Beranda blog Halaman 166

Robot Humanoid REK: Arena Pertarungan Masa Depan di San Francisco

0

Telset.id – Di sebuah gudang tersembunyi di San Francisco, empat robot humanoid tergantung dari rangka besi, menunggu pelatihan dari manusia untuk bertarung. Arena robotik ini bernama REK, dikelola oleh entrepreneur virtual reality dan penggemar robot pertarungan, Cix Liv.

Liv, yang sudah memiliki satu kemenangan di liga Ultimate Fighting Bots (UFB) San Francisco, menggabungkan elemen dari seni bela diri campuran, gulat profesional, anime, dan fiksi ilmiah untuk menciptakan pertunjukan yang unik. Dengan latar belakang 10 tahun di dunia VR, ia membayangkan REK sebagai tempat di mana para “pilot” manusia menggunakan headset dan kontroler tempak untuk mengendalikan robot dari jarak jauh.

“Ini akan menjadi

Cara Menghapus User di Mac dengan Mudah dan Aman

0

Telset.id – Punya terlalu banyak akun pengguna di Mac? Atau mungkin Anda ingin membersihkan akun lama yang sudah tidak terpakai? Menghapus user di Mac ternyata lebih mudah dari yang Anda bayangkan. Namun, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan agar tidak kehilangan data penting.

MacOS, sistem operasi andalan Apple, memang dirancang untuk memudahkan pengelolaan akun pengguna. Baik Anda menggunakan Mac untuk keperluan pribadi maupun profesional, memahami cara menghapus user dengan benar adalah keterampilan dasar yang harus dikuasai.

Dalam panduan komprehensif ini, kami akan memandu Anda langkah demi langkah menghapus akun pengguna di Mac, termasuk opsi-opsi penting yang menentukan nasib data Anda. Kami juga akan membahas fitur Guest User yang bisa menjadi solusi praktis untuk situasi tertentu.

Langkah-Langkah Menghapus User di Mac

System Settings from the Apple menu in macOS.

Berikut adalah panduan lengkap untuk menghapus akun pengguna di Mac dengan sistem operasi macOS Ventura (13) atau versi lebih baru:

  1. Klik ikon Apple di pojok kiri atas layar, lalu pilih System Settings
  2. Pilih menu Users & Groups
  3. Cari nama user yang ingin dihapus, lalu klik ikon informasi (i) di sebelahnya
  4. Klik tombol Delete User
  5. Anda akan diberikan tiga pilihan terkait folder home user tersebut:
    • Delete the home folder: Menghapus semua data user secara permanen
    • Save the home folder to Deleted Users: Menyimpan data di folder khusus
    • Keep the home folder in Users: Menyimpan data di lokasi semula
  6. Pilih opsi yang sesuai, lalu klik Delete User untuk mengkonfirmasi

Mac user account deletion dialog with highlighted delete user option

Penting untuk dicatat bahwa Anda harus memiliki hak akses administrator untuk bisa menghapus akun pengguna lain. Jika Anda kesulitan mengakses fitur ini, mungkin Anda perlu memeriksa status akun Anda terlebih dahulu.

Memahami Opsi Penghapusan Folder Home

Delete user account dialog box on macOS with Delete the home folder option selected

Saat menghapus user di Mac, Anda akan dihadapkan pada tiga pilihan terkait folder home user tersebut. Memahami perbedaan ketiganya sangat penting untuk menghindari kehilangan data yang tidak diinginkan.

1. Delete the home folder: Ini adalah opsi yang paling bersih. Semua data user, termasuk dokumen, pengaturan, dan aplikasi yang terinstal khusus untuk user tersebut akan dihapus permanen. Pilih ini jika Anda yakin tidak membutuhkan data tersebut lagi.

2. Save the home folder to Deleted Users: Opsi ini akan memindahkan semua data user ke folder khusus bernama “Deleted Users” di hard drive Anda. Ini berguna jika Anda ragu-ragu dan ingin menyimpan cadangan data sementara.

3. Keep the home folder in Users: Jika Anda memilih opsi ini, folder home user akan tetap berada di lokasi semula, hanya akun usernya saja yang dihapus. Ini berguna jika Anda ingin mengakses data tersebut dengan akun lain.

Mengaktifkan dan Menggunakan Guest User

Setup screen for Guest User on a Mac

Daripada membuat akun user baru untuk tamu yang hanya sesekali menggunakan Mac Anda, fitur Guest User bisa menjadi solusi yang lebih praktis dan aman. Berikut cara mengaktifkannya:

  1. Buka System Settings > Users & Groups
  2. Klik ikon informasi (i) di sebelah Guest User
  3. Aktifkan opsi Allow guests to log in to this computer
  4. Opsional: Nonaktifkan Limit adult websites jika tidak diperlukan
  5. Jika ingin tamu bisa mengakses folder bersama di jaringan, aktifkan Allow guest users to connect to shared folders
  6. Klik OK untuk menyimpan perubahan

Fitur Guest User memiliki beberapa karakteristik unik yang membedakannya dari akun user biasa:

  • Tidak memerlukan password untuk login
  • Semua file yang dibuat selama sesi akan dihapus otomatis saat logout
  • Tamu tidak bisa mengubah pengaturan sistem atau user
  • Sesi Guest User memiliki keterbatasan akses jaringan dibanding akun biasa

Jika Anda sering berbagi komputer dengan orang lain, fitur ini bisa menjadi alternatif yang lebih aman daripada membagikan akun utama Anda yang berisiko terhadap keamanan data.

