akan ada overlap yang signifikan, atau justru masing-masing memiliki target pasar yang berbeda? Jawabannya akan terungkap seiring dengan semakin dekatnya waktu peluncuran.

Sebagai penutup, meski masih berdasarkan bocoran, Honor 500 series menjanjikan kombinasi menarik antara desain familiar dan performa cutting-edge. Bagi yang berencana upgrade smartphone di akhir tahun, mungkin worth it untuk menunggu kejelasan lebih lanjut mengenai seri ini – meski kemungkinan besar harus import dari China jika benar tidak dirilis secara global.

10 HP Vivo Kamera Terbaik Oktober 2025, Harga Mulai 1 Jutaan

3

Telset.id – Vivo dikenal sebagai HP dengan keunggulan di sektor kamera. Tidak mengherankan kalau banyak sekali varian HP Vivo dengan kamera terbaik yang layak untuk dibeli.

Produsen asal China itu menawarkan berbagai jenis seri smartphone di Indonesia. Contohnya seri X, T dan V yang merupakan jajaran HP flagship yang menyasar pasar kelas menengah.

Sementara itu, terdapat pula seri Y yang merupakan HP entry level dengan harga yang ramah di kantong. Meski berbeda-beda seri, semua HP terbaru Vivo memiliki kelebihan dari sektor kamera.

Kali ini tim Telset akan memberikan daftar HP Vivo yang kameranya bagus, dengan spesifikasi mumpuni dengan rentang harga mulai dari Rp 1 jutaan hingga puluhan juta. Berikut ulasan lengkapnya untuk Anda.

BACA JUGA:

1. vivo V60 Lite 5G

Vivo V60 Lite 5G

vivo V60 Lite 5G menjadi bukti bahwa kelas menengah pun bisa tampil premium. Hadir dengan layar AMOLED 6,77 inci dan chipset Dimensity 7360-Turbo, perangkat ini tangguh untuk gaming populer maupun aktivitas sehari-hari. Sertifikasi IP65 juga membuatnya tahan dipakai meski hujan mengguyur.

Spesifikasi Utama:

  • Layar: AMOLED 6,77 inci, resolusi Full HD+ (), refresh rate (adaptif), kecerahan puncak , mendukung HDR10+, memiliki sertifikasi SGS Low Blue Light.
  • Desain & Material: Desain stylish dengan modul kamera vertikal, ketebalan bodi (tergantung varian warna).
  • Ketahanan: Sertifikasi IP65 (Tahan debu dan percikan air), memiliki sertifikasi SGS dan MIL-STD-.
  • Dimensi: (Varian warna tertentu).
  • Bobot: .
  • Pilihan warna: Vibing Blue, Vibing Pink, dan Vibing Black.
  • Chipset: MediaTek Dimensity 7360-Turbo ().
  • RAM: 8GB atau 12GB (Didukung Extended RAM hingga ).
  • Penyimpanan internal: 256GB atau 512GB (UFS 3.1).
  • Sistem operasi: Android 15 dengan antarmuka Funtouch OS 15.
  • Kamera belakang: Kamera Ganda (Dual Camera) dengan AI Aura Light.
  • Kamera utama: 50MP (Sensor Sony IMX882), aperture , OIS.
  • Kamera kedua: Ultra-wide ( FOV), aperture .
  • Kamera depan: ( FOV), aperture .
  • Fitur video: Perekaman video (Kamera depan dan belakang).
  • Kapasitas baterai: .
  • Pengisian daya: .
  • Konektivitas: , Wi-Fi 6 (), Bluetooth 5.4, NFC, USB-C.
  • Keamanan: Pemindai sidik jari di layar (In-display fingerprint).
  • Fitur tambahan: AI Four-Season Portrait (Eksklusif ), AI Erase 3.0, AI Photo Enhance 3.0, Bypass Charging, Google Gemini, Stereo Speaker.
  • Harga: 8GB/256GB: Rp4.999.000, 12GB/512GB: Rp5.999.000

2. vivo V60 Lite

Vivo V60 Lite 5G
Vivo V60 Lite 5G

Varian non-5G ini lebih ramah kantong, mengandalkan Snapdragon 685. Baterai 6500 mAh dengan fast charging 90W membuatnya awet, bahkan untuk maraton TikTok berjam-jam.

Spesifikasi Utama:

  • Layar: AMOLED 6,77 inci, resolusi Full HD+ (), refresh rate , kecerahan puncak , mendukung kedalaman warna , memiliki sertifikasi SGS Low Blue Light.
  • Desain & Material: Desain bodi ramping, ketebalan bodi .
  • Ketahanan: Sertifikasi IP65 (Tahan debu dan percikan air), memiliki sertifikasi SGS dan MIL-STD-.
  • Dimensi: .
  • Bobot: .
  • Pilihan warna: Vibing Blue, Vibing Pink, dan Vibing Black.
  • Chipset: Qualcomm Snapdragon 685 ().
  • RAM: 8GB (LPDDR4X) (Didukung Extended RAM hingga ).
  • Penyimpanan internal: 128GB atau 256GB (UFS 2.2).
  • Sistem operasi: Android 15 dengan antarmuka Funtouch OS 15.
  • Kamera belakang: Kamera Ganda (Dual Camera) dengan Aura Light.
  • Kamera utama: 50MP (Sensor Sony IMX882), aperture , OIS.
  • Kamera kedua: Ultra-wide ( FOV), aperture .
  • Kamera depan: ( FOV), aperture .
  • Fitur video: Perekaman video (Kamera depan dan belakang).
  • Kapasitas baterai: .
  • Pengisian daya: .
  • Konektivitas: (Dual SIM), Wi-Fi 6 (), Bluetooth 5.4, NFC, USB-C.
  • Keamanan: Pemindai sidik jari di layar (In-display fingerprint).
  • Fitur tambahan: Bypass Charging, Stereo Speaker, AI Erase 3.0, AI Photo Enhance 3.0, Film Camera Mode, AI Gemini (Fitur AI lainnya).
  • Harga: 8GB/128GB: Rp3.599.000, 8GB/256GB: Rp3.999.000

3. vivo X Fold5

Vivo X Fold5 5G

Jika Anda ingin smartphone yang bisa berubah jadi tablet, X Fold5 adalah jawaban. Desain lipatnya elegan, layar 8,03 inci LTPO AMOLED super terang, dan performa Snapdragon 8 Gen 3 membuatnya setara laptop mini untuk produktivitas.

