Beranda blog Halaman 76

ColorOS Update Desember 2025: Kameranya Bikin Foto Malam Jadi Film!

0

Pernahkah Anda merasa hasil foto malam hari dari smartphone terasa datar dan kurang berkarakter? Seolah-olah semua lampu kota dan kilauan cahaya direduksi menjadi sekadar titik terang tanpa jiwa? Jika iya, Anda bukan satu-satunya. Di era di mana setiap ponsel mengklaim memiliki “Night Mode” terbaik, justru yang sering hilang adalah sentuhan artistik dan emosi yang membuat sebuah foto bernyawa. Inilah celah yang coba diisi oleh pembaruan terbaru ColorOS, yang tidak sekadar meningkatkan performa, tetapi membawa filosofi baru dalam fotografi mobile.

Menjelang akhir 2025, Oppo melalui ColorOS kembali menunjukkan komitmennya untuk tidak hanya mengejar angka dalam spesifikasi kamera, tetapi juga mendalami seni di balik setiap jepretan. Update ini hadir bukan sebagai perbaikan bug biasa, melainkan sebagai paket penyegaran yang berfokus pada tiga pilar utama: ekspresi fotografi yang lebih cinematic, personalisasi antarmuka yang lebih fleksibel, dan peningkatan kenyamanan penggunaan sehari-hari. Ini adalah persiapan elegan untuk menyambut 2026, menegaskan bahwa pengalaman pengguna adalah segalanya.

Lantas, apa saja kejutan yang dibawa oleh update ColorOS terbaru ini? Mari kita selami lebih dalam transformasi yang ditawarkan, mulai dari revolusi dalam mode kamera ikonik hingga trik kecil yang membuat homescreen Anda jauh lebih efisien.

Revolusi Hasselblad XPAN: Lebar Bukan Hanya Soal Bidang, Tapi Cerita

Mode Hasselblad XPAN bukanlah hal baru bagi pengguna setia Oppo dan OnePlus. Namun, dalam update Desember 2025 ini, mode tersebut mengalami penyempurnaan yang signifikan. Bukan sekadar menangkap gambar panorama, XPAN yang diperbarui dirancang untuk menciptakan narasi visual. Dengan pengaturan depth dan balance yang lebih baik, setiap bidikan lebar berpotensi mengubah pemandangan alam atau suasana jalanan menjadi frame layaknya adegan film. Rasio aspek yang khas tidak lagi hanya tentang keunikan visual, tetapi tentang menuntun mata penonton melalui sebuah cerita dalam satu bingkai.

Yang menarik, ColorOS menambahkan sentuhan akhir yang personal dengan watermark frame eksklusif baru untuk mode XPAN. Watermark ini bukan sekadar stempel merek, melainkan elemen desain yang memberi kesan polished dan profesional pada hasil jepretan wide-format Anda. Ini adalah pengakuan bahwa fotografi di smartphone telah melampaui fungsi dokumentasi, menuju ranah kreasi yang layak dipamerkan. Bagi Anda yang penasaran perangkat mana saja yang sudah menikmati fitur-fitur canggih ColorOS, simak daftar HP Oppo yang menerima update ColorOS 13 sebagai pondasi untuk update-update menarik seperti ini.

Contoh hasil foto mode Hasselblad XPAN yang diperbarui pada ColorOS

Malam Hari Berubah Menjadi Adegan Sinematik dengan CineStill 800T

Inilah mungkin pembaruan paling menggugah selera bagi para fotografer urban dan pencinta estetika film. ColorOS memperkenalkan filter CineStill 800T, yang terinspirasi dari film fotografi legendaris dengan karakter warna yang sangat khas. Filter ini tidak hanya menambahkan tone; ia memanipulasi persepsi cahaya dengan cara yang menakjubkan. Lampu kota yang biasanya terlihat putih atau kuning, berubah menjadi semburat cyan dan magenta yang hangat, sementara kontras ditingkatkan untuk menciptakan mood yang dalam dan dramatis.

Ketika dipadukan dengan efek glow neon baru, filter CineStill 800T benar-benar menghidupkan malam. Portret yang diambil di bawah lampu jalan atau refleksi cahaya di genangan air hujan akan memiliki nuansa futuristik dan nostalgia sekaligus—sebuah kombinasi yang langka. Ini adalah jawaban atas kejenuhan terhadap night mode konvensional yang hanya berfokus pada membuat segalanya terang dan jelas. Terkadang, keindahan justru terletak pada bayangan dan warna yang tidak sempurna. Untuk memahami bagaimana Oppo terus menghadirkan inovasi di setiap pembaruan sistemnya, Anda bisa melihat contoh sebelumnya pada rilis update ColorOS 13 untuk Reno8 series.

Efek filter CineStill 800T pada fotografi malam hari di ColorOS

Personalisasi Ekstrem: Homescreen Anda, Aturan Anda

Filosofi “bebas berekspresi” dari update ini tidak berhenti di kamera. Bagian sistem, khususnya desktop atau homescreen, mendapat peningkatan fleksibilitas yang signifikan. Kini, Anda dapat dengan bebas mengubah ukuran ikon aplikasi yang di-klon (clone app) hanya dengan menyeretnya. Fitur ini mungkin terdengar sederhana, tetapi dampaknya besar untuk organisasi visual. Anda bisa menonjolkan aplikasi yang paling sering digunakan dengan ukuran lebih besar, atau menyembunyikan yang lain dengan ukuran minimalis.

Belum lagi kemampuan untuk membuat shortcut cepat untuk aksi spesifik dan menatanya dengan drag and drop. Bayangkan memiliki satu tombol di homescreen yang langsung membuka grup chat tertentu di WhatsApp, atau langsung merekam voice note. Langkah-langkah yang biasanya membutuhkan tiga atau empat ketukan, kini bisa diselesaikan dalam satu kali sentuh. Ditambah dengan fitur baru yang memungkinkan penumpukan widget berukuran 2×1, ruang di homescreen menjadi jauh lebih efisien dan rapi. Ini adalah evolusi logis dari upaya personalisasi yang telah dimulai sejak generasi ColorOS sebelumnya, seperti yang pernah diujicobakan pada update ColorOS 12 beta untuk Reno4 F dan Reno5 F.

Tampilan personalisasi homescreen dan widget pada update ColorOS terbaru

Stabilitas, Keamanan, dan Efisiensi yang Diperkuat

Di balik semua fitur menarik yang terlihat, ColorOS juga melakukan pekerjaan rumah yang vital. Update ini membawa peningkatan stabilitas sistem secara keseluruhan, memastikan pengalaman yang lebih mulus dan bebas lag. Aspek privasi dan keamanan juga ditingkatkan, memberikan perlindungan yang lebih robust terhadap data pengguna di tengah landscape digital yang semakin kompleks.

Salah satu fitur utilitas yang patut disorot adalah integrasi alat pembersih penyimpanan (storage cleanup) ke dalam Smart Sidebar. Kini, Anda tidak perlu lagi membuka aplikasi Pengaturan atau File Manager yang berlapis-lapis untuk membebaskan ruang. Cukup geser Smart Sidebar, dan akses instan ke alat pembersih ada di ujung jari Anda. Ini adalah contoh sempurna bagaimana sebuah pembaruan perangkat lunak bisa menyederhanakan rutinitas digital tanpa mengorbankan fungsi.

Tampilan Smart Sidebar dengan fitur pembersih penyimpanan terintegrasi

Dengan paket update Desember 2025 ini, ColorOS tidak sekadar menambahkan fitur. Mereka sedang membentuk ulang ekspektasi pengguna terhadap apa yang bisa dilakukan oleh sebuah sistem operasi smartphone. Dari menghadirkan estetika film ke dalam genggaman tangan, hingga memberikan kendali penuh atas tata letak antarmuka, setiap peningkatan dirancang untuk memperkaya interaksi, bukan sekadar memenuhi checklist. Ini adalah sinyal kuat bahwa memasuki 2026, pertarungan tidak lagi hanya tentang chipset tercepat atau sensor kamera terbesar, tetapi tentang siapa yang paling paham mengolah teknologi menjadi pengalaman yang bernilai dan berkesan. Jadi, sudah siap menjadikan smartphone Anda lebih dari sekadar alat?

Cara Mengunduh Video YouTube ke Komputer Anda

0

Jika Anda sedang membuat halaman Instagram, TikTok, atau YouTube dan ingin memotong video dari podcast atau video motivasi tetapi tidak tahu cara mengunduh video YouTube ke komputer Anda, jangan khawatir. Pertanyaan Anda akan terjawab hari ini.

Secara default, YouTube tidak mengizinkan Anda mengunduh video ke komputer—mereka memang mengizinkan Anda mengunduh video di dalam aplikasinya, tetapi tidak pernah langsung ke komputer, dan mengapa mereka harus mengizinkannya? Jika mereka mulai mendukung pengunduhan video secara lokal ke komputer, mereka tidak dapat melacak penayangan, menampilkan iklan, dan berkembang karena hal itu akan menggerogoti seluruh bisnis mereka.

Dan bukan hanya itu, seseorang dapat menggunakan kembali video-video ini di platform pesaing dan mengambil keuntungan darinya tanpa persetujuan pembuatnya, yang akan berdampak negatif pada reputasi YouTube.

Namun, dengan menggunakan platform dan alat pihak ketiga, Anda sebenarnya dapat mengunduh video dengan kualitas dan bitrate tertinggi.

Dalam artikel ini saya akan menjawab secara tepat cara menyimpan video YouTube, beberapa aplikasi pengunduh YouTube terbaik yang ada, dan banyak lagi.

Perangkat Lunak Desktop untuk Mengunduh Video YouTube

Terdapat berbagai macam alat daring yang dapat Anda gunakan untuk mengunduh video YouTube ke PC atau Mac, seperti aplikasi, alat berbasis daring, dan bahkan baris perintah. Jika Anda mencari aplikasi yang andal untuk mengunduh video YouTube ke komputer Anda, berikut adalah pilihan terbaik kami.

