Beranda blog Halaman 3954

Apple Store Grand Opening di Tiongkok, Ritel Apple Pertama di Asia

0

11658-4761-150124-Hangzhou-l_CD1JAKARTA – Apple membuka jaringan ritel baru di Tiongkok Bernama West LAke Apple Store, tepatnya di kota Hangzhou. Toko Apple di Tiongkok ini akan jadi yang terbesar di Asia. Dalam acara grand opening Sabtu lalu, kerumunan massa menyambut gembira pembukaan toko ini.

Seperti dikutip dari Apple Insider, Minggu (25/01/2015) pembukaan toko ini disaksikan langsung oleh Tim Cook, CEO Apple. Untuk pembukaan ini bahkan Cook membukanya dengan melakukan tweet khusus.

“Memulia sesuatu yang baru di Hangzhou, Tiongkok,” tweet Cook, dengan membubuhkan hashtag #AppleStoreWestLake. Cook jarang menggunakan twitternya untuk mempromosikan pembukaan cabang baru, tapi lokasi hangzhou merupakan lokasi penting sebagai langkah awal Apple melakukan ekspansi ke Tiongkok.

Sebelumnya SVP Retail Apple, Angela Ahrendts, mengungkapkan perusahaan berencana membuka 25 toko ritel di Tiongkok hingga akhir 2016. (AI/MS)

Twitter Minta Pengguna Populernya Stop Posting Link Instagram

0

twitter-40-640x0_digitaltrendsJAKARTA – Twitter mengkontak beberapa pengguna terverifikasinya dan memberinya sugesti agar mereka tidak melakukan tweet dengan gambar dari aplikasi lain seperti Instagram. Twitter menyarankan penggunanya menggunakan aplikasi gambar dari Twitter.

Seperti dikutip dari Digital Trends, Minggu (25/01/2015), pesan twitter berbunyi, “Post foto Anda langsung dari twitter untuk memasikan fans anda selalu melihatnya,” lalu pesan ini diiringi dua contoh tweet. Satu contoh tweet berisi gambar, sementara satu pesan lagi berisi link Instagram.

Untuk sekitar dua tahun pengguna Twitter telah menggunakan Instagram dengan menggunakan link, setelah Instagram menarik dukungan ke Twitter. Pergerakan ini membuat Instagram mulai kebanjiran pengunjung, tapi meninggalkan Twitter dengan satu masalah.

Pengguna terverifikasi, biasanya adalah para selebriti, bintang olahraga, dan bintang iklan dengan jutaan pengikut. Mereka penting bagi Twitter dan tentunya Twitter tidak ingin melihat mereka mengirim pesan yang berisi link ke layanan aplikasi lain. (AI/MS)

Oppo Find 9 Akan Gunakan RAM 4GB

0

main_midJAKARTA – Lagi OPPO segera meluncurkan produk terbarunya dari keluarga Find. Ponsel tersebut akan akan memiliki nama resmi Oppo Find 9.

Seperti telsetnews kutip dari PhoneArena, Minggu (25/1/2015), foto itu menunjukan panel layar yang terdapat di bagian muka.

Inikah Oppo Find 9? Berdasarkan gambar tersebut, terlihat bahwa Find 9 tetap hadir dengan bentang layar yang cukup besar. Sayangnya, tidak diketahui ukuran pastinya.

Selain bocoran gambar, situs CNMO juga membeberkan sedikit spesifikasi internal yang akan diusung Find 9. Ia dikatakan bakal dilengkapi prosesor Snapdragon 810 dari Qualcomm dan RAM 4 GB.

Sayangnya, belum diketahui detail spesifikasi lainnya yang melengkapi produk satu itu. (MS)

 

Nokia Rilis Lumia 930 “Golden Collector Edition”

0

930goldJAKARTA – Awal bulan ini, Nokia merilis Lumia 930 dengan edisi emas. Memiliki frame emas dipadukan dengan warna hitam pada bagian belakang membuat Lumia 930 terlihat lebih elegan.

