Beranda blog Halaman 268

Kemkomdigi Usulkan Tambahan Anggaran Rp12,6 Triliun untuk 2026

0

Telset.id – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkomdigi) mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp12,6 triliun untuk tahun anggaran 2026 dalam Rapat Kerja bersama Komisi I DPR RI di Jakarta, Senin (15/7). Tambahan anggaran ini diperlukan untuk memenuhi kebutuhan prioritas di sektor digital.

Sekretaris Jenderal Kemkomdigi Ismail menjelaskan, total kebutuhan anggaran Kemkomdigi pada 2026 mencapai Rp20,3 triliun. Namun, pagu indikatif yang ditetapkan pemerintah hanya Rp7,75 triliun, sehingga terdapat kekurangan sebesar Rp12,6 triliun. “Kami sudah mendapatkan masukan dari seluruh unit kerja, kebutuhan Komdigi ada di angka Rp20,3 triliun,” kata Ismail di kompleks parlemen.

Alokasi Tambahan Anggaran

Tambahan anggaran tersebut akan dialokasikan untuk empat program utama:

  • Pengembangan Infrastruktur Digital (Rp7,75 triliun): Untuk pembangunan BTS, akses internet, pemeliharaan operasional BTS 4G di Papua dan non-Papua, serta pengembangan satelit Satria 1.
  • Penguatan Ekosistem Digital (Rp2,7 triliun): Meliputi pemeliharaan Pusat Data Nasional (PDN), penanganan konten ilegal, dan pelatihan literasi digital.
  • Komunikasi Publik dan Media (Rp313 miliar): Digunakan untuk pengelolaan komunikasi publik di sektor UMKM, pendidikan, dan kesehatan.
  • Dukungan Manajemen (Rp1,7 triliun): Untuk kebutuhan operasional, termasuk gaji dan tunjangan pegawai.

Prioritas Infrastruktur Digital

Sebagian besar tambahan anggaran akan difokuskan pada pengembangan infrastruktur digital, termasuk perluasan jaringan internet dan pemeliharaan BTS 4G. Program ini diharapkan dapat mempercepat pemerataan konektivitas digital di seluruh Indonesia, terutama di daerah tertinggal.

Selain itu, Kemkomdigi juga akan mengoptimalkan fungsi satelit Satria 1 dan meningkatkan layanan sertifikasi infrastruktur digital. “Ini bagian dari upaya kami mendukung transformasi digital nasional,” tambah Ismail.

Rencana anggaran ini masih perlu disetujui oleh DPR RI melalui pembahasan lebih lanjut. Jika disetujui, Kemkomdigi akan segera menjalankan program-program prioritas tersebut mulai tahun 2026.

MyRepublic Pakai Teknologi Corning Evolv untuk Percepat Jaringan Fiber di Jakarta

Telset.id – Bayangkan jika pemasangan jaringan fiber optik di lingkungan permukiman padat bisa dilakukan dalam hitungan jam, bukan hari. Itulah yang sedang diuji coba MyRepublic Indonesia dengan teknologi terbaru Corning Evolv® Solutions di kawasan premium Jakarta.

Kerja sama strategis ini bukan sekadar uji coba biasa. Ini adalah lompatan besar dalam percepatan infrastruktur digital Indonesia, terutama di tengah tingginya permintaan koneksi stabil untuk produktivitas masyarakat urban. Teknologi Pushlok® dari Corning diklaim mampu memangkas waktu instalasi hingga 50% berkat desain konektor yang lebih kecil dan efisien.

Revolusi Instalasi Fiber Optik Bawah Tanah

Timotius Max Sulaiman, CEO MyRepublic Indonesia, menjelaskan bahwa solusi Evolv dirancang khusus untuk tantangan unik jaringan bawah tanah di permukiman padat. “Konektor Pushlok berukuran setengah dari versi sebelumnya dan terhubung ke terminal yang 75% lebih ringkas. Ini seperti mengganti pipa air besar dengan selang fleksibel berteknologi tinggi,” ujarnya.

William Wallace dari Corning menambahkan bahwa teknologi ini telah sukses diimplementasikan di lebih dari 100 juta lokasi global. Di Indonesia, percepatan ini sangat krusial mengingat kompleksitas pembangunan jaringan fiber optik di area residensial.

Dampak bagi Konsumen dan Industri

Bagi pelanggan, teknologi ini berarti akses internet stabil bisa dinikmati lebih cepat. Bagi MyRepublic, efisiensi biaya instalasi memungkinkan ekspansi jaringan lebih agresif. “Ini solusi win-win, terutama di daerah dengan tantangan geografis seperti yang pernah dialami saat fiber optik putus,” jelas Timotius.

Uji coba di Jakarta ini menjadi penanda penting bagaimana inovasi material bisa menjadi game changer di industri telekomunikasi. Jika berhasil, tidak menutup kemungkinan teknologi serupa akan diadopsi secara masif oleh provider lain di Indonesia.

