Beranda blog Halaman 110

Komdigi Wajibkan Registrasi HP Pakai Face Recognition

0

Telset.id – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyiapkan aturan baru yang mewajibkan registrasi pelanggan seluler menggunakan data biometrik pengenalan wajah (face recognition). Kebijakan ini bertujuan meminimalisasi penyalahgunaan identitas untuk kejahatan digital seperti penyebaran hoaks, judi online, SMS spam, dan penipuan.

Mekanisme registrasi sebelumnya yang hanya mengandalkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan nomor Kartu Keluarga (KK) dinilai masih rentan dimanfaatkan pelaku kejahatan. Komdigi dalam pernyataan tertulisnya menegaskan, “Sehingga perlu dilakukan penyempurnaan terhadap ketentuan registrasi pelanggan jasa telekomunikasi agar mampu memastikan validitas data pelanggan jasa telekomunikasi dilakukan secara aman, efektif, dan efisien.”

Landasan hukum kebijakan ini merujuk pada Pasal 153 ayat (2) PM 5/2021 tentang kewajiban penyelenggara jasa telekomunikasi menerapkan prinsip mengenal pelanggan (Know Your Customer/KYC). Namun, aturan teknis penggunaan biometrik wajah belum diatur secara detail dalam peraturan menteri tersebut.

Rincian Aturan Baru Registrasi Biometrik

Rancangan Peraturan Menteri (RPM) Registrasi Pelanggan menjadi bagian dari Program Kerja Kementerian Komunikasi dan Digital Tahun Anggaran 2025. Beberapa poin material baru yang akan diatur meliputi kewajiban registrasi bagi calon pelanggan WNI dengan tiga komponen data: Nomor MSISDN (nomor pelanggan), NIK, dan data biometrik pengenalan wajah.

Untuk calon pelanggan berusia di bawah 17 tahun dan belum menikah yang belum memiliki KTP elektronik maupun data biometrik, registrasi wajib menggunakan NIK calon pelanggan serta NIK dan data biometrik kepala keluarga sesuai data Kartu Keluarga. Ketentuan serupa juga berlaku untuk registrasi eSIM yang harus menggunakan NIK dan data biometrik pengenalan wajah.

Komdigi menjelaskan bahwa RPM Registrasi Pelanggan akan mengatur beberapa hal pokok mencakup registrasi pelanggan jasa telekomunikasi (prabayar dan pascabayar), keamanan data pelanggan, perlindungan nomor pelanggan, pengawasan dan pengendalian, serta ketentuan peralihan. Penguatan registrasi ini sejalan dengan upaya Kemkomdigi memperketat pengawasan judi online melalui berbagai sistem pengendalian.

Tahapan Implementasi dan Ketentuan Khusus

Penerapan aturan registrasi biometrik wajah akan dilakukan secara bertahap selama satu tahun sejak Peraturan Menteri diundangkan. Pada tahap transisi ini, registrasi masih dapat menggunakan NIK dan nomor KK, sementara biometrik face recognition bersifat opsional.

Masa transisi satu tahun bertujuan memberikan ruang sosialisasi serta memastikan kesiapan penyelenggara telekomunikasi. Setelah periode tersebut berakhir, registrasi hanya dapat dilakukan menggunakan NIK dan biometrik face recognition. Kebijakan ini hanya berlaku bagi pelanggan baru, sementara pelanggan eksisting yang telah teregistrasi menggunakan NIK dan nomor KK tidak diwajibkan melakukan registrasi ulang.

Komdigi menambahkan, “Berdasarkan pertimbangan tersebut di atas, perlu adanya Peraturan Menteri yang mengatur ketentuan teknis registrasi pelanggan jasa telekomunikasi menggunakan data kependudukan biometrik pengenalan wajah untuk meningkatkan validitas data pelanggan guna memperkuat keamanan digital secara nasional.”

Langkah penguatan keamanan digital ini juga tercermin dalam upaya Kemkomdigi memperkuat kolaborasi pengawasan gim online untuk melindungi anak-anak dari konten berbahaya. Sementara itu, operator telekomunikasi seperti XL Axiata terus menunjukkan kinerja positif di tengah transformasi digital yang berlangsung cepat.

Implementasi registrasi biometrik diharapkan dapat mengurangi secara signifikan kasus penipuan online dan penyalahgunaan identitas yang selama ini merugikan masyarakat. Teknologi face recognition dengan akurasi mencapai 95% dinilai mampu memverifikasi identitas pengguna dengan lebih akurat dibanding metode konvensional.

Kepala Peneliti Keamanan OpenAI Mundur di Tengah Sorotan ChatGPT

0

Telset.id – Andrea Vallone, pemimpin tim penelitian keamanan OpenAI yang berperan penting dalam membentuk respons ChatGPT terhadap pengguna yang mengalami krisis kesehatan mental, mengumumkan pengunduran dirinya dari perusahaan bulan lalu. Vallone yang mengepalai tim penelitian kebijakan model (model policy) dijadwalkan meninggalkan OpenAI pada akhir tahun ini.

Keberangkatan Vallone terjadi saat OpenAI menghadapi sorotan yang semakin besar terkait cara produk andalannya merespons pengguna yang sedang dalam tekanan mental. Dalam beberapa bulan terakhir, beberapa gugatan telah diajukan terhadap OpenAI yang mengklaim bahwa pengguna membentuk ketergantungan tidak sehat pada ChatGPT. Beberapa gugatan tersebut menyatakan ChatGPT berkontribusi terhadap gangguan kesehatan mental atau mendorong pemikiran bunuh diri.

OpenAI spokesperson Kayla Wood mengonfirmasi kepergian Vallone. Wood menyatakan OpenAI sedang aktif mencari pengganti dan bahwa, untuk sementara waktu, tim Vallone akan melapor langsung kepada Johannes Heidecke, kepala sistem keamanan perusahaan. Langkah ini menunjukkan komitmen OpenAI untuk mempertahankan fokus pada aspek keamanan meski terjadi perubahan kepemimpinan.

Upaya OpenAI Tangani Pengguna dalam Distress

Di bawah tekanan tersebut, OpenAI telah bekerja untuk memahami bagaimana ChatGPT seharusnya menangani pengguna yang sedang tertekan dan meningkatkan respons chatbot. Tim kebijakan model adalah salah satu tim yang memimpin pekerjaan tersebut, dengan memelopori laporan Oktober yang merinci kemajuan perusahaan dan konsultasi dengan lebih dari 170 ahli kesehatan mental.

Dalam laporan tersebut, OpenAI menyatakan bahwa ratusan ribu pengguna ChatGPT mungkin menunjukkan tanda-tanda mengalami krisis manik atau psikotik setiap minggu, dan bahwa lebih dari satu juta orang “melakukan percakapan yang mencakup indikator eksplisit dari potensi perencanaan atau niat bunuh diri.”

Melalui pembaruan ke GPT-5, OpenAI mengatakan dalam laporan tersebut mereka mampu mengurangi respons yang tidak diinginkan dalam percakapan ini sebesar 65 hingga 80 persen. Peningkatan ini menjadi bukti nyata upaya perusahaan dalam menangani isu sensitif ini, meski masih harus terus dikembangkan.

Vallone menulis dalam postingan LinkedIn: “Selama setahun terakhir, saya memimpin penelitian OpenAI tentang pertanyaan yang hampir tidak memiliki preseden mapan: bagaimana seharusnya model merespons ketika dihadapkan dengan tanda-tanda ketergantungan emosional berlebihan atau indikasi awal tekanan kesehatan mental?” Vallone tidak menanggapi permintaan komentar dari WIRED.

Tantangan Keseimbangan Antara Ramah dan Profesional

Membuat ChatGPT menyenangkan untuk diajak berbicara, tetapi tidak terlalu menyanjung, merupakan ketegangan inti di OpenAI. Perusahaan secara agresif berusaha memperluas basis pengguna ChatGPT, yang sekarang mencakup lebih dari 800 juta orang per minggu, untuk bersaing dengan chatbot AI dari Google, Anthropic, dan Meta.

Setelah OpenAI merilis GPT-5 pada Agustus lalu, pengguna memberikan respons balik dengan berargumen bahwa model baru tersebut ternyata terlalu dingin. Dalam pembaruan terbaru ke ChatGPT, perusahaan mengatakan telah secara signifikan mengurangi sikap penjilat sambil mempertahankan “kehangatan” chatbot. Perubahan ini menunjukkan kompleksitas dalam menyeimbangkan kepribadian AI dengan tanggung jawab keamanan.

