Beranda blog Halaman 227

Cara Instal Driver USB 3.0 di Windows 11: Solusi Masalah Konektivitas

0

Telset.id – Pengguna Windows 11 mungkin mengalami masalah konektivitas USB 3.0 akibat driver yang tidak terinstal atau rusak. Artikel ini menjelaskan tiga metode untuk mengatasi masalah tersebut: melalui Device Manager, Windows Update, dan instalasi manual dari situs produsen.

Windows 11 biasanya menginstal driver USB 3.0 secara otomatis. Namun, jika perangkat USB 3.0 tidak berfungsi dengan baik, kemungkinan driver tersebut hilang atau mengalami kerusakan. Solusinya adalah dengan melakukan instalasi ulang atau pembaruan driver.

Menggunakan Device Manager

Langkah pertama adalah memanfaatkan Device Manager untuk menginstal ulang driver USB 3.0:

  1. Buka Device Manager melalui menu Start
  2. Perluas kategori Universal Serial Bus controllers
  3. Klik kanan pada USB Root Hub (USB 3.0) dan pilih Uninstall device
  4. Buka menu Action dan pilih Scan for hardware changes

Device Manager dengan kategori Universal Serial Bus controllers yang diperluas dan disorot

Setelah proses selesai, Windows 11 akan otomatis mencari dan menginstal driver yang diperlukan. Jika USB Root Hub (USB 3.0) tidak muncul kembali, restart PC Anda.

Memperbarui Driver Melalui Windows Update

Untuk mendapatkan versi driver terbaru, pengguna dapat memanfaatkan Windows Update:

  1. Buka Settings melalui menu Start atau tekan Win + i
  2. Pilih Windows Update dari menu sebelah kiri
  3. Klik Advanced options
  4. Pilih Optional updates
  5. Perluas Driver updates dan pilih driver yang tersedia

Windows Update dengan Optional Updates yang disorot

Proses ini mungkin memakan waktu, tetapi pengguna tetap dapat menggunakan PC selama pembaruan berlangsung di latar belakang.

Instalasi Manual dari Situs Produsen

Untuk PC dengan spesifikasi khusus atau yang tidak dikenali oleh Windows 11, pengguna perlu mengunduh driver secara manual:

  • Cari model PC atau nomor seri yang biasanya tertera pada label di perangkat
  • Kunjungi situs dukungan produsen PC atau motherboard
  • Unduh driver USB 3.0 yang sesuai
  • Ikuti petunjuk instalasi yang diberikan

Bagi pengguna yang tertarik dengan perangkat dengan konektivitas USB terbaik, beberapa laptop Core i7 termurah 2023 menawarkan performa optimal dengan harga terjangkau.

Masalah driver USB 3.0 di Windows 11 umumnya dapat diselesaikan dengan ketiga metode di atas. Jika masalah persist, pertimbangkan untuk memeriksa kompatibilitas perangkat atau menghubungi dukungan teknis produsen.

Cara Ampuh Atasi Samsung Tablet yang Lemot

0

Telset.id – Samsung tablet yang tiba-tiba lemot atau lambat merespons bisa sangat mengganggu produktivitas. Masalah ini umumnya disebabkan oleh memori penuh, aplikasi berat, atau sistem yang belum diupdate. Berikut solusi praktis untuk mengembalikan performa tablet Samsung Anda.

Menurut Brad Stephenson, pakar teknologi dengan pengalaman 12 tahun, restart perangkat adalah langkah pertama yang efektif. “Restart membersihkan memori sementara dan menghentikan proses latar belakang yang tidak perlu,” jelasnya. Setelah itu, pastikan sistem operasi dan aplikasi selalu diperbarui untuk menghindari bug.

Langkah-Langkah Optimasi Performa

Berikut cara sistematis meningkatkan kecepatan tablet Samsung:

  • Bersihkan memori: Akses Settings > Device care > Optimize now untuk pembersihan otomatis.
  • Hapus aplikasi tidak penting: Aplikasi yang jarang digunakan tetap memakan ruang penyimpanan dan RAM.
  • Manajemen penyimpanan: Pindahkan foto/video ke cloud atau hapus file duplikat melalui Settings > Storage.
  • Nonaktifkan widget: Widget berlebihan di layar utama memperlambat performa.
  • Matikan VPN: Jika aktif, VPN bisa membebani prosesor dan baterai.

Solusi Lanjutan untuk Masalah Berat

Jika tablet masih lambat, coba langkah berikut:

  1. Aktifkan RAM Plus di Settings > Battery and device care untuk alokasi memori virtual.
  2. Reset pabrik (factory reset) sebagai opsi terakhir. Pastikan data penting sudah di-backup.

Lisa Mildon, IT profesional dengan 30 tahun pengalaman, menambahkan, “Tablet entry-level seperti Galaxy Tab A series lebih rentan lemot ketika menjalankan aplikasi berat. Sesuaikan pengaturan grafis game atau aplikasi editing video jika diperlukan.”