Eksekutif Xbox Sarankan Copilot untuk Karyawan yang Di-PHK, Menuai Kritik

0

Telset.id – Bayangkan Anda baru saja kehilangan pekerjaan. Lalu, seorang eksekutif perusahaan yang mem-PHK Anda menyarankan untuk menggunakan AI sebagai solusi. Itulah yang terjadi di Microsoft pekan ini, ketika Matt Turnbull, produser eksekutif Xbox Game Studios Publishing, memposting saran kontroversial di LinkedIn untuk para korban pemutusan hubungan kerja (PHK).

Dalam unggahan yang kini telah dihapus, Turnbull menyarankan para pekerja yang di-PHK untuk menggunakan alat kecerdasan buatan (AI) seperti ChatGPT dan Microsoft Copilot guna mengurangi “beban emosional dan kognitif” akibat kehilangan pekerjaan. Saran ini muncul di tengah gelombang PHK besar-besaran di Microsoft yang mencapai 9.000 karyawan, menambah daftar 6.000 PHK yang diumumkan pada Mei lalu. Seperti dilaporkan dalam artikel Microsoft PHK 9.000 Karyawan, Fokus AI Picu Kontroversi di Industri Gaming, keputusan ini memicu kritik tajam.

AI sebagai Solusi atau Ironi?

Turnbull, yang tampaknya tidak termasuk dalam daftar karyawan yang di-PHK, menulis: “Ini adalah masa yang sangat menantang… Anda tidak sendirian dan tidak harus menghadapinya sendirian.” Namun, alih-alih menawarkan dukungan manusiawi, ia justru merekomendasikan serangkaian prompt AI untuk membantu pencarian kerja, seperti:

  • “Tulis pesan pengantar yang hangat untuk menghubungi seseorang di

Rekomendasi Aplikasi Kamera 0.5 Terbaik untuk HP Android Non-Flagship

Telset.id – Ingin menangkap momen dengan sudut lebar layaknya kamera ultrawide, tapi HP Anda bukan flagship? Jangan khawatir! Dengan aplikasi kamera pihak ketiga, Anda bisa merasakan sensasi fotografi 0.5x meski perangkat Anda tak memiliki sensor khusus.

Kamera 0.5x atau ultrawide kini menjadi fitur wajib bagi penggemar fotografi mobile. Sayangnya, fitur ini biasanya hanya tersedia di ponsel premium. Namun, seperti yang diungkapkan dalam Review Xiaomi 12T 5G, kualitas kamera tak selalu harus mahal. Berikut empat aplikasi kamera 0.5 terbaik yang bisa mengubah HP Android biasa menjadi mesin fotografi ultrawide.

1. Pixtica: Aplikasi Multifungsi dengan Efek Ultrawide

Pixtica menawarkan solusi cerdas dengan memanfaatkan dual sensor kamera. Aplikasi ini memungkinkan Anda beralih antara sensor primer dan sekunder untuk mendapatkan angle lebih luas. Fitur unggulannya termasuk:

Content image for article: Rekomendasi Aplikasi Kamera 0.5 Terbaik untuk HP Android Non-Flagship

  • Mode Planet untuk foto 360°
  • Photobooth otomatis
  • Pengaturan manual (ISO, shutter speed, fokus)
  • Pembuatan GIF dan time-lapse

Meski powerful, Pixtica memiliki keunikan tersendiri – setiap instalasi akan otomatis mengunduh galeri bawaan. Bagi yang ingin eksplorasi fotografi kreatif, ini bisa jadi pilihan tepat.

2. Camera FV-5 Lite: DSLR Pocket dengan Mode 0.5x

Versi ringan dari Camera FV-5 ini menawarkan pengalaman kamera manual layaknya DSLR. Yang menarik, aplikasi ini memiliki mode 0.5x yang cukup meyakinkan untuk efek ultrawide. Keunggulan utamanya:

  • Kontrol manual penuh
  • Fitur interval shooting (beberapa foto berjeda)
  • Antarmuka sederhana dengan navigasi mudah

Seperti dibahas dalam Review Xiaomi 14T, kontrol manual sering menjadi pembeda kualitas foto. Camera FV-5 Lite menghadirkan itu di genggaman Anda.

Content image for article: Rekomendasi Aplikasi Kamera 0.5 Terbaik untuk HP Android Non-Flagship

3. ProCam X – Lite: Simulasi Profesional dengan Mode 0.6x

Aplikasi ini menawarkan pengalaman kamera profesional dengan sentuhan modern. Yang membedakan:

Content image for article: Rekomendasi Aplikasi Kamera 0.5 Terbaik untuk HP Android Non-Flagship

  • Mode 0.6x (hampir mirip 0.5x) dengan aktivasi pinch zoom
  • Pengaturan resolusi, face detection, dan stabilizer
  • Kontrol kecepatan video langsung

Sayangnya, iklan yang muncul saat keluar aplikasi bisa sedikit mengganggu. Namun untuk fitur yang ditawarkan, ProCam X – Lite tetap layak dipertimbangkan.