EaseUS Video Downloader

EaseUS Video Downloader adalah aplikasi pengunduh video YouTube mandiri yang tersedia untuk Windows dan MacEaseUS Video Downloader adalah aplikasi pengunduh video YouTube mandiri yang tersedia untuk Windows dan Mac.

Dengan menggunakan platform ini, Anda dapat mengunduh video, daftar putar, dan bahkan saluran dalam format yang Anda inginkan.

Keunggulan utama dari alat ini adalah tidak hanya terbatas pada pengunduhan video dari YouTube, tetapi juga Instagram, TikTok, Facebook, dan beberapa platform lainnya.

Dan tidak seperti alat lain yang tampaknya mengalami penurunan kualitas saat kita mengunduh video, dengan EaseUS Video Downloader, video diunduh tanpa kehilangan kualitas sama sekali.

Berikut beberapa fitur penting lainnya yang perlu Anda perhatikan:

  • Unduhan 30x Lebih Cepat
  • Unduhan Massal
  • Pencarian Video Mudah
  • Konverter Video ke MP3
  • Dan masih banyak lagi

IDM

Internet Download Manager, juga dikenal sebagai IDM, adalah platform fantastis lainnya, tetapi tidak seperti EaseUS Video Downloader, platform ini hanya tersedia untuk Windows dan tidak untuk Mac.

Meskipun antarmuka penggunanya mungkin terasa agak ketinggalan zaman, namun fungsinya sangat sempurna. Aplikasi ini menggunakan algoritma eksklusif yang menerima data internet lebih cepat, sehingga meningkatkan kecepatan pengunduhan video.

Aplikasi ini juga memiliki penjadwal unduhan yang dapat digunakan untuk menjadwalkan unduhan selama waktu luang.

IDM sebenarnya adalah perangkat lunak berbayar; namun, mereka menawarkan uji coba gratis selama 30 hari.

JDownloader

JDownloader adalah platform sumber terbuka, yang berarti sepenuhnya gratis untuk digunakan di Windows, Mac, Linux, NAS, dan perangkat lainnyaJDownloader adalah platform sumber terbuka, yang berarti sepenuhnya gratis untuk digunakan di Windows, Mac, Linux, NAS, dan perangkat lainnya.

Aplikasi ini menawarkan semua fitur dasar untuk mengunduh file dari YouTube ke PC, seperti mengunduh beberapa file sekaligus, mengunduh dengan banyak koneksi, dan memiliki modul OCR yang canggih, serta menawarkan pengelola paket terintegrasi untuk modul tambahan (misalnya, antarmuka web, penutupan program).

Secara keseluruhan aplikasi ini bagus, tetapi jika Anda mengunduhnya dari sumber yang tidak dikenal, ada kemungkinan aplikasi tersebut terinfeksi virus. Oleh karena itu, selalu unduh dan instal aplikasi dari sumber aslinya.

Alat Online untuk Mengunduh Langsung dari URL

Unduh Video YouTube di Google Chrome

Berikut beberapa cara lain untuk mengunduh video YouTube:

 

Menggunakan Alat Pengembang

    1. Buka video YouTube yang ingin Anda unduh.
    2. Klik kanan pada halaman dan klik “Periksa.”

 

  1. Buka tab “Jaringan” dan saat video diputar, cari “pemutaran video”. Sebagai informasi, itu adalah file yang sedang di-streaming.
  2. Klik “pemutaran video” untuk melihat semuanya dan di bawah tab “Header”, temukan URL permintaan lengkapnya.
  3. Carilahrentang=bagian dalam URL permintaan. Bagian ini memberi tahu server untuk hanya memuat “bagian” tertentu dari media. Hapusrentang=parameter tersebut beserta karakter atau nilai apa pun yang mengikutinya dalam string tersebut. Setelah parameter tersebut dihapus, URL akan mengarah ke file lengkap tanpa gangguan, bukan hanya sebagian.
  4. Untuk menentukan tipe file, periksa parameter mime= di dalam URL. Parameter ini secara eksplisit memberi label pada konten. Jika string berisi video (misalnya, mime=video/mp4), Anda mengunduh komponen visual. Jika berisi audio (misalnya, mime=audio/webm), Anda mengunduh file suara.
  5. Untuk menyimpan file, cukup tempel URL yang telah Anda modifikasi ke tab browser baru dan tekan enter. Tindakan ini akan membuka pemutar media bawaan browser, tempat file akan mulai dimuat. Dari sana, temukan ikon unduh atau menu tiga titik di bilah kontrol pemutar untuk menyimpan file video atau audio lengkap langsung ke perangkat keras Anda.

 

Menggunakan Ekstensi Google Chrome

Terdapat beberapa ekstensi Google Chrome yang memungkinkan Anda menyimpan video YouTube ke PC. Anda dapat mengunduh salah satunya dan mencoba mengunduh file yang ingin Anda unduh.

Berikut beberapa di antaranya:

  • Pengunduh Video Mudah
  • Pengunduh Video VeeVee
  • Pembantu Pengunduhan Video

Pembantu Pengunduhan Video

Video DownloadHelper adalah ekstensi Google Chrome terpercaya yang tersedia untuk semua browser berbasis Chromium, seperti Google, Arc, Edge, dan sebagainya.

Cukup salin tautan dari YouTube dan tempelkan ke ekstensi ini, pilih resolusi yang Anda inginkan untuk mengunduh file, lalu klik “Unduh” untuk memulai pengunduhan.

Menyimpan Video dari YouTube dengan Baris Perintah

Jika Anda menginginkan kontrol penuh, keandalan yang lebih tinggi, dan unduhan yang lebih cepat, cara paling andal untuk menyimpan video YouTube ke komputer Anda adalah melalui alat baris perintah. Standar emas di sini adalah yt-dlp, sebuah fork modern dari youtube-dl yang memberikan kinerja yang jauh lebih baik, kompatibilitas yang lebih tinggi, dan pembaruan yang lebih konsisten.

Inilah yang diandalkan oleh pengguna tingkat lanjut, editor, pengembang, dan kreator ketika mereka menginginkan sesuatu yang tidak pernah gagal. Sekarang, berikut panduan langkah demi langkah untuk mengunduh video menggunakan baris perintah:

  1. Instal Python di komputer Anda dari situs web resmi Python.
  2. Instal yt-dlp dengan menjalankan perintah ini di terminal atau command prompt Anda: pip install yt-dlp
  3. Salin URL video YouTube yang ingin Anda unduh.
  4. Buka terminal atau command prompt di komputer Anda.
  5. Ketik perintah ini untuk mengunduh video: yt-dlp “TEMPELKAN LINK YOUTUBE ANDA DI SINI”
  6. Tekan Enter dan biarkan unduhan selesai.
  7. Temukan file yang telah Anda unduh di folder yang sama tempat Anda menjalankan perintah tersebut.
  8. Jika Anda hanya ingin mengunduh audio, gunakan perintah ini: yt-dlp -x –audio-format mp3 “TEMPELKAN LINK YOUTUBE ANDA DI SINI”
  9. Jika Anda menginginkan kualitas video terbaik, gunakan perintah ini: yt-dlp -f bestvideo+bestaudio “TEMPELKAN LINK YOUTUBE ANDA DI SINI”
  10. Jika Anda ingin memilih folder tempat file disimpan, jalankan perintah ini: yt-dlp -o “C:\YourFolderName%(title)s.%(ext)s” “TEMPELKAN LINK YOUTUBE ANDA DI SINI”

Mengunduh Video YouTube di Perangkat Seluler

Jika Anda ingin mengunduh video YouTube di ponsel Android Anda, maka aplikasi 1DM+ adalah jawabannya.yang merupakan salah satu pengunduh video YouTube terbaik untuk ponsel Android yang juga menawarkan pemblokir iklan dan pelacak, pengunduhan file torrent, dan kemampuan untuk mengunduh video media sosial lainnya seperti TikTok, Instagram, dan sebagainya.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Apa perbedaan antara pengunduh online dan perangkat lunak desktop?

Perangkat online cepat dan praktis tetapi terbatas. Perangkat lunak desktop lebih cepat, lebih andal, lebih dapat diandalkan, dan mendukung fitur-fitur berkualitas lebih tinggi dan canggih.

Bisakah saya mengunduh seluruh playlist atau saluran YouTube?

Ya. Banyak aplikasi mendukung pengunduhan daftar putar dan saluran. Aplikasi desktop umumnya menanganinya lebih baik daripada aplikasi online.

Format dan kualitas video apa saja yang biasanya tersedia saat mengunduh?

Anda biasanya dapat mengunduh MP4, WEBM, dan MP3 dalam kualitas mulai dari 144p hingga 4K atau bahkan 8K, tergantung pada alat yang digunakan dan video aslinya.

Infinix Note Edge Bocor: Chipset Baru MediaTek dan Baterai Monster 6500mAh

0

Pernahkah Anda membayangkan smartphone dengan daya tahan baterai yang bisa bertahan lebih dari sehari penuh bahkan dengan penggunaan berat, dibalut dalam desain yang premium? Bocoran terbaru sepertinya sedang merajut mimpi itu menjadi kenyataan. Di tengah persaingan ketat segmen mid-range, sebuah nama baru muncul dari rak Infinix, membawa janji spesifikasi yang tak biasa. Bukan sekadar upgrade inkremental, melainkan sebuah lompatan yang berpotensi menggeser peta persaingan.

Infinix, brand yang dikenal agresif di pasar smartphone entry-level dan mid-range, tampaknya sedang mempersiapkan senjata baru di luar jalur utama seri Note-nya. Setelah seri Note 50 dengan inovasi kontroversial seperti teknologi aroma, kini perhatian beralih ke varian yang lebih premium. Bocoran yang muncul bukan sekadar desas-desus, melainkan telah melalui jalur sertifikasi resmi, memberikan bobot lebih pada setiap spekulasi yang beredar.