Keberangkatan Vallone mengikuti reorganisasi Agustus dari grup lain yang berfokus pada respons ChatGPT terhadap pengguna yang tertekan, yaitu tim perilaku model (model behavior). Pemimpin sebelumnya, Joanne Jang, meninggalkan peran tersebut untuk memulai tim baru yang mengeksplorasi metode interaksi manusia-AI yang baru. Staf perilaku model yang tersisa dipindahkan di bawah pimpinan pasca-pelatihan Max Schwarzer.

Perkembangan terbaru ini terjadi bersamaan dengan pencabutan akses OpenAI terhadap FoloToy setelah boneka AI Kumma memberikan arahan berbahaya. Insiden tersebut semakin menegaskan pentingnya pengawasan ketat terhadap implementasi teknologi AI dalam berbagai platform.

Sementara itu, OpenAI terus berinovasi dengan menguji coba fitur obrolan grup di ChatGPT dan meluncurkan GPT-5.1 dengan dua model baru dan lebih banyak kepribadian. Inovasi-inovasi ini menunjukkan bahwa meski menghadapi tantangan keamanan, perusahaan tetap berkomitmen untuk mengembangkan kemampuan AI mereka.

Perubahan kepemimpinan di tim keamanan OpenAI ini terjadi di tengah meningkatnya perhatian regulator dan publik terhadap dampak AI terhadap kesehatan mental. Transisi ini akan menjadi ujian penting bagi kemampuan perusahaan dalam mempertahankan standar keamanan yang tinggi sambil terus berinovasi dalam teknologi chatbot.

Realme Neo 8 Bocor: Baterai Raksasa dan Chipset Misterius

0

Telset.id – Dunia smartphone gaming tak pernah berhenti berdenyut. Baru sebulan lalu Realme meluncurkan GT 8 series di China, kini perhatian beralih ke generasi penerus lini Neo. Bocoran terbaru mengindikasikan Realme Neo 8 akan datang dengan senjata rahasia: baterai berkapasitas luar biasa dan chipset yang masih menjadi teka-teki.

Jika Anda penggemar berat ponsel gaming, bersiaplah untuk sesuatu yang berbeda. Bukan sekadar peningkatan refresh rate atau desain RGB yang mencolok, melainkan pendekatan revolusioner terhadap daya tahan baterai. Bayangkan bermain game berjam-jam tanpa harus khawatir mencari stopkontak – mimpi yang mungkin segera menjadi kenyataan.

Menurut informasi dari tipster ternama Smart Pikachu, Realme Neo 8 akan membawa baterai “8k+” yang diinterpretasikan sebagai kapasitas di atas 8.000mAh. Ini bukan sekadar angka – ini perubahan paradigma untuk smartphone gaming yang biasanya mengorbankan daya tahan demi performa. Seperti yang pernah kami bahas dalam artikel sebelumnya tentang bocoran Realme Neo 8, langkah ini bisa menjadi game changer di pasar yang semakin kompetitif.

Content image for article: Realme Neo 8 Bocor: Baterai Raksasa dan Chipset Misterius

Ilustrasi smartphone gaming dengan baterai besar

Namun, baterai raksasa hanyalah satu bagian dari puzzle. Smart Pikachu juga mengungkap bahwa Realme Neo 8 akan menggunakan frame logam – pilihan material yang biasanya ditemukan di flagship premium. Kombinasi antara kekuatan struktural dan kemampuan dissipasi panas yang lebih baik membuat ponsel ini semakin menarik untuk sesi gaming marathon.

Yang tak kalah menarik adalah kehadiran ultrasonic fingerprint scanner. Teknologi ini dikenal lebih cepat dan akurat dibandingkan scanner optik konvensional, plus mampu bekerja bahkan dengan jari yang basah. Untuk gamer yang sering berganti-ganti antara minuman dan ponsel, fitur ini jelas menjadi nilai tambah signifikan.

Layar menjadi aspek krusial lainnya. Laporan terbaru mengungkap Realme Neo 8 akan menggunakan panel OLED LTPS flat berukuran 6.78 inci dengan resolusi 1.5K. Kombinasi antara teknologi OLED dan resolusi tinggi ini menjanjikan visual yang memukau untuk game-game dengan grafis intensif. Layar flat juga lebih praktis untuk penggunaan sehari-hari dibandingkan curved display yang kadang merepotkan.

Di sektor fotografi, Realme Neo 8 dikabarkan akan mengandalkan kamera utama 50MP. Meski bukan angka tertinggi di pasaran, yang penting adalah bagaimana Realme mengoptimalkan sensor ini. Pengalaman dengan seri sebelumnya menunjukkan komitmen Realme terhadap kualitas kamera meski fokus utama ada di performa gaming.

Realme Neo 7 dengan desain starship

Namun, di balik semua keunggulan ini, ada satu misteri yang belum terpecahkan: chipset apa yang akan menggerakkan Realme Neo 8? Digital Chat Station sebelumnya mengklaim ponsel ini akan menggunakan Snapdragon 8 Gen 5, yang konon akan debut pertama kali di OnePlus Ace 6T bulan ini. Tapi Smart Pikachu membantah klaim ini dan menyebut informasi chipset yang beredar tidak akurat.

Pertarungan antara Snapdragon dan MediaTek untuk tahta chipset gaming kembali memanas. Realme Neo 7 yang diluncurkan Desember 2024 menggunakan Dimensity 9300 Plus, jadi wajar jika banyak yang menduga Neo 8 akan menggunakan Dimensity 9400+. Tapi Snapdragon 8 Gen 5 juga menjanjikan lompatan performa signifikan. Seperti yang kita lihat dalam evolusi chipset di seri GT Neo sebelumnya, pilihan prosesor bisa menentukan posisi produk di pasar.

Ketidakpastian ini justru membuat Realme Neo 8 semakin menarik untuk ditunggu. Apakah Realme akan tetap setia pada MediaTek atau beralih ke Snapdragon? Keputusan ini tidak hanya mempengaruhi performa gaming, tapi juga positioning harga dan daya saing melawan rival-rival seperti Xiaomi dan OnePlus.

Yang jelas, dengan baterai raksasa, frame logam, scanner ultrasonik, dan layar OLED 1.5K, Realme Neo 8 sudah menunjukkan sinyal kuat sebagai penantang serius di segmen smartphone gaming. Tunggu saja kejutan-kejutan lain yang mungkin masih disembunyikan Realme hingga peluncuran resminya dalam beberapa bulan mendatang.

Bocoran Resmi! Poco X8 Pro Ungkap Baterai Raksasa dan Charging 100W

0

Telset.id – Sementara pasar global menanti kehadiran Poco F8 Pro dan F8 Ultra, sebuah kejutan lain sedang dipersiapkan di balik layar. Bocoran terbaru dari sertifikasi SGS justru mengungkap detail awal tentang Poco X8 Pro, yang disebut-sebut akan membawa paket baterai dan pengisian daya yang benar-benar menggoda. Apakah ini jawaban untuk keluhan baterai smartphone yang kerap habis di tengah hari?

Perangkat dengan kode model 2511FPC34G ini muncul dalam catatan sertifikasi SGS, membawa kabar gembira bagi para pengguna yang mengutamakan ketahanan baterai. Daftar tersebut mengonfirmasi dukungan konektivitas standar seperti Bluetooth, WLAN, NFC, dan yang paling penting, dukungan 5G yang komprehensif meliputi band n1, n3, n7, n8, n28, n38, n41, dan n78. Tak ketinggalan, port USB Type C yang sudah menjadi standar industri modern juga turut dikonfirmasi kehadirannya.

Namun, yang paling menarik perhatian adalah rincian tentang paket daya. Sertifikasi mengungkap penggunaan baterai berlabel BM6Q dengan kapasitas 6500 mAh dan nilai rated 6330 mAh. Bayangkan, dengan kapasitas sebesar ini, Anda bisa menjelajahi dunia digital seharian penuh tanpa perlu khawatir mencari stopkontak. Dan ketika waktunya mengisi ulang, adapter daya MDY-19-EX siap memberikan charging wired 100W dengan perlindungan Class II. Dalam hitungan menit saja, perangkat ini bisa kembali siap menemani aktivitas Anda.

Poco X7 Pro design

Perjalanan Poco X8 Pro sebenarnya sudah bisa dilacak sejak Juli lalu ketika muncul di sertifikasi EEC, meski saat itu tidak ada informasi signifikan yang terungkap. Kini, dengan bocoran dari SGS, kita mulai melihat gambaran yang lebih jelas tentang apa yang akan ditawarkan seri penerus dari Poco X7 Series yang baru saja masuk Indonesia ini.

