Beranda blog Halaman 118

Kolaborasi Startup Indonesia-Australia Diperkuat di CONNECT-ED

0

Telset.id – Western Sydney University (WSU) Indonesia bersama Launch Pad menyelenggarakan acara “CONNECT-ED: Innovating Across Borders – Indonesia and Australia Startup Collaboration” untuk mempererat kemitraan antara perusahaan rintisan kedua negara. Acara yang digelar di kampus WSU Indonesia di Surabaya pada Kamis (13/11) ini dihadiri lebih dari 100 peserta dari kalangan pendiri startup, investor, pemimpin bisnis, pemerintah, dan akademisi.

Chancellor Western Sydney University Jennifer Westacott AC menegaskan bahwa kolaborasi ini dirancang untuk memperluas jangkauan global, mempercepat pengembangan SDM digital, dan memperkuat budaya inovasi. “Kedua negara memiliki kekuatan saling melengkapi. Indonesia dengan pertumbuhan digitalnya yang cepat dan Australia dengan riset serta infrastrukturnya yang mapan mampu menciptakan solusi lebih kompetitif di kancah global,” ujarnya dalam keterangan pers, Sabtu.

CONNECT-ED menjadi wujud nyata komitmen WSU Indonesia dalam memperkuat kolaborasi pendidikan, pengembangan sumber daya manusia, dan program inovasi yang menghubungkan Australia dengan Asia Tenggara. Inisiatif strategis ini juga bertujuan meningkatkan peluang ekspansi bagi pelaku usaha rintisan melalui hubungan bilateral yang berkelanjutan.

Studi Kasus Nyata dan Tren Teknologi

Diskusi dalam acara yang didukung Kementerian Komunikasi dan Digital tersebut mengangkat contoh konkret kolaborasi bisnis digital, termasuk ekspansi Canva di Indonesia dan langkah Privy masuk pasar Australia. Pembahasan juga mencakup tren teknologi kecerdasan buatan dan keamanan siber sebagai elemen kunci dalam pengembangan ekosistem startup.

Westacott menekankan pentingnya pengembangan sumber daya manusia dengan kemampuan teknologi digital melalui program pendidikan dan inkubasi, mobilitas talenta, serta kolaborasi riset. Pendekatan komprehensif ini diharapkan dapat menciptakan fondasi kuat bagi pertumbuhan startup di kedua negara.

Senior Manager Global Entrepreneurship WSU Inu Rana menyatakan CONNECT-ED berfungsi sebagai ruang pertukaran pengetahuan bagi pelaku usaha rintisan Indonesia dan Australia. “Acara ini mendorong kolaborasi yang memberikan manfaat nyata bagi kedua ekosistem,” tegasnya.

Kolaborasi startup semacam ini sejalan dengan perkembangan inovasi teknologi global yang terus bergerak dinamis. Semangat serupa juga terlihat dalam peluncuran produk teknologi terkini yang mengedepankan kolaborasi lintas sektor.

Pengakuan terhadap nilai inovasi digital semakin nyata, sebagaimana tercermin dalam prestasi produk teknologi yang mampu mencapai nilai tinggi di pasar. CONNECT-ED diharapkan dapat mempercepat terciptanya lebih banyak success story serupa dalam ekosistem startup Indonesia-Australia.

Acara ini menandai babak baru dalam hubungan strategis kedua negara di bidang inovasi digital. Kolaborasi yang terbangun diharapkan tidak hanya memberikan dampak langsung bagi pelaku startup, tetapi juga berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi digital regional yang lebih luas.

Pemerintah Hadirkan Internet 5G Tanpa Serat Optik untuk Percepat Konektivitas

0

Telset.id – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika meluncurkan layanan internet berkecepatan tinggi tanpa infrastruktur serat optik untuk mempercepat konektivitas digital yang inklusif dan terjangkau di seluruh wilayah. Teknologi Fixed Wireless Access (FWA) 5G pada frekuensi 1,4 GHz ini dihadirkan melalui kolaborasi strategis antara SURGE, OREX SAI Jepang, dan distributor lokal.

Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika Nezar Patria menegaskan bahwa inisiatif ini bukan sekadar formalitas, melainkan deklarasi kuat menuju Indonesia yang berdaya digital. “Ini bukan hanya tentang menghubungkan orang. Ini tentang menyediakan akses berkecepatan tinggi yang terjangkau,” ujar Nezar dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu.

Penandatanganan kontrak komersial antara para mitra dilakukan di Jakarta pada Rabu (12/11) lalu. Nezar menyebut kolaborasi penyediaan layanan internet cepat ini menjadi terobosan nyata untuk mempercepat akses digital di seluruh Indonesia, terutama mengatasi kendala pembangunan jaringan fiber optik yang selama ini menjadi hambatan utama di banyak daerah.

Solusi Atasi Kendala Infrastruktur Digital

Teknologi FWA 5G yang diadopsi dalam proyek ini memungkinkan layanan internet berkecepatan tinggi tanpa perlu menunggu pembangunan jaringan fiber optik. Nezar menjelaskan, “Teknologi ini dirancang untuk melewati proses pemasangan fiber optik yang tradisional, mahal, dan memakan waktu.”

Langkah ini sejalan dengan strategi nasional untuk mempersempit kesenjangan digital dan memperkuat fondasi ekonomi digital Indonesia. Data menunjukkan tingkat penetrasi internet pita lebar tetap di Indonesia masih rendah, dengan kecepatan unduh yang berada di posisi kesembilan dari sepuluh negara ASEAN. Biaya internet tetap juga masih tergolong tinggi dibanding negara lain di kawasan.

Upaya pemerintah dalam membuka akses internet ini juga sejalan dengan program sebelumnya yang menargetkan 2.333 desa yang masih mengalami kesenjangan digital. Nezar menekankan bahwa masalah yang dihadapi bukan hanya teknis, tetapi menyangkut keadilan digital. “Internet cepat tidak boleh hanya dinikmati segelintir wilayah. Dengan kolaborasi ini, kita bawa akses setara ke seluruh masyarakat,” tegasnya.

Dukungan Penuh Sumber Daya Vital

Pemerintah mendukung penuh inisiatif ini dengan memberikan akses pada sumber daya vital, termasuk penggunaan frekuensi 1,4 GHz, untuk mendukung pengembangan teknologi nirkabel berkecepatan tinggi. Kerja sama Indonesia-Jepang ini berawal dari nota kesepahaman di bidang digital dan komunikasi yang kini berlanjut ke tahap implementasi.

Proyek ini menegaskan komitmen pemerintah dalam menciptakan ekosistem digital yang inklusif melalui kemitraan strategis antara sektor publik dan swasta. Melalui teknologi ini, pemerintah berharap manfaat internet cepat dapat langsung dirasakan oleh masyarakat, terutama pelaku UMKM, sektor pendidikan jarak jauh, dan layanan telemedisin di daerah.

