Beranda blog Halaman 4053

Beredar Gambar Render Ponsel Melengkung LG G-Flex

0
Gambar render LG G-Flex
Gambar render LG G-Flex

Jakarta – Selain Samsung yang telah meluncurkan smartphone berlayar melengkung, LG juga telah menyiapkan perangkat serupa bernama LG G-Flex. Meski belum dirilis secara resmi, namun muncul sebuah gambar hasil render smartphone tersebut.

Dari gambar yang dilansir CNET, Senin (14/10), terlihat LG G-Flex memiliki lengkungan di sisi panjang smartphone (seperti versi ekstrim dari Samsung Galaxy Nexus).

Smartphone layar fleksibel dari LG yang akan diluncurkan bulan depan ini berbeda dengan ponsel lengkung Samsung yang rilis pekan lalu, Galaxy Round yang melengkung di sisi lebar smartphone.

Persamaan dari kedua smartphone layar melengkung ini adalah hanya melengkung secara tetap, namun tidak fleksibel (bisa ditekuk-tekuk). Hal ini dikarenakan hingga kini masih belum ada teknologi baterai dan bagian ponsel lainnya yang bisa fleksibel.

Selain LG G-Flex, vendor asal Korea Selatan ini juga berencana akan merilis Nexus 5 pada bulan November mendatang.[HBS] Render LG G-Flex (2)

Render LG G-Flex (3)

 

Terungkap, Foxconn Paksa Mahasiswa Magang Rakit PlayStation 4

0

Pekerja di Pabrik Foxconn

Jakarta – Foxconn kembali menjadi sorotan media di China setelah terungkapnya skandal tenaga kerja dibawah umur. Perusahaan perakit iPhone itu dilaporkan mempekerjakan para mahasiswa magang secara berlebihan untuk merakit PlayStation 4 (PS4).

Dalam laporannya The Beijing Times menyebutkan bahwa Hon Hai Precision Industry, anak perusahaan Foxconn, memanfaatkan tenaga para mahasiswa untuk merakit PS4. Para mahasiswa itu dipaksa bekerja secara berlebihan siang hingga malam.

Mahasiswa dari Universitas Xi’an itu terpaksa bekerja bukan untuk mencari uang, namun untuk mencari nilai kelulusan. Pihak Foxconn dinilai sangat tidak etis memanfaatkan para mahasiswa untuk bekerja merakit PS4.

Terungkap, seperti diberitakan Neowin, Senin (14/10), ribuan mahasiswa dari fakultas teknologi Universitas Xi’an itu dipaksa bekerja merakit PS4. Pekerjaan ini sebagai pengganti mata kuliah kerja praktek. Apesnya, bila mereka menolak maka para mahasiswa tersebut akan diancam tidak lulus.

Ironisnya, universitas tersebut justru tak segan-segan menganulir enam semester waktu kuliah yang telah dilalui, bagi mahasiswa yang tidak mengikuti perintah “kerja paksa” tersebut. Tidak jelas atas dasar apa para mahasiswa diwajibkan melakukannya.

Pihak Foxconn sendiri kabarnya telah melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait pelanggaran kebijakan perusahaan yang dilakukan Hon Hai. Foxconn menyatakan akan memberikan sanksi tegas kepada setiap anak perusahaannya yang tidak mematuhi peraturan, sehingga kejadian serupa tidak terulang lagi.

Foxconn memang sering mendapat sorotan setelah terjadi serangkaian aksi bunuh diri yang dilakukan pekerjanya. Pada tahun 2010 lalu, tercatat setidaknya ada 13 pekerja Foxconn yang tewas akibat bunuh diri.

Organisasi pengawasan untuk buruh di China mengungkapkan, bahwa buruknya tingkat kesejahteraan buruh dan lingkungan kerja di Foxconn menjadi penyebab tingginya aksi bunuh diri para pekerja di pabrik perakitan terbesar di dunia itu.[HBS]

 

Seleksi CEO Baru Microsoft Masuk Tahap Akhir

0
CEO Microsoft Steve Ballmer saat pidato perpisahan
CEO Microsoft Steve Ballmer saat pidato perpisahan

Jakarta – Sejak Steve Ballmer mengumumkan rencana pengunduran dirinya pada bulan lalu, Microsoft terus mencari calon CEO yang baru untuk memimpin perusahaan raksasa perangkat lunak tersebut.

