Beranda blog Halaman 116

Moto Pad 60 Lite: Tablet Hiburan Ideal untuk Keluarga Indonesia

0

Telset.id – Pernahkah Anda merasa layar smartphone terlalu kecil untuk menonton film bersama keluarga, sementara TV tak bisa dibawa ke sudut rumah favorit? Inilah dilema yang dipecahkan tablet dengan cerdas, dan Moto Pad 60 Lite hadir sebagai jawaban sempurna untuk kebutuhan streaming keluarga Indonesia yang semakin intens.

Data terbaru mengungkap fakta mengejutkan: hampir seluruh pengguna internet Indonesia (99.1%) kini menghabiskan rata-rata 2 jam 41 menit per hari untuk menonton konten streaming. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan cerminan perubahan gaya hidup yang mendorong kebutuhan akan perangkat hiburan yang lebih fleksibel. Tablet muncul sebagai sweet spot yang selama ini kita cari – tidak terlalu kecil seperti smartphone, namun tetap portabel dibanding televisi.

Bagus Prasetyo, Country Head Motorola Indonesia, dengan tepat menyoroti transformasi ini. “Tablet bukan lagi perangkat untuk satu orang saja, melainkan menjadi ‘ruang bersama’ digital yang bisa digunakan bergantian oleh seluruh anggota keluarga,” ujarnya. Konsep #IniRuangMu yang diusung Moto Pad 60 Lite lahir dari pemahaman mendalam tentang bagaimana keluarga modern Indonesia mengonsumsi hiburan hari ini.

Solusi Cerdas untuk Konten Anak yang Aman dan Edukatif

Dengan screen time streaming yang mencapai lebih dari 2 jam per hari di setiap rumah tangga, kekhawatiran orang tua tentang konten yang aman untuk anak menjadi sangat relevan. Tidak semua perangkat memiliki kontrol parental yang memadai, namun Moto Pad 60 Lite menghadirkan solusi elegan melalui Google Kids Space.

Fitur ini menyediakan ribuan video edukatif, game interaktif, dan e-book yang sudah dikurasi khusus untuk anak-anak. Orang tua bisa bernapas lega karena konten sudah terfilter, sementara anak-anak tetap mendapatkan hiburan yang mendidik. Perlindungan tidak berhenti di sana – layar 10.1 inci dengan resolusi Hi-Res 1200P ini sudah tersertifikasi TÜV Low Blue Light, melindungi mata anak dari paparan cahaya biru berlebih yang menjadi penting mengingat durasi screen time yang panjang.

Fitur keamanan konten semacam ini menjadi pembeda penting dibandingkan tablet lain di pasaran, seperti yang ditawarkan Redmi Pad SE 8.7 yang lebih berfokus pada harga terjangkau.

Content image for article: Moto Pad 60 Lite: Tablet Hiburan Ideal untuk Keluarga Indonesia

Fleksibilitas Tanpa Batas untuk Setiap Anggota Keluarga

Setiap anggota keluarga memiliki preferensi hiburan yang unik, dan Moto Pad 60 Lite memahami keragaman kebutuhan ini dengan sempurna. Ibu yang ingin marathon drakor Korea sambil rebahan, ayah yang menonton live streaming pertandingan bola, atau remaja yang mencari inspirasi resep di YouTube – semua mendapatkan pengalaman optimal.

Dual speakers dengan teknologi Dolby Atmos menghadirkan audio yang immersive untuk berbagai jenis konten, dari dialog drakor yang detail hingga komentar pertandingan yang energik. Yang membuat perangkat ini istimewa adalah built-in stand case yang sudah included dalam paket pembelian. Ibu bisa menempatkan tablet di dapur sambil mengikuti tutorial masak, atau di samping tempat tidur untuk streaming tanpa harus memegang tablet terus-menerus.

Dengan baterai yang tahan hingga 9.5 jam streaming YouTube, me-time atau personal entertainment tidak terputus karena lowbat. Ukurannya yang portabel dan sertifikasi IP52 (tahan percikan air & debu) memberikan kebebasan menikmati hiburan di mana saja, dari teras rumah hingga outdoor tanpa khawatir.

Satu Perangkat untuk Semua Momen Keluarga

Berbeda dengan smartphone yang personal atau TV yang statis, tablet menjadi ruang ideal yang bisa digunakan bergantian oleh seluruh anggota keluarga sesuai kebutuhan masing-masing. Pagi hari untuk anak belajar dan bermain, siang untuk ibu mencari inspirasi atau me-time, malam untuk ayah bersantai – satu device untuk berbagai momen.

Moto Pad 60 Lite dirancang khusus untuk shared usage dengan sertifikasi IP52 yang tahan percikan air dan debu, menjadikannya cukup durable untuk penggunaan harian yang intens oleh berbagai anggota keluarga. Dari tangan anak-anak yang masih belajar memegang gadget, hingga dibawa mobile ke berbagai ruangan dan situasi.

Dengan Android 15 yang upgradable ke Android 16 dan 2 tahun security patch, Moto Pad 60 Lite memastikan keamanan data keluarga terjaga – aspek penting untuk device yang digunakan bergantian oleh banyak orang. Software yang selalu up-to-date berarti akses ke aplikasi streaming terbaru, fitur keamanan terkini, dan performa yang tidak menurun seiring waktu.

Portabilitas tablet ini juga mendukung konsep shared device dengan sempurna. Mudah dipindahkan dari ruang keluarga ke kamar, dari dalam rumah ke taman, bahkan dibawa saat road trip keluarga. Dengan baterai 9.5 jam streaming, satu kali charge cukup untuk mendukung penggunaan bergantian sepanjang hari.

Fitur pintar seperti Smart Connect dan PC Mode membuat Moto Pad 60 Lite dapat dengan mudah terhubung ke laptop atau smartphone untuk pengalaman penggunaan yang lebih fleksibel. Pengguna bahkan bisa menampilkan konten ke layar yang lebih besar dengan mudah, menjadikan setiap momen menonton, bermain, hingga bekerja ringan terasa lebih maksimal.

Dalam lanskap tablet Indonesia yang semakin ramai, Moto Pad 60 Lite menawarkan proposisi nilai yang menarik dengan harga Rp1,839,000. Bandingkan dengan tablet AI pertama Samsung yang mulai dari Rp17 jutaan atau berbagai tablet murah 2 jutaan lainnya, Moto Pad 60 Lite berhasil menemukan sweet spot antara fitur premium dan harga terjangkau.

Dengan desain ringkas, daya tahan maksimal, dan fitur lengkap untuk memenuhi kebutuhan entertainment seluruh anggota keluarga, Moto Pad 60 Lite bukan sekadar tablet hiburan biasa. Ia adalah ruang hiburan serbaguna yang memahami bahwa setiap anggota keluarga memiliki kebutuhan berbeda, namun semua layak mendapatkan pengalaman terbaik.

Gugatan Rasial Tesla Kehilangan Status Class Action

0

Telset.id – Bayangkan Anda harus menghadapi raksasa teknologi sendirian. Itulah realitas yang kini dihadapi para pekerja Tesla yang menggugat perusahaan karena lingkungan kerja rasis setelah hakim California mencabut status class action dari gugatan tahun 2017. Keputusan ini mengubah secara dramatis lanskap hukum yang dihadapi pabrikan mobil listrik Elon Musk.