Kehadiran teknologi internet tanpa serat optik ini juga sejalan dengan perkembangan layanan internet rumah lainnya di Indonesia, seperti XL SATU Lite yang menawarkan solusi plug and play dengan kuota akumulasi. Berbagai alternatif akses internet ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat akan konektivitas yang stabil dan terjangkau.

Nezar mengungkapkan optimisme terhadap masa depan konektivitas digital Indonesia. “Kita berbicara tentang masa depan di mana konektivitas berjalan lancar, inovasi didemokratisasi, dan teknologi menjadi mesin penggerak sejati bagi kemajuan nasional,” ucapnya.

Implementasi teknologi FWA 5G ini diharapkan dapat menjadi solusi praktis bagi daerah-daerah yang selama ini kesulitan mendapatkan akses internet berkualitas. Dengan berbagai pilihan layanan internet yang tersedia, termasuk paket WiFi Bnetfit yang menawarkan solusi internet cepat dan stabil, masyarakat memiliki lebih banyak opsi untuk memenuhi kebutuhan konektivitas mereka.

Kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta dalam pengembangan infrastruktur digital ini diharapkan dapat mempercepat transformasi digital Indonesia menuju masyarakat yang lebih terhubung dan berdaya saing di era digital.

China Percepat Pengembangan 6G dengan Terobosan Baru

0

Telset.id – China menunjukkan percepatan signifikan dalam pengembangan teknologi 6G melalui berbagai terobosan terbaru. Purple Mountain Laboratories (PMLabs) berhasil mendemonstrasikan sistem pemantauan 6G yang mampu mengidentifikasi drone “ilegal” dalam waktu hanya 0,1 detik di Kota Nanjing, China timur.

Sistem tersebut memanfaatkan kemampuan komputasi dan penginderaan canggih jaringan 6G untuk langsung menampilkan model serta ciri utama drone yang terdeteksi. Engineer di laboratorium tersebut telah membangun tempat uji lapangan rintisan bebas sel 6G yang memberikan keunggulan setidaknya 10 kali lipat dalam hal jangkauan, kapasitas, dan efisiensi spektrum dibandingkan teknologi 5G.

Dalam lima tahun ke depan, China berencana mengubah industri generasi mendatang, termasuk komunikasi seluler 6G, menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru. PMLabs sebagai lembaga riset 6G terkemuka di China kini fokus mengukir ceruk pasar di bidang drone dengan memanfaatkan teknologi terbaru mereka.

Implementasi Praktis Teknologi 6G

Teknologi bebas sel 6G milik PMLabs telah diuji dalam latihan darurat yang menyimulasikan kecelakaan kebakaran tangki penyimpanan pada Juni lalu. Dalam simulasi tersebut, teknologi ini berhasil dimanfaatkan untuk mengendalikan sekelompok drone guna menyelesaikan misi penyelamatan.

Di kawasan inovasi di pinggiran utara Beijing, sebuah tempat pelatihan robot berkemampuan 6G telah aktif beroperasi. Fasilitas ini menguji bagaimana teknologi komunikasi baru tersebut akan mendayai mesin-mesin cerdas masa depan, menunjukkan komitmen China dalam mengintegrasikan teknologi dengan industri.

Para pembuat kebijakan ekonomi China memandang penciptaan dan peluncuran skenario aplikasi baru sebagai jembatan yang menggabungkan teknologi dengan industri serta penelitian dengan pasar. Pendekatan ini sejalan dengan perkembangan global di mana perusahaan seperti Huawei sudah mengembangkan teknologi 6G meskipun 5G masih dalam tahap awal implementasi.

Kemajuan Infrastruktur dan Standarisasi

Menurut Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China, negara tersebut telah melakukan uji coba teknologi 6G selama empat tahun berturut-turut. Tahap pertama kini telah selesai dengan menghasilkan lebih dari 300 pencapaian teknis penting yang menjadi fondasi pengembangan lebih lanjut.

China Telecom, Universitas Tsinghua, dan sejumlah mitra industri baru-baru ini menggunakan satelit yang mengorbit di ketinggian 20.000 kilometer dari permukaan Bumi untuk memverifikasi koneksi wilayah kutub, lautan lepas, dan era 6G mendatang. Satelit ini mencapai kecepatan downlink puncak 140 Mbps, menunjukkan transmisi data berkecepatan tinggi yang andal secara langsung dari satelit ke perangkat pengguna.

Sebagai bagian dari armada orbit-Bumi-menengah dari Smart SkyNet yang sedang dibangun, satelit ini akan memberikan jangkauan tanpa celah dan bersama dengan konstelasi orbit-Bumi-rendah (LEO) membentuk jaringan 6G darat-angkasa yang terpadu. Perkembangan ini menunjukkan bagaimana keyakinan konsumen terhadap kemampuan perangkat mendukung 6G mulai menemukan dasar teknologinya.

Penggabungan internet satelit dengan stasiun-stasiun yang berbasis di darat dipuji sebagai salah satu dari tiga ciri khas 6G. Dua ciri lainnya adalah konvergensi komunikasi dan penginderaan, serta konvergensi komunikasi dan AI yang semakin menguatkan posisi China dalam persaingan global.

Terobosan Teknis dan Dominasi Paten

Sebuah tim peneliti China baru-baru ini meluncurkan cip optoelektronik ultra-broadband bertenaga AI yang menghadirkan koneksi berkecepatan tinggi pada rentang frekuensi 0,5 GHz hingga 115 GHz. Capaian yang dipublikasikan dalam jurnal Nature ini menjanjikan koneksi 6G yang lebih cepat dan andal.

Wang Xingjun dari Universitas Peking yang memimpin penelitian tersebut menjelaskan, “Ini seperti menambahkan jalan tol super. Sinyal dapat berpindah jalur saat sebuah jalur macet, sehingga data tidak akan tertahan di tengah lalu lintas data.” Teknologi semacam ini juga sedang dikembangkan oleh berbagai perusahaan global, termasuk yang terlihat dalam pengembangan teknologi frame interactive pada perangkat mobile.

Semakin banyaknya terobosan dan paten 6G sedang memperkuat pengaruh China dalam penetapan standar global di bidang ini. Sebuah laporan industri menunjukkan bahwa per Juni 2025, China memegang 40,3 persen paten 6G global, menduduki peringkat pertama di dunia.

Dalam upayanya mengomersialkan 6G per 2030, China telah membentuk Kelompok Promosi IMT-2030 (6G). Salah satu langkah kunci dalam inisiatif ini adalah alokasi resmi spektrum 6GHz untuk penggunaan 5G dan 6G, yang menurut pakar Internet of Things Bai Siwei, “memberi China suara yang lebih lantang, mulai dari penetapan standar hingga peluncuran komersial.”

China telah meluncurkan 13 kelompok satelit untuk memperluas konstelasi internetnya dan pada tahun lalu menempatkan satelit verifikasi arsitektur 6G yang telah ditentukan ke orbit. Langkah-langkah strategis ini memperkuat posisi China dalam perlombaan teknologi 6G global yang juga melibatkan raksasa teknologi dunia lainnya.