Menurut sumber di Wall Street Journal, proses pencarian CEO Microsoft saat ini telah memasuki tahap akhir. Seleksi berupa wawancara langsung untuk masing-masing kandidat oleh sebuah komite yang dipimpin Bill Gates.

Pilihan kini hanya menyisakan beberapa kandidat, setelah ada calon yang mundur dari pencalonan. Seperti CEO eBay John Donahoe yang telah menyatakan mundur karena tidak bersedia menempati posisi tersebut.

Sementara kandidat dari luar Microsoft yang masih tersisa antara lain CEO Ford Alan Mulally, mantan CEO Nokia Stephen Elop, dan Presiden Oracle Mark Hurd. Sementara dari internal perusahaan ada dua kandidat, yakni eksekutif senior Microsoft Paul Maritz dan EVP Microsoft saat ini, Tony Bates.

Para kandidat CEO Microsoft itu kabarnya telah wawancara dengan dewan direksi pekan lalu. Dan proses ini kabarnya berjalan cukup alot karena tidak ada kandidat yang memiliki semua keterampilan yang diinginkan Microsoft.

Seperti diwartakan Wall Street Journal, Minggu (13/10), pihak Microsoft menginginkan CEO berbasis teknologi dan berpengalaman atau sudah makan asam garam memimpin perusahaan besar.

Penunjukan CEO juga bergantung pada proses negosiasi mengenai kompensasi. Untuk kandidat dari luar Microsoft, negosiasi juga meliputi logistik sebagai pertimbangan kompensasi karena meninggalkan perusahaan tempat mereka bekerja sekarang.

Jika semua proses pencarian CEO ini berjalan lancar, maka Microsoft sudah akan bisa mengumumkan pengganti Steve Ballmer pada awal tahun 2014 mendatang.[HBS]

 

 

Luar Biasa! Anak Usia 7 Tahun Bisa Bahasa Pemograman

0

Lim Ding WenJakarta – Seorang anak usia 9 tahun bernama Lim Ding Wen asal Malaysia berhasil menjadi programer sekaligus pengembang aplikasi termuda yang karyanya telah masuk di iTunes App Store.

Menurut sebuah tulisan di fanspage Computer Tricks, diperkirakan Wen yang kini tinggal di Singapura itu merupakan programer sekaligus developer Apple IIGS termuda di dunia.

Terungkap Wen belajar bermain dan mengotak-atik kode sekaligus membuat aplikasi sejak berusia 7 tahun. Dan kini aplikasi buatannya, ‘Doodle Kids’ telah masuk di iTunes App Store, bahkan menjadi salah satu aplikasi populer di toko aplikasi online tersebut.

Wen mengungkapkan, bahwa dia memahami bahasa pemrograman seperti Applesoft BASIC, GSoft BASIC, Complete Pascal, Orca/Pascal dan Objective-C.

Prestasi Wen ini bisa menjadi contoh bagi anak muda agar bisa lebih produktif memanfaatkan kemajuan teknologi. Tak hanya sibuk chatting yang justru hanya sebuah pemborosan tanpa ada manfaatnya.[HBS]

Rhino Shield, Lebih Tangguh dari Gorilla Glass

0
Rhino Shield
Rhino Shield

Jakarta – Beberapa vendor ponsel telah mengeluarkan “ponsel tangguh” yang tahan air dan debu. Namun ponsel-ponsel tersebut belum sepenuhnya tangguh, karena masih tidak tahan benturan saat terjatuh atau tertimpa bahan yang keras.

Saat ini Gorilla Glass bisa dibilang sebagai harapan para pengguna smartphone premium untuk melindungi perangkat mereka dari benturan. Namun pelindung layar buatan Corning itu pun terbukti masih belum bisa memberikan perlindungan maksimal.