Spesifikasi Utama:

  • Layar: Layar Utama (Dalam): AMOLED LTPO (), refresh rate adaptif (), kecerahan puncak . Layar Depan (Cover): AMOLED (), refresh rate , kecerahan puncak . Mendukung HDR10+ dan Dolby Vision di kedua layar.
  • Desain & Material: Desain Ultra Light Foldable Phone dengan Carbon Fiber Support Hinge (engsel serat karbon), ketebalan sangat tipis saat dibuka.
  • Ketahanan: IPX8 & IPX9 Water Resistance (Tahan air tingkat tinggi) dan IP5X Dust Resistance (Tahan debu). Menggunakan untuk perlindungan layar yang ditingkatkan.
  • Dimensi: Saat Dilipat (Titanium Gray): Saat Dibuka (Titanium Gray):
  • Bobot: Titanium Gray: Feather White:
  • Pilihan warna: Titanium Gray dan Feather White (Di Indonesia).
  • Chipset: Qualcomm Snapdragon 8 Gen 3 ().
  • RAM: 16GB (LPDDR5X Ultra) (Dengan Extended RAM hingga ).
  • Penyimpanan internal: 512GB (UFS 4.1).
  • Sistem operasi: Android 15 dengan antarmuka Funtouch OS 15.
  • Kamera belakang: Tiga Kamera ZEISS (Triple Camera) dengan OIS.
  • Kamera utama: 50MP VCS True Color (Sensor IMX921), aperture , OIS.
  • Kamera kedua: 50MP Telefoto Periskop ( Optical Zoom, HyperZoom), , OIS. 50MP Ultra-Wide ( FOV), , Autofocus.
  • Kamera depan: () di Layar Utama dan () di Layar Depan.
  • Fitur video: Perekaman video hingga .
  • Kapasitas baterai: .
  • Pengisian daya: (Kabel) dan (Nirkabel).
  • Konektivitas: , Wi-Fi 7, Bluetooth 5.4, USB , NFC, DisplayPort.
  • Keamanan: Dual Ultrasonic In-Display Fingerprint (Sidik jari di layar).
  • Fitur tambahan: SmartFold AI (Origin Workbench, Shortcut Button, AI Captions, vivo DocMaster), AI Magic Move, AI Image Expander, AI Erase 3.0, Dukungan penuh untuk AirPods & MacBook (melalui Vivo Office Kit).
  • Harga: 16GB/512GB:

4. vivo V60

Vivo V60 5G
Vivo V60 5G

Membawa DNA seri V, vivo V60 tampil elegan dengan dukungan kamera ZEISS. Snapdragon 7 Gen 4 membuat performa mulus, sementara baterai 6500 mAh dengan pengisian cepat 90W cocok untuk Anda yang aktif.

Spesifikasi Utama:

  • Layar: AMOLED Quad-Curved, resolusi Full HD+ (), refresh rate , mendukung HDR10+, kecerahan puncak , dilindungi Diamond Shield Glass.
  • Desain & Material: Desain bodi tipis, ketebalan bodi . Menggunakan ZEISS All Main Camera.
  • Ketahanan: Sertifikasi IP68 & IP69 (Tahan debu dan air tingkat tinggi).
  • Dimensi: .
  • Bobot: Sekitar (Spotlight Gray) hingga (tergantung varian warna).
  • Pilihan warna: Festive Purple, Dancing Blue, dan Spotlight Gray.
  • Chipset: Qualcomm Snapdragon 7 Gen 4 () (Pertama di Indonesia).
  • RAM: 8GB atau 12GB (Extended RAM hingga ).
  • Penyimpanan internal: 256GB atau 512GB (UFS 2.2).
  • Sistem operasi: Android 15 dengan antarmuka Funtouch OS 15.
  • Kamera belakang: Tiga Kamera ZEISS (Triple Camera) dengan OIS dan Aura Light fill light dengan dual color temperature.
  • Kamera utama: 50MP ZEISS OIS Main Camera (Sensor Sony IMX766), aperture .
  • Kamera kedua: 50MP ZEISS Super Telephoto Camera (Periscope Structure), aperture , OIS, mendukung Optical Zoom dan Optimal Zoom (*hingga Digital Zoom). 8MP ZEISS Ultra Wide-Angle Camera ( FOV), .
  • Kamera depan: 50MP ZEISS Group Selfie Camera ( FOV), .
  • Fitur video: Perekaman video (Kamera depan dan belakang).
  • Kapasitas baterai: .
  • Pengisian daya: .
  • Konektivitas: (Dual SIM), Wi-Fi 6, Bluetooth 5.4, NFC, USB-C .
  • Keamanan: Pemindai sidik jari di layar (In-display fingerprint).
  • Fitur tambahan: ZEISS Multifocal Portrait ( dan ), AI Four-Season Portrait, AI Magic Move, AI Captions, AI Block Spam Calls, Sistem Pendingin Vapor Chamber.
  • Harga: 8GB/256GB: Rp6.999.000, 12GB/256GB: Rp7.499.000, 12GB/512GB: Rp8.499.000

5. vivo Y400

Vivo Y400
Vivo Y400

vivo Y400 hadir sebagai opsi kelas menengah yang tahan banting. Dengan IP68, baterai 6000 mAh, dan Snapdragon 685, ponsel ini cukup seimbang untuk kebutuhan harian.

Spesifikasi Utama:

  • Layar: AMOLED Flat Flagship Borderless, resolusi Full HD+ (), refresh rate , kecerahan puncak , color gamut DCI-P3 .
  • Desain & Material: Desain Layar Flat Flagship Borderless pertama di Y Series. Ketebalan bodi (Tropical Green) / (Purple Twilight).
  • Ketahanan: Sertifikasi IP68 & IP69 (Tahan Air Ekstrem) dan Ketahanan Banting Kelas Militer. Dilengkapi Water Ejection Feature untuk mengeluarkan air.
  • Dimensi: Tropical Green: Purple Twilight:
  • Bobot: Tropical Green: Purple Twilight:
  • Pilihan warna: Purple Twilight dan Tropical Green.
  • Chipset: Qualcomm Snapdragon 685 ().
  • RAM: 8GB (LPDDR4X) (Dengan Extended RAM hingga ).
  • Penyimpanan internal: 128GB atau 256GB (UFS 2.2).
  • Sistem operasi: Android 15 dengan antarmuka Funtouch OS 15.
  • Kamera belakang: Kamera Ganda (Dual Camera) dengan Aura Light Flash.
  • Kamera utama: 50MP (Sensor Sony IMX852), aperture . Mendukung Underwater Photography Mode.
  • Kamera kedua: 2MP Bokeh Camera, .
  • Kamera depan: 8MP, .
  • Fitur video: Mode kamera termasuk Slo-mo, Time-lapse, Dual View, dan Live Photo.
  • Kapasitas baterai: .
  • Pengisian daya: .
  • Konektivitas: , NFC, Wi-Fi (), Bluetooth 5.0, USB Type-C.
  • Keamanan: Pemindai sidik jari di layar (In-display Fingerprint).
  • Fitur tambahan: vivo AI (AI Note Summary, AI Transcript Assist, AI Captions), Dual Speaker dengan Audio Booster, Sertifikasi Hi-Res Audio, Dual Cooling System, Casing Teknologi AirSpring.
  • Harga: 8GB/128GB: Rp3.199.000, 8GB/256GB: Rp3.499.000