Cara Mudah Setup Google Assistant di iPhone

0

Telset.id – Pengguna iPhone kini dapat menikmati kecerdasan buatan Google Assistant dengan mudah melalui aplikasi resmi di App Store. Asisten virtual ini menawarkan berbagai fitur praktis mulai dari pencarian suara, pengaturan rutinitas harian, hingga kemampuan menemukan ponsel yang hilang. Proses instalasi dan konfigurasinya pun terbilang sederhana, cukup dengan mengunduh aplikasi, login akun Google, dan mengatur preferensi sesuai kebutuhan.

Google Assistant hadir sebagai alternatif asisten digital bagi pengguna iOS yang menginginkan pengalaman lebih dari Siri. Aplikasi ini kompatibel dengan iPhone yang menjalankan iOS 11 atau versi lebih baru, menjangkau sebagian besar perangkat Apple di pasaran. Menurut Andy Wolber, kontributor teknologi berpengalaman, integrasi Google Assistant di ekosistem iOS berjalan cukup smooth meskipun memiliki beberapa keterbatasan dibanding versi Android.

Fitur unggulan Google Assistant termasuk kemampuan memahami perintah suara yang natural, integrasi dengan berbagai layanan Google, serta kompatibilitas dengan perangkat smart home. “Pengguna dapat memanfaatkan asisten ini untuk mengontrol perangkat Google Home, mengatur jadwal, atau sekadar mencari informasi dengan perintah suara,” jelas Wolber yang telah 15 tahun menulis tentang teknologi.

Screenshots of the Google Assistant app showing its App Store page setup process and introduction screen with descriptions of its features

Langkah Instalasi dan Konfigurasi

Proses instalasi Google Assistant di iPhone dimulai dengan mengunduh aplikasi dari App Store secara gratis. Setelah pengunduhan selesai, pengguna cukup menekan tombol Open untuk menjalankan aplikasi. Langkah pertama yang muncul adalah permintaan login ke akun Google, diikuti dengan persetujuan notifikasi dan akses mikrofon.

Konfigurasi lebih lanjut dapat diakses melalui profil pengguna di pojok kanan atas aplikasi. Di sini, tersedia berbagai opsi personalisasi termasuk pengubahan suara asisten, pengaturan bahasa, dan preferensi privasi. Proses setup dirancang intuitif sehingga bahkan pengguna pemula dapat menyelesaikannya dalam hitungan menit.

Screenshots of Google Assistant on an Android device showing notification permission, a home interface, and settings menu

Cara Mengaktifkan dan Berinteraksi

Google Assistant menawarkan beberapa metode interaksi yang fleksibel. Pengguna dapat membuka aplikasi langsung dan mengetuk ikon mikrofon untuk memberikan perintah suara. Alternatifnya, tersedia opsi perintah “Ok Google” atau “Hey Google” yang langsung memicu mode suara. Bagi yang lebih nyaman mengetik, ikon keyboard memungkinkan input teks untuk pertanyaan atau perintah.

Michael Barton Heine Jr., editor teknologi bersertifikasi CompTIA, menekankan pentingnya mengizinkan akses mikrofon untuk pengalaman optimal. “Izin akses mikrofon memungkinkan Google Assistant merespons permintaan suara dengan akurat, mirip dengan cara kerja asisten virtual pada perangkat Google Pixel,” ujarnya.

Fitur Mencari Ponsel yang Hilang

Salah satu fitur praktis Google Assistant adalah kemampuan menemukan ponsel yang hilang. Pengguna di Amerika Serikat dan Kanada dapat memanfaatkan fitur ini dengan mengatakan “Hey Google, find my phone” ke perangkat Google Home seperti smart speaker atau display. Ponsel akan mengeluarkan suara bahkan dalam mode silent, asalkan Google Assistant terinstal dan terkoneksi.

Untuk mengaktifkan fitur ini, pengguna perlu membuka aplikasi Google Home dan mengaktifkan notifikasi kritis melalui Settings > Notifications > General notifications. Fitur keamanan semacam ini semakin umum di perangkat modern, sebagaimana terlihat dalam fitur kesehatan Samsung Galaxy Watch4 Classic yang juga menawarkan perlindungan komprehensif.

Screenshots of the Google Home Settings interface showing Notifications and Critical Alerts settings on iPhone

Pengaturan Rutinitas Otomatis

Google Assistant memungkinkan pembuatan rutinitas otomatis yang dapat mengeksekusi beberapa perintah sekaligus. Fitur ini sangat berguna untuk mengotomatisasi tugas harian seperti menyalakan lampu saat senja atau memutar musik tertentu di waktu spesifik. Pengaturan rutinitas dapat diakses melalui profil pengguna di aplikasi, kemudian memilih opsi Routines > New.

Pengguna dapat memilih antara rutinitas personal atau household, dengan perbedaan utama pada siapa yang dapat melihat dan mengedit rutinitas tersebut. Proses setup melibatkan penambahan starter (pemicu) dan action (tindakan), kemudian menyimpannya untuk digunakan kapan saja. Teknologi otomatisasi semacam ini semakin populer, mirip dengan penerapan teknologi canggih di berbagai bidang termasuk olahraga profesional.

Google Assistant interface showing routines management on an iPhone screen

Kemampuan Lain yang Tersedia

Selain fitur-fitur utama, Google Assistant terintegrasi dengan berbagai layanan Google lainnya. Pengguna dapat membuka aplikasi seperti Gmail, Google Calendar, dan Google Maps langsung dari within Assistant. Kemampuan pencarian suaranya yang canggih memungkinkan akses cepat ke berita terkini, prakiraan cuaca, hasil olahraga, hingga rekomendasi restoran terdekat.

Asisten ini juga mampu melakukan perhitungan matematika dasar, menerjemahkan bahasa, dan memutar konten musik sesuai preferensi. Integrasi yang mulus dengan ekosistem Google menjadikannya pilihan menarik bagi pengguna yang sudah terbiasa dengan layanan-layanan tersebut, meskipun menggunakan perangkat iPhone.

Three smartphone screens displaying Google Assistant on iPhone showcasing requests for a website and local activities

Manajemen Privasi dan Pengaturan

Bagi pengguna yang concern dengan privasi, Google Assistant menyediakan opsi untuk menonaktifkan akses mikrofon melalui pengaturan iPhone atau menghapus aplikasi sepenuhnya. Aktivitas pencarian dan interaksi dengan asisten dapat dihapus melalui Google Assistant Activity page dengan memilih timeframe tertentu untuk penghapusan data.

Perubahan suara asisten juga dapat disesuaikan melalui menu Assistant voice & sounds dalam aplikasi. Tersedia beberapa pilihan suara yang dapat dipilih sesuai preferensi personal. Fleksibilitas ini memastikan pengalaman pengguna yang lebih personal dan sesuai kebutuhan individual.