Anda tentu sudah sering melihat bagaimana ponsel-ponsel flagship yang berharga mahal akhirnya harus menyerah saat dilakukan drop test, karena mengalami kerusakan parah usai diuji dengan cara dijatuhkan ke lantai keras dari ketinggian tertentu.

Melihat hal tersebut, tim Evolutive Labs sukses menghasilkan screen protector yang mereka namakan Rhino Shield, yang mampu melindungi layar ponsel dari benturan, goresan dan lainnya. Lapisan pelindung layar ini diklaim jauh lebih kuat disbanding Gorilla Glass.

Seperti dikutip dari bgr, Minggu (13/10), terungkap bahwa Rhino Shield terdiri dari 6 lapisan pelindung yang mampu meredam berbagai efek benturan, baik saat terjatuh ataupun mendapat goresan dari benda keras.

Untuk menunjukan ketangguhan Rhino Shield, tim Evolutive Labs mendemontrasikannya dengan melakukan sejumlah ujicoba yang cukup ekstrim. Yakni dijatuhkan dari ketinggian tertentu, dipukul dengan palu, digores paku, pisau, dan bahkan dijatuhi bola baja seberat 255 gram dari ketinggian 48cm.

Hasilnya sungguh luar biasa. Perangkat ponsel yang telah dilapisi Rhino Shield tersebut mampu meredam segala benturan dengan sangat baik. Bagi Anda yang berminat memiliki Rhino Shield, bisa memesannya via website resmi Evolutive Labs.

Lapisan pelindung ini dibanderol mulai harga 18 poundsterling untuk berbagai macam ponsel (BlackBerry, Nexus, Xperia Z hingga iPhone), 20 poundsterling untuk tablet mini, dan 25 poundsterling untuk tablet ukuran standar.

Sebelum Anda memutuskan untuk memesan Rhino Shield, ada baiknya Anda melihat dulu video demo ketangguhan lapisan pelindung tersebut di bawah ini:

Apps Crash Lebih Sering Terjadi di iPhone 5S

0
iPhone 5S
iPhone 5S

Jakarta – Meski telah diupgrade hardware dan software, namun iPhone 5S dilaporkan masih bermasalah. Setelah sebelumnya bermasalah dengan sensor gerak yang tidak akurat, munculnya Blue Screen of Death dan reboot acak, kini muncul masalah lain di iPhone 5S, yakni seringnya aplikasi mengalami crash.

Menurut laporan terbaru Crittercism, bahwa aplikasi lebih sering mengalami crash saat dijalankan di iPhone 5S. Apps crash tersebut bahkan terhitung 2 kali lebih sering terjadi dibanding saat aplikasi dijalankan di iPhone model lain.

Crittercism mencatat dari ribuan aplikasi yang dicoba di iPhone, tingkat crash di iPhone 5S mencapai 2%, sementara di iPhone 5 dan iPhone 5C hanya 1%.

Penyebab terjadinya apps crash di iPhone 5S, karena tingginya tingkat crash pada aplikasi karena para developer belum mampu menyesuaikan aplikasi buatan mereka dengan syarat kompabilitas hardware baru iPhone 5s.

Sementara hal serupa tidak terjadi pada iPhone 5c karena harware ‘iPhone versi murah’ tersebut relatif sama dengan iPhone 5. Demikian seperti dikutip dari allthingsd, Minggu (13/10).

Namun jangan khawatir, update iOS 7 akan mampu menyelesaikan masalah apps crash yang ditemukan. Apple selalu bisa bergerak cepat mengatasi masalah seperti ini.[HBS]

Google TV akan Diganti Jadi Android TV?

0

G2, Google TV dari LGJakarta – Google TV generasi pertama telah diluncurkan tiga tahun silam, namun hasilnya tidak memuaskan alias gagal. Melihat hal itu, Google akan menarik merk Google TV dari pasaran, dan berencana menggantinya dengan Android TV.

Dalam laporan terbarunya GigaOM menyebutkan, bahwa Google saat ini tengah berencana untuk menyesuaikan platform smart TV dengan sistem operasi yang lebih populer, yakni akan mengusung platform Android.

