Kominfo dan Operator Pulihkan Jaringan Telekomunikasi di Majene

Telset.id,Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dan operator seluler mulai memulihkan jaringan telekomunikasi di Majene pasca bencana gempa yang terjadi. Keduanya berusaha menjaga agar layanan tetap beroperasi dengan baik.

Dilansir Telset dari laman resmi Kominfo pada Sabtu (16/01/2021), Johnny menjelaskan bahwa terdapat  122 unit Base Transceiver Station (BTS) yang terdampak gempa bumi dan kini tengah diupayakan bisa pulih memberikan layanan kepada masyarakat.

“Operator telekomunikasi yang berada di sana seperti Telkomsel dan Hutchison 3 sudah mulai berfungsi kembali,” ujar Johnny.

Menteri Johnny menyatakan, saat ini Kementerian Kominfo bersama operator seluler tengah melakukan pengecekan gangguan yang terdapat pada 122 BTS yang terdampak gempa Majene dari total sebanyak 651 BTS yang ada.

Menurutnya, setelah diketahui penyebab tidak berfungsinya BTS, maka akan segera ditindaklanjuti sesuai dengan tingkat kerusakan yang terjadi.

{Baca juga: Gempa Majene dan Mamuju, Telkomsel Pastikan Layanan Tetap Stabil}

“Sejauh ini sebanyak 122 BTS yang tidak berfungsi. Mudah-mudahan power supply saja, tapi kalau ada kerusakan struktural bangunan atau jaringan memerlukan waktu sedikit lebih lama,” jelasnya.

Lebih lanjut Johnny mengatakan bahwa operator telekomunikasi juga berupaya memulihkan layanan dengan menyediakan genset untuk mengalirkan listrik. Hingga siang hari, dilaporkan BPBD Majene, listrik masih padam dan sinyal layanan telekomunikasi mengalami gangguan.

“Jika BTS tersebut hanya mengalami masalah gangguan aliran listrik, maka pihaknya telah menyediakan genset untuk mengalirkan listrik ke sana. Sehingga, jaringan telekomunikasi bisa kembali seperti sediakala,” ungkapnya.

Kementerian Kominfo bersama operator telekomunikasi berkomitmen memberikan pelayanan telekomunikasi berkualitas kepada wilayah terdampak gempa bumi di Majene.

“Mengingat jaringan telekomunikasi faktor vital yang diperlukan dalam penanganan tanggap darurat, pasca gempa yang terjadi. Kita akan melakukan back up telekomunikasi di Majene,” tandas Menteri Johnny.

Selain itu, Menteri Kominfo menyatakan telah mengirimkan Very-Small-Aperture Terminal (VSAT) ke wilayah terdampak gempa bumi untuk mendukung layanan telekomunikasi yang dibutuhkan dalam masa tanggap darurat.

“Untuk mengoptimalkan jaringan telekomunikasi khusus, bagi layanan medis dan layanan tanggap darurat lainnya,” tutur Johnny.

Menurut Johnny, layanan telekomunikasi tanggap darurat memiliki peranan penting dalam penanganan gempa bumi di Majene.

Oleh karena itu, Kementerian Kominfo lebih mementingkan dukungan jaringan telekomunikasi khusus yang bisa memudahkan tim tanggap darurat di lapangan.

Menkominfo Johnny G. Plate (Foto : Kominfo)

“Tujuannya, penanganan gempa yang dilakukan oleh pemangku kepentingan dapat dilakukan dengan waktu yang relatif lebih cepat. Karena, jaringan ini langsung tersambung dengan satelit yang dimiliki oleh Kominfo,” kata Johnny.

“Mengatasi kebutuhan mendesak Kominfo mengirimkan VSAT untuk digunakan oleh layanan medis dan tanggap darurat,” sambungnya.

{Baca juga: Gempa 6,2 SR Landa Majene dan Mamuju, Warganet Ramai Kirim Doa}

Akibat gempabumi yang memutus aliran listrik, BTS layanan telekomunikasi seluler di Majene, Mamuju Tengah, dan Polewali Mandar dilaporkan tidak bisa berfungsi.

Kominfo dan Operator Pulihkan BTS Terdampak 

Sementara itu, Direktur Jenderal Penyelenggaran Pos dan Informatika Kementerian Kominfo, Ahmad M Ramli menegaskan komitmen bersama operator seluler untuk memberikan pelayanan telekomunikasi berkualitas di wilayah terdampak gempa.

“Kementerian Kominfo melalui Ditjen PPI sudah meminta operator seluler berupaya keras dalam pemulihan sebagian BTS yang terdampak bencana gempa bumi,” ujarnya.

Dirjen Ramli menegaskan pihaknya memastikan memberikan pelayanan telekomunikasi di wilayah tersebut seperti sediakala dalam beberapa waktu ke depan.

“Kementerian Kominfo akan terus melakukan monitoring terhadap jaringan telekomunikasi dan meminta operator seluler untuk mengerahkan segala upaya untuk melakukan pemulihan terhadap site seluler yang masih down” sambungnya.

{Baca juga: Spesifikasi dan Harga HP Terbaru 2021}

Sebelumnya gempa 6,2 skala richter (SR) mengguncang Kabupaten Majene dan Mamuju, Sulawesi Barat, pada Jumat dini hari (15/1/2021) pukul 01.28 WIB atau pukul 02.28 WITA.

Berdasarkan data per 15 Januari 2021 pukul 20.00 WIB, Pusat Pengendali Operasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan jumlah korban meninggal dunia  42 orang dengan rincian 34 orang  di Mamuju dan 8 orang di Kabupaten Majane.

Semoga pemulihan jaringan telekomunikasi bisa cepat selesai sehingga jaringan telekomunikasi di Majene dan Mamuju bisa kembali normal. [NM/IF]

SourceBNPB

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest Articles

- Advertisement -