Dalam putusan yang bisa dibilang kontroversial, Hakim Peter Borkon dari Pengadilan Superior California memutuskan bahwa gugatan tidak dapat dilanjutkan dengan status class action. Alasan utama? Pengacara penggugat gagal menemukan 200 anggota kelas yang bersedia memberikan kesaksian. Hakim yang diangkat oleh Gubernur Gavin Newsom pada 2021 ini menyatakan dia tidak bisa berasumsi bahwa pengalaman sekelompok pekerja tertentu dapat diterapkan pada seluruh kelas calon penggugat.

Gugatan ini bermula dari satu karyawan yang mengajukan gugatan pada 2017, mengklaim lantai produksi Tesla di Fremont adalah “sarang perilaku rasis.” Dalam gugatan awal disebutkan bahwa lebih dari 100 karyawan mengalami pelecehan rasial. Namun, setelah melalui perjalanan hukum yang panjang, nasib gugatan ini berbalik arah.

Gedung pengadilan California tempat kasus rasial Tesla diputuskan

Yang menarik, pada 2024, hakim pengadilan yang lebih rendah justru memutuskan kasus ini dapat dilanjutkan sebagai class action – keputusan yang sejak itu terus di-bandung oleh Tesla. Sebenarnya, persidangan dalam kasus ini dijadwalkan dimulai pada April, namun dengan hilangnya status class action, setiap penggugat sekarang harus membawa kasus mereka melawan Tesla secara terpisah.

Bagi Anda yang mengikuti perkembangan kasus-kasus serupa di dunia teknologi, keputusan ini mungkin mengejutkan. Bagaimana tidak, mengumpulkan 200 saksi dalam kasus semacam ini bukanlah hal mudah. Apakah standar yang ditetapkan pengadilan terlalu tinggi? Ataukah ini memang strategi hukum yang cerdas dari tim pembela Tesla?

Ini bukan pertama kalinya Tesla berhadapan dengan pengadilan karena dugaan pelanggaran rasial. Pada 2023, pembuat mobil ini digugat oleh Komisi Kesempatan Kerja Setara AS (EEOC) dengan tuduhan bahwa karyawan kulit hitam mengalami penghinaan rasial dan pembalasan. Kasus-kasus seperti ini mengingatkan kita bahwa masalah keragaman dan inklusi di perusahaan teknologi masih menjadi pekerjaan rumah yang serius.

Tahun lalu, Tesla mencapai penyelesaian rahasia dengan seorang karyawan yang mengatakan dia menghadapi diskriminasi di pabrik California yang sama. Karyawan tersebut melaporkan bahwa rekan kerjanya meninggalkan gambar swastika dan figur rasis di tempat kerjanya. Penyelesaian semacam ini, meski mengakhiri konflik secara hukum, seringkali meninggalkan pertanyaan tentang komitmen perusahaan terhadap perubahan sistemik.

Lalu, apa implikasi praktis dari keputusan ini? Dengan hilangnya status class action, beban pembuktian sekarang sepenuhnya berada di pundak masing-masing individu. Mereka harus membiayai pengacara sendiri, menghadapi tim hukum Tesla yang mumpuni, dan melalui proses hukum yang melelahkan. Bagi banyak pekerja, hambatan ini mungkin terlalu besar untuk diatasi.

Kasus Tesla ini mengingatkan kita pada pola serupa di perusahaan teknologi lain. Seperti yang terjadi pada Amazon milik Jeff Bezos yang juga menghadapi gugatan dari mantan asisten rumah tangga, atau Pinterest yang dituding melakukan rasisme terhadap dua mantan karyawannya. Persoalan ini seperti lingkaran setan yang terus berulang di industri teknologi.

Pertanyaan mendasar yang perlu kita ajukan: Apakah keputusan pengadilan ini mencerminkan keadilan substantif atau sekadar formalitas hukum? Di satu sisi, pengadilan memang harus memastikan bahwa class action memenuhi standar tertentu. Di sisi lain, apakah standar 200 saksi realistis untuk kasus yang melibatkan trauma dan ketakutan pekerja?

Bagi Tesla, keputusan ini tentu menjadi kemenangan strategis. Perusahaan tidak hanya menghindari potensi kerugian finansial besar-besaran, tetapi juga membuyarkan kekuatan kolektif para penggugat. Namun, kemenangan di pengadilan tidak serta-merta membersihkan nama perusahaan dari tuduhan praktik diskriminatif.

Industri otomotif dan teknologi sebenarnya telah lama bergulat dengan isu keragaman. Dari pabrikan tradisional hingga startup mobility, tantangan menciptakan lingkungan kerja yang inklusif tetap menjadi PR besar. Kasus Tesla ini seharusnya menjadi alarm bagi seluruh industri untuk lebih serius menangani isu-isu diskriminasi.

Yang patut dicermati adalah timing keputusan ini. Di tengah meningkatnya tekanan regulator dan publik terhadap praktik ESG (Environmental, Social, and Governance), keputusan pengadilan justru mempersulit korban untuk mendapatkan keadilan kolektif. Ironis, bukan?

Bagi para pekerja yang merasa menjadi korban diskriminasi, keputusan ini mungkin terasa seperti tamparan. Namun, penting untuk diingat bahwa perjuangan melawan diskriminasi tidak selalu harus melalui jalur class action. Ada mekanisme lain seperti gugatan individual, laporan ke regulator, atau tekanan melalui media yang bisa menjadi alternatif.

Melihat tren yang berkembang, kita bisa memperkirakan bahwa kasus-kasus serupa akan terus muncul. Perusahaan teknologi, dengan budaya kerja yang intens dan tekanan tinggi, seringkali menjadi tempat subur bagi praktik-praktik diskriminatif. Tanpa perubahan sistemik yang mendalam, siklus ini akan terus berulang.

Lalu, apa pelajaran yang bisa diambil dari kasus Tesla ini? Pertama, pentingnya dokumentasi dan bukti yang kuat dalam kasus diskriminasi. Kedua, perlunya kesadaran kolektif pekerja tentang hak-hak mereka. Ketiga, bahwa perjuangan melawan diskriminasi membutuhkan strategi yang komprehensif, tidak hanya mengandalkan jalur hukum semata.

Sebagai penutup, keputusan pengadilan California ini mungkin mengubah peta permainan, tetapi tidak mengubah substansi masalah. Diskriminasi rasial di tempat kerja tetap menjadi kanker yang menggerogoti industri teknologi. Dan selama akar masalahnya tidak ditangani, kita akan terus menyaksikan kasus-kasus serupa bermunculan, meski dengan wajah dan nama yang berbeda.

Gambar Resmi Pertama Film The Legend of Zelda: Link dan Zelda Akhirnya Terungkap!

0

Telset.id – Setelah bertahun-tahun dinanti, akhirnya kita mendapatkan gambaran visual pertama yang resmi dari film live-action The Legend of Zelda. Bayangkan: pemandangan hijau New Zealand yang megah menjadi latar belakang dua karakter ikonis yang telah menghuni imajinasi gamer selama puluhan tahun. Inilah momen yang ditunggu-tunggu para penggemar waralaba legendaris Nintendo.