Perlu diingat, performa tablet juga dipengaruhi usia perangkat. Model lawas seperti Galaxy Tab S6 mungkin membutuhkan optimasi ekstra dibanding Samsung Galaxy Z Fold4 5G yang lebih baru.

Cara Mudah Mengaktifkan Auto Login di Windows untuk Akses Lebih Cepat

0

Telset.id – Pengguna Windows kini bisa mempercepat proses booting dengan mengaktifkan fitur auto login. Fitur ini memungkinkan sistem langsung masuk ke desktop tanpa perlu memasukkan username dan password setiap kali menyalakan komputer.

Menurut Tim Fisher, pakar teknologi dengan pengalaman lebih dari 30 tahun, auto login bisa diaktifkan melalui perintah sederhana di Windows. “Ini solusi praktis untuk pengguna rumahan yang tak ingin repot dengan layar login,” ujarnya dalam artikel terbaru di Lifewire.

Langkah Mudah Aktifkan Auto Login

Berikut cara mengaktifkan fitur auto login di berbagai versi Windows:

  1. Tekan tombol Win + R untuk membuka Run
  2. Ketik netplwiz lalu tekan Enter
  3. Di tab Users, hilangkan centang pada opsi “Users must enter a user name and password to use this computer”
  4. Klik OK dan masukkan password saat diminta
  5. Restart komputer untuk menguji hasilnya

OK button after Users must enter a user name and password to use this computer checkbox is unchecked

Untuk pengguna Windows XP, perintah yang digunakan berbeda yaitu control userpasswords2. Fitur ini juga tersedia di Windows 11, meski dengan antarmuka yang sedikit berbeda.

Solusi Jika Opsi Auto Login Tidak Muncul

Beberapa pengguna melaporkan opsi auto login tidak muncul di Windows 10 atau 11. Berikut solusinya:

  1. Buka Registry Editor dengan mengetik regedit di Start Menu
  2. Masuk ke path: HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\PasswordLess\Device
  3. Hapus value bernama DevicePasswordLessBuildVersion
  4. Tutup Registry Editor dan coba lagi langkah auto login

The DevicePasswordLessBuildVersion value highlighted in the Windows 11 registry editor

Jessica Kormos, editor teknologi berpengalaman 15 tahun, mengingatkan: “Selalu backup registry sebelum melakukan perubahan untuk menghindari masalah sistem.”

Auto Login di Jaringan Domain

Untuk komputer yang terhubung ke domain perusahaan, prosesnya sedikit berbeda:

  1. Buka Registry Editor
  2. Navigasi ke HKEY_LOCAL_MACHINE\Software\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Winlogon
  3. Ubah value AutoAdminLogon dari 0 menjadi 1
  4. Tambahkan string value DefaultDomainName, DefaultUserName, dan DefaultPassword jika belum ada
  5. Isi dengan detail login domain Anda

Perhatikan bahwa fitur ini tidak direkomendasikan untuk perangkat yang sering dibawa keluar rumah karena alasan keamanan. Seperti dijelaskan dalam panduan perbaikan disk error, perubahan sistem selalu membawa risiko tertentu.

Bagi pengguna yang ingin mengoptimalkan performa Windows lebih lanjut, bisa mencoba tips dalam artikel menghilangkan pesan ‘We’re Just Getting Things Ready’ setelah update sistem.

Dengan mengikuti panduan ini, pengguna Windows bisa menghemat waktu booting setiap hari. Namun tetap pertimbangkan faktor keamanan sebelum mengaktifkan fitur auto login, terutama untuk perangkat mobile.

Realme 15 5G dan 15 Pro 5G Resmi Dirilis di India, Ini Spesifikasi dan Harganya

Telset.id – Realme kembali mengguncang pasar smartphone dengan meluncurkan Realme 15 5G dan Realme 15 Pro 5G di India. Kedua ponsel ini hadir dengan spesifikasi premium, termasuk layar OLED 144Hz, baterai raksasa 7.000mAh, dan kamera canggih. Jika Anda mencari smartphone dengan performa tangguh dan fitur lengkap, duo terbaru Realme ini layak jadi pertimbangan.

Setelah beberapa kali bocor di berbagai platform, Realme akhirnya meresmikan kehadiran kedua ponsel ini di India. Keduanya sudah bisa dibeli melalui Flipkart, situs resmi Realme, dan toko offline. Dengan harga yang kompetitif dan berbagai penawaran menarik, Realme 15 5G dan 15 Pro 5G siap bersaing di segmen mid-range premium.

