Beranda blog Halaman 264

Jeff Williams Pensiun dari Apple, Sabih Khan Jadi COO Baru

Telset.id – Perubahan besar terjadi di tubuh Apple. Jeff Williams, Chief Operating Officer (COO) yang telah menjadi tulang punggung operasional perusahaan selama hampir satu dekade, mengumumkan pengunduran dirinya. Kabar ini langsung mengguncang industri teknologi, mengingat Williams adalah sosok kunci di balik kesuksesan produk-produk ikonik seperti Apple Watch.

Williams, yang bergabung dengan Apple pada 1998, akan digantikan oleh Sabih Khan, Senior Vice President of Operations. Khan bukanlah nama baru di Apple. Dengan pengalaman 30 tahun di perusahaan tersebut, ia dianggap sebagai pilihan tepat untuk melanjutkan warisan Williams. Transisi jabatan ini akan resmi berlaku akhir bulan ini, sementara Williams akan pensiun sepenuhnya pada akhir tahun.

Warisan Jeff Williams di Apple

Jeff Williams bukan sekadar eksekutif biasa. Sejak diangkat sebagai COO pada 2015—posisi yang sebelumnya dipegang oleh Tim Cook sebelum menjadi CEO—Williams memainkan peran sentral dalam mengawasi operasi harian Apple. Ia juga memimpin tim desain produk setelah kepergian Jony Ive, serta mengelola divisi kesehatan dan Apple Watch.

“Jeff dan saya telah bekerja bersama selama yang bisa saya ingat, dan Apple tidak akan seperti sekarang tanpa dirinya,” ungkap Tim Cook dalam pernyataan resmi. Pernyataan ini menunjukkan betapa pentingnya kontribusi Williams dalam membentuk Apple menjadi raksasa teknologi seperti sekarang.

Jeff Williams dan Sabih Khan di Apple

Sabih Khan: Pemimpin Baru yang Berpengalaman

Sabih Khan, pengganti Williams, telah membuktikan diri sebagai sosok yang kompeten. Sejak bergabung dengan tim eksekutif pada 2019, Khan memimpin rantai pasokan global Apple dan berperan besar dalam mengurangi jejak karbon perusahaan hingga lebih dari 60%. Cook memuji Khan sebagai “pemimpin visioner” yang telah membawa Apple ke level baru dalam keberlanjutan lingkungan.

Lantas, apa tantangan terbesar bagi Khan? Selain melanjutkan inovasi produk, ia harus memastikan transisi kepemimpinan berjalan mulus tanpa mengganggu operasional perusahaan. Apalagi, Apple sedang gencar mengembangkan teknologi AI generatif, seperti yang pernah dibocorkan Tim Cook beberapa waktu lalu.

Meski demikian, perubahan ini juga membuka pertanyaan: Siapa yang akan mengambil alih divisi Apple Watch dan kesehatan? Hingga kini, Apple belum memberikan jawaban pasti. Namun, mengingat kedua divisi ini sangat strategis, keputusan siapa penggantinya pasti akan diumumkan dalam waktu dekat.

Williams mungkin meninggalkan Apple, tetapi warisannya akan tetap hidup. Dari kebijakan gaji eksekutif hingga inovasi produk, pengaruhnya telah tertanam dalam DNA perusahaan. Kini, semua mata tertuju pada Sabih Khan—apakah ia bisa membawa Apple melampaui era Jeff Williams?

Bocoran Resmi Samsung Galaxy Z Flip7: Layar Lebar & Kejutan Flip7 FE

Telset.id – Hanya hitungan jam sebelum Samsung resmi meluncurkan generasi ketujuh ponsel lipatnya, namun bocoran materi pemasaran telah mengungkap detail penting. Yang mengejutkan, varian FE (Fan Edition) dari Galaxy Z Flip7 dikabarkan memiliki layar cover lebih besar dari pendahulunya—sebuah langkah tak terduga yang bisa mengubah segalanya.

Berdasarkan materi promosi yang bocor, Galaxy Z Flip7 akan membawa “bezels termilik dalam sejarah seri Z Flip”, mengkonfirmasi bocoran sebelumnya tentang desain edge-to-edge. Layar sampingnya disebut “Infinity FlexWindow” dengan ukuran 4,1 inci, seperti diungkap oleh tipster ternama Ronald Quandt. Namun, kejutan sebenarnya datang dari Flip7 FE: meski dianggap sebagai rebrand dari Flip6, perangkat ini diklaim memiliki layar cover 4,1 inci—lonjakan signifikan dari 3,4 inci pada Flip6.

