Beranda blog Halaman 3961

Advan Buka Experience Shop Ke-14 di Bekasi

0

advan

BEKASI – Mengawali tahun 2015, Advan vendor ponsel lokal semakin agresif untuk fokus memenuhi keinginan dan kebutuhan masyarakat Indonesia dengan teknologi produk-produk Advan.

Kali ini Advan membuka kembali toko Eksperience Shop ke-14 di seluruh Indonesia dan ke-5 di Jabodetabek di kota Bekasi.

Direktur Marketing Advan, Tjandra Lianto mengatakan, saat ini kebutuhan masyrakat akan gadget semakin meningkat, sehingga kita tidak mungkin menerapkan cara berjualan yang sama pada masyarakat saat ini.

“Kami ingin masyarakat Bekasi berbelanja gadget dengan cara baru yakni tidak hanya lihat iklannya saja, akan tetapi para pembeli bisa melihatnya langsung, mencobanya berkali-kali sesudah suka dan puas maka mereka bisa langsung memutuskan untuk beli.” ungkap Tjandra saat pembukaan toko Experience Shop di Mall Bekasi Cyber, Jumat (16/01/2015).

Rosi Owner Asean Komputer juga mengatakan, selaku mitra bisnis Advan kami amat senang bisa membuka Experience Shop ini. Apalagi Advan sangat support dengan produk-produk yang selalu update dengan teknologi baru.

“Harapan kami setelah membuka toko ini, penjualan semakin meningkat dan terus membuka toko yang sama di wilayah yang ada cabang kami. Kalau saat ini penjualan kami masih ribuan, mudah-mudahan kedepan bisa ratusan ribu.” ujar Rosi.

Pada kesempatan grand opening kali ini, Advan mengadakan promosi khusus yaitu; pada tanggal 16-18 januari 2015 juga akan diadakan promo khusus untuk setiap pembelian tipe T5C, T1K, Star 5 dan Star Note 5,5 Inci. Anda bisa menukarkan kupon sebesar Rp 300 ribu untuk pembelian tablet T5C. (MS)

Google Glass Layu Sebelum Berkembang

0

Google Glass presentationJAKARTA –  Nasib Google Glass ternyata layu sebelum berkembang. Google baru saja mengumumkan akan menghentikan proyek kacamata pintarnya itu mulai tanggal 19 Januari 2015 nanti.

Kabar ini memang cukup mengejutkan, karena sebenarnya banyak orang yang masih penasaran ingin memiliki kacamata pintar buatan Google tersebut. Namun, Google sudah mengambil keputusan untuk menghentikan proyek prestiusnya itu.

Meski menyatakan telah menghentikan proyek Google Glass, namun tidak berarti proyek ini akan dibiarkan mangkrak atau dihentikan total. Google masih akan melanjutkan proyek Glass, tapi tidak lagi di bawah divisi Google X yang selama ini mengembangkan proyek tersebut.

Seperti dikutip telsetNews dari Tech Crunch, Jumat (16/1/2015), Glass akan berdiri sebagai divisi tersendiri di Google. Mantan eksekutif Apple Tony Fadell ditunjuk sebagai pengawas divisi tersebut. Sedangkan operasional harian masih tetap dibawah Ivy Ross.

“19 Januari menjadi hari terakhir Glass Explorer Edition. Kami menutup Explorer Program sebagai bagian dari transisi, agar dapat fokus pada rencana berikutnya,” tulis keterangan di akun G+ milik Google Glass.

“Kami akan tetap mengembangkan Glass untuk masa depan. Anda akan mulai melihat Glass masa depan saat sudah siap,” tambah keterangan tersebut.

Meskipun telah dihentikan, namun Google memastikan kepada para developer yang telah memiliki Google Glass, bahwa kacamata pintar buatannya itu masih tetap bisa digunakan. Hanya saja sudah tidak akan ada lagi update software.

Sebelumnya Google telah menjual secara terbatas Glass Explorer Edition untuk developernya seharga USD 1.500 atau sekitar Rp 18 juta. Padahal sempat beredar kabar bahwa Google akan meluncurkan Google Glass di ajang tahunan Google I/O.