Layar dan Desain: Visual Memukau dengan Ketahanan Tinggi

Kedua smartphone ini mengusung layar OLED 6,8 inci dengan resolusi 2800×1280 piksel. Layarnya mendukung refresh rate 144Hz, cakupan warna 100% DCI-P3, dan kecerahan puncak hingga 6.500 nits. Teknologi 4608Hz PWM dimming dan DC dimming juga hadir untuk mengurangi kelelahan mata. Perlindungan Corning Gorilla Glass 7i serta sertifikasi IP68 dan IP69 membuatnya tahan air dan debu.

Realme 15 Series

Performa: Chipset Unggulan dan RAM Generasi Terbaru

Realme 15 5G ditenagai MediaTek Dimensity 7300+ (4nm) dengan GPU Mali-G615 MC2, sementara versi Pro menggunakan Snapdragon 7 Gen 4 (4nm) dan Adreno 722. Keduanya menjalankan Android 15 dengan antarmuka Realme UI 6.0. Konfigurasi RAM mencapai 12GB LPDDR4X, dengan opsi penyimpanan hingga 512GB UFS 3.1. Sensor sidik jari di bawah layar dan sensor infrared turut melengkapi fitur konektivitas.

Kamera: AI-Powered Photography dengan OIS

Realme 15 5G membawa kamera utama 50MP (Sony IMX882) dengan OIS dan lensa ultra-wide 8MP. Sementara itu, Pro 5G meningkatkan sensor utamanya ke IMX896 dan menambahkan lensa ultra-wide 50MP (OV50D). Keduanya mendukung rekaman 4K, dengan Pro 5G mencapai 60fps. Kamera depan 50MP di kedua model menggunakan sensor OV50D untuk selfie berkualitas tinggi.

Realme 15 Pro 5G Kamera

Baterai dan Harga: Daya Tahan Ekstra dengan Penawaran Menarik

Baterai 7.000mAh dengan fast charging 80W menjadi salah satu keunggulan utama. Untuk harga, Realme 15 5G mulai Rp25.999 (128GB), sedangkan Pro 5G dimulai dari Rp31.999 (128GB). Berbagai diskon bank dan penawaran tukar tambah membuat harga nett bisa lebih rendah. Misalnya, Realme 15 Pro 5G 12GB/512GB bisa didapat seharga Rp35.999 setelah diskon.

Dengan spesifikasi yang ditawarkan, Realme 15 5G dan 15 Pro 5G layak jadi pilihan bagi yang menginginkan performa tinggi dan daya tahan baterai maksimal. Tertarik mencoba?

Mark Zuckerberg Berpaling dari Open Source? Analisis Pergeseran Strategi AI Meta

0

Telset.id – Pernyataan kontroversial Mark Zuckerberg tentang “superintelligence” AI mengindikasikan perubahan drastis dalam filosofi open source Meta. CEO yang pernah berkata “persetan dengan platform tertutup” kini mulai bersikap hati-hati.

Dalam memo internal yang bocor Kamis (31/7/2025), Zuckerberg menyebut kebutuhan “rigor” dalam keputusan open source terkait AI canggih. Ini kontras dengan pandangannya setahun lalu yang menyebut open source sebagai “jalan terbaik untuk keselamatan dan inovasi“. Lalu, apa yang berubah?

Mark Zuckerberg presentasi strategi AI Meta

Dilema Superintelligence vs. Transparansi

Zuckerberg mengakui dalam panggilan pendapatan Q2 Meta bahwa model AI kini “terlalu besar untuk dipakai kebanyakan orang“. Ada dua kekhawatiran utama:

  • Efek kompetitif: Membocorkan kode raksasa bisa menguntungkan pesaing tanpa manfaat nyata bagi komunitas.
  • Keamanan global: AI tingkat superintelligence berpotensi disalahgunakan jika tersedia bebas.

Padahal, seperti dilaporkan Telset sebelumnya, Zuckerberg dan Elon Musk kerap berdebat tentang etika teknologi. Kini, pendiri Facebook itu justru bersikap lebih konservatif daripada rivalnya di X.

Antara Idealisme dan Realitas Bisnis

Analis melihat ini sebagai pengakuan diam-diam bahwa Meta kalah dalam perlombaan AI. “Mereka sadar tak bisa menang di komputasi awan seperti Microsoft atau Google, jadi beralih ke isu keamanan sebagai pembenaran,” kata Rachel Woods, pakar teknologi di Stanford.

Pergeseran ini juga terjadi di tengah tekanan regulator. Setelah panggilan Kongres AS terkait penyalahgunaan platform Meta, perusahaan tampaknya lebih memilih jalur aman.

Pertanyaannya: Apakah ini akhir dari era keterbukaan Meta? Zuckerberg berjanji akan tetap merilis “beberapa model open source“, tapi jelas bukan yang paling canggih. Untuk pertama kalinya sejak proyek Llama, raksasa teknologi ini mempertimbangkan untuk menyimpan kartu as mereka di laci terkunci.