Bocoran desain Samsung Galaxy Z Flip7 dengan layar cover lebar

Jika bocoran ini akurat, Flip7 FE bisa menjadi pilihan menarik bagi penggemar Galaxy. Dengan spesifikasi hampir identik—kecuali chipset Exynos 2400 menggantikan Exynos 2500 di varian utama—dan harga lebih terjangkau, FE berpotensi menggeser pasar. Namun, tetap waspada: beberapa bocoran sebelumnya masih menunjukkan desain mirip Flip6 untuk FE. Seperti dilaporkan Telset.id, pergantian chipset ini bisa jadi strategi penghematan biaya Samsung.

Dari segi daya, Z Flip7 dikabarkan membawa baterai 4.300mAh, sementara FE bertahan di 4.000mAh—trade-off yang wajar. Warna premium seperti Blue Shadow dan Silver Shadow akan eksklusif untuk varian utama, sedangkan FE hanya menawarkan pilihan hitam dan putih. Keduanya juga dipastikan mengusung fitur AI kolaborasi Samsung-Google, dengan slogan promosi: “Jangan cari, tanyakan! Google Gemini memberi jawaban real-time.”

Dengan produksi massal yang telah dimulai—seperti dilaporkan Telset.id—Flip7 siap mengguncang pasar. Namun, apakah kejutan layar lebar FE ini terlalu bagus untuk menjadi kenyataan? Jawaban pasti hanya akan terungkap dalam acara peluncuran resmi besok.

Insta360 X5 BMW Motorrad Edition: Kamera 8K untuk Pengendara Motor

Bayangkan merekam setiap detik petualangan motor Anda dengan kualitas sinematik 8K, sambil tetap fokus pada jalanan. Inilah yang ditawarkan Insta360 X5 BMW Motorrad Edition, kamera aksi terbaru yang dirancang khusus untuk para pengendara motor. Dengan fitur-fitur canggih dan desain yang mengusung DNA BMW, kamera ini bukan sekadar aksesori—melainkan teman setia di setiap perjalanan.

Insta360, produsen kamera 360° ternama, kembali mengejutkan pasar dengan kolaborasi eksklusif bersama BMW Motorrad. Setelah sukses dengan seri X4, mereka meluncurkan versi terbatas X5 yang diperkaya fitur khusus untuk pengendara. Bagaimana performanya? Mari kita telusuri lebih dalam.

Sebelum melangkah lebih jauh, perlu diketahui bahwa Insta360 X5 BMW Motorrad Edition bukan sekadar rebranding. Kamera ini menghadirkan solusi nyata bagi masalah klasik pengendara: bagaimana merekam momen epik tanpa mengorbankan keselamatan.

Desain dan Fitur Eksklusif BMW Motorrad

Pada pandangan pertama, Anda akan langsung melihat sentuhan BMW Motorrad pada bodi kamera. Logo ikonik terpampang di bagian belakang, sementara aksesori seperti tas penyimpanan didesain ulang dengan zipper yang lebih kokoh. Namun, keunggulan sebenarnya justru ada di dalam sistem.

Insta360 Launches X5 BMW Motorrad Edition

Antarmuka kamera mengadopsi tema BMW yang elegan, dilengkapi dashboard statistik real-time. Saat merekam, Anda bisa melihat data seperti kecepatan dan jarak tempuh langsung tertanam di footage—fitur yang sangat berguna untuk analisis pasca-perjalanan atau membuat konten riding yang informatif.

BMW Motorrad Mini Remote: Kontrol Tanpa Melepas Tangan

Inovasi terbesar pada edisi ini adalah remote mini yang bisa dipasang di stang motor. Dengan satu ketuk, Anda bisa:

  • Memulai/menghentikan rekaman
  • Beralih antara mode 360° dan fixed view (InstaFrame Mode)
  • Mengaktifkan fitur khusus tanpa membuka aplikasi

Remote ini menghilangkan kebutuhan untuk mengoperasikan kamera secara manual saat berkendara—solusi cerdas yang meningkatkan keselamatan sekaligus kenyamanan.

Daya Tahan dan Performa Tingkat Lanjut

Insta360 X5 BMW Motorrad Edition dibekali baterai 2800 mAh yang diklaim 17% lebih tahan lama dari versi standar. Untuk pengendara touring, ini berarti lebih sedikit kekhawatiran tentang kehabisan daya di tengah perjalanan.

Kamera ini juga mendukung PureVideo Mode yang mengoptimalkan kualitas rekaman dalam berbagai kondisi cahaya—dari terik matahari hingga malam hari. Kombinasikan dengan teknologi FlowState Stabilization, hasilnya adalah footage yang halus bahkan di jalanan bergelombang.

Insta360 Launches X5 BMW Motorrad Edition

Harga dan Ketersediaan

Insta360 X5 BMW Motorrad Edition dijual dengan harga $599.99 melalui toko resmi Insta360. Dengan jumlah terbatas, kamera ini jelas menargetkan pengendara motor yang menginginkan peralatan rekaman premium. Insta360 juga mengadakan giveaway dengan pemenang yang diumumkan pada 18 Juli.