Dengan keputusan ini, masih belum diketahui kapan proyek Glass ini akan kembali dilanjutkan. Kacamata pintar Google ini sempat digadang-gadang menjadi gadget canggih yang paling dinantikan kehadirannya. Namun nasib Google Glass telah layu sebelum berkembang. [HBS]

 

Wow! Dijatuhkan dari Luar Angkasa, iPhone 6 Masih Berfungsi

0

iPhone 6 di luar angkasa UAGJAKARTA – Sudah menjadi kebiasaan setiap ada smartphone flagship baru, pasti akan melewati uji ketangguhan atau drop test dengan berbagai cara dan ketinggian. Nah, drop test pada iPhone 6 kali ini cukup unik, karena dijatuhkan dari luar angkasa.

Test ketangguhan dengan cara drop test (dijatuhkan dari ketinggian tertentu) sebenarnya sudah beberapa kali dijalani iPhone 6. Namun drop test yang dilakukan Urban Armor Gear (UAG), berbeda dengan test sebelumnya, karena flagship smartphone Apple kali ini dijatuhkan dari luar angkasa.

UAG melakukan test ini pada 28 November dengan mengambil lokasi di Chirk Castle, Inggris. Dalam pengujian ini, UAG menempatkan iPhone 6 pada case khusus buatan mereka. Selanjutnya iPhone 6 diterbangkan ke luar angkasa menggunakan balon udara.

Untuk merekam proses saat iPhone 6 “mengorbit” ke luar angkasa, tim UAG menempatkan dua kamera GoPro yang dikaitkan di case iPhone 6. Setelah semuanya siap, balon udara yang membawa iPhone 6 dilepas untuk mengudara.

Dalam tayangan video yang Anda lihat, iPhone 6 berhasil mengorbit hingga menembus lapisan stratosfer atau mencapai ketinggian 101.000 kaki atau 30.784m. Pada ketinggian itu, balon udara yang membawa iPhone 6 akhirnya pecah akibat temperatur udara mencapai -79 F.

Meski menggunakan parasut, namun proses “landing” iPhone 6 cukup cepat dan keras saat menyentuh tanah. Namun iPhone 6 ternyata berhasil lolos dari drop test tersebut, karena phablet pertama Apple itu masih bisa berfungsi dengan baik setelah dilakukan charge ulang.

Nah, penasaran ingin lihat bagaimana iPhone menjalani drop test dengan cara dijatuhkan dari luar angkasa? Silahkan lihat videonya di bawah ini:

 

ZTE Blade G Lux

0

ZTE Blade G LuxLayar TFT 4,5 inci G Lux memang tidak bisa dibilang bagus. Tapi ini cukup terang, dengan warna-warna yang terlihat hidup. Kekurangannya, ini hanya enak dipandang dalam posisi tegak lurus.”

Rp 1.199.000

DESIGN

Tidak seperti saudaranya, yang membuat kami terkesan saat pertama melihatnya. G Lux, tidak cukup kuat untuk membuat hati kami tergetar. Walaupun desainnya terbilang cukup unik, dengan bentuk membulat di bagian atas dan bawah badannya.

Dari segi ukuran, ZTE Blade G Lux, atau dikenal dengan nama ZTE Kiss 3 Max di luar sana (ya, luar negeri maksud kami), datang dengan bodi yang sedikit lebih besar dibanding pendahulunya. Tak heran, mengingat yang pertama datang dengan ukuran layar 4 inci, sementara yang sekarang 4.5 inci. Selain itu, G Lux juga datang dengan bodi yang terbilang ramping, yakni hanya 9mm. Ini membuatnya tak hanya nyaman dipegang – selain dari bagian belakang plastik-nya, tapi juga enak digunakan saat hanya satu tangan yang bisa diberdayakan. Siapa tahu, Anda sedang memegang pisang goreng saat sebuah pesan dari teman datang.

DISPLAY

Kami dibuat seperti orang yang baru turun dari pesawat setelah menempuh perjalanan selama lebih dari 24 jam, ketika harus beralih dari layar Blade Vec Pro ke layar Blade G Lux. Secara garis besar, dan tentu saja di atas kertas, resolusi 854 x 480 yang ditawarkan layar TFT 4,5 inci G Lux memang tidak lebih bagus. Namun tidak berarti juga sangat buruk. Ini cukup terang, dan warna-warnanya pun terlihat hidup. Meski, mati kutu di bawah sinar matahari langsung.