6. vivo Y04s

Vivo Y04s
Vivo Y04s

Entry-level yang tetap tangguh. vivo Y04s membawa baterai 6000 mAh dan chipset UNISOC T7225. Cocok bagi pelajar atau pengguna kasual yang butuh ponsel awet.

Spesifikasi Utama:

  • Layar: IPS LCD , resolusi HD+ (), refresh rate , tingkat kecerahan , Sertifikasi TÜV Low Blue Light.
  • Desain & Material: Desain , Material belakang Crystalline Matte.
  • Ketahanan: Sertifikasi IP64 (Tahan Debu dan Percikan Air), Tahan Banting Ekstrem (Memenuhi standar militer MIL-STD-810H dan SGS five-star).
  • Dimensi: .
  • Bobot: Sekitar .
  • Pilihan warna: Ungu Kristal (Crystal Purple) dan Hijau Giok (Jade Green).
  • Chipset: Unisoc T612 ().
  • RAM: 4GB (LPDDR4X) (Didukung ).
  • Penyimpanan internal: 64GB (eMMC 5.1). (Dukungan ekspansi ROM hingga dengan microSD).
  • Sistem operasi: Android 14 dengan antarmuka Funtouch OS 14.
  • Kamera belakang: Kamera Ganda (Dual Camera) dengan Lampu Flash Belakang.
  • Kamera utama: 13MP, .
  • Kamera kedua: QVGA (Kamera depth/bokeh), .
  • Kamera depan: 5MP, .
  • Fitur video: Perekaman video maksimum .
  • Kapasitas baterai: (Diklaim tahan ).
  • Pengisian daya: .
  • Konektivitas: , Wi-Fi , Bluetooth 5.2, USB Type-C 2.0 (Mendukung OTG), GPS.
  • Keamanan: Pemindai sidik jari di samping (Ultra Fast Side Fingerprint).
  • Fitur tambahan: Audio Booster (Speaker), Senter Super Terang, Fitur AI Erase (untuk menghapus objek di foto).
  • Harga: (Harga resmi awal)

7. vivo Y19sGT 5G

Vivo Y19sGT 5G

Dengan Dimensity 6300 dan dukungan NFC, Y19sGT 5G menawarkan fitur modern di kelas Rp 2 jutaan. Desain tipis dan sertifikasi militer jadi nilai plus.

Spesifikasi Utama:

  • Layar: IPS LCD , resolusi HD+ (), refresh rate , kecerahan , Fitur Wet Touch (Layar tetap responsif saat tangan basah).
  • Desain & Material: Desain .
  • Ketahanan: Sertifikasi IP64 (Tahan Debu dan Percikan Air), Military Grade Drop Resistance (Tahan banting kelas militer) dan SGS .
  • Dimensi: .
  • Bobot: .
  • Pilihan warna: Hijau Giok dan Ungu Kristal.
  • Chipset: MediaTek Dimensity 6300 5G ().
  • RAM: 6GB atau 8GB (LPDDR4X) (Didukung Extended RAM hingga ).
  • Penyimpanan internal: 128GB atau 256GB (eMMC 5.1). (Dukungan ekspansi memori hingga ).
  • Sistem operasi: Android 15 dengan antarmuka Funtouch OS 15 (Saat rilis).
  • Kamera belakang: Kamera Ganda (Dual Camera).
  • Kamera utama: 50MP ().
  • Kamera kedua: QVGA (Kamera depth), .
  • Kamera depan: 5MP ().
  • Fitur video: Perekaman video maksimum (Belakang dan Depan).
  • Kapasitas baterai: (Diklaim tahan battery health).
  • Pengisian daya: .
  • Konektivitas: 5G (Dual SIM Dual Standby), Wi-Fi , Bluetooth 5.4, USB Type-C 2.0, NFC Multifunctions.
  • Keamanan: Pemindai sidik jari di samping (Side Fingerprint).
  • Fitur tambahan: AI Erase 2.0, AI Photo Enhance, Ultra Bright Flashlight, RAM Saver, Jack audio .
  • Harga:  

8. vivo Y19s Pro

vivo Y19s Pro
vivo Y19s Pro

Smartphone dengan baterai jumbo 6000 mAh, fast charging 44W, dan sertifikasi MIL-STD 810H. Ideal untuk pengguna yang sering jatuh-bangun ponselnya.

Spesifikasi Utama:

  • Layar: IPS LCD Ultra O Screen, resolusi HD+ (), refresh rate , tingkat kecerahan puncak , Mode Perlindungan Mata (Eye Protection Mode).
  • Desain & Material: , bodi tipis.
  • Ketahanan: Sertifikasi IP64 (Tahan Debu dan Percikan Air), Military Grade (Standar Militer), dan SGS (Tahan Banting Ekstrem).
  • Dimensi: .
  • Bobot: .
  • Pilihan warna: Perak Mutiara (Pearl Silver) dan Hitam Berkilau (Diamond Black).
  • Chipset: Unisoc Tiger T612 ().
  • RAM: 4GB atau 6GB (LPDDR4X) (Didukung Extended RAM hingga ).
  • Penyimpanan internal: 64GB atau 128GB (eMMC 5.1) (Dukungan ekspansi microSD hingga ).
  • Sistem operasi: Android 15 dengan antarmuka Funtouch OS 15.
  • Kamera belakang: Kamera Ganda (Dual Camera) dengan Ring-LED Flash.
  • Kamera utama: 50MP () dengan PDAF.
  • Kamera kedua: 0,08MP (Kamera depth atau QVGA).
  • Kamera depan: 5MP ().
  • Fitur video: Perekaman video maksimum .
  • Kapasitas baterai: (Diklaim tahan dan awet ).
  • Pengisian daya: (Mengisi ke dalam ).
  • Konektivitas: , Wi-Fi (dual-band), Bluetooth 5.2, USB Type-C, Radio FM, GPS. (Tidak mendukung NFC).
  • Keamanan: Pemindai sidik jari di samping (Side-mounted Fingerprint).
  • Fitur tambahan: Dual Stereo Speakers dengan Audio Booster dan dukungan Hi-Res Audio, AI Erase 2.0, AI Photo Enhance, Audio Jack.
  • Harga: 4GB/64GB: Rp1.599.000, 4GB/128GB: Rp1.799.000, 6GB/128GB: Rp1.999.000

9. vivo V50 Lite 5G

Vivo V50 Lite 5G

Dibekali Dimensity 6300 dan baterai 6500 mAh, vivo V50 Lite 5G juga tahan jatuh berkat sertifikasi SGS 5-Star Drop Resistance.