Screenshots displaying Google Assistant routine setup options on an iPhone

Kehadiran Google Assistant di platform iOS memperkaya pilihan asisten virtual bagi pengguna iPhone. Dengan kombinasi kecerdasan buatan Google dan antarmuka yang user-friendly, aplikasi ini menawarkan solusi praktis untuk berbagai kebutuhan digital sehari-hari. Kompatibilitasnya dengan perangkat smart home existing menjadikan transisi antara ekosistem Apple dan Google lebih seamless dari sebelumnya.

Wamenkomdigi: Semangat Pahlawan Jadi Fondasi Perjuangan Era Digital

0

Telset.id – Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika (Wamenkominfo) Nezar Patria menegaskan bahwa perjuangan di era digital harus berpijak pada semangat kepahlawanan. Menurutnya, nilai-nilai perjuangan para pahlawan perlu dilanjutkan melalui pengabdian, inovasi, dan kolaborasi di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.

Dalam keterangan resmi yang dikeluarkan di Jakarta, Selasa, Nezar menyampaikan bahwa para pahlawan telah mengajarkan pentingnya kesabaran, keberanian, kejujuran, kebersamaan, dan keikhlasan dalam meraih kemerdekaan. “Para pahlawan berjuang bukan untuk dirinya sendiri, tetapi untuk kita, generasi yang bahkan belum mereka kenal. Mereka mengajarkan bahwa kemerdekaan tidak jatuh dari langit, tetapi lahir dari kesabaran, keberanian, kejujuran, kebersamaan, dan keikhlasan,” ujar Nezar.

Wamenkominfo meminta semua pihak meneladani sifat kesabaran para pahlawan dalam menempuh ilmu, menyusun strategi, menunggu momentum, dan membangun kebersamaan di tengah segala keterbatasan. “Dari kesabaran itulah lahir kemenangan, karena mereka tahu bahwa kemerdekaan tidak diraih dengan tergesa-gesa, tetapi ditempa oleh waktu dan keikhlasan,” tegasnya.

Transformasi Bentuk Perjuangan di Era Digital

Nezar menuturkan bahwa di tengah perubahan teknologi yang begitu cepat, setiap karya, riset, dan ide kreatif yang lahir dari generasi muda merupakan bentuk nyata perjuangan membangun bangsa yang berdaulat secara digital. “Di masa kini perjuangan tidak lagi dengan bambu runcing, mainkan dengan ilmu, empati, dan pengabdian,” tegasnya.

Semangat kepahlawanan kini hidup dalam tekad untuk menghadirkan kemajuan, kemandirian, dan kebermanfaatan bagi masyarakat. Nezar mengingatkan bahwa setelah kemerdekaan diraih, para pahlawan kembali ke rakyat untuk mengajar, membangun, menanam, dan melanjutkan pengabdian. “Di situlah letak kehormatan sejati, bukan pada posisi yang dimiliki, tetapi pada manfaat yang ditinggalkan,” kata Nezar.

Kolaborasi Kunci Transformasi Digital Indonesia

Sebelumnya, dalam peringatan Hari Bhakti Postel ke-80 pada Senin (22/9), Nezar telah mengingatkan bahwa kolaborasi lintas pemangku kepentingan merupakan fondasi utama untuk mempercepat transformasi digital Indonesia. “Kita membutuhkan kerja sama yang kuat di semua stakeholder telekomunikasi Indonesia untuk bisa memperluas jangkauan konektivitas, menjamin akses jaringan telekomunikasi ke seluruh masyarakat, dan meningkatkan kualitas layanan,” kata Nezar.

Dia menekankan pentingnya semangat gotong royong dalam menjawab tantangan digitalisasi. “Ini penting sekali untuk terus kita tanamkan sebagai mindset dalam rangka mempercepat digitalisasi di Indonesia. Untuk itu, dibutuhkan kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk bisa mencapai tujuan nasional kita,” ujarnya.

Pernyataan Nezar ini sejalan dengan upaya berbagai pihak dalam menghadapi tantangan digital, termasuk upaya perusahaan media yang akan menggunakan watermark digital untuk mencegah hoaks. Teknologi digital juga telah membuka peluang baru bagi kreator konten, sebagaimana terlihat dalam perseteruan antara kreator Facebook dan Meta di pengadilan khusus.

Di sisi lain, perkembangan teknologi digital telah memungkinkan inovasi di berbagai bidang, termasuk dunia perfilman. Seperti yang diungkapkan Hanung Bramantyo yang ingin merekam adegan perang menggunakan smartphone, menunjukkan bagaimana teknologi semakin terjangkau dan dapat dimanfaatkan untuk berkarya.

Dengan semangat kepahlawanan yang diwariskan, generasi muda Indonesia diharapkan dapat memanfaatkan kemajuan teknologi digital untuk menciptakan inovasi yang bermanfaat bagi bangsa dan negara, sekaligus menjaga kedaulatan digital Indonesia di tengah persaingan global.

iPhone Air 2 Ditunda, Rilis 2027 dengan Chipset A20 Pro

0

Telset.id – Apple dikabarkan menunda peluncuran iPhone Air generasi kedua yang semula dijadwalkan rilis pada musim gugur 2026. Berdasarkan laporan The Information, perusahaan asal Cupertino itu justru akan fokus pada peluncuran iPhone 18 Pro dan iPhone yang dapat dilipat pada periode tersebut.

Menurut sumber yang dikutip The Information, Apple telah “mengurangi produksi versi pertama secara drastis” dan memutuskan untuk tidak melanjutkan rencana peluncuran iPhone Air generasi kedua di musim gugur mendatang. Perusahaan disebut lebih memilih mengumumkan iPhone Air baru dengan spesifikasi lebih ringan, kapasitas baterai lebih besar, dan dilengkapi ruang uap seperti yang akan hadir pada iPhone 17 Pro tahun 2025.

Narasumber yang diwawancarai media tersebut mengungkapkan bahwa Apple kemungkinan paling cepat akan meluncurkan iPhone Air terbaru pada musim semi 2027. Timeline ini sejalan dengan rencana peluncuran iPhone 18 dan iPhone 18E yang juga dijadwalkan pada periode yang sama.

Pengembangan Tetap Berjalan Meski Penjualan Kurang Memuaskan

Meski penjualan generasi pertama iPhone Air dinilai kurang memuaskan, Apple dikabarkan tetap melanjutkan pengembangan generasi kedua. Menurut siaran Gizmochina pada Kamis (6/11), pengembangan iPhone Air generasi kedua masih berjalan sesuai peta jalan Apple dan kemungkinan bisa dirilis tahun 2026.

Analisis pola produksi Apple sebelumnya menunjukkan bahwa iPhone Air generasi kedua kemungkinan akan menggunakan chipset A20 Pro yang dijanjikan dapat meningkatkan kinerja dan efisiensi secara signifikan. Penggunaan chipset terbaru ini akan sejalan dengan rencana Apple menghadirkan desain revolusioner pada perangkat 2027.