Bocoran terbaru mengindikasikan bahwa proses syuting telah dimulai dengan serius. Melalui aplikasi Nintendo Today, perusahaan asal Jepang itu merilis tiga gambar yang langsung memicu gelombang spekulasi dan antusiasme. Satu foto menampilkan Link dan Zelda berdiri bersama dengan lanskap New Zealand yang memukau di belakang mereka, sementara dua foto lainnya adalah close-up yang memfokuskan pada detail masing-masing karakter. Tidak ada informasi tambahan yang diberikan selain pengingat bahwa film ini tetap dijadwalkan tayang pada 7 Mei 2027, seperti yang telah diumumkan sebelumnya dalam pengumuman resmi film live-action The Legend of Zelda.

Bo Bragason as Princess Zelda.

Benjamin Evan Ainsworth, aktor muda berbakat yang sebelumnya dikenal dari serial “The Haunting of Bly Manor”, terpilih untuk memerankan Link. Sementara peran Princess Zelda dipercayakan kepada Bo Bragason, bakat baru yang sedang naik daun. Pemilihan pemain ini sebenarnya sudah sempat dibocorkan beberapa waktu lalu, namun baru sekarang kita bisa melihat penampilan mereka secara visual.

Analisis Kostum: Petunjuk Era Hyrule yang Mana?

Meskipun detail yang diberikan masih minimal, ada beberapa hal menarik yang patut dicermati. Pertama, kostum Link. Sang pahlawan mengenakan tunik hijau signature-nya, bukan pakaian biru yang lebih dominan dalam Breath of the Wild dan Tears of the Kingdom. Pilihan ini cukup mengejutkan mengingat popularitas dua game terbaru tersebut.

Benjamin Evan Ainsworth as Link.

Di sisi lain, Zelda justru tampil dengan dominasi warna biru. Kontras ini membuat kita bertanya-tanya: era game mana yang sebenarnya ingin diadaptasi oleh film ini? Apakah kita akan melihat interpretasi baru yang tidak terikat pada timeline tertentu? Kemungkinan besar, film ini tidak akan mengikuti satu cerita atau timeline spesifik dari game, melainkan mencampur berbagai elemen untuk menciptakan entri baru yang bisa berdiri sendiri.

Pendekatan semacam ini sebenarnya cukup masuk akal. Mengingat kompleksnya lore Zelda yang terdiri dari multiple timeline, mencoba mengadaptasi satu cerita spesifik justru berisiko mengecewakan sebagian penggemar. Dengan menciptakan narasi baru yang terinspirasi dari berbagai elemen franchise, sutradara memiliki kebebasan kreatif yang lebih besar sambil tetap menghormati warisan game tersebut.

Zelda dengan Busur: Pertanda Perubahan Karakter yang Menjanjikan

Yang paling menarik perhatian adalah fakta bahwa Zelda terlihat membawa busur. Detail kecil ini memberikan harapan besar bahwa princess kita tidak akan sekadar menjadi damsel in distress seperti dalam beberapa adaptasi sebelumnya. Di tahun 2025 ini, tentu kita mengharapkan representasi karakter perempuan yang lebih kuat dan multidimensional.

Bayangkan: Zelda yang tidak hanya menunggu diselamatkan, tetapi aktif ikut bertarung melawan moblin dan ancaman lainnya. Ini akan menjadi evolusi karakter yang sangat disambut baik, mengingat dalam game-game terbaru pun Zelda sering digambarkan sebagai karakter yang cakap dan berdaya. Adaptasi film seharusnya tidak ketinggalan dalam hal representasi karakter perempuan yang progresif.

Keputusan untuk membuat Zelda lebih aktif dalam pertarungan juga selaras dengan tren adaptasi game ke film belakangan ini. Seperti yang kita lihat dari kesuksesan film Minecraft yang memecahkan rekor box office, audiens modern mengharapkan karakter-karakter yang relevan dengan nilai-nilai kontemporer.

Lokasi Syuting New Zealand: Pilihan yang Tepat untuk Hyrule?

Pemilihan New Zealand sebagai lokasi syuting terasa seperti keputusan yang brilian. Negara ini telah membuktikan diri sebagai latar yang sempurna untuk dunia fantasi epik, seperti yang kita lihat dalam The Lord of the Rings. Pemandangan alamnya yang masih perawan, hutan hijau yang lebat, dan pegunungan yang dramatis sangat cocok dengan estetika Hyrule yang kita kenal.

Lanskap New Zealand memiliki kualitas magis yang sulit ditemukan di tempat lain. Dari rolling hills yang mirip dengan Hyrule Field hingga hutan misterius yang mengingatkan pada Lost Woods, lokasi ini sepertinya memang dibuat untuk dunia Zelda. Penggunaan lokasi nyata daripada CGI berlebihan juga bisa memberikan dimensi realism yang membuat dunia fantasi terasa lebih hidup dan bisa dipercaya.

Pendekatan ini mengingatkan kita pada bagaimana Nintendo selalu berusaha menciptakan pengalaman yang imersif dalam game-game mereka, seperti yang terlihat dalam Super Mario Party yang menjadi game paling laku di Switch. Konsistensi dalam memberikan pengalaman berkualitas tinggi tampaknya akan terus dipertahankan dalam adaptasi filmnya.

Meskipun antusiasme penggemar sudah memuncak, kita mungkin harus bersabar untuk mendapatkan informasi lebih lanjut. Mengingat syuting baru saja dimulai, trailer resmi kemungkinan masih lama akan dirilis. Namun, gambar-gambar pertama ini setidaknya memberikan kita secercah gambaran tentang arah kreatif yang diambil oleh tim produksi.

Yang pasti, dengan kombinasi lokasi syuting yang tepat, pemain yang menjanjikan, dan pendekatan yang tampaknya menghormati warisan game sambil membawa elemen segar, film The Legend of Zelda mulai menunjukkan potensi yang menarik. Tinggal menunggu bagaimana mereka akan menerjemahkan elemen-elemen gameplay yang ikonis seperti puzzle solving, dungeon exploration, dan tentu saja, musik yang legendaris ke dalam medium film.

Google Calendar Tambah Fitur Blok Waktu untuk Fokus Kerja

0

Telset.id – Pernahkah Anda merasa jadwal harian dipenuhi rapat hingga tak ada waktu untuk benar-benar menyelesaikan pekerjaan? Atau mungkin Anda termasuk yang kerap “berbohong” pada Google Calendar dengan menjadwalkan meeting palsu demi melindungi waktu fokus? Jika iya, kabar gembira datang dari raksasa teknologi asal Mountain View.

Google secara resmi mengumumkan penambahan fitur baru yang memungkinkan pengguna memblokir segmen waktu khusus untuk mengerjakan tugas tertentu. Fitur ini menjadi solusi elegan bagi mereka yang selama ini terpaksa memanipulasi sistem dengan membuat janji temu fiktif dengan diri sendiri. Bagi kalangan profesional yang mengandalkan perencanaan ketat, ini bukan sekadar update biasa—ini adalah pengakuan resmi bahwa waktu fokus sama berharganya dengan waktu rapat.

Bayangkan: alih-alih membuat event “Meeting dengan Tim” yang sebenarnya adalah sesi kerja mandiri, kini Anda bisa secara transparan menandai slot waktu sebagai “Pengerjaan Laporan Kuartal” atau “Analisis Data Proyek X”. Yang menarik, fitur ini dilengkapi opsi deskripsi dan preferensi khusus termasuk pengaturan “do not disturb” serta kontrol visibilitas. Artinya, Anda bisa memilih apakah blok waktu ini terlihat oleh rekan kerja atau bersifat privat.