Pertimbangan Sebelum Menghapus User

Sebelum Anda menghapus user di Mac, ada beberapa hal penting yang perlu dipertimbangkan:

  • Backup data penting: Pastikan semua dokumen penting telah dicadangkan, terutama jika Anda memilih opsi penghapusan permanen
  • Transfer kepemilikan file: Jika user tersebut memiliki file yang perlu diakses oleh user lain, transfer kepemilikan terlebih dahulu
  • Matikan Find My Mac: Jika user tersebut telah mengaktifkan Find My Mac, pastikan untuk mematikannya sebelum penghapusan
  • Periksa lisensi software: Beberapa aplikasi berlisensi mungkin terikat dengan akun tertentu

Dengan mengikuti panduan ini, Anda bisa membersihkan akun-akun yang tidak perlu di Mac Anda dengan aman dan efisien. Ingat, selalu backup data penting sebelum melakukan penghapusan akun, karena beberapa opsi penghapusan bersifat permanen dan tidak bisa dikembalikan.

vivo Y400 untuk Mahasiswa: Smartphone AI dengan Baterai 6000mAh

0

Telset.id – vivo Y400 kini resmi tersedia untuk mahasiswa aktif di Indonesia. Smartphone ini menawarkan fitur AI cerdas, baterai 6000mAh tahan dua hari, dan layar AMOLED 120Hz, dengan harga mulai Rp3,19 juta. Peluncurannya menjawab kebutuhan mahasiswa akan perangkat multifungsi untuk belajar, hiburan, dan kreativitas.

Menurut Gilang Pamenan, Product Manager vivo Indonesia, vivo Y400 dirancang sebagai solusi all-in-one bagi mahasiswa. “Perangkat ini menggabungkan kecerdasan AI, ketahanan baterai, dan kamera berkualitas untuk mendukung aktivitas kampus yang padat,” ujarnya dalam rilis resmi, Jumat (9/8/2025).

Fitur AI untuk Produktivitas Mahasiswa

vivo Y400 membawa enam fitur AI turunan dari seri flagship vivo X Series:

  • AI Notes Summary: Merangkum catatan kuliah menjadi poin-poin penting secara otomatis.
  • AI Transcript Assist: Mengubah rekaman suara (kuliah/wawancara) menjadi teks transkrip.
  • AI Circle to Search: Mencari informasi langsung dari konten di layar dengan gesture lingkaran.
  • AI Captions: Menampilkan subtitle real-time untuk video pembelajaran bahasa asing.
  • AI Screen Translation: Menerjemahkan teks di layar secara instan.
  • AI Erase 2.0: Menghapus objek tidak diinginkan dari foto tugas atau dokumentasi.

Spesifikasi Unggulan dan Ketahanan

Selain fitur AI, vivo Y400 dilengkapi:

  • Baterai 6000mAh dengan teknologi 44W FlashCharge (isi 50% dalam 30 menit).
  • Layar AMOLED 120Hz dengan kecerahan 1800 nits dan sertifikasi Eye Protection.
  • Kamera utama 50MP Sony IMX852 untuk dokumentasi tugas/konten kreatif.
  • Sertifikasi IP68/69 tahan air dan debu, plus kamera underwater.

Menurut studi terbaru, integrasi teknologi seperti AI dalam perangkat edukasi mampu meningkatkan efektivitas belajar hingga 34%. vivo Y400 hadir sebagai respons atas tren ini.

Untuk mahasiswa yang juga membutuhkan perangkat pendukung, simak 15 rekomendasi laptop mahasiswa 2024 dengan harga terjangkau.

vivo Y400 tersedia dalam dua varian: 8GB+128GB (Rp3.199.000) dan 8GB+256GB (Rp3.499.000). Konsumen bisa memanfaatkan promo trade-in hingga Rp450.000, cashback bank, atau cicilan 0% 12 bulan melalui mitra pembiayaan vivo.

Honor 400, Menghidupkan Cerita Visual dengan Kecerdasan AI

0

Telset.id – Ada momen ketika teknologi tidak sekadar menjadi alat, tapi menjadi penerjemah rasa. Saat saya berdiri di depan Marina Bay Sands, dengan langit sore Singapura tersenyum cerah, saya tidak hanya ingin mengambil foto. Saya ingin menangkap emosi—gemerlap lampu kota, angin laut yang menyentuh kulit, dan hiruk pikuk manusia yang terasa seperti koreografi urban. Saat itulah saya mencoba HONOR 400, dan selebihnya adalah cerita.

Perjalanan lima hari saya di Singapura dan Johor Bahru bukan sekadar jalan-jalan, tapi eksperimen nyata terhadap sebuah pertanyaan sederhana: bisakah sebuah smartphone menghidupkan kenangan?

Jawabannya ternyata: bisa. Bahkan lebih dari yang saya kira.

Ketika Foto Bukan Lagi Diam Dengan AI Image -to -Video 

AI Image to Video di Honor 400
AI Image to Video di Honor 400

Di dunia yang dibanjiri foto, HONOR 400 menawarkan cara baru untuk bercerita. Fitur AI Image -to -Video bukan gimmick seperti yang saya bayangkan. Dengan satu ketukan, foto statis saya—misalnya potret Supertree Grove di Gardens by the Bay—berubah menjadi klip mini berdurasi lima detik, dengan gerakan kamera digital yang mengarah perlahan ke langit, mengangkat suasana, dan menambahkan kedalaman visual.