Koneksi dengan Redmi Turbo 5: Strategi Rebranding yang Terus Berlanjut

Laporan-laporan sebelumnya telah mengisyaratkan kemungkinan bahwa Poco X8 Pro akan hadir sebagai versi rebranded dari Redmi Turbo 5 yang belum diluncurkan. Teori ini semakin menguat ketika perangkat Redmi dengan model number 2511FRT34C muncul di website sertifikasi 3C awal bulan ini. Kesamaan dalam penomoran model ini memperkuat ekspektasi bahwa Poco mungkin akan melanjutkan strategi usual-nya dalam mengadaptasi model-model Redmi tertentu untuk pasar global di bawah bendera Poco.

Jika teori ini terbukti akurat, Poco X8 Pro kemungkinan besar akan membawa sebagian besar profil hardware yang sama dengan Redmi Turbo 5 yang akan datang. Menurut berbagai laporan, Turbo 5 yang akan menjadi perangkat eksklusif China ini akan menampilkan layar OLED LTPS 1.5K flat berukuran 6,67 inci, frame tengah berbahan metal, chipset Dimensity 8500-Ultra (yang masih akan datang), dan baterai dengan kapasitas sekitar 7.000 mAh.

Ada kemungkinan bahwa Poco X8 Pro yang ditujukan untuk pasar global akan membawa baterai yang lebih kecil, seperti yang terlihat dalam bocoran SGS. Ini bukan hal baru dalam strategi Poco, di mana mereka sering menyesuaikan spesifikasi tertentu untuk menyesuaikan dengan preferensi dan kebutuhan pasar yang berbeda-beda. Seperti yang kita lihat pada Poco X7 Series yang resmi dikonfirmasi akan segera hadir di Indonesia, adaptasi semacam ini justru bisa menjadi keunggulan kompetitif.

Timeline Peluncuran: Antara Spekulasi dan Realita

Berdasarkan bocoran-bocoran sebelumnya, seri Poco X8 diperkirakan akan meluncur pada Januari tahun depan. Sementara untuk Turbo 5, perangkat tersebut mungkin akan diluncurkan lebih awal, yaitu pada bulan Desember ini di China. Timeline ini memberikan gambaran bahwa Poco ingin memberikan jeda waktu yang cukup antara peluncuran versi China dan global, memungkinkan mereka untuk melakukan penyesuaian dan optimasi berdasarkan feedback awal dari pasar China.

Pertanyaannya sekarang: apakah strategi rebranding ini akan berhasil mempertahankan momentum positif yang dibangun oleh Xiaomi 17 Pro Max yang baru-baru ini menguasai ranking performa Android? Atau justru akan menciptakan kebingungan di kalangan konsumen? Yang pasti, dengan kombinasi baterai besar dan charging super cepat, Poco X8 Pro setidaknya sudah menunjukkan komitmennya untuk menjawab kebutuhan praktis pengguna smartphone modern.

Dengan kapasitas baterai 6500 mAh dan dukungan charging 100W, Poco X8 Pro berpotensi menjadi jawaban bagi mereka yang lelah dengan smartphone yang harus dicharge berkali-kali dalam sehari. Dalam era di mana kita semakin bergantung pada perangkat mobile untuk bekerja, bersosialisasi, dan hiburan, ketahanan baterai bukan lagi sekadar fitur tambahan, melainkan kebutuhan primer. Dan Poco tampaknya memahami betul hal ini.

Sebagai penutup, meski masih berupa bocoran dan spekulasi, kemunculan Poco X8 Pro dalam sertifikasi SGS memberikan secercah harapan bagi pasar smartphone menengah yang ha akan inovasi. Dengan warisan positif dari Poco X7 Series yang mengandalkan performa kencang, tidak berlebihan jika kita berharap bahwa Poco X8 Pro akan membawa terobosan yang lebih berarti. Tunggu saja Januari mendatang – saat semua teka-teki ini akhirnya terungkap.

OnePlus 15R Bocor: Snapdragon 8 Gen 5 dan Kamera Dual 50MP

0

Telset.id – Bayangkan smartphone dengan chipset terbaru yang mampu menyaingi konsol gaming, namun dengan harga yang jauh lebih terjangkau. Itulah yang mungkin akan dihadirkan OnePlus melalui varian 15R mendatang. Bocoran terbaru mengindikasikan, ponsel ini tidak hanya akan membawa Snapdragon 8 Gen 5 yang powerful, tetapi juga konfigurasi kamera dual 50MP yang cukup menarik perhatian.

Sebagai media teknologi terpercaya di Indonesia, Telset.id terus memantau perkembangan terbaru di industri smartphone. Kali ini, fokus kami tertuju pada OnePlus 15R yang semakin sering muncul dalam berbagai rumor. Jika informasi ini akurat, maka OnePlus sedang mempersiapkan penantang serius di segmen flagship budget dengan spesifikasi yang benar-benar membuat para gamer dan content creator penasaran.

Lalu, seberapa kredibel informasi ini? Semuanya berawal dari tweet seorang tipster ternama, Debayan Roy dari Gadgets Data, yang mengklaim memiliki sumber terpercaya mengenai spesifikasi OnePlus 15R. Menurutnya, ponsel ini akan menjadi perangkat pertama dengan Snapdragon 8 Gen 5 yang meluncur di pasar global. Sebuah klaim yang cukup berani, mengingat persaingan di segmen ini semakin ketat.

Snapdragon 8 Gen 5: Jantung Performa yang Diincar

Mari kita bahas lebih dalam tentang chipset yang menjadi andalan OnePlus 15R ini. Snapdragon 8 Gen 5 merupakan prosesor flagship terbaru Qualcomm yang dijadwalkan rilis pada 26 November mendatang. Chipset ini dijanjikan akan membawa lompatan performa signifikan, terutama dalam hal efisiensi daya dan kemampuan gaming.

Bagi Anda yang penasaran dengan detail lebih lanjut mengenai chipset ini, kami telah membahasnya secara mendalam dalam artikel sebelumnya tentang peluncuran resmi Snapdragon 8 Gen 5. Yang menarik, OnePlus 15R dikabarkan akan menggunakan varian standar, sementara flagship utama OnePlus 15 akan mendapatkan versi Elite yang lebih powerful.

Pertanyaannya, apakah Snapdragon 8 Gen 5 di OnePlus 15R akan memberikan pengalaman gaming yang mulus? Berdasarkan track record Qualcomm, sangat mungkin. Chipset ini dioptimalkan khusus untuk menangani game-game berat dengan frame rate tinggi dan grafis maksimal. Performanya bahkan dikabarkan mampu menyaingi beberapa konsol gaming portabel yang ada di pasaran.

Kamera Dual 50MP: Upgrade atau Downgrade?

Aspek lain yang menarik perhatian adalah konfigurasi kamera belakang. OnePlus 15R dikabarkan akan menggunakan setup dual kamera dengan kedua sensor beresolusi 50MP. Konfigurasi ini terdiri dari sensor utama 50MP dan lensa ultra wide 50MP.

Bagi yang memperhatikan perkembangan seri R sebelumnya, ini bisa dianggap sebagai perubahan signifikan. OnePlus 13R yang diluncurkan sebelumnya masih menggunakan triple camera setup yang mencakup telephoto shooter. Penghapusan kamera telephoto pada OnePlus 15R ini mengikuti tren yang juga terjadi pada flagship utama OnePlus 15.

Lantas, apakah ini merupakan downgrade? Tidak sepenuhnya. Meski kehilangan kamera telephoto, kualitas kedua sensor 50MP tersebut kemungkinan akan lebih baik. OnePlus mungkin fokus pada kualitas daripada kuantitas, dengan mengoptimalkan dua sensor utama untuk hasil foto yang lebih maksimal dalam kondisi pencahayaan beragam.

Ilustrasi konsep desain OnePlus 15R dengan kamera dual 50MP

Hubungan dengan OnePlus Ace 6T dan Strategi Global

Yang tak kalah menarik adalah hubungan antara OnePlus 15R dengan OnePlus Ace 6T. Berdasarkan informasi yang beredar, OnePlus 15R kemungkinan besar akan menjadi versi rebrand dari Ace 6T yang ditujukan untuk pasar global. Strategi ini sebenarnya sudah lama diterapkan OnePlus, dimana varian Ace di China biasanya muncul sebagai seri R di pasar internasional.

