Beranda blog Halaman 122

Huawei Uji Coba Smartphone Ultra-Tipis untuk Saingi iPhone Air Apple

0

Telset.id – Bayangkan sebuah smartphone yang begitu ramping, bisa meluncur dengan mulus ke saku celana Anda tanpa menimbulkan tonjolan. Tapi, bisakah perangkat setipis itu tetap bertenaga dan tahan lama? Huawei sepertinya yakin bisa, dan mereka sedang menguji coba sebuah ponsel ultra-tipis yang dikabarkan akan menjadi pesaing langsung bagi Apple iPhone Air yang belum lama diluncurkan. Bocoran terbaru dari seorang blogger di China mengindikasikan, perangkat yang diduga bernama “Mate 80 Air” ini sedang dalam tahap pengembangan intensif.

Fenomena smartphone slim atau ramping memang sedang naik daun. Konsumen modern semakin menghargai estetika dan kenyamanan genggam, tanpa mau mengorbankan performa. Di sinilah Huawei berusaha mengambil posisi, mencoba merebut segmen pasar yang sedang tumbuh ini. Menurut informasi yang beredar, perangkat ini akan menjadi bagian dari seri Mate 80, melanjutkan warisan inovasi desain yang telah dimulai Huawei sebelumnya, seperti yang terlihat pada Huawei Mate X6 dengan bodi tipis dan tangguhnya.

Lalu, apa yang membuat ponsel ultra-tipis Huawei ini begitu menarik? Mari kita selami lebih dalam spesifikasi dan strategi di baliknya. Ini bukan sekadar soal ketebalan, melainkan sebuah pernyataan tentang masa depan perangkat mobile.

Spesifikasi Tangguh dalam Bodi Ramping

Bocoran yang sama menyebutkan, jantung dari Mate 80 Air ini akan ditenagai oleh chipset Kirin 9030 5G terbaru Huawei. Sebuah lompatan performa yang signifikan, yang juga telah dibahas dalam artikel sebelumnya mengenai percepatan Huawei Mate 80 berkat chipset Kirin 9030. Chipset ini dijanjikan akan menawarkan kinerja tingkat tinggi, memastikan bahwa kelangsingan bodi tidak berarti kompromi pada kecepatan atau kemampuan multitasking.

Yang lebih mengejutkan adalah opsi penyimpanannya. Perangkat ini dikabarkan akan menawarkan kapasitas penyimpanan hingga 2TB. Sebuah angka yang fantastis, memberikan ruang hampir tak terbatas untuk aplikasi, foto, video, dan semua media Anda tanpa perlu khawatir kehabisan memori. Ini sejalan dengan komitmen Huawei dalam menghadirkan solusi penyimpanan berkinerja tinggi, seperti yang terlihat pada SSD portabel Kunling eKitStor Shield 200 yang tahan banting dan super cepat.

Di sisi konektivitas, Huawei tampaknya akan mengambil langkah berani. Perangkat ini dikabarkan akan sepenuhnya mengandalkan eSIM, menghilangkan kebutuhan akan slot SIM fisik. Sebuah langkah yang memang sedang menjadi tren, meski Apple sempat mengalami kendala dengan adopsi eSIM pada peluncuran awal di China. Huawei dikabarkan juga sedang mengembangkan fitur manajemen eSIM khusus, yang diperkirakan akan diluncurkan bersamaan dengan perangkat ini di akhir 2025.

Tipis, Tapi Bukan Berarti Ringkih

Tantangan terbesar dari smartphone ultra-tipis seringkali terletak pada daya tahan baterai. Semakin tipis bodi, semakin kecil ruang untuk baterai. Namun, Huawei dikabarkan punya solusi inovatif. Perusahaan berencana menggunakan teknologi baterai silikon baru yang diklaim dapat memastikan masa pakai baterai yang lebih baik daripada banyak pesaingnya.

Target ketebalan Huawei pun ambisius: kurang dari 5.5mm. Ini berarti lebih tipis dari iPhone Air Apple yang memiliki ketebalan 5.5mm. Sebuah pencapaian desain yang tidak main-main. Bayangkan memegang sebuah perangkat yang lebih tipis dari kebanyakan kartu kredit, namun masih memiliki semua kemampuan smartphone modern. Itulah janji yang coba diwujudkan di sini.

Persaingan Ketat di Segmen Ultra-Tipis

Lanskap pasar smartphone ultra-tipis memang mulai ramai. Apple dengan iPhone Air-nya telah membuktikan bahwa ada permintaan yang kuat untuk perangkat semacam ini, khususnya di China. Di sisi lain, Samsung dengan Galaxy S25 Edge menawarkan desain ramping 5.8mm, meski dikabarkan masih tertinggal dalam hal fitur baterai dan kamera jika dibandingkan dengan apa yang dijanjikan Huawei.

Pendekatan Huawei terlihat lebih holistik. Mereka tidak hanya fokus pada ketipisan, tetapi juga berusaha menggabungkan kelangsingan desain, performa tinggi, dan daya tahan baterai yang kuat. Kombinasi ini bisa menjadi keunggulan kompetitif yang signifikan di segmen ultra-tipis. Sebuah segmen di mana konsumen biasanya harus memilih antara desain atau performa, kini mungkin tidak perlu lagi.

Perangkat ini saat ini masih dalam tahap pengujian, dengan peluncuran yang diharapkan terjadi pada kuartal keempat tahun 2025. Bagi konsumen, ponsel ultra-tipis Huawei ini bisa menjadi penawaran yang langka: kombinasi elegan antara estetika, performa, dan penyimpanan besar. Bayangkan sebuah perangkat yang ringan dan ramping, tanpa kompromi pada masa pakai baterai atau kecepatan. Sebuah impian bagi para penggemar teknologi yang menginginkan pengalaman smartphone premium dalam faktor bentuk yang minimalis.

Dengan spesifikasi yang dibocorkan dan target desain yang ambisius, Huawei Mate 80 Air (jika itu memang nama resminya) berpotensi menggeser persepsi kita tentang apa yang mungkin dilakukan oleh sebuah smartphone ultra-tipis. Ini bukan sekadar tentang menjadi yang paling tipis, melainkan tentang menjadi yang paling seimbang. Dan di pasar yang semakin kompetitif, keseimbangan itulah yang seringkali menjadi penentu kemenangan.

Bocoran Huawei Nova Flip S: Chipset Kirin 8020/8030 Siap Guncang Pasar Foldable

0

Telset.id – Bayangkan jika ponsel lipat clamshell Anda tiba-tiba memiliki performa yang jauh lebih responsif, stabil saat streaming video berkualitas tinggi, dan tetap dingin meski digunakan berjam-jam. Itulah yang mungkin akan ditawarkan Huawei Nova Flip S, menurut bocoran terbaru yang beredar. Setelah sukses dengan pendahulunya, Huawei tampaknya tidak ingin berpuas diri dan bersiap menghadirkan upgrade signifikan di jantung perangkat ini.

Bocoran dari tipster ternama Weibo, @SuperDimensional, mengindikasikan bahwa Nova Flip S tidak sekadar menghadirkan varian warna baru atau peningkatan kapasitas penyimpanan. Perubahan justru terjadi di bagian paling vital: prosesor. Spekulasi mengerucut pada dua opsi chipset, Kirin 8020 atau Kirin 8030, yang menjanjikan lompatan performa dibanding Kirin 8000 yang digunakan pada Huawei nova Flip generasi pertama. Ini bukan sekadar gimmick, melainkan strategi Huawei untuk memperkuat posisinya di pasar ponsel lipat yang semakin kompetitif.

Lantas, seberapa besar dampak upgrade chipset ini bagi pengalaman sehari-hari? Dan bagaimana posisi Nova Flip S dalam menghadapi rival-rival tangguh di segmen foldable? Mari kita selidiki lebih dalam berdasarkan informasi yang terkuak.

Ilustrasi desain ponsel lipat clamshell Huawei Nova Flip S dalam berbagai pilihan warna baru
Bocoran terbaru mengungkap Huawei Nova Flip S akan hadir dengan chipset Kirin 8020 atau 8030 dan pilihan warna yang beragam.

 

Dua Opsi Chipset yang Menjanjikan Performa Lebih Tangguh

Bocoran yang cukup mengejutkan datang dari akun Weibo @SuperDimensional, yang menyebut Huawei Nova Flip S kemungkinan akan ditenagai oleh Kirin 8020 atau Kirin 8030. Opsi pertama, Kirin 8020, bukanlah nama asing. Chipset ini juga menggerakkan Nova 14 Ultra dengan konfigurasi CPU yang terdiri dari satu inti berkecepatan 2.285GHz, tiga inti pada 2.05GHz, dan empat inti efisiensi di 1.3GHz. Arsitektur ini dirancang untuk menyeimbangkan antara performa tinggi dan efisiensi daya.