Alasan Google mengambil langkah ini karena menganggap Google TV telah gagal. Dan dengan menggunakan Android secara penuh, maka diharapkan platform tersebut akan bisa dimanfaatkan lebih luas.

Pihak Google sendiri secara resmi belum memberikan tanggapannya soal kabar ini, namun seorang eksekutif dari rekanan Google TV disebutkan telah mengkonfirmasikan rencana tersebut. Menurut eksekutif itu, nama ‘Google TV’ akan diganti ‘Android TV’.

Di lingkungan internal karyawan Google TV juga sudah mulai tak lagi menyebutkan Google TV, tetapi menyebut Android TV. Perubahan ini nampaknya tinggal menunggu waktu untuk diumumkan resmi.

Diperkirakan Google mengubah strateginya untuk menggunakan Android terbaru di smart TV setelah melihat kesuksesan Chromecast. Dongle seharga 35 dolar tersebut terbukti laris terjual di Amazon, bahkan pembeli harus menunggu beberapa pekan sebelum barang dikirim.

Google juga telah mengatakan akan meningkatkan kemampuan Chromecast di masa mendatang, sehingga nantinya Chromecast akan menjadi salah satu perangkat utama untuk Android TV.

Rencana perubahan ini juga telah diantisipasi oleh beberapa rekanan Google. Sony misalnya dalam peluncuran adapter Bravia TV bulan lalu, pihak Sony mengatakan bahwa perangkat tersebut akan memberikan layanan Google secara penuh ke perangkat televisi.

Selain itu rekanan Google yang menyuplai chipset Google TV juga sudah menggunakan istilah baru saat mengumumkan dukungan produknya bulan lalu dengan mengatakan bahwa SDK terbarunya akan memungkinkan pengembangan perangkat yang kompatibel dengan Android dan mendukung layanan Google terbaru untuk televisi.

Jika perubahan ini dilakukan maka dipastikan perangkat TV akan menggunakan Android versi terbaru, bukan Honeycomb seperti pada Google TV. Google telah mengumumkan akan mengeluarkan update Google TV ke Android terbaru dan LG menjadi rekanan Google pertama yang mengeluarkan updatenya pada akhir bulan ini.[HBS]

 

 

Hanya 2 Menit, Xiaomi HongMi Ludes Terjual 100.000 Unit

0

 

Xiaomi HongMi
Xiaomi HongMi

Jakarta – Vendor ponsel fenomenal asal China, Xiaomi berhasil mencatat angka penjualan yang fantastis untuk smartphone terbarunya, HongMi. Dilaporkan melalui akun Weibo, bahwa HongMi telah terjual sebanyak 100.000 unit hanya dalam waktu 2 menit 5 detik.

Dengan harga 799 Yuan (sekitar USD131), Xiaomi HongMi menjadi smartphone quad-core termurah di China. Handset dengan layar 4,7 inci IPS (720p, 312ppi) dengan lapisan pelindung Gorilla Glass 2.

Dapur pacu HongMi didukung oleh prosesor quad-core 1.5GHz Cortex-A7 dari chip MediaTek MT6589, PowerVR SGX544 graphics, RAM 1GB dan memory internal 4GB serta baterai 2000 mAh.

Untuk kamera, seperti yang telsetNews kutip dari GSMArena, Sabtu (12/10), HongMi diperkuat dengan kamera belakang 8MP dan kamera depan 1,3MP, dan bisa berjala di dua jaringan dual-SIM GSM/3G dan TD-SCDMA, yang bekerja pada kedua SIM.

Xiaomi menjadi vendor ponsel paling fenomenal di China, setelah berhasil mengalahkan Apple di Negara tersebut. Pencapaian ini sekaligus membuktikan bahwa mereka patut diperhitungkan di pasar global.

Xiomi sendiri telah membajak bos Android Hugo Barra untuk bergabung bersama mereka memperkuat lini produk Xiaomi. Setelah mundur dari dari Google, Barra kini menduduki jabatan sebeagi posisi vice president di Xiaomi.[HBS]

Apple Siap Tampung Karyawan BlackBerry

0

Apple-BlackBerry

Jakarta –  Setelah berhasil menggusur BlackBerry di pasar smartphone dunia, Apple kini sepertinya benar-benar ingin melucuti BlackBerry dengan cara membajak karyawan perusahaan tersebut di kandang mereka sendiri di Kanada.