OnePlus Ace 6T sendiri diprediksi akan segera meluncur di China dengan spesifikasi yang mirip. Hal ini memberikan gambaran bahwa kita mungkin tidak perlu menunggu lama untuk melihat penampakan resmi perangkat ini. Peluncuran Ace 6T di China biasanya menjadi indikator waktu peluncuran varian globalnya.

Persaingan di segmen flagship budget sendiri semakin panas. OnePlus 15R akan bersaing ketat dengan Vivo S50 Series yang juga akan menggunakan Snapdragon 8 Gen 5, serta Motorola Edge 70 Ultra yang sudah lebih dulu bocor dengan spesifikasi menggiurkan.

Strategi OnePlus dengan menghadirkan Snapdragon 8 Gen 5 di segmen menengah-atas ini cukup cerdas. Mereka menawarkan performa flagship dengan harga yang lebih terjangkau, sambil tetap menjaga margin profit yang sehat. Pendekatan ini terbukti efektif dalam menarik konsumen yang menginginkan performa terbaik tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam.

Apa yang Bisa Kita Harapkan?

Meski masih sebatas rumor, pola yang terbentuk dari berbagai bocoran ini cukup konsisten. OnePlus 15R akan menjadi jawaban bagi mereka yang menginginkan performa gaming terbaik dengan budget terbatas. Kombinasi Snapdragon 8 Gen 5 dan kamera dual 50MP merupakan paket yang sulit ditolak, terutama jika dibanderol dengan harga kompetitif.

Namun, sebagai konsumen bijak, kita perlu tetap kritis. Bocoran-bocoran ini masih perlu dikonfirmasi kebenarannya melalui peluncuran resmi. OnePlus mungkin masih memiliki beberapa kejutan lain yang belum terungkap, baik dalam hal fitur tambahan maupun strategi harga.

Yang pasti, kehadiran OnePlus 15R akan semakin memanaskan persaingan di segmen smartphone gaming dan flagship budget. Bagi industri, ini adalah kabar baik karena berarti konsumen akan memiliki lebih banyak pilihan berkualitas dengan harga yang semakin terjangkau. Tunggu saja pengumuman resminya dalam waktu dekat, dan pastikan Anda mengikuti update terbaru di Telset.id untuk informasi paling akurat seputar OnePlus 15R dan perkembangan teknologi terkini.

MediaTek Luncurkan Dimensity Cockpit P1 Ultra, Chipset 4nm untuk Mobil Masa Depan

0

Telset.id – Bayangkan Anda sedang berkendara, lalu dengan suara Anda meminta mobil untuk mengatur suhu kabin, memutar film favorit di layar belakang, sekaligus memantau kondisi jalan dengan AI—semua berjalan lancar tanpa koneksi internet. Itulah masa depan yang dijanjikan MediaTek dengan peluncuran resmi prosesor cockpit automotive terbarunya, Dimensity Cockpit P1 Ultra.

Dibangun dengan proses manufaktur 4nm yang canggih, chipset ini tidak sekadar meningkatkan performa, tetapi mendefinisikan ulang pengalaman berkendara. MediaTek mengklaim mobil pertama yang menggunakan chip ini akan segera diluncurkan, membawa standar baru untuk konektivitas, hiburan, dan keamanan berbasis AI langsung di dalam kendaraan.

Ilustrasi dashboard mobil modern dengan multiple display didukung chipset Dimensity Cockpit P1 Ultra

Lalu apa yang membuat Dimensity P1 Ultra begitu spesial? Mari kita selami spesifikasinya. Chip ini mengusung CPU 8-core yang mampu menghasilkan computing power hingga 175K DMIPS—angka yang cukup untuk menangani berbagai tugas berat secara bersamaan. Untuk urusan grafis, MediaTek menyematkan GPU dengan hardware-level ray tracing yang menawarkan performa hingga 1800 GFLOPS. Bayangkan kualitas visual game konsol sekarang bisa Anda nikmati di dashboard mobil.

Yang benar-benar membedakan adalah kemampuan AI-nya. Dengan dedicated NPU berkapasitas 23 TOPS, P1 Ultra bahkan dapat menjalankan generative AI di edge side. Berkat arsitektur Armv9 dan unit AI bawaan, chip ini mendukung large language model 7 miliar parameter langsung di dalam mobil. Artinya, asisten suara canggih, interaksi multimodal, hingga generasi gambar on-device seperti Stable Diffusion dapat berjalan tanpa bergantung pada cloud.

MediaTek juga fokus pada efisiensi waktu pengembangan bagi para produsen mobil. P1 Ultra mengintegrasikan multiple komponen—mulai dari smart cockpit, modul konektivitas, hingga T-BOX—ke dalam platform tunggal. Ini berarti pengembangan sistem yang lebih cepat dan biaya yang lebih efisien. Dukungan untuk 5G, dual-band Wi-Fi, Bluetooth, GNSS, dan modem bawaan membuat konektivitas menjadi lebih seamless daripada sebelumnya.

Untuk sistem kamera, tersedia HDR ISP dengan AI noise reduction dan AI 3A yang membantu fitur seperti 360-degree surround view, driving recorder, dan cabin monitoring. Bayangkan mobil yang bisa “melihat” dan “memahami” lingkungan sekitarnya dengan lebih baik, memberikan rasa aman ekstra bagi pengemudi dan penumpang.

Demo antarmuka multimedia mobil dengan chipset Dimensity Cockpit P1 Ultra menampilkan multiple display

Hiburan dalam kabin pun mengalami revolusi. P1 Ultra mendukung hingga enam display secara bersamaan, dan berkat teknologi MiraVision dari MediaTek, dapat menangani video playback dan recording 4K 60fps. Ini membuka kemungkinan setup multi-screen untuk pengemudi, penumpang, dan sistem hiburan kursi belakang—semua ditenagai oleh satu chip tunggal. Tidak perlu lagi rebutan remote atau kabel yang berantakan.

MediaTek juga mengonfirmasi bahwa Dimensity Cockpit P1 Ultra akan hadir dalam tiga versi—model 5G, 4G, dan Wi-Fi—semuanya tetap mengusung CPU 8-core dan GPU 6-core. Fleksibilitas ini memungkinkan produsen mobil memilih varian yang paling sesuai dengan segmen pasar dan kebutuhan konsumen.

Lalu bagaimana dengan performa AI-nya dalam skenario nyata? Dengan kemampuan menjalankan large language model secara lokal, mobil dapat memahami perintah suara yang lebih kompleks dan kontekstual. Misalnya, Anda bisa berkata, “Saya lapar, temukan restoran Jepang terdekat yang buka sekarang dan putar musik jazz yang santai”—dan sistem akan mengeksekusi semua perintah tersebut secara bersamaan.

Keamanan berbasis AI juga menjadi nilai tambah signifikan. Sistem dapat memantau kondisi pengemudi untuk mendeteksi kelelahan atau gangguan, sekaligus menganalisis lingkungan sekitar untuk memperingatkan potensi bahaya. Semua ini berjalan secara real-time tanpa perlu mengirim data ke cloud, menjaga privasi dan mengurangi latency.

Integrasi yang ditawarkan P1 Ultra juga berarti penghematan space dan power yang signifikan. Daripada menggunakan multiple chip untuk fungsi berbeda, sekarang cukup satu platform yang menangani semuanya. Ini tidak hanya menguntungkan dari sisi biaya, tetapi juga meningkatkan reliabilitas sistem secara keseluruhan.

Dengan peluncuran Dimensity Cockpit P1 Ultra, MediaTek jelas sedang mengejar porsi pasar yang semakin besar di industri automotive. Chip ini tidak sekadar upgrade incremental, tetapi lompatan signifikan dalam menghadirkan pengalaman digital yang terintegrasi di dalam kendaraan. Ketika mobil pertama dengan chip ini meluncur, kita mungkin akan menyaksikan awal era baru dimana kendaraan tidak hanya sebagai alat transportasi, tetapi sebagai ruang hidup digital yang cerdas.

Bagi konsumen, ini berarti pengalaman berkendara yang lebih personal, aman, dan menghibur. Bagi produsen mobil, ini adalah peluang untuk membedakan produk dengan fitur-fitur inovatif yang sebelumnya hanya ada dalam konsep. Dan bagi industri teknologi, ini adalah bukti bahwa konvergensi antara mobility dan computing sedang berakselerasi dengan cepat.