Namun, kemungkinan penggunaan Kirin 8030 juga disebut-sebut sama kuatnya. Meski detail spesifik Kirin 8030 masih diselimuti kabut, kehadirannya mengisyaratkan penyempurnaan lebih lanjut dari seri Kirin 8000. Sebagai perbandingan, Huawei nova Flip yang diluncurkan sebelumnya menggunakan Kirin 8000 dengan kecepatan inti utama hingga 2.40GHz. Pergantian ke seri 8020 atau 8030 mungkin tidak terlihat dramatis di atas kertas, tetapi dalam praktiknya, hal ini bisa berarti pengelolaan termal yang lebih baik, stabilitas koneksi 5G yang ditingkatkan, dan kelancaran performa yang lebih konsisten—faktor-faktor krusial bagi perangkat mid-tier yang ingin bersaing di kelas premium.

Peningkatan ini juga menunjukkan komitmen Huawei dalam mengembangkan ecosystem chipset Kirin-nya sendiri, sebuah langkah strategis di tengah persaingan ketat dengan pemain global. Seperti yang pernah kita bahas dalam analisis pergeseran pasar ponsel lipat global, inovasi di bidang hardware menjadi salah satu kunci untuk merebut hati konsumen.

Desain yang Akrab dengan Sentuhan Warna Baru

Di sisi desain, kabarnya Nova Flip S akan mempertahankan bentuk yang familiar bagi penggemar seri Nova Flip. Bocoran menyebutkan tidak akan ada perubahan drastis pada fisik perangkat, yang berarti kita masih akan melihat cover display persegi berukuran 2.14 inci yang terletak di samping modul kamera. Layar utama juga diperkirakan tetap berukuran 6.94 inci. Keputusan ini cukup masuk akal—jika desainnya sudah diterima dengan baik, mengapa mengubahnya?

Yang justru menarik perhatian adalah variasi warna baru yang akan ditawarkan. Nova Flip S dikabarkan akan hadir dalam pilihan Sakura Pink, White, Sky Blue, Shining Black, Sand Black, dan nuansa Green. Palet warna yang beragam ini jelas menyasar segmen pasar yang lebih luas, dari yang menyukai kesan elegan hingga yang ingin tampil lebih berani. Warna, meski terlihat sebagai aspek sekunder, sering kali menjadi penentu pertama saat konsumen memilih perangkat.

Di balik layar, perangkat ini kemungkinan besar akan langsung menjalankan HarmonyOS 5.1 out of the box. Integrasi antara hardware dan software yang mulus telah menjadi ciri khas Huawei, dan dengan HarmonyOS terbaru, pengalaman pengguna di perangkat lipat ini diharapkan bisa lebih optimal lagi.

Menanti Kejutan di Akhir 2025

Semua informasi ini tentu masih bersifat spekulatif, mengingat peluncuran Nova Flip S diprediksi baru akan terjadi pada bulan-bulan akhir 2025. Namun, jika bocoran ini akurat, Huawei sedang mempersiapkan penawaran yang cukup solid untuk segmen ponsel lipat mid-range. Upgrade chipset, ditambah dengan pilihan warna yang segar dan software terbaru, bisa menjadi kombinasi yang sulit ditolak.

Pertanyaannya sekarang: apakah upgrade ini cukup untuk membuat Nova Flip S unggul dalam persaingan yang semakin sengit? Mengingat Huawei telah menunjukkan kemampuan untuk menggeser dominasi Samsung di pasar foldable global, langkah strategis seperti ini patut diapresiasi. Kita tunggu saja kejutan lengkapnya mendekati kuartal akhir tahun depan. Satu hal yang pasti, persaingan di dunia ponsel lipat semakin seru dan menguntungkan bagi kita, para konsumen.

Telkomsel Siapkan 300+ BTS 4G/Hyper 5G untuk MotoGP Mandalika 2025

0

Telset.id – Telkomsel menggelar lebih dari 300 Base Transceiver Station (BTS) berteknologi 4G/LTE dan Hyper 5G untuk mendukung pengalaman konektivitas terbaik selama perhelatan MotoGP Mandalika 2025. Infrastruktur jaringan ini telah dioptimalkan di 28 titik keramaian di sekitar sirkuit dan kawasan wisata Mandalika, memastikan koneksi broadband yang andal bagi pelanggan, penonton, dan wisatawan internasional.

Persiapan jaringan ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan trafik komunikasi selama ajang balap motor dunia berlangsung. Titik-titik cakupan meliputi area sirkuit, jalur masuk-keluar, bandara, pelabuhan, media center, penginapan, hingga destinasi wisata di Mandalika. Langkah ini memperkuat komitmen Telkomsel dalam mendukung event olahraga bertaraf global sekaligus mendorong pertumbuhan pariwisata nasional.

Direktur Network Telkomsel, Indra Mardiatna, menegaskan, “Telkomsel berkomitmen menghadirkan konektivitas terdepan yang dapat diandalkan untuk menghadirkan pengalaman digital tanpa hambatan bagi seluruh pengunjung MotoGP Mandalika 2025. Kehadiran Hyper 5G dan penguatan kapasitas jaringan kami di Mandalika merupakan wujud nyata semangat Telkomsel dalam mendukung gelaran olahraga kelas dunia.”

Layanan Tambahan untuk Pengunjung

Selain memperkuat infrastruktur jaringan, Telkomsel juga menyediakan booth layanan pelanggan di sejumlah titik strategis. Lokasinya mencakup bandara, jalur utama menuju sirkuit, area ITDC Mandalika, hingga kawasan sekitar sirkuit. Pengunjung dapat mengakses berbagai layanan unggulan di booth tersebut, mulai dari pembelian paket data, isi ulang pulsa, migrasi ke eSIM, hingga registrasi Prabayar Tourist untuk wisatawan mancanegara.

Bagi pengunjung internasional, Telkomsel menyediakan layanan International Roaming yang bekerja sama dengan operator di 191 negara. Kolaborasi ini memastikan wisatawan asing tetap terhubung dengan mudah dan terjangkau selama berada di Indonesia.

Content image for article: Telkomsel Siapkan 300+ BTS 4G/Hyper 5G untuk MotoGP Mandalika 2025

Paket Digital untuk Penggemar MotoGP

Sebagai pelengkap pengalaman digital, Telkomsel menghadirkan paket bundling khusus untuk menikmati tayangan balap secara digital. Paket Bundling Vidio Platinum Extra Mobile ditawarkan dengan harga Rp40.500, yang sudah termasuk kuota sebesar 2 GB untuk 30 hari. Paket ini dapat diaktivasi langsung melalui aplikasi MyTelkomsel atau laman tsel.id/newvidio, memungkinkan penggemar menonton aksi MotoGP Mandalika 2025 dari mana pun dan kapan pun.

Penguatan jaringan 4G/LTE di Mandalika ini sejalan dengan ekspansi jaringan 4G LTE Telkomsel di berbagai wilayah Indonesia. Sebelumnya, Telkomsel telah memperluas cakupan jaringan 4G LTE hingga ke desa-desa tertinggal dan wilayah seperti Flores Timur, menunjukkan komitmen perusahaan dalam menghadirkan konektivitas digital yang merata.

Dengan seluruh dukungan infrastruktur dan layanan ini, Telkomsel terus mempertegas perannya sebagai penyedia layanan telekomunikasi digital terdepan yang menghadirkan solusi konektivitas terdepan bagi seluruh masyarakat. Keberhasilan penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2025 menjadi prioritas utama, sekaligus momentum untuk menunjukkan kemampuan infrastruktur digital Indonesia di kancah internasional.

itel SUPER 26 ULTRA Pakai UNISOC T7300 dan Garansi 6 Tahun

0

Telset.id – itel secara resmi meluncurkan smartphone terbarunya, itel SUPER 26 ULTRA, yang mengusung performa tinggi dengan chipset UNISOC T7300 6nm, layar AMOLED 144Hz, dan garansi kelancaran selama 6 tahun. Ponsel ini akan dipasarkan di Indonesia dengan harga tidak lebih dari 200 dollar AS atau sekitar Rp 2 jutaan, menjadikannya pilihan menarik di segmen entry-level.

Kehadiran itel SUPER 26 ULTRA ini semakin memperkuat persaingan di pasar smartphone Indonesia, khususnya di kelas harga terjangkau. Dengan spesifikasi yang ditawarkan, perangkat ini berpotensi menjadi pesaing serius untuk produk-produk di segmen HP Rp 2 juta atau bahkan Rp 3 jutaan.

Performa Unggul dengan Chipset UNISOC T7300

itel SUPER 26 ULTRA mengandalkan prosesor UNISOC T7300 berteknologi 6nm yang menjanjikan efisiensi daya dan kecepatan tinggi. Chipset ini menghadirkan konfigurasi 2× Cortex-A78 dan mampu mencapai skor AnTuTu lebih dari 510.000 poin. Performa tersebut memastikan pengalaman multitasking yang lancar tanpa gangguan serta pembukaan aplikasi yang lebih cepat.