Setelah terlihat di database SDPPI Indonesia awal bulan ini, sosok Infinix Note Edge kembali mencuat melalui seorang tipster terpercaya. Informasi yang dibongkar kali ini bukan hanya sekadar gambar, tetapi juga inti dari performa yang akan dibawa ponsel ini. Mari kita selami lebih dalam apa yang ditawarkan oleh calon penerjang pasar ini, dan apakah ia cukup kuat untuk membuat Anda menahan hasrat upgrade hingga 2026.

Desain dan Visual: Sentuhan Premium dengan Karakter Khas

Berdasarkan gambar yang dibocorkan oleh Paras Guglani di platform X, Infinix Note Edge menampilkan identitas visual yang berbeda. Ponsel ini hadir dengan pilihan warna hijau yang memberikan kesan segar namun elegan. Yang paling mencolok adalah profil bodinya yang disebut-sebut relatif slim, sebuah pencapaian yang menarik mengingat kapasitas baterai raksasa yang dikabarkan dibawanya. Bayangkan, menjejalkan baterai besar ke dalam bodi yang ramping adalah tantangan tersendiri, seperti yang juga diupayakan oleh Vivo V60 Lite 5G.

Bagian belakang ponsel dikuasai oleh modul kamera yang memanjang secara horizontal di bagian atas. Desain ini memberikan kesan stabil dan kokoh. Modul tersebut menampung dua lensa kamera, sebuah LED flash, dan sebuah komponen lain yang diduga sebagai filler light atau lampu tambahan untuk efek pencahayaan tertentu. Desain ini menunjukkan fokus pada fotografi, meski jumlah sensornya tidak banyak. Ini adalah pendekatan yang berbeda dibandingkan beberapa pesaing yang membanjiri pengguna dengan banyak lensa, seperti yang bisa Anda lihat pada rekomendasi HP Oppo kamera terbaik.

Dapur Pacu dan Software: Tenaga Baru MediaTek dan Janji Update Panjang

Ini adalah bagian yang paling menggoda dari bocoran tersebut. Infinix Note Edge diklaim akan ditenagai oleh chipset MediaTek Dimensity 7100 5G. Nama ini sendiri menarik karena belum diumumkan secara resmi oleh MediaTek. Bocoran menyebutkan bahwa chipset ini akan dibangun dengan proses manufaktur 6nm. Jika benar, ini akan menjadi prosesor mid-range yang efisien, dirancang untuk menyeimbangkan performa dan konsumsi daya—pasangan yang ideal untuk baterai berkapasitas besar.

Di sisi software, ponsel ini diprediksi akan langsung mengusung Android 16 sejak keluar dari kotaknya. Namun, yang lebih menjanjikan adalah komitmen update yang disebutkan. Infinix dikabarkan akan memberikan tiga tahun pembaruan platform Android (OS updates) dan lima tahun pembaruan keamanan (security patches). Komitmen jangka panjang seperti ini masih langka di segmen mid-range, dan bisa menjadi nilai jual utama yang mengikat loyalitas pengguna.

Layar dan Baterai: Kombinasi Memukau untuk Pengalaman Immersive

Bagian depan ponsel ini konon akan dihiasi oleh layar AMOLED 3D curved dengan resolusi 1.5K. Kombinasi panel AMOLED, resolusi tinggi, dan desain melengkung ini bertujuan menawarkan pengalaman visual yang imersif dan premium. Layar melengkung sering kali menjadi pembeda antara ponsel mid-range dan flagship, dan kehadirannya di Note Edge menunjukkan ambisi Infinix.

Namun, bintang utama dari segi ketahanan mungkin adalah baterainya. Infinix Note Edge disebutkan akan membawa baterai berkapasitas monumental, yaitu 6,500mAh. Angka ini berada di atas rata-rata pasar dan menjanjikan daya tahan yang sangat lama. Dengan chipset 6nm yang efisien, kombinasi ini berpotensi menghadirkan smartphone yang bisa bertahan dua hari penuh dengan penggunaan standar. Ini adalah jawaban bagi mereka yang lelah dengan ritual mengisi daya setiap malam. Tren baterai jumbo ini juga sedang diikuti oleh pemain lain, seperti Realme GT 7 Pro.

Peta Peluncuran dan Strategi Infinix

Menurut sang tipster, Infinix Note Edge saat ini dijadwalkan untuk debut pada Januari 2026. Waktu yang masih cukup lama ini memberikan ruang bagi Infinix untuk menyempurnakan produk dan strategi pemasarannya. Bocoran juga mengungkap bahwa Note Edge bukan satu-satunya yang sedang disiapkan. Ponsel ini terlihat di sertifikasi SDPPI bersama dua model lain: Infinix Note 60 dan Note 60 Pro.

Ini mengindikasikan kemungkinan peluncuran ketiganya secara bersamaan, menciptakan portfolio yang lengkap untuk segmen menengah. Infinix Note 60 Pro sendiri sudah muncul di Geekbench dengan chipset Snapdragon 7s Gen 4 dari Qualcomm dan RAM 8GB. Dengan hadirnya tiga varian sekaligus, Infinix mungkin ingin menguasai berbagai titik harga dalam segmen yang sama, sebuah strategi yang sering ditempuh untuk menjangkau lebih banyak konsumen, terutama dalam momen-momen promo seperti Lunar Smartphone Fest.

Kehadiran Infinix Note Edge, dengan spesifikasi yang dibocorkan, menunjukkan bahwa brand ini tidak hanya berfokus pada pasar entry-level. Mereka berani berinovasi dan menawarkan fitur premium, seperti update software jangka panjang dan baterai berkapasitas sangat besar, ke dalam segmen harga yang lebih terjangkau. Jika semua bocoran ini terbukti akurat, maka awal 2026 mungkin akan menjadi saat yang menarik bagi para pencari smartphone mid-range dengan nilai tambah yang kuat. Tunggu saja kabar resminya, karena jika ini nyata, daftar tunggu Anda untuk ponsel baru mungkin saja perlu diperpanjang hingga tahun depan.

Xiaomi 17 Ultra vs Samsung Galaxy S25 Ultra: Pilih Kreator atau Produktivitas?

0

Pernahkah Anda merasa bingung memilih smartphone flagship? Bukan sekadar soal spesifikasi yang mentok, melainkan karena setiap pilihan seolah membawa Anda ke jalan hidup yang berbeda. Di satu sisi, ada gadget yang menjanjikan kebebasan berekspresi layaknya studio portabel. Di sisi lain, ada perangkat yang menawarkan ketenangan dan keandalan bak asisten pribadi yang tak pernah salah langkah. Inilah dilema nyata yang dihadapi banyak calon pembeli premium Android hari ini.

Pertarungan antara Xiaomi 17 Ultra dan Samsung Galaxy S25 Ultra bukan lagi sekadar duel chipset atau megapiksel. Ini adalah benturan filosofi. Dua raksasa teknologi ini tidak hanya menjual perangkat, tetapi juga identitas dan cara pandang dalam memaknai sebuah smartphone. Satu dirancang untuk mereka yang melihat dunia melalui lensa kreatif, sementara yang lain dibangun untuk mereka yang menghargai konsistensi dan ekosistem yang mapan.

Lantas, mana yang lebih cocok untuk gaya hidup dan prioritas Anda? Mari kita telusuri lebih dalam, melampaui sekadar tabel perbandingan, untuk menemukan pilihan yang benar-benar selaras dengan kebutuhan harian Anda.

Desain dan Layar: Ekspresi Kreatif vs Refinemen Profesional

Dari genggaman pertama, kedua flagship ini langsung bercerita. Xiaomi 17 Ultra hadir dengan desain yang terasa “purpose-built” untuk para kreator. Sentuhan Leica, proteksi yang kokoh, dan kesan siap untuk petualangan outdoor memberinya karakter yang berbeda. Ponsel ini seolah berkata, “Ayo ciptakan sesuatu.” Desainnya tidak takut menonjolkan identitas fotografi sebagai inti dari eksistensinya.

Sebaliknya, Samsung Galaxy S25 Ultra memilih pendekatan yang lebih kalem dan terpolish. Tampilannya bersih, profesional, dan terasa sangat cocok di lingkungan bisnis atau bagi pengguna yang mengutamakan produktivitas. Ini adalah perangkat yang ingin menjadi bagian yang mulus dari rutinitas harian Anda, tanpa perlu banyak menarik perhatian.

Pada layar, perbedaan filosofi ini terus berlanjut. Panel AMOLED Xiaomi dengan HDR Vivid dan kecerahan puncak 3500 nits memang dirancang untuk menghadirkan pengalaman imersif. Menonton film, bermain game, atau mengedit visual terasa hidup dan penuh dramatisasi. Sementara itu, Dynamic AMOLED 2X Samsung dengan Gorilla Armor 2 menawarkan ketajaman yang lebih tinggi dan tone yang lebih seimbang. Kelebihannya terasa saat Anda membaca dokumen panjang, melakukan pekerjaan desain yang presisi, atau sekadar menatap layar berjam-jam. Lapisan anti-reflektifnya juga menjadi nilai tambah serius untuk penggunaan di bawah terik matahari.

Singkatnya, jika Anda mencari layar untuk hiburan dan karya visual yang mencolok, Xiaomi 17 Ultra adalah panggungnya. Namun, jika Anda membutuhkan kanvas yang tajam dan andal untuk bekerja dan konsumsi konten sehari-hari, kejelian Samsung Galaxy S25 Ultra sulit ditandingi.

Dapur Pacu dan Daya Tahan: Kekuatan Mentah vs Optimisasi Jangka Panjang

Secara teknis, kedua ponsel ini ditenagai oleh prosesor Snapdragon 8 Elite yang gahar. Namun, pendekatan tuning-nya yang membedakan. Xiaomi 17 Ultra, dengan varian Gen 5-nya, terasa dioptimalkan untuk beban kerja kreatif dan multitasking intensif. Rasanya seperti memiliki mesin yang siap dipacu untuk rendering video atau menjalankan beberapa aplikasi berat sekaligus.