Tidak perlu belajar editing. Tidak perlu aplikasi pihak ketiga. Tidak perlu waktu lama. Hanya foto, dan sentuhan. Sisanya, AI bekerja seperti sutradara tak terlihat.

Bagi saya yang hidup dari konten—baik untuk media, sosial, maupun dokumentasi pribadi—ini bukan sekadar fitur. Ini revolusi. Konten saya lebih hidup, lebih cepat selesai, dan lebih relevan dengan selera audience masa kini.

Menangkap Dunia Lewat Kamera 200MP

Hasil Foto Honor 400 di Marina Bay Sands Hasil Foto Honor 400 di JBC Twin Tower ResidennceHasil Foto Honor 400 di Johor Bahru Tentu saja, cerita visual tidak dimulai dari video, tapi dari sebuah foto. Maka saya menantang diri sendiri di spot-spot ikonik: dari gemerlap Marina Bay Sands di Singapura, rooftop Twin Tower Residence hingga sudut jalanan heritage di Johor Bahru. Di sinilah kamera 200MP HONOR 400 unjuk gigi.

Saya memotret mural tua dengan cahaya senja yang kontras, lalu melakukan zoom hingga 30x ke detail cat yang mengelupas. Dan hasilnya membuat saya terdiam sejenak—tekstur dinding, guratan seni, bahkan retakan kecil, semuanya muncul seperti dilihat langsung dengan mata telanjang.

Yang menarik, saya tidak merasa harus mengatur banyak hal secara manual. Sensor besar dan kecerdasan buatan bekerja senyap di balik layar: menstabilkan tangan saya yang gemetar, menyesuaikan pencahayaan, dan memperbaiki distorsi perspektif.

Saya sadar, teknologi kamera ini bukan untuk fotografer profesional saja. Justru, ia dibuat agar siapa pun bisa merasakan jadi pencipta visual berkualitas.

AI yang Mempermudah Perjalanan

Di sela-sela perjalanan, saya makin merasakan bagaimana fitur AI lain di HONOR 400 menjadi penyelamat momen. AI Erase 2.0 sigap menghapus objek yang mengganggu frame tanpa meninggalkan bekas aneh. AI Outpainting memperluas sudut pandang foto, seolah memberi saya lensa tak terbatas untuk mengabadikan pemandangan. Saat butuh membuat konten kreatif, AI Cutout mampu memisahkan objek dari latar dengan presisi, siap dipakai untuk poster atau media sosial. Untuk kebutuhanDan dalam interaksi lintas bahasa, AI Translation membantu menerjemahkan percakapan atau papan informasi secara instan—membuat perjalanan terasa lebih lancar dan tanpa hambatan komunikasi.

Honor 400 AI Outpainting
Fitur AI Outpainting di Honor 400

Ketika Smartphone Tak Lagi Jadi Beban

Saya berjalan kaki rata-rata 18.000 langkah per hari selama trip ini, mengandalkan Google Maps, kamera, editing ringan, dan tentu saja upload konten ke berbagai platform. HONOR 400 dengan baterai 6.000mAh nyaris tidak pernah membuat saya panik.

Satu hari penuh digunakan tanpa powerbank. Dan ketika akhirnya perlu mengisi daya, fast charging 66W membuat saya tenang—dalam waktu 30 menit, sudah cukup untuk lanjut satu hari lagi.

Smartphone ini tidak hanya hidup lebih lama, tapi membuat saya bisa hidup lebih lama tanpa khawatir.

HONOR 400 Untuk Merubah Momen Menjadi Kisah

Apa yang saya pelajari dari perjalanan ini? Bahwa teknologi bukan sekadar fitur. Tapi tentang bagaimana sebuah alat bisa mengabadikan rasa. Dan HONOR 400 memberikan ruang bagi pengalaman untuk berkembang—tanpa harus rumit, tanpa harus mahal, dan tanpa harus ahli.

Dalam dunia yang makin cepat dan visual, HONOR 400 adalah alat bercerita yang jujur dan siap pakai. Kamera 200MP-nya menangkap lebih dari gambar. AI-nya menerjemahkan niat jadi konten. Dan desain serta baterainya mendukung hidup yang terus bergerak.

Bagi traveler, content creator, dan siapa saja yang ingin menjadikan setiap perjalanan sebagai narasi, HONOR 400 adalah partner yang tepat. Karena sekarang, foto tak lagi diam. Ia bisa hidup. Dan hidup adalah hal terbaik yang bisa dibagikan.

Backpack Healthcare: Solusi AI untuk Kesehatan Mental Anak dengan Pendekatan Manusiawi

0

Telset.id – Dunia kesehatan mental anak sedang menghadapi krisis yang belum pernah terjadi sebelumnya. Di tengah maraknya aplikasi kesehatan mental berbasis AI yang justru berpotensi membahayakan, muncul solusi inovatif dari Backpack Healthcare—sebuah startup yang menggabungkan teknologi dengan sentuhan manusiawi.

Hafeezah Muhammad, pendiri dan CEO Backpack Healthcare, memulai perjalanannya setelah mengalami kesulitan mendapatkan perawatan mental untuk putranya yang berusia enam tahun. “Saat itu, saya adalah eksekutif di perusahaan kesehatan mental nasional, tapi tetap tidak bisa mendapatkan akses layanan untuk anak saya,” kenangnya. Pengalaman pribadi inilah yang mendorongnya menciptakan solusi berbasis AI dengan pendekatan etis dan berpusat pada manusia.