Jadi, siapkah Anda menyambut mobil yang lebih cerdas dari yang pernah Anda bayangkan? Dengan Dimensity Cockpit P1 Ultra, masa depan tersebut tidak lagi sekadar impian, tetapi kenyataan yang akan segera kita alami di jalanan.

Tim Cook Tak Akan Segera Lengser dari Jabatan CEO Apple

0

Telset.id – Spekulasi tentang rencana pensiun Tim Cook sebagai CEO Apple kembali mencuat. Namun kali ini, kabar tersebut langsung dibantah oleh salah satu jurnalis teknologi paling terpercaya. Apakah benar pemimpin yang telah membawa Apple menjadi perusahaan pertama yang mencapai valuasi US$3 triliun ini akan segera mengundurkan diri?

Laporan Financial Times yang beredar pekan lalu mengklaim Cook berencana mengundurkan diri antara Januari dan Juni 2026. Namun, Mark Gurman dari Bloomberg dengan tegas menyebut timeline tersebut “prematur dan tidak akurat.” Dalam newsletter Power On terbarunya, Gurman bahkan menyatakan akan “terkejut” jika Cook benar-benar meninggalkan posisinya pada pertengahan 2026.

Gurman, yang memiliki rekam jejak akurat dalam melaporkan perkembangan internal Apple, menegaskan bahwa tidak ada tanda-tanda internal yang menunjukkan transisi kepemimpinan akan segera terjadi. Cook, yang baru saja merayakan ulang tahun ke-65 bulan ini, masih aktif terlibat dalam roadmap produk Apple, termasuk push besar-besaran perusahaan di bidang AI.

Tim Cook

Fakta menariknya, meski tidak ada rencana pensiun dalam waktu dekat, Apple memang telah mempersiapkan skenario suksesi Cook. John Ternus, Senior Vice President Hardware Engineering Apple, disebut sebagai kandidat terkuat pengganti Cook. Ternus yang memimpin pengembangan iPhone, Mac, dan Vision Pro ini semakin banyak mengambil tanggung jawab dalam beberapa bulan terakhir.

Laporan Financial Times sebelumnya mengklaim Apple bisa mengumumkan rencana pengunduran diri Cook sebelum WWDC 2026 untuk memastikan transisi yang mulus. Namun Gurman membantah keras klaim ini. Menurutnya, cerita tersebut tidak berasal dari sumber dengan pengetahuan langsung dan bukan bagian dari strategi komunikasi internal mana pun.

Gurman juga menepis teori bahwa cerita tersebut sengaja dibocorkan untuk menguji reaksi publik. Dia menegaskan bahwa mengingat kesuksesan besar Apple di bawah kepemimpinan Cook, sang CEO telah mendapatkan hak untuk menentukan masa depannya sendiri. Ketika akhirnya memutuskan untuk mundur, Cook diperkirakan akan tetap menjabat sebagai Chairman dewan, memungkinkannya terus mempengaruhi arah Apple di tahun-tahun mendatang.

Cook telah memimpin Apple sejak 2011, menggantikan Steve Jobs yang meninggal dunia. Di bawah kepemimpinannya, Apple tidak hanya menjadi perusahaan pertama yang mencapai valuasi US$3 triliun, tetapi juga meluncurkan produk-produk penting termasuk Apple Watch, AirPods, Mac dengan chip M-series, dan Vision Pro. Prestasi ini membuat posisinya sangat kuat dalam menentukan waktu yang tepat untuk pensiun.

Perjalanan Cook sebagai CEO Apple memang penuh dengan pencapaian gemilang. Namun seperti yang pernah dilaporkan sebelumnya, bahkan seorang Tim Cook pun tidak kebal dari penyesuaian kompensasi. Di tahun 2023, gajinya justru dipotong 40% sebagai bentuk tanggung jawab terhadap kinerja perusahaan.

Kiprah Cook di puncak Apple juga menarik perhatian dunia internasional. Seperti dilaporkan Telset.id sebelumnya, pertemuannya dengan Paus Fransiskus menunjukkan pengaruhnya yang melampaui dunia teknologi. Namun di balik semua kesuksesan itu, Cook tetap menghadapi tantangan nyata, termasuk masalah kompatibilitas SMS antara iPhone dan Android yang sempat menjadi perhatian publik.

Jadi, kapan sebenarnya Tim Cook akan pensiun? Jawabannya masih berada di tangan Cook sendiri. Dengan kontribusi yang begitu besar bagi Apple dan teknologi global secara keseluruhan, tidak mengherankan jika dewan direksi memberikan kebebasan penuh kepadanya untuk menentukan waktu yang tepat. Untuk saat ini, semua indikasi menunjukkan bahwa Cook masih memiliki banyak hal yang ingin dicapai bersama Apple.

Internet Rakyat: Solusi WiFi 5G FWA Rp100.000 untuk 30 Hari

0

Telset.id – PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) atau Surge meluncurkan layanan Internet Rakyat (IRA), solusi WiFi berbasis 5G Fixed Wireless Access (FWA) dengan teknologi Open RAN pada frekuensi 1.4 GHz. Layanan yang bekerja sama dengan OREX SAI dari Jepang ini menawarkan konektivitas berkecepatan tinggi hingga 100 Mbps dengan harga terjangkau Rp100.000 per 30 hari, dilengkapi kuota unlimited dan sewa modem gratis.

Peluncuran resmi Internet Rakyat berlangsung di Jakarta pada Rabu (12/11), setelah penandatanganan perjanjian kerja sama antara Surge dan OREX SAI pada Maret 2025. Kolaborasi ini menghadirkan sistem Open RAN FWA pertama di dunia yang mencakup teknologi 5G Core dari NEC Corporation, memungkinkan distribusi internet melalui menara BTS tanpa instalasi kabel.

Presiden Direktur Surge, Yune Marketatmo, menegaskan komitmen perusahaan dalam menyediakan akses internet yang cepat dengan harga terjangkau. “Internet Rakyat bertujuan memperluas pemerataan akses internet nasional, khususnya untuk rumah tangga, mahasiswa, pelajar, pekerja WFH, UMKM, dan wilayah terbatas akses kabel optik,” ujar Yune dalam peluncuran tersebut.

Teknologi dan Distribusi Internet Rakyat

Internet Rakyat mengandalkan teknologi Open Radio Access Network (Open RAN) pada frekuensi 1.4 GHz yang mendistribusikan internet melalui menara BTS tanpa memerlukan instalasi kabel. Pendekatan ini membuat proses penyediaan jaringan lebih cepat dan efisien dibandingkan metode konvensional.

OREX SAI telah membentuk anak perusahaan, PT OREX SAI Indonesia, yang bertugas mengembangkan Radio Unit (RU) untuk frekuensi 1.4 GHz sekaligus memimpin operasional di Indonesia. Distribusi layanan ditangani oleh anak perusahaan Surge, PT Telemedia Komunikasi Pratama, bersama 26 distributor lokal yang menargetkan wilayah Region I pada fase awal.

Layanan ini menawarkan paket lengkap dengan harga Rp100.000 untuk 30 hari, termasuk kecepatan hingga 100 Mbps, layanan 5G, kuota unlimited, sewa modem gratis, dan langganan gratis bulan pertama. Model bisnis ini menjadi alternatif menarik dibandingkan paket internet provider lain yang beredar di pasar.

Visi dan Misi Pengembangan Internet Rakyat

Visi Internet Rakyat adalah menjadi penyedia akses internet terdepan yang menjembatani kesenjangan digital di seluruh pelosok Indonesia melalui solusi teknologi yang efisien, inklusif, dan berkelanjutan. Untuk mewujudkan visi tersebut, sejumlah misi strategis telah disusun.

Misi utama meliputi penyediaan internet cepat dengan harga terjangkau, perluasan pemerataan akses digital, pembangunan kemitraan strategis, pengembangan model bisnis efisien yang mudah diperluas, serta inovasi berkelanjutan. Pendekatan ini sejalan dengan upaya Kementerian Komunikasi dan Informatika dalam edukasi literasi digital.

Kolaborasi antara Surge dan OREX SAI tidak hanya fokus pada penyediaan internet terjangkau, tetapi juga mendorong pengurangan kesenjangan digital dan mendukung pengembangan ekonomi digital di Indonesia. Inisiatif ini menjadi bagian penting dalam transformasi digital nasional.

Meski baru tersedia di wilayah Jawa, Maluku, dan Papua, masyarakat yang ingin menikmati fasilitas Internet Rakyat dapat melakukan pra-registrasi melalui laman resmi Telemedia di internetrakyat.id. Perluasan cakupan layanan diharapkan dapat segera menyusul seiring dengan perkembangan infrastruktur.

