Beranda blog Halaman 105

Ubisoft Teammates: AI Cerdas yang Pahami Perintah Suara dan Visual

0

Telset.id – Bayangkan Anda bermain game dan bisa berbicara langsung dengan karakter AI seperti berbicara dengan manusia sungguhan. Bukan sekadar perintah sederhana, tetapi percakapan kompleks yang dipahami berdasarkan konteks visual yang Anda lihat. Inilah yang sedang diujicobakan Ubisoft dalam prototipe terbarunya, “Teammates”.

Prototipe eksperimental ini bukan lagi sekadar konsep atau demo. Ubisoft mengonfirmasi bahwa “Teammates” sudah dimainkan dalam playtest tertutup oleh “beberapa ratus pemain”. Ini adalah lompatan signifikan dari demo Neo NPCs yang mereka tunjukkan bersama Nvidia tahun 2024. Yang membedakan? Kompleksitas interaksi yang didukung dan fakta bahwa ini sudah benar-benar bisa dimainkan, meski masih dalam tahap penelitian.

Meski disebut proyek penelitian eksperimental, Teammates tetap menggunakan konsep dasar first-person shooter. Anda akan berperan sebagai “anggota perlawanan di masa depan distopia, ditugaskan untuk menyusup ke markas musuh untuk menemukan lima anggota tim yang hilang”. Di sinilah peran karakter AI menjadi kunci kesuksesan misi.

Ilustrasi konsep game Ubisoft Teammates dengan karakter AI

Ubisoft menciptakan tiga karakter AI untuk proyek ambisius ini. Ada “Jaspar”, asisten AI yang memiliki kesadaran akan lore dalam game dan kemampuan untuk menyesuaikan pengaturan game secara real-time. Kemudian ada “Pablo” dan “Sofia”, karakter robotik yang secara fisik hadir dalam game dan dapat merespons perintah pemain.

Yang menarik, Jaspar hadir dalam dua bentuk sekaligus – diegetik dan non-diegetik. Artinya, karakter ini tidak hanya ada dalam narasi game, tetapi juga berinteraksi langsung dengan antarmuka pemain. Dalam versi Teammates yang sedang diuji, Ubisoft menggunakan Jaspar untuk mengarahkan dan mengajarkan dasar-dasar game kepada pemain baru.

Berdasarkan rekaman yang dibagikan kepada Engadget, karakter AI Ubisoft tidak hanya memahami perintah suara, tetapi juga memiliki kesadaran visual terhadap apa yang dilihat pemain. Perintah sederhana seperti “berdiri di belakang tong” membuat Sofia mempertimbangkan ke arah mana pemain melihat dan memposisikan dirinya dengan tepat. Ini adalah level kecerdasan buatan yang belum pernah kita lihat dalam gaming.

Personalisasi dan Eksperimen Karakter

Dalam playtest tertutup saat ini, karakter AI cenderung terlalu banyak bicara dan bertele-tele. Namun Ubisoft sedang bereksperimen dengan memberikan pilihan kepribadian untuk Sofia dan Pablo – termasuk opsi yang penasaran dengan label “Bad Cat and Good Boy” – yang dapat mengubah cara setiap karakter mengekspresikan diri.

Pendekatan personalisasi ini mencerminkan bagaimana perangkat gaming modern semakin berfokus pada pengalaman yang disesuaikan dengan preferensi individu. Teknologi ini membuka pintu menuju pengalaman yang dipersonalisasi, di mana input pemain membentuk reaksi karakter secara real-time – sesuatu yang tidak dapat dicapai oleh pengembangan tradisional.

Tampilan layar dari Ubisoft Teammates yang menunjukkan berbagai kemampuan AI Jaspar dalam game

Rémi Labory, Direktur Data & AI Ubisoft, berbagi dalam pengumuman Teammates: “Teknologi ini membuka pintu menuju pengalaman baru yang dipersonalisasi. Input pemain membentuk reaksi karakter secara real-time, sesuatu yang tidak dapat dicapai pengembangan tradisional. Kami juga menyediakan pipeline lengkap, dengan pengalaman yang membawa pemain dari onboarding hingga debrief, yang merupakan yang pertama kalinya.”

Masa Depan AI dalam Gaming

Ini bukan pertama kalinya Ubisoft mengeksplorasi penerapan AI generatif dalam proses pengembangan. Perusahaan memperkenalkan alat Ghostwriter pada 2023, yang menggunakan AI untuk menghasilkan draf pertama dialog dalam game. Ubisoft juga baru-baru ini mengakui menerbitkan Anno 117: Pax Romana tanpa menghapus seni layar pemuatan yang dihasilkan AI.

Yang menjanjikan, teknologi yang mendasari Teammates kemungkinan akan muncul dalam proyek Ubisoft lainnya di masa depan. Perusahaan sedang mengumpulkan umpan balik dari playtest untuk diterapkan pada penelitian mendatang. Yang lebih menarik, middleware yang dibuat untuk Teammates sudah kompatibel dengan kedua engine Snowdrop dan Anvil mereka, membuka peluang bagi tim lain di Ubisoft untuk menggunakan alat ini dalam game mereka.

Perkembangan ini sejalan dengan tren industri gaming yang semakin mengadopsi AI, mirip dengan bagaimana inovasi hardware gaming terus berevolusi. Teknologi semacam ini tidak hanya mengubah cara kita bermain, tetapi juga bagaimana game dikembangkan dan dialami.

Pertanyaannya sekarang: Apakah ini akhir dari NPC kaku yang hanya mengulangi dialog yang sama? Mungkin belum. Tapi dengan prototipe seperti Teammates, masa depan gaming terasa lebih hidup dan responsif daripada sebelumnya. Saat karakter dalam game benar-benar memahami apa yang Anda katakan – dan lihat – pengalaman gaming akan berubah selamanya.

Nothing OS 4.0 Resmi Rilis, Bawa Android 16 ke Phone 3

0

Telset.id – Kabar gembira untuk Anda pemilik Nothing Phone 3! Perusahaan yang dikenal dengan desain transparannya itu akhirnya merilis Nothing OS 4.0 dengan Android 16. Namun, bagaimana dengan pengguna model lain? Tampaknya Anda harus bersabar sedikit lebih lama.

Update terbaru ini bukan sekadar pembaruan biasa. Nothing OS 4.0 menghadirkan pengalaman yang lebih halus dan responsif, dengan janji “respon lebih cepat, visual lebih bersih, dan interaksi lebih mulus” dari perusahaan. Transisi aplikasi, bilah notifikasi, dan gestur telah didesain ulang untuk merespons “dengan taktilitas dan kedalaman yang lebih tajam.”

Perubahan ini terasa seperti angin segar dalam dunia smartphone yang semakin padat. Nothing tidak hanya mengikuti tren, tetapi menciptakan identitas visual yang konsisten dengan filosofi minimalis mereka.

A marketing grid, showcasing Nothing OS 4.0's new features.

Revolusi Visual dan Interaksi

Nothing melakukan pembaruan menyeluruh pada elemen antarmuka. Ikon-ikon bawaan pertama mereka didesain ulang dengan gaya yang lebih bersih dan minimalis. “Layar beranda terasa seimbang, modern, dan nyaman digunakan,” klaim perusahaan. Ikon bilah status juga disempurnakan, mengambil inspirasi dari gaya Android 16.

Bagi Anda yang sering berganti-ganti tampilan, tersedia jam layar kunci baru untuk dipilih. Dan yang paling menarik bagi night owl: mode “extra dark” yang dirancang khusus untuk membaca di malam hari, melengkapi mode gelap standar yang sudah ada.

Pembaruan ini datang di saat yang tepat, mengingat kompetitor seperti Motorola juga menunjukkan kecepatan update Android 16 yang mengesankan. Persaingan ketat dalam hal pembaruan software memang semakin memanas akhir-akhir ini.