4. Wide Camera: Trik Panorama untuk Efek Ultrawide

Aplikasi ini menggunakan pendekatan unik – menggabungkan dua foto untuk menciptakan efek ultrawide. Cara kerjanya:

Content image for article: Rekomendasi Aplikasi Kamera 0.5 Terbaik untuk HP Android Non-Flagship

  1. Ambil foto pertama
  2. Geser sedikit dan ambil foto kedua
  3. Aplikasi akan menggabungkan keduanya secara otomatis

Meski kualitasnya tak sebaik kamera ultrawide asli, Wide Camera tetap bisa “menipu” dengan hasil yang cukup meyakinkan untuk kebutuhan kasual.

Seperti yang sering dibahas di platform teknologi terkemuka, inovasi kamera mobile terus berkembang. Keempat aplikasi ini membuktikan bahwa Anda tak selalu perlu merogoh kocek dalam-dalam untuk mendapatkan foto berkualitas dengan sudut lebar.

Jadi, aplikasi mana yang akan Anda coba pertama kali? Selamat bereksperimen dengan sudut pandang baru dalam fotografi mobile!

Tecno POVA Curve 5G: Desain Mewah & Performa Tangguh di Kelas Menengah

Telset.id – Jika Anda mencari smartphone dengan desain premium namun tetap terjangkau, Tecno POVA Curve 5G layak menjadi pertimbangan. Ponsel ini menggabungkan estetika mewah layar melengkung dengan performa gaming tangguh, semua dalam harga sekitar Rp3 jutaan. Tapi seberapa baik ponsel ini dalam penggunaan sehari-hari? Mari kita telaah lebih dalam.

POVA Curve 5G menjadi seri pertama Tecno yang mengadopsi desain layar melengkung, biasanya hanya ditemui di ponsel flagship. Dengan bodi ramping 7,45 mm dan berat 176 gram, ponsel ini terasa nyaman di genggaman meski membawa baterai besar 5500 mAh. Tiga pilihan warna – Neon Cyan, Magic Silver, dan Geek Black – menawarkan gaya berbeda untuk berbagai selera pengguna.

Layar AMOLED 144Hz: Pengalaman Visual yang Memukau

Layar 6,78 inci AMOLED dengan refresh rate 144Hz menjadi salah satu fitur unggulan POVA Curve 5G. Dengan kecerahan puncak 1300 nit, layar ini tetap jelas terbaca di bawah sinar matahari langsung. Desain melengkung di kedua sisinya tidak hanya menambah kesan premium, tapi juga memberikan pengalaman imersif saat menonton konten atau bermain game.

Perlindungan Gorilla Glass 5 mungkin bukan yang terbaru, tapi cukup tangguh menghadapi goresan sehari-hari. Bagi penggemar game, refresh rate tinggi 144Hz akan membuat gameplay terasa lebih mulus, terutama untuk judul kompetitif seperti PUBG Mobile atau Call of Duty: Mobile.

Dimensity 7300 Ultimate: Performa Gaming yang Mengesankan

Chipset MediaTek Dimensity 7300 Ultimate dengan proses fabrikasi 4nm menjadi otak POVA Curve 5G. Konfigurasi octa-core (4x Cortex-A78 2.5GHz + 4x Cortex-A55 2GHz) dan GPU Mali-G615 MC2 mampu menangani game berat dengan lancar. Skor AnTuTu sekitar 650.000 menempatkannya di kelas menengah atas.

Dukungan RAM 8GB dan penyimpanan internal 256GB (UFS 3.1) memastikan multitasking lancar. Sayangnya, tidak ada slot microSD untuk ekspansi penyimpanan. Sistem operasi Android 15 dengan antarmuka HiOS 15 membawa berbagai fitur AI canggih seperti Call Summary dan Smart Touch.

Kamera: Cukup Baik tapi Bukan yang Terbaik

Konfigurasi kamera belakang terdiri dari lensa utama 64MP (f/1.8) dan sensor depth 2MP. Hasil foto di siang hari cukup detail dengan dynamic range yang baik. Namun, ketiadaan lensa ultrawide menjadi kelemahan signifikan untuk ponsel di kelas ini.

Kamera depan 13MP mampu merekam video 4K, fitur yang jarang ditemui di ponsel menengah. Sayangnya, perekaman video 60fps tidak tersedia, baik untuk kamera depan maupun belakang.

Baterai dan Fitur Tambahan

Baterai 5500mAh dengan fast charging 45W menjadi salah satu keunggulan utama. Pengisian dari 0-50% hanya butuh 27 menit, sementara pengisian penuh memakan waktu sekitar 59 menit. Dukungan stereo speaker dengan Dolby Atmos memberikan pengalaman audio yang imersif.