Penundaan ini memberikan waktu lebih bagi Apple untuk menyempurnakan fitur-fitur utama iPhone Air generasi kedua, termasuk kemungkinan penyertaan kamera belakang ganda yang sebelumnya telah diperkirakan akan menjadi salah satu fitur andalan.

Implikasi terhadap Lini Produk iPhone 2026-2027

Tanpa kehadiran iPhone Air generasi kedua, jajaran iPhone yang akan diluncurkan Apple pada musim gugur 2026 diperkirakan hanya terdiri dari iPhone 18 Pro dan iPhone yang dapat dilipat. Strategi ini menunjukkan fokus Apple pada segmen premium sambil menyiapkan lompatan teknologi untuk produk-produk masa depan.

Perubahan timeline peluncuran ini juga berdampak pada perencanaan produk Apple dalam jangka menengah. Dengan pengoptimalan ekosistem perangkat yang terintegrasi, Apple tampaknya ingin memastikan setiap produk baru yang diluncurkan memiliki diferensiasi yang jelas dan nilai tambah yang signifikan.

Meski mengalami penundaan, komitmen Apple terhadap lini iPhone Air tetap kuat. Perusahaan terus berinvestasi dalam pengembangan teknologi yang dapat menghadirkan pengalaman pengguna yang lebih baik, khususnya dalam hal portabilitas dan daya tahan baterai.

Industri teknologi kini menunggu keputusan resmi dari Apple mengenai timeline peluncuran iPhone Air generasi kedua. Perubahan strategi produk ini menunjukkan dinamika pasar smartphone yang terus berkembang dan respons Apple terhadap tren konsumen yang semakin selektif.

Kemkomdigi Perkuat Kolaborasi Pengawasan Gim Online untuk Lindungi Anak

0

Telset.id – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) memperkuat kolaborasi pengawasan ruang digital, khususnya terkait perlindungan anak dan moderasi konten, bersama asosiasi dan pelaku industri gim. Langkah ini diambil menyusul meningkatnya atensi pemerintah dan publik terhadap isu keamanan gim daring dalam beberapa waktu terakhir.

Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kemkomdigi, Alexander Sabar, menegaskan pentingnya bergerak cepat dan terukur tanpa menghambat inovasi. “Kita perlu membuka ruang dialog dengan industri agar ekosistem digital kita aman tanpa menghambat inovasi,” ujar Alexander dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Komitmen kolaborasi ini diusung dalam audiensi yang dihadiri lebih dari 20 penerbit gim global dan lokal, termasuk AGI, Tencent, Garena, Agate, Megaxus, Nintendo, dan Playstation. Para penerbit menyampaikan apresiasi atas keterbukaan pemerintah dan berkomitmen mendukung implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP TUNAS).

Harmonisasi Aturan dan Implementasi Teknis

Alexander menjelaskan bahwa PP Tunas menetapkan standar keamanan minimum bagi seluruh platform digital, termasuk gim daring. “Mulai dari verifikasi usia, pembatasan akses fitur berisiko tinggi, hingga moderasi konten. Semua ini adalah fondasi agar ruang digital tetap aman dan layak bagi anak,” tegasnya.

PP Tunas menjadi dasar hukum perlindungan anak, sementara Indonesia Game Rating System (IGRS) berfungsi sebagai instrumen teknis klasifikasi gim. Kemkomdigi dan pelaku industri gim sepakat perlunya harmonisasi aturan agar proses kepatuhan lebih jelas, mudah, dan tidak tumpang tindih.

“Integrasi PP Tunas dan IGRS adalah kunci agar perlindungan anak bisa berjalan efektif. Semua platform digital harus memiliki pedoman yang konsisten dan dapat diterapkan,” tambah Alexander. Kepatuhan para Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) tidak hanya soal memenuhi aturan, tetapi juga komitmen bersama menjaga ruang digital yang ramah anak.

Rencana Tindak Lanjut dan Literasi Digital

Alexander memaparkan rencana tindak lanjut kolaborasi, mulai dari penyelenggaraan rapat teknis lanjutan dengan asosiasi dan penerbit, penyusunan peta jalan moderasi konten gim daring, pembaruan modul literasi digital untuk orang tua dan anak, hingga pembentukan Pokja bersama untuk sinkronisasi kebijakan.

AGI dan pelaku industri juga menyatakan kesiapan terlibat aktif dalam literasi digital dan membantu meningkatkan pemahaman mengenai penggunaan gim yang sehat dan aman bagi anak. Upaya ini sejalan dengan pentingnya perlindungan anak di ruang digital yang menjadi perhatian global.

Pemerintah menegaskan tidak bermaksud membatasi pertumbuhan industri gim, tetapi memastikan ruang digital berkembang secara aman dan bertanggung jawab. “Kita ingin industri gim berkembang, kreatif, dan kompetitif. Tapi perlindungan anak adalah garis merah. Kuncinya kolaborasi: pemerintah, industri, orang tua, dan sekolah harus bergerak bersama,” pungkas Alexander.

Kolaborasi ini juga mencakup dukungan terhadap inovasi teknologi yang mendukung keamanan digital, seperti pengembangan perangkat wearable yang dapat membantu orang tua memantau aktivitas digital anak. Selain itu, Kemkomdigi terus mendorong regulasi perangkat digital yang lebih komprehensif untuk menciptakan ekosistem yang lebih aman.

Apple Turunkan Komisi Mini App di App Store Jadi 15 Persen

0

Telset.id – Apple memperkenalkan program baru yang menurunkan komisi untuk pengembang mini app di App Store. Melalui Mini Apps Partner Program, Apple memotong komisi menjadi 15 persen untuk pembelian dalam aplikasi tertentu, turun dari tarif standar 30 persen yang selama ini diterapkan.

Mini app merupakan pengalaman mandiri yang umumnya berupa gim berbasis web yang berjalan di dalam aplikasi induk. Teknologi ini sebenarnya telah didukung hampir satu dekade di App Store. Saat ini, berbagai platform besar telah mengadopsi mini app, termasuk LINE, WeChat, dan layanan gim dalam Discord.

Apple menyatakan bahwa program ini dirancang untuk membantu pengembang mengembangkan bisnisnya di App Store sembari mendorong penggunaan teknologi keamanan dan kepercayaan yang disediakan Apple. Penghematan komisi tersebut dapat diinvestasikan kembali oleh pengembang untuk peningkatan layanan mini app mereka.

Syarat dan Ketentuan Program Baru

Untuk dapat bergabung dalam Mini Apps Partner Program, aplikasi induk wajib tersedia di iOS atau iPadOS dan terdaftar di App Store. Pengembang juga harus mematuhi Apple Developer Program License Agreement serta seluruh pedoman App Review, termasuk aturan khusus terkait mini app.