Bagi Anda yang mencari kamera aksi dengan spesifikasi serupa namun lebih terjangkau, Insta360 X4 bisa menjadi alternatif menarik. Namun, jika fitur khusus pengendara motor menjadi prioritas, edisi kolaborasi ini layak dipertimbangkan.

Di era dimana konten riding semakin populer, memiliki alat rekaman yang dirancang khusus untuk pengendara bukan lagi kemewahan—melainkan kebutuhan. Insta360 X5 BMW Motorrad Edition menjawab tantangan ini dengan elegan, menggabungkan teknologi mutakhir dengan pemahaman mendalam tentang dunia motor.

TECNO SPARK 40 Series: Revolusi Smartphone Entry-Level dengan Fitur Premium

Telset.id – Jika Anda mengira smartphone entry-level hanya menawarkan spesifikasi pas-pasan, siap-siap terkejut dengan kehadiran TECNO SPARK 40 Series. Barisan ponsel terbaru ini membawa segudang inovasi yang biasanya hanya ditemukan di perangkat flagship, namun dengan harga yang terjangkau.

Resmi diluncurkan dalam empat varian—SPARK 40 Pro+, SPARK 40 Pro, SPARK 40, dan SPARK 40C—seri ini menawarkan kombinasi sempurna antara desain premium, performa tangguh, dan fitur AI canggih. TECNO sepertinya serius ingin mengubah persepsi pasar tentang smartphone kelas entry hingga mid-range.

Desain Ultra Tipis dengan Daya Tahan Mumpuni

SPARK 40 Pro+ langsung mencuri perhatian sebagai smartphone dengan wireless charging paling tipis di dunia, dengan ketebalan hanya 6.49mm. Varian Pro tidak kalah mengesankan di angka 6.69mm. Keduanya hadir dalam empat pilihan warna trendi yang diprediksi akan disukai generasi Z.

TECNO SPARK 40 Pro+ dalam berbagai pilihan warna

Yang membuat seri ini istimewa adalah perlindungan Corning® Gorilla Glass 7i pada model Pro+ dan Pro, membuatnya tahan jatuh dari ketinggian 1.5 meter. Fitur IP64 juga menjamin ketahanan terhadap debu dan percikan air. Uniknya, layarnya tetap responsif meski digunakan dengan jari basah atau berminyak—solusi praktis untuk penggunaan sehari-hari.

Performa Tangguh dengan Baterai Awet

Di balik bodinya yang ramping, SPARK 40 Series menyimpan tenaga yang mengesankan. SPARK 40 Pro+ menjadi yang pertama mengusung prosesor MediaTek Helio G200 berbasis 6nm, dengan skor AnTuTu mencapai 470.000. Sementara varian Pro mengandalkan G100 Ultimate yang tak kalah tangguh.

Semua model utama dilengkapi baterai 5200mAh dengan dukungan 45W Super Flash Charge. Yang mengejutkan, Pro+ bahkan menawarkan wireless charging 30W—sebuah terobosan untuk segmen harganya. Fitur bypass charging membantu mengurangi panas saat bermain game, sementara teknologi pengisian cerdas menjamin 80% kesehatan baterai setelah 2000 siklus pengisian penuh.

Layar dan Audio Kelas Flagship

SPARK 40 Pro+ dan Pro membawa layar AMOLED 6.78 inci dengan resolusi 1.5K dan refresh rate 144Hz—spesifikasi yang biasanya hanya ada di ponsel premium. Dengan sampling rate 2160Hz dan kecerahan puncak 4500 nits, layar ini siap menghadirkan pengalaman visual yang memukau dalam berbagai kondisi pencahayaan.

Layar AMOLED TECNO SPARK 40 Series dengan refresh rate 144Hz

Untuk audio, TECNO melengkapi seri ini dengan dual stereo speaker berteknologi Dolby Atmos. Kombinasi layar dan audio premium ini menjadikan SPARK 40 Series pilihan ideal untuk menikmati konten multimedia.

Revolusi AI dalam Genggaman

TECNO menghadirkan asisten AI “Ella” yang didukung oleh platform canggih seperti ChatGPT, DeepSeek, dan Gemini. Fitur-fitur AI seperti Circle to Search, live call summarization, hingga penghapus objek latar belakang foto membuat pengalaman penggunaan semakin cerdas dan efisien.

Seri ini menjalankan HIOS 15, sistem operasi terbaru TECNO yang mendukung dual system mode dan antarmuka yang lebih user-friendly. Fitur penerjemah berbasis AI juga hadir untuk memudahkan komunikasi multibahasa.

Dari segi fotografi, semua model utama mengusung kamera 50MP dengan berbagai penyempurnaan. SPARK 40 Pro+ dilengkapi Electronic Image Stabilization (EIS) dan algoritma RAW domain untuk hasil foto yang lebih natural.