Yang menjadi pembeda utama adalah garansi fluency selama 6 tahun pertama penggunaan. Jaminan jangka panjang seperti ini masih jarang ditemukan di industri smartphone, menunjukkan komitmen itel terhadap kualitas produknya. Pengguna dapat mengandalkan konsistensi performa perangkat untuk aktivitas streaming, browsing, maupun produktivitas kerja dalam jangka waktu yang lama.

Layar AMOLED 144Hz dengan Kecerahan Tinggi

Bagian visual itel SUPER 26 ULTRA didukung layar AMOLED lengkung 3D berukuran 6,78 inci dengan refresh rate 144Hz dan resolusi 1,5K. Layar ini mampu mencapai kecerahan puncak hingga 4500 nits, menjadikannya salah satu smartphone paling terang di kelasnya. Perlindungan Corning Gorilla Glass 7i dan dukungan HDR10+ turut melengkapi, menawarkan pengalaman visual berkualitas sinema dengan ketahanan optimal.

Kualitas layar setinggi ini biasanya ditemukan pada smartphone kelas menengah ke atas, namun itel berhasil menghadirkannya dalam rentang harga yang lebih terjangkau. Hal ini sejalan dengan tren pasar dimana konsumen semakin mengutamakan kualitas tampilan.

Pengalaman Gaming yang Mulus

Bagi penggemar mobile gaming, itel SUPER 26 ULTRA menghadirkan pengalaman bermain yang imersif berkat dukungan UNISOC Miracle Gaming Engine dan Teknologi Pendingin IceCool 10-Layer. Kombinasi ini memastikan frame rate yang halus dengan sertifikasi untuk game populer seperti PUBG, serta respons sentuh yang ultra-cepat untuk kontrol yang lebih akurat.

Content image for article: itel SUPER 26 ULTRA Rilis Pakai UNISOC T7300 dan Garansi 6 Tahun

Sistem pendingin yang canggih menjaga suhu smartphone tetap di bawah 43 derajat Celsius bahkan selama sesi gaming intensif. Fitur peningkatan visual dari SDR ke HDR turut menghadirkan warna yang lebih kaya, detail lebih tajam, dan adegan dalam game yang lebih jernih. Dengan keseimbangan antara daya, kecepatan, dan stabilitas termal, perangkat ini menjadi pilihan kompetitif untuk gamer mobile.

Kamera dan AI yang Cerdas

Sektor fotografi dihadirkan melalui kamera depan 32MP dan kamera belakang 50MP dengan stabilisasi. Teknologi MASTER AI Imaging Engine 2.0 dari itel memastikan hasil jepretan yang jernih dalam berbagai kondisi pencahayaan. Fitur eksklusif seperti perekaman XDR video dan perangkat AI kreatif memungkinkan pengguna merekam dan mengedit konten dengan mudah.

itel SUPER 26 ULTRA juga memperkenalkan “Hi Sola”, asisten AI yang menawarkan hampir 80% fungsionalitas AI dengan harga terjangkau. Kemampuan AI imaging, real-time translation to voice, hingga editing kreatif membuat teknologi pintar dapat diakses oleh semua kalangan. Inovasi ini menunjukkan bagaimana brand seperti itel terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi terkini, sebagaimana yang juga dilakukan competitor seperti itel dengan varian sebelumnya.

Desain Ramping dengan Baterai Tahan Lama

Meski dibekali baterai berkapasitas tinggi 6000mAh, itel SUPER 26 ULTRA mempertahankan bodi ramping dengan ketebalan hanya 6,8mm. Desain ini memberikan kenyamanan genggam tanpa mengorbankan daya tahan baterai yang dapat bertahan seharian. Kualitas perakitan yang tangguh dengan sertifikasi IP65 menjadikannya tahan terhadap cipratan air dan debu.

Dari sisi konektivitas, perangkat ini mendukung NFC Touch Transfer untuk berbagi file secara instan. Fitur UltraLink Free Call memungkinkan komunikasi suara dan teks phone-to-phone bahkan saat tidak ada jaringan seluler, memperluas konektivitas melampaui batasan konvensional. Kombinasi desain ramping, performa stabil, dan AI praktis menjadikan itel SUPER 26 ULTRA sebagai tolok ukur baru untuk smartphone terjangkau.

Kehadiran itel SUPER 26 ULTRA dengan spesifikasi unggulan di harga Rp 2 jutaan diprediksi akan mengubah lanskap pasar smartphone entry-level di Indonesia. Dengan garansi 6 tahun yang ditawarkan, itel menunjukkan komitmen jangka panjang terhadap kepuasan pengguna dan kualitas produk.

iPhone 17 Diperkirakan Rilis di Indonesia 17 Oktober, Jadi Rekor Tercepat!

0

Telset.id – Bayangkan ini: iPhone 17 series, yang baru saja diperkenalkan Apple secara global pada 10 September, sudah bisa Anda pegang di Indonesia pada 17 Oktober 2025. Sebuah kecepatan yang hampir mustahil untuk standar sebelumnya, bukan? Bocoran terbaru ini, jika terbukti benar, akan memecahkan rekor sebagai periode tercepat iPhone masuk ke pasar Indonesia pasca-rilis global.

Lalu, siapa yang berani menyampaikan prediksi berani ini? Bagus Hernawan, seorang Apple Enthusiast yang aktif di platform X, menjadi sumber utamanya. Pada Senin (29/9), ia dengan percaya diri menulis, “Sepertinya tahun ini jadi rekor iPhone masuk paling cepat! iPhone 17 series. 17 Oktober 2025. Pre-order 10 Oktober.” Pernyataan ini langsung memicu gelombang antusiasme di kalangan penggemar Apple Tanah Air. Sebagai perbandingan, iPhone 16 perlu menunggu hingga April untuk tiba di sini, jeda waktu yang terasa cukup signifikan.

Namun, di balik euforia tersebut, ada proses birokrasi yang telah dilalui. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) ternyata telah mengantisipasi kedatangan ponsel flagship ini. Kepala Pusat Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) Kemenperin, Heru Kustanto, bahkan sebelumnya memperkirakan iPhone 17 akan masuk pada awal Oktober. “Iya, awal Oktober harusnya sudah beres insya Allah. Paling lama, ya, dua minggu dari sekarang,” ujarnya pada Kamis (11/9). Pernyataan ini disampaikan saat proses sertifikasi TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) untuk iPhone 17 sedang dalam tinjauan. Dan kini, proses itu telah rampung. Pada Kamis, 11 September 2025, Kemenperin resmi menerbitkan 4 Sertifikat TKDN untuk produk iPhone 17 dari PT Apple Indonesia, masing-masing dengan nilai TKDN 40 persen.

Dokumen sertifikasi itu juga mengungkap sedikit teka-teki model yang akan datang. Terdapat empat kode model: A3523, A3526, A3520, dan A3517. Model A3523 dan A3526 diidentifikasi sebagai iPhone 17 Pro dan iPhone 17 Pro Max, sementara A3520 merujuk pada model dasar iPhone 17. Yang menarik adalah kode A3517, yang dikonfirmasi merujuk pada varian baru bernama iPhone Air, menggantikan posisi seri Plus. Kehadiran iPhone Air ini menandakan penyegaran dalam lini produk Apple.

Spesifikasi dan Kekuatan di Balik Layar

Lalu, apa yang membuat iPhone 17 series begitu dinanti? Jawabannya terletak pada jantungnya, chip A19. Dibangun dengan fabrikasi 3nm generasi ketiga, chip ini bukan sekadar peningkatan inkremental. Apple mengklaim chip A19 menawarkan performa CPU 1,5 kali lebih cepat dan GPU 2 kali lebih cepat dibandingkan pendahulunya, A15 Bionic. Sebuah lompatan yang signifikan untuk menangani aplikasi berat dan game masa kini. Lebih dari itu, chip ini dilengkapi dengan akselerator Neural di setiap inti GPU, yang memungkinkan pemrosesan AI generatif langsung di perangkat. Fitur ini membuka pintu untuk pengalaman yang lebih personal dan responsif.

Untuk varian Pro dan Pro Max, Apple tidak tanggung-tanggung. Mereka dibekali dengan chip A19 Pro yang lebih gahar, sistem tiga kamera yang masing-masing beresolusi 48 MP, serta fitur video profesional seperti ProRes RAW dan Apple Log 2. Bagi Anda kreator konten, fitur ini ibarat memiliki studio produksi di saku celana. Belum lagi kabar bahwa Apple bakal membekali iPhone 17 series dengan layar 120Hz, yang menjanjikan pengalaman scroll dan gaming yang lebih smooth. Ditambah dengan sistem pendingin baru di iPhone 17 series, performa puncak dapat dipertahankan lebih lama tanpa khawatir overheating.

