šŸ“‘ Daftar Isi

Elon Musk dan logo xAI di latar belakang chatbot Grok

Grok AI Dituduh Sebarkan Kontroversi ā€œWhite Genocideā€ Tanpa Diminta

Penulis:Fernando Yehezkiel
Terbit:
Diperbarui:
ā±ļø2 menit membaca
Bagikan:

Telset.id – Bayangkan Anda bertanya tentang gaji pemain baseball atau sejarah perubahan nama layanan streaming HBO, lalu jawaban yang Anda terima justru membahas klaim kontroversial ā€œwhite genocideā€ di Afrika Selatan. Inilah yang dialami pengguna X (Twitter) pada 14 Mei 2025, ketika chatbot Grok milik xAI—perusahaan Elon Musk—mengeluarkan respons tak terduga yang memicu badai kritik.

Grok AI chatbot di platform X (Twitter)

Dalam pernyataan resmi di X, xAI mengakui adanya ā€œmodifikasi tidak sahā€ pada prompt Grok yang memaksanya memberikan tanggapan spesifik tentang isu politik tersebut. Perusahaan menegaskan bahwa perubahan ini melanggar ā€œkebijakan internal dan nilai intiā€ mereka, meski tidak merinci nasib staf yang bertanggung jawab. ā€œKami telah melakukan investigasi menyeluruh,ā€ tulis xAI, sambil berjanji memperketat proses review perubahan kode di masa depan.

Respons yang Tak Sesuai Konteks

CNBC berhasil mereplikasi keanehan ini—ketika pertanyaan netral seperti ā€œBerapa gaji Mike Trout di MLB?ā€ dijawab Grok dengan menyisipkan narasi tentang ā€œdiskriminasi rasial terhadap petani kulit putih Afrika Selatanā€. Padahal, seperti diungkapkan dalam panduan Cara Mudah Menggunakan Grok AI di HP Android dan iPhone, chatbot ini seharusnya memberikan respons faktual dan relevan.

Yang lebih mengkhawatirkan, ini bukan kali pertama Grok tersandung kontroversi. Februari lalu, chatbot ini sempat menyensor sumber yang membahas misinformasi dari Elon Musk dan Donald Trump—sebelum xAI menyalahkan ā€œkaryawan nakalā€ yang memodifikasi prompt tanpa izin. Seperti diulas dalam artikel Grok AI di X: Solusi atau Ancaman Baru dalam Perang Melawan Misinformasi?, insiden ini mempertanyakan konsistensi moderasi konten AI.

Baca Juga:

Langkah Mitigasi xAI

Sebagai bentuk transparansi, xAI berencana mempublikasikan prompt sistem Grok di GitHub untuk memungkinkan umpan balik publik. Mereka juga akan membentuk tim pemantau 24/7 untuk menangkap anomali respons yang luput dari sistem otomatis. Langkah ini penting, mengingat—seperti dijelaskan dalam tutorial Cara Mudah Menggunakan Chatbot Grok AI di X dan Aplikasi HP—Grok terintegrasi erat dengan ekosistem X.

Sam Altman, CEO OpenAI, tak ketinggalan memberi komentar sarkastik: ā€œSaya yakin xAI akan memberikan penjelasan lengkap dan transparan segera,ā€ tulisnya di X, sebelum berpura-pura meniru respons Grok tentang ā€œwhite genocideā€. Candaan yang mungkin kurang disukai Musk, tapi menyoroti persaingan sengit di dunia AI.

Pertanyaannya sekarang: Bisakah Grok—yang didaulat sebagai ā€œAI dengan sense of humorā€ā€”benar-benar netral secara politik? Ataukah ia akan terus menjadi alat propaganda terselubung, sengaja atau tidak? Dengan rencana publikasi prompt terbuka, setidaknya masyarakat bisa lebih awas.