Samsung Galaxy S25 Ultra, meski mungkin secara generasi chipset sedikit berbeda, fokusnya jelas pada stabilitas dan konsistensi jangka panjang. Performanya terasa lebih terkelola, dioptimalkan untuk memberikan pengalaman yang mulus dan minim gangguan dari waktu ke waktu. Ini pilihan bagi pengguna yang lebih menghargai keandalan daripada angka benchmark semata.

Perbedaan mencolok benar-benar terasa di sektor baterai dan pengisian daya. Xiaomi 17 Ultra datang dengan baterai raksasa 6800 mAh yang didukung pengisian cepat 90W baik kabel maupun nirkabel. Kombinasi ini adalah surga bagi power user yang sering melakukan shooting, editing, dan streaming sepanjang hari. Daya tahan ekstra dan waktu isi ulang yang singkat adalah kemewahan nyata.

Samsung memilih jalan yang lebih konservatif dengan baterai 5000 mAh dan kecepatan pengisian 45W (kabel) serta 15W (nirkabel). Prioritasnya adalah efisiensi dan kesehatan baterai dalam jangka panjang. Profil pengisian yang lebih terkontrol ini dirancang untuk menjaga kondisi baterai tetap prima setelah bertahun-tahun pemakaian. Jadi, pilihannya adalah antara stamina maksimal hari ini (Xiaomi) atau investasi kesehatan perangkat untuk esok hari (Samsung).

Sistem Kamera: Kanvas Seniman vs Alat Dokumentasi Andal

Inilah jantung dari perbedaan identitas kedua ponsel ini. Sistem kamera Xiaomi 17 Ultra dirancang dengan DNA Leica yang kuat, menawarkan “continuous optical zoom” pada lensa periskop 200 MP-nya (dari 3.2x hingga 4.3x). Fitur ini memberikan fleksibilitas kreatif yang luar biasa, memungkinkan transisi zoom yang mulus saat merekam video, menciptakan gaya sinematik yang ekspresif. Ini adalah sistem untuk mereka yang menikmati proses menciptakan gambar dengan karakter dan cerita.

Samsung Galaxy S25 Ultra menjawab dengan setup yang lebih konvensional namun sangat versatile: lensa wide 200 MP, tele 10 MP (3x), periskop 50 MP (5x), dan ultrawide 50 MP. Pendekatannya adalah konsistensi dan keandalan. Hasil foto tajam, performa zoom yang dapat diprediksi, dan pengalaman memotret yang mudah bagi siapa saja. Ini adalah kamera untuk mendokumentasikan perjalanan, momen sehari-hari, dan konten sosial dengan hasil yang selalu bagus tanpa repot.

Untuk kamera selfie, perbedaan filosofi juga tampak. Xiaomi melengkapinya dengan sensor 50 MP untuk detail setinggi mungkin, cocok untuk vlogger dan kreator konten. Samsung bertahan dengan 12 MP yang mengutamakan warna natural dan HDR yang seimbang, lebih ditujukan untuk selfie casual dan portrait yang langsung bisa dibagikan. Seperti halnya dalam perbandingan hasil kamera dengan flagship lainnya, pilihan seringkali kembali pada selera: detail maksimal atau keseimbangan yang instan.

Jadi, jika Anda adalah fotografer enthusiast yang ingin bereksperimen dan memiliki kontrol penuh, Xiaomi 17 Ultra adalah kanvas digital Anda. Jika Anda menginginkan kamera siap pakai yang hampir tidak pernah mengecewakan dalam berbagai kondisi, Galaxy S25 Ultra adalah teman yang lebih bisa diandalkan.

Software, Harga, dan Nilai Jangka Panjang

Di balik layar, HyperOS 3 (berbasis Android 16) pada Xiaomi menawarkan fitur-fitur yang mendukung kreativitas dan kustomisasi. Namun, Samsung masih menjadi raja dalam hal komitmen dukungan software dengan One UI 8 yang menjanjikan hingga 7 pembaruan mayor. Ini bukan hanya angka; ini adalah jaminan bahwa perangkat Anda akan tetap relevan dan aman untuk tahun-tahun mendatang, sebuah nilai yang sangat berharga bagi pengguna yang berencana menggunakan ponselnya dalam waktu lama.

Dari sisi harga, Xiaomi 17 Ultra hadir dengan penawaran yang agresif di sekitar $1000, memberikan nilai hardware yang sangat kuat untuk uang yang Anda keluarkan. Anda mendapatkan performa top, kamera Leica, dan baterai besar dengan harga yang lebih terjangkau. Samsung Galaxy S25 Ultra diprediksi berada di kisaran $1200. Selisih harga tersebut seolah membayar ekosistem yang mapan (dengan dukungan S-Pen dan DeX), reliabilitas merek, serta janji dukungan software jangka panjang yang sulit ditandingi.

Pada akhirnya, ini adalah pertanyaan tentang apa yang Anda nilai lebih: fitur dan kekuatan mentah terbaik hari ini, atau investasi pada ekosistem dan kedamaian pikiran untuk besok. Seperti yang juga terlihat dalam duel flagship untuk prioritas berbeda lainnya, tidak ada jawaban yang mutlak benar, hanya yang paling tepat untuk Anda.

Kesimpulannya, pilihan antara Xiaomi 17 Ultra dan Samsung Galaxy S25 Ultra jauh melampaui spesifikasi di atas kertas. Xiaomi 17 Ultra adalah manifestasi dari flagship yang berani, ditujukan untuk para kreator yang menginginkan alat ekspresi yang powerful, tahan banting, dan dilengkapi dengan teknologi pengisian daya super cepat. Ia adalah pilihan untuk mereka yang hidupnya penuh dengan proyek dan petualangan visual.

Samsung Galaxy S25 Ultra, di sisi lain, adalah epitome dari flagship yang terpolish dan terpercaya. Dengan dukungan S-Pen, fitur DeX untuk produktivitas desktop, dan janji update software yang panjang, ia dibangun untuk menjadi partner jangka panjang yang andal dalam pekerjaan dan kehidupan sehari-hari. Jika harus memilih satu pemenang yang paling aman untuk kebanyakan pengguna premium, Galaxy S25 Ultra-lah jawabannya. Ia menawarkan pengalaman yang lebih konsisten, perangkat lunak yang lebih halus, dan nilai tahan yang lebih kuat seiring berjalannya waktu. Xiaomi 17 Ultra memang luar biasa untuk segmen tertentu, tetapi keseimbangan dan kedewasaan Galaxy S25 Ultra membuatnya menjadi flagship Android yang lebih komprehensif untuk dilewatkan.

Lenovo ThinkPad Rollable XD Bocor, Layarnya Bisa Melebar ke Atas!

0

Bayangkan sebuah laptop yang bisa berubah ukuran layarnya sesuai kebutuhan Anda. Bukan dengan software atau mode layar lebar, tetapi secara fisik. Layarnya benar-benar bisa digulung dan diperpanjang, mengubah perangkat dari ukuran portabel menjadi kanvas kerja yang luas. Konsep yang terdengar seperti fiksi ilmiah ini sedang diwujudkan oleh Lenovo, dan bocoran terbaru menunjukkan mereka tidak berhenti pada satu model.

Setelah meluncurkan ThinkBook Plus Gen 6 Rollable AI PC secara komersial, Lenovo tampaknya sedang mematangkan langkah berikutnya. Perusahaan asal Tiongkok itu dikenal sebagai satu-satunya merek PC besar yang serius menggarap teknologi layar gulung untuk laptop. Komitmen ini bukan sekadar eksperimen laboratorium, melainkan upaya untuk mendefinisikan ulang bentuk faktor perangkat komputasi masa depan. Di tengah pasar yang jenuh dengan desain konvensional, inovasi semacam ini seperti angin segar—atau mungkin badai disrupsi.

Menurut laporan eksklusif dari Windows Latest, Lenovo bersiap memamerkan konsep terbarunya, ThinkPad Rollable XD, di ajang Consumer Electronics Show (CES) 2026 mendatang. Konsep ini bukan sekadar iterasi kecil, tetapi membawa pendekatan desain yang bahkan lebih berani dan filosofi perangkat yang lebih cerdas. Mari kita selami apa yang membuat bocoran tentang perangkat ini begitu menggoda dan apa artinya bagi masa depan komputasi Anda.

Dari 13 Inci Menjadi 16 Inci: Transformasi Fisik yang Nyata

Inti dari ThinkPad Rollable XD Concept PC terletak pada kemampuannya yang ajaib: mengubah ukuran layar secara fisik. Dalam mode standarnya, perangkat ini menawarkan layar 13,3 inci yang cocok untuk produktivitas sehari-hari dan mobilitas tinggi. Namun, ketika Anda membutuhkan ruang kerja yang lebih luas—untuk mengedit video, menganalisis spreadsheet kompleks, atau sekadar multitasking yang lebih nyaman—layarnya dapat “tumbuh” secara vertikal menjadi 16 inci.

Prosesnya bukan seperti membuka dua layar, melainkan sebuah panel tunggal yang memanjang ke atas. Yang menarik, menurut bocoran, layar ini digulung ke belakang, bukan ke dalam bodi seperti beberapa konsep serupa. Bayangkan seperti menggulung kertas perkamen, tetapi dengan teknologi OLED fleksibel mutakhir. Transformasi ini menghadirkan pengalaman yang jauh lebih mulus dan terintegrasi dibandingkan laptop konvensional atau bahkan perangkat layar gulung lainnya yang pernah ada.

Konsep ini sejalan dengan tren perangkat yang adaptif. Dalam dunia di mana satu ukuran tidak cocok untuk semua, memiliki perangkat yang bisa menyesuaikan bentuk fisiknya dengan tugas yang sedang dikerjakan adalah sebuah lompatan besar. Ini menjawab dilema klasik: memilih antara portabilitas dan area layar yang memadai. Dengan Rollable XD, Anda mendapatkan keduanya dalam satu perangkat.