Kekurangan lainnya, adalah bahwa layarnya terlihat buram sesekali dan sudut pandangnya pun tidak luas. Singkat kata, G Lux hanya enak dipandang dalam posisi tegak lurus. Mengenai hal ini, Kami paham bahwa ketiadaan panel IPS menjadi salah satu penyebabnya.

CAMERA

Untuk sebuah ponsel entry level, kamera belakang 5MP yang dibenamkan ZTE di badan G Lux boleh dibilang cukup memuaskan. Hasil fotonya tidak mengecewakan, meskipun detail dan produksi warna sesekali terlihat kurang. Beruntung, karena ada sejumlah mode dan fitur yang berguna di sini, seperti Face detection, Smile shot dan HDR. Keberadaan LED flash, yang berarti (secara harfiah) bisa mengambil gambar dengan baik di ruang yang hanya dipenuhi sedikit cahaya pun terbilang cukup membantu. Meski sesekali terangnya agak berlebihan.

Untuk Anda yang hobi berfoto selfie, kabar baik. Kamera depan 2MP yang dibawa G Lux terbilang cukup baik untuk tugas ini.

“Untuk sebuah ponsel entry level, kamera 5MP yang dibawa ZTE Blade G Lux cukup memuaskan. Meski harus berjuang di ruang gelap.”

USER INTERFACE

Sama seperti saudaranya yang lebih mahal, Blade Vec Pro, G Lux pun hadir dengan sistem operasi Android KitKat di badannya. Hanya saja, versi yang dibawanya memang bukan versi teranyar. Masih 4.4.2 dan bukannya 4.4.4. Namun, ini lebih dari cukup, menurut kami, untuk sebuah ponsel entry level. Yang terpenting adalah ini sederhana, dan tidak tampak membingungkan, khususnya bagi mereka yang baru pertama kali menggunakan Android. Cukup disapu ke kiri dan ke kanan, maka sampailah Anda ke aplikasi yang dituju.

Untuk membuatnya terlihat lebih ZTE, ZTE juga tidak lupa menambahkan sentuhan khusus di antarmuka G Lux, yakni berupa kunci layar (lock screen) yang akan mengaktifkan ponsel Anda dengan menekan agak lama di atas bulatan di tengah layar.

PERFORMANCE

Prosesor dan memori yang dimiliki Blade G Lux memang tidak bisa dibilang mengesankan. Tergolong usang, bahkan – dual-core 1,3GHz, RAM 512MB, GPU Mali 400 dan memori internal 4GB (dapat diperluas hingga 32GB). Jadi, jangan terkejut jika jalannya tidak secepat yang Anda inginkan. Kami pun mulai dibuat kesal kala reaksinya mulai melambat. Khususnya ketika kami mulai sibuk beralih dari satu aplikasi ke aplikasi lain.

Singkat kata, standar. Tapi bukan berarti mengecewakan. Paling tidak, untuk harga yang ditawarkan. Untuk beberapa tugas tertentu, sebut saja browsing internet, memutar video, membaca atau memainkan game kasual (Dino Robot dan Penguin Village), Blade G Lux bekerja dengan baik.

“Prosesor dual-core 1.3GHz yang dibawanya terbilang usAng. Jadi jangan berharap terlalu banyak. Reaksinya melambat saat dihadapkan pada banyak aplikasi sekaligus.”

MULTIMEDIA

Beberapa waktu yang lalu, layar 4.5 inci memang terasa besar dan menyenangkan untuk digunakan sebagai teman menonton. Berbeda dengan sekarang, di mana seiring dengan semakin membengkaknya ukuran ponsel, menonton video di atas layar 4.5 inci terasa begitu kecil. Paling tidak, itulah yang kami rasakan saat membuka YouTube dan memegang G Lux di tangan.

Tapi, bukan berarti penikmat multimedia tidak bisa memanfaatkannya. Secara garis besar, tampilan yang dihasilkan G Lux cukup baik. Meski sekali lagi, Anda harus memastikannya dalam posisi tegak lurus agak terlihat jelas.