Content image for article: Nothing OS 4.0 Resmi Rilis, Bawa Android 16 ke Phone 3

Glyph Interface Makir Cerdas

Fitur Glyph Interface yang menjadi ciri khas Nothing mendapatkan peningkatan signifikan. Glyph Progress kini terintegrasi dengan Live Updates Android 16. “Perjalanan, pengiriman, dan timer sekarang tersinkronisasi di layar dan Glyph Interface,” jelas perusahaan.

Bayangkan: saat menunggu pesanan makanan atau transportasi online, Anda tidak perlu terus-menerus mengecek layar. Glyph Interface akan memberikan visualisasi progres yang elegan melalui lampu LED di bagian belakang ponsel. Fitur ini menunjukkan bagaimana hardware dan software bisa berkolaborasi menciptakan pengalaman pengguna yang unik.

Integrasi semacam ini mengingatkan kita pada inovasi yang dilakukan merek lain seperti Asus dengan ROG Phone series mereka yang juga mulai menguji Android 16. Meski dengan pendekatan berbeda, semuanya bertujuan meningkatkan pengalaman pengguna.

Jadwal Rollout yang Bertahap

Nothing OS 4.0 sudah mulai dirilis untuk Nothing Phone 3. Untuk sebagian besar perangkat lain, update akan tersedia “dalam beberapa minggu mendatang.” Perangkat dari merek CMF—yang baru saja dipisahkan—akan menerima update ini pada akhir 2025.

Sayangnya bagi pemilik Phone 3a Lite, Anda harus menunggu hingga “awal tahun depan” untuk merasakan pembaruan ini. Penantian ini mungkin terasa lama, tapi setidaknya perusahaan memberikan timeline yang jelas—tidak seperti beberapa brand yang sering kali memberikan janji ambigu.

Fenomena update bertahap ini sebenarnya juga dialami oleh Motorola yang meluncurkan Android 16 di India dengan Edge 60 series sebagai pionir. Tampaknya strategi bertahap menjadi pilihan banyak manufacturer untuk memastikan kualitas update.

Dengan rilis Nothing OS 4.0 ini, Nothing kembali membuktikan komitmen mereka terhadap pengalaman pengguna yang premium. Meski jadwal update berbeda-beda tergantung model, setidaknya ada kepastian bahwa semua perangkat akan mendapatkan pembaruan ini. Bagi Anda yang penasaran dengan detail lengkap semua perubahan, bisa membaca halaman rilis resmi dari Nothing.

PS Plus Desember 2025: 5 Game Gratis Termasuk Lego Horizon Adventures

0

Telset.id – Apa kabar koleksi game Anda? Jika merasa bosan dengan pilihan yang ada, bersiaplah untuk disuguhkan kejutan menarik dari PlayStation. Sony baru saja mengumumkan batch terakhir PlayStation Plus Monthly Games untuk tahun 2025, dan kali ini mereka benar-benar memberikan hadiah spesial. Alih-alih tiga game seperti biasa, Anda akan mendapatkan lima game sekaligus untuk ditambahkan ke library. Semua game ini bisa diakses mulai 2 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026, asalkan subscription PS Plus Anda tetap aktif.

Ini bukan sekadar penambahan jumlah biasa. Keputusan Sony memberikan lima game sekaligus di akhir tahun menandakan strategi baru mereka dalam mempertahankan basis pelanggan. Dengan persaingan layanan cloud gaming yang semakin ketat, langkah ini bisa menjadi penanda perubahan kebijakan jangka panjang. Bagi gamer, tentu ini kabar gembira yang patut disambut dengan antusiasme tinggi.

Gambar koleksi game PS Plus Desember 2025 termasuk Lego Horizon Adventures dan Neon White

Headliner yang paling mencuri perhatian adalah Lego Horizon Adventures untuk PS5. Game ini menghadirkan interpretasi yang lebih ramah keluarga terhadap seri Horizon yang biasanya penuh dengan elemen survival dan cerita kompleks. Guerrilla Games bekerja sama dengan Studio Gobo berhasil mengemas ulang peristiwa Horizon Zero Dawn dengan sentuhan Lego yang menyenangkan. Yang menarik, ini merupakan game kooperatif pertama dalam franchise Horizon, sekaligus mengisyaratkan rencana pengembangan MMO di masa depan.

Bagi penggemar seri Horizon, Lego Horizon Adventures menawarkan pengalaman segar tanpa kehilangan esensi cerita utama. Visual blocky khas Lego justru memberikan daya tarik tersendiri, sementara mekanisme kooperatif memungkinkan Anda bermain bersama teman atau keluarga. Jika Anda mencari HP gaming dengan budget terbatas untuk mengikuti berita game terbaru, pastikan perangkat Anda mendukung untuk mengakses informasi terkini.

Selanjutnya ada Neon White yang tersedia untuk PS4 dan PS5. Game ini menggabungkan genre precision platformer dan first-person shooter dengan elemen dating sim yang unik. Setiap level dirancang sebagai balapan menuju exit, tetapi dengan tantangan tambahan: Anda harus mengalahkan semua demon di stage tersebut terlebih dahulu. Kombinasi mekanik yang cepat dan narasi karakter yang mendalam membuat Neon White layak untuk dicoba, terutama bagi yang menyukai gameplay dengan tempo tinggi.

Desember 2025 juga menghadirkan dua game horor kooperatif first-person yang pasti akan membuat jantung berdebar. Killing Floor 3 (PS5) menawarkan pengalaman horor aksi yang intens, sementara The Outlast Trials (PS4 dan PS5) lebih fokus pada psychological survival horror. Dua game ini memberikan pilihan berbeda bagi penggemar genre horor: apakah Anda lebih suka menghadapi teror dengan senjata lengkap, atau bertahan hidup dengan strategi dan stealth?

Game kelima dalam lineup kali ini adalah Synduality Echo of Ada (PS5), extraction shooter yang mungkin bisa memuaskan keinginan Anda akan pengalaman serupa Arc Raiders. Jika Anda ragu untuk membeli game tertentu saat ini, Synduality Echo of Ada hadir sebagai alternatif yang menarik tanpa perlu mengeluarkan biaya tambahan. Extraction shooter sendiri semakin populer dalam beberapa tahun terakhir, dan kehadiran Synduality di PS Plus bisa menjadi pintu masuk yang tepat untuk mengenal genre ini.

Perlu diingat, Anda masih memiliki waktu hingga 1 Desember 2025 untuk mengklaim PS Plus Monthly Games bulan November yang terdiri dari EA Sports WRC 24, Totally Accurate Battle Simulator, dan Stray. Jadi, pastikan Anda tidak melewatkan kesempatan ini sebelum beralih ke lineup Desember yang lebih menggoda.

Kebijakan Sony mengenai PS4 games juga patut diperhatikan. Awal tahun ini, mereka mengumumkan rencana untuk menghentikan PS4 games sebagai “key benefit” pada PS Plus Monthly Games dan Game Catalog mulai Januari 2026. Meskipun PS4 games mungkin masih ditambahkan sesekali, fokus utama ke depan akan beralih ke game PS5 (dan mungkin beberapa PS VR2). Kabar baiknya, semua PS4 Monthly Games yang sudah Anda klaim tetap bisa di-download selama subscription PS Plus masih aktif.

Bagi Anda yang menggunakan HP Infinix murah terbaru untuk mengikuti perkembangan gaming, perubahan kebijakan ini perlu menjadi pertimbangan. Meskipun akses ke game yang sudah diklaim tetap aman, tren ke depan jelas mengarah pada eksklusivitas platform generasi terbaru.