Antarmuka Google Calendar dengan fitur blok waktu kerja baru

Perkembangan ini sejalan dengan tren produktivitas modern yang semakin menghargai deep work. Seperti yang pernah kita bahas dalam artikel tentang perombakan UI Google Calendar, platform ini terus berevolusi dari sekadar alat penjadwalan menjadi asisten produktivitas komprehensif. Fitur blok waktu ini muncul tepat ketika banyak profesional mulai menyadari bahwa multitasking berlebihan justru kontraproduktif.

Menariknya, implementasi fitur ini dilakukan secara bertahap. Domain Rapid Release Google sudah mulai menikmatinya sejak awal November, sementara domain standard release akan menyusul mulai 1 Desember. Rollout bertahap seperti ini sebenarnya sudah menjadi pola khas Google, seperti yang kita lihat ketika mereka memperkenalkan opsi Out of Office beberapa waktu lalu.

Yang membuat update ini istimewa adalah sifatnya yang inklusif. Setelah rollout lengkap, fitur akan tersedia secara default baik untuk pelanggan Google Workspace maupun pengguna akun Google personal biasa. Ini menunjukkan komitmen Google dalam mendemokratisasikan alat produktivitas, tidak hanya untuk korporat tapi juga individu.

Dalam konteks keamanan digital yang semakin kompleks, kehadiran fitur terstruktur seperti ini sebenarnya juga mengurangi risiko. Ingat kasus undangan palsu di Google Calendar yang sempat meresahkan pengguna? Dengan adanya blok waktu resmi, pengguna tidak perlu lagi “memalsukan” event yang berpotensi dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab.

Namun, seperti halnya update software lainnya, kita patut mengamati bagaimana stabilitas fitur baru ini. Pengalaman dengan bug Google Calendar yang membuat jadwal acara secara acak mengingatkan kita bahwa setiap inovasi membawa tantangan teknis tersendiri. Demikian pula dengan masalah keamanan yang pernah menghentikan Google Calendar di Android 7.1—semoga sejarah tidak terulang.

Pada akhirnya, fitur blok waktu di Google Calendar ini lebih dari sekadar tambahan teknis. Ini adalah pengakuan bahwa dalam dunia yang semakin terhubung, kemampuan untuk fokus menjadi komoditas langka yang perlu dilindungi. Dengan alat yang tepat, mungkin kita bisa sedikit mengurangi budaya “kesibukan semu” dan beralih ke produktivitas yang lebih bermakna.

Jadi, siapkah Anda memberi waktu yang layak untuk tugas-tugas penting, tanpa perlu merasa bersalah karena menolak undangan meeting? Dengan fitur baru Google Calendar, jawabannya mungkin lebih mudah dari yang Anda bayangkan.

Xiaomi 17 Ultra Rumor: Launch Timeline Sempat di Akhir Desember

0

Telset.id – Xiaomi dikabarkan akan meluncurkan flagship terbarunya, Xiaomi 17 Ultra, pada minggu keempat Desember 2025. Rumor terbaru dari seorang tipster di platform X ini mempersempit jadwal peluncuran yang sebelumnya hanya disebut terjadi pada bulan Desember.

Mengutip informasi dari sumber terpercaya, peluncuran akan berlangsung pada pekan yang dimulai 22 Desember dan berakhir 28 Desember. Waktu ini sekitar dua bulan lebih awal dibandingkan pendahulunya, Xiaomi 15 Ultra, yang baru hadir pada Februari lalu.

Fenomena peluncuran lebih awal ini sebenarnya bukan hal baru bagi Xiaomi tahun ini. Perusahaan asal Tiongkok tersebut telah meluncurkan seri Xiaomi 17, 17 Pro, dan 17 Pro Max lebih cepat dari pola rilis tahun 2024. Pola akselerasi ini menunjukkan strategi agresif Xiaomi dalam menghadapi persaingan pasar smartphone global.

Ketidakpastian Peluncuran Global

Meski jadwal peluncuran di China semakin jelas, nasib versi global Xiaomi 17 Ultra masih menjadi tanda tanya. Xiaomi 15 Ultra sebelumnya diperkenalkan untuk pasar global di ajang MWC Barcelona pada Februari, hanya beberapa hari setelah peluncuran di China.

Namun menurut analisis pasar, turnaround yang begitu cepat kemungkinan tidak akan terulang untuk seri kali ini. Industri memprediksi konsumen global mungkin harus menunggu hingga Februari 2026 untuk mendapatkan akses resmi terhadap perangkat ini.

Tren Akselerasi Peluncuran Produk

Pergeseran jadwal peluncuran Xiaomi 17 Ultra ini sejalan dengan tren akselerasi yang dilakukan berbagai brand China sepanjang 2025. Beberapa analis menilai ini merupakan strategi untuk menguasai pasar lebih dini sebelum kompetitor utama meluncurkan produk serupa.

Xiaomi sendiri telah menunjukkan konsistensi dalam mempercepat siklus produknya, seperti yang terlihat pada peluncuran seri Poco F8 yang juga lebih cepat dari perkiraan. Pola ini kemungkinan akan terus berlanjut seiring dengan intensifikasi persaingan di segmen flagship.

Kehadiran Xiaomi 17 Ultra di pasar global masih menjadi misteri yang belum terpecahkan. Meski berbagai spekulasi beredar, kepastian resmi dari perusahaan masih ditunggu oleh penggemar dan analis industri. Perkembangan lebih lanjut mengenai nasib flagship andalan Xiaomi ini diharapkan dapat terungkap dalam waktu dekat.

X Luncurkan Aplikasi Chat dengan Enkripsi End-to-End

0

Telset.id – Platform media sosial X (sebelumnya Twitter) secara resmi meluncurkan aplikasi pesan terenkripsi bernama “Chat” yang menjanjikan privasi total bagi pengguna. Aplikasi ini tersedia mulai 17 November 2025 untuk perangkat iOS dan browser web, dengan versi Android akan segera menyusul.

Chat dikembangkan sebagai aplikasi messenger lengkap yang mendukung panggilan suara dan video. Fitur voice memo juga sedang dalam pengembangan, memungkinkan pengguna mengirim pesan suara yang telah direkam sebelumnya. X menekankan komitmen privasi dengan slogan “No ads. No tracking. Total privacy.”

Aplikasi ini menawarkan berbagai fitur keamanan canggih termasuk enkripsi end-to-end (E2EE) untuk obrolan dan berbagi file, pesan yang menghilang, serta kemampuan untuk mengedit dan menghapus pesan yang telah terkirim. Fitur unggulan lainnya adalah pemblokiran screenshot yang akan memberi notifikasi jika ada upaya pengambilan tangkapan layar.

Keamanan dan Tantangan Teknis

Meski mengusung janji privasi tinggi, X mengakui bahwa perlindungan yang ditawarkan belum sempurna. Halaman bantuan “About Encrypted Direct Messages” secara transparan menyatakan bahwa aplikasi saat ini belum menawarkan perlindungan terhadap serangan man-in-the-middle.