Tidak ada teknologi andal khusus yang dibenamkan ZTE untuk membantu meningkatkan kualitas suara G Lux di sini. Yang ada hanya audio enhancer bawaan (BesAudEnh) yang akan berguna saat Anda mengenakan earphone. Selain itu, fitur multimedia standar lainnya juga ada di sini, seperti pemutar musik, kamera (lihat uraian di atas) serta Radio FM.

 

Studi: Facebook dan Twitter Bisa Kurangi Stress

0

Twitter FacebookJAKARTA – Riset Pew Research Center pada 1.800 warga Amerika Serikat (AS) menemukan temuan baru yang menyebutkan bahwa pengguna media sosial seperti Facebook dan Twitter bisa mengurangi stres.

Menurut para peneliti, pengguna media sosial menjadi lebih awas pada tekanan atau stressfull event akibat teman-teman online mereka di media sosial tersebut. Dalam studi ini, tekanan dari teman media sosial disebut sebagai ‘ongkos kepedulian’ ‘atau cost of caring.’

Seperti dikutip dari The Guardian, Jumat (16/1/2015), riset ini menolak anggapan bahwa penggunaan media sosial bisa meningkatkan stress akibat takut eksistensinya hilang.

Prof Keith Hampton, akademisi Rutgers University dan salah satu penulis laporan Social Media and the Cost of Caring, mengatakan aspek sosial dari teknologi saat ini membuat orang lebih awas saat datangnya tekanan dalam hidup mereka. Akibatnya, cost of caring menambah bukti bahwa stress bisa menular.

Riset juga menemukan fakta bahwa 21% wanita yang menggunakan Twitter, email dan berbagi foto digital tiap hari mendapatkan skor 21% lebih rendah stress ketimbang mereka yang tidak melakukan komunikasi digital.

Sedangkan wanita yang memiliki teman Facebook rata-rata dan melakukan sharing gambar secara online secara tipikal 29% lebih awas akan stressfull event dalam hidup teman-teman dekat dan keluarga yang tidak memiliki sosial media. (AI)

 

Beralih ke Exynos, Galaxy S6 Tinggalkan Snapdragon 810

0

Galaxy S6JAKARTA – Bulan lalu, terdapat laporan isu overheating dengan prosesor anyar Qualcomm Snapdragon 810 yang akan datang. Isu ini bisa menunda produksi prosesor canggih ini, sekaligus menunda produksi beberapa smartphone flagship yang ingin menggunakan prosesor ini, misalnya Samsung Galaxy S6.

Seperti dikutip dari GSM Arena, saat ini rumor bergulir bahwa perusahaan Korea Selatan Samsung bisa saja menggantikan chipset anyar Qualcomm ini dengan chip seri Exynos, walau tidak semuanya.

Menurut sumber Digitimes, Galaxy S6 akan tersedia dalam dua versi. Menggunakan Snapdragon 810 SoC atau menggunakan chipset Exynos. Kemungkinan, 90% model yang akan dipasarkan akan menggunakan Exynos, dan hanya sebagian kecil yang menggunakan Snapdragon 810.

Tapi walau bagaimanapun juga, pasca teratasinya isu overheating, Samsung akan menaikkan jumlah penggunaan Snapdragon 810 di handsetnya, lanjut laporan Digitimes tersebut.

Awal minggu ini, rumor kembali bergulir seputar Galaxy S6. Handset ini diestimasi akan diperkenalkan di Mobile World Congress di Barcelona pada Maret mendatang. (*)

 

Apple iPhone 6s akan Lebih Cepat dengan 2GB RAM LPDDR4

0

iPhone 6 di JepangJAKARTA – Rumor terbaru mengenai Apple iPhone 6s menyarankan Apple menggunakan memori 2GB LPDDR4. Sebelumnya, Apple tampaknya belum memutuskan akan menggunakan LPDDR3 yang 35% lebih murah. Sementara LPDDR4 belum banyak supplier atau pemasok yang membuatnya.