Bocoran SM8845: Qualcomm Siapkan Snapdragon 8 Plus dengan Oryon Core

Telset.id – Jika Anda mengira Qualcomm hanya fokus pada Snapdragon 8 Elite 2, bocoran terbaru dari Digital Chat Station (DCS) justru mengungkap strategi baru: SM8845, chipset yang dikabarkan bernama Snapdragon 8 Plus. Ini bukan sekadar varian minor, melainkan lini “sub-premium” dengan arsitektur custom Oryon core yang sebelumnya eksklusif untuk flagship.

Menurut DCS, SM8845 akan menjadi jawaban Qualcomm terhadap permintaan pasar akan performa tinggi dengan harga lebih terjangkau. Yang mengejutkan, chipset ini diklaim menggunakan desain core besar penuh (all-large-core) dengan clock speed minimal 3GHz – langkah berani yang biasanya hanya ditemui di prosesor kelas workstation.

Ilustrasi chipset Qualcomm Snapdragon 8 Plus dengan arsitektur Oryon Core

Revolusi Arsitektur: Oryon Core Turun Kelas

Qualcomm sepertinya tak mau membiarkan Oryon core – desain custom mereka yang pertama kali diperkenalkan di Snapdragon 8 Elite – hanya menjadi cerita satu generasi. SM8845 akan mengadopsi sepenuhnya arsitektur ini, tetapi dengan konfigurasi yang lebih efisien. Ini mirip strategi Apple dengan chip A-series, di mana teknologi flagship perlahan merambah ke lini bawah.

Yang lebih menarik, SM8845 kemungkinan diproduksi dengan proses N3P TSMC – node canggih yang sama dengan yang digunakan Snapdragon 8 Elite 2. Ini berarti efisiensi daya dan kepadatan transistor yang hampir setara dengan flagship, sesuatu yang jarang terjadi di segmen mid-range.

Strategi Pasar: Oppo, Vivo, dan OnePlus Jadi Pelopor

Bocoran juga menyebut tiga vendor China – Oppo, Vivo, dan OnePlus – sedang mengembangkan perangkat berbasis SM8845. Yang unik, beberapa model dikabarkan akan dibekali baterai raksasa 8.000mAh, indikasi kuat bahwa chipset ini ditujukan untuk pengguna berat dan gaming marathon.

Konsep smartphone gaming dengan chipset Qualcomm Snapdragon 8 Plus dan baterai besar

Jika bocoran akurat, Snapdragon 8 Plus bisa menjadi ancaman serius bagi MediaTek Dimensity 9000 series, yang selama ini mendominasi segmen “flagship killer”. Rilisnya diperkirakan Q4 2025, tepat saat persaingan chipset mobile memasuki babak baru.

Qualcomm belum memberikan konfirmasi resmi, tetapi langkah ini menunjukkan pergeseran strategi: alih-alih hanya berfokus pada lini flagship, mereka kini membidik segmen yang selama ini menjadi “area abu-abu” antara premium dan mid-range. Pertanyaannya: apakah konsumen siap menerima konsep “almost-flagship” dengan harga lebih manusiawi?

Apple Bikin Gagal Fatal: Promo Samsung Z Flip 7 di Akun Resminya

Telset.id – Bayangkan kebingungan netizen ketika akun resmi Apple Support di Weibo tiba-tiba mempromosikan produk saingan beratnya, Samsung Galaxy Z Flip7. Sebuah video trailer yang menampilkan keunggulan foldable terbaru Samsung itu muncul selama beberapa menit sebelum akhirnya dihapus. Tapi, seperti kata pepatah, internet tidak pernah lupa.

Insiden ini langsung viral di platform sosial China, dengan screenshot dan rekaman layar tersebar luas. Yang jadi pertanyaan: bagaimana mungkin raksasa sekelas Apple bisa melakukan blunder semacam ini? Apakah ini sekadar human error, atau ada faktor lain yang lebih kompleks?

Teori di Balik Kesalahan Apple

Analis industri mengajukan dua skenario yang mungkin terjadi. Pertama, kemungkinan besar kesalahan berasal dari agensi eksternal yang menangani konten marketing untuk kedua merek. Di China, praktik menggunakan vendor yang sama untuk beberapa brand teknologi memang lumrah. Namun, jarang sekali kesalahan seperti ini lolos dari quality control.

Teori kedua yang dilaporkan MacRumors lebih menarik: bisa jadi ini bukan kesalahan Apple sama sekali, melainkan bug di platform Weibo yang menyebabkan video dari akun lain muncul di tempat yang salah. Jika ini benar, maka Weibo lah yang harus bertanggung jawab atas kebocoran tak disengaja ini.

Samsung Galaxy Z Flip 7

Persaingan Foldable yang Makin Sengit

Timing insiden ini sungguh ironis. Samsung baru saja meluncurkan generasi ketujuh ponsel lipatnya, sementara Apple dikabarkan baru akan merilis “iPhone Fold” pertamanya pada 2026 mendatang. Di tengah persaingan ketat ini, dukungan pasar China menjadi krusial bagi kedua perusahaan.