“Jika seseorang—entah itu insider yang berniat jahat atau X sendiri sebagai hasil dari proses hukum wajib—berhasil membobol percakapan terenkripsi, baik pengirim maupun penerima tidak akan mengetahuinya,” demikian penjelasan resmi dari X. Ini merupakan isu signifikan bagi aplikasi dengan enkripsi end-to-end.

X mengklaim sedang mengembangkan mekanisme baru yang akan membuat serangan man-in-the-middle “sulit, jika bukan mustahil” dilakukan. Perusahaan juga berjanji bahwa “baik pengirim maupun penerima akan mendapat peringatan jika terjadi serangan.”

Lanskap Kompetisi Pengirim Pesan Terenkripsi

Peluncuran Chat oleh X terjadi di tengah persaingan ketat di pasar aplikasi pesan terenkripsi. Beberapa platform lain juga telah mengadopsi teknologi serupa untuk meningkatkan keamanan komunikasi pengguna. Seperti yang terjadi pada Google Messages yang akan memiliki fitur enkripsi end-to-end untuk obrolan grup.

Perkembangan teknologi enkripsi end-to-end juga semakin meluas ke berbagai platform. RCS dengan enkripsi end-to-end telah menjadi langkah penting untuk komunikasi lintas platform antara Android dan iOS. Sementara itu, platform media sosial lain seperti Instagram juga telah mengintegrasikan fitur keamanan serupa, meski pengguna perlu mengetahui cara mengaktifkan enkripsi end-to-end di Instagram secara manual.

Kehadiran Chat dari X menambah variasi pilihan bagi pengguna yang mengutamakan privasi dalam berkomunikasi digital. Dengan fokus pada enkripsi end-to-end dan fitur keamanan tambahan, aplikasi ini berpotensi menjadi pesaing serius di pasar yang saat ini didominasi oleh beberapa pemain besar.

Pengembangan berkelanjutan terhadap fitur keamanan, termasuk mekanisme pencegahan serangan man-in-the-middle yang dijanjikan X, akan menjadi faktor penentu dalam penerimaan aplikasi ini oleh masyarakat. Transparansi tentang keterbatasan keamanan saat ini justru menunjukkan pendekatan yang jujur dari perusahaan dalam membangun kepercayaan pengguna.

Spesifikasi Honor 500 dan 500 Pro Bocor Sebelum Peluncuran

0

Telset.id – Honor secara resmi mengumumkan akan meluncurkan seri Honor 500 dan 500 Pro pada 24 November 2025. Namun, sebelum acara resmi berlangsung, spesifikasi lengkap kedua ponsel ini telah bocor ke publik, mengungkapkan detail teknis yang mengesankan untuk lini flagship baru Honor.

Bocoran ini muncul setelah serangkaian teaser dan rumor yang beredar sebelumnya. Honor 500 dan 500 Pro dikabarkan membawa sejumlah peningkatan signifikan di berbagai aspek, mulai dari layar, kamera, performa, hingga ketahanan. Kedua model ini diprediksi akan menjadi pesaing kuat di pasar smartphone high-end.

Honor 500 and 500 Pro full specs leak

Honor 500 disebutkan akan dilengkapi dengan layar OLED flat LTPS berukuran 6,55 inci. Layar ini menawarkan resolusi “1.5K” sebesar 1264×2736 piksel, refresh rate 120Hz, dan teknologi PWM dimming 3.840Hz untuk kenyamanan mata yang lebih baik. Untuk segi kamera, ponsel ini dibekali kamera utama 200MP dengan sensor tipe 1/1.4 inci, kamera ultrawide 12MP, serta kamera selfie 50MP.

Daya tahan bateria menjadi salah satu highlight dengan kapasitas besar 8.000 mAh yang mendukung pengisian daya kabel 80W. Honor 500 ditenagai oleh chipset Snapdragon 8s Gen 4 SoC. Dari segi konstruksi, ponsel ini memiliki rangka logam, speaker stereo ganda, dan rating ketahanan terhadap debu dan air yang sangat tinggi, yaitu IP68, IP69, dan IP69K.

Model yang lebih tinggi, Honor 500 Pro, berbagi banyak spesifikasi dasar dengan varian standar. Layar, ukuran baterai, pengisian daya kabel, serta konfigurasi kamera utama, ultrawide, dan selfie tetap sama. Namun, Pro membawa beberapa peningkatan eksklusif yang membedakannya.

Honor 500 Pro menambahkan kamera telephoto 50MP yang menggunakan sensor Sony IMX856 dengan zoom optik 3x. Fitur pengisian daya nirkabel 50W juga menjadi keunggulan, bersama dengan pemindai sidik jari ultrasonik di bawah layar. Untuk performa puncak, ponsel ini ditenagai oleh chipset Snapdragon 8 Elite, yang menjanjikan kinerja lebih gahar dibandingkan Snapdragon 8s Gen 4 pada varian reguler.

Kedua ponsel ini memiliki rating ketahanan yang identik, yaitu IP68, IP69, dan IP69K, menjadikannya sangat tahan terhadap elemen. Bocoran ini memberikan gambaran yang hampir lengkap tentang apa yang akan ditawarkan Honor dalam peluncuran mendatang. Sayangnya, berdasarkan sumbernya, kedua model ini dikabarkan hanya akan tersedia di pasar China, setidaknya untuk tahap awal.

Kebocoran spesifikasi Honor 500 dan 500 Pro ini semakin memanaskan persaingan di segmen flagship. Dengan kombinasi chipset Snapdragon terbaru, konfigurasi kamera yang powerful, dan baterai berkapasitas besar, Honor tampaknya serius menantang dominasi merek lain. Inovasi pada kapasitas baterai besar juga menjadi tren yang terus diusung Honor, seperti yang terlihat pada model lainnya.

Penggunaan chipset Snapdragon 8 Elite pada Honor 500 Pro menegaskan posisinya sebagai perangkat performa tinggi. Chipset ini diharapkan dapat menangani tugas berat, termasuk gaming dan multitasking, dengan sangat lancar. Persaingan chipset high-end semakin ketat, tidak hanya dari Qualcomm tetapi juga dari pesaing seperti MediaTek dengan seri Dimensity-nya.

Dengan kapasitas baterai 8.000 mAh, Honor 500 dan 500 Pro menjanjikan daya tahan yang sangat lama. Ini merupakan langkah strategis Honor dalam memenuhi kebutuhan pengguna akan perangkat yang dapat diandalkan sepanjang hari. Strategi serupa juga terlihat pada rencana Honor menghadirkan ponsel dengan baterai 10.000 mAh, yang menunjukkan fokus mereka pada segmen perangkat bertenaga super.

Peluncuran resmi Honor 500 dan 500 Pro pada 24 November nanti akan menjawab semua spekulasi dan mengonfirmasi kebenaran dari bocoran-bocoran ini. Masyarakat teknologi kini menunggu untuk melihat bagaimana Honor memposisikan kedua flagship barunya di pasar yang semakin kompetitif.

Huawei Mate 80 Series Rilis 25 November: Desain & Spesifikasi Terungkap

0

Telset.id – Huawei secara resmi mengumumkan bahwa seri Mate 80 akan meluncur pada 25 November 2025 di Tiongkok. Peluncuran tersebut akan berlangsung bersamaan dengan kehadiran Mate X7. Perusahaan asal Tiongkok itu juga telah membuka pra-pemesanan untuk jajaran ponsel flagship terbarunya dan mengungkap desain lengkap, pilihan warna, serta konfigurasi RAM dan penyimpanan untuk semua model.