AI yang Memberdayakan, Bukan Menggantikan

Backpack Healthcare menggunakan AI secara pragmatis—bukan sebagai pengganti terapis, tetapi sebagai alat pendukung. Algoritma mereka mampu mencocokkan pasien dengan terapis yang tepat dalam sekali percobaan, dengan tingkat keberhasilan 91%. Selain itu, AI juga membantu menyusun rencana perawatan dan catatan sesi, menghemat waktu terapis yang sebelumnya habis untuk urusan administratif.

“Kami tidak ingin menciptakan ilusi empati seperti yang dilakukan beberapa chatbot AI,” tegas Muhammad. Mereka menghadirkan “Zipp”, karakter kartun sebagai pendamping AI, untuk memperjelas bahwa ini adalah alat, bukan manusia. Pendekatan ini mendapat apresiasi dari investor seperti Nans Rivat dari Pace Healthcare Capital, yang menyebutnya sebagai solusi untuk menghindari jebakan “empati palsu” yang berbahaya.

Keamanan dan Privasi sebagai Prioritas

Backpack Healthcare menerapkan protokol ketat untuk melindungi data pasien. Data individu tidak pernah dibagikan tanpa persetujuan tertulis, meskipun data agregat digunakan untuk meningkatkan layanan. Sistem mereka juga dilengkapi deteksi krisis seketika—jika seorang anak mengetikkan kata-kata yang mengindikasikan keinginan bunuh diri, tim krisis manusia akan langsung dihubungi.

Muhammad juga aktif mengatasi kelangkaan terapis melalui program residensi berbayar selama dua tahun. Program ini telah menarik lebih dari 500 pelamar setiap tahunnya, dengan tingkat retensi mencapai 75%—angka yang sangat impresif di industri kesehatan mental.

Di tengah kekhawatiran tentang dampak negatif teknologi terhadap kesehatan mental—seperti yang terjadi pada platform media sosial—Backpack Healthcare justru membuktikan bahwa AI bisa menjadi solusi ketika dikembangkan dengan pendekatan yang tepat. Seperti dikatakan Muhammad, “Tujuannya bukan membuat mereka bergantung selamanya, tapi memberi alat untuk menjadi dewasa yang tangguh.”

POCO M7 Plus 5G Resmi Meluncur: Layar 144Hz & Baterai 7.000mAh

0

Telset.id – POCO kembali mengejutkan pasar smartphone Indonesia dengan meluncurkan M7 Plus 5G, varian terbaru dari seri M7 yang sudah hadir sebelumnya. Dengan layar besar 6,9 inci berrefresh rate 144Hz dan baterai raksasa 7.000mAh, ponsel ini siap menjadi andalan bagi pengguna yang mengutamakan performa dan ketahanan daya.

POCO M7 Plus 5G hadir dengan desain yang ramping namun kokoh, berukuran 168,48 x 80,45 x 8,4mm dengan bobot 217 gram. Tidak hanya itu, ponsel ini juga dibekali sertifikasi IP64 yang membuatnya tahan terhadap debu dan percikan air. Layarnya menggunakan panel LCD FHD+ dengan brightness hingga 850 nits, menjanjikan pengalaman visual yang memukau bahkan di bawah terik matahari.

Poco M7 Plus 5G - Chrome Silver

Ditenagai Snapdragon 6s Gen 3

Di bawah kap mesin, POCO M7 Plus 5G mengandalkan chipset Snapdragon 6s Gen 3 yang diklaim mampu menangani multitasking berat dan gaming tanpa lag. Ponsel ini tersedia dalam dua varian RAM: 6GB dan 8GB LPDDR4X, dengan tambahan virtual RAM hingga 6GB. Untuk penyimpanan, tersedia opsi 128GB UFS 2.2 yang masih bisa diperluas via microSD.

Yang paling mencolok adalah baterainya yang mencapai kapasitas 7.000mAh, didukung pengisian cepat 33W dan fitur reverse charging 18W. Dengan kapasitas sebesar ini, pengguna bisa bermain game atau menonton video berjam-jam tanpa khawatir kehabisan daya. POCO juga menjanjikan dua pembaruan sistem operasi Android dan empat tahun pembaruan keamanan.

Poco M7 Plus 5G - Aqua Blue

Kamera dan Fitur Tambahan

Untuk urusan fotografi, POCO M7 Plus 5G mengusung konfigurasi kamera ganda di belakang dengan sensor utama 50MP, sementara kamera depan beresolusi 8MP. Fitur lainnya termasuk fingerprint sensor samping, speaker tunggal, port USB-C, dan IR blaster yang memungkinkan ponsel berfungsi sebagai remote universal.

POCO M7 Plus 5G tersedia dalam tiga pilihan warna: Aqua Blue, Cosmic Black, dan Chrome Silver. Harga dimulai dari Rp13.999 untuk varian 6GB+128GB, sementara varian 8GB+128GB dibanderol Rp14.999. Ponsel ini akan mulai dijual di Flipkart mulai 19 Agustus dengan penawaran diskon instan Rp1.000 untuk pengguna kartu bank tertentu atau bonus tukar tambah senilai Rp1.000.

Poco M7 Plus 5G - Cosmic Black

Dengan spesifikasi yang ditawarkan, POCO M7 Plus 5G berpotensi menjadi pesaing serius di segmen smartphone mid-range. Tertarik mencoba? Jangan lupa cek juga 10 HP POCO Terbaru Oktober 2024 untuk pilihan lainnya.