Spesifikasi Utama:

  • Layar: AMOLED POLED , resolusi FHD+ (), refresh rate , kecerahan puncak , Ultra-Narrow Bezels, bersertifikasi SGS untuk perlindungan mata.
  • Desain & Material: Desain Ultra-tipis dengan Rangka Logam Mengilap (Glossy Flat Frame).
  • Ketahanan: Sertifikasi Tahan Air & Debu (Tidak disebutkan IP rating spesifik, namun ada klaim SGS Five-Star Drop Resistance dan Sertifikasi Standar Militer). (Sumber lain menyebut IP67).
  • Dimensi: (Beberapa sumber menyebut ).
  • Bobot: .
  • Pilihan warna: All Gold dan Just Black (Beberapa sumber menyebut So Purple juga).
  • Chipset: MediaTek Dimensity 6300 ().
  • RAM: 8GB atau 12GB (LPDDR4X) (Didukung Extended RAM hingga ).
  • Penyimpanan internal: 256GB atau 512GB (UFS 2.2). (Tidak mendukung ekspansi microSD).
  • Sistem operasi: Android 15 dengan antarmuka Funtouch OS 15.
  • Kamera belakang: Kamera Ganda (Dual Camera) dengan Aura Light (Flash Belakang).
  • Kamera utama: 50MP dengan sensor Sony IMX882 ().
  • Kamera kedua: 8MP Ultra-Wide (, FOV ).
  • Kamera depan: 32MP ().
  • Fitur video: Tidak ada detail resolusi maksimum yang spesifik, namun didukung fitur AI Live Text dan AI Erase 2.0.
  • Kapasitas baterai: (Kapasitas tipikal).
  • Pengisian daya: (Mengisi dalam ).
  • Konektivitas: 5G, Dual SIM, Wi-Fi , Bluetooth 5.4, USB Type-C 2.0, NFC.
  • Keamanan: Pemindai sidik jari di dalam layar (In-Display Fingerprint).
  • Fitur tambahan: Dual Stereo Speaker dengan Volume Booster, Reverse Charging, Smooth Experience (Jaminan kelancaran hingga 5 tahun).
  • Harga: 8GB/256GB: Rp4.599.000, 12GB/512GB: Rp5.599.000

10. vivo V50 Lite 4G

Vivo V50 Lite 5G

Versi 4G lebih terjangkau, tapi tetap membawa baterai 6500 mAh dan speaker stereo lantang.

Spesifikasi Utama:

  • Layar: AMOLED POLED , resolusi FHD+ (), refresh rate , kecerahan puncak , dukungan , bersertifikasi SGS untuk kenyamanan mata.
  • Desain & Material: Desain Ultra-tipis dengan Rangka Logam Mengilap (Glossy Flat Frame).
  • Ketahanan: Sertifikasi IP67 (Tahan Air dan Debu), SGS Five-Star Drop Resistance (Tahan Banting), dan Sertifikasi Standar Militer.
  • Dimensi: .
  • Bobot: .
  • Pilihan warna: Just Black, All Gold, dan So Purple.
  • Chipset: Qualcomm Snapdragon 685 ().
  • RAM: 8GB (Didukung Extended RAM hingga ).
  • Penyimpanan internal: 128GB atau 256GB (UFS 2.2). (Tidak mendukung ekspansi microSD).
  • Sistem operasi: Android 15 dengan antarmuka Funtouch OS 15.
  • Kamera belakang: Kamera Ganda (Dual Camera) dengan Aura Light (Flash Belakang).
  • Kamera utama: 50MP dengan sensor Sony IMX882 ().
  • Kamera kedua: 2MP Depth/Bokeh ().
  • Kamera depan: 32MP ().
  • Fitur video: Reverse Wired Charging (), AI Erase 2.0, Circle to Search.
  • Kapasitas baterai: (Kapasitas tipikal).
  • Pengisian daya: (Mengisi dalam ).
  • Konektivitas: (Dual ), Wi-Fi 6 , Bluetooth 5.4, USB Type-C 2.0, NFC.
  • Keamanan: Pemindai sidik jari di dalam layar (In-Display Fingerprint).
  • Fitur tambahan: Dual Stereo Speaker dengan peningkatan volume , AI SuperLink (peningkatan sinyal lebih stabil), Zero-Power Superfast Startup.
  • Harga: 8GB/128GB: Rp3.599.000, 8GB/256GB: Rp3.999.000

Baca juga:

Well itu tadi informasi mengenai 10 HP Vivo dengan kamera terbaik. Semoga informasi ini bermanfaat, khususnya untuk Anda yang ingin mencari HP baru.

Motorola Kejutkan dengan Update Android 16 Lebih Cepat dari Rival

0

Telset.id – Siapa sangka Motorola, yang selama ini kerap dikritik karena lambatnya update software, justru berhasil meluncurkan Android 16 lebih cepat daripada banyak brand ternama? Dalam perkembangan yang cukup mengejutkan, perusahaan asal Amerika ini berhasil mengungguli Vivo, Oppo, dan Xiaomi dalam hal kecepatan rilis update sistem operasi terbaru Google tersebut.

Rollout stabil Android 16 dari Motorola sebenarnya sudah dimulai sejak bulan lalu dengan perangkat perdana Motorola Edge 60 Pro dan Edge 50 Fusion. Namun yang membuat perkembangan ini semakin menarik adalah perluasan jangkauan update ke lebih banyak smartphone dalam waktu yang relatif singkat. Dua perangkat terbaru yang kini bergabung dalam daftar penerima update adalah Edge 60 Fusion dan Moto G (2025).