Program ini mensyaratkan dukungan terhadap teknologi Advanced Commerce API dan Declared Age Rating API untuk memastikan kesesuaian konten dengan usia penggunanya. Mini app juga diwajibkan menggunakan sistem pembelian dalam aplikasi Apple dan mengirimkan data pembelian pengguna saat terjadi permintaan pengembalian dana.

Pembelian dalam mini app yang memenuhi syarat untuk komisi 15 persen mencakup pembelian barang dan layanan digital, baik yang bersifat konsumsi, non-konsumsi, langganan otomatis, maupun langganan non-perpanjangan otomatis.

Ekosistem Mini App yang Berkembang

Ekosistem mini app semakin berkembang dengan masuknya penyedia kecerdasan buatan. ChatGPT kini menyediakan mini app dari berbagai layanan ternama seperti Booking.com, Spotify, Figma, hingga Canva. Perkembangan ini menunjukkan potensi besar mini app dalam menciptakan pengalaman digital yang lebih terintegrasi.

Langkah Apple ini juga memastikan perusahaan tetap memiliki ruang untuk menarik komisi dari mini app, seiring berkembangnya model aplikasi dan pengalaman digital baru. Sebelumnya, Apple dan Tencent telah menyepakati komisi 15 persen untuk mini app di WeChat, namun program baru ini memastikan skema tersebut terbuka untuk pengembang lain.

Kebijakan baru Apple ini muncul di tengah meningkatnya tekanan regulasi terhadap praktik komisi App Store di berbagai negara. Beberapa regulator telah mulai mengambil tindakan terhadap model bisnis Apple, seperti yang terjadi di Brasil dan Eropa.

Pengembang yang ingin bergabung dalam Mini Apps Partner Program dapat mengajukan permohonan dengan melampirkan informasi terkait aplikasi induk, kelayakan, dan mini app yang ditawarkan, serta menyetujui syarat dan ketentuan program. Setelah semua persyaratan terpenuhi, aplikasi tersebut harus melalui proses peninjauan Apple sebelum dapat diluncurkan.

Kebijakan komisi Apple memang menjadi perhatian banyak pengembang besar. Fortnite Kembali ke App Store setelah sebelumnya dihapus karena perselisihan mengenai komisi. Perseteruan antara Epic Games dan Apple sempat memanas, dengan CEO Epic Games Tim Sweeney menyebut praktik Apple tidak adil.

Di sisi lain, tekanan regulasi global terhadap Apple terus meningkat. Komisi Eropa telah menginstruksikan Apple untuk menghentikan praktik geo-blocking, sementara Brasil mewajibkan Apple mengizinkan sideloading aplikasi dalam waktu 90 hari. Kebijakan baru mengenai komisi mini app ini bisa menjadi respons Apple terhadap berbagai tekanan tersebut.

Program Mini Apps Partner Program menandai perubahan signifikan dalam kebijakan komisi Apple, khususnya untuk kategori aplikasi yang semakin populer ini. Dengan komisi yang lebih rendah, diharapkan lebih banyak pengembang yang tertarik untuk mengembangkan mini app di ekosistem Apple.

Polimer Super Kuat dari China, Perekat Kecil Bisa Tarik Mobil

0

Telset.id – Tim ilmuwan China berhasil menciptakan bahan polimer super kuat yang mampu mengangkat benda berat dengan efisiensi luar biasa. Material inovatif ini bahkan memungkinkan sepotong kecil perekat berukuran kuku menarik mobil seberat 2,1 ton, menunjukkan potensi revolusioner dalam teknologi material.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Materials pekan ini mengungkapkan bahwa para ilmuwan dari Universitas Zhejiang mengembangkan metode “menenun” molekuler yang terinspirasi teknik tenun kuno. Mereka menggabungkan rantai polimer fleksibel dan kaku pada tingkat molekuler untuk menciptakan material dengan kekuatan dan ketahanan yang belum pernah ada sebelumnya.

Alih-alih menggunakan pendekatan pencampuran konvensional, tim peneliti merancang sistem anyaman molekuler yang canggih. Rantai poliuretan fleksibel berfungsi sebagai benang lungsin, sementara rantai resin epoksi kaku bertindak sebagai benang melintang, menciptakan struktur tekstil molekuler yang sangat tahan lama.

Kinerja Luar Biasa dalam Uji Coba

Struktur molekuler yang unik ini menghasilkan performa yang mengesankan dalam berbagai pengujian. Saat diaplikasikan sebagai perekat, material tersebut menunjukkan kekuatan geser tumpang tindih (lap shear strength) lebih dari dua kali lipat dibandingkan material kontrol konvensional.

Demonstrasi paling spektakuler terjadi ketika sepotong perekat berukuran hanya 2,5 x 1,3 sentimeter berhasil menarik mobil seberat 2,1 ton. Kemampuan ini menunjukkan efisiensi material yang luar biasa, di mana sejumlah kecil bahan dapat menghasilkan kekuatan yang sangat besar.

Inovasi material semacam ini sejalan dengan perkembangan teknologi material lainnya yang sedang gencar dikembangkan, seperti yang terlihat dalam penelitian kayu super kuat dengan nano-besi ramah lingkungan yang juga menawarkan solusi material berkelanjutan.

Implikasi untuk Industri Masa Depan

Pendekatan desain material baru ini membuka jalan bagi pengembangan material canggih dengan karakteristik yang dapat disesuaikan untuk berbagai aplikasi industri. Potensi penerapannya mencakup berbagai sektor, mulai dari otomotif, konstruksi, hingga teknologi dirgantara.

Kemampuan menyesuaikan karakteristik material sesuai kebutuhan spesifik menjadikan teknologi ini sangat fleksibel untuk berbagai aplikasi. Material ini dapat dikustomisasi untuk menciptakan produk dengan kekuatan, fleksibilitas, dan ketahanan yang berbeda-beda sesuai permintaan.

Perkembangan teknologi material seperti ini juga relevan dengan tren perangkat elektronik yang semakin mengutamakan material kuat dan ringan, sebagaimana terlihat dalam review Asus Zenfone 9 yang menonjolkan desain kompak dengan performa maksimal.

Inovasi dalam bidang material science semakin menunjukkan pentingnya penelitian dasar untuk kemajuan teknologi. Seperti halnya temuan tentang nanoplastik yang mampu menyerap timbal, penelitian polimer super kuat ini membuka peluang baru untuk solusi teknologi yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Pengembangan material polimer super kuat ini juga sejalan dengan kebutuhan industri smartphone akan material yang lebih tahan lama, sebagaimana dibahas dalam review Samsung Galaxy A50 yang mengedepankan ketahanan perangkat.

Dengan potensi aplikasi yang luas dan karakteristik yang dapat disesuaikan, material polimer anyaman molekuler ini diprediksi akan merevolusi berbagai industri dalam beberapa tahun mendatang, menawarkan solusi material yang lebih efisien, kuat, dan berkelanjutan.