Hanya beberapa hari setelah BlackBerry mengumumkan rencananya merumahkan 40% karyawannya, Apple justru membuka lowongan kerja melalui perwakilan mereka di Waterloo Ontario, Kanada yang hanya berjarak 20 km dari markas BlackBerry.

Apple menggelar acara di Cambridge Hotel and Conference Centre pada tanggal 26 September, di pinggiran wilayah Kitchener- Waterloo dimana BlackBerry lahir. Apple mengundang bakat-bakat lokal warga Ontario yang ingin bergabung bersama mereka di markas Apple di Silicon Valley, AS.

Apple bahkan diketahui mengirimkan “undangan” ke sejumlah karyawan BlackBerry via LinkedIn dengan menuliskan keterangan: ‘Sebagian besar posisi untuk kantor Cupertino, California.’

Menurut laporan Financial Post, Sabtu (12/10), undangan Apple untuk karyawan BlackBerry di LinkedIn itu juga menambahkan keterangan, ‘Akan diberikan bantuan relokasi dan imigrasi untuk kandidat yang diterima’.

Seperti sudah diketahui sebelumnya, BlackBerry kini tengah tertatih-tatih untuk bisa keluar dari krisis keuangan yang membelit mereka. Dalam laporan keuangannya di kuartal ketiga lalu, vendor ponsel asal Kanada ini mengungkapkan mengalami kerugian hampir USD 1 miliar.

Imbas dari kerugian yang sangat besar itu, akhirnya memaksa BlackBerry mengambil langkah kurang populis dengan memangkas 4.500 karyawannya di seluruh dunia.

Well, bagaimana nasib BlackBerry ke depannya, apakah bisa bangkit atau tinggal nama. Bagaimana menurut Anda? [HBS]

 

Akuisisi XL-Axis Terancam Batal?

0
Penanda tanganan CSPA XL-Axis
Penanda tanganan CSPA XL-Axis

Jakarta – Proses akuisisi Axis Telekom Indonesia oleh XL Axiata masih belum berjalan mulus. Pasalnya, proses akuisisi tersebut masih bergantung dari hasil keputusan Menkominfo Tifatul Sembiring, apakah akan mengambil kembali sebagian spektrum frekuensi yang dimiliki atau tidak.

Menkominfo hingga kini memang belum memutuskan apakah akan mengambil kembali sebagian besar spektrum frekuensi yang dimiliki atau tidak, sesuai rekomendasi tim adhoc.

Proses akuisisi ini bisa saja batal jika merujuk pada Conditional Sale and Purchase Agreement (CSPA) yang disepakati antara XLdengan Saudi Telecom Company (STC) dan Teleglobal, dimana disebutkan bahwa transaksi bisa batal jika terjadi perubahan dari kepemilikan spektrum.

Kemungkinan batal menjadi terbuka setelah dalam kajian tim teknis Kementerian Kominfo, penarikan frekuensi dalam jumlah besar menjadi salah satu dari beberapa opsi yang akan disarankan kepada Menkominfo.

Hal ini juga diperkuat dengan pernyataan Menkominfo yang mengatakan bahwa frekuensi tidak boleh dipindahtangankan atau harus dikembalikan dulu ke pemerintah, dan nanti pemerintah yang mendistribusikan kembali.

“Harus dikembalikan ke pemerintah. Sekarang kita sedang kaji itu dengan berbagai pertimbangan seperti azas keadilan atau balancing dan lainnya,” tegasnya saat itu.

Sebelumnya Dirjen Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Kementerian Kominfo, Muhammad Budi Setiawan mengatakan, kajian mengenai frekuensi XL-Axis sudah selesai dikerjakan, dan tinggal dipresentasikan ke Tifatul.