Bagi Anda pengguna Motorola, momen ini mungkin menjadi titik balik yang cukup signifikan. Bagaimana tidak, brand yang sebelumnya sering menjadi bahan perbincangan karena update software yang tertinggal, kini justru menunjukkan komitmen baru dalam hal dukungan perangkat lunak. Lantas, apa saja yang perlu diketahui tentang update Android 16 untuk perangkat Motorola ini?

Moto G (2025) Android 16 update

Detail Teknis Update Android 16 untuk Perangkat Terbaru

Untuk Motorola Edge 60 Fusion, update Android 16 saat ini sedang diroll out di India dengan firmware version W1VC36H.14-10-1. Ukuran download yang perlu disiapkan sekitar 1.5GB – cukup besar namun sepadan dengan fitur-fitur baru yang ditawarkan. Meski saat ini tersedia di India, kemungkinan update akan segera menyebar ke region lainnya dalam waktu dekat.

Sementara itu, Moto G (2025) – ponsel budget-friendly dari Motorola – mendapatkan perlakuan yang sedikit berbeda. Update Android 16 untuk perangkat ini saat ini masih terbatas pada ponsel yang terkunci operator T-Mobile. Firmware version-nya adalah W1VK36H.9-12 dengan ukuran download 1.44GB. Pengguna Moto G (2025) di operator lain mungkin perlu bersabar sedikit lebih lama, meski diharapkan Motorola tidak akan memakan waktu terlalu lama untuk membawa update ini ke carrier dan market lainnya.

Bagi Anda yang penasaran apakah perangkat sudah mendapatkan update, caranya cukup sederhana. Buka Settings > System > Advanced > System updates dan ketuk Check for updates. Proses ini mungkin memerlukan koneksi internet yang stabil mengingat ukuran file yang cukup besar.

Motorola Edge 60 Fusion Android 16 update

Fitur-Fitur Baru yang Membawa Pengalaman Lebih Baik

Lalu, apa saja yang baru dalam Android 16 untuk perangkat Motorola? Menurut changelog yang sama untuk kedua perangkat, update ini menghadirkan desain yang lebih ekspresif dan perlindungan yang lebih baik terhadap aplikasi berbahaya. Selain itu, aktivitas latar belakang menjadi lebih transparan dan kompatibilitas dengan perangkat LE Audio mengalami peningkatan signifikan.

Salah satu fitur menarik yang diperkenalkan adalah custom modes dalam aplikasi Settings. Fitur ini memungkinkan pengguna membuat mode yang disesuaikan dengan berbagai situasi. Yang cukup praktis, mode Do Not Disturb, Bedtime, dan Driving sekarang dipindahkan ke Settings > Modes, membuat manajemen notifikasi menjadi lebih terorganisir.

Kemudahan lain yang patut disyukuri adalah kemampuan untuk terhubung ke Wi-Fi atau hotspot dengan sekali ketuk, tanpa perlu memasukkan password. Syaratnya sederhana: kedua perangkat harus menggunakan akun Google yang sama. Fitur ini tentu akan sangat membantu dalam berbagai situasi sehari-hari.

Update Android 16 juga membawa berbagai enhancement keamanan, peningkatan kompatibilitas aplikasi, performa yang lebih smooth, dan perbaikan terhadap issue-issue yang sebelumnya diketahui. Namun mungkin yang paling menarik adalah peningkatan integrasi dengan hearing aid audio rendah energi.

Revolusi Aksesibilitas untuk Pengguna Hearing Aid

Motorola tampaknya serius dalam hal aksesibilitas. Dengan update Android 16 ini, pengguna hearing aid kini memiliki kontrol yang lebih baik selama panggilan telepon. Mereka dapat memilih untuk menggunakan mikrofon built-in hearing aid atau mikrofon ponsel, sesuai dengan kebutuhan dan situasi.

Bahkan lebih dari itu, pengguna juga dapat menyesuaikan volume ambient sound yang ditangkap oleh mikrofon hearing aid. Menurut Motorola, ini seharusnya menghasilkan kejelasan panggilan yang lebih baik, terutama di lingkungan bising atau ketika baterai hearing aid mulai menipis. Inovasi ini menunjukkan perhatian brand terhadap kebutuhan pengguna dengan disabilitas pendengaran.

Namun jangan berharap perubahan visual yang dramatis atau fitur-fitur groundbreaking dalam update ini. Android 16 untuk perangkat Motorola lebih fokus pada quality-of-life improvements yang meningkatkan pengalaman software secara keseluruhan. Ini adalah pendekatan yang cukup bijak – lebih baik memberikan peningkatan bertahap yang berarti daripada perubahan radikal yang justru menimbulkan masalah baru.

Perkembangan ini juga mengingatkan kita pada era update Android Nougat untuk seri Samsung Galaxy A (2016) yang dulu sempat menjadi perbincangan hangat. Bedanya, kali ini Motorola menunjukkan bahwa mereka bisa lebih cepat dari yang diperkirakan banyak orang.

Bagi pengguna setia Motorola, update Android 16 ini bisa menjadi angin segar. Meski tidak menawarkan fitur-fitur spektakuler, peningkatan yang diberikan cukup signifikan untuk pengalaman sehari-hari. Apalagi dengan kecepatan rollout yang mengungguli banyak rival, Motorola sepertinya sedang berusaha membangun kembali reputasinya di dunia update software.

Jika update belum tersedia di perangkat Anda, pantau terus perkembangan melalui section Android 16 di Telset.id untuk mengetahui kapan waktu yang tepat untuk menekan tombol update. Dalam persaingan ketat smartphone seperti yang terlihat dalam perbandingan iPhone 16 vs Galaxy S25 vs Pixel 10, komitmen terhadap update software menjadi faktor pembeda yang semakin penting.

Google Pixel 11 Bakal Ganti Modem Samsung dengan MediaTek?

0

Telset.id – Apa yang akan terjadi jika Google akhirnya memutuskan untuk meninggalkan salah satu mitra terdekatnya dalam pengembangan chipset? Bocoran terbaru mengindikasikan hal itu mungkin terjadi, dengan Google Pixel 11 dikabarkan akan beralih dari modem Samsung ke solusi dari MediaTek. Perubahan strategis ini bisa menjadi jawaban atas dua keluhan terbesar pengguna Pixel: masa pakai baterai dan masalah konektivitas.

Menurut informasi yang dibagikan oleh tipster Mystic Leaks di Telegram, chip Tensor G6 yang akan datang tidak lagi bergantung pada perangkat keras Samsung. Alih-alih menggunakan modem Exynos yang selama ini menjadi andalan, Google dikabarkan sedang menguji modem M90 dari MediaTek yang diumumkan awal tahun ini. Ini akan menjadi pertama kalinya Google menggunakan komponen MediaTek dalam ponsel flagship-nya.