Dikutip dari Phonearena, Minggu (25/01/2015), Lumia 930 versi emas hanya akan diproduksi 3000 unit dengan harga USD $467. Untuk paket pembelian terdapat Car charge DC-20 dan Nokia DT900 untuk pengisian nirkabel.

Nokia Lumia 930 belum dilengkapi dengan jaringan 4G, tapi datang dengan versi windows 8.1. Dibagian kamera, Nokia Lumia 930 menggunakan resolusi  5MP.(MS)

Foto-foto Nokia Lumia 930 “Golden Collector Edition”;

Samsung Galaxy S6 Bawa Kamera 20MP, Meluncur Bulan Maret?

0

1JAKARTA – Samsung Galaxy S6 ramai menjadi bahan pembicaraan. Dikatakan perangkat ini akan menggunakan RAM 4GB, lebih besar dari Galaxy S5 yang hanya 3GB. Lantas kapan Samsung akan meluncurkannya?

Samsung Electro-Mechanics subsidiary (SEM) dikabarkan akan menjadi pemasok untuk kamera 20MP dengan optical image stabilization pada Galaxy S6, menggantikan modul kamera dari Sony.

Seperti dikutip dari techradar, Minggu (25/01/2015), ada kabar menyebutkan jika Galaxy S6 akan meluncur pada bulan Maret mendatang. Laporan dari ETNews mengungkapkan jika Samsung Galaxy S6 akan debut beberapa minggu lebih awal dari rencana semula. Jika data situs tersebut terbukti benar, kemungkinan kita akan melihat Galaxy S6 pada event tahunan MWC 2015.

Informasi maupun bukti lebih lanjut mengenai spesifikasi Galaxy S6 pun mulai bermunculan. Perangkat ini akan menggunakan chip Samsung, bukan Snapdragon 810. (MS)

 

Intel Dorong Wanita Jadi Developer Game

0

Intel OfficeJAKARTA – Saat ini developer game masih didominasi kaum pria. Sementara jumlah wanita yang mau atau tertarik terjun ke industri pengembangan game dianggap masih sangat sedikit.

Padahal dikatakan bahwa jumlah wanita yang bekerja di industri pengembangan game akan bertumbuh dua kali lipat hingga 2025 jika International Game Developers Association memiliki niatan kuat ke arah sana.

Lucunya, bukan pelaku industri game, seperti Microsoft, Sony, Nintendo, dan bahkan bukan pula IGDA, yang tergerak membantu untuk mewujudkan target tersebut, melainkan perusahaan perangkat lunak, Intel.

Niatan ini dipertegas dengan pernyataan CEO Intel Brian Krzanich di ajang CES 2015 lalu, yang mengumumkan inisiatif pendanaan USD 300 juta untuk mendukung program ini. Pendanaan tersebut akan mendukung lebih banyak representatif positif untuk mendukung keberagaman di industri teknologi.

Keberagaman di sini lebih untuk mendukung wanita dan kaum minoritas. Tahun lalu, Intel juga menarik dukungan iklan dari situs game Gamasutra untuk lebih mendukung keberagaman. Aksi Intel memicu protes para gamer yang disebut GamerGate.

Namun protes itu tak menyurutkan niat Intel untuk menjalankan programnya. Bahkan, Kate Edwards, Presiden International Game Developers Association, mengatakan

“Intel dan asosiasi kini punya misi sama yakni memperbanyak jumlah wanita yang bekerja di industri game dalam 10 tahun mendatang,” kata Kate Edwards, Presiden International Game Developers Association, yang dikutip telsetNews dari Polygon, Sabtu (24/1/2015).