Lima game gratis PS Plus Desember 2025 ini menghadirkan variasi genre yang lengkap: dari petualangan keluarga, platformer cepat, horor kooperatif, hingga extraction shooter. Dengan nilai total yang signifikan, ini merupakan penawaran yang sulit ditolak bagi siapa pun yang memiliki subscription PS Plus. Apakah Anda sudah menyiapkan storage yang cukup? Atau justru lebih tertarik untuk mempelajari trik fotografi malam hari sambil menunggu tanggal rilis?

Yang pasti, akhir tahun 2025 akan menjadi momen spesial bagi komunitas PlayStation. Dengan lima game sekaligus, hari-hari libur akhir tahun akan diisi dengan pengalaman gaming yang beragam dan menghibur. Tinggal tunggu hingga 2 Desember untuk mulai mengunduh dan menikmati semua game ini. Selamat gaming!

Harga RAM DDR5 Melonjak Drastis, Lebih Mahal dari PlayStation 5

0

Telset.id – Jika Anda berencana meningkatkan PC gaming dengan RAM DDR5 berkapasitas besar, siap-siap terkejut. Harga memori komputer telah melonjak begitu cepat dalam beberapa bulan terakhir, membuat kit RAM top-tier kini bisa lebih mahal dari konsol PlayStation 5 baru. Situasi ini begitu memprihatinkan hingga CEO Epic Games Tim Sweeney secara publik membunyikan alarm, menyebut tren ini sebagai “masalah nyata untuk gaming high-end dalam beberapa tahun mendatang.”

Mari kita lihat angka-angka konkretnya. Pada pertengahan Oktober, kit Crucial Pro DDR5-6000 64GB masih bisa dibeli dengan harga sekitar $260. Namun menjelang Black Friday? Harganya melonjak menjadi sekitar $498. Ini bukan soal stok terbatas atau penawaran khusus – itu benar-benar harga baru yang harus diterima konsumen. Kit G.Skill Trident Z5 Neo RGB 64GB DDR5-6000 bahkan mengalami kenaikan lebih dramatis: sempat menyentuh titik terendah $220 pada 20 September, dan sekarang Newegg mencantumkannya seharga $599 – itu pun setelah diskon $40.

Perbandingan harga RAM DDR5 sebelum dan sesudah kenaikan drastis

Apa yang sebenarnya terjadi di balik lonjakan harga yang begitu ekstrem ini? Jawabannya terletak pada industri kecerdasan buatan yang sedang booming. Supplier memori seperti Samsung dan SK hynix telah mengalihkan kapasitas manufaktur paling canggih mereka ke pesanan data center AI – pelanggan yang dengan senang hati membayar jauh lebih mahal daripada yang pernah dibayar gamer. Ini meninggalkan konsumen biasa berjuang memperebutkan kapasitas yang tersisa, mendorong harga semakin tinggi minggu demi minggu.

Dalam cuitannya tanggal 24 November 2025, Tim Sweeney dengan tegas menyatakan: “Kenaikan harga RAM akan menjadi masalah nyata untuk gaming high-end selama beberapa tahun. Pabrik-pabrik mengalihkan kapasitas DRAM terdepan untuk memenuhi kebutuhan AI di mana data center menawar jauh lebih tinggi daripada pembuat perangkat konsumen.” Pernyataan ini bukan sekadar spekulasi, melainkan analisis mendalam dari salah satu pemain terbesar di industri gaming.

Yang lebih mengkhawatirkan, tekanan harga tidak hanya terjadi pada RAM. Penyimpanan komputer adalah berikutnya yang akan merasakan dampaknya. SSD berkapasitas tinggi, HDD, bahkan kartu microSD mulai menunjukkan harga dasar yang lebih tinggi dengan penawaran diskon yang semakin langka, karena pabrik chip yang sama berusaha memenuhi permintaan data center.

Beberapa analis mungkin berargumen bahwa gelembung AI suatu saat akan pecah dan memperbaiki situasi. Namun Sweeney tidak terdengar seperti orang yang mengandalkan hal itu terjadi dalam waktu dekat. Peringatannya berfokus pada beberapa tahun ke depan – periode panjang di mana PC gaming high-end mungkin menjadi jauh lebih mahal, semata-mata karena produksi chip memori beralih dari perangkat keras konsumen ke HBM yang menggerakkan pelatihan dan inferensi AI.

Grafik kenaikan harga RAM DDR5 dari waktu ke waktu

Implikasi dari fenomena ini sangat luas bagi industri teknologi. Para gamer yang berencana membangun atau meng-upgrade rig gaming mereka harus mempertimbangkan kembali anggaran mereka. Smartphone gaming terbaru pun mungkin akan terkena dampaknya, meskipun dengan intensitas yang berbeda. Bahkan produk seperti Redmi K90 yang baru diluncurkan sebagai flagship killer bisa menghadapi tekanan harga komponen yang sama.

Lalu apa solusinya bagi konsumen? Sayangnya, pilihannya terbatas. Anda bisa menunda upgrade hingga harga normal kembali – meskipun menurut Sweeney, ini mungkin butuh waktu tahunan. Alternatifnya, beralih ke produk dengan spesifikasi lebih rendah atau mempertimbangkan perangkat seperti HP POCO terbaru yang menawarkan nilai lebih baik untuk performa gaming mobile.

Realitas pahit yang harus dihadapi para enthusiast PC gaming saat ini sederhana: jika Anda berencana membeli kit RAM besar untuk mengamankan rig masa depan, Anda pada dasarnya membayar harga PlayStation 5 hanya untuk sepasang stick memori. Sebuah pengorbanan yang, bagi banyak orang, mungkin terlalu berat untuk dibenarkan.

PP Tunas Wujudkan Ruang Digital Aman untuk Anak Indonesia

0

Telset.id – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) secara resmi menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak atau yang dikenal sebagai PP Tunas. Regulasi ini menjadi bentuk komitmen konkret pemerintah dalam menciptakan ruang digital yang aman dan nyaman bagi anak-anak Indonesia.

Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika (Wamenkominfo) Nezar Patria menegaskan bahwa PP Tunas merupakan langkah strategis untuk memitigasi berbagai risiko dan tantangan yang dihadapi anak-anak saat berinteraksi dengan dunia digital. “Kekerasan berbasis gender online, penyalahgunaan teknologi seperti deepfake, pemalsuan informasi, dan serangan siber juga banyak menyasar kelompok perempuan dan anak,” jelas Nezar dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu (12/3/2025).

Menurut Nezar, perlindungan terhadap kelompok rentan seperti anak-anak menjadi prioritas utama pemerintah dalam membangun ekosistem digital yang inklusif. Kemkominfo berkomitmen penuh untuk mewujudkan ruang digital yang aman dan nyaman bagi semua kalangan, dengan PP Tunas sebagai instrumen regulasi yang mengikat.

Perlindungan Menyeluruh bagi Anak di Ruang Digital

PP Tunas memberikan perlindungan komprehensif terhadap anak di ruang digital sekaligus meningkatkan tanggung jawab Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE). Regulasi ini mewajibkan platform digital untuk memastikan konten dalam platformnya sesuai dengan usia pengguna, termasuk implementasi sistem klasifikasi konten yang ketat.

Nezar menekankan bahwa perlindungan anak di dunia digital tidak bisa hanya mengandalkan upaya pemerintah semata. Dukungan dari berbagai pakar dan stakeholders sangat diperlukan untuk memastikan implementasi PP Tunas berjalan optimal. Kolaborasi multipihak ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan digital yang lebih sehat bagi generasi muda.

Selain mengingatkan tanggung jawab perlindungan anak melalui PP Tunas, Nezar juga meminta PSE yang belum memiliki tanda daftar agar segera memenuhi kewajibannya dengan mendaftarkan diri sesuai ketentuan yang berlaku. “Baru-baru ini kami meminta 25 PSE untuk memenuhi kewajibannya sesuai dengan ketentuan undang-undang di negara kita untuk mendaftarkan diri,” tegasnya.