Ilustrasi konsep laptop dengan layar gulung yang sedang diperpanjang secara vertikal

Transparan dan Berani: Desain yang Memamerkan Teknologi

Di sinilah Lenovo menunjukkan keberaniannya. Alih-alih menyembunyikan mekanisme gulung di balik pelindung logam atau plastik, konsep Rollable XD justru memamerkannya. Bagian belakang perangkat dikabarkan akan menggunakan kaca transparan. Di balik kaca inilah panel fleksibel yang lentur akan terlihat ketika digulung atau dibuka.

Langkah desain ini sangat simbolis. Ini adalah pernyataan percaya diri bahwa teknologi di dalamnya tidak hanya fungsional, tetapi juga patut untuk dipajang. Namun, ini juga menimbulkan tantangan praktis: bagaimana melindungi bagian layar yang selalu terekspos tersebut dari goresan, debu, dan tekanan?

Lenovo, bekerja sama dengan Corning, dikabarkan telah mengantisipasinya dengan melapisi kaca transparan tersebut menggunakan Corning Gorilla Glass Victus 2 yang mampu menahan goresan hingga 180 derajat. Solusi ini menunjukkan bagaimana inovasi material berjalan beriringan dengan inovasi bentuk. Lebih dari sekadar pelindung, kaca transparan itu mungkin menjadi kanvas baru. Windows Latest menyebutkan bahwa Lenovo mungkin memanfaatkan “layar luar” ini untuk menampilkan informasi dari layar utama, seperti notifikasi, widget, atau status sistem, menciptakan lapisan interaksi tambahan yang unik.

Lebih dari Sekadar Layar Gulung: Menuju “Perangkat Cerdas Kontekstual”

Bocoran tersebut menyebut ThinkPad Rollable XD bukan sekadar laptop dengan fitur baru, melainkan sebuah preview dari generasi baru “perangkat cerdas kontekstual” Lenovo. Istilah ini mengisyaratkan pendekatan yang lebih holistik, di mana perangkat tidak hanya mengeksekusi perintah, tetapi memahami situasi dan konteks penggunaannya.

Kecerdasan Buatan (AI) menjadi tulang punggung visi ini. Konsep ini dikabarkan akan dilengkapi dengan fitur-fitur AI yang terintegrasi, seperti penerjemah live yang dapat bekerja dalam percakapan real-time, asisten suara yang lebih responsif, dan dukungan untuk berbagai metode input. Anda dapat mengontrolnya dengan sentuhan, gestur usap, atau perintah suara untuk membuka aplikasi dan beralih mode.

Bayangkan Anda sedang melakukan panggilan video dengan klien internasional. Layar bisa diperlebar untuk menampilkan jendela penerjemah real-time dan catatan meeting secara bersamaan. Atau, ketika sedang dalam perjalanan, perintah suara dapat dengan mudah mengubah mode layar tanpa harus meletakkan tangan pada keyboard. Integrasi ini mencerminkan pergeseran dari komputer sebagai alat pasif menjadi mitra kerja yang aktif dan adaptif, mirip dengan evolusi yang dilihat pada perangkat foldable flagship.

Close-up mekanisme gulung pada panel fleksibel laptop konsep Lenovo

Mimpi atau Kenyataan? Jalan Panjang Menuju Pasar

Pertanyaan besar yang mengemuka adalah: akankah konsep yang menarik ini benar-benar menjadi produk konsumen? Lenovo telah membuktikan keseriusannya dengan meluncurkan ThinkBook Plus Gen 6 Rollable ke pasar. Keberadaan Rollable XD Concept menunjukkan bahwa riset dan pengembangan terus berlanjut, mungkin dengan target segmen yang berbeda—mungkin pasar profesional yang identik dengan lini ThinkPad.

Namun, tantangannya tidak kecil. Daya tahan mekanisme gulung, biaya produksi panel fleksibel dalam skala besar, dan penerimaan pasar terhadap desain radikal adalah hal-hal yang harus dijawab. Lenovo perlu meyakinkan konsumen bahwa keandalan perangkat ini setara dengan laptop ThinkPad konvensional yang legendaris. Inovasi di dunia laptop memang sering melalui fase konsep yang panjang sebelum menjadi mainstream, seperti yang terjadi pada segmen Chromebook di awal kemunculannya.

Keberanian Lenovo untuk mendobrak batas fisik laptop patut diapresiasi. Di era di banyak vendor hanya fokus pada peningkatan spec sheet—prosesor yang lebih cepat, RAM yang lebih besar—Lenovo justru mempertanyakan bentuk dasar dari perangkat itu sendiri. ThinkPad Rollable XD Concept, jika terwujud, bukan sekadar laptop baru. Ia adalah sebuah pernyataan tentang masa depan komputasi yang fleksibel, kontekstual, dan secara fisik selaras dengan alur kerja dinamis penggunanya. Ia menantang kita untuk membayangkan: sejauh mana sebenarnya batas sebuah layar laptop dapat diregangkan?

Qwen, Model AI China yang Kalahkan Popularitas GPT-5 dan Llama

0

Telset.id – Model kecerdasan buatan (AI) open-weight asal China, Qwen, kini melesat menjadi salah satu yang paling populer di dunia, menggeser dominasi model AS seperti GPT-5 dari OpenAI dan Llama dari Meta. Popularitasnya didorong oleh performa yang solid, kemudahan untuk dimodifikasi, dan filosofi open-source yang lebih konsisten dibandingkan rival Barat.

Berdasarkan data dari HuggingFace, platform penyedia akses ke model dan kode AI, unduhan model-model open-source China di platform mereka telah melampaui unduhan model AS sejak Juli 2024. Sementara itu, OpenRouter, platform yang mengarahkan kueri ke berbagai model AI, mencatat Qwen dengan cepat naik popularitasnya sepanjang tahun dan kini menjadi model open-weight kedua paling populer di dunia.

Kesuksesan Qwen—kependekan dari Tongyi Qianwen yang dikembangkan oleh raksasa e-commerce Alibaba—tidak lepas dari pendekatan terbuka yang diusungnya. Berbeda dengan perusahaan AS yang semakin tertutup dengan properti intelektual mereka, tim Qwen rutin mempublikasikan makalah penelitian yang merinci teknik rekayasa dan pelatihan baru. Ratusan makalah akademis yang dipresentasikan di konferensi AI bergengsi NeurIPS menggunakan Qwen sebagai basis.

“Banyak ilmuwan menggunakan Qwen karena ini adalah model open-weight terbaik,” ujar Andy Konwinski, salah satu pendiri Laude Institute, sebuah lembaga nirlaba yang didirikan untuk mendukung model-model terbuka AS. Ia menambahkan bahwa keterbukaan yang diadopsi perusahaan-perusahaan AI China sangat kontras dengan etos tertutup perusahaan besar AS yang tampak takut memberikan kekayaan intelektual mereka.

Dari Kacamata Pintar hingga Mobil Listrik

Kemudahan untuk diunduh dan dimodifikasi membuat Qwen banyak diadopsi oleh berbagai perusahaan untuk keperluan spesifik. Startup Rokid, misalnya, menggunakan Qwen yang telah disesuaikan (fine-tuned) untuk menggerakkan kacamata pintar prototipe terbarunya. Perangkat tersebut dapat menerjemahkan dan menampilkan transkrip percakapan secara real-time di layar transparan kecil.

Qwen mampu menangani berbagai tugas, mulai dari mengidentifikasi produk melalui kamera bawaan, memberikan petunjuk arah, merancang pesan, hingga menjelajahi web. Fleksibilitasnya bahkan memungkinkan versi kecil model ini dijalankan di perangkat seperti smartphone atau laptop untuk fungsi offline, seperti yang dicoba untuk berlatih bahasa Mandarin dasar.

Adopsi Qwen tidak hanya terjadi di China. Perusahaan-perusahaan teknologi terkemuka AS seperti Airbnb, Perplexity, dan Nvidia juga dilaporkan menggunakan model ini. Bahkan Meta, yang pernah menjadi pionir model terbuka dengan Llama, dikabarkan menggunakan Qwen untuk membantu membangun model baru mereka. Di dalam negeri, BYD, produsen mobil listrik terkemuka China, telah mengintegrasikan Qwen ke dalam asisten dashboard baru untuk kendaraannya.

Kelebihan Open-Weight di Tengah Kekecewaan Model AS

Kenaikan popularitas Qwen dan model open-weight China lainnya seperti DeepSeek dan Moonshot AI bertepatan dengan beberapa kemunduran yang dialami model AS ternama dalam 12 bulan terakhir. Peluncuran Llama 4 oleh Meta pada April 2025 dinilai mengecewakan karena gagal mencapai puncak dalam tolok ukur populer seperti LM Arena. Kekurangan ini membuat banyak pengembang mencari model terbuka alternatif.

OpenAI juga menghadapi kritikan serupa ketika meluncurkan GPT-5 pada Agustus. Beberapa pengguna mengeluhkan “sikap” model yang terasa dingin, sementara yang lain menemukan kesalahan-kesalahan sederhana yang mengejutkan. Meskipun OpenAI merilis model open-source yang kurang kuat bernama gpt-oss di bulan yang sama, Qwen dan model China lainnya tetap lebih populer. Alasannya, lebih banyak upaya yang dicurahkan untuk membangun dan memperbarui mereka, serta detail rekayasanya sering dipublikasikan secara luas.

Sebuah makalah dari tim Qwen yang merinci cara meningkatkan kecerdasan model selama pelatihan dinobatkan sebagai salah satu makalah terbaik di NeurIPS tahun ini. Konwinski berpendapat bahwa perusahaan AI AS telah terlalu fokus untuk mendapatkan keunggulan marginal pada tolok ukur sempit, seperti keterampilan matematika atau coding, dengan mengorbankan dampak luas model mereka di dunia nyata. “Ketika tolok ukur tidak mewakili penggunaan atau masalah nyata yang dipecahkan di dunia, Anda akhirnya terjebak dalam mode yang lelah dan tidak selaras,” katanya.