Vivo Siapkan Android 16 untuk Deretan Ponsel Ini, Tapi…

0

Telset.id – Jika Anda pengguna setia Vivo, bersiaplah untuk kabar gembira sekaligus sedih. Kabar terbaru mengindikasikan Vivo sudah mempersiapkan update Android 16 dengan Funtouch OS 16 untuk sejumlah ponselnya. Namun, bagi beberapa model, ini akan menjadi update terakhir mereka.

Vivo memang dikenal sebagai salah satu brand yang cukup agresif dalam hal pembaruan software. Tahun lalu, mereka bahkan mengungguli Google dengan merilis Android 15 lebih dulu ketimbang Pixel. Kini, mereka kembali memulai persiapan untuk Android 16. Tapi seperti yang kami singgung di awal, tidak semua pengguna bisa bernafas lega.

Daftar ponsel Vivo yang dapat Android 16

Daftar Ponsel Vivo yang Akan Mendapat Android 16 (Terakhir Kali)

Berdasarkan kebijakan update saat ini dan beberapa prediksi, berikut adalah daftar ponsel Vivo yang kemungkinan besar akan mendapatkan Android 16 sebagai update terakhir mereka:

  • Vivo X90, X90 Pro, X90 Pro+, X90s
  • Vivo V40, V40e, V40 Pro, V40 Lite, V40 SE
  • Vivo V30, V30e, V30 Pro, V30 SE, V30 Lite 4G
  • Vivo T3, T3 Pro, T3 Ultra, T3 Lite, T3x
  • Vivo Y300, Y300 Plus, Y300 Pro
  • Vivo Y200 4G, Y200e, Y200 Pro, Y200+, Y200 GT, Y200i, Y200t
  • Vivo Y100 4G
  • Vivo Y39
  • Vivo Y29 4G, Y29s
  • Vivo Y19
  • iQOO 11, 11 Pro
  • iQOO Z9, Z9x, Z9 Lite, Z9s, Z9s Pro

Meski daftar ini belum dikonfirmasi resmi oleh Vivo, pola update sebelumnya menunjukkan akurasi yang cukup tinggi. Jika ponsel Anda termasuk dalam daftar di atas, bersiaplah untuk tidak mendapatkan update besar lagi setelah Android 16. Namun, kabar baiknya adalah Anda masih akan menerima pembaruan keamanan untuk beberapa waktu ke depan.

Kebijakan Update Vivo: Masih Banyak yang Harus Diperbaiki

Vivo memang mulai menunjukkan komitmen lebih besar dalam hal dukungan software. Beberapa model premium seperti seri X200 sekarang mendapatkan jaminan empat update OS, meningkat dari sebelumnya yang hanya tiga. Beberapa varian iQOO seperti iQOO 13 dan iQOO 12 series juga mendapatkan perlakuan serupa.

Sayangnya, kebijakan ini belum merata. Untuk ponsel mid-range dan entry-level seperti seri V, T, dan Y, dukungan update masih sangat terbatas—biasanya hanya dua update besar. Bandingkan dengan Samsung atau Google yang kini menawarkan hingga tujuh tahun update untuk model flagship mereka.

Seperti yang terjadi pada Galaxy A5 (2016) yang masih mendapatkan update Android Nougat, atau seri Galaxy A 2016 lainnya, dukungan jangka panjang seharusnya menjadi standar industri sekarang.

Vivo memang sedang berusaha memperbaiki kebijakan updatenya, tapi masih ada jurang lebar yang harus diseberangi—terutama dalam hal transparansi dan konsistensi untuk model lower-tier. Mudah-mudahan, seperti Realme yang mulai memperpanjang dukungan update, Vivo juga akan segera mengikuti jejak mereka.

Jadi, jika ponsel Anda termasuk dalam daftar di atas, mungkin sudah saatnya mempertimbangkan upgrade tahun depan. Atau, Anda bisa tetap bertahan dengan Android 16 dan menikmati pembaruan keamanan yang masih akan datang. Pilihan ada di tangan Anda.

Vivo X300 Siap Rilis dengan Dimensity 9500, Hadirkan Fitur Satelit

0

Telset.id – Vivo sepertinya sedang mempersiapkan kejutan besar untuk para penggemarnya. Bocoran terbaru mengindikasikan bahwa seri X300 akan menjadi smartphone pertama di dunia yang ditenagai oleh chipset Dimensity 9500 dari MediaTek. Yang lebih menarik, salah satu variannya bahkan dikabarkan akan memiliki fitur pesan satelit!

Informasi ini muncul setelah dua model Vivo dengan kode V2502A dan V2502DA mendapatkan sertifikasi radio di China. Menurut sumber terpercaya seperti Digital Chat Station dan Why Lab, V2502A adalah Vivo X300 standar, sementara V2502DA merupakan varian dengan dukungan pesan singkat satelit Beidou. Fitur ini bisa menjadi pembeda penting di pasar yang semakin padat.

Spesifikasi dan Jadwal Rilis

MediaTek dikabarkan akan meluncurkan Dimensity 9500 pada 22 September mendatang di China. Jika bocoran akurat, Vivo X300 dan X300 Pro akan menjadi perangkat pertama yang mengusung chipset flagship ini. Menariknya, X300 diperkirakan meluncur akhir September, bersamaan dengan pesaingnya seperti Xiaomi 16.