Dampak Positif Platform Digital bagi Perempuan dan Anak

Meski mengakui adanya berbagai tantangan di ruang digital, Nezar juga mengapresiasi dampak positif yang diberikan platform digital dalam meningkatkan ekonomi perempuan dan kemampuan anak-anak. Platform media sosial dan e-commerce dinilai telah mentransformasi UMKM yang sebagian besar dikelola oleh perempuan untuk mengembangkan usahanya melalui internet.

Tidak hanya untuk orang dewasa, anak-anak pun turut memanfaatkan internet sebagai tempat belajar hal-hal baru untuk dijadikan modal keahlian saat memasuki dunia kerja. Nezar mencontohkan kesuksesan para konten kreator di media sosial telah memotivasi anak-anak masa kini untuk memiliki cita-cita yang sama.

“Semakin banyak anak Indonesia yang aktif berkarya sebagai konten kreator di berbagai platform. Bahkan kalau kita tanya cita-citanya apa? Menjadi konten kreator, menjadi YouTuber,” ujar Nezar. Fenomena ini menunjukkan potensi besar anak Indonesia dalam memanfaatkan ruang digital secara positif.

Upaya pemerintah dalam menciptakan ruang digital yang aman juga didukung oleh program percepatan konektivitas digital untuk pendidikan. Langkah ini sejalan dengan komitmen pemerintah dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing di era digital.

Implementasi PP Tunas juga akan berjalan sinergis dengan sistem pengawasan konten ilegal lainnya yang telah diterapkan Kemkominfo. Integrasi berbagai sistem pengawasan ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem digital yang lebih aman dan bertanggung jawab.

Dengan diterbitkannya PP Tunas, pemerintah menunjukkan komitmen kuat dalam melindungi anak Indonesia dari berbagai potensi risiko di dunia digital sekaligus memastikan mereka dapat memanfaatkan teknologi digital untuk pengembangan diri dan masa depan yang lebih baik.

Santa Ragione Terancam Tutup Akibat Larangan Steam untuk Game Horses

0

Telset.id – Bayangkan Anda adalah seorang developer indie yang telah menghabiskan dua tahun dan ratusan ribu dolar untuk sebuah proyek passion. Lalu, tiba-tiba, gerbang utama penjualan—platform yang menguasai pasar—dibanting tertutup untuk selamanya. Inilah realitas pahit yang sedang dihadapi Santa Ragione, studio di balik game horor kontroversial Horses, yang kini terancam gulung tikur setelah Valve secara permanen melarang game mereka dijual di Steam.

Bagi banyak developer PC, Steam adalah napas kehidupan. Platform ini bukan sekadar toko; ia adalah pusat komunitas, visibilitas, dan—yang paling krusial—pendapatan. Keputusan Valve untuk memblokir Horses bukan hanya soal penolakan konten, tetapi sebuah pukulan finansial yang berpotensi mematikan. Santa Ragione mengungkapkan bahwa mereka telah menginvestasikan sekitar $100.000 (setara dengan lebih dari 1,5 miliar rupiah) ke dalam pengembangan game ini. Dana sebesar itu untuk studio independen bukanlah angka main-main. Ini adalah taruhan besar, dan dengan pintu Steam tertutup, peluang untuk balik modal menjadi sangat tipis.

Lantas, apa yang salah dengan Horses? Game first-person horror ini bercerita tentang seorang mahasiswa yang bekerja di sebuah peternakan selama musim panas. Twist-nya? “Kuda-kuda” di peternakan itu sebenarnya adalah manusia dewasa telanjang yang mengenakan topeng kuda. Konsepnya surealis, gelap, dan jelas ditujukan untuk audiens dewasa. Santa Ragione, dalam FAQ mereka, dengan tegas menyatakan komitmen mereka terhadap “cerita dewasa yang menantang” dan menolak apa yang mereka sebut sebagai “sensor moralisasi” yang mengingatkan pada masa lalu yang suram.

Namun, Valve memiliki pandangan berbeda. Menurut email yang dibagikan oleh developer, alasan penolakan adalah terkait “konten yang, menurut penilaian kami, menggambarkan aktivitas seksual yang melibatkan anak di bawah umur.” Klaim ini langsung dibantah habis-habisan oleh Santa Ragione. Mereka menegaskan bahwa semua karakter dalam game berusia jelas di atas 20 tahun. Studio ini memiliki teori tentang pemicu larangan tersebut: sebuah adegan di hari keenam dimana seorang ayah dan putri kecilnya mengunjungi peternakan. Dalam adegan itu, si anak ingin menunggangi salah satu “kuda” (manusia dengan topeng kuda), yang kemudian mengarah pada sebuah sequence interaktif dimana pemain memimpin seorang wanita dewasa telanjang—dengan si anak di atas pundaknya—menggunakan tali kekang.

Santa Ragione bersikeras bahwa adegan itu “sama sekali tidak bernuansa seksual,” tetapi mereka menduga “juxtaposisi” atau penempatan elemen-elemen visualnyalah yang memicu bendera merah bagi tim review Valve. Mereka bahkan telah mengubah karakter dalam adegan tersebut menjadi seorang wanita berusia dua puluhan untuk menghindari ambiguitas dan—yang lebih penting—karena alasan naratif yang lebih kuat. Sayangnya, upaya klarifikasi dan perubahan ini sia-sia. Valve tidak hanya menolak game tersebut, tetapi juga menyatakan tidak akan menerima submisi Horses lagi di masa depan, “bahkan dengan modifikasi.” Keputusan final ini, yang diambil setelah dua tahun banding dan permohonan ulang review dari Santa Ragione, pada dasarnya adalah vonis mati untuk distribusi game ini di platform terbesar di dunia.

Dampak domino dari larangan Steam ini jauh lebih dalam dari yang dibayangkan. Santa Ragione mengaku bahwa penolakan Valve membuat mereka “sangat sulit” menemukan publisher atau partner eksternal. Siapa yang mau berinvestasi pada sebuah game yang sudah dicap tidak layak untuk toko utama? Rencana untuk memasukkan Horses dalam sebuah bundle pun kandas. Akibatnya, studio terpaksa mengandalkan dana dari teman-teman untuk menyelesaikan proyek tersebut. Ini adalah situasi yang sangat rapuh. Pietro Righi Riva, co-founder Santa Ragione, dengan nada pesimis menyatakan kepada GamesIndustry.biz, “Semua uang yang kami hasilkan akan diberikan kepada penulis dan orang-orang yang menawarkan uang untuk menyelesaikan proyek. Jadi, kemungkinan besar tidak akan ada uang tersisa untuk membuat

Tren Gadget dan Consumer Electronics 2026: Analisis Pakar dan Daftar Pemenang Versi Selular Media Network

0

Telset.id – Apa yang akan terjadi pada pasar gadget dan consumer electronics Indonesia di tahun 2026? Apakah kita akan menyaksikan pertumbuhan pesat atau justru menghadapi tantangan stagnasi? Jawabannya ternyata tidak hitam putih, melainkan sebuah mosaik kompleks yang diungkap oleh para pakar dalam acara bertajuk “Digital Economy & Telco Outlook 2026” yang digelar Selular Media Network.

Acara yang berlangsung pada Rabu (26/11/2025) ini tidak hanya memproyeksikan masa depan, tetapi juga memberikan penghargaan kepada produk-produk terbaik tahun 2025 melalui Selular Editor’s Choice. Uday Rayana, CEO & Editor in Chief Selular Media Network, menegaskan bahwa acara ini dirancang untuk memberikan perspektif komprehensif tentang masa depan ekonomi digital Indonesia. Dalam pengantar acara, dia menyampaikan optimisme yang berhati-hati: prospek ekonomi digital pada 2026 menunjukkan pertumbuhan berkelanjutan meskipun menghadapi tantangan perlambatan ekonomi global dan ketidakpastian kebijakan.