Bagi yang belum familiar, Tensor G5 yang masih digunakan saat ini masih mengandalkan modem Exynos 5400 dari Samsung untuk menangani konektivitas seluler. Padahal, modem alternatif dari MediaTek ini menjanjikan kecepatan unduh puncak hingga 12Gbps, efisiensi daya yang lebih baik, serta dukungan bawaan untuk dual SIM 5G dan konektivitas satelit.

Jika bocoran ini terbukti benar, ini menandai pemisahan yang bersih dari modem Exynos Samsung yang selama ini dituding sebagai biang kerok panas berlebih dan boros baterai selama penggunaan 5G. Padahal, Google sudah beralih ke proses 3nm TSMC pada Tensor G5 saat ini, namun chip buatan mereka masih belum bisa menyaingi performa seri Snapdragon Qualcomm.

Dengan bermitra bersama MediaTek, Google tampaknya mengambil pendekatan yang lebih praktis – meningkatkan efisiensi tanpa harus membangun ulang arsitektur Tensor dari nol. Pixel 11 yang diharapkan debutnya pada akhir 2026 bisa menikmati daya tahan dan konektivitas yang lebih baik berkat modem baru MediaTek ini.

Dari Samsung ke MediaTek: Sebuah Evolusi Strategis

Perjalanan Google dalam pengembangan chipset sendiri memang menarik untuk disimak. Setelah bertahun-tahun bergantung pada Qualcomm, perusahaan raksasa teknologi ini memutuskan untuk mengembangkan chipset Tensor sendiri dengan bermitra bersama Samsung. Namun, kolaborasi ini ternyata tidak sepenuhnya mulus.

Modem Exynos dari Samsung sering dikeluhkan karena menyebabkan perangkat menjadi panas dan cepat menghabiskan baterai, terutama saat digunakan dengan jaringan 5G. Padahal, seperti yang kita ketahui dari harga Google Pixel di Indonesia yang mencapai belasan juta rupiah, konsumen berharap mendapatkan pengalaman premium tanpa kompromi.

Beralih ke MediaTek bisa menjadi langkah strategis bagi Google. Perusahaan Taiwan ini telah membuktikan kemampuan mereka dalam menghadirkan solusi modem yang efisien dan andal. Modem M90 yang dikabarkan akan digunakan tidak hanya menawarkan kecepatan tinggi, tetapi juga efisiensi daya yang lebih baik – kombinasi yang selama ini didambakan pengguna Pixel.

Dampak pada Pengalaman Pengguna

Lalu, bagaimana perubahan ini akan memengaruhi pengalaman Anda sebagai pengguna? Pertama, masa pakai baterai yang lebih panjang. Dengan modem yang lebih efisien, Anda bisa menggunakan Pixel 11 lebih lama tanpa harus khawatir kehabisan daya di tengah aktivitas penting.

Kedua, konektivitas yang lebih stabil. Modem MediaTek M90 menjanjikan performa yang konsisten di berbagai kondisi jaringan, mengurangi kemungkinan dropped calls atau koneksi internet yang terputus-putus. Fitur dual 5G SIM juga akan memudahkan Anda yang menggunakan dua nomor sekaligus.

Ketiga, dukungan konektivitas satelit. Dalam situasi darurat di mana sinyal seluler tidak tersedia, fitur ini bisa menjadi penyelamat. Meskipun mungkin tidak sekomprehensif fitur keselamatan di Apple Watch Series 11, kehadiran konektivitas satelit tetap menjadi nilai tambah yang signifikan.

Google sendiri tampaknya sudah mempersiapkan fondasi untuk peningkatan daya tahan baterai ini. Perusahaan meningkatkan kapasitas baterai dari 4.700 mAh pada Pixel 9 menjadi 4.970 mAh pada Pixel 10. Dengan kombinasi kapasitas baterai yang lebih besar dan modem yang lebih efisien, Pixel 11 berpotensi menawarkan runtime yang jauh lebih panjang.

Tantangan dan Harapan

Namun, tidak semua pengguna langsung optimis dengan perubahan ini. Pengalaman dengan Tensor G5 yang beralih ke proses 3nm TSMC hanya membawa peningkatan yang moderat, bukan lompatan besar yang diharapkan banyak orang. Pertanyaannya sekarang: seberapa besar modem M90 MediaTek bisa mengubah cerita ini?

Beberapa pengguna masih trauma dengan pengalaman menggunakan perangkat dengan chipset MediaTek di masa lalu, meskipun harus diakui bahwa kualitas produk perusahaan ini telah meningkat signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Seperti yang pernah kita lihat dalam perbandingan kamera HTC U11 dengan Pixel, terkadang underdog bisa memberikan kejutan.

Integrasi antara chipset Tensor dan modem MediaTek juga menjadi tantangan tersendiri. Google perlu memastikan bahwa kedua komponen ini bekerja sama dengan mulus tanpa menimbulkan masalah kompatibilitas atau konsumsi daya yang tidak efisien.

Yang jelas, keputusan Google untuk mempertimbangkan MediaTek menunjukkan bahwa perusahaan ini serius ingin memperbaiki kelemahan-kelemahan yang selama ini menghantui lini produk Pixel. Dengan waktu pengembangan yang masih cukup panjang hingga peluncuran Pixel 11 pada 2026, Google memiliki kesempatan untuk menyempurnakan integrasi ini.

Bagaimana pendapat Anda tentang kemungkinan peralihan ini? Apakah ini akan menjadi langkah tepat bagi Google, atau justru membawa risiko baru? Satu hal yang pasti – persaingan dalam dunia chipset smartphone semakin panas, dan konsumenlah yang akan menuai manfaatnya.

Caviar Victory Collection: iPhone 17 Pro Mewah dengan Harga Rp 150 Jutaan

0

Telset.id – Bayangkan sebuah smartphone yang bukan sekadar alat komunikasi, melainkan sebuah pernyataan gaya, simbol kekuasaan, dan manifestasi kepribadian. Inilah yang ditawarkan Caviar melalui Victory Collection terbarunya, sebuah lini mewah berbasis iPhone 17 Pro dan 17 Pro Max yang dirancang untuk para pemimpin visioner. Dengan hanya 19 unit untuk setiap desain, koleksi ini bukan untuk semua orang—ini untuk mereka yang memahami bahwa eksklusivitas memiliki bahasanya sendiri.