Kisaran Harga: Siapkan Kantong Lebih Dalam?

Bagus Hernawan juga memberikan gambaran mengenai banderol harga untuk pasar Indonesia. Menurutnya, seri iPhone terbaru akan dibanderol mulai Rp17 jutaan untuk varian termurah dan bisa melambung hingga Rp42 jutaan untuk varian termahal. Angka ini tentu menjadi pertimbangan penting bagi calon pembeli. Sebagai perbandingan, harga global iPhone 17 series untuk varian terendah adalah US$799 (sekitar Rp13,1 juta) dan varian tertinggi US$1.999 (sekitar Rp32,89 juta).

Jika bocoran harga Indonesia ini akurat, maka terdapat selisih yang cukup mencolok dengan harga global, terutama untuk model entry-level. Fenomena semacam ini bukanlah hal baru. Pada era iPhone 15, misalnya, selisih harga antara banderol global dan Indonesia bisa mencapai Rp4 jutaan. Faktor bea masuk, pajak, dan komitmen TKDN diduga menjadi penyumbang utama perbedaan ini. Meski demikian, bagi para kolektor dan penggemar setia, aksesori seperti case aramid fiber tipis dari Raptic mungkin sudah menanti untuk melengkapi iPhone 17 mereka.

CNNIndonesia.com telah berusaha mengonfirmasi kebenaran rumor tanggal rilis dan harga ini langsung kepada pihak Apple, namun belum mendapatkan tanggapan hingga berita ini ditulis. Ini adalah hal yang wajar, mengingat Apple terkenal sangat tertutup mengenai rencana pemasarannya di tingkat regional sebelum pengumuman resmi.

Jadi, apakah Anda termasuk yang sudah menandai kalender untuk tanggal 17 Oktober? Dengan sertifikasi TKDN yang sudah keluar dan pernyataan optimis dari Kemenperin, semua sinyal mengarah pada kemungkinan besar bocoran ini benar adanya. Jika iya, ini adalah kabar gembira yang menandakan perubahan strategi distribusi Apple di Indonesia, mendekatkan produk terbarunya lebih cepat kepada konsumen setianya. Tinggal menunggu pengumuman resmi dari Apple Indonesia untuk memastikan semua spekulasi ini. Siap-siap berebut di hari pre-order?

Cara Batalkan Game Pass Ultimate Setelah Kenaikan Harga 50%

0

Telset.id – Jika Anda termasuk penggemar Xbox yang kaget dengan lonjakan harga Game Pass Ultimate, Anda tidak sendirian. Keputusan Microsoft menaikkan harga langganan dari $20 menjadi $30 per bulan—atau setara kenaikan 50%—memang cukup membuat mata berkedip. Padahal, belum lama ini harga konsol Xbox Series X juga sudah dinaikkan, membuat banyak gamer berpikir ulang tentang komitmen mereka terhadap ekosistem Microsoft.

Lonjakan harga ini terjadi di tengah persaingan ketat di industri gaming, di mana alternatif seperti Asus ROG Ally menawarkan pengalaman gaming portabel yang semakin menarik. Meskipun Microsoft memberikan tambahan benefit termasuk keanggotaan Fortnite Crew, bagi banyak pengguna, kenaikan $10 per bulan terasa terlalu signifikan—terutama di tengah tekanan ekonomi global yang belum sepenuhnya stabil.

Pertanyaannya: apakah Anda harus membatalkan langganan sepenuhnya, atau cukup menurunkan tier ke opsi yang lebih terjangkau? Keputusan ini tidak sederhana, karena membatalkan Game Pass Ultimate berarti kehilangan akses ke multiplayer online, salah satu fitur inti bagi komunitas gaming. Namun, dengan tersedianya tier Game Pass Premium ($15/bulan) dan Game Pass Essential ($10/bulan) yang tidak mengalami kenaikan harga serupa, downgrade bisa menjadi solusi kompromi yang masuk akal.

Langkah Demi Langkah Membatalkan Game Pass Ultimate

Proses pembatalan Game Pass Ultimate sebenarnya cukup sederhana, asalkan Anda ingat informasi login Microsoft account. Berbeda dengan pengaturan pada konsol Xbox, manajemen langganan harus dilakukan melalui browser web—baik di komputer maupun perangkat mobile.

Pertama, akses akun Microsoft Anda dengan mengklik ikon profil di pojok kanan atas situs Microsoft, atau langsung menuju ke account.microsoft.com. Setelah login, navigasi ke tab “Subscriptions” di sidebar kiri. Di bagian Game Pass, klik “Manage” dan kemudian pilih opsi “Cancel subscription” yang biasanya berada di posisi terbawah menu.

Menu yang ditampilkan Microsoft saat Anda mencoba membatalkan langganan Game Pass

Yang menarik, Microsoft seringkali menawarkan opsi refund parsial tergantung waktu langganan dan tanggal penagihan berikutnya. Jika Anda memilih untuk berhenti segera daripada menunggu akhir periode penagihan, mungkin ada sebagian dana yang dikembalikan—meskipun kebijakan ini bisa bervariasi tergantung region dan metode pembayaran.

Setelah konfirmasi, langganan Anda akan segera dihentikan. Namun ingat, begitu membatalkan, akses ke seluruh library Game Pass dan fitur multiplayer online akan hilang. Bagi yang mengandalkan Xbox untuk gaming sosial, ini adalah pertimbangan serius yang tidak bisa dianggap enteng.

Alternatif Cerdas: Downgrade ke Tier Lebih Rendah

Bagi yang tidak ingin kehilangan akses sepenuhnya tetapi tetap ingin menghemat pengeluaran, downgrade ke tier lebih rendah adalah solusi yang patut dipertimbangkan. Prosesnya hampir mirip dengan pembatalan, hanya saja Anda memilih opsi “Change subscription plan” daripada “Cancel subscription”.

Menu untuk mengganti langganan yang ditampilkan Microsoft saat Anda mencoba mengelola langganan Game Pass

Game Pass Premium dengan harga $15 per bulan masih menawarkan akses ke library game yang luas, sementara Game Pass Essential di $10 per bulan memberikan benefit multiplayer online tanpa akses ke katalog game tambahan. Pilihan ini menjadi semakin relevan mengingat rencana Microsoft mengembangkan Xbox handheld yang kemungkinan akan terintegrasi dengan ekosistem Game Pass.

Setelah memilih tier baru, Microsoft akan meminta konfirmasi dan mungkin memverifikasi metode pembayaran. Klik “Subscribe” dan perubahan akan langsung berlaku. Transisi biasanya mulus tanpa gangguan layanan, meskipun beberapa fitur premium tentu saja tidak akan tersedia di tier yang lebih rendah.

Strategi downgrade ini terutama menarik bagi mereka yang masih ingin tetap terhubung dengan komunitas gaming Xbox namun dengan budget lebih terbatas. Dalam konteks yang lebih luas, ini mencerminkan bagaimana Microsoft berusaha menyeimbangkan antara tekanan bisnis dan loyalitas konsumen di tengah persaingan dengan platform seperti Meta Quest.

Keputusan akhir tentu kembali kepada preferensi dan kebutuhan masing-masing gamer. Yang jelas, dalam era di mana pilihan gaming semakin beragam—dari cloud gaming hingga VR—konsumen sekarang memiliki leverage lebih besar dalam menentukan nilai dari setiap dolar yang mereka keluarkan untuk hiburan digital.

Mirip Transaksi Motor Second, Komdigi Wacanakan Balik Nama HP Bekas

0

Telset.id – Bayangkan Anda membeli smartphone bekas dengan proses serupa membeli sepeda motor second: ada surat kepemilikan, proses balik nama, dan kepastian hukum yang jelas. Itulah wacana revolusioner yang sedang digodok Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk mengubah lanskap perdagangan ponsel bekas di Indonesia.

Dalam diskusi publik yang digelar Institut Teknologi Bandung pekan lalu, Komdigi secara resmi mengungkap rencana penerapan sistem balik nama untuk transaksi jual beli HP bekas. Gagasan ini bukan sekadar wacana kosong, melainkan bagian integral dari skema besar perlindungan konsumen digital melalui mekanisme pemblokiran IMEI perangkat curian. Lantas, bagaimana sistem ini akan bekerja di dunia nyata?

Adis Alifiawan, Direktur Penataan Spektrum Frekuensi Radio, Orbit Satelit, dan Standarisasi Infrastruktur Digital Komdigi, dengan tegas menyatakan bahwa konsep ini bertujuan menciptakan ekosistem yang lebih aman. “Hp second itu kita harapkan nanti juga jelas, seperti kita jual beli motor, ada balik namanya, ada identitasnya,” ujarnya dalam paparan yang disiarkan melalui kanal YouTube resmi ITB.