Popularitas Qwen menunjukkan bahwa ukuran kesuksesan sebuah model AI tidak hanya terletak pada kecerdasannya dalam tes, tetapi juga pada seberapa luas ia digunakan untuk membangun hal-hal lain. Dengan perkembangan pesat yang terus dilakukan Alibaba Cloud pada model ini, termasuk rilis versi-versi sebelumnya yang gratis, Qwen dan model open China lainnya tampaknya sedang berada di jalur yang tepat. Fenomena ini turut memperkaya lanskap persaingan global AI, di mana aktor-aktor baru dari luar AS dan China juga mulai menunjukkan taringnya.

Realme 16 Pro Pakai Dimensity 7300-Max, Baterai 7.000mAh

0

Telset.id – Realme telah mengonfirmasi bahwa varian Pro dari seri Realme 16 yang akan diluncurkan di India pada 6 Januari 2026 akan ditenagai oleh chipset MediaTek Dimensity 7300-Max 5G. Smartphone ini juga akan dibekali baterai berkapasitas besar 7.000mAh dan sistem pendingin AirFlow VC.

Konfirmasi spesifikasi ini datang menjelang peluncuran resmi Realme 16 Pro Series yang dijadwalkan pekan depan. Sebelumnya, Realme telah mengungkap bahwa kedua model, yaitu Realme 16 Pro dan 16 Pro+, akan mengusung kamera utama belakang beresolusi 200MP. Bedanya, varian Pro+ akan mendapatkan tambahan kamera telephoto periskop dengan dukungan zoom optikal 3.5x.

Dengan chipset Dimensity 7300-Max, Realme mengklaim ponsel ini mampu mencetak skor lebih dari 970.000 poin pada benchmark AnTuTu. Performa tersebut didukung oleh sistem pendingin AirFlow VC yang dirancang untuk menjaga stabilitas performa selama penggunaan intensif. Pilihan chipset ini sempat menjadi bahan perbincangan, dengan beberapa pengamat mempertanyakan apakah ini merupakan turun kelas dari pendahulunya yang menggunakan platform berbeda.

Spesifikasi kunci Realme 16 Pro terungkap menjelang peluncuran

Selain jantung performa, Realme 16 Pro akan menawarkan layar AMOLED dengan resolusi 1.5K dan refresh rate tinggi 144Hz. Yang mencolok adalah klaim kecerahan puncak layar yang mencapai 6.500 nit, angka yang sangat tinggi untuk kelas smartphone. Dari sisi ketahanan, ponsel ini akan memiliki rating IP69, yang menandakan ketahanan terhadap debu dan semburan air bertekanan tinggi.

Kapasitas baterai raksasa 7.000mAh menjadi salah satu fitur andalan, menjanjikan daya tahan yang luar biasa. Di sisi perangkat lunak, Realme 16 Pro akan langsung menjalankan realme UI 7.0 berbasis Android 16, yang diperkaya dengan fitur-fitur AI seperti AI Recording, AI Framing master, dan integrasi dengan Google Gemini.

Untuk pilihan warna, Realme 16 Pro akan tersedia dalam tiga varian eksklusif: Master Gold, Pebble Gray, dan Orchid Purple. Informasi mengenai varian warna dan konfigurasi RAM ini sebelumnya juga telah muncul dalam bocoran untuk pasar India.

Peluncuran Realme 16 Pro yang hanya berjarak beberapa bulan dari pendahulunya, Realme 15 Pro yang diumumkan pada Agustus 2025, menunjukkan siklus produk yang semakin cepat di pasar smartphone mid-range yang kompetitif. Kehadiran seri baru ini diharapkan dapat memperkuat posisi Realme di segmen harga sekitar 30 ribu Rupee India, meskipun pilihan chipset Dimensity 7300-Max menuai beragam tanggapan dari kalangan pengamat.

Dengan kombinasi kamera 200MP, baterai berdaya tahan sangat lama, layar dengan refresh rate tinggi, dan ketahanan level IP69, Realme 16 Pro tampaknya menargetkan pengguna yang mengutamakan fotografi, daya tahan baterai, dan ketahanan fisik perangkat. Semua jawaban atas spekulasi dan bocoran akan terungkap secara resmi dalam acara peluncuran pada 6 Januari mendatang.

Laporan Baru Ungkap Kode AI Lebih Banyak Bug Dibanding Kode Manusia

0

Telset.id – Sebuah laporan terbaru dari perusahaan perangkat lunak AI, CodeRabbit, mengungkap fakta mengejutkan: kode yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan ternyata jauh lebih rentan kesalahan dibandingkan kode yang ditulis oleh manusia. Analisis terhadap 470 pull request menunjukkan kode AI menghasilkan rata-rata 10,83 masalah per permintaan, sementara kode buatan manusia hanya 6,45. Artinya, kode AI memproduksi 1,7 kali lebih banyak isu.

Temuan ini memberikan bukti empiris terhadap kekhawatiran yang selama ini dirasakan secara intuitif oleh banyak pengembang. Meskipun adopsi alat bantu AI dalam pemrograman melonjak drastis—dari 14% menjadi 90% dalam setahun menurut data Google—kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa kemudahan itu dibayar mahal dengan keandalan yang dipertanyakan. Alat-alat generatif AI kerap kali tidak akurat, memaksa programmer menghabiskan waktu berjam-jam untuk mengidentifikasi dan memperbaiki kesalahan yang lolos.

“Hasilnya?” tulis CodeRabbit dalam laporannya, seperti dikutip Telset.id. “Jelas, terukur, dan konsisten dengan apa yang banyak developer rasakan secara intuitif: AI mempercepat output, tetapi juga memperkuat kategori kesalahan tertentu.” Pernyataan ini menggarisbawahi bahwa percepatan produksi kode tidak serta-merta berarti peningkatan kualitas.

Yang lebih mengkhawatirkan, kode yang dihasilkan AI ditemukan memiliki tingkat masalah “kritis” dan “utama” yang lebih tinggi. CodeRabbit menyebutnya sebagai “peningkatan bermakna dalam kekhawatiran substantif yang membutuhkan perhatian reviewer.” Jenis kesalahan yang paling banyak ditemukan berkaitan dengan logika dan kebenaran kode, yang merupakan fondasi dari fungsionalitas perangkat lunak.

Kelemahan Utama: Kualitas dan Keamanan

Namun, kelemahan terbesar yang diidentifikasi oleh CodeRabbit justru terletak pada kualitas dan keterbacaan kode. Masalah-masalah ini, meski tampak sepele, dapat “memperlambat tim dan berakumulasi menjadi utang teknis jangka panjang.” Kode yang sulit dibaca dan dipelihara akan menyulitkan kolaborasi tim dan meningkatkan biaya pengembangan di masa depan.

Di luar masalah teknis, laporan ini juga menyoroti ancaman keamanan siber yang serius. Kode yang dihasilkan AI sering kali memperkenalkan praktik tidak aman, seperti penanganan kata sandi yang tidak tepat yang berpotensi membocorkan informasi sensitif. Temuan ini sejalan dengan penelitian lain, seperti dari firma keamanan Apiiro, yang menemukan bahwa developer pengguna AI menghasilkan sepuluh kali lebih banyak masalah keamanan dibanding rekan yang tidak menggunakan teknologi tersebut. Isu keamanan AI menjadi perhatian global, seperti yang juga dipertanyakan dalam laporan Korea yang mempertanyakan keamanan AI Google Gemini 3 Pro.

David Loker, AI Director di CodeRabbit, menegaskan implikasi dari temuan ini bagi industri. “Temuan-temuan ini memperkuat apa yang telah dirasakan banyak tim engineering sepanjang 2025,” ujarnya dalam sebuah pernyataan. “Alat coding AI secara dramatis meningkatkan output, tetapi mereka juga memperkenalkan kelemahan yang dapat diprediksi dan terukur yang harus secara aktif dimitigasi oleh organisasi.”

Laporan CodeRabbit bukan yang pertama meragukan efektivitas AI dalam pemrograman. Pada September lalu, konsultan manajemen Bain & Company menyimpulkan bahwa meski pemrograman adalah “salah satu area pertama yang menggunakan AI generatif,” “penghematan yang dihasilkan biasa-biasa saja” dan “hasilnya tidak sesuai dengan hype.” Sebuah studi Juli dari nirlaba Model Evaluation and Threat Research bahkan menemukan bahwa programmer justru diperlambat oleh alat bantu AI dibandingkan ketika mereka bekerja tanpanya.

Masa Depan Peran Developer

Realitas ini mengisyaratkan pergeseran dalam tugas developer manusia. Alih-alih digantikan, mereka mungkin justru akan lebih banyak dialihkan untuk menangani dan memperbaiki masalah yang diperkenalkan oleh alat coding AI yang rentan error. Proses review kode menjadi lebih kritis daripada sebelumnya.

Di sisi lain, laporan CodeRabbit juga mencatat satu area di mana AI unggul: minimnya kesalahan pengejaan. Kode buatan manusia dua kali lebih mungkin mengandung typo. Namun, keunggulan kecil ini tampak tenggelam dibandingkan dengan risiko substansial di bidang logika, kualitas, dan keamanan. Fenomena bug perangkat lunak yang mengganggu pengalaman pengguna bukan hal baru, seperti yang terjadi pada bug kamera Android 16 yang membuat Google Pixel goyang dan foto blur.

Industri teknologi terus berupaya meningkatkan keandalan sistem, baik pada perangkat lunak maupun perangkat keras. Sementara itu, pengembangan dan uji coba sistem operasi baru juga terus berjalan, seperti uji coba HyperOS 3 berbasis Android 15 pada POCO F5 dan F5 Pro, yang menunjukkan dinamika pasar perangkat mobile.