Di dunia di mana smartphone seringkali terasa seperti komoditas massal, Caviar hadir dengan pendekatan yang benar-benar berbeda. Perusahaan yang dikenal dengan modifikasi mewahnya ini tidak sekadar menempelkan material premium; mereka menciptakan karya seni yang bisa Anda bawa ke mana saja. Victory Collection menjadi bukti bahwa dalam era digital, kemewahan tetap memiliki tempatnya—dan tempat itu bernilai puluhan ribu dolar.

Caviar Victory Collection

Koleksi Victory menghadirkan lima model berbeda, masing-masing dengan karakter dan filosofi desain yang unik. Seperti lima jenderal dengan taktik berbeda, setiap ponsel dalam koleksi ini mewakili aspek kepemimpinan yang beragam. Magma, Onyx, Polar, Adamant, dan Ultramarine—nama-nama yang terdengar seperti karakter dalam epik mitologi, dan memang begitulah Caviar memposisikan mereka.

Mari kita mulai dengan Victory Magma, yang menggunakan titanium hitam pekat dengan aksen oranye terang dan inlays kulit buaya. Desainnya terinspirasi dari energi vulkanik—ledakan kreativitas dan keberanian yang tak terbendung. Ini untuk para pemimpin karismatik yang tidak takut menonjol dan membuat pernyataan berani. Seperti yang pernah Caviar tunjukkan dalam koleksi iPhone tanpa kamera mereka, perusahaan ini memahami bahwa terkadang, berani berbeda adalah kemewahan tertinggi.

Caviar Victory Collection

Victory Onyx menghadirkan pendekatan yang lebih minimalis dengan titanium polesan dan kulit anak sapi hitam. Model ini cocok untuk para pemikir strategis yang lebih memilih ketepatan daripada kemewahan yang mencolok. Garis-garis bersih dan desain yang disederhanakan mencerminkan mentalitas pragmatis—bukti bahwa terkadang, kekuatan sejati terletak pada pengendalian diri, bukan pada pamer kekayaan.

Beralih ke Victory Polar, kita menemukan kombinasi kulit buaya putih dan titanium dengan detail guilloché yang rumit. Desain ini menekankan keseimbangan, kejelasan, dan estetika yang halus—seperti pemimpin yang tetap tenang di tengah badai, menjaga ketenangan sambil mengambil keputusan penting. Estetika putih bersih ini mengingatkan kita pada beberapa smartphone dengan desain dan warna atraktif lainnya di pasaran, meski dengan sentuhan kemewahan yang jauh lebih tinggi.

Caviar Victory Collection

Victory Adamant menggunakan baja berlapis PVD cokelat yang dipadukan dengan kulit Hermès. Menurut Caviar, model ini mencerminkan pribadi yang kuat dan tangguh—seperti batu karang yang tak tergoyahkan oleh ombak perubahan. Materialnya sendiri berbicara tentang ketahanan dan keteguhan, kualitas yang dicari setiap pemimpin sejati.

Terakhir, Victory Ultramarine menawarkan kulit biru cerah yang dibingkai dalam titanium polesan. Warna biru yang dalam dan kaya ini melambangkan ambisi dan martabat—dua sifat yang mendefinisikan kepemimpinan visioner. Seperti lautan dalam, model ini menyimpan kedalaman makna di balik penampilannya yang memukau.

Yang membuat Victory Collection benar-benar istimewa adalah perhatiannya terhadap detail material. Caviar menggunakan titanium grade-aerospace atau baja yang diperkuat untuk rangkanya, memastikan daya tahan yang setara dengan kemewahannya. Pelapisan PVD mutakhir tidak hanya meningkatkan ketahanan terhadap goresan dan keausan, tetapi juga menambah kedalaman visual yang sulit ditemukan di produk massal.

Penggunaan material seperti kulit buaya, kulit anak sapi, dan kulit Hermès Epsom menunjukkan komitmen Caviar terhadap kualitas tertinggi. Ini bukan sekadar aksesori—ini adalah pernyataan tentang apa yang mungkin dilakukan ketika teknologi bertemu dengan kerajinan tangan tradisional. Seperti yang kita lihat dalam review smartphone lain, material premium seringkali menjadi pembeda utama antara produk biasa dan yang luar biasa.

Caviar Victory Collection

Pengalaman membeli Victory Collection tidak berhenti pada ponsel itu sendiri. Setiap unit dikirim dalam kotak presentasi interaktif yang merupakan karya seni tersendiri. Caviar juga menyertakan koin koleksi dan kunci berlapis emas 24 karat dengan setiap pesanan—sentuhan akhir yang mengingatkan kita bahwa kemewahan adalah tentang pengalaman menyeluruh, bukan hanya produk.

Dari segi harga, Victory Collection jelas bukan untuk semua kalangan. Victory Ultramarine menjadi model paling terjangkau dengan harga $10.060 (sekitar Rp 150 juta), diikuti oleh Victory Onyx dan Victory Polar masing-masing seharga $10.200. Victory Adamant dibanderol $10.490, sementara Victory Magma menjadi yang termahal di jajaran ini dengan harga $10.630.

Caviar Victory Collection

Ketika smartphone biasa bersaing dengan spesifikasi dan fitur, Caviar memilih jalur yang berbeda. Mereka tidak menjual teknologi—mereka menjual identitas, status, dan ekspresi diri. Dalam dunia di mana kebanyakan orang puas dengan yang standar, Caviar mengingatkan kita bahwa selalu ada ruang untuk yang luar biasa, untuk yang berani berbeda, untuk yang tidak takut mengekspresikan siapa mereka melalui apa yang mereka bawa.

Victory Collection sekarang tersedia untuk dipesan melalui situs web resmi Caviar. Dengan hanya 19 unit per desain, koleksi ini mungkin akan menghilang lebih cepat dari yang Anda kira. Karena dalam dunia kemewahan, kelangkaan bukanlah bug—itu adalah fitur.

Moto G06 Power Resmi Meluncur di India: Baterai 7000mAh dan Performa Tangguh

0

Telset.id – Apakah Anda mencari smartphone dengan daya tahan baterai yang benar-benar bisa diandalkan untuk aktivitas harian? Motorola baru saja mengonfirmasi kehadiran yang patut diperhitungkan di pasar India. Moto G06 Power secara resmi akan diluncurkan pada 7 Oktober pukul 12 siang waktu setempat, menghadirkan janji baterai berkapasitas masif yang diklaim sebagai yang terbesar di segmennya.