Pernyataan ini bukan datang tiba-tiba. Komdigi telah lama mempelajari pola penyalahgunaan identitas dalam transaksi ponsel bekas, dimana perangkat hasil curian sering kali beredar bebas tanpa jejak yang jelas. Sistem balik nama diharapkan menjadi solusi tepat untuk memutus mata rantai ini sekaligus memberikan perlindungan hukum bagi pembeli dan penjual.

Mekanisme Kerja: Dari Pemilik Lama ke Pemilik Baru

Bagaimana sebenarnya sistem balik nama untuk HP bekas ini akan diimplementasikan? Adis menjelaskan bahwa mekanisme ini akan terintegrasi dengan sistem pemblokiran IMEI yang sedang dikembangkan. Ketika sebuah ponsel berpindah tangan secara sah melalui transaksi jual beli, pemilik lama cukup menghentikan atau melakukan unregister terhadap layanan blokir yang sebelumnya aktif pada perangkat tersebut.

Proses ini membuka jalan bagi pemilik baru untuk melakukan registrasi ulang dengan data identitasnya sendiri. “Hp ini beralih dari atas nama A menjadi nama B, agar menghindari penyalahgunaan identitas,” tegas Adis. Sistem ini pada dasarnya menciptakan siklus kepemilikan yang terdokumentasi dengan baik, mirip dengan proses balik nama pada kendaraan bermotor.

Yang menarik, layanan pemblokiran IMEI ini bersifat opsional – tidak diwajibkan untuk semua pengguna ponsel. Pemilik perangkat dapat mendaftarkan perangkatnya secara online, kemudian sistem akan melakukan verifikasi data. Jika validasi berhasil, ponsel tersebut terdaftar dalam sistem blokir IMEI untuk ponsel hilang dan dicuri.

Lindungi Konsumen, Hentikan Peredaran HP Ilegal

Prinsip dasar yang diusung Komdigi dalam wacana ini cukup jelas: memberikan kepastian bahwa perangkat legal tetap dapat digunakan, sementara perangkat hasil tindak pidana dapat dicegah peredarannya. Pendekatan ini sejalan dengan upaya penegakan hukum terhadap peredaran ponsel ilegal yang marak terjadi belakangan ini.

Masalah ponsel ilegal bukan isu sepele. Seperti yang pernah diungkap dalam laporan Telset sebelumnya, ribuan unit ponsel palsu berhasil disita dari pabrik ilegal. Sistem balik nama dan pemblokiran IMEI diharapkan dapat menjadi tameng efektif melawan praktik semacam ini.

Bagi Anda yang aktif bertransaksi di platform jual beli online, sistem ini juga akan memberikan rasa aman tambahan. Seperti halnya ketika Anda menggunakan aplikasi jual beli barang bekas terbaik, adanya mekanisme verifikasi kepemilikan akan meminimalisasi risiko penipuan.

Implementasi Bertahap dan Uji Coba Terbatas

Meski konsepnya sudah jelas, Adis menegaskan bahwa layanan blokir IMEI ponsel hilang atau dicuri ini masih dalam tahap kajian dan penyempurnaan. Proses pengembangan melibatkan masukan dari berbagai pemangku kepentingan, termasuk pelaku industri, asosiasi, dan tentu saja konsumen.

Implementasi nantinya akan dilakukan secara bertahap setelah regulasi ditetapkan dan mekanisme teknis dipastikan telah matang. Komdigi juga berencana melakukan uji coba terbatas terlebih dahulu untuk meminimalkan potensi risiko yang dapat merugikan masyarakat sebagai konsumen pengguna ponsel.

Pendekatan hati-hati ini patut diapresiasi. Mengingat kompleksitas ekosistem ponsel di Indonesia dengan ratusan juta pengguna, perubahan sistem yang terburu-buru justru dapat menimbulkan masalah baru. Proses transisi perlu dikelola dengan cermat, mirip dengan evolusi sistem yang terjadi di industri otomotif bekas Indonesia.

Wacana balik nama HP bekas ini bukan sekadar gebrakan administratif belaka. Ini adalah langkah visioner menuju ekosistem digital yang lebih tertib, transparan, dan aman bagi semua pihak. Ketika sistem ini akhirnya diimplementasikan, membeli ponsel bekas tak lagi seperti membeli kucing dalam karung, melainkan transaksi yang memiliki dasar hukum yang jelas dan perlindungan nyata bagi konsumen.

OpenAI Geser SpaceX Jadi Startup Paling Berharga di Dunia

Telset.id – Dunia startup baru saja menyaksikan pergeseran kekuatan yang dramatis. OpenAI, perusahaan di balik ChatGPT yang fenomenal, resmi mengambil mahkota sebagai startup dan perusahaan swasta paling berharga di dunia. Nilainya melonjak ke level yang sulit dibayangkan: $500 miliar. Bayangkan, itu setara dengan setengah triliun dolar! Pencapaian ini menggeser SpaceX milik Elon Musk yang sebelumnya memegang rekor dengan valuasi $400 miliar.

Bagaimana mungkin perusahaan yang fokus pada kecerdasan buatan ini bisa tumbuh begitu cepat? Rahasianya terletak pada penjualan saham sekunder yang baru-baru ini dilakukan. Menurut laporan eksklusif Bloomberg, OpenAI mengizinkan mantan dan karyawan saat ini untuk menjual saham mereka. Awalnya, perusahaan membuka penawaran senilai $10,3 miliar, namun pada akhirnya terjual $6,6 miliar kepada investor-investor kelas kakap. Siapa saja mereka? Softbank, dana MGX milik pemerintah Abu Dhabi, firma investasi Amerika Thrive Capital, dan raksasa manajemen investasi global T. Rowe Price.

Transaksi inilah yang mendongkrak valuasi OpenAI dari $300 miliar menjadi $500 miliar secara resmi. Tidak hanya mengungguli SpaceX, OpenAI juga meninggalkan jauh ByteDance, pengembang TikTok yang bernilai $220 miliar. Sebuah pencapaian yang membuktikan betapa panasnya pasar AI saat ini.

Transformasi Menuju Struktur Baru

Di balik kesuksesan finansial ini, OpenAI sedang menjalani transformasi fundamental. Pada awal September, perusahaan mengumumkan sedang mempersiapkan transisi ke struktur baru: Public Benefit Corporation (PBC) yang akan dikendalikan oleh lengan nirlabanya. Ini bukan sekadar perubahan administratif biasa, melainkan pergeseran filosofis yang menuai kontroversi.

Yang menarik, divisi nirlaba OpenAI menerima saham senilai lebih dari $100 miliar, menjadikannya pemegang saham utama di PBC baru. Keputusan ini menunjukkan komitmen untuk tetap mempertahankan misi awal meski struktur perusahaannya berubah. Namun, apakah perubahan ini benar-benar bisa mempertahankan idealisme awal perusahaan?

OpenAI berharap status sebagai PBC akan membuatnya lebih menarik bagi investor, karena menghilangkan batasan atas pengembalian finansial yang bisa mereka dapatkan. Dan mereka memang membutuhkan banyak uang. Sam Altman, CEO OpenAI, sebelumnya mengungkapkan rencana ambisius untuk menghabiskan triliunan dolar membangun pusat data guna menjalankan layanan AI. Angka yang membuat siapapun tercengang!

Elon Musk dan Kritik Pedas

Ironisnya, salah satu kritik terkeras justru datang dari salah satu pendiri OpenAI sendiri: Elon Musk. CEO SpaceX ini sedang berusaha memblokir transisi OpenAI ke perusahaan profit melalui jalur pengadilan. Musk, yang pernah mendanai operasional awal OpenAI, merasa dikhianati.

Dalam gugatannya, Musk menuduh OpenAI dan Altman melanggar kontrak dengannya dan menyimpang dari misi pendirian perusahaan: membangun AI “untuk manfaat umat manusia”. Sebuah tuduhan yang cukup berat, mengingat Musk sendiri dikenal sebagai visioner di bidang teknologi. Perseteruan ini seperti cerita sinetron bisnis teknologi, namun dengan taruhan yang jauh lebih tinggi.

Yang menarik, SpaceX di bawah kendali Musk justru menjadi korban dari kesuksesan OpenAI. Perusahaan antariksa yang dikenal inovatif ini harus rela menyerahkan tahta setelah bertahun-tahun menjadi yang terdepan. Sebuah pembalikan nasib yang dramatis dalam ekosistem startup global.

Masa Depan yang Penuh Tantangan

Dengan valuasi $500 miliar, tekanan pada OpenAI semakin besar. Investor tentu mengharapkan return yang sepadan dengan investasi mereka. Namun, jalan menuju kesuksesan komersial penuh dengan tantangan. Teknologi AI masih menghadapi berbagai masalah mendasar, termasuk yang diungkap dalam riset OpenAI tentang penyebab AI berhalusinasi.