“Sesuai tugas tim adhoc, kami harusnya melaporkan hasil kajian ke Menkominfo pada akhir September, tapi belum bisa ketemu karena APEC. Nanti setelah dipaparkan, baru menteri memutuskan. Sekarang menteri sedang menunggu laporan,” katanya di Jakarta beberapa waktu lalu.

Dia mengungkapkan, bahwa tim adhoc memberikan beberapa opsi kepada Menkominfo. Yakni antara lain, menarik frekuensi selebar 5 MHz atau 10 MHz di pita 2,1 GHz yang saat ini masih digunakan untuk 3G, sehingga XL-Axis hanya memiliki rentang sekitar 15 MHz atau 20 MHz.

Opsi lainnya, menarik frekuensi selebar 5 MHz di 2,1 GHz dan 5 MHz di 1.800 MHz sehingga XL-Axis nantinya hanya memiliki 20 MHz di 3G dan 25 Mhz di 2G.

Kemudian opsi berikutnya adalah tidak ada frekuensi yang ditarik oleh pemerintah atau XL-Axis bisa utuh mendapatkan kembali hak pengelolaan sumber daya alam mereka (frekuensi).

Pihak Kementerian Kominfo sendiri hingga kini masih bungkam soal hasil rekomendasi pengambilan frekuensi kedua perusahaan yang merger atau akuisisi. Padahal, sebelumnya pemerintah menjanjikan rekomendasi tersebut akan dikeluarkan akhir September, tetapi sampai saat ini belum diputuskan.

Menurut informasi yang beredar, saat ini sedang terjadi tarik menarik kepentingan dalam internal pemerintahan, bahkan disebutkan sejumlah anggota DPR juga ikut mengintervensi.

Saat dikonfirmasi soal kabar tersebut, Gatot enggan memberikan jawaban secara tegas. “Belum tahu mas, kami tidak mau berandai-andai. Tapi memang ini semacam “clue” bagi mereka (XL dan Axis),” bisik Gatot.

Gatot sebelumnya juga pernah mengatakan, bahwa pemerintah tetap akan mengambil kelebihan frekuensi bila kedua perusahaan tersebut akuisisi.

Sebelumnya President Director & CEO XL Axiata, Hasnul Suhaimi mengatakan, pihaknya berharap bisa mendapatkan semua hak pengelolaan frekuensi.

XL memang mempunyai hitung-hitungan sendiri soal penguasaan frekuensi tersebut. Manurut anak usaha Axiata Group ini, jika frekuensi Axis dikuasai, maka penghematan jangka pendek yang dapat dilakukan selama tiga tahun untuk layanan 2G yakni sebesar USD 200 juta.

Selanjutnya penghematan jangka menengah untuk layanan 3G yakni tiga sampai lima tahun sebesar USD 200 juta, dan untuk LTE atau lima tahun mendatang sekitar USD 400 juta.

Dengan hitung-hitungan tersebut, XL bisa menggurangi biaya operasional sekitar USD 800 juta dengan belanja modal pada 2014 dihemat 40%-50% atau ada penurunan sekitar Rp 2 triliun.

Namun jika Menkominfo pada akhirnya mengambil opsi untuk mengambil sebagian besar frekuensi, maka kemungkinan bisa saja XL akan berpikir ulang untuk mengakuisisi Axis.

Sebab dengan berkurangnya frekuensi yang bisa dikuasai XL, maka mereka akan kesulitan untuk bersaing dengan dua operator besar lainnya, yakni Telkomsel dan Indosat.

Seperti diketahui, komposisi kepemilikan frekuensi XL saat ini adalah 15 MHz atau setara tiga blok 3G di spektrum 2,1 GHz. Sedangkan untuk 2G di 1.800 MHz dan 900 MHz, XL juga punya masing-masing 7,5 MHz. Sementara Axis menguasai dua blok 3G di 2,1 GHz, yakni blok 11 dan 12. Sementara untuk 1.800 MHz memiliki lebar pita 15 MHz. [HBS]

 

 

 

Fairfax Financial Batal Beli BlackBerry?

0
Ilustrasi
Ilustrasi

Jakarta – Pembelian BlackBerry oleh Fairfax Fibancial terancam batal. Konsorsium tersebut dikabarkan gagal mengumpulkan rekanan yang berimbas kurangnya dana untuk dapat mengakuisisi BlackBerry.