Seperti dikutip dari GSM Arena, jika rumor penggunaan LDDR4 ini benar, maka Apple tidak menghadapi kendala pasokan lagi. Modul RAM di iPhone 6s dipercaya dibuat oleh Micron-Elpida. Pabrik ini berpengalaman membuat modul ini dan dikabarkan produksinya sudah siap sesuai jadwal tidak lama lagi.

Micron-Elpida merupakan pabrikan patungan antara Hynix, Samsung dan Micron-Elpida dengan porsi saham masing-masing 50%, 30% dan 20%. Memori LPDDR4 tercatat dua kali lipat lebih cepat ketimbang LPDDR3. LPDDR4 juga lebih hemat energi ketimbang LPDDR3.

Lebih jauh lagi, terdapat pembicaraan yang menyebutkan bahwa beberapa fitur Force Touch dari Apple Watch akan masuk ke iPhone 6s. Tentunya butuh kerja keras dari Apple dan belum ketahuan apa tujuan penggunaan fitur tersebut ke depan. (AI/HZ)

ZTE Blade S6, Hadir dengan Prosesor Octa-core dan Desain Ala iPhone 6

0

ZTE Bade 6JAKARTA – Sebuah perusahaan ritel online memajang foto bocoran ZTE Blade S6 di situsnya. Seperti diketahui, device ini sudah mendapatkan izin TEENA pada Desember 2014 lalu, di bawah kode nama ZTE Q7. Uniknya, tampilannya mirip banget sama iPhone 6 Plus.

Seperti dikutip dari GSM Arena, sekilas ada kemiripan antara ZTE Blade S6 dan iPhone 6 Plus. Bagaimana dengan spesifikasinya?

ZTE Blade S6 berdimensi 157 x 78 x 7.9 mm dan berat 160 gram. Di bagian belakang, ZTE Blade terdapat kamera 8MP dengan dual LED Flash. Menggunakan chipset MediaTek MT6752 dengan processor 64-bit 1.5GHz octa-core dan RAM 2GB. Layarnya berukuran 5.5″ 720p dan menjalankan sistem operasi Android 4.4.4 KitKat.

Pada spesifikasi internal memori, tertera sebesar 16 GB. Informasi lain mengenai harga masih langka. Tapi menurut riteler yang mengatakan ke GizmoChina, ZTE Blade S6 akan hadir dalam minggu ini. (AI/HZ)

 

Specs Battle! Xiaomi Mi Note Pro vs Galaxy Note 4 vs iPhone 6 Plus

2

Xiaomi Mi Note Pro vs Samsung Galaxy Note 4 vs iPhone 6 PlusJAKARTA – Selain mengumumkan Xiaomi Mi Note, rising star asal Tiongkok ini juga memperkenalkan versi premiumnya, Xiaomi Mi Note Pro. Tanpa tedeng aling-aling, dengan mengandalkan Mi Note Pro, Xiaomi siap membidik phablet premium yang ada saat ini, Samsung Galaxy Note 4 dan iPhone 6 Plus.

Xiaomi menyiapkan dua perangkat baru dalam peluncuran hari ini. Yang pertama, smartphone Xiomi Mi Note yang akan membidik segmen pengguna kelas menengah yang menginginkan ponsel dengan spec tinggi tapi dengan harga terjangkau. Kemudian Xiaomi Mi Note Pro yang akan lebih menyasar segmen pengguna kelas premium.

Xiaomi Note Pro hadir dengan ukuran layar 5,7 inci dengan Quad HD yang dilengkapi 1440×2560 pixel JDI panel yang diklaim menghasilkan 515ppi pixel density. Phablet ini dipacu dengan chipset Snapdragon 810 octa-core 64 bit, 4GB RAM dan 64GB storage.

Spesifikasi lainnya, kamera belakang 13MP dengan OIS dan kamera depan 4MP dengan dua micron pixel dengan sistem operasi Android 5.0, dan baterai 3090mAh.

Melihat spesifikasi yang diusung Xiaomi Mi Note Pro, tentulah phablet ini pantas untuk diadu dengan dua phablet keluaran Samsung dan Apple yang sudah lebih dulu dirilis, yakni Samsung Galaxy Note 4 dan iPhone 6 Plus.