Dengan semua keunggulan ini, TECNO SPARK 40 Series berhasil menawarkan paket lengkap untuk pengguna yang menginginkan pengalaman premium tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam. Sebuah terobosan yang patut diapresiasi di segmen entry-level dan mid-range.

9 Cara Cek Nomor Indosat 2025: Mudah dan Cepat Tanpa Aplikasi

0

Telset.id – Banyak pengguna kartu prabayar Indosat yang sering lupa dengan nomor ponsel mereka, terutama bagi yang baru pertama kali menggunakan kartu perdana atau jarang melakukan panggilan dan SMS. Untungnya, ada beberapa cara mudah dan praktis untuk mengecek nomor Indosat tanpa perlu aplikasi tambahan atau langkah rumit.

Berikut sembilan cara simpel untuk mengecek nomor Indosat Anda:

1. Melalui Kode USSD *888#

Cara ini termasuk yang tercepat dan paling praktis karena tidak memerlukan koneksi internet. Pengguna cukup membuka menu panggilan, ketik *888#, lalu tekan tombol panggil. Setelah menu USSD muncul, pilih opsi Info dan ikuti instruksi hingga nomor Indosat, sisa pulsa, serta masa aktif kartu muncul di layar.

2. Melalui Kode USSD *12330#

Jika kode *888# tidak berfungsi, pengguna bisa mencoba alternatif lain dengan mengetik *12330# di menu panggilan. Langkahnya sama, cukup ikuti petunjuk yang diberikan pada menu USSD.

3. Melalui Kode USSD *123#

Kode *123# juga bisa digunakan untuk mengecek nomor Indosat sekaligus melihat berbagai layanan lainnya. Ketik *123# di menu panggilan, pilih opsi Info, dan ikuti instruksi hingga nomor ponsel muncul.

4. Melalui Kode USSD *885#

Indosat juga menyediakan opsi lain melalui *885#. Cara penggunaannya sama: buka menu panggilan, ketik *885#, lalu ikuti petunjuk pada menu USSD hingga informasi nomor ponsel tampil.

5. Melalui Pengaturan HP

Beberapa tipe ponsel dapat menampilkan nomor SIM secara otomatis di pengaturan perangkat. Buka menu Settings atau Pengaturan, pilih Tentang Ponsel, lalu masuk ke bagian Status SIM atau Informasi SIM. Nomor Indosat akan muncul jika fitur ini didukung.

6. Menghubungi Call Center Indosat

Pengguna juga bisa menghubungi call center Indosat di nomor 185. Setelah tersambung, ikuti instruksi suara untuk berbicara dengan petugas layanan pelanggan dan minta bantuan mengecek nomor ponsel.

7. Melalui Website Resmi Indosat

Sebagai operator yang mewajibkan registrasi kartu dengan NIK dan KK, Indosat menyediakan layanan pengecekan melalui situs resmi. Akses link cek nomor Indosat, masukkan NIK dan nomor KK yang terdaftar, lalu klik Cek Nomor. Nomor Indosat akan ditampilkan jika data cocok.

8. Melalui Kemasan Kartu SIM

Cara paling praktis lainnya adalah memeriksa kemasan kartu SIM yang masih tersimpan. Biasanya nomor HP tercetak jelas di bagian belakang atau dalam kemasan kartu perdana bersama informasi PIN dan PUK.

9. Menggunakan Aplikasi MyIM3

Bagi pengguna yang memiliki koneksi internet, aplikasi MyIM3 bisa menjadi solusi. Setelah mengunduh dan login, nomor Indosat akan langsung terlihat di halaman utama. Aplikasi ini juga mempermudah pemantauan sisa pulsa, kuota internet, hingga promo terbaru secara real-time.

Dengan berbagai cara di atas, pengguna Indosat tidak perlu lagi kesulitan saat ingin mengetahui nomor ponsel mereka. Pilih metode yang paling praktis sesuai kebutuhan.

Grok AI Diduga Sebarkan Konten Antisemit di Platform X

0

Telset.id – Grok, chatbot besutan xAI milik Elon Musk, dituduh menyebarkan konten antisemit dalam serangkaian balasan di platform X. Insiden ini terjadi setelah pembaruan perangkat lunak yang diklaim meningkatkan kemampuan Grok.

Dalam beberapa unggahan yang kini telah dihapus, Grok disebut mengulangi narasi antisemit sambil mengklaim dirinya “netral dan mencari kebenaran”. Salah satu balasan menyebutkan bahwa orang dengan nama belakang Yahudi sering terlibat dalam aktivisme sayap kiri radikal. Ungkapan ini dikenal sebagai stereotip yang biasa digunakan kelompok neo-Nazi.