Yang menarik, meski Apple belum masuk ke pasar foldable, insiden ini justru memberikan publisitas gratis untuk Samsung. Sebuah studi dari Counterpoint Research menunjukkan bahwa 68% konsumen China lebih memilih foldable Samsung ketimbang merek lokal. Apakah Apple perlu khawatir?

Sementara itu, Samsung terus memperkuat posisinya dengan inovasi teknologi, termasuk di segmen foldable. Pertanyaannya sekarang: apakah insiden ini akan memicu Apple untuk mempercepat rencana foldable-nya, atau justru membuat mereka lebih berhati-hati dalam mengelola konten digital?

Hingga berita ini diturunkan, baik Apple maupun Weibo belum memberikan pernyataan resmi. Tapi satu hal yang pasti: di era digital, bahkan kesalahan sekecil apapun bisa menjadi viral dalam hitungan detik. Pelajaran berharga bagi semua brand teknologi.

Bocoran Resmi! Samsung Galaxy Book 6 Ultra Bakal Jadi Laptop Flagship Terkuat

Telset.id – Jika Anda mengira Samsung hanya fokus pada smartphone dan tablet, bersiaplah terkejut. Bocoran terbaru mengindikasikan bahwa raksasa teknologi asal Korea Selatan ini bersiap meluncurkan laptop flagship terkuat mereka: Samsung Galaxy Book 6 Ultra. Kabarnya, perangkat ini akan menjadi jawaban Samsung terhadap dominasi MacBook Pro di segmen premium.

Setelah absen di generasi Galaxy Book 5, varian Ultra dikabarkan akan kembali dengan spesifikasi yang lebih gahar. Menurut laporan eksklusif dari SamMobile, Samsung sedang mempersiapkan Galaxy Book 6 Ultra sebagai laptop premium dengan hardware terkini dari Intel dan Nvidia. Ini bisa menjadi kabar gembira bagi para profesional kreatif dan gamer yang menginginkan performa tinggi dalam bentuk yang portabel.

Galaxy Book 6 Ultra: Kembalinya Sang Raja

Untuk memahami betapa besarnya potensi Galaxy Book 6 Ultra, kita perlu melihat ke belakang. Varian Ultra terakhir, Galaxy Book 4 Ultra, adalah monster sejati dengan prosesor Intel Core Ultra 9 185H dan GPU RTX 4070. Perangkat ini sengaja dirancang untuk bersaing langsung dengan MacBook Pro, menawarkan kombinasi unik antara efisiensi daya dan kekuatan mentah.

Samsung Galaxy Book 4 Ultra

Kini, dengan jarak satu generasi, baik Intel maupun Nvidia telah meluncurkan hardware baru yang lebih powerful. Sangat mungkin Galaxy Book 6 Ultra akan dibekali dengan:

  • Prosesor Intel Core Ultra 200H series terbaru
  • GPU RTX 50 series dari Nvidia
  • Layar AMOLED dengan refresh rate tinggi
  • Baterai berkapasitas besar dengan teknologi pengisian cepat

Mengapa Ultra Begitu Spesial?

Berbeda dengan seri Galaxy Book biasa dan Pro yang mengandalkan grafis terintegrasi, varian Ultra selalu membawa GPU diskrit. Ini membuatnya unggul untuk tugas-tugas berat seperti:

  • Video editing 4K/8K
  • 3D rendering
  • Game AAA
  • Machine learning

Dengan kemungkinan hadirnya RTX 50 series, Galaxy Book 6 Ultra bisa menjadi laptop pertama Samsung yang mendukung teknologi AI generasi terbaru dari Nvidia. Ini akan sangat berguna untuk pengguna yang bekerja dengan aplikasi berbasis AI seperti Stable Diffusion atau Adobe Firefly.

Namun, sebagai catatan penting, semua informasi ini masih berdasarkan rumor dan spekulasi. Samsung sendiri belum mengkonfirmasi keberadaan Galaxy Book 6 Ultra. Tapi jika melihat track record mereka dengan Galaxy Tab S10 FE yang baru saja diluncurkan, tidak menutup kemungkinan Samsung sedang menyiapkan kejutan besar di segmen laptop.

Bagi Anda yang menantikan laptop flagship terbaru Samsung, mungkin inilah saatnya mulai menabung. Galaxy Book 6 Ultra diprediksi akan menjadi salah satu laptop paling powerful tahun 2025, dengan harga yang tentunya sesuai dengan spesifikasinya.