Smartphone ini akan tersedia secara eksklusif melalui Flipkart, di mana halaman landungnya sudah aktif dan memperlihatkan berbagai detail menarik. Dari desain yang elegan hingga fitur-fitur unggulan, Moto G06 Power hadir dengan proposisi nilai yang menarik bagi konsumen yang mengutamakan ketahanan baterai tanpa mengorbankan performa.

Dalam lanskap smartphone yang semakin kompetitif, kehadiran perangkat dengan baterai 7000mAh seperti Moto G06 Power ini mengingatkan kita pada tren serupa yang diusung oleh beberapa produk lain. Sebelumnya, Redmi 15 Resmi di Indonesia juga mengusung kapasitas baterai serupa, menunjukkan betapa pentingnya daya tahan menjadi pertimbangan utama konsumen saat ini.

Moto G06 Power

Daya Tahan Ekstrem dengan Baterai 7000mAh

Motorola tidak main-main dengan klaim mereka mengenai baterai Moto G06 Power. Dengan kapasitas 7000mAh, perusahaan menyatakan bahwa ini adalah baterai terbesar di segmennya. Yang lebih mengesankan, baterai ini diklaim mampu bertahan hingga tiga hari dengan sekali pengisian penuh – sebuah janji yang pasti akan menyita perhatian banyak pengguna yang sering mobile.

Untuk mendukung penggunaan sehari-hari, varian global perangkat ini menawarkan dukungan pengisian cepat 18W. Meskipun bukan yang tercepat di kelasnya, kombinasi antara kapasitas besar dan pengisian cepat ini menawarkan keseimbangan yang praktis untuk kebanyakan pengguna.

Tren baterai besar memang sedang naik daun. Beberapa produsen lain juga telah meluncurkan produk dengan kapasitas serupa, seperti yang terlihat pada Redmi Note 15 Pro dan Pro+ yang sama-sama mengusung baterai 7000mAh. Namun, masing-masing brand tentu memiliki pendekatan berbeda dalam mengoptimalkan daya tahan tersebut.

Desain Premium dengan Perlindungan Menyeluruh

Motorola tidak hanya fokus pada ketahanan baterai, tetapi juga menghadirkan estetika yang memukau. Bagian belakang smartphone ini menampilkan finish Vegan Leather yang tersedia dalam warna-warna kurasi Pantone – sentuhan premium yang jarang ditemukan di segmen harga menengah.

Dari segi ketahanan fisik, Moto G06 Power dilengkapi dengan perlindungan Gorilla Glass 3 pada layarnya dan rating IP64 yang membuatnya tahan terhadap percikan air dan debu. Kombinasi ini memberikan jaminan ekstra bagi pengguna yang aktif dan sering membawa perangkat mereka dalam berbagai kondisi.

Layar 6,88 inci dengan refresh rate 120Hz menjadi salah satu fitur andalan lainnya. Dengan kombinasi ukuran yang besar dan kelancaran tampilan yang tinggi, pengalaman menonton konten dan bermain game menjadi lebih imersif. Ini adalah spesifikasi yang juga diusung oleh beberapa kompetitor, termasuk Realme GT 8 yang dikabarkan akan hadir dengan layar lebih kecil namun tetap mempertahankan kapasitas baterai besar.

Performa dan Pengalaman Multimedia

Di balik bodi yang elegan, Moto G06 Power ditenagai oleh MediaTek G81 Extreme processor yang dirancang khusus untuk menangani penggunaan sehari-hari dan gaming ringan. Pilihan chipset ini menunjukkan strategi Motorola dalam menyeimbangkan antara performa dan efisiensi daya.

Untuk pengalaman multimedia yang lebih kaya, smartphone ini dilengkapi dengan stereo speakers yang mendukung Dolby Atmos. Fitur audio ini, dikombinasikan dengan layar besar dan refresh rate tinggi, menciptakan paket entertainment yang komprehensif untuk harga yang terjangkau.

Segi fotografi tidak ketinggalan dengan kehadiran kamera belakang 50MP quad-pixel dan kamera depan 8MP. Berbagai sensor pendukung seperti 2-in-1 flicker sensor, ambient light sensor, dan portrait mode memastikan hasil foto yang optimal dalam berbagai kondisi pencahayaan.

Yang menarik, Motorola tetap mempertahankan fitur khas mereka yaitu Moto Gestures. Anda masih bisa membuka kamera dengan memutar pergelangan tangan atau menyalakan senter dengan gerakan “chop chop” – fitur praktis yang telah menjadi trademark brand ini selama bertahun-tahun.

Varian Lain yang Juga Baru Diluncurkan

Sementara fokus utama pada peluncuran Moto G06 Power, Motorola India juga menghadirkan varian baru untuk Moto G35 5G dengan konfigurasi RAM 8GB dan storage 128GB. Ponsel ini ditawarkan dengan harga ₹11,999 yang bisa turun menjadi ₹10,999 dengan berbagai penawaran.

Moto G35 5G varian baru ini menghadirkan layar 6,7 inci FHD+ dengan refresh rate 120Hz, perlindungan Gorilla Glass 3, dan bagian belakang dengan material vegan leather. Peluncuran hampir bersamaan dari dua produk berbeda ini menunjukkan strategi Motorola dalam menjangkau berbagai segmen pasar dengan proposisi nilai yang berbeda.

Dengan kombinasi antara Moto G06 Power yang fokus pada daya tahan baterai ekstrem dan Moto G35 5G yang menawarkan konektivitas generasi terbaru, Motorola tampaknya sedang memperkuat posisinya di pasar India yang sangat kompetitif. Kedua perangkat ini menghadirkan pilihan menarik bagi konsumen dengan prioritas yang berbeda-beda.

Peluncuran Moto G06 Power ini tidak hanya tentang spesifikasi teknis semata, tetapi juga tentang memahami kebutuhan nyata pengguna smartphone modern. Di era di mana ketergantungan pada perangkat mobile semakin tinggi, memiliki smartphone yang bisa diandalkan sepanjang hari tanpa khawatir kehabisan daya bukan lagi sekadar kemewahan, melainkan kebutuhan primer.

Pertanyaannya sekarang: apakah janji baterai tiga hari ini akan terwujud dalam penggunaan nyata? Jawabannya akan terungkap setelah perangkat ini sampai di tangan konsumen dan melalui berbagai tes penggunaan sehari-hari. Yang pasti, dengan kapasitas 7000mAh, Moto G06 Power telah menempatkan standar baru untuk daya tahan baterai di segmen menengah.