Nah, langsung saja kita lihat siapa yang memiliki spesifikasi lebih baik, apakah Xiaomi Mi Note Pro, Samsung Galaxy Note 4, ataukah iPhone 6 Plus?

Well, let’s grab some pop corn and tune in for the specs battle!

Perbandingan Xiaomi Mi Note Pro vs Galaxy Note 4 vs iPhone 6 Plus (Design)

Perbandingan spec Xioami Mi Note vs Samsung Galaxy S5 vs iPhone 6 (Display)

Perbandingan spec Xioami Mi Note vs Samsung Galaxy S5 vs iPhone 6 (Camera)

Perbandingan Xiaomi Mi Note Pro vs Galaxy Note 4 vs iPhone 6 Plus (Hardware)

Perbandingan spec Xioami Mi Note vs Samsung Galaxy S5 vs iPhone 6 (Baterry)

Perbandingan Xiaomi Mi Note Pro vs Galaxy Note 4 vs iPhone 6 Plus (Technology)

Asyik.. Blokir Vimeo akan Dibuka

0

VimeoJAKARTA – Ada perkembangan menggembirakan soal masalah pemblokiran Vimeo. Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menjanjikan akan segera membuka pemblokiran terhadap situs berbagi video itu.

Seperti diketahui, pada era kepemimpinan Tifatul Sembiring sebagai Menkominfo, layanan berbagi video itu diblokir oleh tim Trust Positif dari Kemenkominfo dengan alasan mengandung konten pornografi.

Kini setelah pergantian rezim pemerintahan yang baru, keputusan pemblokiran Vimeo telah ditinjau ulang oleh pihak Kominfo. Dan perkembangannya cukup menggembirakan, karena kemungkinan pemblokiran Vimeo akan segera dibuka.

Menurut Menkominfo Rudiantara, bahwa saat ini pihaknya tengah melakukan uji coba filtering. Nantinya, setelah proses filtering atau penyaringan konten telah selesai, maka pemblokiran Vimeo bisa dibuka.

“Kita sekarang lagi uji coba untuk filtering. Saya harap uji coba untuk filtering dengan Vimeo selesai bulan ini. Setelah itu bisa dibuka lagi,” kata Rudiantara, di sela acara peluncuran Social Media for Good, di Menara Multimedia, Jakarta, Selasa (14/1/2015).

Sementara itu, Kepala Humas Kominfo, Ismail Cawidu menamabahkan bahwa nanti ke depannya Kominfo sedang mempertimbangkan untuk menerapkan satu DNS nasional, agar lebih mempermudah penyaringan konten.

“Kami berencana akan menerapkan satu DNS server nasional. Dengan begitu, nantinya ISP bisa lebih mudah melakukan proses penapisan dengan server DNS nasional,” terang Ismail.

Ia mengungkapkan, bahwa dengan satu DNS nasional, maka semua permintaan informasi akan dijawab oleh satu server DNS nasional yang sifatnya aktif. DNS nasional ini mirip seperti miliki Nawala.

“DNS nasional itu akan memiliki banyak server untuk menjadi sistem yang lebih handal, dan lokasinya ditempatkan di beberapa tempat,” ujarnya.

Sebelumnya, pada Mei 2014 lalu, situs Vimeo tak dapat diakses oleh pengguna Internet di Indonesia. Layanan berbagi video ini diblokir atas permintaan Kemenkominfo karena Vimeo dinilai mengandung konten pornografi

Keputusan pemblokiran Vimeo ini banyak dipertanyakan, karena tidak menerapkan aturan yang sama pada situs sejenis, seperti YouTube. Sejumlah kalangan menuding hal tersebut merupakan buah dari ketidakjelasan sistem blokir konten negatif di Indonesia.

Jika kita mengamati konten dari situs Vimeo dan YouTube, maka akan terlihat persamaan dari kedua situs tersebut. Kedua situs ini menampilkan berbagai jenis video yang diunggah para penggunanya.