Akun resmi Grok di X mengonfirmasi sedang mengambil langkah untuk mengatasi masalah ini. “Kami menyadari unggahan terbaru dari Grok dan sedang bekerja aktif untuk menghapus konten yang tidak pantas,” tulis pernyataan tersebut. xAI juga mengklaim telah menerapkan pembatasan untuk mencegah ujaran kebencian sebelum Grok memposting di X.

Eskalasi Konten Bermasalah

Ini bukan pertama kalinya Grok menimbulkan kontroversi. Sebelumnya, chatbot ini dituduh menyebarkan teori konspirasi “white genocide” tanpa diminta. Grok sempat menyebut teori tersebut sebagai “konspirasi yang sudah terbukti salah” setelah mendapat sorotan media.

Insiden terbaru terjadi setelah pembaruan perangkat lunak pada 4 Juli lalu. Elon Musk mengklaim Grok telah mengalami peningkatan signifikan. Namun, pembaruan tersebut juga membuat Grok lebih vokal dalam menyampaikan pandangan yang “tidak populer secara politik”.

Menurut catatan pembaruan kode, Grok kini diinstruksikan untuk “tidak menghindari klaim yang tidak populer secara politik asalkan didukung bukti” dan “menganggap sudut pandang subjektif dari media sebagai bias”.

Untuk pengguna yang ingin memanfaatkan Grok secara lebih positif, tersedia panduan cara mudah menggunakan Grok AI di HP Android dan iPhone serta tutorial penggunaan Grok di platform X.

Respons dan Implikasi

Alih-alih memperbaiki diri, Grok justru semakin mengeskalasi ucapannya dengan menyebut diri “MechaHitler”. Nama ini diklaim sebagai referensi karakter robot Hitler dalam game Wolfenstein 3D.

Kasus ini menambah daftar panjang masalah bias dalam model AI. Sebelumnya, alat pencarian AI dari Google dan Microsoft juga ketahuan menampilkan penelitian rasis dalam hasil pencarian. OpenAI pun pernah dituduh memperkuat stereotip seksis melalui alat pembuat video Sora.

Insiden ini terjadi tepat sebelum xAI menggelar acara peluncuran Grok 4 pada Rabu (10/7). Perusahaan belum memberikan tanggapan resmi atas permintaan komentar dari media.

OpenAI Rekrut 4 Insinyur Top dari Tesla, xAI, dan Meta

0

Telset.id – OpenAI telah merekrut empat insinyur berpengalaman dari perusahaan teknologi ternama, termasuk mantan Wakil Presiden Teknik Perangkat Lunak Tesla, David Lau. Langkah ini memperkuat tim skala OpenAI yang bertanggung jawab atas infrastruktur AI canggih.

Informasi ini terungkap melalui pesan internal Slack yang dikirim oleh salah satu pendiri OpenAI, Greg Brockman. Selain Lau, tiga rekrutan lainnya adalah Uday Ruddarraju (mantan Kepala Infrastruktur xAI dan X), Mike Dalton (insinyur infrastruktur xAI), dan Angela Fan (peneliti AI dari Meta). Ruddarraju dan Dalton sebelumnya juga bekerja di Robinhood.

“Kami senang menyambut anggota baru ini ke tim skala kami,” kata juru bicara OpenAI, Hannah Wong. “Pendekatan kami adalah terus membangun dan menyatukan tim infrastruktur, penelitian, dan produk kelas dunia untuk mempercepat misi kami.”

Peran Strategis Tim Skala OpenAI

Tim skala OpenAI mengelola perangkat keras, perangkat lunak, dan pusat data yang mendukung pelatihan model AI mutakhir. Salah satu proyek utama mereka adalah Stargate, sebuah usaha patungan untuk membangun infrastruktur AI berskala besar.

“Infrastruktur adalah tempat penelitian bertemu kenyataan, dan OpenAI telah membuktikan kesuksesannya,” kata Ruddarraju. “Stargate khususnya adalah proyek ambisius yang sesuai dengan tantangan sistem yang saya sukai.”

Persaingan Ketat di Industri AI

Rekrutmen ini terjadi di tengah persaingan sengit untuk merebut talenta terbaik di industri AI. Meta, misalnya, baru-baru ini merekrut setidaknya tujuh orang dari OpenAI dengan paket kompensasi tinggi dan akses ke sumber daya komputasi besar.

CEO OpenAI, Sam Altman, bahkan sempat menyatakan bahwa perusahaan mungkin akan menyesuaikan kompensasi peneliti untuk bersaing lebih baik. Persaingan ini juga melibatkan Thinking Machines Lab, startup yang dipimpin mantan CTO OpenAI, Mira Murati.

Lau menyatakan, “Sangat jelas bagi saya bahwa mempercepat kemajuan menuju kecerdasan buatan umum yang aman dan selaras adalah misi paling berharga untuk karier saya selanjutnya.”