Edwards menolak memberi tahu jumlah pekerja wanita di industri game, tapi dari survey developer pada tahun lalu menunjukkan angka 21%. Di akhir tahun ini, Edwards percaya akan ada dampak dari kucuran dana Intel tersebut ke industri game. [AI/HBS]

 

Bos BlackBerry Curhat Developer Diskriminatif

0
BlackBerry App World
BlackBerry App World

JAKARTA – Sudah banyak yang tahu bahwa toko aplikasi BlackBerry memiliki koleksi yang jauh lebih sedikit dibanding Android dan iOS. Keengganan para developer mengembangkan aplikasi di BlackBerry menjadi penyebabnya. Masalah inilah yang dikeluhkan bos BlackBerry.

Bagi Anda pengguna setia BlackBerry, pasti akan sedikit gondok dengan pengguna Android dan iOS yang bisa menikmati banyak pilihan aplikasi populer yang menarik. Tak bisa dipungkiri, hingga saat ini jumlah koleksi aplikasi di BlackBerry memang masih sangat jauh dibanding yang ada di platform Android dan iOS.

Hal tersebut disebabkan karena para developer lebih suka untuk mengembangkan aplikasi buatan mereka di iOS dan Android. Para developer memang tak bisa disalahkan jika lebih memprioritaskan kedua platform tersebut, karena terkait dengan ‘isi kantong’ mereka.

Sudah menjadi rahasia umum, bahwa para developer saat ini lebih senang mengembangkan aplikasi untuk iOS karena faktor monetisasi yang lebih menggiurkan, sehingga lebih menguntungkan dari sisi pendapatan. Sementara di Android, developer mempertimbangkan faktor jumlah pengguna yang lebih banyak.

Nah, sayangnya BlackBerry tidak memiliki kedua ‘Faktor X’ tersebut, maka jangan heran apabila para developer enggan mengembangkan aplikasi buatannya di platform BlackBerry. Masalah inilah yang menjadi sumber curhat CEO BlackBerry John Chen. Menurut dia, para developer sudah bersikap diskriminatif terhadap BlackBerry.

Saat ini, badan legislatif Amerika Serikat (AS) sedang membahas soal masalah netralitas Internet. Kesempatan itupun digunakan Chen untuk menyampaikan unek-uneknya. Dia mengirimkan surat terbuka yang berisi soal pendapatnya mengenai sikap diskriminatif para developer yang enggan merilis aplikasi untuk BlackBerry.

Dengan surat terbukanya itu, Chen berharap agar para legislator bisa lebih memperluas definisi dari netralitas Internet, dimana ia mengusulkan agar memasukan juga apa yang dia sebut sebagai netralitas aplikasi ke dalam rancangan undang-undang yang sedang digodok oleh para legislator.

Menurut Chen, masalah ini penting menjadi masukan bagi para legislator membuat aturan yang dapat memberikan jaminan hukum yang bisa digunakan untuk menekan para developer agar tak hanya cuma mengembangkan aplikasi untuk iOS dan Android saja, tapi juga BlackBerry atau mobile OS lain.

Chen berdalih bahwa semua pelanggan jaringan broadband wireless berhak untuk mengakses aplikasi apapun yang mereka inginkan, dan para penyedia layanan konten ataupun aplikasi harusnya tidak diperbolehkan untuk melakukan diskriminasi dengan menggunakan acuan mobile OS yang digunakan.

Chen kemudian mencontohkan bagaimana BlackBerry “rela” memberikan aplikasi BBM bisa hadir di multi platform, agara para pengguna smartphone dengan merek apapun dan platform manapun. Sementara layanan iMessage atau Netflix masih terbatas untuk pengguna iOS saja.

Chen berpendapat bahwa jika para developer hanya memprioritaskan iOS dan Android, maka akan terjadi ekosistem 2 tingkat. Artinya, hanya pengguna iOS dan Android yang bisa mendapatkan kesempatan menikmati akses aplikasi yang lebih banyak. Sementara pengguna BlackBerry atau platform lain di bawahnya akan memiliki akses lebih sedikit.