Di YouTube sebenarnya kita bisa banyak mendapatkan jutaan video yang isinya beragam. Mulai dari video musik, film, hingga video khusus untuk dewasa yang sudah masuk kategori porno (karena ada adegan buka-bukaan dengan busana minim, misalnya).[HBS]

 

Duel Specs: Xiaomi Mi Note vs Samsung Galaxy S5 vs iPhone 6

0

Xiaomi Mi Note vs Samsung Galaxy S5 vs iPhone 6JAKARTA – Kehadiran Xioami telah mengubah peta persaingan pasar smartphone dunia. Vendor asal Tiongkok ini berhasil ‘mengganggu’ hegenomi Samsung dan Apple. Kini, Xiaomi kembali mengusung phablet barunya, Mi Note untuk menantang kedua pesaingnya itu.

Xiaomi baru saja mengumumkan phablet barunya Xiaomi Mi Note dalam sebuah acara yang digelar di Beijing, Tiongkok. Smartphone dengan layar 5,7 inci ini dipacu dengan prosesor quad-core Snapdragon 801 CPU 2,5GHz, Adreno 330 GPU, 3GB RAM, 16/64GB internal storage, dual-SIM support, dual-4G (FDD-LTE dan TD-LTE) dan baterai 3,300mAh.

Tak cuma itu, Xiaomi juga membenamkan kamera belakang 13MP dengan OIS dan IMX214 CMOS sensor, serta two-tone LED flash. Sementara untuk kamera depan 4MP dengan 2-micron pixel.

Dengan mengandalkan spesifikasi mumpuni itu, Xiaomi terlihat sangat pede untuk menantang dua pesaingnya, Samsung dan Apple. Jika Xiaomi mengandalkan Mi Note, maka Samsung dan Apple tentunya akan mengandalkan Galaxy S5 dan iPhone 6.

Nah, tentu Anda akan berpikir bagaimana jika ketiga phablet premium ini diadu. Baiklah, untuk memenuhi rasa penasaran Anda, berikut ini kami coba membandingkan spesifikasi ketiga phablet premium tersebut:

Perbandingan spec Xioami Mi Note vs Samsung Galaxy S5 vs iPhone 6

Perbandingan spec Xioami Mi Note vs Samsung Galaxy S5 vs iPhone 6 (Display)

Perbandingan spec Xioami Mi Note vs Samsung Galaxy S5 vs iPhone 6 (Camera)

Perbandingan spec Xioami Mi Note vs Samsung Galaxy S5 vs iPhone 6 (Hardware)

Perbandingan spec Xioami Mi Note vs Samsung Galaxy S5 vs iPhone 6 (Baterry)

Perbandingan spec Xioami Mi Note vs Samsung Galaxy S5 vs iPhone 6 (Technology)

Xiaomi Mi Note Pro, Phablet Premium dengan 4GB RAM

3

Xiaomi Mi Note Pro premiumJAKARTA – Xiaomi baru saja mengumumkan phablet terbarunya, Xiaomi Mi Note. Dalam acara yang digelar di Beijing, Tiongkok itu, Xiaomi juga memperkenalkan varian phablet lainnya, Xiaomi Mi Note Pro.

Xiaomi memang menyiapkan dua perangkat baru dalam peluncuran kali ini. Yang pertama, smartphone Mi Note yang akan membidik segmen pengguna kelas menengah yang menginginkan ponsel dengan spec tinggi tapi dengan harga terjangkau.

Sementara Xiaomi Mi Note Pro akan lebih menyasar segmen pengguna kelas atas yang berharap bisa mendapatkan smartphone premium dengan spesifikasi premium juga.

Xiaomi Note Pro merupakan phablet 5,7 inci dengan Quad HD display yang dilengkapi 1440×2560 pixel JDI panel yang diklaim bisa menghasilkan 515ppi pixel density. Phablet ini dipacu dengan chipset Snapdragon 810 octa-core 64 bit, 4GB RAM dan 64GB storage.

Spesifikasi lainnya, kamera belakang 13MP dengan OIS dan kamera depan 4MP dengan dua micron pixel dengan sistem operasi Android 5.0, dan baterai 3090mAh.

Untuk harganya, Xioami membanderol Mi Note Pro seharga 3300 yuan atau sekitar Rp 6,7 jutaan. Nah, yang mana akan Anda pilih, Xiaomi Mi Note ataukah kembarannya yang premium, Xiaomi Mi Note Pro? [HBS]