Fitur konektivitas lengkap termasuk NFC dan infrared blaster, tapi sayangnya tidak ada jack audio 3.5mm. Sensor fingerprint under-display optical bekerja cukup cepat, meski tidak secepat tipe ultrasonic.

Secara keseluruhan, Tecno POVA Curve 5G menawarkan paket lengkap untuk pengguna yang menginginkan desain premium dengan performa gaming tangguh di harga terjangkau. Meski memiliki beberapa kekurangan seperti kamera yang kurang lengkap dan tidak adanya jack audio, ponsel ini tetap menjadi pilihan menarik di kelas menengah.

Lenovo ThinkPad X9 Aura Edition Sukses Diuji di Formula 1, Ini Keunggulannya

Telset.id – Bayangkan sebuah laptop yang tidak hanya membantu tim balap memproses data dengan kecepatan luar biasa, tetapi juga mengurangi jejak karbon di salah satu ajang olahraga paling bergengsi di dunia. Itulah yang berhasil dibuktikan Lenovo melalui uji coba ThinkPad X9 Aura Edition bertenaga AI di Event Technical Centre (ETC) Formula 1 selama gelaran Chinese Grand Prix 2025.

Kolaborasi antara Lenovo dan Formula 1 bukan sekadar tentang sponsorship, melainkan sebuah upaya serius untuk membawa revolusi komputasi cerdas ke dunia motorsport. Dalam lingkungan di mana setiap milidetik menentukan kemenangan, kehadiran laptop dengan kemampuan AI seperti ThinkPad X9 Aura Edition menjadi game changer yang sesungguhnya.

Content image for article: Lenovo ThinkPad X9 Aura Edition Sukses Diuji di Formula 1, Ini Keunggulannya

Mengintip Uji Coba di Balik Layar

Selama akhir pekan balap di Shanghai, tim Formula 1 mengandalkan ThinkPad X9 Aura Edition untuk menangani pemrosesan data balapan dan meningkatkan efisiensi operasional. Roberto Dalla, Chief Technical and Engineering Officer Formula 1, mengungkapkan, “Ini adalah terobosan besar dalam teknologi komputasi cerdas. Fitur seperti Smart Modes, Smart Share, dan Smart Care terintegrasi dengan mulus untuk meningkatkan produktivitas.”

Dibekali platform Intel Lunar Lake dan fitur Copilot+, perangkat ini tidak hanya menawarkan performa tinggi tetapi juga efisiensi energi yang selaras dengan komitmen Formula 1 mencapai net zero carbon pada 2030. Dalam dunia di mana kecepatan adalah segalanya, solusi ini memungkinkan tim memproses data lebih cepat, berkolaborasi tanpa hambatan, dan menyajikan siaran global yang lebih imersif bagi penggemar.

Dampak Nyata di Lapangan

Dr. Tolga Kurtoglu, Chief Technology Officer Lenovo, menyebut pengujian di lingkungan bertekanan tinggi seperti F1 Sprint Weekend sebagai pengalaman luar biasa. “Kami mendorong batas inovasi teknologi tidak hanya untuk operasional balapan, tetapi juga menciptakan pengalaman tak terlupakan bagi penggemar,” ujarnya.

ThinkPad X9 Aura Edition terbukti mampu menyederhanakan proses pembuatan konten, mempercepat penyampaian cerita, dan membawa penggemar lebih dekat dengan aksi balap secara real-time. Dengan fitur seperti daya tahan baterai seharian dan ketahanan kelas militer, perangkat ini juga mendukung mobilitas tinggi dan operasi tahan lama di sirkuit.

Solusi Berkelanjutan untuk Motorsport

Selain performa, uji coba ini membuktikan bahwa Lenovo AI PC dapat membantu Formula 1 mengurangi jejak perangkat keras di setiap balapan. Dengan mengandalkan perangkat yang lebih canggih, kebutuhan untuk mengirim banyak peralatan dari satu balapan ke balapan berikutnya bisa diminimalkan. Ini berarti pengurangan konsumsi energi, emisi transportasi, dan kebutuhan pendinginan di lokasi.

Kemitraan antara Lenovo dan Formula 1 akan terus berlanjut sepanjang musim 2025, dengan rencana untuk menguji lebih banyak teknologi mutakhir. Ambisi mereka jelas: tidak hanya meningkatkan performa di lintasan, tetapi juga memperkaya pengalaman menonton bagi jutaan penggemar di seluruh dunia.