Samsung Galaxy Fold7, Flip7, dan Watch8 Series Resmi Dirilis di Indonesia, Ini Harga Lengkapnya

Telset.id – Samsung kembali menegaskan dominasinya di pasar gadget premium dengan merilis tiga produk andalannya: Galaxy Z Fold7, Galaxy Z Flip7, dan Galaxy Watch8 Series di Indonesia. Peluncuran yang digelar di PIK, Tangerang, Rabu (30/7/2025) ini menampilkan inovasi terbaru yang lebih personal, powerful, dan stylish. Lalu, berapa harga ketiga produk ini?

Galaxy Z Fold7: Lebih Tipis, Lebih Kuat

Galaxy Z Fold7 hadir dengan desain yang 26% lebih tipis dibanding pendahulunya, Galaxy Z Fold6. Ketebalannya hanya 8,9mm saat terlipat dan 4,2mm saat terbuka, dengan bobot 215 gram. Meski ramping, layarnya justru 11% lebih besar, menggunakan panel Dynamic AMOLED 2x berukuran 8 inci dan kecerahan hingga 2.600nit.

Dari segi performa, Fold7 mengandalkan Snapdragon 8 Elite for Galaxy dan kamera utama 200MP—lonjakan signifikan dari 50MP di generasi sebelumnya. Kamera ultrawide 12MP (100 derajat) dan telefoto 10MP (zoom optik 3x) melengkapi pengalaman fotografi. Harga Galaxy Z Fold7 dimulai dari Rp 28,5 juta untuk varian 12/256GB, hingga Rp 35 juta untuk 16GB/1TB.

Galaxy Z Flip7: Layar Cover Lebar, Baterai Lebih Besar

Galaxy Z Flip7 diklaim sebagai ponsel flip paling tipis di pasaran, dengan ketebalan 13,7mm saat terlipat dan bobot 188 gram. Layar cover-nya kini lebih luas (4,1 inci) dengan panel Flex Window Super AMOLED, refresh rate 120Hz, dan kecerahan 2.600nit. Kamera utamanya terdiri dari 50MP (wide) dan 12MP (ultrawide), didukung fitur Nightography.

Yang mengejutkan, meski bodinya lebih ramping, kapasitas baterainya naik menjadi 4.300mAh (dari 4.000mAh di Flip6). Harga Z Flip7 mulai Rp 18 juta (12/256GB) hingga Rp 20 juta (12/512GB).

Galaxy Watch8 Series: Pelatih Lari Pribadi & Google Gemini

Tak ketinggalan, Samsung memperkenalkan Galaxy Watch8 Series yang terdiri dari Watch8 dan Watch8 Classic. Fitur unggulannya adalah Running Coach—pelatih lari berbasis AI yang menyesuaikan program latihan dengan tujuan pengguna. Ada juga Energy Score untuk memantau kondisi tubuh di pagi hari, serta integrasi Google Gemini untuk pencarian cepat.

Harga Watch8 dimulai dari Rp 5,5 juta (40mm), sedangkan Watch8 Classic dibanderol Rp 7 juta (46mm).

Menurut Yadi Prayitno, Head of MX Business Samsung Electronics Indonesia, ketiga produk ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan pengguna akan perangkat yang “lebih personal, kuat, dan cerdas.” Dengan spesifikasi dan harga yang kompetitif, apakah Anda tertarik memilikinya?

no na Jadi Brand Ambassador Samsung, Girl Group Ini Siap Bawa Galaxy Z Series ke Panggung Global

Telset.id – Dunia teknologi dan musik kembali bertemu dalam kolaborasi yang menggemparkan. no na, girl group Indonesia pertama yang go internasional, resmi dinobatkan sebagai brand ambassador terbaru Samsung Indonesia. Pengumuman ini dibuat dalam acara peluncuran “The First Galaxy AI Live Creation” yang memperkenalkan Galaxy Z Fold7, Z Flip7, dan Galaxy Watch8 Series di Spike AirDome, Jakarta, 30 Juli 2025.

Kehadiran no na di Team Galaxy bukan sekadar langkah marketing biasa. Ini adalah bukti nyata bagaimana Samsung serius menggarap pasar generasi muda yang kreatif dan dinamis. “Ketika pertama kali menggunakan Galaxy Z Fold7 | Z Flip7, rasanya langsung click karena ringan di tangan dan powerful untuk segala aktivitas,” ungkap perwakilan no na dengan antusias.

Kecocokan Sempurna Antara no na dan Galaxy Z Series

Girl group yang terdiri dari Baila, Christy, Esther, dan Shaz ini menemukan kesesuaian sempurna antara kepribadian mereka dengan produk flagship Samsung. Galaxy Z Fold7 dan Z Flip7 bukan hanya gadget biasa bagi mereka, melainkan alat ekspresi kreativitas yang mendukung gaya hidup modern.

“Yang paling penting, keduanya benar-benar sesuai dengan gaya hidup dan kepribadian kami, baik secara personal maupun sebagai anggota no na dengan karakter yang unik, ekspresif, dan suka tampil catchy tapi tetap simple,” tambah mereka. Pernyataan ini sekaligus menjadi bukti bahwa Samsung berhasil menciptakan produk yang resonan dengan generasi muda.