Pertumbuhan ini, menurut Rayana, terutama akan didorong oleh perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI), jaringan 5G, dan adopsi komputasi awan yang semakin masif di berbagai sektor industri. Namun, di balik optimisme teknologi ini tersimpan tantangan struktural yang perlu diatasi. Bagaimana sebenarnya peta persaingan gadget dan consumer electronics akan berubah? Mari kita telusuri lebih dalam.

Pertumbuhan Pasar Gadget: Antara Optimisme dan Realitas

Bramantiyoko Sasmito, Director Tech and Durables Commercial Lead dari NielsenIQ Indonesia, memberikan analisis data yang menarik. “Pertumbuhan pasar gadget di Indonesia mengalami peningkatan di kuartal kedua dan ketiga di tahun 2025 ini,” ujarnya dalam diskusi yang dimoderatori Uday Rayana. Berpatokan pada dua kuartal tersebut, Bramantiyoko menyatakan optimisme bahwa di tahun 2026 nanti masih akan terjadi peningkatan pertumbuhan.

Namun, optimisme ini datang dengan catatan penting. “Dari survei kami, brand harus menyediakan produk yang diinginkan konsumen, misalnya durability, kualitas yang bagus hingga membangun kepercayaan konsumen terhadap brand,” tegas Bramantiyoko. Pernyataan ini mengisyaratkan pergeseran preferensi konsumen dari sekadar spesifikasi mentah menuju nilai tambah yang lebih substantif. Konsumen Indonesia semakin cerdas dan selektif—mereka tidak lagi mudah tergiur oleh angka-angka teknis semata, tetapi lebih memperhatikan daya tahan produk dan reputasi merek.

Fenomena ini sejalan dengan perkembangan teknologi ponsel lipat yang semakin matang. Konsumen mulai menghargai inovasi yang memberikan pengalaman berbeda, bukan sekadar peningkatan spesifikasi incremental.

E-commerce dan Fintech: Improvisasi sebagai Kunci Survival

Di tengah maraknya fenomena e-commerce yang muncul kemudian tutup di Indonesia, Arnold Sebastian Egg, Founder dan CEO Toco, tetap meyakini bahwa sektor ini akan terus bertumbuh di tahun 2026. “Saya masih meyakini e-commerce masih tetap bertumbuh di Indonesia untuk tahun 2026, meski banyak yang sudah tutup saat ini,” ujar pria yang juga merupakan pendiri Toko Bagus ini.

Rahasia bertahan di tengah persaingan yang ketat? Improvisasi. “Toco sendiri baru berusia 12 bulan, tetapi kunci untuk terus bertumbuh yakni terus berimprovisasi dan kami tidak ada biaya administrasi yang membantu UMKM juga untuk bertumbuh,” jelas Arnold. Pendekatan tanpa biaya administrasi ini menjadi nilai jual yang signifikan bagi pelaku UMKM yang sering terbebani oleh biaya operasional platform.

Pandangan serupa diungkapkan oleh Kelik Fidwiyanto, Channel Partnership Senior Specialist DANA. Dia menekankan bahwa improvisasi harus terus dilakukan termasuk untuk sektor finansial digital (fintech). “Di DANA juga sudah menerapkan teknologi AI untuk berbagai keperluan pelanggan hingga mengantisipasi penipuan scam. Kami juga sudah mengembangkan QRIS Tap bisa pengguna pakai,” jelasnya.

Penerapan AI dalam fintech bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan untuk meningkatkan keamanan dan kemudahan bertransaksi. Inovasi seperti QRIS Tap menunjukkan bagaimana teknologi dapat menyederhanakan proses yang sebelumnya rumit menjadi lebih user-friendly.

Tantangan Ekonomi: Investasi dan Kepastian Hukum

Di balik optimisme teknologi, Teuku Riefky, Pengamat Ekonomi dan Peneliti LPEM UI, memberikan catatan kritis. Riefky menyebut bahwa pertumbuhan ekonomi di Indonesia masih akan stagnan di tahun 2026. “Perlu banyak investasi jika ingin membuka sebanyak-banyaknya lapangan pekerjaan, dan untuk membuka investasi maka perlu kepastian hukum, sehingga pemerintah harus memperhatikan hal tersebut di tahun 2026,” ungkapnya.

Analisis Riefky ini menjadi pengingat bahwa kemajuan teknologi harus diimbangi dengan fondasi ekonomi yang sehat. Tanpa lapangan pekerjaan yang memadai dan iklim investasi yang kondusif, pertumbuhan sektor gadget dan consumer electronics bisa terhambat oleh daya beli masyarakat yang stagnan. Pernyataan Riefky juga menggarisbawahi pentingnya sinergi antara kemajuan teknologi dan kebijakan pemerintah dalam menciptakan ekosistem yang mendukung.

Lalu, bagaimana dengan produk-produk yang sudah terbukti unggul di tahun 2025? Selular Editor’s Choice 2025 memberikan kita gambaran tentang standar kualitas yang diharapkan akan terus berlanjut di tahun 2026.

Raja Gadget Indonesia: Para Pemenang Selular Editor’s Choice 2025

Dalam kategori smartphone, REDMI 15C berhasil menyabet gelar Most Valuable Smartphone, sementara iQOO Z10 Lite dinobatkan sebagai Best Value Performance Smartphone. Untuk performa tertinggi, POCO F7 Ultra meraih Best Performance Smartphone, dan Tecno CAMON 40 Pro 5G menjadi pemenang Best AI Smartphone for Camera.

Yang menarik, Samsung Galaxy A56 5G dinobatkan sebagai Best All-Rounder Smartphone, menunjukkan bahwa strategi Samsung dalam segmen mid-range masih efektif. Sementara itu, Xiaomi service center meraih Best Service Center, dan OPPO mendapatkan Best Experience Store—penghargaan yang menggarisbawahi pentingnya layanan purna jual dalam membangun loyalitas merek.

Di kategori laptop, Asus Vivobook S14 OLED (S3407QA) menjadi Best Laptop for AI, sementara Axioo Zetta meraih Best Laptop For Professional. Untuk gaming, ROG Strix G16 (2025) dinobatkan sebagai Best Gaming Laptop, menunjukkan dominasi Asus di segmen ini.

Kategori operator menghadirkan kejutan dengan by.U meraih Best Digital-First Experience, Tri sebagai Best Affordable Data Packages, dan MyRepublic Value 30 untuk Best Fixed Broadband Packages. Sementara di kategori AIoT, Eufy Robovac Omni E25 menjadi Best Smart Vacuum Cleaner, dan Hisense 116 inch UX ULED RGB-MiniLED TV dinobatkan sebagai Most Innovative TV.

Daftar pemenang ini tidak hanya sekadar penghargaan, tetapi juga cerminan dari tren yang akan terus berlanjut di tahun 2026: fokus pada AI, pengalaman pengguna yang unggul, dan nilai tambah yang nyata bagi konsumen. Produk-produk pemenang ini telah menetapkan standar yang kemungkinan besar akan diikuti oleh produk-produk baru di tahun mendatang.

Jadi, apa yang bisa kita harapkan dari tahun 2026? Sebuah lanskap yang didorong oleh inovasi AI dan 5G, tetapi juga diwarnai oleh kebutuhan akan produk yang tahan lama dan layanan yang memuaskan. Konsumen akan semakin cerdas dalam memilih, dan merek-merek yang mampu berimprovisasi serta membangun kepercayaan yang akan bertahan. Tantangan ekonomi mungkin ada, tetapi peluang untuk tumbuh bersama teknologi tetap terbuka lebar bagi yang mampu beradaptasi.