Kehadiran Internet Rakyat menandai babak baru dalam penyediaan layanan internet di Indonesia, terutama mengingat perkembangan paket layanan yang terus beradaptasi dengan kebutuhan pasar. Dengan kombinasi teknologi mutakhir dan harga kompetitif, layanan ini berpotensi mengubah landscape akses internet di berbagai daerah.

Internet Rakyat: Paket WiFi 5G FWA Rp100.000 untuk 30 Hari

0

Telset.id – Pemerintah meluncurkan program Internet Rakyat (IRA) yang menyediakan akses internet berkecepatan tinggi dengan biaya terjangkau. Inisiatif ini bertujuan mengatasi masalah mahalnya biaya layanan internet sekaligus meratakan akses digital di berbagai wilayah Indonesia, terutama daerah dengan jaringan terbatas.

Program IRA menggunakan teknologi 5G Fixed Wireless Access (FWA) yang beroperasi pada frekuensi 1.4 GHz dengan konsep Open Radio Access Network (Open RAN). Layanan ini menjadi jaringan komersial pertama di dunia dan Indonesia yang menerapkan teknologi Open RAN FWA 1.4 GHz, menawarkan solusi internet stabil bagi rumah tangga, pelajar, mahasiswa, pekerja WFH, UMKM, dan wilayah terbatas akses kabel optik.

PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) atau Surge menggagas program IRA berkolaborasi dengan PT OREX SAI Indonesia, perusahaan patungan NTT Docomo dan NEC Corporation. Kolaborasi ini menghadirkan terobosan dalam infrastruktur telekomunikasi Indonesia di era digital yang membutuhkan konektivitas andal untuk berbagai aktivitas sehari-hari.

Cara Registrasi dan Cakupan Wilayah

Pada tahap awal, paket WiFi Internet Rakyat tersedia bagi pengguna di wilayah Jawa, Maluku, dan Papua. Masyarakat di area tersebut dapat melakukan pendaftaran melalui situs resmi mytelemedia.id atau langsung mengunjungi halaman internetrakyat.id/register.

Proses registrasi meliputi beberapa langkah sederhana. Pengguna membuka menu “Pra-Registrasi Sekarang” dan mengisi data diri awal berupa nama lengkap, alamat email, dan nomor WhatsApp. Sistem kemudian mengirimkan kode OTP melalui WhatsApp untuk verifikasi. Setelah verifikasi berhasil, pengguna melengkapi data lokasi mulai dari provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, kelurahan/desa, kode pos, hingga alamat lengkap.

Fitur menarik dalam proses pendaftaran adalah kemampuan menambahkan penanda lokasi dan titik koordinat melalui peta yang disediakan. Pengguna cukup mencentang pernyataan persetujuan terhadap “Syarat dan Ketentuan” serta “Kebijakan Privasi” sebelum mengklik tombol “Registrasi” untuk menyelesaikan proses.

Fitur dan Keunggulan Teknologi

Internet Rakyat saat ini menyediakan satu jenis paket utama, yaitu Paket WiFi 30 hari dengan harga Rp100.000. Paket ini menawarkan akses internet 5G FWA dengan kecepatan hingga 100 Mbps dan kuota unlimited. Pelanggan juga mendapatkan gratis biaya langganan pada bulan pertama serta gratis sewa modem (CPE).

Perangkat yang disediakan mendukung sistem OpenWRT berupa 1 unit modem dilengkapi 1 boks dan buku panduan. Modem menggunakan antena omni dengan penguatan sinyal hingga 3,5 dBi dan teknologi WiFi 5 2+2 (AC1200), memastikan jangkauan dan stabilitas sinyal optimal untuk penggunaan sehari-hari.

Keunggulan teknologi 5G FWA pada Internet Rakyat terletak pada kemampuannya memberikan pengalaman internet berkecepatan tinggi tanpa memerlukan infrastruktur kabel fiber optik. Solusi ini sangat cocok untuk daerah yang belum terjangkau jaringan kabel tradisional namun membutuhkan konektivitas handal.

Program Internet Rakyat muncul di saat tepat, mengingat kebutuhan akses internet telah menjadi kebutuhan dasar masyarakat modern. Berbagai aktivitas seperti belajar daring, bekerja dari rumah, dan pengembangan UMKM digital memerlukan koneksi internet yang stabil dan terjangkau.

Inisiatif pemerintah melalui Internet Rakyat sejalan dengan upaya pemerataan digitalisasi di Indonesia. Program ini tidak hanya menyediakan akses internet murah, tetapi juga membuka peluang lebih luas dalam pengembangan ekonomi digital dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Sebagai perbandingan, provider lain juga menawarkan berbagai pilihan paket internet dengan harga kompetitif. Paket Internet Indosat Ooredoo Hutchison hadir dengan beragam opsi sesuai kebutuhan pengguna, sementara IM3 merayakan kemerdekaan melalui Pesta Rakyat dan promo paket menarik lainnya.

Dukungan terhadap program digitalisasi juga datang dari Kementerian Komunikasi dan Informatika yang aktif melakukan edukasi literasi digital. Kemkomdigi edukasi literasi digital ke Sekolah Rakyat menjadi bagian penting dalam memastikan masyarakat tidak hanya memiliki akses internet, tetapi juga kemampuan memanfaatkannya secara optimal.

Kehadiran Internet Rakyat diharapkan dapat mempercepat transformasi digital Indonesia, khususnya di daerah-daerah yang selama ini mengalami kesenjangan digital. Dengan teknologi mutakhir dan harga terjangkau, program ini berpotensi menjadi solusi nyata bagi masyarakat dalam mengakses dunia digital.

Rekomendasi Tablet dengan Slot SIM Card Terbaik 2025

0

Telset.id – Pasar tablet dengan slot SIM card semakin berkembang di tahun 2025, menawarkan beragam pilihan untuk mendukung produktivitas mobile, belajar online, dan hiburan saat bepergian. Fitur konektivitas seluler ini memungkinkan pengguna tetap terhubung ke internet tanpa ketergantungan pada jaringan WiFi publik.

Keberadaan slot SIM card menjadi nilai tambah signifikan bagi pengguna yang aktif bergerak. Tablet-tablet terbaru tidak hanya unggul dalam hal konektivitas, tetapi juga menawarkan kombinasi performa prosesor, daya tahan baterai, dan kualitas layar yang semakin baik. Berikut rekomendasi tablet dengan slot SIM card terbaik tahun 2025 yang layak dipertimbangkan.

Huawei MatePad Air (2023): Andalan Profesional

Huawei MatePad Air dirancang khusus untuk menunjang produktivitas para profesional dan kreator konten. Tablet ini sudah mendukung jaringan 5G dan dibekali layar FullView 2.8K Hi-Res yang nyaman digunakan untuk bekerja dalam waktu lama. Dukungan penuh terhadap stylus dan keyboard eksternal membuat perangkat ini ideal untuk mobilitas tinggi. Di Indonesia, Huawei MatePad Air dijual sekitar Rp7,4 juta untuk versi dengan RAM 8GB dan penyimpanan 128GB.

itel VistaTab 30 Pro: Tablet 13 Inci Terjangkau

Di kelas harga Rp2 jutaan, itel VistaTab 30 Pro menawarkan spesifikasi mengesankan dengan layar besar 13 inci. Tablet ini menggunakan prosesor Helio G99 yang dikombinasikan dengan RAM 8GB dan penyimpanan internal 256GB. Kapasitas baterai 10.000 mAh memastikan penggunaan tahan lama sepanjang hari. Meski kualitas kamera dan sistem pengisian dayanya masih standar, performa keseluruhan tablet ini sudah sangat memadai untuk keperluan multitasking harian.

Infinix XPAD 20: Hiburan dan Gaming Ringan

Infinix XPAD 20 hadir dengan layar 11 inci Full HD dan refresh rate 90 Hz untuk pengalaman visual yang lebih mulus. Tablet ini dilengkapi RAM 4GB yang dapat diperluas hingga 8GB menggunakan virtual RAM dan penyimpanan 128GB. Chipset Helio G88 memberikan kinerja lincah untuk aktivitas sehari-hari, sementara baterai 7.000 mAh dan sistem operasi Android 15 menjadi nilai tambah. Perangkat ini dibanderol mulai Rp1.899.000.