Bagi Anda yang tertarik dengan perkembangan teknologi AI terkini, jangan lewatkan 20 Aplikasi Nonton TV Online Gratis di Android dan PC 2023 untuk menikmati siaran balapan secara real-time.

realme 14 Series 5G: Smartphone Serbaguna untuk Liburan dan Sekolah

Telset.id – Jika Anda mencari smartphone yang bisa menemani liburan seru sekaligus mendukung produktivitas saat kembali ke sekolah, realme 14 Series 5G mungkin jawabannya. Dua varian terbaru dari realme ini—realme 14 5G dan realme 14T 5G—menawarkan kombinasi performa gaming tangguh, fitur produktivitas cerdas, dan desain stylish yang cocok untuk generasi muda.

Diluncurkan beberapa waktu lalu di Indonesia, realme 14 Series 5G hadir dengan spesifikasi yang mengesankan di kelas mid-range. Dengan chipset Snapdragon® 6 Gen 4 pada realme 14 5G dan MediaTek Dimensity 6300 5G pada realme 14T 5G, kedua perangkat ini siap memberikan pengalaman gaming tanpa lag. Bahkan, realme bekerja sama dengan pro player Indonesia seperti Jess No Limit dan anggota RRQ untuk menyempurnakan fitur AI Touch Mode, yang membuat kontrol sentuh lebih presisi saat bermain game seperti Mobile Legends: Bang Bang.

Performa Gaming yang Mengesankan

Bagi para gamer, performa adalah segalanya. realme 14 Series 5G tidak mengecewakan dengan dukungan Bionic Cooling System yang menjaga suhu tetap stabil meski digunakan untuk gaming marathon. GT Boost Mode dan AI Gaming dengan fitur seperti AI Motion Control semakin melengkapi pengalaman bermain game yang mulus. Tidak heran jika smartphone ini disebut sebagai “smartphone mid-range dengan performa gaming tanpa kompromi”.

Content image for article: realme 14 Series 5G: Smartphone Serbaguna untuk Liburan dan Sekolah

Visual dan Audio yang Memukau

Selain performa, realme 14 Series 5G juga memanjakan pengguna dengan layar AMOLED FHD+ 6,67 inci berrefresh rate 120Hz dan peak brightness hingga 2000 nits. Dual stereo speaker membuat pengalaman menonton film atau mendengarkan musik semakin hidup. Cocok untuk scrolling media sosial atau belajar daring, layar ini memberikan kenyamanan visual yang sulit ditandingi.

Kamera AI untuk Momen Spesial

Kamera belakang 50MP AI siap mengabadikan setiap momen liburan, dari staycation hingga konser. Fitur seperti AI Eraser dan AI Motion Deblur memungkinkan pengeditan foto secara instan dengan hasil yang profesional. Tidak perlu repot membawa kamera tambahan, karena realme 14 Series 5G sudah lebih dari cukup.

Baterai Titan yang Tahan Lama

Dengan baterai 6000mAh, realme 14 Series 5G bisa bertahan hingga 2 hari untuk penggunaan ringan atau 11 jam gaming nonstop. Dukungan 45W Fast Charge memastikan pengisian daya yang cepat, sehingga Anda tidak perlu khawatir kehabisan baterai di tengah aktivitas. Seperti yang diungkapkan dalam artikel sebelumnya, baterai Titan ini memang dirancang untuk ketahanan ekstra.

Fitur Produktivitas untuk Pelajar

Saat liburan usai, realme 14 Series 5G tetap relevan dengan fitur produktivitas seperti Split Screen, Smart Sidebar, dan AI Smart Loop. NFC juga memudahkan pembayaran digital dan akses transportasi umum, sangat praktis untuk pelajar urban. Desainnya yang stylish dengan pilihan warna modern seperti Mecha Silver dan Lightning Purple semakin melengkapi daya tariknya.

Dengan harga mulai Rp3.399.000, realme 14 Series 5G menawarkan nilai lebih dibandingkan pesaing seperti Tecno Pova 7 5G. Jika Anda mencari smartphone serbaguna untuk liburan dan sekolah, realme 14 Series 5G layak dipertimbangkan.

Telkomsel Kembali Gelar Program Baktiku Negeriku 2025 untuk Digitalisasi Desa

0

Telset.id – Telkomsel kembali menghadirkan program Corporate Social Responsibility (CSR) unggulan, Baktiku Negeriku 2025, sebagai bagian dari komitmennya dalam mempercepat digitalisasi desa. Program ini dilaksanakan di Desa Pampang, Gunung Kidul, Yogyakarta, dan Desa Sukoharjo, Pacitan, Jawa Timur, dengan fokus pada pemberdayaan masyarakat melalui teknologi.

Program Baktiku Negeriku 2025 bertujuan meningkatkan daya saing dan produktivitas masyarakat desa di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Ini sejalan dengan Agenda Pembangunan Desa Berkelanjutan dan visi Indonesia Emas 2045. Telkomsel melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk BumKal, PokDarWis, PokDaKan, dan GaPokTan, untuk memastikan dampak yang berkelanjutan.