Samsung Akhirnya Perbaiki Bug Wallpaper Dinamis One UI 8

0

Telset.id – Apakah wallpaper dinamis di ponsel Samsung Anda tiba-tiba berhenti bergerak? Jangan buru-buru menyalahkan perangkat atau berpikir ada yang tidak beres dengan gadget kesayangan. Rupanya, Anda tidak sendirian mengalami masalah ini. Banyak pengguna Galaxy lainnya melaporkan fenomena serupa – dan kabar baiknya, Samsung akhirnya merilis perbaikan khusus untuk mengatasi bug wallpaper dinamis One UI 8 yang cukup mengganggu ini.

Wallpaper dinamis seharusnya menjadi salah satu peningkatan visual yang menyenangkan dalam One UI 8. Fitur ini dirancang untuk memberikan pergeseran warna yang halus seiring waktu, membuat layar beranda dan kunci ponsel terasa lebih hidup dan dinamis. Namun, setelah pembaruan menyebar ke lebih banyak perangkat, laporan mulai bermunculan bahwa warna-warna tersebut membeku total. Beberapa perangkat bahkan kehilangan animasi sepenuhnya dan kembali ke gradien pelangi statis – jauh dari efek yang diinginkan oleh Samsung.

Contoh wallpaper dinamis One UI 8 dengan pergeseran warna yang halus

Masalah ini bukan hanya sekadar gangguan visual biasa. Bagi pengguna yang menghargai detail antarmuka, hilangnya animasi halus tersebut terasa seperti kemunduran dalam pengalaman menggunakan perangkat. Bagaimana tidak? Fitur yang seharusnya memberikan sentuhan personalisasi justru berubah menjadi elemen statis yang membosankan.

Samsung akhirnya mengakui adanya masalah dan berjanji akan merilis patch perbaikan. Yang menarik, perbaikan ini tidak datang melalui pembaruan sistem penuh, melainkan melalui aplikasi Wallpaper and Style milik Samsung – aplikasi yang sebenarnya menangani wallpaper hidup dan fitur kustomisasi lainnya di balik layar. Pendekatan ini menunjukkan bagaimana Samsung semakin matang dalam menangani masalah perangkat lunak dengan solusi yang lebih terfokus dan efisien.

Proses Perbaikan yang Cerdas dan Efisien

Menurut postingan di forum Komunitas Samsung, pembaruan ini secara khusus menangani bug yang menyebabkan animasi macet. Yang patut diapresiasi adalah cara Samsung menangani distribusi perbaikan ini. Rollout dimulai di Korea melalui Galaxy Store – biasanya ini menjadi pertanda bahwa wilayah lain tidak akan lama menyusul. Strategi bertahap seperti ini memungkinkan Samsung untuk memantau efektivitas perbaikan sebelum menyebarkannya secara global.

Bagi Anda yang tidak ingin menunggu, ada cara manual untuk memeriksa ketersediaan pembaruan. Cukup buka Galaxy Store → ketuk tombol menu di pojok kiri atas → Updates. Jika “Wallpaper and Style” tercantum dalam daftar, segera lakukan pembaruan, dan wallpaper seharusnya kembali bergerak seperti semula. Proses ini sederhana, namun dampaknya signifikan bagi pengalaman visual sehari-hari.

Perbaikan bug wallpaper dinamis ini datang di saat yang tepat, mengingat Samsung terus berupaya menyempurnakan One UI 8 sebelum peluncuran perangkat flagship berikutnya. Seperti yang kita ketahui, Samsung Galaxy S25 Ultra siap hadir dengan One UI 8 yang lebih stabil, sehingga setiap perbaikan kecil seperti ini turut berkontribusi dalam menciptakan fondasi yang kokoh untuk generasi perangkat berikutnya.

Lebih Dari Sekadar Perbaikan Bug Biasa

Meskipun terlihat seperti perbaikan kecil, solusi untuk bug wallpaper dinamis ini sebenarnya mencerminkan pendekatan Samsung yang semakin dewasa dalam menangani masalah perangkat lunak. Daripada menunggu pembaruan sistem besar-besaran, perusahaan memilih rute yang lebih cepat dan terfokus melalui aplikasi khusus. Ini adalah strategi yang cerdas, terutama mengingat betapa pentingnya pengalaman visual bagi pengguna smartphone modern.

Bagi penggemar setia Samsung yang menghargai setiap detail antarmuka, kembalinya animasi halus pada wallpaper dinamis tentu menjadi kabar yang menggembirakan. Fitur ini mungkin terlihat sepele, namun kontribusinya terhadap pengalaman penggunaan sehari-hari tidak bisa dianggap remeh. Seperti halnya ketika Samsung memperbaiki bug bulan ungu di Galaxy S25 Ultra dengan One UI 8 Beta 5, setiap perbaikan kecil membawa kita selangkah lebih dekat ke pengalaman pengguna yang sempurna.

Yang menarik, masalah wallpaper dinamis ini mengingatkan kita pada pentingnya testing yang komprehensif sebelum peluncuran update besar. Meskipun One UI 8 membawa banyak peningkatan, tetap saja ada bug-bug kecil yang lolos dari pengawasan. Namun, yang lebih penting adalah bagaimana respons cepat Samsung dalam menangani masalah-masalah tersebut.

Dalam ekosistem teknologi yang semakin kompetitif, kemampuan untuk merespons cepat keluhan pengguna menjadi nilai tambah yang signifikan. Ketika pengguna melaporkan masalah dengan wallpaper dinamis, Samsung tidak hanya mengakui masalah tersebut tetapi juga segera bekerja pada solusinya. Ini adalah sikap yang patut diapresiasi, terutama di era di mana banyak perusahaan cenderung lambat dalam menangani bug software.

Perbaikan bug wallpaper dinamis One UI 8 ini juga mengingatkan kita bahwa masalah software bisa terjadi pada siapa saja, bahkan pada raksasa teknologi seperti Samsung. Yang membedakan adalah bagaimana perusahaan tersebut menanganinya. Sebagai perbandingan, ketika pengguna mengalami garis hijau di layar Android, solusinya seringkali lebih kompleks dan membutuhkan intervensi hardware.

Dengan terselesaikannya masalah wallpaper dinamis ini, One UI 8 semakin mendekati apa yang dijanjikan Samsung sejak awal – antarmuka yang tidak hanya fungsional tetapi juga menyenangkan secara visual. Bagi Anda yang telah menantikan kembalinya wallpaper dinamis yang hidup, saatnya untuk memeriksa Galaxy Store dan mengembalikan keceriaan warna pada layar ponsel Anda.

Meskipun dunia teknologi seringkali terfokus pada inovasi besar-besaran, terkadang justru perbaikan kecil seperti inilah yang paling berarti bagi pengalaman pengguna sehari-hari. Setelah semua, bukankah detail-detail kecil yang membuat perbedaan antara produk yang baik dan produk yang luar biasa?

WhatsApp Luncurkan Fitur Status Pendek Mirip Instagram Notes

0

Telset.id – WhatsApp resmi meluncurkan fitur pembaruan unggahan status singkat yang fungsinya sangat mirip dengan Instagram Notes. Fitur baru ini memungkinkan pengguna membagikan teks pendek yang dapat dilihat oleh kontak mereka, sekaligus berpotensi menjadi pemantik percakapan baru.

Dilansir dari Tech Crunch pada Senin, WhatsApp menjelaskan bahwa fitur bernama “About” ini sebenarnya merupakan fitur pertama aplikasi tersebut. Sebelum fokus menjadi aplikasi pesan instan yang aman dan privat, WhatsApp pernah menyediakan ruang bagi pengguna untuk berbagi unggahan status pendek seperti ini.

Dengan peluncuran ulang tersebut, WhatsApp membuat status “About” lebih mudah terlihat oleh pengguna lain. Kini, status itu akan tampil di bagian atas jendela obrolan privat serta halaman profil pengguna. Pengguna juga bisa mengetuk status About seseorang untuk langsung membalasnya, menciptakan interaksi yang lebih dinamis.