Google Gugat Peretas China di Balik Penipuan SMS Skala Global

0

Telset.id – Google secara resmi menggugat sekelompok peretas asal China yang mengoperasikan platform phishing “Lighthouse”, penyedia layanan penipuan melalui SMS (smishing) yang telah menyebabkan kerugian mencapai 1 miliar dolar AS dan menargetkan sekitar satu juta korban di 121 negara.

Dalam gugatan yang diajukan berdasarkan regulasi Racketeer Influenced and Corrupt Organizations Act, Lanham Act, serta Computer Fraud and Abuse Act, Google mengungkap bahwa kelompok peretas tersebut menawarkan layanan bagi klien untuk mengirim pesan elektronik atau SMS berisi tautan menuju situs palsu. Situs-situs tersebut dirancang menyerupai halaman resmi berbagai merek ternama seperti USPS dan E-Z Pass dengan tujuan menipu pengguna agar memasukkan data pribadi dan akses masuk akun mereka.

Google menemukan sedikitnya 107 templat halaman masuk dengan logo Google yang digunakan secara khusus untuk mencuri informasi pengguna. Platform Lighthouse yang dioperasikan kelompok ini menjadi alat utama dalam melancarkan aksi penipuan berskala besar dengan modus paling umum adalah berpura-pura menjadi pihak USPS dan meminta korban membayar biaya pengiriman ulang paket yang diklaim tertahan di kantor pos.

Dampak Kerugian Finansial yang Masif

Data dari perusahaan keamanan siber Silent Push mengungkapkan bahwa kelompok kriminal yang dijuluki “Smishing Triad” menggunakan Lighthouse untuk membuat 200.000 situs palsu pada awal tahun ini. Situs-situs tersebut menerima hingga 50.000 kunjungan per hari dan berhasil mencuri jutaan data kartu kredit warga Amerika Serikat hanya dalam waktu 20 hari operasi.

Di Amerika Serikat saja, para pelaku diduga telah mencuri antara 12,7 juta hingga 115 juta nomor kartu kredit. Skala penipuan ini menunjukkan betapa rentannya sistem keamanan digital terhadap serangan phishing yang terorganisir. Kasus ini juga mengingatkan pada pentingnya perlindungan data pribadi di era digital yang semakin kompleks.

Google menyatakan komitmennya untuk tidak hanya menempuh jalur hukum tetapi juga mendukung sejumlah rancangan undang-undang bipartisan di Kongres Amerika Serikat yang menargetkan pelaku kejahatan siber lintas negara. Di antara rancangan tersebut adalah regulasi yang memungkinkan kepolisian lokal memanfaatkan dana hibah untuk menyelidiki penipuan finansial terhadap pensiunan, serta pembentukan satuan tugas untuk memblokir panggilan robocall dari luar negeri.

Strategi Hukum dan Kolaborasi Global

Jika gugatan Google dimenangkan, perusahaan teknologi tersebut akan dapat bekerja sama dengan penyedia layanan internet dan operator seluler untuk menutup domain serta server milik kelompok peretas Lighthouse. Langkah ini diharapkan dapat memutus mata rantai operasi penipuan yang telah berjalan selama ini.

Google juga berkomitmen membantu korban yang dipaksa bekerja di pusat operasi penipuan, menunjukkan pendekatan komprehensif dalam menangani masalah kejahatan siber terorganisir. Pendekatan ini sejalan dengan tren meningkatnya kesadaran perusahaan teknologi terhadap tanggung jawab sosial dalam melindungi pengguna dari ancaman digital.

Kasus ini terjadi di tengah meningkatnya perhatian terhadap keamanan siber global, di mana perusahaan teknologi seperti Google terus menghadapi tantangan dalam melindungi pengguna dari berbagai bentuk penipuan digital. Beberapa waktu sebelumnya, Google juga pernah selamat dari gugatan soal pelanggaran privasi yang menunjukkan kompleksitas regulasi di dunia digital.

Penguatan sistem keamanan digital menjadi semakin krusial mengingat maraknya penggunaan teknologi AI dalam berbagai layanan digital. Beberapa perusahaan fintech seperti PayPal telah memperkuat sistem keamanannya dengan AI untuk menghadapi persaingan dan ancaman siber yang semakin canggih.

Gugatan Google terhadap kelompok peretas China ini menandai babak baru dalam perlawanan terhadap kejahatan siber terorganisir. Keberhasilan gugatan ini dapat menjadi preseden penting bagi perusahaan teknologi lainnya dalam mengambil tindakan hukum terhadap pelaku kejahatan siber lintas yurisdiksi.

Industri teknologi terus bergerak dinamis dengan berbagai perkembangan regulasi dan keamanan. Beberapa media bahkan sempat menggugat Google terkait fitur AI Overviews yang dianggap menurunkan traffic media, menunjukkan betapa kompleksnya landscape digital saat ini.

Perlindungan terhadap konsumen dan pengguna internet menjadi prioritas utama di tengah maraknya operasi penipuan digital. Kolaborasi antara perusahaan teknologi, regulator, dan penegak hukum dinilai sebagai kunci dalam menciptakan ekosistem digital yang lebih aman dan terpercaya bagi semua pihak.

Apple Siapkan Fitur Edge Light di macOS Tahoe untuk Panggilan Video

0

Telset.id – Apple tengah mengembangkan fitur inovatif bernama Edge Light yang akan menghadirkan fungsi ring light pada layar MacBook dalam pembaruan sistem operasi macOS versi Tahoe 26.2. Fitur ini memungkinkan pencahayaan wajah pengguna selama panggilan video tanpa memerlukan perangkat tambahan, memberikan solusi praktis bagi para profesional yang sering melakukan rapat daring.

Menurut laporan Engadget yang dirilis Kamis (28/11/2025), Edge Light sudah tersedia dalam versi beta pengembang macOS terbaru. Fitur ini menampilkan cahaya berbentuk persegi panjang di tepi layar yang secara otomatis menyesuaikan posisi berdasarkan deteksi wajah pengguna melalui teknologi Neural Engine Apple.

Pengguna dapat mengkustomisasi suhu warna cahaya sesuai preferensi, mulai dari tampilan yang lebih hangat hingga lebih dingin. Edge Light juga dilengkapi dengan fitur otomatis yang akan mengaktifkan pencahayaan ketika kondisi ruangan menjadi redup, memastikan wajah pengguna tetap terlihat jelas selama panggilan video berlangsung.

Desain Cerdas Tanpa Mengganggu Aktivitas

Apple merancang Edge Light dengan pertimbangan ergonomis yang matang. Fitur ini tidak akan menutupi bilah menu di bagian atas layar dan secara otomatis akan bergeser ketika kursor diarahkan ke tepi layar. Desain ini memungkinkan pengguna tetap dapat beraktivitas normal selama panggilan video tanpa gangguan visual.

Kemampuan adaptif Edge Light didukung oleh chip Apple Silicon yang menjadi jantung dari sistem MacBook modern. Teknologi ini memungkinkan pemrosesan real-time untuk deteksi wajah dan penyesuaian pencahayaan, memberikan pengalaman yang mulus dan responsif bagi pengguna.