Sebelumnya, Fairfax Financial telah melakukan penawaran untuk membeli BlackBerry senilai USD 4,7 miliar. Namun konsorsium ini masih membebaskan BlackBerry untuk menawarkan ke pembeli lain hingga 4 November mendatang.

Dilaporkan TechCrunch (11/10), kegagalan Fairfax ini disebabkan tingginya harga yang dipatok BlackBerry. Vendor asal Kanada ini memang masih memiliki aset yang banyak sehingga harganya terbilang tinggi jika dijual.

BlackBerry sendiri kemudian memberikan beberapa opsi penjualan kepada para pembeli yang berminat, dengan cara mengecer penjualan asetnya. Dengan cara ini maka akan terbuka kesempatan bagi siapa saja yang ingin membeli aset BlackBerry dengan harga yang tidak terlalu mahal.

Selain Fairfax, saat ini BlackBerry dikabarkan tengah mengadakan pembicaraan serius terkait penjualan aset mereka dengan pihak Google, Cisco, SAP, dan juga Samsung. Kemungkinan beberapa perusahaan tersebut ingin menguasai beberapa paten yang dimiliki BlackBerry.

Masih tingginya peminat yang ingin membeli aset milik BlackBerry membuat mereka bisa saja memanfaatkan kesempatan itu untuk melakukan lelang asetnya kepada perusahaan-perusahaan yang berminat.[HBS]

 

Sepi Peminat, Smartphone Mini Mulai Ditinggalkan

0
Samsung Galaxy S4 dan Galaxy S4 Mini
Samsung Galaxy S4 dan Galaxy S4 Mini

Jakarta – Kemunculan iPhone dengan layar 3,5 inci di tahun 2007 menjadi awal bangkitnya era smartphone dengan ukuran layar mini. Namun kini trend-nya sudah berubah, karena pengguna smartphone lebih menyukai layar yang lebih besar.

Di awal kemunculan smartphone yang dipelopori iPhone, layar berukuran mungil lebih diminati. Hampir semua pabrikan ponsel berlomba mengembangkan smartphone dengan ukuran layar yang kecil.

Namun kini trend itu sepertinya sudah berlalu. Karena para pengguna smartphone sekarang lebih suka memilih smartphone dengan layar lebih luas. Alhasil, beberapa vendor ponsel harus gigit jari karena penjualan smartphone mini mereka sepi peminat.

Samsung dan HTC merupakan dua vendor yang “kecele” dengan perubahan trend tersebut. Kedua vendor ini dilaporkan gagal dalam memasarkan perangkat mini mereka.

Seperti dilansir Softpedia, Jumat (11/10), Samsung Galaxy S4 Mini dan HTC One Mini merupakan dua perangkat smartphone versi mini yang dilaporkan gagal di pasaran. Penjualan keduanya gagal total jika dibandingkan dengan versi standarnya, yaitu Galaxy S4 dan HTC One.

Sejumlah analis menyebutkan, bahwa kurangnya peminat smartphone berukuran mini lebih disebabkan karena spesifikasi yang diusung smartphone mini kalah bagus dibandingkan dengan versi standarnya.

Perbedaan spesifikasi yang kalah bagus inilah yang menjadi penyebab konsumen lebih memilih untuk membeli smartphone dengan layar yang lebih luas dan spesifikasi yang lebih mentereng, meskipun harganya sudah pasti lebih mahal.

Namun trend ini sebenarnya sudah mulai terendus oleh beberap vendor ponsel yang kini mulai merilis smartphone dengan ukuran besar. Samsung dan LG merupakann dua vendor yang cukup aktif mengeluarkan smartphone berukuran besar atau biasa disebut juga phablet (smartphone tablet).

Bahkan kabarnya Apple juga akan menghadirkan layar berukuran 4,8 inch pada iPhone generasi berikutnya, yakni iPhone 6. Padahal sebelumnya Apple pernah menyatakan tidak akan mengeluarkan smartphone berukuran besar.[HBS]