Vice President Corporate Communications & Social Responsibility Telkomsel, Saki H. Bramono, mengatakan, “Program Baktiku Negeriku adalah langkah konkret Telkomsel untuk menjadikan desa lebih mandiri dan berdaya saing melalui digitalisasi. Kami percaya bahwa kunci sukses adalah sinergi antar pemangku kepentingan.”

Staf Ahli Menteri Bidang Transformasi Digital dan Inovasi Pariwisata Kemenpar RI, Masruroh, turut mengapresiasi inisiatif ini. “Program ini menjadi contoh konkret sinergi strategis antara sektor swasta dan pemerintah dalam mendorong transformasi digital di desa,” ujarnya.

Aktivitas Utama Baktiku Negeriku 2025

Program ini mencakup serangkaian aktivitas utama, antara lain:

  • Integrated Farming Demonstration Plot: Sistem pertanian terpadu berbasis edukasi dan teknologi.
  • Creative Tourism and Circular Economy: Pemanfaatan potensi alam dan budaya sebagai daya tarik wisata.
  • Telkomsel Creative Digital Center: Pusat pelatihan literasi digital untuk masyarakat.
  • Employee Volunteering Program: Kontribusi karyawan Telkomsel sebagai relawan.

Dampak Positif dari Program Sebelumnya

Keberhasilan program Baktiku Negeriku 2024 di Desa Hegarmanah, Banten, dan Desa Air Sempiang, Bengkulu, menjadi dasar pelaksanaan tahun ini. Di Desa Hegarmanah, jumlah wisatawan meningkat dari 595 menjadi 1.081 dalam empat bulan, sementara pendapatan desa naik 25%. Sementara itu, Desa Air Sempiang mengalami lonjakan wisatawan dari 91 menjadi 1.145 dengan pertumbuhan pendapatan 2,9%.

Program ini juga meningkatkan keterampilan kerja masyarakat hingga 80% di Hegarmanah dan 76% di Air Sempiang. Akses informasi digital pun melonjak signifikan, mencapai 92% dan 71% di kedua desa tersebut.

Informasi lebih lanjut tentang Baktiku Negeriku 2025 dapat diakses melalui baktikunegerku.id atau akun Instagram @baktikunegeriku. Program ini juga sejalan dengan upaya Telkomsel dalam membangun ekosistem digital di berbagai daerah, seperti yang dilakukan di Sumedang.

AI Dipakai Perusahaan untuk PHK Karyawan, Survei Ungkap Fakta Mencengangkan

0

Telset.id – Sebuah survei terbaru mengungkap fakta mengejutkan tentang penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam keputusan sumber daya manusia (HR). Menurut laporan dari ResumeBuilder.com, 6 dari 10 manajer mengaku menggunakan model bahasa besar (LLM) seperti ChatGPT untuk mengambil keputusan penting terkait karyawan, termasuk pemutusan hubungan kerja (PHK).

Survei yang melibatkan 1.342 manajer ini menunjukkan bahwa 66% responden menggunakan AI untuk memutuskan PHK, sementara 64% mengandalkannya untuk keputusan pemecatan. Bahkan, 1 dari 5 manajer mengaku sering membiarkan AI memiliki keputusan akhir tanpa campur tangan manusia.

ChatGPT menjadi alat yang paling banyak digunakan (lebih dari 50%), diikuti oleh Microsoft Copilot dan Google Gemini. Namun, keandalan AI dalam keputusan HR dipertanyakan karena kecenderungannya untuk memberikan respons yang bias atau tidak akurat.

Dampak Sosial yang Mengkhawatirkan

Penggunaan AI dalam keputusan HR tidak hanya berisiko secara teknis, tetapi juga berdampak pada kehidupan nyata karyawan. Masalah seperti “halusinasi AI” (respons yang dibuat-buat) dan “sikap menjilat” (brownnosing) dapat memengaruhi keputusan yang seharusnya bersifat manusiawi.

Beberapa kasus ekstrem bahkan menunjukkan bahwa ketergantungan pada AI telah menyebabkan krisis kesehatan mental, seperti yang terjadi pada beberapa pengguna yang mengalami “psikosis ChatGPT”. Fenomena ini memicu kekhawatiran serius tentang bagaimana teknologi ini digunakan dalam konteks yang memengaruhi nasib seseorang.

Perusahaan Teknologi dan Tren PHK

Fenomena ini terjadi di tengah gelombang PHK besar-besaran di industri teknologi. Beberapa perusahaan seperti Meta dan Twitter/X telah melakukan pemangkasan karyawan secara masif. Namun, penggunaan AI sebagai alat pengambilan keputusan PHK menambah kompleksitas masalah ini.

Para ahli HR memperingatkan bahwa keputusan yang melibatkan nasib manusia seharusnya tidak diserahkan sepenuhnya kepada mesin. Meskipun AI dapat membantu analisis data, faktor empati, keadilan, dan pertimbangan manusia tetap krusial.