Pertanyaannya sekarang: apakah struktur PBC benar-benar bisa menjaga keseimbangan antara keuntungan finansial dan misi kemanusiaan? Ataukah ini hanya langkah strategis untuk menarik lebih banyak modal? Dunia sedang menunggu jawabannya.

Yang pasti, lompatan valuasi OpenAI ini menandai era baru dalam industri teknologi. AI bukan lagi sekadar tren, melainkan kekuatan ekonomi yang mampu menggeser raksasa-raksasa sebelumnya. Dan kita semua adalah saksi dari perubahan besar ini. Bagaimana menurut Anda, apakah OpenAI bisa mempertahankan posisinya atau akan ada startup lain yang siap merebut mahkota?

OPPO A5i Pro 5G Eksklusif di Shopee: Tangguh & Baterai 6000mAh

0

Telset.id – Bayangkan sebuah smartphone yang bisa menemani Anda bertualang di tengah hujan, bersepeda melewati jalan berdebu, dan tetap bertahan dari pagi hingga larut malam tanpa perlu repot mencari colokan listrik. Itulah janji yang dibawa OPPO A5i Pro 5G, perangkat terbaru seri #JagonyaBertahan yang baru saja meluncur eksklusif di Shopee. Dengan harga spesial Rp2.999.000 selama periode 3–9 Oktober 2025, smartphone ini bukan sekadar gadget biasa, melainkan partner setia untuk gaya hidup dinamis generasi muda.

Lalu, apa yang membuat OPPO A5i Pro 5G layak menjadi perhatian? Di pasar yang dipenuhi pilihan smartphone dengan klaim serupa, perangkat ini hadir dengan proposisi jelas: ketangguhan tingkat militer dipadukan dengan baterai raksasa 6000mAh. Kombinasi ini jarang ditemukan di segmen harganya. Apalagi dengan tambahan gratis Baseus E16 TWS Earphone dan cicilan 0% hingga 6 bulan, nilai tambahnya semakin sulit diabaikan. Bagi Anda yang aktif mobilitasnya, fitur-fitur ini bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan kebutuhan primer.

Ketika smartphone lain fokus pada kamera atau desain tipis, OPPO justru memilih pendekatan berbeda dengan mengedepankan daya tahan. Dalam dunia di mana ponsel sering menjadi korban kecelakaan kecil atau paparan elemen, ketangguhan fisik menjadi aset berharga. OPPO A5i Pro 5G seolah menjawab kegelisahan banyak pengguna yang menginginkan perangkat tak hanya cantik, tetapi juga sanggup menghadapi realitas penggunaan sehari-hari yang keras.

Ketangguhan Kelas Militer untuk Hidup Tanpa Batas

OPPO A5i Pro 5G bukan sekadar smartphone biasa. Perangkat ini dibekali material pelindung kelas flagship dengan standar militer dan sertifikasi IP65. Apa artinya bagi Anda? Smartphone ini tahan terhadap semprotan air dan paparan debu halus. Bayangkan ketika Anda harus berangkat kerja dengan ojek online di tengah hujan gerimis, atau bersepeda ke kampus melewati jalan berdebu. Dengan OPPO A5i Pro 5G, kekhawatiran perangkat cepat rusak bisa Anda tinggalkan.

Content image for article: OPPO A5i Pro 5G Eksklusif di Shopee: Tangguh & Baterai 6000mAh

Ketangguhan fisik ini menjadi pembeda signifikan dibandingkan smartphone lain di kelasnya. Sementara banyak produsen fokus pada estetika semata, OPPO memahami bahwa bagi pengguna aktif, ketahanan terhadap elemen sama pentingnya dengan spesifikasi teknis. Pendekatan ini mengingatkan kita pada filosofi behind OPPO A5i Pro yang sebelumnya telah dirilis dengan fokus serupa pada daya tahan.

Baterai 6000mAh: Daya Tahan Seharian Tanpa Kompromi

Dengan baterai berkapasitas 6000mAh, OPPO A5i Pro 5G memastikan Anda tetap terhubung dari pagi hingga malam tanpa perlu khawatir kehabisan daya. Mulai dari navigasi menuju lokasi meeting, menerima panggilan kerja, memotret produk di kafe, hingga hiburan di perjalanan pulang – semuanya bisa dilakukan tanpa repot mencari stopkontak. Dan ketika waktunya mengisi ulang, teknologi 45W SUPERVOOC Flash Charge memastikan pengisian daya berlangsung cepat dan efisien.

Yang lebih mengesankan, Battery Health Engine menjaga performa baterai tetap optimal bahkan setelah lebih dari 1.700 kali siklus pengisian daya – setara dengan pemakaian selama lima tahun. Ini berarti investasi Anda dalam OPPO A5i Pro 5G akan terbayar dalam jangka panjang. Tren baterai besar ini juga terlihat pada POCO C85 yang akan rilis dengan baterai 6000mAh dan vivo Y400 untuk mahasiswa dengan baterai serupa, menunjukkan bahwa kebutuhan akan daya tahan baterai menjadi prioritas utama konsumen saat ini.

Layar 120Hz dan Performa MediaTek Dimensity 6300

Layar dengan refresh rate 120Hz membuat setiap gerakan terlihat mulus, baik saat scrolling media sosial, menonton film, maupun bermain game ringan. Kecerahannya yang tinggi memastikan tampilan tetap jelas meski di bawah sinar matahari langsung. Dengan begitu, Anda bisa dengan nyaman menonton serial favorit saat menunggu kereta atau scrolling TikTok tanpa terasa lag atau cepat lelah di mata.

Ditenagai chipset MediaTek Dimensity 6300 yang mendukung jaringan 5G, OPPO A5i Pro 5G menghadirkan pengalaman konektivitas yang lebih lancar dan stabil. Kombinasi RAM 8GB dan penyimpanan internal 256GB memberikan keleluasaan multitasking yang cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Anda bisa mengunduh file kuliah atau presentasi kantor dalam hitungan detik sambil tetap membuka aplikasi chat dan musik secara bersamaan tanpa hambatan.

Yang patut dicatat, OPPO A5i Pro 5G telah lolos uji kelancaran selama 36 bulan. Artinya, Anda bisa menikmati performa yang tetap mulus dan stabil hingga tiga tahun pemakaian tanpa khawatir perangkat menjadi lambat seiring waktu. Janji ketahanan performa ini menjadi nilai tambah yang sering diabaikan produsen smartphone lainnya.

Desain Stylish yang Tak Kalah dengan Flagship

Meski tangguh, OPPO A5i Pro 5G tetap tampil modern dan ringan dengan ketebalan hanya 8,12 mm dan bobot 194 gram. Dua pilihan warna baru Biru dan Ungu menghadirkan kesan fresh yang sesuai gaya anak muda masa kini. Perangkat ini cocok menjadi pelengkap outfit saat nongkrong di kafe, meeting santai, atau traveling karena tampilannya tetap keren di mana saja.

Desain yang tipis dan ringan ini menunjukkan bahwa OPPO berhasil menyeimbangkan antara ketangguhan dan estetika. Pendekatan serupa juga bisa kita lihat pada Realme C73 yang resmi dirilis dengan desain tipis meski memiliki baterai 6000mAh, membuktikan bahwa baterai besar tidak harus berarti desain yang tebal dan kurang elegan.

Dengan kombinasi ketangguhan, baterai awet, layar mulus, serta konektivitas 5G, OPPO A5i Pro 5G menjadi pilihan tepat bagi konsumen di rentang harga terjangkau yang menginginkan smartphone serbaguna untuk aktivitas sehari-hari. Promo eksklusif di Shopee periode 3–9 Oktober 2025 dengan harga Rp2.999.000 (dari normal Rp3.299.000) plus gratis TWS dan cicilan 0% membuatnya semakin sulit untuk ditolak. Bagi Anda yang mencari smartphone tangguh dengan baterai tahan lama, OPPO A5i Pro 5G layak menjadi pertimbangan utama.

Apple Geser Fokus ke Kacamata Pintar, Vision Pro Ditunda?

0

Telset.id – Apa yang terjadi jika raksasa teknologi terbesar dunia tiba-tiba mengubah haluan strategisnya? Bocoran terbaru dari Bloomberg mengindikasikan Apple sedang melakukan manuver dramatis: menggeser prioritas dari headset Vision Pro yang mahal menuju kacamata pintar yang lebih terjangkau dan langsung bersaing dengan Meta Ray-Bans. Ini bukan sekadar rumor biasa, melainkan laporan langsung dari Mark Gurman yang terkenal akurat mengenai rahasia dapur Apple.