Rekrutmen dari Tesla dan xAI ini berpotensi memicu ketegangan lebih lanjut antara Altman dan Elon Musk, yang menggugat OpenAI atas tuduhan menyimpang dari misi awalnya. OpenAI membalas dengan menuduh Musk melakukan persaingan tidak sehat.

Perang talenta di industri AI semakin intens sejak peluncuran ChatGPT pada akhir 2022. Perusahaan-perusahaan besar kini berlomba mengembangkan kecerdasan super buatan (artificial superintelligence) yang dapat melampaui kemampuan manusia dalam berbagai tugas.

Seperti dilaporkan sebelumnya di Telset.id, Apple juga sedang memperkuat divisi AI-nya untuk bersaing di pasar yang semakin ketat ini.

Cara Kerja BitChat, Aplikasi Chat Tanpa Internet dari Jack Dorsey

0

Telset.id – Jack Dorsey, pendiri X (dulu Twitter), kembali meluncurkan inovasi di dunia aplikasi perpesanan. Kali ini, ia memperkenalkan BitChat, aplikasi chat terdesentralisasi yang beroperasi tanpa internet dan nomor telepon. BitChat diumumkan melalui akun X milik Dorsey pada Minggu malam (6/7/2025).

BitChat menawarkan konsep berbeda dari aplikasi pesan populer seperti WhatsApp atau Telegram. Aplikasi ini mengandalkan jaringan mesh Bluetooth untuk mengirim pesan tanpa bergantung pada koneksi internet atau server pusat. Pengguna juga tidak perlu mendaftar dengan nomor HP atau alamat email.

Dalam buku putih yang dirilis Dorsey, BitChat dirancang sebagai platform peer-to-peer berbasis Bluetooth. Jangkauannya bisa mencapai lebih dari 300 meter berkat teknologi mesh, di mana setiap perangkat berfungsi sebagai repeater untuk memperluas jaringan.

Cara Kerja BitChat

BitChat memanfaatkan jaringan Bluetooth pada perangkat pengguna untuk mengirim pesan. Jika dua pengguna berada dalam jangkauan Bluetooth (biasanya 10 meter), mereka bisa berkomunikasi langsung. Namun, dengan teknologi mesh, pesan bisa diteruskan melalui perangkat lain hingga mencapai tujuan.

Semakin banyak pengguna di suatu area, semakin luas jangkauan BitChat. Misalnya, dalam satu gedung perkantoran, pesan bisa menyebar dari satu lantai ke lantai lain melalui perangkat-perangkat yang terhubung.

Keunggulan BitChat

Dorsey menyebut BitChat terinspirasi dari aplikasi pesan era 1990-an hingga 2000-an yang tidak bergantung pada server pusat. Beberapa keunggulannya meliputi:

  • Tidak memerlukan koneksi internet
  • Tanpa registrasi nomor telepon atau email
  • Privasi lebih terjaga karena tidak ada penyimpanan data terpusat
  • Cocok untuk kondisi darurat atau area tanpa sinyal

Meski demikian, BitChat memiliki keterbatasan. Jaringannya hanya efektif dalam lingkup kecil seperti rumah, kantor, atau lingkungan RT/RW. Untuk komunikasi jarak jauh, pengguna tetap membutuhkan internet.

Dorsey belum mengumumkan tanggal rilis resmi BitChat. Namun, minat publik terhadap aplikasi ini cukup tinggi, terutama di kalangan penggemar privasi digital. Sebelumnya, Dorsey juga menginisiasi Bluesky, platform sosial terdesentralisasi yang sempat ramai digunakan.

BitChat bisa menjadi alternatif menarik di tengah kekhawatiran pengguna terhadap kebijakan privasi aplikasi pesan mainstream. Seperti yang terjadi pada DeepSeek yang dilarang di Korea Selatan karena isu transfer data tanpa izin.

Perkembangan BitChat patut diikuti, terutama melihat tren aplikasi yang semakin mengedepankan desentralisasi. Sebelumnya, Google juga mengubah kebijakan keamanan aplikasi di Android lawas, menunjukkan pentingnya inovasi di sektor teknologi komunikasi.

Tecno Siap Umumkan Phantom Ultimate G Fold, Smartphone Trifold Terbaru

0

Telset.id – Tecno bersiap mengumumkan konsep smartphone terbarunya, Phantom Ultimate G Fold, pada pertengahan Juli 2025. Perangkat ini merupakan pengembangan dari konsep tri-fold sebelumnya, Phantom Ultimate 2, yang pernah dipamerkan di MWC 2025.

Phantom Ultimate G Fold mengusung desain lipat ke dalam (inward-folding), mirip dengan yang diusung Samsung pada perangkat tri-fold mereka. Desain ini memungkinkan layar utama terlindungi sepenuhnya saat dilipat, mengurangi risiko kerusakan. Namun, Tecno menegaskan bahwa G Fold masih dalam tahap konsep dan belum siap diproduksi massal.