Samsung Galaxy Tab A9: Pilihan Aman Ekosistem Samsung

Samsung Galaxy Tab A9 menjadi pilihan aman bagi pengguna yang sudah berada dalam ekosistem Samsung. Tablet ini menggunakan chipset Helio G99 dengan konfigurasi RAM 4GB dan penyimpanan 64GB yang cukup untuk kebutuhan umum. Dukungan slot SIM card membuat akses internet menjadi lebih fleksibel. Harganya berada di kisaran Rp2.200.000, menjadikannya opsi terjangkau dengan dukungan brand ternama.

Realme Pad Mini LTE: Tablet untuk Pelajar dan Pengguna Kasual

Realme Pad Mini LTE cocok untuk pelajar maupun pengguna kasual yang membutuhkan tablet terjangkau. Performa tablet ini ditangani oleh chipset Unisoc T616 dengan pilihan RAM 3GB atau 4GB dan penyimpanan hingga 64GB. Baterainya cukup tahan lama untuk pemakaian sehari-hari, sementara dukungan LTE memastikan konektivitas optimal. Harga perangkat ini dimulai dari angka Rp2 jutaan.

CHUWI HiPad X: Performa Gaming Kelas Menengah

CHUWI HiPad X menawarkan performa gaming kelas menengah berkat chipset Helio P70 dan GPU Mali G72. Tablet ini membawa layar IPS 10,1 inci dengan RAM 6GB dan baterai 7.000 mAh. Dukungan dual SIM membuatnya praktis untuk akses data seluler dan komunikasi dasar. Untuk spesifikasi yang ditawarkan, harganya cukup bersahabat dan kompetitif di pasaran.

Advan Tab V8: Opsi Gaming Budget Terbatas

Advan Tab V8 menjadi opsi menarik untuk gamer dengan bujet terbatas. Chip Helio G99 yang digunakan mampu menangani game populer seperti Mobile Legends dan PUBG dengan lancar. Layarnya yang beresolusi 1920 × 1200 pixel memberikan tampilan yang tajam dan detail. Tablet ini dijual sekitar Rp2.000.000, menjadikannya pilihan ekonomis bagi pengguna yang membutuhkan performa gaming mumpuni tanpa menguras kantong.

Pemilihan tablet dengan slot SIM card di tahun 2025 semakin beragam, mulai dari kelas premium hingga budget-friendly. Setiap model menawarkan keunggulan berbeda, mulai dari performa tinggi untuk produktivitas hingga spesifikasi gaming yang memadai. Konektivitas seluler yang stabil menjadi faktor penting, terutama bagi pengguna yang sering bepergian dan membutuhkan akses internet tanpa hambatan. Untuk memastikan koneksi optimal, pengguna dapat menerapkan cara memperkuat sinyal HP Android yang juga relevan untuk perangkat tablet.

Perkembangan teknologi tablet dengan dukungan SIM card terus menunjukkan tren positif, dengan peningkatan spesifikasi hardware dan optimasi software yang semakin baik. Pengguna kini memiliki lebih banyak pilihan sesuai kebutuhan dan anggaran, mulai dari tablet untuk produktivitas profesional hingga perangkat hiburan dan gaming. Dengan dukungan konektivitas seluler yang semakin matang, tablet-tablet ini siap mendukung berbagai aktivitas digital pengguna modern.

Cara Hasilkan Uang dengan CapCut, Aplikasi Edit Video dari TikTok

0

Telset.id – Kemajuan teknologi digital membuka peluang baru bagi masyarakat untuk berkarya sekaligus memperoleh penghasilan tanpa harus keluar rumah. Salah satu aplikasi yang banyak dimanfaatkan untuk itu adalah CapCut, platform penyuntingan video populer yang dikembangkan ByteDance, perusahaan di balik TikTok. Aplikasi yang awalnya dikenal dengan nama Jianying ini kini tidak hanya menjadi alat penyuntingan, tetapi juga membuka ruang bagi penggunanya untuk meraih penghasilan tambahan bahkan pendapatan utama.

Keterhubungan CapCut dengan TikTok membuat aplikasi tersebut semakin disukai, terutama oleh para pembuat konten yang ingin menghasilkan video singkat dengan cepat dan praktis. Berbagai fitur lengkap dan kemudahan penggunaannya menjadi nilai tambah yang signifikan dalam ekosistem konten digital saat ini.

Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menghasilkan uang melalui CapCut yang telah terbukti efektif bagi banyak kreator konten.

Menjadi Kreator Template CapCut

Salah satu metode paling populer adalah bergabung dengan program kreator template CapCut. Melalui program ini, pengguna dapat membuat dan mengunggah template video untuk digunakan oleh pengguna lainnya. Penghasilan kreator dihitung berdasarkan jumlah ekspor atau penggunaan template.

Semakin sering template digunakan, semakin besar komisi yang diperoleh. CapCut melaporkan bahwa 1.000 ekspor dalam tujuh hari pertama dapat menghasilkan sekitar 1 dolar AS, tergantung popularitas template. Sistem ini mendorong kreator untuk terus berinovasi menciptakan template yang menarik dan sesuai tren.

Cara mendaftar program kreator template CapCut cukup sederhana. Pengguna perlu membuka aplikasi CapCut dan masuk menggunakan akun pribadi, kemudian masuk ke tab Template dan memilih banner “Gabung CapCut Creator” atau “Menjadi Kreator”. Setelah mengisi data yang dibutuhkan termasuk akun media sosial dan melampirkan contoh video editan terbaik karya sendiri, pendaftaran dapat diajukan dan menunggu persetujuan.

Kreator dianjurkan membuat template unik, mengikuti tren, dan memperbanyak produksi untuk meningkatkan peluang viral dan mendapatkan banyak komisi dari CapCut. Pendekatan strategis ini dapat menghasilkan pendapatan yang signifikan bagi kreator yang konsisten.

Mengikuti Event dan Misi Resmi CapCut

CapCut kerap menghadirkan event atau misi khusus dengan hadiah berupa uang tunai atau saldo dompet digital seperti DANA dan OVO. Misi tersebut biasanya meminta peserta membuat video bertema tertentu atau menggunakan fitur baru di dalam aplikasi.

Walaupun bersifat musiman, program ini dapat menjadi tambahan penghasilan yang menarik bagi pengguna aktif. Event-event ini biasanya diumumkan melalui aplikasi atau media sosial resmi CapCut, memberikan kesempatan bagi kreator untuk menunjukkan kemampuan editing mereka sekaligus mendapatkan reward finansial.

Menawarkan Jasa Editing Video sebagai Freelancer

Kemampuan menyunting video melalui CapCut dapat dijadikan layanan profesional. Banyak pelaku usaha kecil, kreator konten, maupun influencer membutuhkan video untuk keperluan promosi dan media sosial. Jasa tersebut dapat ditawarkan melalui platform freelance seperti Fiverr, Upwork, atau melalui media sosial pribadi.

Penghasilan diperoleh dari tarif per proyek atau per jam, sehingga lebih fleksibel dan potensial menghasilkan pendapatan lebih besar. Kreator dapat menyesuaikan tarif berdasarkan pengalaman dan kualitas portfolio yang dimiliki, membangun reputasi secara bertahap di industri kreatif digital.

Monetisasi Konten di Media Sosial

CapCut juga dapat menjadi alat untuk memproduksi konten berkualitas di TikTok, Instagram, YouTube, atau platform lainnya. Dengan konsistensi dan gaya penyampaian yang menarik, kreator dapat membangun audiens yang kuat. Setelah akun berkembang, sumber pendapatan dapat berasal dari endorsement atau kerja sama brand, program afiliasi, monetisasi platform (seperti YouTube Shorts Fund), dan live streaming.

Strategi ini membutuhkan konsistensi dan pemahaman mendalam tentang platform media sosial yang digunakan, namun memiliki potensi pendapatan jangka panjang yang signifikan.

Mengikuti Program Afiliasi CapCut

CapCut menyediakan program afiliasi yang memungkinkan pengguna memperoleh komisi dengan mempromosikan CapCut Pro. Pengguna akan mendapatkan tautan khusus, dan setiap orang yang berlangganan melalui tautan tersebut akan memberikan komisi bagi afiliator.

Program ini cocok bagi pengguna yang aktif membuat konten edukasi tentang editing video atau sering membagikan rekomendasi aplikasi. Pendekatan ini memanfaatkan pengetahuan dan pengalaman menggunakan CapCut untuk menghasilkan pendapatan pasif melalui sistem referral.