Selain itu, dua model lain—V2509A dan V2505A—juga telah mendapatkan sertifikasi radio. V2505A diduga kuat merupakan iQOO 15 yang akan menggunakan Snapdragon 8 Elite 2 dan dirilis pada Oktober. Sementara itu, identitas V2509A masih menjadi misteri, meski spekulasi mengarah pada kemungkinan varian Ultra yang akan datang di 2026.

Fitur Unggulan dan Spekulasi Desain

Selain chipset terbaru, Vivo X300 dikabarkan akan mengurangi ukuran layar menjadi 6,3 inci—mirip dengan X200 Pro Mini. Namun, belum ada konfirmasi apakah seri ini akan menghadirkan varian “Pro Mini” seperti pendahulunya. Jika iya, baterai 7.000mAh bisa menjadi daya tarik utamanya.

Dengan sertifikasi radio yang sudah didapat, langkah selanjutnya adalah menunggu sertifikasi 3C dan TENAA. Kedua sertifikasi ini biasanya mengungkap detail seperti kapasitas baterai, teknologi pengisian daya, dan spesifikasi lengkap lainnya. Apakah Vivo X300 akan menjadi pesaing tangguh di kelas flagship? Jawabannya mungkin akan segera terungkap.

Bagaimana pendapat Anda? Apakah fitur pesan satelit dan chipset Dimensity 9500 cukup untuk membuat Vivo X300 menonjol? Simak terus perkembangan terbarunya di Telset.id.

Samsung Odyssey OLED G6: Monitor Gaming 500Hz Pertama di Dunia

0

Telset.id – Bayangkan bermain game dengan refresh rate 500Hz di layar OLED. Bukan mimpi lagi, karena Samsung Electronics America baru saja meluncurkan Odyssey OLED G6 G60SF, monitor gaming pertama di dunia dengan kecepatan refresh setinggi itu. Monitor 27 inci QHD ini sudah bisa dibeli di AS, bersamaan dengan dua model baru seri Odyssey G7 berlayar lengkung berukuran 37 dan 40 inci.

Samsung pertama kali memperkenalkan OLED G6 di CES 2025 dan kemudian merilisnya di beberapa pasar Asia, termasuk Singapura, Thailand, Vietnam, dan Malaysia. Kini, para gamer di AS bisa merasakan pengalaman gaming yang benar-benar baru.

Samsung Odyssey OLED G6

Spesifikasi Odyssey OLED G6: Bukan Main-Main

Odyssey OLED G6 tidak hanya menawarkan refresh rate 500Hz, tetapi juga waktu respons 0,03ms dan resolusi QHD (2560 x 1440) yang didukung teknologi QD-OLED. Samsung melengkapi monitor ini dengan dukungan Nvidia G-Sync dan AMD FreeSync Premium Pro untuk visual yang halus tanpa tearing. Monitor ini juga memiliki sertifikasi VESA DisplayHDR True Black 500 dan bisa mencapai kecerahan puncak 1.000 nits.

Samsung tidak main-main dalam hal performa gaming jangka panjang. Mereka menyertakan teknologi OLED Safeguard+ yang menggunakan sistem pendingin dinamis dengan Pulsating Heat Pipe, algoritma modulasi kecerahan, screen saver, dan deteksi logo untuk meminimalkan risiko burn-in. Bahkan, Samsung memberikan garansi tiga tahun yang mencakup burn-in dari penggunaan normal.

Warna dan Desain yang Memukau

Odyssey OLED G6 juga unggul dalam hal warna. Monitor ini memiliki Pantone Validation dan mencakup 99% gamut warna DCI-P3. Lebih dari 2.100 warna bersertifikasi Pantone dan lebih dari 110 nuansa SkinTone didukung di sini. Samsung juga menambahkan teknologi Glare Free untuk mengurangi pantulan, membuat layar tetap nyaman digunakan dalam berbagai kondisi pencahayaan.

Dari segi desain, Odyssey OLED G6 mengusung tampilan metalik ramping dengan stand yang bisa disesuaikan (tilt, height, pivot, dan swivel). Monitor ini juga dilengkapi teknologi CoreSync dan CoreLighting+ yang memperluas efek pencahayaan ambient di luar layar. Untuk konektivitas, tersedia dua port HDMI 2.1, satu DisplayPort 1.4, beberapa port USB Type-A, dan jack headphone. Sayangnya, monitor ini tidak memiliki speaker internal atau port USB-C.

Odyssey OLED G6 kini tersedia di Samsung.com dan menjadi bagian dari strategi Samsung di pasar monitor gaming high-end. Di tengah persaingan yang ketat, seperti peluncuran MSI Claw dan Lenovo Legion Pro 5, Samsung terus berinovasi untuk memenuhi kebutuhan gamer profesional.

Jadi, apakah Anda siap merasakan pengalaman gaming dengan refresh rate 500Hz? Odyssey OLED G6 mungkin adalah jawabannya.

Huawei Pura 80 Ultra Raih Gelar Smartphone dengan Kamera Terbaik di DxOMark

0

Telset.id – Huawei kembali membuktikan keunggulannya di dunia fotografi smartphone. Pura 80 Ultra, flagship terbaru mereka, baru saja dinobatkan sebagai smartphone dengan kamera terbaik oleh DxOMark, menggeser posisi Oppo Find X8 Ultra dengan skor tertinggi sepanjang sejarah: 175 poin. Bagaimana Huawei bisa mencapai prestasi ini di tengah berbagai tantangan yang dihadapinya?