Dengan semakin banyaknya perusahaan yang mengadopsi AI untuk keputusan HR, diperlukan regulasi dan transparansi lebih lanjut untuk memastikan bahwa teknologi ini digunakan secara bertanggung jawab.

Xiaomi Hentikan Kerja Sama dengan Leica, Andalkan Teknologi Kamera In-House

Telset.id – Xiaomi membuat langkah berani dalam strategi pencitraan smartphone mereka dengan mengakhiri kemitraan co-branding bersama Leica untuk seluruh perangkat sub-seris SM8850 mendatang. Ponsel-ponsel ini, yang diyakini akan menggunakan chipset Snapdragon 8 Elite 2, akan mengandalkan teknologi pencitraan internal Xiaomi. Menurut bocoran dari tipster Digital Chat Station, model Xiaomi dan Redmi masa depan akan menggunakan merek pencitraan proprietary atau menerapkan penyesuaian warna yang terinspirasi dari seri flagship utama.

Perubahan ini menandai babak baru bagi Xiaomi, yang sebelumnya sempat menggandeng Leica untuk meningkatkan kredibilitas kamera flagship mereka. Seperti pernah kami bahas dalam artikel sebelumnya, kolaborasi dengan Leica sempat menjadi senjata utama Xiaomi untuk bersaing di pasar smartphone premium. Namun, kini Xiaomi tampaknya lebih percaya diri dengan kemampuan tim penelitian dan pengembangan internal mereka.

Dampak Finansial dan Strategi Baru

Langkah ini tidak hanya tentang kebanggaan teknologi, tetapi juga perhitungan bisnis yang cermat. Co-branding dengan Leica dilaporkan menambah biaya lisensi sebesar $3–$5 per perangkat, belum termasuk biaya otorisasi tambahan. Untuk seri seperti Redmi K90 Pro dan Poco F8 Ultra yang bersaing di pasar sensitif harga, penghematan ini bisa menjadi keunggulan kompetitif yang signifikan.

Xiaomi berencana mengalihkan dana yang dihemat dari biaya branding ke peningkatan hardware. Perangkat mendatang diperkirakan akan dilengkapi dengan sensor yang lebih baik, komputasi fotografi yang ditingkatkan, baterai lebih besar, dan layar panel datar yang diperbarui. Digital Chat Station bahkan menyebutkan bahwa kemampuan kamera Redmi akan mengalami peningkatan “tingkat epik”.

Tren Industri dan Posisi Xiaomi

Keputusan Xiaomi ini sejalan dengan tren industri yang lebih luas. Huawei, misalnya, sekarang menggunakan sistem XMAGE sendiri setelah mengakhiri kolaborasi dengan Leica. Sementara itu, merek seperti Vivo, Oppo, dan Honor masih mempertahankan kemitraan dengan Zeiss, Hasselblad, dan Harcourt masing-masing.

Dengan memutuskan kerja sama co-branding dan memperkuat solusi in-house, Xiaomi memposisikan diri untuk menawarkan fitur tingkat flagship sambil menjaga harga tetap kompetitif. Semua ponsel seri SM8850 mendatang juga diperkirakan akan menyertakan baterai besar dan layar datar, menunjukkan fokus yang jelas pada pengalaman pengguna inti.

Sebagai informasi tambahan, Xiaomi baru-baru ini meluncurkan soket trek modular 8000W dengan desain aman untuk anak dan kontrol daya cerdas. Perusahaan juga memperkenalkan AC standing dengan pendinginan dan pemanasan cepat, swing sudut lebar 115°, dan integrasi HyperOS. Untuk pembaruan harian lainnya, kunjungi bagian Berita kami.

Photonmatrix: Senjata Laser Pembasmi Nyamuk yang Revolusioner

Telset.id – Bayangkan sebuah perangkat yang bisa membasmi nyamuk dengan laser, tanpa bahan kimia, dan bekerja bahkan dalam kegelapan total. Kini, impian itu hadir dalam bentuk nyata melalui Photonmatrix, alat portabel pembasmi nyamuk berbasis laser yang sedang menggalang dana di Indiegogo.

Dikembangkan oleh inventor Jim Wong, Photonmatrix menyerupai menara kecil dari film sci-fi. Perangkat ini mengombinasikan teknologi LIDAR dan laser berpresisi tinggi untuk mendeteksi dan menembak nyamuk yang terbang. Yang lebih mencengangkan, klaim perusahaan menyebut alat ini mampu membunuh hingga 30 nyamuk per detik!

