Cegah Hoaks, Perusahaan Media akan Pakai Watermark Digital

Watermark Digital media

Telset.id, Jakarta  – Sejumlah perusahaan media akan memakai tanda atau watermark digital untuk memberantas berita palsu atau hoaks. Tanda tersebut berasal dari pembuat konten asli untuk setiap berita di situs.

Berita palsu memang  menjadi masalah besar akhir-akhir ini, terutama ketika dibagikan ke media sosial dan menyebar secara sangat cepat. Akibat hal itu, sistuasi dan kondisi di tengah masyarakat menjadi labil.

{Baca juga: Ini Saran Twitter Bagi Pengguna Biar Tidak Sebar Hoaks}

Guna memberantas hoaks, seperti dikutip Telset.id dari Ubergizmo, Rabu (15/7/2020), sejumlah perusahaan media pun bekerja sama. Mereka coba mengatasi masalah tersebut via penggunaan watermark digital.

Dijuluki Project Origin, menurut laporan BBC, watermark digital di artikel yang berasal dari pembuat konten asli akan meminimalisasi praktik manipulasi. Pembaca akan melihat indikator keaslian serta pesan di berita.

Bahkan, pesan serupa juga hadir di peramban atau browser. Keberadaannya untuk memastikan audiens mengetahui konten, seperti video diproduksi oleh sumber asli atau belum dimanipulasi untuk tujuan lain.

Sekadar informasi, platform media sosial seperti Facebook, Twitter, serta Google juga bisa menggunakan watermark digital tersebut untuk membantu menandai setiap artikel sebagai karya original atau asli.

Menurut Tony Hall, Direktur Jenderal BBC, disinformasi adalah salah satu bahaya terbesar hari ini. Ia menambahkan, disinformasi dapat merusak demokrasi, menciptakan perpecahan, dan mendistorsi debat publik.

{Baca juga: Facebook Labeli Media yang Terafiliasi Pemerintah Rusia dan China}

“Mengatasi disinformasi adalah prioritas yang mendesak. Saya senang lebih banyak organisasi bergabung dalam perjuangan melawan disinformasi. Bekerja bersama adalah cara terbaik untuk mengatasinya,” ujarnya.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here