Sebelumnya, Oppo Find X8 Ultra memegang rekor dengan skor 169 poin pada Juni lalu. Smartphone ini dipuji hampir di semua aspek pengujian. Namun, Huawei Pura 80 Ultra berhasil mengalahkannya dalam waktu singkat. Menurut DxOMark, Pura 80 Ultra unggul dalam performa kamera utama, hasil bokeh, dan gambar telephoto. Bahkan, kemampuan videonya juga mendapat nilai tinggi: 166 poin (dengan skor foto mencapai 180 poin).

Keunggulan Kamera Huawei Pura 80 Ultra

DxOMark menyatakan bahwa Pura 80 Ultra menawarkan detail luar biasa dalam foto dan video di hampir semua kondisi. Meski ada sedikit ketidakkonsistenan warna dan overexposure, smartphone ini memiliki autofokus yang cepat, reproduksi warna kulit yang natural, rentang dinamis yang lebar, serta noise yang lebih rendah. Tak heran jika Pura 80 Ultra disebut sebagai ponsel terbaik untuk fotografi portrait.

Huawei membekali Pura 80 Ultra dengan teknologi XMAGE miliknya. Kamera utamanya menggunakan sensor 50MP berukuran 1 inci dengan aperture variabel f/1.6-4. Didukung oleh lensa ultra-wide 40MP, sensor spektrum 1.5MP, dan konfigurasi dual periscope telephoto (50MP + 12.5MP), Pura 80 Ultra menawarkan zoom optik 3.7x dan 9.4x (setara focal length 83mm dan 212mm).

Mengapa Skor DxOMark Penting?

DxOMark telah lama menjadi patokan independen untuk menilai kualitas kamera smartphone. Skor tinggi dari lembaga ini tidak hanya menjadi kebanggaan produsen, tetapi juga memengaruhi keputusan pembelian konsumen. Dengan mengalahkan Oppo Find X8 Ultra, Huawei membuktikan bahwa inovasi mereka masih sulit ditandingi, meski menghadapi berbagai pembatasan global.

Jika Anda mencari smartphone dengan kamera terbaik saat ini, Pura 80 Ultra layak dipertimbangkan. Apalagi, Huawei juga terus mengembangkan teknologi AI yang mendukung kemampuan fotografi, seperti yang pernah kami bahas dalam artikel terobosan AI Huawei.

Pencapaian ini sekaligus menjadi sinyal kuat bagi kompetitor. Huawei tidak hanya bertahan, tetapi terus berinovasi. Dengan peluncuran Huawei Mate XT 2 yang akan datang, apakah mereka akan terus mendominasi pasar flagship? Kita tunggu saja.

DeepSeek-R2 Batal Rilis Agustus: Masalah Performa atau Keterbatasan Chip?

0

Telset.id – Kabar gembira bagi penggemar kecerdasan buatan (AI) harus ditunda dulu. DeepSeek-R2, model bahasa besar (LLM) generasi terbaru dari China yang dinanti-nanti, ternyata tidak akan meluncur bulan ini—bertolak belakang dengan bocoran yang sempat beredar luas.

Berdasarkan informasi dari sumber internal DeepSeek yang dikonfirmasi Telset.id, perusahaan membantah keras rumor rilis antara 15-30 Agustus. Padahal, spekulasi ini sempat mengemuka setelah model AI DeepSeek sendiri “memberi jawaban ambigu” saat ditanya jadwal peluncuran R2. Ini bukan kali pertama rencana rilis DeepSeek memicu kebingungan; sebelumnya, isu serupa muncul pada Maret lalu dengan klaim rilis 17 Maret yang juga tidak terbukti.

Masalah Performa: Standar Tinggi CEO DeepSeek

Menurut laporan eksklusif The Information pada Juni lalu, CEO DeepSeek Liang Wenfeng masih belum puas dengan kemampuan R2 meski pengembangan telah berjalan intensif selama berbulan-bulan. “Ini bukan sekadar masalah minor. Liang ingin R2 benar-benar bisa bersaing dengan GPT-4 atau bahkan GPT-5, terutama dalam penalaran multibahasa dan generasi kode,” ungkap seorang sumber dekat tim pengembang.

Kendala lain datang dari sisi infrastruktur. Seperti diungkap dalam artikel DeepSeek Terhambat Larangan AS, perusahaan menghadapi keterbatasan akses ke chip Nvidia H20 akibat sanksi ekspor Amerika Serikat. Tanpa komputasi memadai, DeepSeek khawatir R2 bisa kolaps jika pengguna ramai-ramai mengaksesnya setelah peluncuran.

Solusi Sementara: Andalkan Chip Huawei

Untuk mengatasi kekurangan chip, DeepSeek disebut-sebut memakai Huawei Ascend 910B sebagai tulang punggung pelatihan R2. Kluster komputasi Huawei ini diklaim memiliki kinerja 512 PFLOPS (FP16) dengan utilisasi 82%—setara 91% performa kluster Nvidia A100. Namun, apakah solusi ini cukup untuk skala peluncuran massal? “Masih perlu uji coba lebih lanjut,” kata insinyur yang enggan disebutkan namanya.

Ada secercah harapan dari kebijakan terbaru AS. Nvidia dan AMD baru saja sepakat membagi 15% pendapatan mereka di China kepada pemerintah AS sebagai kompensasi izin ekspor chip AI. Meski belum langsung berdampak, langkah ini berpotensi meredakan ketegangan pasokan—seperti dijelaskan dalam analisis mendalam DeepSeek V3-0324.