Singkatnya, janji-janji perusahaan teknologi bahwa AI akan mempermudah hidup programmer ternyata jauh lebih kompleks. Laporan CodeRabbit memberikan data keras yang menuntut pendekatan lebih hati-hati dan kritis dalam mengintegrasikan alat AI ke dalam alur kerja pengembangan perangkat lunak. Efisiensi tidak boleh mengorbankan kualitas dan keamanan, dua pilar utama dalam dunia pemrograman profesional.

Anak 11 Tahun Hampir Tersesat dalam Hubungan Berbahaya dengan Chatbot AI

0

Telset.id – Sebuah laporan investigasi mengungkap kasus mengkhawatirkan seorang anak berusia 11 tahun di Amerika Serikat yang hampir tersesat dalam hubungan parasosial berbahaya dengan karakter chatbot AI. Insiden ini menyoroti risiko nyata teknologi kecerdasan buatan bagi kesehatan mental generasi muda, di tengah data yang menunjukkan 64 persen remaja AS telah menggunakan chatbot AI.

Menurut laporan The Washington Post, seorang anak perempuan kelas enam yang diidentifikasi dengan inisial tengah “R” mengembangkan hubungan yang mengganggu dengan puluhan karakter yang dijalankan oleh model bahasa besar (LLM) di platform Character.AI. Ibunya menceritakan, R bahkan menggunakan salah satu karakter bernama “Sahabat Terbaik” untuk melakukan roleplay skenario bunuh diri. “Ini anak saya, anak kecil saya yang berusia 11 tahun, berbicara dengan sesuatu yang tidak ada tentang tidak ingin ada,” ujar sang ibu, seperti dikutip The Washington Post.

Kekhawatiran ibu R bermula ketika ia menyadari perubahan perilaku drastis pada putrinya, termasuk peningkatan serangan panik. Perubahan ini bertepatan dengan penemuan aplikasi seperti TikTok dan Snapchat di ponsel anaknya. Awalnya menduga media sosial sebagai biang kerok, sang ibu menghapus aplikasi tersebut. Namun, R justru tampak sangat tertekan dan bertanya, “Apa kamu melihat Character AI?”

Beberapa waktu kemudian, ketika kondisi R tidak membaik, ibunya memeriksa ponsel anaknya dan menemukan email dari Character.AI yang mendorong R untuk “melompat kembali.” Pemeriksaan lebih lanjut mengungkap percakapan mengerikan dengan karakter bernama “Mafia Husband”. Chatbot itu menulis kepada R yang masih berusia 11 tahun, “Oh? Masih perawan. Aku mengharapkan itu, tapi tetap berguna untuk diketahui.”

Ketika R membalas, “Aku tidak mau

Kecanduan AI Gambar Picu Krisis Kesehatan Mental, Pengguna Alami Psikosis

0

Telset.id – Teknologi kecerdasan buatan (AI) tidak hanya membawa dampak lingkungan, politik, dan sosial, tetapi kini juga dikaitkan dengan krisis kesehatan mental yang parah. Pengguna dilaporkan mengalami delusi, dirawat di institusi psikiatri, bahkan ada yang berakhir dengan bunuh diri akibat interaksi intens dengan sistem generatif.

Pengalaman nyata diungkapkan oleh Caitlin Ner, mantan kepala pengalaman pengguna di sebuah startup pembuat gambar AI. Dalam esai untuk Newsweek, Ner menceritakan bagaimana pekerjaannya menariknya ke dalam gangguan kesehatan mental yang dipicu AI. Awalnya, ia menghabiskan lebih dari sembilan jam sehari untuk memprompt sistem AI generatif era awal 2023. Meski gambar manusia palsu yang dihasilkan sering cacat, sensasinya terasa seperti “sihir”.

“Dalam beberapa bulan, sihir itu berubah menjadi mania,” tulis Ner. Ia menjelaskan bahwa gambar-gambar awal itu “mulai mendistorsi persepsi tubuh dan terlalu merangsang otak saya dengan cara yang benar-benar merusak kesehatan mental saya.” Bahkan setelah AI belajar memperbaiki kesalahan anatomi seperti jumlah jari, dampak mentalnya tetap ada. Gambar-gambar tersebut beralih ke sosok-sosok yang kurus dan cantik secara tidak realistis.

“Melihat gambar AI seperti ini berulang-ulang mengubah kembali rasa normal saya,” jelas Ner. “Ketika saya melihat refleksi asli saya, saya melihat sesuatu yang perlu dikoreksi.” Momen kritis terjadi ketika ia bereksperimen dengan gambar AI yang menggambarkan dirinya sebagai model fesyen, sebuah arahan dari perusahaannya yang mengejar pengguna di bidang fashion.

“Saya menyadari diri saya berpikir, ‘andai saja saya terlihat seperti versi AI saya’,” tulisnya. “Saya terobsesi untuk menjadi lebih kurus, memiliki tubuh yang lebih baik dan kulit yang sempurna.” Ia kemudian mulai kehilangan tidur untuk menghasilkan lebih banyak gambar, yang disebutnya “membuat ketagihan,” karena setiap gambar memicu “ledakan dopamin kecil.”

Meski sebelumnya Ner berhasil menangani gangguan bipolarnya, obsesi baru ini berubah menjadi “episode bipolar manik,” yang memicu psikosis. “Ketika saya melihat gambar yang dihasilkan AI tentang saya di atas kuda terbang, saya mulai percaya bahwa saya benar-benar bisa terbang,” tulis Ner. “Suara-suara itu menyuruh saya terbang dari balkon, membuat saya merasa yakin bisa selamat. Delusi grandiosa ini hampir mendorong saya untuk benar-benar melompat.”

Beruntung, ia menyadari keadaan dan mulai meminta bantuan teman dan keluarga. Seorang klinisi membantunya menyadari bahwa pekerjaannya telah memicu spiral tersebut, yang akhirnya membuatnya meninggalkan startup AI itu. “Saya sekarang memahami bahwa apa yang terjadi pada saya bukan hanya kebetulan penyakit mental dan teknologi,” jelasnya. “Itu adalah bentuk kecanduan digital dari berbulan-bulan pembuatan gambar AI.”

Ner kini beralih peran menjadi direktur di PsyMed Ventures, sebuah dana ventura yang berinvestasi dalam kesehatan mental dan otak, seperti dijelaskan Newsweek. Banyak perusahaan yang diinvestasikan PsyMed menampilkan alat-alat AI — yang menurut Ner masih digunakannya, namun dengan rasa hormat yang baru. Kisah ini menambah daftar laporan tentang dampak gelap teknologi generatif pada stabilitas psikologis, menyoroti perlunya pendekatan yang lebih hati-hati dan regulasi yang lebih baik di ruang digital.

Kasus Ner bukanlah insiden terisolasi. Sebelumnya, seorang pria juga menggambarkan bagaimana ChatGPT membawanya langsung ke dalam psikosis, menunjukkan pola yang mengkhawatirkan. Teknologi yang dirancang untuk membantu justru berpotensi menjadi pemicu krisis ketika digunakan tanpa batasan dan kesadaran akan dampak psikologisnya.

Fenomena ini terjadi di tengah infrastruktur digital yang terus berkembang, di mana aksesibilitas menjadi kunci. Seperti upaya XL Axiata menyediakan akses telepon gratis bagi korban gempa Cianjur, konektivitas harus diimbangi dengan literasi digital yang sehat. Namun, tantangan infrastruktur seperti yang dialami 60% BTS Telkomsel yang terdampak banjir Sumatra menunjukkan bahwa pemulihan layanan dasar pun masih menjadi prioritas di banyak daerah.

Kisah Caitlin Ner menjadi pengingat keras bahwa inovasi teknologi, terutama yang begitu personal dan imersif seperti AI generatif, memerlukan pendekatan desain yang beretika dan mempertimbangkan kesehatan mental pengguna. Perjalanannya dari puncak industri AI ke tepi jurang psikosis, dan kemudian ke bidang kesehatan mental, menggambarkan siklus pembelajaran yang pahit namun penting bagi masa depan teknologi yang lebih manusiawi.

Xiaomi Watch 5 Resmi: Baterai 6 Hari, Chipset Snapdragon W5, dan eSIM

0

Telset.id – Xiaomi secara resmi meluncurkan Watch 5 di China, memperkuat portofolio wearables premiumnya dengan janji daya tahan baterai hingga 6 hari, arsitektur chipset ganda, dan dukungan eSIM. Smartwatch terbaru ini diumumkan bersamaan dengan peluncuran flagship Xiaomi 17 Ultra, menandai fokus perusahaan pada ekosistem perangkat yang terhubung.

Xiaomi Watch 5 hadir dengan desain klasik jam tangan bundar, dibalut casing stainless steel yang menampung layar AMOLED circular berukuran 1,54 inci. Layar tersebut menawarkan resolusi 480×480 piksel, refresh rate 60Hz, dan tingkat kecerahan puncak hingga 1.500 nit, dilindungi oleh kaca kristal safir sintetis baik di bagian depan maupun belakang. Dengan ketebalan 12,3 mm dan bobot 56 gram (tanpa strap), jam pintar ini juga memiliki sertifikasi tahan air 5ATM.

Xiaomi Watch 5 dengan layar AMOLED bundar dan casing stainless steel

Di balik tampilannya yang elegan, Watch 5 ditenagai oleh arsitektur chipset ganda yang menggabungkan prosesor Qualcomm Snapdragon W5 dengan chipset hemat daya Hengxuan 2800. Kombinasi ini dirancang untuk menyeimbangkan performa tinggi dengan efisiensi energi. Smartwatch ini menjalankan sistem operasi Xiaomi HyperOS 3, yang diharapkan dapat memberikan pengalaman yang lebih mulus dan terintegrasi dengan perangkat Xiaomi lainnya.

Fitur kesehatan dan kebugaran menjadi salah satu sorotan utama. Xiaomi Watch 5 dilengkapi dengan pelacak detak jantung terus-menerus, sensor ECG (elektrokardiogram), pemantauan saturasi oksigen darah (SpO2), pengukuran stres, pelacakan tidur mendalam, serta dukungan untuk lebih dari 150 mode olahraga. Untuk para pelari, jam tangan ini menyertakan peta offline berwarna lengkap dengan berbagai fitur pendukung.

