NASA Ungkap Keberadaan Sinyal FM di Bulan Jupiter, Alien?

Telset.id, Jakarta – NASA baru-baru ini memperpanjang umur dua misi penemuan planet, termasuk misi Juno ke Jupiter. Sekarang, terungkap bahwa Juno telah menemukan sinyal FM yang berasal dari satu bulan raksasa gas Ganymede. Alien?

Penemuan tersebut bukanlah indikasi keberadaan kehidupan di luar Bumi, tetapi tetap menarik. Sebab, untuk kali pertama NASA menemukan planet seperti itu dari satelit angkasa. “Bukan ET,” kata Patrick Wiggins, duta besar NASA.

Dilansir New York Post, pesawat ruang angkasa yang diluncurkan pada 2011 kebetulan melintasi wilayah kutub Jupiter dengan kecepatan 111.847 mph saat melewati sumber radio, yang dikenal sebagai “emisi radio dekametrik”.

Ia melihat pancaran radio hanya selama lima detik, tapi cukup untuk mengonfirmasi sumbernya. Menurut NASA, gelombang radio dekametrik memiliki frekuensi antara 10 dan 40 MHz, tetapi tidak pernah berada di atas 40 MHz.

{Baca juga: Pemburu Alien Selidiki Sinyal Misterius dari Bintang Terdekat Bumi}

Seperti dikutip Telset, elektron yang berputar di medan magnet Jupiter dianggap sebagai penyebab kebisingan radio. Ilmuwan memang telah mengetahui tentang gelombang radio di Jupiter sejak pertengahan 1950-an.

Tetapi, temuan tersebut  adalah yang kali pertama terlihat berasal dari Ganymede. Meski penting, bukan kali pertama ini para ilmuwan menemukan kejadian aneh di Ganymede. Pada 2018, hal serupa pernah dialami para peneliti.

Wiggins mengemukakan bahwa para peneliti mengamati gelombang elektromagnetik “luar biasa”, yang juga dikenal sebagai “gelombang paduan suara,” berkat bantuan pesawat ruang angkasa Galileo Probe yang dikirim NASA.

Bulan Jupiter Ganymede telah lama memukau para astronom. Sebab, bulan tersebut adalah yang terbesar di Jupiter. Pada 2015, Teleskop Luar Angkasa Hubble NASA menemukan bukti bahwa Ganymede punya lautan bawah tanah.

Ada Teknologi Alien di Tata Surya

fakta tentang ufo
Ilustrasi Alien

Sebelumnya, ahli astrofisika Harvard, Avi Loeb, menemukan bukti bagus tentang teknologi alien di tata surya, namanya “sampah alien”. Namun, beberapa ilmuwan tidak menganggap serius gagasannya.

Dalam buku barunya “Extraterrestrial: The First Sign of Intelligent Life Beyond Earth” (Houghton Mifflin Harcourt), yang akan diterbitkan 26 Januari 2021, Loeb menjelaskan tentang penelitiannya ke posisi radikal.

{Baca juga: Ilmuwan Temukan Kesamaan Antara Alien dan Covid-19}

Menurut Space.com, seperti dikutip Telset, penelitian yang dimaksud sang ilmuwan adalah tentang objek antarbintang aneh yang dijuluki Oumuamua. Benda berbentuk cerutu atau cakram yang melesat melalui tata surya kita pada 2017 lalu. [SN/IF]

SourceNYP

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest Articles

- Advertisement -

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0