Dengan alasan itulah, Chen menegaskan bahwa praktek diskriminasi yang terjadi selama ini bertentangan dengan azas netralitas internet yang dijalankan oleh banyak perusahaan operator seluler.

Namun usulan Chen agar para legislator mau memperluas definisi netralitas Internet dengan netralitas aplikasi dinilai terlalu jauh dari bahasan awal. Karena azas netralitas Internet yang kini tengah digodok parlemen AS lebih kepada masalah kebebasan berpendapat.

Tapi usaha Chen ini patut dimaklumi sebagai upayanya untuk membuat toko aplikasi di BlackBerry bisa memiliki koleksi aplikasi yang lebih beragam. Semoga berhasil ya.. [HBS]

Game Klasik Pong Bisa Diagnosa Penyakit Otak

0

Pong-screenJAKARTA – Riset University of Chicago menyebutkan game tahun 1970-an dari Atari bisa membantu peneliti menemukandiagnosa awal kerusakan orak, misalnya Parkinson dan autisme. Game ini membantu peneliti melihat pergerakan mata sebagai tanda awal ada atau tidaknya kerusakan otak.

Seperti dikutip dari Cnet, Sabtu (24/01/2015), hasil ini terlihat sederhana, sesederhana game ini. Game Atari yang dimaksud adalah game Pong. Game ini membuat bunyi blip khusus seiring dengan bola memantul di dasar layar ketika bola ini dipukul-pukul.

Ternyata, Pong merupakan cara paling efektif untuk mempelajari pergerakan mata. Presentasi hasil riset ini dipaparkan di  Brain Research Foundation’s Neuroscience Day. Para peneliti mengatakan ketika meneliti orang memainkan Pong, mata mereka akan dilacak melalui Dual Purkinje Image.

Mata akan terlihat fokus di objek bergerak, dan ketika objek bergerak tidak beraturan, maka pandangan manusia tidak memerlukan bekerja menggunakan parameter normal. Jika pergerakan tidak beraturan ini ada di kehidupan nyata, maka koordinasi antar mata dan otak bisa kacau.

Hasil riset ini bisa digunakan untuk membantu koordinasi mata dan otak dengan lebih baik. Hasil riset juga bisa membantu perusahaan mendesain dashboard di mobil misalnya, atau bahkan webpages yang lebih baik. (AI/MS)

Aktor Ashton Kutcher Rilis Platform Online A+

0

wwwJAKARTA – Aktor tampan Ashton Kuther kali ini memberikan sensasi baru di dunia teknologi, yakni membangun platform online A+. Sebelumnya di 2009 lalu aktor ini menjadi aktor pertama yang mencapai 1 juta pengikut di Twitter. Hal ini menyadarkan Kutcher, bagaimana kekuatan seorang selebriti di sosial media.

Seperti dikutip dari LA Times, Sabtu (24/01/2015), Kutcher mengatakan bahwa saat ini cara yang tepat untuk mengkonsumsi berita adalah melalui media sosial. “Tidak perlu organisasi besar untuk berita,” katanya.

Dengan pengetahuan sosial media ini, Kutcher membangun A+. Menurut dia, A+ merupakan website yang fokus mendistribusikan konten terkini untuk tujuan tertentu. “Distribusi yang hebat memerlukan tangungjawab yang hebat pula,” tambah dia.

Website ini membantu orang yang melakukan browsing di internet mengkonsumsi informasi dengan cepat. Tapi jika ingin lebih mendalam, juga bisa. Sejauh ini, website ini sudah memiliki 50 juta unique visitor per bulan dan sekitar 100 juta page view per bulan.