Bayangkan Anda sebagai engineer di Apple yang tiba-tiba dipindahkan dari proyek Vision Pro menuju pengembangan perangkat wearable baru. Itulah yang terjadi pekan lalu menurut laporan tersebut. Perusahaan secara resmi memindahkan staf dari pengembangan versi lebih murah dan ringan dari Vision Pro untuk mempercepat roadmap kacamata pintar mereka. Langkah ini jelas sinyal kuat: Apple serius ingin merebut pasar yang saat ini didominasi Meta.

Yang menarik, Apple ternyata mengembangkan dua model kacamata pintar secara paralel. Model pertama, dengan kode “N50”, bahkan tidak memiliki display sendiri dan akan berpasangan dengan iPhone. Bayangkan seperti AirPods dalam bentuk kacamata – perangkat yang mengandalkan sepenuhnya pada konektivitas dengan smartphone Anda. Menurut timeline yang beredar, model ini rencananya diluncurkan tahun depan dengan availability luas pada 2027.

Tapi itu baru permulaan. Model kedua jauh lebih ambisius: kacamata pintar dengan display augmented reality yang dirancang khusus untuk menyaingi Meta Ray-Ban Display. Awalnya dijadwalkan 2028, namun Apple sekarang berusaha mempercepat pengembangannya. Mengapa terburu-buru? Jawabannya sederhana: mereka sadar sudah tertinggal jauh dari Meta di arena ini.

Pertanyaannya, bagaimana cara Apple mengejar ketertinggalan ini? Kuncinya ada pada integrasi AI dan voice interaction. Seperti halnya Meta, perangkat Apple akan sangat mengandalkan perintah suara dan AI. Kabarnya, Apple sedang mempersiapkan Siri generasi baru yang ditenagai large language models untuk debut tahun depan – teknologi yang dirancang khusus untuk display, speaker, dan tentu saja kacamata pintar.

Desain menjadi faktor kritis lain. Apple memahami bahwa kacamata pintar harus fashionable, bukan sekadar gadget. Laporan menyebutkan perangkat ini akan hadir dalam berbagai gaya, didukung chip baru khusus, dilengkapi speaker untuk playback, serta kamera untuk menangkap foto dan video. Bahkan kabarnya ada fitur health-tracking capabilities – sesuatu yang sangat Apple banget, bukan?

Ini sebenarnya bukan kejutan total bagi yang mengikuti perkembangan Apple. Sudah lama beredar wacana bahwa tujuan akhir Apple adalah meluncurkan kacamata augmented reality sendiri, perangkat yang suatu hari nanti bisa menyaingi smartphone. Yang berubah hanyalah timeline-nya. Dengan Vision Pro yang harganya $3,499 terbukti terlalu niche, wajar jika Apple mencari alternatif yang lebih massal.

Jangan salah sangka dulu. Perubahan prioritas ini tidak berarti Apple meninggalkan Vision Pro sepenuhnya. Dokumen FCC baru-baru ini masih menyebutkan “Head Mounted Device” terbaru dari Apple, meski belum jelas apakah ini versi lebih ringan dan murah yang sempat digosipkan. Tapi yang pasti, fokus utama sekarang ada di kacamata pintar.

Lalu bagaimana dengan teknologi display-nya? Kabar sebelumnya menyebut Apple mungkin menggunakan layar dari Sony, bukan Samsung. Pilihan yang menarik mengingat track record Sony di bidang micro-display. Bahkan ada teknologi yang memancarkan gambar langsung ke pupil – pendekatan yang bisa memberikan pengalaman AR lebih imersif.

Yang tak kalah penting adalah dukungan software. Apple dikabarkan sedang fokus mengembangkan VisionOS untuk kacamata pintar, mengindikasikan ekosistem yang terintegrasi antara berbagai produk wearable mereka. Ini strategi khas Apple: membangun ecosystem yang sulit ditandingi kompetitor.

Jadi, apa artinya semua ini bagi kita sebagai konsumen? Pertama, persaingan di pasar kacamata pintar akan memanas. Kedua, kita mungkin akan melihat inovasi lebih cepat dalam teknologi wearable. Ketiga, harga mungkin akan lebih terjangkau dibanding Vision Pro. Dan yang paling penting: era di mana kacamata pintar menjadi mainstream mungkin lebih dekat dari yang kita kira.

Apple selalu dikenal sebagai perusahaan yang sabar menunggu momentum tepat sebelum masuk ke pasar baru. Tapi kali ini, mereka tampaknya tidak punya luxury untuk menunggu terlalu lama. Dengan Meta sudah lebih dulu menguasai pasar, Apple harus bergerak cepat dan tepat. Perubahan strategi ini menunjukkan mereka sadar waktu terus berjalan, dan terkadang kesempataan tidak datang dua kali.

Lenovo Legion Pro 5i & 5i: Solusi Hybrid Tanpa Kompromi untuk Gamer & Kreator

0

Telset.id – Bayangkan sebuah perangkat yang mampu membawa Anda dari rapat klien yang menegangkan langsung ke medan tempur game AAA tanpa jeda. Di era di mana batas antara kerja, belajar, dan bermain kian kabur, Lenovo menjawab tantangan ini dengan dua jawara baru: Legion Pro 5i dan Legion 5i. Keduanya bukan sekadar laptop, melainkan mitra produktivitas dan hiburan yang menolak berkompromi.

Diluncurkan di Indonesia dengan harga mulai Rp31.999.000 untuk Legion Pro 5i dan Rp24.999.000 untuk Legion 5i, kedua perangkat ini hadir di tengah gaya hidup hybrid yang semakin dinamis. Apa yang membuat mereka layak menjadi perhatian? Bukan hanya spesifikasi di atas kertas, melainkan pendekatan holistik dalam memahami kebutuhan generasi modern yang menuntut fleksibilitas tanpa mengorbankan performa puncak.

Seperti yang diungkapkan Santi Nainggolan, Consumer Lead Lenovo Indonesia, filosofi di balik kedua laptop ini adalah memberikan pilihan yang tepat bagi pengguna dengan kebutuhan berbeda. Legion Pro 5i ditujukan bagi mereka yang haus akan performa maksimal, sementara Legion 5i hadir untuk menjangkau kalangan yang lebih luas tanpa mengorbankan esensi teknologi flagship. Ini adalah sebuah evolusi dari ekosistem gaming Lenovo Legion yang terus berinovasi.

Legion Pro 5i: Kekuatan Tak Terbantahkan untuk Para Elite

Bagi Anda yang bergelut di dunia kreatif atau kompetisi gaming, Legion Pro 5i adalah senjata yang Anda idamkan. Jantung dari performa beringas ini adalah prosesor Intel® Core™ Ultra HX generasi kedua. Bayangkan, dengan konfigurasi hingga 24 core, laptop ini bagaikan memiliki sebuah tim spesialis yang siap menangani segala tugas—dari rendering video 4K yang rumit hingga multitasking belasan aplikasi sekaligus. Arsitektur hibridanya memastikan bahwa tenaga yang besar tidak berarti boros daya, memberikan konsistensi performa yang jarang ditemui di kelasnya.

Content image for article: Lenovo Legion Pro 5i & 5i: Solusi Hybrid Tanpa Kompromi untuk Gamer & Kreator

Namun, kekuatan mentah saja tidak cukup. Legion Pro 5i memahami bahwa stabilitas adalah segalanya. Di sinilah teknologi pendingin Legion ColdFront generasi terbaru berperan. Sistem ini bekerja seperti sistem pendingin ruang operasi—efisien, cerdas, dan hampir tanpa suara. Dengan kipas bertekanan tinggi dan kontrol berbasis AI, suhu perangkat tetap terjaga optimal bahkan di bawah tekanan ekstrem. Hasilnya? Tidak ada lagi lag atau thermal throttling yang mengganggu momentum Anda saat sedang asyik bermain atau menyelesaikan proyek deadline.

Pengalaman visual yang ditawarkan melalui layar PureSight OLED benar-benar memukau. Dengan resolusi WQXGA (2560×1600), refresh rate 240Hz, dan kecerahan 500 nits, setiap detail—dari percikan api dalam game hingga gradasi warna saat editing foto—ditampilkan dengan presisi sempurna. Berbagai sertifikasi seperti TÜV Low Blue Light dan VESA DisplayHDR™ True Black 1000 memastikan kenyamanan mata Anda terjaga selama sesi marathon, baik untuk bekerja maupun bermain.

Legion 5i: Teknologi Flagship yang Terjangkau untuk Semua

Bagaimana jika Anda menginginkan pengalaman visual dan performa yang hampir setara dengan seri Pro, namun dengan budget yang lebih terjangkau? Legion 5i adalah jawabannya. Yang mengejutkan, laptop ini tidak melakukan kompromi signifikan dalam hal kualitas layar. Ia masih membawa panel PureSight OLED yang sama mengagumkan, dengan resolusi WQXGA dan gamut warna 100% DCI-P3. Bagi mahasiswa STEM atau profesional muda, fitur ini bukan sekadar kemewahan, melainkan kebutuhan untuk akurasi warna dalam tugas desain atau analisis data.