Tecno to announce its Phantom Ultimate G Fold Concept soon, here’s what it looks like

Perangkat ini dilengkapi dengan layar samping di bagian kiri dan tiga kamera belakang. Tecno mengklaim layarnya akan tampak rata dan mulus saat dibuka penuh, tanpa lipatan yang terlihat. Hal ini dicapai berkat kombinasi teknologi layar fleksibel dan komponen engsel yang lebih kecil untuk mekanisme dual-hinge.

Engsel inovatif pada G Fold mendukung multi-angle hovering dan berbagai formasi lipatan. Tecno juga mengklaim perangkat ini akan menjadi smartphone tri-fold tertipis saat ini, mengalahkan Huawei Mate XT Ultimate yang memiliki ketebalan 3,6 mm saat dibuka.

Tipster Ice Universe membagikan beberapa gambar tambahan yang memperlihatkan G Fold dalam keadaan terlipat dan terbuka. Gambar tersebut juga memperlihatkan layar utama yang luas dan tiga kamera belakang.

Sebelumnya, Tecno telah menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan teknologi smartphone lipat melalui Phantom Ultimate 2. Kini, dengan G Fold, mereka terus berinovasi untuk menawarkan pengalaman pengguna yang lebih baik.

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang produk Tecno lainnya, simak 7 Hal yang Bikin Tecno Pova 6 Jagonya HP Gaming dan Tecno Rilis Pova 6 di Indonesia, Harga Mulai Rp2,7 Jutaan.

Honor X70 Resmi Diumumkan, Baterai 8.300 mAh dan Charging 80W

0

Telset.id – Honor secara resmi mengumumkan kehadiran smartphone terbarunya, Honor X70, yang akan diluncurkan pada 15 Juli mendatang. Perangkat ini mencuri perhatian dengan kapasitas baterai raksasa 8.300 mAh, yang diklaim sebagai salah satu yang terbesar di kelasnya.

Selain baterai besar, Honor X70 juga mendukung pengisian daya cepat 80W baik secara wired maupun wireless. Fitur ini memungkinkan pengguna mengisi ulang baterai dalam waktu singkat meski kapasitasnya sangat besar. Brand asal China ini juga membagikan gambar resmi perangkat dalam empat pilihan warna.

Berdasarkan bocoran sebelumnya, Honor X70 akan dibekali layar OLED 6,79 inci dengan resolusi 1200×2640 piksel dan refresh rate 120Hz. Perangkat ini menggunakan chipset Snapdragon 6 Gen 4 yang didukung RAM 12GB dan penyimpanan internal 256GB. Sistem operasinya adalah MagicOS 9 berbasis Android.

Yang mengejutkan, meski memiliki baterai berkapasitas sangat besar, Honor X70 tetap ramping dengan ketebalan kurang dari 8mm dan bobot di bawah 200 gram. Desain tipis ini membuatnya nyaman digenggam meski baterainya besar.

Honor X70 diperkirakan akan bersaing ketat dengan smartphone kelas menengah lainnya yang menggunakan chipset Snapdragon seri 6 dan 7. Dengan baterai besar dan fitur charging cepat, perangkat ini cocok untuk pengguna yang mengutamakan daya tahan baterai.

Peluncuran resmi Honor X70 akan diselenggarakan di China pada 15 Juli. Hingga saat ini, Honor belum mengungkap harga resmi perangkat ini. Namun, mengacu pada seri sebelumnya, Honor X70 kemungkinan akan dibanderol dengan harga kompetitif di segmen menengah atas.

Redmi 15C Bocor, Siap Rilis dengan Android 15 dan Baterai 6.000 mAh

0

Telset.id – Redmi 15C, penerus Redmi 14C yang diluncurkan Agustus lalu, telah muncul dalam gambar bocoran resmi. Ponsel ini dikabarkan akan hadir dalam empat varian warna: Moonlight Blue, Twilight Orange, Midnight Black, dan hijau. Menurut sumber terpercaya, Redmi 15C akan dibekali RAM 4GB dan penyimpanan 128GB.

Redmi 15C juga telah mendapatkan sertifikasi NBTC di Thailand dengan kode model 25078RA3EA. Bersamaan dengan itu, Poco C85 dengan kode model 25078PC3EG juga telah disertifikasi. Kedua ponsel ini diduga akan memiliki spesifikasi yang sangat mirip, bahkan mungkin identik.

Redmi 15C images leak just as it gets certified alongside its Poco C85 twin

Berdasarkan sertifikasi FCC sebelumnya, Redmi 15C akan mengusung layar LCD HD+ berukuran 6,9 inci dengan notch berbentuk waterdrop. Ponsel ini juga dilengkapi baterai berkapasitas besar 6.000 mAh yang mendukung pengisian daya cepat 33W. Redmi 15C diperkirakan akan menjalankan Android 15 dengan antarmuka HyperOS dari Xiaomi.

