Apa Itu Gorilla Glass, dan Perbedaannya di Setiap Versi

Telset.id, Jakarta  – Setiap kali Anda membaca informasi spesifikasi atau review tentang smartphone baru, sering dituliskan bahwa perangkat ini sudah dilengkapi pelindung “Gorilla Glass”. Nah, mungkin Anda bertanya-tanya, apa itu Gorilla Glass?

Kami yakin Anda pernah mendengar tentang kaca pelindung ini, minimal pernah membacanya di daftar spesifikasi smartphone, tablet, atau pada perangkat lainnya. Tapi mungkin banyak dari Anda yang belum mengetahuinya lebih detil.

Singkatnya, pelindung kaca nan tangguh ini adalah pelindung kaca buatan Corning Inc., dengan material kaca yang sangat kuat, sehingga perangkat yang menggunakannya tidak mudah tergores atau pecah. Lapisan pelindung ini sekarang banyak digunakan untuk berbagai perangkat.

{Baca Juga: 10 HP 5G Murah Terbaik 2021, Mulai Harga Rp 5 Jutaan!}

Apa itu Gorilla Glass?

Gorilla Glass
Corning Gorilla Glass (Foto: Corning)

Corning bereksperimen dengan kaca yang diperkuat dengan bahan kimia pada tahun 1960, bagian dari proyek yang disebut “Project Muscle”, dalam beberapa tahun Corning berhasil mengembangkan kaca yang dinamakan Chemcor Glass.

Pada saat itu Corning belum menemukan “pasar” yang tepat untuk Chemcor. Alhasil, Chemcor tidak pernah diproduksi massal. Kaca pelindung tersebut baru diproduksi massal, sebanyak seratus unit untuk Race Car Dodge Dart dan Plymouth Barracuda.

Chemcor digunakan untuk Race Car Dodge Dart dan Plymouth Barracuda karena jenis mobil tersebut membutuhkan pengurangan berat yang menjadi salah satu kunci untuk menambah kecepatan maksimum sebuah mobil.

Pada tahun 2006, Apple mengembangkan model pertama iPhone, yang pada awalnya menggunakan layar yang terbuat dari plastik keras. Namun Steve Jobs menemukan fakta layar prototipe iPhone-nya tergores oleh kunci saat ia memasukkannya ke dalam saku.

Akhirnya Jobs menghubungi CEO Corning, Wendell Weeks, dan mengatakan bahwa Apple membutuhkan kaca yang ringan dan kuat untuk digunakan pada layar iPhone.

Namun Weeks mengatakan bahwa produksinya telah dihentikan sejak 1960. Jobs meyakinkan Weeks agar segera memproduksi kaca tersebut untuk digunakan pada iPhone yang akan dirilis.

Meski awalnya sempat skeptis, Weeks akhirnya menyanggupi permintaan Jobs untuk memproduksi layar yang cukup untuk rilis iPhone yang tertunda. Corning berusaha untuk mencapai permintaan tersebut dalam enam bulan.

Pabrik Corning di Harrodsburg, Kentucky akhirnya mampu menyediakan Corning Glass untuk iPhone generasi pertama yang dirilis pada Juni 2007, hingga generasi Gorilla Glass Victus yang digunakan iPhone 12 yang baru dirilis pada September 2020 lalu.

Menurut laporan yang dirilis pada 2010, kaca pelindung buatan Corning ini diklaim telah dipakai oleh sekitar 20 persen perangkat bergerak di seluruh dunia dengan jumlah 200 juta unit.

Jumlah penggunaannya terus meningkat signifikan. Generasi keduanya yang diperkenalkan pada 2012, telah dipakai lebih dari satu miliar perangkat bergerak di seluruh dunia.

{Baca Juga: 12 Fitur Kamera di Oppo Reno5, Canggih dan Inovatif!}

Gorilla Glass Kuat dan Tahan Gores

Gorilla Glass
Gorilla Glass Scratch Test

Gorilla Glass, secara harfiah berarti Kaca Gorila, adalah merek dagang terdaftar untuk lembaran kaca berbahan dasar alkali-aluminosilikat yang diproduksi oleh pabrik kaca Corning asal Amerika Serikat.

Kaca ini direkayasa sedemikian rupa sehingga menghasilkan lembaran kaca pelindung yang memiliki karakteristik ringan, tipis, kuat dan kompatibel dengan teknologi layar sentuh (touch screen).

Kaca pelindung ini banyak digunakan sebagai kaca pelapis perangkat elektronik portabel seperti smartphone, pemutar media portabel, layar laptop, wearable, dan beberapa layar televisi.

Proses pembuatannya dari kaca yang diperkuat dengan pergantian ion bahan kimia yang dibuat dari alkali-aluminosilikat. Kekuatan dan ketahanan goresannya merupakan hasil dari proses pertukaran ion yang dialami kaca selama proses pembuatan.

Kaca yang sudah dibuat kemudian dicelupkan ke dalam bak air garam pada temperatur 400 °C, sehingga akan terjadi pertukaran ion kalium dari rendaman garam dengan ion natrium yang lebih kecil.