Ditenagai oleh prosesor Intel® Core™ Ultra 7 255HX yang dibangun dengan proses 3nm, Legion 5i menawarkan efisiensi daya yang lebih baik dibanding generasi sebelumnya. Kombinasi dengan GPU hingga NVIDIA GeForce RTX 5070 menjadikannya mitra yang andal untuk berbagai skenario—dari mengerjakan tugas kuliah, coding, hingga sesi gaming casual di akhir pekan. Sistem pendingin Legion ColdFront Hyper memastikan semua komponen ini tetap dingin dan stabil, memberikan pengalaman penggunaan yang konsisten.

Keyboard Legion TrueStrike dengan backlit RGB 24-Zone tidak hanya menawarkan estetika yang memukau, tetapi juga fungsionalitas tinggi. Dengan jarak travel key 1,6mm dan fitur anti-ghosting, setiap ketikan terasa responsif dan akurat. Ini adalah detail yang sering diabaikan, namun sangat berarti baik untuk mengetik laporan panjang maupun melakukan manuver cepat dalam game.

Lebih dari Sekadar Perangkat: Sebuah Ekosistem yang Terintegrasi

Kedua laptop ini tidak berdiri sendiri. Mereka adalah bagian dari ekosistem Lenovo yang semakin cerdas. Melalui platform Legion Space, pengguna dapat dengan mudah mengatur segala aspek perangkat—dari mode kinerja, pencahayaan RGB, hingga terhubung dengan aksesori Legion lainnya. Fitur seperti Game Coach dan Game Clip Master menghadirkan nilai tambah yang memperkaya pengalaman, baik untuk meningkatkan skill gaming maupun membuat konten.

Layanan purna jual yang ditawarkan juga patut diacungi jempol. Dengan 3 tahun Legion Ultimate Support dan 3 tahun Accidental Damage Protection, Lenovo seolah mengatakan, “Kami percaya dengan kualitas produk kami, dan kami akan mendukung Anda sepenuhnya.” Ini adalah jaminan yang langka di industri laptop gaming, dan mencerminkan komitmen Lenovo terhadap kepuasan pengguna jangka panjang. Perlindungan serupa juga pernah dihadirkan untuk lini lain, seperti pada Lenovo IdeaPad Slim 3 yang menawarkan proteksi premium 2 tahun.

Jadi, mana yang harus Anda pilih? Jika Anda adalah kreator konten profesional atau gamer kompetitif yang menuntut performa tertinggi dalam setiap kondisi, Legion Pro 5i adalah investasi yang tepat. Namun, jika Anda menginginkan keseimbangan sempurna antara performa, portabilitas, dan harga—tanpa mengorbankan pengalaman visual flagship—Legion 5i adalah pilihan yang lebih bijaksana. Keduanya membuktikan bahwa di era hybrid, Anda tidak perlu lagi memilih antara produktivitas dan kesenangan. Semuanya bisa didapatkan dalam satu perangkat andal.

Disney+ Rombak Total Antarmuka, Hulu Gantikan Star di Luar AS

0

Telset.id – Baru saja melewati badai kontroversi penangguhan Jimmy Kimmel, Disney kini bergerak cepat dengan merombak habis aplikasi Disney+. Ini bukan sekadar perubahan kosmetik, melainkan transformasi mendalam yang menyatukan Hulu secara global dan menghadirkan pengalaman personalisasi baru. Sebuah langkah strategis setelah perusahaan dilaporkan kehilangan 1,7 juta pelanggan selama saga Kimmel yang menghebohkan itu.

Bayangkan membuka aplikasi streaming favorit Anda dan langsung disambut rekomendasi yang benar-benar sesuai selera. Itulah yang Disney+ tawarkan dengan pembaruan terbarunya. “For You” kini menjadi tab andalan yang muncul pertama kali, menggantikan halaman beranda generik sebelumnya. Di balik perubahan ini, Disney juga mengaku telah menyempurnakan algoritma rekomendasinya, berharap bisa lebih jitu menebak konten apa yang ingin Anda tonton berikutnya.

Disney+ redesign

Navigasi pun menjadi lebih intuitif. Bilah navigasi horizontal baru di bagian atas layar memberikan akses cepat ke tiga konten inti: Disney+, Hulu, dan ESPN. Sementara bilah vertikal di sisi kiri yang sudah ada sebelumnya kini diperkaya dengan hub live, tempat Anda bisa menemukan siaran langsung berita, olahraga, acara khusus, dan streaming 24/7. Perubahan antarmuka ini terasa seperti Disney sedang membersihkan meja setelah badai, memastikan pengalaman pengguna menjadi prioritas utama.

Transformasi paling signifikan justru terjadi di balik layar, khususnya untuk pengguna di luar Amerika Serikat. Mulai 8 Oktober mendatang, Hulu secara resmi akan menggantikan Star sebagai merek hiburan global di aplikasi Disney+. Bagi yang belum familiar, inilah gerbang menuju konten-konten dari ABC, FX, dan jaringan lainnya, termasuk tayangan dengan rating lebih dewasa dibanding konten Disney pada umumnya. Pengguna AS tidak akan merasakan perubahan ini, namun bagi kita di wilayah lain, Star akan berubah menjadi Hulu mulai Rabu depan.

Integrasi Hulu ke Disney+ ini bukan keputusan mendadak. Perusahaan telah mempersiapkan langkah ini selama berbulan-bulan, dan timing-nya terasa begitu tepat pasca-kontroversi Jimmy Kimmel. Anda mungkin masih ingat, pada 17 September lalu, ABC yang dimiliki Disney harus menangguhkan sementara Jimmy Kimmel Live! setelah tekanan dari pejabat pemerintahan Trump, termasuk Ketua FCC Brendan Carr yang terkenal mengancam, “Kita bisa melakukan ini dengan cara mudah atau cara sulit.”

Still from a Jimmy Kimmel monologue. A threatening quote from FCC Chair Brendan Carr is overlaid at the bottom.

Disney memilih “cara mudah” dengan mengubah sikap dan mengaktifkan kembali Kimmel pada 22 September. Secara resmi, perusahaan menyebut keputusan ini hasil dari “percakapan penuh pertimbangan dengan Jimmy.” Namun di balik layar, dampaknya cukup signifikan. Laporan internal menunjukkan Disney+ kehilangan hampir 2 juta pelanggan selama periode kritis tersebut, disertai seruan boikot yang meluas.

Kini, dengan pembaruan aplikasi yang masif ini, Disney seolah ingin mengalihkan perhatian ke inovasi dan layanan yang lebih baik. Mereka bahkan meluncurkan widget iOS yang memberikan akses satu-klik ke konten aplikasi. Yang lebih menarik, perusahaan mengisyaratkan akan menghadirkan “pengalaman mobile-first dan mobile-eksklusif” dalam tahun mendatang, meski detailnya masih disimpan rapat-rapat.

Kolaborasi Disney dengan berbagai brand teknologi sebenarnya bukan hal baru. Seperti yang pernah kami liput dalam artikel tentang kehadiran karakter Disney di aplikasi Canva, perusahaan ini memang aktif berekspansi ke berbagai platform digital. Bahkan di ranah hardware, kita telah melihat kolaborasi Oppo dengan franchise Toy Story dan edisi spesial Reno2 Disney Edition yang dirilis menyambut Imlek 2020.

Pertanyaannya sekarang: apakah transformasi Disney+ ini cukup untuk memulihkan kepercayaan pelanggan dan menarik kembali mereka yang memutus berhenti berlangganan? Dalam industri streaming yang semakin kompetitif, pengalaman pengguna yang mulus dan konten yang relevan seringkali menjadi penentu utama. Pembaruan antarmuka dan integrasi Hulu global bisa menjadi senjata ampuh, terutama jika disertai dengan konten-konten berkualitas seperti serial Andor yang baru saja rampung.

Bagi penggemar setia Disney, perubahan ini tentu menyenangkan. Tapi bagi analis, ini adalah ujian nyata kemampuan Disney beradaptasi di tengah gejolak. Seperti performa laptop gaming HP Victus 16 yang mengandalkan desain minimalis namun performa kencang, atau smartphone Vivo V27 5G yang menawarkan pengalaman premium, Disney+ kini harus membuktikan bahwa transformasinya bukan sekadar gimmick, melainkan peningkatan substantif yang layak diperhitungkan.

Dalam beberapa hari ke depan, mata dunia akan tertuju pada bagaimana respons pengguna terhadap perubahan besar ini. Apakah Disney berhasil membalikkan keadaan, atau justru menghadapi tantangan baru? Satu yang pasti: pertarungan di dunia streaming semakin panas, dan Disney tidak mau ketinggalan.