Fitur Unggahan Status yang Fleksibel

Status About di WhatsApp memiliki karakteristik yang mirip dengan Instagram Notes, dimana konten akan hilang secara otomatis dalam 24 jam. Namun, pengguna diberikan fleksibilitas untuk menyesuaikan durasinya sesuai kebutuhan, apakah ingin lebih cepat hilang atau bertahan lebih lama dari waktu standar.

WhatsApp juga menyediakan pengaturan privasi yang komprehensif untuk fitur ini. Pengguna dapat memilih apakah status About mereka hanya dilihat oleh kontak tertentu atau dibuat lebih publik. Fitur ini sangat berguna bagi pengguna yang ingin berbagi kabar terbaru tanpa harus mengunggah status gambar atau video.

Fitur baru ini dapat dimanfaatkan pengguna untuk berbagai keperluan, mulai dari menuliskan apa yang sedang dilakukan, berbagi kabar terbaru, hingga memberikan penjelasan mengapa mereka tidak bisa membalas pesan secara langsung. WhatsApp menyebut, fitur ini juga dapat berfungsi sebagai ice breaker untuk memulai percakapan baru.

Perbandingan dengan Instagram Notes

Meski memiliki konsep yang serupa, fitur About di WhatsApp belum selengkap Instagram Notes. Saat ini, Instagram Notes sudah mendukung video pendek berulang serta penambahan audio musik, sementara WhatsApp masih terbatas pada teks saja.

Namun, WhatsApp membuka peluang untuk peningkatan fitur di masa mendatang jika respons pengguna terhadap fitur ini positif. Perusahaan berencana untuk terus mengembangkan fitur ini berdasarkan umpan balik dari komunitas pengguna WhatsApp di seluruh dunia.

Pengembangan fitur About ini sejalan dengan upaya WhatsApp untuk terus berinovasi dalam menghadirkan pengalaman berkomunikasi yang lebih baik. Sebelumnya, WhatsApp juga telah menghadirkan berbagai pembaruan signifikan seperti kemampuan menggunakan aplikasi di 4 perangkat sekaligus dan peningkatan keamanan yang lebih ketat.

Kehadiran fitur About ini menunjukkan komitmen WhatsApp dalam menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan pengguna modern. Dengan integrasi yang mulus ke dalam antarmuka yang sudah familiar, pengguna dapat dengan mudah beradaptasi dengan fitur baru ini tanpa perlu belajar cara penggunaan yang rumit.

Fitur ini juga menjadi bukti bahwa WhatsApp terus berusaha menyeimbangkan antara inovasi dan kemudahan penggunaan, sambil tetap mempertahankan fokus utama pada keamanan dan privasi pengguna. Seperti yang terlihat dalam pengembangan fitur AI sebelumnya, WhatsApp selalu menempatkan perlindungan data pengguna sebagai prioritas utama.

Peluncuran fitur About ini diharapkan dapat memperkaya pengalaman komunikasi pengguna WhatsApp, sekaligus memberikan alternatif baru dalam berbagi informasi sehari-hari tanpa harus mengganggu privasi atau menghabiskan banyak waktu untuk membuat konten yang rumit.

Pakar Dukung PP Tunas Lindungi Anak dari Dampak Negatif Digital

0

Telset.id – Pakar komunikasi Dr. Azwar dari UPNVJ menyambut positif terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) Tunas oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) sebagai langkah preventif melindungi anak Indonesia dari dampak negatif media digital, termasuk media sosial dan game online.

Azwar menegaskan bahwa penetapan regulasi ini merupakan usaha penting pemerintah dalam menjalankan tanggung jawab moral media untuk melindungi publik, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak. “Langkah preventif melindungi anak-anak dengan menerbitkan aturan regulasi saya rasa ini sangat penting untuk menjaga anak-anak Indonesia dari dampak negatif media digital seperti media sosial dan game online,” ujarnya kepada ANTARA, Rabu (26/11/2025).

Implementasi PP Tunas membutuhkan kolaborasi multipihak agar tidak sekadar menjadi aturan di atas kertas. Menurut Azwar, sinergi antara orang tua, industri media, lembaga pendidikan, dan lingkungan masyarakat menjadi kunci keberhasilan penerapan regulasi perlindungan anak di ruang digital ini.

Kolaborasi Multipihak untuk Implementasi Efektif

Azwar menjelaskan bahwa pemerintah pusat telah mengambil langkah tepat dengan menyusun PP Tunas, sementara pemerintah daerah perlu menyiapkan aturan turunan untuk memastikan implementasi yang menyeluruh. “Pemerintah pusat sudah tepat dengan membuat regulasi ini, tinggal nanti pemerintah daerah membuat aturan turunannya,” jelasnya.

Partisipasi aktif dari berbagai pemangku kepentingan juga dinilai crucial. Lembaga pendidikan diharapkan memperkuat pendidikan critical thinking bagi peserta didik, sementara organisasi masyarakat dan industri media perlu bersama-sama melaksanakan program literasi digital. Pendekatan komprehensif ini sejalan dengan upaya Kemkominfo yang menempatkan PP Tunas sebagai bagian dari literasi digital penggunaan media sosial oleh anak.

Literasi Digital sebagai Budaya Baru

Azwar menekankan pentingnya menempatkan literasi digital sebagai budaya yang kuat dalam masyarakat. Menurutnya, ruang digital memiliki pengaruh signifikan terhadap tumbuh kembang anak, sehingga perlu diimbangi dengan pemahaman digital yang memadai. “Melindungi anak dari dampak negatif digital juga perlu menempatkan literasi digital sebagai budaya yang kuat,” tegasnya.

Pembentukan budaya literasi digital ini tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi memerlukan peran aktif masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang mendukung. Regulasi pembatasan media sosial dan dampak buruk game online dapat dipandang sebagai upaya negara mengatur ekologi media yang memengaruhi cara berpikir, berperilaku, dan bersosialisasi anak.

Upaya penguatan literasi digital ini selaras dengan program pemerintah dalam mempercepat konektivitas digital untuk pendidikan, yang menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem digital yang sehat bagi generasi muda.

PP Tunas juga diharapkan dapat memberikan pemahaman lebih komprehensif dalam menangkal persoalan misinformasi sekaligus memberikan hukuman bagi pelaku disinformasi. Regulasi ini menjadi bagian dari upaya sistematis dalam membangun lingkungan digital yang aman dan bertanggung jawab.

Peran pendidik juga menjadi faktor krusial dalam implementasi perlindungan anak di dunia digital. Seperti diungkapkan dalam artikel terkait, guru memegang peran penting dalam mencegah dampak negatif game online pada anak, yang sejalan dengan semangat PP Tunas dalam menciptakan lingkungan digital yang protektif.

Dengan pendekatan holistik yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan, PP Tunas diharapkan dapat menjadi landasan kuat dalam melindungi anak Indonesia dari berbagai risiko dan dampak negatif perkembangan teknologi digital, sekaligus memastikan pemanfaatan ruang digital yang optimal untuk tumbuh kembang generasi muda.

Telkomsel Pulihkan Jaringan Telekomunikasi Terdampak Banjir Sumut

0

Telset.id – Telkomsel berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk mempercepat pemulihan jaringan telekomunikasi yang terganggu akibat tanah longsor dan banjir bandang di Kabupaten Tapanuli Tengah dan Kota Sibolga, Sumatera Utara. Gangguan layanan terjadi karena beberapa titik jaringan transport terdampak bencana alam dan pemadaman listrik berskala luas.

General Manager Region Network Operations & Productivity Sumbagut Telkomsel Nurdianto menjelaskan, pihaknya terus berkoordinasi dengan berbagai stakeholder dan berupaya melakukan percepatan pemulihan jaringan. “Kami terus berkoordinasi dengan berbagai pihak dan berupaya melakukan percepatan pemulihan jaringan agar pelanggan dapat kembali menikmati layanan komunikasi dengan lancar,” kata Nurdianto dalam keterangan resmi yang diterima Telset.id.