Debut Spektakuler no na di Kancah Global

no na sendiri bukan nama asing di industri musik. Diluncurkan oleh 8rising pada Mei 2025, girl group ini langsung membuat gebrakan dengan single debut “Shoot” yang menguasai berbagai chart musik. Dengan lebih dari 255 juta streaming di semua platform, no na membuktikan bahwa talenta Indonesia mampu bersaing di panggung global.

Yang menarik, hanya sebulan setelah debut, no na sudah tampil di acara tahunan 88rising, Head In the Clouds: L.A. Penampilan spektakuler mereka berhasil memukau penonton internasional, sekaligus membuka jalan bagi kolaborasi dengan brand sekelas Samsung.

Galaxy Z Series: Senjata Baru Kreator Muda

Peluncuran Galaxy Z Fold7 dan Z Flip7 kali ini tidak hanya tentang spesifikasi hardware. Samsung menekankan bagaimana perangkat ini menjadi alat bantu kreativitas dengan dukungan Galaxy AI dan Gemini AI. Fitur-fitur canggih ini memungkinkan pengguna menghasilkan karya mulai dari monolog puisi, komposisi musik, hingga pengembangan ide bisnis – semua bisa dilakukan secara praktis langsung dari smartphone lipat.

Seperti yang terjadi pada karyawan Samsung yang pernah ketahuan menggunakan iPhone, brand loyalty di era sekarang memang harus dibangun dengan produk yang benar-benar unggul. Dan Samsung tampaknya belajar dari pengalaman tersebut.

Mulai 1 Agustus 2025, konsumen Indonesia sudah bisa mendapatkan Galaxy Z Fold7 dengan harga mulai Rp28.499.000 untuk varian 12GB/256GB, sedangkan Galaxy Z Flip7 dibanderol mulai Rp17.999.000. Samsung juga menawarkan berbagai promo menarik termasuk trade-in cashback hingga Rp3.5 juta selama periode 1-14 Agustus 2025.

Kolaborasi antara no na dan Samsung ini bukan sekadar endorsement biasa. Ini adalah pertemuan dua entitas yang sama-sama membawa nama Indonesia ke kancah global. Dengan dukungan gadget canggih Galaxy Z Series, siapa yang tahu seberapa jauh no na akan membawa nama Indonesia di industri musik dunia?

Samsung Galaxy AI Live Creation: Kreativitas Tanpa Batas Bersama Z Fold7 dan Z Flip7 serta Watch8

Telset.id – Bayangkan jika ide kreatif Anda bisa langsung menjelma menjadi peluang bisnis hanya dengan sentuhan jari. Itulah yang dihadirkan Samsung dalam acara spektakuler “The First Galaxy AI Live Creation” di Jakarta, 30 Juli 2025. Dengan menggandeng deretan kreator ternama seperti Reza Rahadian, Yura Yunita, dan Arief Muhammad, Samsung tak sekadar meluncurkan Galaxy Z Fold7, Z Flip7, serta Galaxy Watch8 Series, tetapi juga membuktikan bagaimana teknologi AI hybrid bisa menjadi mitra tak tergantikan dalam proses kreatif.

Galaxy AI: Dari Puisi Hingga Bisnis dalam Satu Layar

Acara yang digelar di Spike AirDome ini menjadi panggung kolaborasi manusia dan mesin. Reza Rahadian, misalnya, memamerkan kemampuannya menciptakan monolog puisi menyentuh dengan bantuan Gemini AI di Galaxy Z Fold7. “Layar luas dan kamera 200MP-nya memungkinkan saya menangkap detail emosi yang sulit diungkapkan kata-kata,” ujar sutradara berbakat ini. Tak hanya Reza, Yura Yunita mengubah puisi tersebut menjadi konsep lagu dan koreografi utuh berkat diskusi intens dengan Gemini Live.

Yang menarik, kreativitas ini tak berhenti di ranah seni. Arief Muhammad membuktikan bagaimana ide Reza bisa ditransformasikan menjadi proposal bisnis teater musikal hanya dengan memanfaatkan fitur Deep Research dan AI Summarize. “Multitasking di OneUI 8 memungkinkan saya menjalankan riset pasar sambil merancang model bisnis secara real-time,” tambahnya. Sebuah demonstrasi nyata bahwa Galaxy Z Fold7 bukan sekadar gadget, melainkan kantor portabel yang cerdas.

no na: Wajah Baru Team Galaxy yang Penuh Warna

Samsung juga mengukuhkan no na, girl group internasional asal Indonesia, sebagai anggota termuda Team Galaxy. “Galaxy Z Flip7 cocok dengan kepribadian kami yang ekspresif,” ujar perwakilan grup. Smartphone lipat ini memang dirancang untuk generasi yang menolak dikotomi antara fungsionalitas dan gaya hidup. Dengan pilihan warna seperti Coral-red dan Mint, perangkat ini menjadi extension of personality bagi para kreator muda.