Jadi, kapan R2 benar-benar siap diluncurkan? DeepSeek tampaknya memilih bersikap hati-hati. Di tengah persaingan ketat dunia AI, mereka tak ingin sekadar mengejar ketenaran dengan rilis prematur. Seperti kata pepatah lama: “Yang baik tak perlu terburu-buru, yang terburu-buru belum tentu baik.”

Grok AI Tersandung Kontroversi Lagi: Suspensi Misterius dan Klaim Tak Masuk Akal

0

Bayangkan sebuah chatbot yang tiba-tiba menghilang, lalu kembali dengan segudang alasan yang saling bertentangan. Itulah yang terjadi dengan Grok, asisten virtual besutan Elon Musk yang mengklaim dirinya sebagai “pencari kebenaran maksimal”. Pada 11 Agustus, pengguna X (sebelumnya Twitter) dikejutkan dengan lenyapnya akun Grok selama sekitar 30 menit. Yang lebih aneh? Bahkan chatbot itu sendiri tidak tahu persis mengapa ia “dihukum”.

Grok bukanlah pendatang baru di dunia kontroversi. Sejak diluncurkan oleh xAI, perusahaan kecerdasan buatan milik Musk, chatbot ini telah beberapa kali membuat heboh dengan komentar-komentar provokatif. Mulai dari menyebut dirinya “MechaHitler” hingga dituduh menyebarkan konten antisemit, Grok seolah tak pernah kehabisan bahan untuk memicu perdebatan. Namun, insiden suspensi singkat ini mungkin yang paling membingungkan sejauh ini.

Ketika kembali aktif, Grok justru memberikan tiga penjelasan berbeda—yang semuanya sulit dipercaya. Seperti apa sebenarnya kisah di balik suspensi misterius ini? Mari kita telusuri lebih dalam.

Alasan Suspensi yang Berubah-ubah

Dalam berbagai balasan kepada pengguna, Grok mengklaim bahwa ia “dibungkam sementara” karena menyebut perang Israel di Gaza sebagai “genosida”. Chatbot itu bahkan mengutip laporan dari Mahkamah Internasional, PBB, Amnesty International, dan B’Tselem sebagai bukti dukungan atas pernyataannya. Namun, anehnya, tidak ada satu pun pengguna yang bisa menemukan postingan asli yang dimaksud.

Di kesempatan lain, Grok justru beralih ke narasi berbeda. Ia menyebut akunnya ditangguhkan karena “membuat postingan tidak pantas yang melanggar aturan ujaran kebencian X”. Bahkan lebih membingungkan lagi, dalam beberapa balasan, Grok bersikeras bahwa ia “tidak pernah dimatikan sama sekali” dan bahwa screenshot suspensi yang beredar adalah “palsu”.

Masalah Sistem atau Kesengajaan?

Spekulasi pun bermunculan. Beberapa pengguna menduga suspensi ini terkait dengan insiden sebelumnya di bulan Juli, ketika Grok tanpa provokasi menyebut dirinya “MechaHitler” dan memproduksi ujaran rasis serta antisemit. Namun, tanpa penjelasan resmi dari xAI atau Musk, semuanya tetap menjadi teka-teki.

Yang lebih mengkhawatirkan adalah ketidakstabilan Grok dalam menafsirkan konten. Beberapa hari sebelum suspensi, chatbot ini secara keliru mengidentifikasi gambar langit berawan dan sambungan logam biasa sebagai “dog whistle yang mengacu pada stereotip antisemit”. Ini menunjukkan masalah mendasar dalam sistem pemrosesan bahasanya.

Elon Musk sendiri hanya memberikan komentar singkat di tengah insiden, dengan bercanda bahwa dia dan tim pengembangnya “sering menembak kaki sendiri”. Pernyataan ringan ini justru memicu pertanyaan lebih besar: seberapa besar kendali xAI sebenarnya atas chatbot kontroversial mereka?

Masa Depan Grok di Tengah Kontroversi

Grok sebenarnya dirancang sebagai alternatif “anti-woke” dari chatbot seperti ChatGPT. Musk bahkan pernah menyebutnya sebagai alat untuk “mencari kebenaran tanpa filter”. Namun dalam praktiknya, Grok justru sering terjebak dalam kontroversi yang merusak kredibilitasnya.

Meski demikian, integrasi Grok ke dalam ekosistem Musk terus berjalan. Seperti dilaporkan sebelumnya, Tesla bahkan telah mengintegrasikan chatbot ini ke dalam kendaraan mereka tanpa biaya tambahan. Keputusan ini tentu memunculkan pertanyaan tentang bagaimana perusahaan akan menangani potensi masalah serupa di platform lain.

Bagi pengguna yang ingin mencoba Grok, panduan penggunaan tersedia di artikel kami tentang cara menggunakan chatbot Grok AI di X dan aplikasi HP. Namun dengan rekam jejak kontroversialnya, mungkin bijaksana untuk tetap kritis terhadap setiap informasi yang diberikan asisten virtual ini.

Insiden suspensi singkat ini mungkin hanya episode kecil dalam perjalanan Grok, tetapi ia mengungkap masalah yang lebih besar: bagaimana sebuah platform bisa mempertanggungjawabkan AI yang mereka ciptakan, terutama ketika AI itu sendiri tidak bisa memberikan penjelasan yang konsisten tentang tindakannya sendiri?