Setelah kacanya mendingin, ion-ion yang lebih besar ditekan bersama-sama, dan menghasilkan lapisan kompresi yang memungkinkan ion kalium untuk menyebar ke permukaan, untuk menciptakan tegangan yang tinggi ke dalam kaca.

Lapisan kompresi inilah yang membuat kaca lebih tahan terhadap goresan atau kerusakan kecil akibat benturan saat perangkat terjatuh ke lantai, atau tergores benda keras, seperti kunci, saat dimasukan ke dalam kantong.

Versi Gorilla Glass

Saat ini sudah masuk ke generasi ketujuh. Meski memiliki teknologi yang sangat kuat sehingga kaca tidak mudah pecah, tapi bukan berarti pelindung kaca ini sama kekuatannya di setiap versi.

Jadi, meskipun Anda pernah melihat smartphone yang tidak pecah saat dipukul palu, atau tidak tergores saat disayat-sayar pisau yang tajam, bukan berarti tidak akan membuat smartphone atau tablet Anda tidak bisa dipecahkan.

Semuanya tergantung pada versi dan beberapa faktor lainnya juga, seperti ketebalan. Oleh karena itu, yang terbaik adalah memikirkannya sebagai teknologi yang dapat melindungi tampilan ponsel dari goresan.

{Baca juga: Corning Rilis Gorilla Glass DX dan Gorilla Glass DX+}

Berikut ulasan lengkap tentang setiap versi dan perbedaan utamanya. Silahkan disimak ulasannya di bawah ini:

Gorilla Glass 1

versi gorilla glass 1
Ilustrasi Gorilla Glass 1 (Foto: Istimewa)

Dirilis pertama kali antara tahun 2005 dan 2006. Namun debut besarnya yang membuat kaca ini sangat dikenal di seluruh dunia saat iPhone genarai pertama diluncurkan pada tahun 2007.

Saat itu kaca pelindung buatan Corning ini diimplementasikan pertama kali untuk perangkat iPhone model pertama, yang sudah mulai dikembangkan Apple sejak tahun 2006. Generasi pertama ini memiliki ketebalan 1.5 mm dan memiliki lapisan oleophobic untuk meminimalkan sidik jari dan noda.

Tapi sejatinya iPhone bukan satu-satunya perangkat yang menggunakannya. Corning menyebutkan ada sekitar 250 perangkat lainnya yang juga menggunakan kaca pelindung generasi pertama buatannya.

{Baca juga: Layar Gorilla Glass 6 Tetap Kokoh Meski Jatuh 15 Kali}

Gorilla Glass 2

Ilustrasi Gorilla Glass 2 (Foto: Istimewa)

Pada tahun 2012, Corning merilis Gorilla Glass 2 di ajang CES 2012. Teknologi yang dihadirkan tetap sama yakni kaca yang tahan terhadap goresan, namun perubahan terjadi di ukuran ketebalan.

Generasi kedua ini 20% lebih tipis dari model pertama, lebih transparan terhadap cahaya dan memiliki sensitivitas lebih baik. Dalam tes laboratorium, kaca ini diklaim bisa menahan tekanan hingga 50 kg tanpa retak atau pecah.

Karena versi kaca ini lebih tipis dari yang pertama, para produsen ponsel bisa membuat model ponsel menjadi lebih ringan dan tipis. Selain iPhone, beberapa ponsel yang menggunakannya adalah Nexus 4 dan Galaxy S3.

{Baca juga: Corning Gorilla Glass 5 Anti Pecah dari Ketinggian 1,6 Meter}

Gorilla Glass 3

Ilustrasi Gorilla Glass 3 (Foto: Istimewa)

Gorilla Glass 3 diperkenalkan di ajang CES (Consumer Electronics Show) tahun 2013. Kaca generasi ketiga membawa lebih banyak perubahan, tidak seperti versi sebelumnya yang lebih fokus pada ketebalan.

Di generasi ketiga ini diperkenalkan teknologi Native Damage Resistance (NDR), yang memungkinkan kaca menahan goresan lebih dalam. Menurut Corning, kaca generasi ketiga ini mampu mencegah hingga 35% goresan di layar.

Peningkatan lain adalah visibilitas gores yang lebih rendah dan kekuatan yang lebih baik setelah goresan terjadi. Corning mengklaim bahwa versi ketiga ini lebih kuat dan tiga kali lebih tahan gores dibandingkan generasi sebelumnya.

Corning bisa melakukan itu berkat proses manufaktur baru yang mereka kembangkan. Beberapa perangkat yang memanfaatkan ketangguhan kaca pelindung ini antara lain Samsung Galaxy S3, Galaxy S4, Moto G, dan Moto X.

{Baca juga: Depak Gorilla Glass, Samsung Punya Turtle Glass}

Gorilla Glass 4

Ilustrasi Gorilla Glass 4 (Foto: Istimewa)

Pada tahun 2014, Corning memperkenalkan Gorilla Glass 4. Berbeda dengan generasi sebelumnya, kali ini mereka datang dengan tujuan baru dengan berfokus pada ketahanan perangkat ketika jatuh.