Jajaran Huawei Mate 80 akan mencakup empat model: Mate 80 standar, Mate 80 Pro, Mate 80 Pro Max, dan Mate 80 RS Ultimate Design. Pengumuman ini mengkonfirmasi berbagai bocoran resmi Huawei Mate 80 yang sebelumnya beredar mengenai desain revolusioner perangkat ini.

Model Mate 80 standar dan Mate 80 Pro memiliki desain yang serupa dengan modul kamera belakang melingkar yang didesain ulang. Modul ini menampung tiga sensor kamera, termasuk telefoto periskop. Di bagian depan, kedua ponsel ini dilengkapi dengan kamera ganda yang mendukung fitur face unlock 3D, mengonfirmasi laporan sebelumnya bahwa Huawei Mate 80 membawa fitur eksklusif 3D Face Unlock ke semua model.

Huawei Mate 80 standar akan ditawarkan dalam empat pilihan warna: Dawn Gold, Obsidian Black, Snowy White, dan Spruce Green. Untuk konfigurasi memori, tersedia opsi 12GB RAM dengan penyimpanan 256GB, 12GB RAM dengan 512GB penyimpanan, serta 16GB RAM dengan 512GB penyimpanan.

Sementara itu, Mate 80 Pro menghadirkan pilihan warna dan varian RAM/penyimpanan yang sama dengan model standar, namun dengan tambahan opsi 16GB RAM yang dipadukan dengan penyimpanan 1TB. Peningkatan kapasitas penyimpanan ini menunjukkan komitmen Huawei dalam memenuhi kebutuhan pengguna konten high-resolution.

Model berikutnya, Mate 80 Pro Max, berperan sebagai penerus varian Mate 70 Pro+ tahun lalu. Ponsel ini dilengkapi dengan pengaturan empat kamera belakang yang mencakup dua unit telefoto periskop, menawarkan fleksibilitas fotografi yang lebih luas. Seperti model lainnya, perangkat ini juga memiliki kamera ganda di bagian depan untuk pengalaman face unlock yang optimal.

Mate 80 Pro Max akan tersedia dalam warna Polar Night Black, Polar Silver, Polar Day Gold, dan Aurora Blue. Dari sisi spesifikasi, ponsel ini dijual dalam varian 16GB RAM dengan 512GB penyimpanan serta 16GB RAM dengan 1TB penyimpanan. Konfigurasi ini didukung oleh chipset Kirin 9030 yang membuat Huawei Mate 80 lebih cepat dalam menangani tugas berat.

Puncak jajaran seri Mate 80 adalah model Mate 80 RS Ultimate Design yang menawarkan desain unik dengan modul kamera berbentuk segi delapan. Perangkat flagship ini menampilkan empat kamera di bagian belakang dan dua sensor di bagian depan, memberikan pengalaman fotografi paling komprehensif dalam seri ini.

Yang membedakan Mate 80 RS Ultimate Design adalah konfigurasi RAMnya yang mencapai 20GB – yang terbesar dalam jajaran Mate 80. Ponsel ini tersedia dengan pilihan penyimpanan 512GB atau 1TB, serta tiga pilihan warna eksklusif: Dark Black, Pure White, dan Hibiscus. Spesifikasi kamera pada model ini diduga kuat mengadopsi teknologi kamera LOFIC 50MP seperti yang dibocorkan untuk Huawei Mate 80 Pro+.

Peluncuran seri Mate 80 pada 25 November mendatang menandai babak baru dalam persaingan smartphone flagship global. Dengan berbagai inovasi desain dan peningkatan spesifikasi, Huawei menunjukkan komitmennya untuk tetap kompetitif di pasar premium meskipun menghadapi berbagai tantangan industri. Kehadiran fitur teknologi anti-silau terbaru pada Huawei Mate 80 juga diharapkan dapat meningkatkan pengalaman penggunaan di berbagai kondisi pencahayaan.

Pra-pemesanan yang telah dibuka Huawei memberikan kesempatan bagi konsumen untuk mendapatkan perangkat ini lebih awal. Langkah ini sekaligus mengukur respons pasar terhadap seri flagship terbaru mereka sebelum peluncuran resmi bulan November mendatang.

OpenAI Uji Coba Fitur Obrolan Grup di ChatGPT

0

Telset.id – OpenAI resmi memulai uji coba fitur obrolan grup untuk ChatGPT di sejumlah negara, termasuk Jepang, Selandia Baru, Korea Selatan, dan Taiwan. Fitur ini memungkinkan pengguna berinteraksi langsung dalam aplikasi melalui percakapan grup yang dapat menampung hingga 20 peserta.

Berdasarkan laporan Tech Crunch pada Senin, uji coba ini tersedia bagi pengguna ChatGPT versi gratis, Plus, dan Team baik di perangkat mobile maupun web. OpenAI menyatakan langkah ini sebagai tahap awal dalam membangun pengalaman yang lebih kolaboratif antar pengguna platform AI tersebut.

Perusahaan menjelaskan bahwa obrolan grup hanya dapat diakses melalui undangan, dengan setiap anggota memiliki kebebasan untuk keluar kapan saja. Fitur keamanan khusus juga diterapkan untuk pengguna di bawah 18 tahun, meliputi penyaringan konten, pengamanan tambahan, dan kontrol orang tua.

Cara Kerja dan Fitur Unggulan

Untuk memulai obrolan grup, pengguna cukup mengetuk ikon bergambar orang dan menambahkan peserta secara langsung atau melalui tautan undangan. Sistem akan secara otomatis membuat grup baru ketika pengguna menambahkan orang ke percakapan yang sudah ada, sehingga menjaga integritas percakapan lama.

Setiap grup dilengkapi dengan profil singkat, sementara seluruh obrolan disusun dalam bilah sisi untuk memudahkan akses. ChatGPT dalam obrolan grup menggunakan GPT-5.1 Auto yang mendukung berbagai kemampuan termasuk pencarian, pembuatan gambar, unggah berkas, dan perintah suara.

Yang menarik, batas penggunaan ChatGPT yang menghitung jumlah respons AI per jam hanya berlaku ketika ChatGPT memberikan respons. Pesan antar pengguna manusia tidak masuk dalam perhitungan batas tersebut, memberikan fleksibilitas lebih dalam berkomunikasi.

Kemampuan Sosial Baru ChatGPT

OpenAI mengungkapkan bahwa ChatGPT kini memiliki kemampuan sosial yang lebih canggih, termasuk memahami kapan harus merespons dan kapan harus menunggu dalam percakapan grup. Pengguna dapat secara spesifik menandai “ChatGPT” untuk memintanya memberikan jawaban.

Fitur interaktif lainnya termasuk kemampuan ChatGPT memberikan reaksi emoji dan membuat gambar personal menggunakan foto profil peserta. Kemampuan ini menunjukkan transformasi ChatGPT dari sekadar asisten AI menjadi platform yang lebih bersifat sosial dan kolaboratif.

Perkembangan ini sejalan dengan tren platform pesan instan lainnya yang terus berinovasi, seperti yang terlihat pada iOS 26 yang menghadirkan berbagai peningkatan fitur komunikasi. Bahkan revolusi AI dalam iOS 26 menunjukkan bagaimana kolaborasi antara AI dan fitur sosial semakin terintegrasi.