Konten ini dijalankan oleh 15 staf editorial. Kontributor konten ini akan dibayar berdasarkan volume halaman yang dibaca pemirsa tiap waktu. Kutcher menjalankan A+ dengan Evan Beard, yang ditunjuk sebagai CEO website ini dengan basis di New York, serta Kendall Dabaghi, presiden website sejak April lalu. (AI/MS)

Oculus Beri Penglihatan ala Burung ke Pengunjung Sundance

0

birdlyleadJAKARTA – Manusia bermimpi untuk terbang. Oleh sebab itu, Max Rheiner, pencipta Birdly, memberikan pengalaman virtual reality yang membuat penggunanya serasa menjadi burung. Sehingga, bisa melihat dengan perspektif sebagai burung.

Seperti dikutip dari Engadget, Sabtu (24/01/2015), Rheiner merupakan kepala interaksi program desain dari Zurich University of the Arts. Rheiner memperkenalkan Birdly ke pengunjung Sundance 2015, sebuah festival untuk eksibisi New Frontier.

Acara Sundance ini jadi ajang para kreator memperkenalkan karyanya dengan aneka cerita di dalamnya. Biasanya, para kreator ini menggunakan medium atau alat tertentu yang sudah ada, untuk memaparkan karyanya.

Di Birdly, sang kreator menggunakan Oculus Rift headset dengan pasangan lapisan plastik dan kipas untuk efek angin. Dengan demikian, pengalaman VR bisa dirasakan seluruh tubuh pengguna. (AI/MS)

Google Jadi Operator Seluler?

0

google

JAKARTA – Google akan mulai menjual layanan ponsel bersama device dengan OS Android, menurut beberapa laporan. Memang, beberapa tahun terakhir Google memiliki ambisi menjadi mobile provider, dan Google sudah memiliki persiapan yang cukup untuk itu.

Seperti dikutip dari CNN, Sabtu (24/01/2015), perusahaan berbasis mesin pencarian raksasa ini sudah menjadi penyedia layanan internet (internest service provider/ISP) melalui insiatif Google Fiber. Google bahkan memiliki layanan telepon VoIP bernama Google Voice, yang menyediakan nomor telepon Google dan menelepon pengguna lain melalui Gmail atau Hangouts melalui WiFi.

Kini, Google hanya perlu tower telekomunikasi untuk menjadikan layanannya meluas secara nasional. Tapi dibanding harus menggelontorkan dana miliaran dolar, Google dilaporkan akan menjalankan layanannya melalui jaringan Sprint dan T-Mobile. Google menolak berkomentar seputar isu ini.

Google dilaporkan akan membayar dua perusahaan telekomunikasi itu US$ 2 per gigabyte, menurut analis Macquarie Securities Kevin Smithen. Artinya, Google bisa membuat penyedia layanan telekomunikasi murah seperti Verizon dan AT&T patut khawatir. (AI/MS)

HoloLens, Headgear Augmented Reality dari Microsoft

0

JAKARTA – HoloLens merupakan headgear baru dari Microsoft untuk penglihatan augmented reality. Alat ini, jadi bintang baru pasangan OS Windows 10. Tapi, Microsoft baru memperkenalkannya sebagai proyek, dan menjaga produk ini tetap misterius sampai saat pemasaran.

Seperti dikutip dari Mashable, Sabtu (24/01/2015), Microsoft memperkenalkan HoloLens dengan sedikit kejutan. Mereka hanya beberapa menit  memperkenalkan alat ini, lalu menyembunyikannya.

Secara singkat, alat ini terlihat stylish, dengan paparan warna abu-abu. Usai diperkenalkan, Microsoft bahkan tidak memberikan ptototipe HoloLens untuk ditunjukkan. Para pengunjung acara pelucuran Windows 10 juga tidak bisa menggunakan atau menyentuh alat yang diperkenalkan secara tiba-tiba ini.

Microsoft memerlukan HoloLens untuk berkompetisi dengan kacamata pintar yang menawarkan augmented reality lain seperti Oculus Rift dan Project Morpheus dari Sony. Microsoft juga harus bekompetisi dengan Magic Leap, salah satu stratup binaan Google yang mendapatkan pendanaan hingga US$ 500 juta, dan akan jadi kacamata pintar masa depan Google.(AI/MS)