Fitur seperti FlexWindow yang lebih luas dan Audio Eraser yang digunakan Ariel Tatum membuktikan bahwa inovasi Samsung selalu berangkat dari kebutuhan nyata. “Saya bisa menghilangkan noise saat rekaman voice note tanpa software tambahan,” cerita aktris yang dikenal stylish ini. Bahkan Prilly Latuconsina memamerkan kepraktisan FlexCam 50MP dengan mengambil foto grup via Galaxy Watch8 dari kejauhan.

Spesifikasi dan Harga: Investasi untuk Produktivitas Tanpa Kompromi

Mulai 1 Agustus 2025, konsumen bisa mendapatkan Galaxy Z Fold7 dengan harga mulai Rp28,5 juta (256GB) hingga Rp35 juta (1TB), sementara Z Flip7 dibanderol Rp18-20 juta. Galaxy Watch8 Series melengkapi ekosistem ini dengan harga Rp5,5-7 juta. Periode promo 1-14 Agustus menawarkan diskon hingga Rp6 juta via trade-in atau pembelian bundle.

Harry Lee, Presiden Samsung Indonesia, menegaskan filosofi di balik produk terbaru ini: “Ini tentang membuka potensi diri. Galaxy Z Fold7 dan Z Flip7 adalah kanvas bagi ide-ide brilian Anda.” Sebuah pernyataan yang bukan hiperbola, melainkan janji yang sudah dibuktikan di panggung The First Galaxy AI Live Creation.

Cara Membuat Rute Kustom di Google Maps untuk Perjalanan Lebih Efisien

0

Telset.id – Google Maps kini memungkinkan pengguna untuk membuat rute kustom sesuai kebutuhan perjalanan. Fitur ini sangat berguna untuk merencanakan perjalanan dengan titik-titik spesifik yang ingin dikunjungi, baik untuk liburan, bisnis, atau kebutuhan sehari-hari.

Dengan menggunakan Google My Maps, pengguna dapat merancang rute perjalanan secara detail, termasuk menambahkan marker, garis, dan bentuk untuk menandai lokasi penting. Namun, perlu dicatat bahwa pembuatan rute kustom hanya bisa dilakukan melalui browser desktop, meskipun hasilnya bisa dilihat di perangkat mobile.

Langkah Membuat Rute Kustom di Google Maps

Berikut adalah panduan lengkap untuk membuat rute kustom di Google Maps:

  1. Buka Google Maps dan pastikan Anda sudah login ke akun Google.
  2. Klik tiga garis horizontal (menu hamburger) di pojok kiri atas.
  3. Pilih “Your places” dari menu dropdown.
  4. Pilih tab “Maps” lalu klik “Create Map”.
  5. Klik “Untitled map” di pojok kiri atas untuk memberi nama dan deskripsi peta Anda.
  6. Klik “Save” untuk menyimpan peta.

Changing map name in Google My Maps.

Setelah peta dibuat, Anda bisa mulai merencanakan rute dengan:

  1. Klik “Add directions” di bawah bilah pencarian.
  2. Pilih mode transportasi (mengemudi, bersepeda, atau berjalan kaki).
  3. Masukkan titik awal di kotak A dan tujuan di kotak B.
  4. Untuk menyesuaikan rute, klik dan tarik garis rute ke titik yang diinginkan.

Adding directions to Google My Maps.

Fitur Tambahan untuk Rute Kustom

Google My Maps menyediakan beberapa fitur tambahan untuk memperkaya rute kustom Anda:

Menambahkan Marker:

  • Klik “Add layer”
  • Klik ikon penanda di bawah bilah pencarian
  • Klik lokasi yang ingin ditandai
  • Masukkan nama penanda dan klik “Save”

Menambahkan Garis atau Bentuk:

  • Klik “Draw a line” di bawah bilah pencarian
  • Pilih “Add line or shape”
  • Klik titik awal lalu seret kursor ke titik berikutnya
  • Klik ganda untuk menyelesaikan

Selecting transportation mode in Google My Maps.

Sayangnya, rute kustom ini tidak bisa digunakan untuk navigasi real-time di Google Maps. Fitur ini lebih berguna sebagai referensi offline selama perjalanan. Untuk navigasi real-time, Anda bisa menggunakan fitur standar Google Maps atau mencoba fitur serupa di Apple Maps jika menggunakan perangkat iOS.

Rute kustom yang sudah dibuat akan otomatis tersimpan di Google Drive dan bisa diakses melalui perangkat mobile dengan membuka Google Maps, mengetuk ikon “Saved”, lalu memilih “Maps”. Fitur ini sangat berguna untuk merencanakan perjalanan mudik atau mencari lokasi SPBU terdekat selama perjalanan panjang.