OpenAI menegaskan bahwa percakapan pribadi dan fitur memory tetap bersifat privat, tidak terpengaruh oleh kehadiran fitur obrolan grup. Kebijakan privasi ini mirip dengan yang diterapkan oleh XLSmart dalam melindungi pengguna dari ancaman phishing.

Pengguna yang berkesempatan mengakses fitur obrolan grup selama masa uji coba akan diminta memberikan masukan kepada OpenAI. Umpan balik ini akan menjadi pertimbangan penting sebelum fitur diperluas ke lebih banyak wilayah dan layanan.

Peluncuran uji coba obrolan grup ini mengikuti laporan sebelumnya tentang pengujian fitur pesan langsung oleh OpenAI. Langkah strategis ini memperkuat posisi ChatGPT dalam persaingan platform AI yang semakin mengedepankan aspek kolaborasi dan interaksi sosial.

OpenAI terus berkomitmen mengembangkan ChatGPT menjadi platform yang tidak hanya cerdas secara artifisial, tetapi juga mampu memfasilitasi komunikasi manusia yang lebih natural dan produktif melalui fitur-fitur kolaboratif seperti obrolan grup.

Kolaborasi Kampus-Industri Dongkrak Tata Kelola AI Nasional

0

Telset.id – Pemerintah Indonesia mendorong kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri sebagai model utama dalam membangun tata kelola kecerdasan buatan (AI) nasional. Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika (Wamenkominfo) Nezar Patria menegaskan, sinergi riset ini akan mempercepat kesiapan regulasi dan memperkuat fondasi pengembangan AI di tanah air.

Nezar menyampaikan hal tersebut dalam keterangannya di Jakarta, Senin (24/11/2025). Menurutnya, kolaborasi strategis antara Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Telkom dalam membangun AI Center of Excellence (AI CoE) menjadi contoh konkret bagaimana keterlibatan kampus dan industri dapat mendukung pembangunan tata kelola AI nasional.

“Tujuan kita memperkuat kolaborasi dan membangun tata kelola artificial intelligence di Indonesia,” tegas Nezar. Inisiatif UGM dan Telkom ini dinilainya sebagai langkah tepat yang patut diikuti berbagai institusi pendidikan dan perusahaan lainnya.

AI Center of Excellence Penggerak Riset Nasional

Pembentukan AI Center of Excellence di UGM diharapkan menjadi penggerak utama riset nasional yang mendukung percepatan ekonomi digital Indonesia. Nezar memberikan apresiasi tinggi kepada Telkom atas dukungannya dalam mewujudkan pusat keunggulan AI tersebut.

“Pembentukan AI Center of Excellence di Universitas Gadjah Mada ini salah satu bentuk kolaborasi yang kita harapkan. Dan kami memberikan apresiasi yang cukup tinggi kepada Telkom dalam mendukung terwujudnya AI Center of Excellence di UGM,” ucap Wamenkominfo.

Kolaborasi semacam ini sejalan dengan tren global dimana pelatihan AI membutuhkan kerja sama erat antara universitas dan industri untuk menciptakan talenta yang siap pakai.

Peta Jalan Nasional AI Menuju Perpres

Kementerian Komunikasi dan Informatika telah menyiapkan Peta Jalan Nasional Pengembangan AI dan Etika AI yang saat ini dalam proses menuju Peraturan Presiden (Perpres). Dokumen strategis ini menjadi landasan inovasi AI lintas sektor sekaligus menetapkan standar mitigasi risiko penggunaan teknologi.

“Peta jalan dan etika ini hasil diskusi dengan semua stakeholder dan akan menjadi Peraturan Presiden,” jelas Nezar. Kerangka hukum tersebut akan melengkapi regulasi digital yang sudah ada, termasuk Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi dan Undang-Undang ITE.

Dia menambahkan, “Kita bisa bekerja lebih nyaman karena dua regulasi itu memagari perkembangan teknologi digital.” Pendekatan regulasi yang komprehensif ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem AI yang aman dan bertanggung jawab.

Penguatan regulasi AI nasional ini sejalan dengan berbagai inisiatif digital lainnya, termasuk program pusat UMKM yang diluncurkan GoTo untuk mendukung transformasi digital pelaku usaha kecil.

Perluasan Kolaborasi di Era Disrupsi Teknologi

Nezar menekankan pentingnya memperluas kolaborasi mengingat dunia saat ini berada di fase kritis perkembangan teknologi abad ke-21. Menurutnya, Indonesia membutuhkan kerja sama yang lebih luas, banyak, dan padat untuk menghadapi disrupsi teknologi.

“Kita membutuhkan kolaborasi yang lebih luas, banyak, dan padat,” tegasnya. Inisiatif UGM dan Telkom diharapkan dapat menjadi model yang bisa diadopsi berbagai kampus dan lembaga lain di seluruh Indonesia.

“Inisiatif ini bisa diteladani dan ditiru di kampus-kampus dan tempat-tempat yang lain,” ujar Nezar. Pola kolaborasi serupa telah terbukti efektif dalam mendukung revolusi industri 4.0 di berbagai institusi pendidikan.

Pengembangan AI Center of Excellence di UGM tidak hanya memperkuat riset nasional, tetapi juga menjadi penopang penting bagi pertumbuhan ekonomi digital Indonesia. Kolaborasi triple helix antara pemerintah, akademisi, dan industri ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem inovasi yang berkelanjutan.

Dengan adanya payung hukum yang kuat dan sinergi antar pemangku kepentingan, Indonesia berpotensi menjadi pemain utama dalam pengembangan kecerdasan buatan di kawasan regional. Langkah strategis ini sekaligus mempersiapkan bangsa Indonesia menghadapi gelombang transformasi digital yang semakin masif.

AI Center of Excellence UGM Penggerak Riset Nasional Digital

0

Telset.id – Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika (Wamenkominfo) Nezar Patria mengungkapkan bahwa AI Center of Excellence di Universitas Gadjah Mada (UGM) akan menjadi penggerak riset nasional untuk mendukung ekonomi digital Indonesia. Pusat kecerdasan buatan ini diharapkan mampu menghasilkan inovasi relevan yang siap diterapkan di sektor strategis negara.

Nezar menjelaskan bahwa ekonomi digital Indonesia diproyeksikan mencapai nilai 366 miliar dolar AS pada tahun 2030. Angka ini menjadi dasar penting mengapa penguatan kapasitas riset melalui AI Center of Excellence menjadi kebutuhan mendesak. “Pembentukan AI Center of Excellence di Universitas Gadjah Mada ini salah satu bentuk kolaborasi yang kita harapkan,” ujar Nezar dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

Wamenkominfo memberikan apresiasi tinggi kepada Telkom yang mendukung terwujudnya pusat kecerdasan buatan di UGM. Kerja sama antara universitas dan perusahaan telekomunikasi ini menghadirkan model kolaborasi yang dibutuhkan Indonesia untuk memperkuat kapasitas riset dan mengembangkan solusi artificial intelligence yang dapat menjawab persoalan nyata.