Teknologi Canggih di Balik Photonmatrix

Berbeda dengan obat nyamuk konvensional, Photonmatrix bekerja secara diam-diam tanpa mengandalkan bahan kimia. Sistem ini menggunakan gabungan sensor LIDAR dan laser yang dikendalikan galvanometer untuk mengidentifikasi target. Yang menarik, alat ini dirancang untuk membedakan nyamuk dari objek besar seperti manusia, hewan peliharaan, atau burung, sehingga meminimalkan risiko tembakan laser yang tidak diinginkan.

Prosesnya terjadi dalam hitungan milidetik: begitu nyamuk terdeteksi, laser inframerah langsung menetralkannya. Photonmatrix tersedia dalam dua varian: standar dengan jangkauan 3 meter dan Pro yang bisa mencakup area hingga 6 meter. Keduanya memiliki sertifikasi IP68, artinya tahan debu dan air.

Spesifikasi dan Kelengkapan

Dengan harga mulai dari $498 (sekitar Rp7,8 juta), pembeli akan mendapatkan unit laser inti, adaptor daya, kabel DC 2 meter, dan alas pemasangan. Ada juga aksesori opsional seperti platform berputar dan dongle untuk menghubungkan ke power bank smartphone yang memenuhi persyaratan voltase (24V). Photonmatrix diklaim bisa beroperasi hingga 16 jam dengan power bank yang cukup kuat.

Yang membedakan Photonmatrix dari solusi lain adalah pendekatannya yang tidak mengandalkan algoritma berbasis AI. Sebagai gantinya, sistem ini menggunakan kondisi pemicu yang ketat untuk memastikan keamanan dan akurasi.

Status Pengembangan dan Risiko Crowdfunding

Meskipun kampanye Indiegogo-nya telah melampaui 1300% dari target awal $20.000, penting untuk dicatat bahwa Photonmatrix masih dalam tahap prototipe. Produksi massal belum dimulai, dan seperti biasa dengan proyek crowdfunding perangkat keras, selalu ada risiko keterlambatan atau bahkan kegagalan pengiriman.

Namun, jika berhasil diproduksi, Photonmatrix bisa menjadi solusi revolusioner untuk mengusir nyamuk di berbagai situasi—mulai dari halaman belakang rumah, area perkemahan, hingga lokasi memancing. Dengan pendekatannya yang presisi dan ramah lingkungan, perangkat ini berpotensi mengubah cara kita berperang melawan nyamuk.

Bagi Anda yang tertarik, kampanye Photonmatrix masih berlangsung di Indiegogo. Namun, selalu bijaklah dalam mempertimbangkan investasi di proyek crowdfunding, terutama yang masih dalam tahap pengembangan.

Bocoran Resmi! Samsung Galaxy Z Flip 7 FE Pakai Exynos 2400

Telset.id – Samsung terus memanaskan persaingan di pasar ponsel lipat dengan rencana peluncuran Galaxy Z Flip 7 FE. Bocoran terbaru dari Geekbench mengungkap detil spesifikasi yang bikin penasaran: chipset Exynos 2400 dan RAM 8GB. Apakah ini langkah tepat untuk varian yang lebih terjangkau?

Setelah sebelumnya versi Korea terlihat di Geekbench, kini model global Z Flip 7 FE (kode SM-F761B) muncul dengan motherboard “s5e9945” – kode untuk Exynos 2400. Prosesor 10-core ini memiliki kecepatan maksimal 3.21GHz dan GPU Xclipse 940. Skor benchmark-nya cukup menjanjikan: 1940 (single-core) dan 6136 (multi-core).

Menariknya, ponsel ini sudah menjalankan Android 16, menunjukkan komitmen Samsung untuk update jangka panjang. Seperti dilaporkan dalam artikel sebelumnya di Telset, Z Flip 7 FE diprediksi hadir dengan layar utama 6.7 inci dan cover display 3.4 inci.

Strategi Harga vs Performa

Pemilihan Exynos 2400 menimbulkan pertanyaan: apakah ini strategi diferensiasi atau penghematan biaya? Seperti dibahas dalam analisis Telset, Samsung tampaknya ingin membedakan varian FE dengan flagship utama yang mungkin tetap menggunakan Snapdragon.

Dari segi kamera, Z Flip 7 FE diperkirakan membawa setup sederhana: 10MP depan dan dual 12MP (main + ultra-wide) belakang. Kapasitas baterai 3,700mAh dengan fast charging 25W juga terlihat cukup standar untuk segmen ini.

Pertaruhan Samsung di Pasar Mid-Range

Kehadiran Z Flip 7 FE menunjukkan strategi baru Samsung: menawarkan pengalaman foldable dengan harga lebih terjangkau. Seperti perkembangan industri chipset yang dibahas dalam artikel terkait, pilihan komponen menjadi kunci dalam menentukan harga jual.

Dengan peluncuran resmi pada 9 Juli mendatang, semua spekulasi akan terjawab. Yang pasti, persaingan di segmen ponsel lipat semakin sengit. Apakah Anda tertarik dengan varian FE yang lebih ekonomis ini?