Dalam presentasinya, Corning memaparkan hasil uji lab mereka yang menyebutkan bahwa kaca pelindung versi ke 4 ini dua kali lebih kuat dari generasi pendahulunya. Kaca ini diklaim mampu bertahan saat dijatuhkan dari ketinggian 0,8 meter (setinggi pinggang orang dewasa) ke permukaan yang kasar dan keras.

Beberapa smartphone yang memanfaatkan ketangguhan pelindung ini adalah Samsung Galaxy Note 5 dan Asus ZenFone 2 Laser.

Gorilla Glass 5

Ilustrasi Gorilla Glass 5 (Foto: Istimewa)

Generasi kelima dari Kaca Gorilla diumumkan pada tahun 2016. Kali ini Corning masih fokus membuat kaca buatannya ini lebih kuat saat terjatuh dari ketinggian. Tak tanggung-tanggung, Gorilla Glass 5 menghasilkan kekuatan empat kali lipat dari versi sebelumnya.

Corning memaparkan hasil uji labnya yang memperlihatkan kaca ini mampu bertahan ketika dijatuhkan dari ketinggian 1,6 meter. Di versi kelima ini juga dapat mencegah keretakan hingga 80% saat jatuh dari ketinggian 1 meter ke permukaan yang sangat keras.

Gorilla Glass 6

Ilustrasi Gorilla Glass 6 (Foto: Istimewa)

Gorilla Glass 6 diperkenalkan pertama kali pada Juli 2018. Corning mengatakan bahwa kaca generasi keenam ini sebagai langkah nyata dari generasi kelima, karena mereka menggunakan metode baru yang lebih ketat saat pengujian.

Hasilnya, kaca pelindung ini mampu bertahan ketika dijatuhkan hingga 15 kali berturut-turut dari ketinggian 1 meter ke permukaan yang kasar, sebelum akhirnya benar-benar pecah.

Pada versi 6 ini diklaim dua kali lebih kuat dibandingkan kaca generasi ke 5. Sampai saat ini, Gorilla Glass 6 tetap digunakan oleh banyak perangkat. Beberapa smartphone flagship memanfaatkan perlindungannya Samsung Galaxy S10 Series dan Sony Xperia 1.

{Baca Juga: 10 HP Xiaomi Terbaru Januari 2021, Harga dan Spek Lengkap}

Gorilla Glass Victus

Gorilla Glass Victus
Ilustrasi smartphone dengan Gorilla Glass Victus (Foto: Istimewa)

Corning memperkenalkan Gorilla Glass Victus pada Juli 2020. Berbeda dengan generasi-generasi sebelumnya yang menggunakan angka pada penamaannya, di generasi terbaru ini, Corning menghilangkan tradisi itu.

Corning tidak menggunakan nama Gorilla Glass 7 untuk kaca tahan gores generasi terbarunya, melainkan Gorilla Glass Victus. Pada generasi ketujuh ini, Corning memberi fokus pada dua hal, yaitu ketahanan ketika jatuh dan pada goresan.

Mereka memperlihatkan hasil uji lab Victus yang mampu bertahan ketika jatuh dari ketinggian 2 meter di atas permukaan yang keras dan kasar. Victus juga dua kali lebih tahan gores jika dibandingkan versi ke 6.

Corning mengklaim Victus jauh lebih baik jika dibandingkan dengan kaca tahan gores dari produk buatan pesaingnya yang juga menggunakan bahan aluminosilikat. Mereka mengatakan kaca tahan gores produk pesaing biasanya akan rusak atau pecah bila jatuh dari ketinggian kurang dari 0,8 meter.

Sebagai tambahan informasi, Gorilla Glass memang bukan satu-satunya kaca pelapis tahan gores untuk perangkat portabel, seperti smartphone atau tablet. Ada beberapa produk sejenis yang juga populer, seperti Dragontrail Glass buatan perusahaan asal Jepang, Asahi, dan Sapphire Screen buatan GT Advanced.

{VIDEO: Gorilla Glass Victus Sangat Tangguh, Ini Buktinya}

Dari ketiganya, nama Gorilla Glass memang yang paling familiar bagi para pengguna smartphone atau perangkat portabel lainnya. Padahal kalau bicara soal ketahanan, Sapphire Screen memiliki ketahanan lebih baik.

Nah, itulah tadi ulasan kami tentang Gorilla Glass, kaca pelindung yang namanya sangat populer, karena banyak digunakan pada smartphone flaghip yang merajai pasar, seperti iPhone, Samsung Galaxy S dan Note Series, dll. [HBS]

 

Related Articles

1 COMMENT

  1. […] layar baru yang dinamakan Guardiant. Corning merupakan produsen lapisan kaca untuk layar ponsel Gorilla Glass. Mereka mengklaim pelapis ini terbukti efektif 99,9% membunuh virus corona SARS-CoV-2 penyebab […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest Articles

- Advertisement -