Telkomsel menyampaikan keprihatinan mendalam atas bencana alam yang melanda wilayah tersebut dan meminta maaf kepada pelanggan atas penurunan kualitas jaringan telekomunikasi. “Telkomsel turut prihatin atas terjadinya bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Tapanuli Tengah dan Sibolga. Kami menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas terjadinya penurunan kualitas jaringan telekomunikasi di wilayah tersebut,” ujar Nurdianto.

Dampak Cuaca Ekstrem dan Siklon Tropis

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengonfirmasi bahwa cuaca hujan ekstrem yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara pada 24-25 November 2025 dipicu oleh pengaruh badai tropis atau Siklon Tropis KOTO dan Bibit Siklon 95B yang terbentuk di sekitar perairan Indonesia. Kejadian ini mengingatkan pada pentingnya kesiapan infrastruktur telekomunikasi dalam menghadapi bencana alam.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menjelaskan bahwa empat kabupaten di Sumatera Utara, yakni Sibolga, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Selatan, mengalami dampak cuaca ekstrem secara beruntun. Bencana ini mengakibatkan delapan warga meninggal dunia, ratusan lainnya luka-luka, serta kerusakan infrastruktur yang masif.

Menurut analisis BMKG, Siklon Tropis KOTO dan Bibit Siklon 95B meningkatkan pertumbuhan awan konvektif serta memicu hujan lebat dan angin kencang di wilayah Sumatera bagian utara. Kondisi ini berujung pada bencana banjir dan tanah longsor yang berdampak signifikan terhadap berbagai sektor, termasuk infrastruktur telekomunikasi.

Upaya Pemulihan dan Koordinasi Multipikah

Telkomsel mengoptimalkan seluruh sumber daya yang dimiliki untuk memulihkan layanan telekomunikasi di wilayah terdampak. Tim teknis telah dikerahkan ke lokasi untuk melakukan perbaikan infrastruktur dan mengembalikan konektivitas secepat mungkin. Upaya pemulihan ini sejalan dengan komitmen perusahaan dalam menjaga kualitas layanan bagi pelanggan.

Pemulihan jaringan telekomunikasi pasca bencana menjadi tantangan tersendiri bagi operator seluler. Seperti yang terjadi di berbagai daerah lain, termasuk saat XL Pastikan Jaringan Aman Pasca Bencana Banjir Luwu Utara, koordinasi yang solid antara operator, pemerintah, dan pihak terkait lainnya menjadi kunci keberhasilan pemulihan layanan.

BNPB mencatat bahwa siklon tropis dan bibit siklon yang terjadi memperkuat intensitas hujan melalui pola belokan angin dan penarikan massa udara basah ke pusat siklon. Fenomena cuaca ekstrem ini memberikan pelajaran berharga tentang pentingnya membangun infrastruktur telekomunikasi yang lebih tangguh dan tahan bencana.

Pengalaman serupa dalam penanganan gangguan jaringan telekomunikasi pasca bencana juga tercatat di berbagai wilayah Indonesia. Seperti yang diungkapkan dalam laporan Kominfo: Jaringan Telekomunikasi di NTT Tidak Terdampak Gempa, koordinasi yang baik antara regulator dan operator dapat meminimalisir dampak gangguan layanan.

Pemantauan terus-menerus terhadap kondisi jaringan menjadi bagian penting dari strategi pemulihan. Pendekatan serupa pernah diterapkan saat Dampak Jakarta Banjir, Kominfo Pantau Jaringan Telekomunikasi, di mana pemantauan real-time membantu dalam mengambil keputusan teknis yang tepat.

Upaya pemulihan jaringan telekomunikasi di Sumatera Utara ini diharapkan dapat memberikan pembelajaran bagi semua pihak dalam menghadapi tantangan serupa di masa depan. Dengan infrastruktur yang semakin tangguh dan sistem respons yang lebih terkoordinasi, diharapkan gangguan layanan telekomunikasi pasca bencana dapat diminimalisir.

OpenAI dan Jony Ive Siap Rilis Gadget AI Pengganti Smartphone

0

Telset.id – OpenAI, perusahaan pengembang ChatGPT, telah menyelesaikan prototipe pertama perangkat keras berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dikembangkan bersama mantan Kepala Desain Apple, Jony Ive. Perangkat ini diklaim akan menawarkan pengalaman berbeda dari smartphone konvensional dan diproyeksikan rilis dalam dua tahun ke depan.

CEO OpenAI Sam Altman mengungkapkan perkembangan terbaru proyek kolaborasinya dengan Ive dalam sebuah video yang dipublikasikan Emerson Collective. “Akhirnya, kami punya prototipe pertama. Saya takjub betapa hebat dan serunya karya ini,” ujar Altman seperti dikutip dari CNBC, Selasa (25/11/2025).

Meski belum mengungkap bentuk fisik perangkat tersebut, Altman memberikan gambaran konseptual tentang gadget AI yang sedang dikembangkan. Ia menggambarkan smartphone modern saat ini terasa “penuh” dan “sesak”, mirip suasana berjalan di Times Square. Sebaliknya, perangkat AI buatannya ingin menawarkan pengalaman lebih tenang dan damai, seperti “duduk di kabin indah di tepi danau dan pegunungan” yang minim gangguan.

Fungsi Revolusioner Gadget AI

Altman mengklaim perangkat AI terbarunya mampu melakukan berbagai fungsi canggih untuk pengguna. Mulai dari menyaring informasi, memahami kapan informasi penting harus disampaikan, hingga mengetahui semua yang pernah dipikirkan, dibaca, dan diucapkan oleh penggunanya. Kemampuan ini menandakan pendekatan baru dalam interaksi manusia dengan teknologi, berbeda dengan konsep ponsel lipat flip yang masih mengandalkan bentuk fisik konvensional.

Kolaborasi antara Altman dan Ive ini semakin kuat setelah OpenAI mengakuisisi perusahaan rintisan milik Ive, yaitu io, senilai 6,4 miliar dolar AS pada Mei 2025 lalu. Akuisisi dalam bentuk ekuitas ini memberikan Ive tanggung jawab penuh untuk memimpin rancangan desain perangkat AI tersebut.

Proses Pengembangan yang Tidak Terprediksi

Jony Ive, yang dikenal dengan desain ikonik berbagai produk Apple termasuk iPhone, mengakui bahwa sebagian besar proses pengembangan perangkat keras baru ini tidak dapat diprediksi. “Terutama di perusahaan besar yang menghargai prediktabilitas, para pemimpin merasa sangat tidak nyaman dengan ambiguitas,” kata Ive tentang tantangan dalam mengembangkan teknologi revolusioner.

Meski terlibat langsung dalam proyek ini, Ive sama seperti Altman tetap merahasiakan wujud maupun fungsi teknis detail perangkat tersebut. Namun, ia memproyeksikan perangkat keras AI hasil kolaborasinya dengan Altman kemungkinan akan diperkenalkan dalam waktu dua tahun mendatang, atau bahkan lebih cepat.

Kehadiran gadget AI dari OpenAI dan Jony Ive ini diprediksi akan mengubah lanskap perangkat mobile yang selama ini didominasi smartphone konvensional. Inovasi ini juga sejalan dengan perkembangan teknologi chip masa depan yang sedang dikembangkan berbagai lembaga penelitian, termasuk temuan terbaru dari UCLA tentang chip yang mampu membuat perangkat lebih cepat dan hemat energi.

Industri teknologi kini menantikan bagaimana kolaborasi antara ahli AI dan desainer legendaris ini akan merevolusi cara kita berinteraksi dengan perangkat digital sehari-hari, sekaligus menawarkan alternatif segar di tengah pasar smartphone yang semakin jenuh dengan inovasi desain dan fitur.