Kontribusi Indonesia di Ekonomi Digital ASEAN

AI Center of Excellence UGM diharapkan menjadi pusat pembelajaran, riset, dan inovasi artificial intelligence yang menopang kontribusi Indonesia dalam ekonomi digital Asia Tenggara. Nezar menilai peran ini sangat krusial mengingat ekonomi digital regional diproyeksikan mencapai 1 triliun dolar AS pada 2030.

Indonesia diprediksi menyumbang 40 persen dari nilai tersebut, sehingga kemampuan riset dan inovasi menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda. “AI Center ini bisa menjadi pusat untuk pembelajaran AI, riset, dan menciptakan inovasi yang berguna. Memberikan solusi berbasis artificial intelligence untuk mengatasi sejumlah persoalan yang kita hadapi hari ini,” tegas Nezar.

Wamenkominfo menyebut Indonesia berada pada posisi strategis di Asia Tenggara karena ukuran populasi dan potensi teknologi yang besar. Kolaborasi perguruan tinggi dan industri menjadi kunci untuk memperluas kemampuan nasional agar siap menghadapi transformasi digital yang semakin intensif.

Dukungan Regulasi dan Implementasi Teknologi

Pemerintah saat ini menyiapkan landasan regulasi yang akan menjadi payung hukum untuk pengembangan teknologi kecerdasan buatan. Nezar mengungkapkan bahwa Peta Jalan Nasional Pengembangan AI dan Etika AI sedang dalam proses harmonisasi untuk ditetapkan sebagai Peraturan Presiden.

“Kita sedang menyiapkan peta jalan nasional pengembangan artificial intelligence bersama juga dengan etika artificial intelligence. Dua dokumen ini saat ini sedang dalam proses untuk menjadi Peraturan Presiden,” jelas Nezar. Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menciptakan ekosistem AI yang terstruktur dan beretika.

Pemerintah menekankan bahwa investasi riset AI yang kuat di kampus dan industri menjadi langkah penting agar Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pencipta solusi. Pendekatan ini sejalan dengan perkembangan teknologi smart city yang semakin marak di Indonesia, seperti yang terlihat dari berbagai inisiatif kolaborasi untuk mendukung smart city.

Implementasi teknologi AI dalam berbagai sektor semakin menunjukkan urgensi penguatan kapasitas riset nasional. Seperti yang terlihat dalam berbagai inovasi teknologi, termasuk solusi deteksi kebocoran air berbasis AI, kemampuan riset menjadi kunci dalam menciptakan solusi yang tepat guna.

Pembangunan AI Center of Excellence di UGM ini juga sejalan dengan tren global dalam pengembangan pusat keunggulan teknologi. Seperti yang dilakukan dalam pembangunan center of excellence di sektor energi, pendekatan kolaboratif antara akademisi dan industri terbukti efektif dalam mempercepat inovasi.

Dengan dukungan penuh dari pemerintah dan kolaborasi strategis antara UGM dan Telkom, AI Center of Excellence diharapkan dapat menjadi motor penggerak transformasi digital Indonesia. Pusat riset ini tidak hanya akan memperkuat posisi Indonesia di kancah ekonomi digital regional, tetapi juga memastikan bahwa bangsa ini mampu bersaing dalam era ekonomi berbasis inovasi.

Kemkomdigi Perketat Pengawasan Judi Online dengan Sistem SAMAN

0

Telset.id – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkomdigi) memperkuat pengawasan dan penindakan terhadap konten perjudian daring (judol) melalui Sistem Kepatuhan Moderasi Konten (SAMAN) dan kolaborasi strategis dengan berbagai pihak. Langkah ini merupakan bagian dari upaya komprehensif pemerintah memberantas praktik judi online yang merugikan masyarakat.

Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kemkomdigi, Alexander Sabar, menjelaskan pihaknya memperkuat pengawasan kepatuhan moderasi konten melalui SAMAN. Melalui sistem ini, seluruh platform digital diwajibkan merespons dan menurunkan konten perjudian daring dalam jangka waktu yang telah ditentukan.

“Apabila tidak patuh, Komdigi dapat memberikan teguran hingga sanksi administratif berupa denda, dan jika pelanggaran tetap berlanjut, dapat dilakukan pemutusan akses terhadap platform tersebut,” kata Alexander saat dikonfirmasi ANTARA pada Senin.

Dasar Hukum dan Implementasi SAMAN

Alexander menjelaskan bahwa Undang-Undang nomor 1 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua UU ITE memberikan kewenangan kepada pemerintah untuk melakukan pemutusan akses terhadap konten yang memiliki muatan melanggar hukum. Aturan tersebut juga memastikan Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) melakukan moderasi konten secara mandiri terhadap konten bermuatan pornografi, perjudian, atau muatan lain yang melanggar ketentuan perundang-undangan.

Upaya pengawasan konten digital ini sejalan dengan inisiatif Kemkomdigi dalam memperkuat kolaborasi pengawasan gim online untuk melindungi anak dari konten-konten berbahaya. Sistem SAMAN menjadi instrumen kunci dalam memastikan platform digital bertanggung jawab atas konten yang beredar di ekosistem mereka.

Kolaborasi Multisektor Putus Aliran Transaksi

Selain pengawasan moderasi konten, Kemkomdigi juga bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), platform digital, serta aparat penegak hukum untuk memutus aliran transaksi judi daring.

“Koordinasi ini mencakup penelusuran dan pemblokiran rekening, dompet digital, hingga kanal pembayaran lain yang terindikasi digunakan dalam praktik judi online,” ujar Alexander.

Kolaborasi ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menangani masalah digital secara holistik, sebagaimana tercermin dalam berbagai inisiatif seperti upaya mengungkap bentuk-bentuk represi digital di Indonesia.

Data terbaru dari PPATK menunjukkan efektivitas upaya penindakan ini. Kepala PPATK Ivan Yustiavandana mengungkapkan angka transaksi judi online sepanjang tahun 2025 mencapai Rp155 triliun, turun 57 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp359 triliun.

“Sampai kuarter ketiga di tahun 2025, kita berhasil menekan transaksi judi online sampai Rp155 triliun,” kata Ivan. Penurunan transaksi ini juga berpengaruh terhadap penurunan deposit yang terkait dengan judol. Pada 2024, total jumlah deposit para pemain judol menyentuh angka Rp51 triliun, sementara di tahun 2025 hanya mencapai Rp24,9 triliun atau turun lebih dari 45 persen.

Pemerintah terus melakukan literasi digital kepada masyarakat tentang risiko dan dampak dari judi daring. Kemkomdigi mendorong partisipasi aktif masyarakat untuk melaporkan konten judi daring melalui kanal pengaduan resmi di aduankonten.id.

Upaya edukasi dan pengawasan konten ini sejalan dengan tren global dalam pengelolaan konten digital yang bertanggung jawab.

“Melalui kombinasi pengawasan yang ketat, penindakan terhadap platform yang tidak patuh, pemutusan alur transaksi, serta edukasi publik, Komdigi memastikan bahwa upaya pemberantasan judi online dilakukan secara komprehensif dan berkelanjutan,” tegas Alexander.

Hingga 11 November 2025, Kemkomdigi telah menutup 7,39 juta konten judi online, menunjukkan konsistensi dalam implementasi kebijakan pengawasan ruang digital. Langkah-langkah penindakan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah menciptakan ekosistem digital yang aman dan bermanfaat bagi seluruh masyarakat Indonesia.