Program Kemitraan CapCut

Selain afiliasi, CapCut memiliki Creator Rewards Program yang memberikan bonus kepada kreator aktif berdasarkan performa konten mereka. Komisi diberikan sesuai jumlah penggunaan template maupun performa video. Untuk mengikutinya, kreator perlu mendaftar dan memenuhi syarat yang telah ditetapkan.

Program ini dirancang untuk memberikan apresiasi lebih kepada kreator yang konsisten menghasilkan konten berkualitas dan berkontribusi dalam pengembangan ekosistem CapCut.

Menjual Video ke Platform Stock Footage

Selain membagikan konten di CapCut atau media sosial, video hasil edit juga dapat dijual melalui platform stok seperti Shutterstock, Pond5, atau Pexels. Setiap unduhan atau pembelian video memberikan pendapatan pasif bagi kreator.

Pendekatan ini memungkinkan kreator untuk memanfaatkan konten mereka secara maksimal dengan menjangkau pasar yang lebih luas melalui platform stock footage ternama.

Dengan beragam peluang tersebut, CapCut menjadi lebih dari sekadar aplikasi editing. Kreativitas dapat menjadi sumber penghasilan yang bisa dikerjakan dari rumah, dengan hanya modal perangkat smartphone atau komputer. Fleksibilitas ini menjadikan CapCut sebagai solusi ideal di era digital yang terus berkembang pesat.

Sebagai informasi tambahan, pengguna juga dapat mempertimbangkan alternatif aplikasi editing video lainnya seperti yang tersedia dalam daftar 7 aplikasi video editing gratis untuk vlogger atau 3 aplikasi Android terbaik untuk editing video. Untuk pengguna perangkat tertentu, tersedia juga opsi khusus seperti Soloop, aplikasi editing video khusus untuk Oppo Reno2 yang menawarkan pengalaman editing yang teroptimasi.

iQOO 15 vs Motorola Edge 60 Pro: Pilihan Sulit di Kelas Menengah Atas

0

Telset.id – Pasar smartphone kelas menengah atas semakin panas dengan kehadiran dua kontestan tangguh: iQOO 15 dan Motorola Edge 60 Pro. Keduanya menjanjikan pengalaman premium tanpa harus merogoh kocek sedalam ponsel flagship. Tapi mana yang sebenarnya layak menjadi pendamping harian Anda?

Pertarungan ini bukan sekadar soal spesifikasi di atas kertas, melainkan perbedaan filosofi yang mendasar. iQOO 15 hadir dengan mentalitas “semua untuk performa”, sementara Motorola Edge 60 Pro mengusung pendekatan “keseimbangan adalah segalanya”. Pilihan Anda akan menentukan apakah Anda lebih memprioritaskan kekuatan mentah atau keanggunan yang fungsional.

Bocoran terbaru mengindikasikan kedua ponsel ini akan menjadi penentu tren di segmen harga $500-$650. iQOO 15 menargetkan gamer dan power user yang tak mau kompromi, sedangkan Edge 60 Pro menyasar pengguna yang menginginkan desain premium dan kamera andal untuk penggunaan sehari-hari. Di tengah maraknya smartphone dengan desain unik, kedua ponsel ini hadir dengan identitas yang jelas dan berbeda.

Perbandingan visual iQOO 15 dan Motorola Edge 60 Pro yang menunjukkan perbedaan desain dan tampilan

Desain dan Tampilan: Kekuatan vs Keanggunan

Menyentuh iQOO 15 terasa seperti memegang senjata tempur. Desainnya bold dan berkarakter, dengan panel belakang yang bisa berubah warna menciptakan identitas teknologis yang kuat. Rating IP68/IP69-nya memberikan jaminan ketahanan ekstra, cocok untuk Anda yang aktif dan sering menghadapi kondisi tak terduga.

Motorola Edge 60 Pro, sebaliknya, menghadirkan kesan yang lebih sophisticated. Bagian belakangnya menggunakan eco-leather yang terasa mewah di genggaman, dilengkapi sertifikasi MIL-STD-810H yang menjamin ketahanan fisik. Desainnya mengutamakan kenyamanan dan gaya, membuatnya terlihat lebih elegan dalam aktivitas sehari-hari.

Untuk tampilan, iQOO 15 tidak main-main dengan panel LTPO AMOLED 144Hz yang mampu mencapai kecerahan hingga 6000 nits. Pengalaman menonton konten dan bermain game terasa sangat smooth dan vivid, hampir seperti memiliki monitor gaming portabel. Motorola merespons dengan panel P-OLED 120Hz yang tetap tajam dan mendukung HDR10+, meski secara angka kalah di aspek refresh rate dan kecerahan puncak.

Performa dan Daya Tahan: Setrum vs Efisiensi

Di jantung iQOO 15 berdetak Snapdragon 8 Elite Gen 5, prosesor flagship yang dirancang khusus untuk gaming berat dan tugas AI intensif. Dipadukan dengan storage UFS 4.1, performanya benar-benar berada di level teratas Android saat ini. Setiap sentuhan terasa responsif, setiap game berjalan mulus seperti dijamin masa depan.

Motorola Edge 60 Pro mengandalkan Dimensity 8350 Extreme yang fokus pada efisiensi dan performa konsisten. Untuk tugas harian seperti browsing, media sosial, dan video conference, chipset ini lebih dari cukup. Namun ketika dihadapkan pada beban berat berkelanjutan, ia akan kesulitan menyaingi kekuatan mentah iQOO 15.

Aspek bateri semakin mempertegas perbedaan filosofi kedua ponsel. iQOO 15 membekali diri dengan baterai 7000mAh yang didukung pengisian cepat 100W wired dan 40W wireless. Anda bisa bermain game berjam-jam tanpa khawatir kehabisan daya. Motorola menawarkan 6000mAh dengan 90W wired dan 15W wireless charging – cukup untuk sehari penuh, tapi tidak seekstrem rivalnya.

Sistem Kamera: Zoom vs Warna Alami

Pertarungan kamera menghadirkan dilema menarik. iQOO 15 mengandalkan setup triple 50MP dengan keunggulan utama di lensa periskop 3x optical zoom. Hasil fotonya cenderung kontras dan dramatis, cocok untuk mereka yang suka eksplorasi fotografi dalam berbagai kondisi pencahayaan.

Motorola Edge 60 Pro membawa pendekatan berbeda dengan color science yang telah divalidasi Pantone. Warna yang dihasilkan lebih natural dan akurat, terutama untuk tone kulit. Konsistensi menjadi kekuatan utamanya, membuatnya andal untuk fotografi sehari-hari.

Di front camera, Motorola unggul jelas dengan sensor 50MP yang mampu menangkap detail tajam dan HDR kuat. Cocok untuk Anda yang aktif membuat konten media sosial. iQOO 15 membawa sensor 32MP yang tetap berkualitas dengan kemampuan rekam 4K, tapi kalah di ketajaman detail dalam berbagai kondisi cahaya.

Perbedaan pendekatan fotografi ini mengingatkan kita pada Samsung Galaxy S25 FE yang juga mengandalkan AI dan kamera sebagai nilai jual utama. Setiap brand memang memiliki filosofi berbeda dalam menangani pemrosesan gambar.

Harga dan Nilai: Investasi vs Kecukupan

Dengan harga sekitar $650, iQOO 15 memposisikan diri sebagai flagship killer sejati. Harganya memang lebih tinggi, tapi Anda mendapatkan chipset top-tier, display canggih, dan baterai besar yang membuatnya terasa future-proof. Layak dipertimbangkan jika performa adalah prioritas utama.

Motorola Edge 60 Pro hadir di kisaran $500, menawarkan paket lengkap yang sulit ditolak. Desain premium, kamera capable, dan performa efisien membuatnya menjadi pilihan bernilai tinggi. Seperti yang kita lihat dalam perbandingan Realme 15 5G vs Realme 15 Pro 5G, terkadang pilihan yang lebih terjangkau justru memberikan kepuasan maksimal untuk kebutuhan spesifik.

Jadi, mana yang harus Anda pilih? Jika budget bukan hambatan dan Anda menginginkan performa terbaik untuk gaming dan produktivitas, iQOO 15 layak dipertimbangkan. Tapi jika Anda mencari smartphone seimbang dengan desain elegan, kamera andal, dan harga terjangkau, Motorola Edge 60 Pro adalah pilihan yang lebih bijak. Keduanya unggul di bidang masing-masing, membuktikan bahwa di pasar yang semakin crowded, diferensiasi adalah kunci.