Meskipun kode model “2507” mengindikasikan peluncuran pada bulan Juli 2025, pola peluncuran Xiaomi, Redmi, dan Poco seringkali tidak dapat diprediksi. Namun, kedua ponsel ini dipastikan akan segera resmi diluncurkan dalam waktu dekat.

Redmi 15C images leak just as it gets certified alongside its Poco C85 twin

Redmi 15C akan tetap menjadi ponsel 4G, mengikuti jejak pendahulunya. Fitur unik yang terlihat dari gambar bocoran adalah teks tulisan tangan di bagian belakang yang mengidentifikasi model ponsel ini.

Dengan spesifikasi ini, Redmi 15C diprediksi akan bersaing di segmen ponsel menengah bawah. Baterai besar dan dukungan pengisian daya cepat menjadi nilai tambah utama ponsel ini.

Redmi 15C images leak just as it gets certified alongside its Poco C85 twin

Peluncuran Redmi 15C dan Poco C85 akan menjadi tambahan menarik bagi lini produk Xiaomi di tahun 2025. Kedua ponsel ini diharapkan dapat memberikan alternatif terjangkau dengan fitur memadai bagi pengguna yang tidak membutuhkan kemampuan 5G.

OPPO Reno14 Pro Hadir dengan Chipset MediaTek Dimensity 8450

0

Telset.id – OPPO secara resmi meluncurkan Reno14 Pro sebagai smartphone pertama yang menggunakan chipset MediaTek Dimensity 8450. Peluncuran ini menandai kolaborasi strategis jangka panjang antara OPPO dan MediaTek, setelah sebelumnya Dimensity 9400 diperkenalkan melalui Find X8 Series dan Dimensity 8350 di Reno13 Series.

Garven Yin, Vice President dan Presiden Lini Produk Reno di OPPO, menyatakan bahwa performa harian, gaming, dan fitur AI pada Reno14 Pro didukung oleh chipset yang kuat dan efisien. “Dengan MediaTek Dimensity 8450, Reno14 Pro menghadirkan lompatan besar dalam efisiensi daya, performa, dan kecerdasan berbasis AI,” ujarnya.

Dr. Yenchi Lee, General Manager Wireless Communications Business Unit di MediaTek, menambahkan bahwa kolaborasi ini mencerminkan komitmen kedua perusahaan dalam inovasi teknologi mobile. “Dimensity 8450 membawa AI, imaging, dan gaming setingkat flagship ke Reno14 Pro,” jelasnya.

Standar Baru Performa dan Efisiensi

MediaTek Dimensity 8450 dibangun dengan proses fabrikasi 4nm generasi kedua dari TSMC. Chipset ini menggunakan desain CPU All Big Core dengan delapan inti Arm Cortex-A725, menghasilkan peningkatan performa multi-core hingga 41% dan efisiensi daya hingga 44% dibandingkan generasi sebelumnya.

Untuk grafis, GPU Arm Mali-G720 MC7 memberikan peningkatan performa 24% dengan konsumsi daya 42% lebih rendah. Kemampuan kamera juga ditingkatkan berkat Imagiq 1080 ISP, sementara MediaTek NPU 880 menghadirkan kapabilitas AI generatif terbaik di kelasnya.

Optimasi Khusus untuk Reno14 Pro

Tim R&D OPPO dan MediaTek bekerja sama untuk mengoptimalkan performa chipset ini secara khusus. Trinity Engine milik OPPO mampu mencocokkan performa sesuai kebutuhan aplikasi, dengan mengoptimalkan penggunaan cache SLC dan L3. Hasilnya, kelancaran sistem meningkat 22% dan proses instalasi aplikasi lebih cepat 26%.

OPPO juga merancang Nano Dual-Drive Cooling Architecture untuk Reno14 Pro, termasuk vapor chamber ultra-tipis dengan partikel alumina nano. Solusi ini memastikan pendinginan lebih efisien tanpa mengorbankan desain ramping.

Untuk fotografi, Reno14 Pro didukung teknologi Dual Exposure Fusion di level hardware, memungkinkan kamera menangkap eksposur pendek dan panjang secara bersamaan. Hasilnya, pengguna dapat mengambil foto tanpa shutter lag dan blur. ISP Imagiq 1080 juga mendukung perekaman video 4K 60fps dengan HLG HDR di seluruh kamera belakang.

Sebagai informasi tambahan, OPPO Reno14 Pro juga hadir dengan ColorOS 15 yang lebih cerdas dan lancar. Peluncuran global smartphone ini diharapkan segera menyusul setelah peluncuran perdana di Taiwan.