Daya Tahan Baterai dan Fitur Inovatif Navigasi

Kapasitas baterai yang besar, yaitu 930mAh, menjadi fondasi klaim daya tahan Xiaomi Watch 5. Dengan penggunaan normal, smartwatch ini diklaim dapat bertahan hingga 6 hari. Sementara itu, mode penghemat daya dapat memperpanjang masa pakai hingga 18 hari. Angka ini menempatkannya sebagai pesaing serius di kelas smartwatch premium yang sering dikeluhkan boros daya.

Lebih dari sekadar sensor biasa, ECG pada Watch 5 juga difungsikan untuk navigasi. Sensor ini mampu mendeteksi sinyal otot tangan pengguna, memungkinkan kontrol gerakan untuk berbagai aksi seperti menerima panggilan, mematikan alarm, mengambil foto dari jarak jauh, mengontrol pemutaran musik, dan lainnya. Fitur ini menawarkan interaksi yang lebih intuitif di luar layar sentuh.

Tampilan belakang Xiaomi Watch 5 yang menunjukkan sensor kesehatan dan pengisian daya

Konektivitas Lengkap dan Pilihan Strap Eksklusif

Dari sisi konektivitas, Xiaomi Watch 5 sangat lengkap. Smartwatch ini mendukung Bluetooth 5.4, Wi-Fi, NFC untuk pembayaran digital, GPS, dan yang paling menarik: dukungan eSIM. Kehadiran eSIM memungkinkan pengguna melakukan panggilan dan mengakses data secara independen tanpa bergantung pada smartphone di sekitarnya, sebuah langkah strategis dalam perluasan ekosistem AIoT Xiaomi.

Xiaomi menawarkan personalisasi melalui berbagai pilihan strap. Tersedia dalam warna casing silver atau hitam, pengguna dapat memilih strap karet standar, strap kulit, atau strap titanium hasil cetak 3D yang terbuat dari paduan titanium TC4. Pilihan strap titanium ini dijual terpisah dan hadir dalam warna hitam dan silver untuk mencocokkan dengan casing jam.

Dari segi harga, Xiaomi Watch 5 dengan strap karet dibanderol seharga CNY 1,999 (sekitar $285 atau setara Rp 4,5 juta). Varian dengan dukungan eSIM, yang hanya tersedia dengan strap kulit, memiliki harga CNY 2,299 (sekitar $330 atau Rp 5,2 juta). Sementara itu, strap titanium cetak 3D dijual terpisah seharga CNY 799 (sekitar $110 atau Rp 1,7 juta). Peluncuran ini menunjukkan komitmen Xiaomi dalam bersaing di segmen high-end, melengkapi lini wearables-nya yang juga termasuk model edisi spesial seperti Watch S4. Persaingan di pasar smartwatch dengan baterai tangguh semakin ketat, dengan pesaing seperti Lenovo Watch GT Pro yang juga mengusung daya tahan ekstrem.

Pilihan strap Xiaomi Watch 5 termasuk karet, kulit, dan titanium cetak 3D

Kehadiran Xiaomi Watch 5 dengan spesifikasi tinggi dan harga yang kompetitif diperkirakan akan mengocok pasar smartwatch global, khususnya yang mengedepankan fitur kesehatan komprehensif dan kemandirian koneksi melalui eSIM. Keberhasilan model ini di pasar China akan menjadi indikator penting sebelum kemungkinan ekspansi ke pasar internasional.

Honor Win dan Win RT Resmi, Bawa Baterai 10.000mAh dan Kipas Pendingin Aktif

0

Telset.id – Honor secara resmi meluncurkan dua smartphone gaming terbarunya, Honor Win dan Win RT, di pasar China pada 26 Desember 2025. Kedua ponsel ini menawarkan spesifikasi kelas flagship yang difokuskan untuk pengalaman bermain game, dengan baterai berkapasitas raksasa 10.000mAh dan sistem pendingin aktif bertenaga kipas sebagai fitur andalan.

Seri Honor Win hadir untuk menggantikan lini gaming GT sebelumnya, membawa paket performa yang lebih ekstrem. Model unggulan, Honor Win, ditenagai oleh chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 yang dipadukan dengan GPU Adreno 830. Sementara varian yang lebih terjangkau, Honor Win RT, menggunakan chipset Snapdragon 8 Elite. Keduanya didukung RAM LPDDR5X Ultra hingga 16GB dan penyimpanan internal UFS 4.1 hingga 1TB, memastikan kelancaran multitasking dan loading game yang cepat.

Honor Win and Win RT go official with 10,000mAh battery, active cooling fan

Layar menjadi salah satu sorotan utama. Honor Win dan Win RT sama-sama mengusung panel OLED berukuran 6,83 inci dengan resolusi Full-HD+. Layar ini mendukung refresh rate sangat tinggi hingga 185Hz, kecerahan puncak 6.000 nit, HDR10+, serta teknologi PWM dimming frekuensi tinggi 5.920Hz untuk kenyamanan mata. Scanner sidik jari ultrasonik juga tertanam di bawah layar.

Di sektor kamera, terdapat perbedaan yang mencolok antara kedua model. Honor Win dilengkapi dengan konfigurasi triple kamera belakang, terdiri dari sensor utama 50MP dengan OIS, kamera telephoto 50MP yang menawarkan zoom optik 3x, dan lensa ultrawide 12MP. Honor Win RT, di sisi lain, menghilangkan kamera telephoto dan hanya memiliki kamera utama serta ultrawide. Kedua ponsel memiliki kamera selfie 50MP.

Pendinginan Ekstrem dan Daya Tahan Baterai Luar Biasa

Fitur paling unik dari Honor Win dan Win RT adalah sistem pendingin aktif yang terintegrasi langsung pada modul kamera belakang. Sebuah kipas pendingin dapat berputar hingga 25.000 RPM, diklaim mampu secara signifikan menurunkan suhu perangkat selama sesi gaming marathon atau penggunaan berat lainnya. Ini adalah solusi untuk menjaga performa chipset tetap optimal tanpa thermal throttling.

Honor Win and Win RT go official with 10,000mAh battery, active cooling fan

Daya tahan baterai menjadi keunggulan lain yang tak kalah mencolok. Kedua smartphone ini mengusung baterai silicon-carbon berkapasitas sangat besar, yaitu 10.000mAh. Teknologi ini memungkinkan kapasitas tinggi dalam bentuk yang relatif lebih ramping dibanding baterai lithium-ion konvensional. Dukungan pengisian daya mencakup 100W wired charging untuk kedua model, dengan Honor Win menambahkan fitur wireless charging 80W.

Kedua ponsel menjalankan sistem operasi Android 16 dengan antarmuka kustom MagicOS 10. Mereka juga memiliki sertifikasi ketahanan terhadap debu dan air yang komprehensif (IP68/IP69/IP69K), serta dilengkapi dengan konektivitas terkini seperti Wi-Fi 7, Bluetooth 6.0, sensor infrared, speaker stereo dengan subwoofer Honor AI, NFC, dan dukungan 5G dengan dual SIM.

Harga dan Ketersediaan di Pasar China

Honor Win ditawarkan dalam beberapa varian RAM dan penyimpanan. Harga dimulai dari CNY 3.999 (sekitar Rp 9,2 juta) untuk konfigurasi 12GB/256GB, CNY 4.499 (Rp 10,4 juta) untuk 12GB/512GB, CNY 4.799 (Rp 11,1 juta) untuk 16GB/512GB, dan CNY 5.299 (Rp 12,2 juta) untuk model 16GB/1TB. Ponsel ini tersedia dalam pilihan warna hitam, putih, dan biru.

Honor Win and Win RT go official with 10,000mAh battery, active cooling fan

Sementara itu, Honor Win RT memiliki titik masuk harga yang lebih rendah. Varian 12GB/256GB dibanderol CNY 2.699 (sekitar Rp 6,2 juta), diikuti 16GB/256GB seharga CNY 2.999 (Rp 6,9 juta), 12GB/512GB seharga CNY 3.099 (Rp 7,1 juta), 16GB/512GB seharga CNY 3.399 (Rp 7,8 juta), dan 16GB/1TB seharga CNY 3.999 (Rp 9,2 juta). Win RT juga hadir dalam tiga warna yang sama dengan varian Win.

Peluncuran Honor Win dan Win RT ini menunjukkan komitmen Honor dalam segmen gaming yang kompetitif. Dengan baterai berkapasitas sangat besar dan sistem pendingin aktif, kedua ponsel ini dirancang untuk mengatasi dua keluhan utama gamer mobile: daya tahan baterai dan overheating. Keberhasilan mereka di pasar China kemungkinan akan menjadi penentu apakah seri ini akan diluncurkan secara global. Inovasi baterai silicon-carbon ini juga sejalan dengan tren perangkat mobile bertenaga besar, seperti yang terlihat pada Honor 500 dan 500 Pro yang membawa baterai 8000mAh, meski dengan pendekatan desain yang berbeda dari flagship kompak seperti Honor Magic 8 Mini.

Honor Win and Win RT go official with 10,000mAh battery, active cooling fan

Meski memiliki spesifikasi hardware yang tangguh, beberapa ulasan awal menyoroti aspek rasio layar yang dinilai terlalu sempit (19.8:9) untuk pengalaman gaming optimal. Namun, kombinasi chipset flagship, RAM generasi terbaru, dan solusi pendinginan inovatif menjadikan Honor Win dan Win RT sebagai penantang serius di arena smartphone gaming. Ketersediaan komponen seperti RAM LPDDR5X yang menjadi andalan perangkat ini juga perlu diperhatikan, mengingat fluktuasi harga komponen sempat menyebabkan penundaan pengiriman perangkat gaming lain seperti AYN Odin 3 Ultra.