Fitur ini semakin melengkapi ekosistem Apple yang terintegrasi, termasuk kemampuan transfer foto dari iPhone ke MacBook Air yang sudah tersedia sebelumnya. Integrasi antar perangkat Apple terus menunjukkan perkembangan signifikan dalam menciptakan pengalaman pengguna yang seamless.

Ketersediaan dan Kompatibilitas Terbatas

Edge Light hanya akan tersedia untuk MacBook yang dirilis setelah tahun 2024 dengan chip Apple Silicon. Pembatasan kompatibilitas ini menunjukkan ketergantungan fitur pada kemampuan pemrosesan neural engine terbaru yang hanya dimiliki oleh generasi chip terkini.

Meskipun belum sepenuhnya dapat menggantikan fungsi ring light konvensional, Edge Light dinilai sebagai peningkatan signifikan bagi pengguna yang rutin melakukan panggilan video tanpa perlengkapan pencahayaan tambahan. Fitur ini menjadi solusi praktis dalam situasi darurat atau bagi mereka yang mengutamakan mobilitas.

Perkembangan fitur Edge Light ini sejalan dengan tren laptop ringkas yang sedang berkembang di pasaran, seperti yang terlihat pada Lenovo Yoga Slim 7i Pro OLED dan Realme Book yang juga menawarkan berbagai inovasi dalam desain ringkas.

Kehadiran Edge Light di macOS Tahoe 26.2 memperkuat posisi Apple dalam menghadirkan solusi kreatif untuk kebutuhan produktivitas modern. Fitur ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi pengguna MacBook, terutama di era kerja hybrid dan meeting virtual yang semakin dominan.

Anthropic dan Fluidstack Bangun Pusat Data AI Rp836 Kuadriliun

0

Telset.id – Perusahaan kecerdasan buatan Anthropic menjalin kemitraan strategis dengan penyedia layanan cloud Fluidstack untuk membangun jaringan pusat data bernilai 50 miliar dolar AS atau setara Rp836 kuadriliun di Amerika Serikat. Proyek infrastruktur AI raksasa ini akan berlokasi di Texas dan New York, dengan rencana operasional bertahap mulai 2026.

Menurut pengumuman resmi yang dikutip dari Tech Crunch, fasilitas pusat data tersebut secara khusus dirancang untuk memaksimalkan efisiensi dalam menangani beban kerja AI perusahaan. Langkah ini menandai komitmen Anthropic dalam mempercepat pengembangan teknologi kecerdasan buatan generasi berikutnya.

CEO dan pendiri Anthropic, Dario Amodei, menegaskan pentingnya infrastruktur yang mumpuni untuk mendukung ambisi perusahaan. “Kami semakin dekat dengan era AI yang dapat mempercepat penemuan ilmiah dan membantu memecahkan masalah kompleks dengan cara yang sebelumnya tidak mungkin dilakukan. Untuk mewujudkan potensi tersebut, kami membutuhkan infrastruktur yang mampu mendukung pengembangan di garis terdepan,” ujar Amodei dalam pernyataan resminya.

Strategi Ekspansi Infrastruktur AI

Kolaborasi dengan Fluidstack ini merupakan langkah pertama Anthropic dalam membangun infrastruktur khusus milik sendiri. Sebelumnya, perusahaan lebih mengandalkan kemitraan cloud dengan raksasa teknologi seperti Google dan Amazon, yang juga termasuk dalam daftar investor Anthropic. Kemitraan tersebut terutama untuk memenuhi kebutuhan pemrosesan model bahasa besar Claude yang menjadi andalan perusahaan.

Meski bernilai sangat besar, investasi senilai 50 miliar dolar AS ini dinilai sejalan dengan proyeksi pendapatan internal Anthropic. Perusahaan memperkirakan akan mencapai pendapatan 70 miliar dolar AS dengan arus kas positif 17 miliar dolar AS pada 2028. Optimisme ini menunjukkan keyakinan kuat terhadap pertumbuhan pasar AI dalam beberapa tahun mendatang.

Momentum Penting bagi Fluidstack

Bagi Fluidstack, kerja sama dengan Anthropic menjadi tonggak penting dalam perjalanan perusahaan sebagai pemain baru di industri neocloud. Perusahaan yang didirikan pada 2017 ini sebelumnya telah ditunjuk sebagai mitra utama untuk proyek AI berkapasitas 1 gigawatt yang didukung pemerintah Prancis dengan nilai investasi lebih dari 11 miliar dolar AS.

Portofolio klien Fluidstack terus bertambah dengan nama-nama besar di industri teknologi. Menurut laporan Forbes, perusahaan telah menjalin kemitraan dengan Meta, Black Forest Labs, dan Mistral asal Prancis. Fluidstack juga tercatat sebagai salah satu penyedia pihak ketiga pertama yang menerima unit prosesor tensor kustom dari Google.

Ekspansi infrastruktur AI skala besar seperti ini semakin mengukuhkan tren investasi masif di sektor kecerdasan buatan. Beberapa perusahaan teknologi utama terus berinvestasi dalam pengembangan kapasitas komputasi untuk mendukung model AI yang semakin kompleks dan membutuhkan daya processing yang besar.

Pengembangan pusat data khusus AI menjadi kebutuhan strategis mengingat tingginya permintaan terhadap kemampuan pemrosesan data. Seperti yang terjadi dalam kasus satelit geostasioner yang mengalami kebocoran data, kebutuhan akan infrastruktur yang aman dan andal semakin krusial dalam era digital saat ini.

Anthropic sendiri terus menunjukkan perkembangan signifikan dalam ekosistem AI global. Perusahaan aktif melakukan berbagai inovasi, termasuk eksperimen AI dengan bot Claude yang menguji kemampuan sistem dalam skenario riil. Meski menghadapi tantangan, perusahaan tetap konsisten dalam pengembangan teknologi AI yang bertanggung jawab.

Kompetisi di industri AI semakin ketat dengan berbagai perusahaan mengumumkan investasi besar-besaran. Beberapa waktu lalu, OpenAI menandatangani kesepakatan senilai 38 miliar dolar AS dengan Amazon AWS, menunjukkan perlombaan infrastruktur cloud untuk AI semakin memanas.

Integrasi AI dalam perangkat konsumen juga terus berkembang, seperti yang terlihat pada Samsung TV 2025 yang mendapatkan fitur Perplexity AI. Tren ini mengindikasikan bahwa teknologi AI tidak hanya terbatas pada aplikasi enterprise, tetapi juga semakin merambah ke produk konsumen sehari-hari.

Proyek pusat data Anthropic-Fluidstack diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam ekosistem AI global. Dengan kapasitas komputasi yang besar dan efisien, infrastruktur ini diharapkan dapat mendukung terobosan-terobosan baru dalam pengembangan kecerdasan buatan yang lebih canggih dan bermanfaat bagi berbagai sektor industri.