Kacau! Vaksin Covid-19 Dijual dengan Bebas di Darkweb

Telset.id, Jakarta – Berbagai negara di seluruh dunia saat ini sedang menjalankan vaksinasi Covid-19. Mengejutkannya, momen ini dimanfaatkan oleh pihak tak bertanggung jawab untuk menjual vaksin Covid-19 di pasar gelap atau darkweb.

Penjualan vaksin Covid-19 di situs pasar gelap ditemukan oleh para peneliti Kaspersky. Tidak tanggung-tanggung, berbagai jenis vaksin ternama diperjualbelikan di sana.

“Anda dapat menemukan apa saja di Darknet, jadi tidak mengherankan jika penjual di sana mencoba memanfaatkan proses vaksinasi yang sedang dilaksanakan hampir di seluruh penjuru dunia,” ujar Dmitry Galov, pakar keamanan di Kaspersky.

Seperti yang kita ketahui bersama, untuk Indonesia sendiri, vaksin Covid-19 diberikan secara gratis oleh pemerintah kepada masyarakan. Hanya saja proses vaksinasinya bertahap dan menunggu giliran, serta memprioritaskan kelompok yang rentan terlebih dahulu.

Vaksin Covid-19 Dijual di Darkweb

Vaksin Covid 19 Darkweb
Ilustrasi Darknet

Peneliti Kaspersky memeriksa 15 pasar berbeda di darkweb dan menemukan iklan untuk tiga vaksin Covid-19 utama, yaitu: Pfizer/BioNTech, AstraZeneca, dan Moderna. Terdapat juga penjual yang mengiklankan vaksin “COVID19” yang tidak terverifikasi.

Mayoritas penjual berasal dari Prancis, Jerman, Inggris, dan Amerika Serikat, dan harga per dosis berkisar antara USD 250 hingga USD 1.200 dengan biaya rata-rata sekitar USD 500 atau setara dengan Rp 7,1 jutaan.

{Baca Juga: Twitter akan Tandai “Kicauan Sesat” Soal Vaksin Covid-19}

Komunikasi dilakukan melalui aplikasi perpesanan terenkripsi seperti Wickr dan Telegram, sementara pembayaran diminta dalam bentuk mata uang kripto, terutama bitcoin.

Mayoritas penjual ini sudah melakukan sekitar 100-500 transaksi, yang menunjukkan bahwa mereka telah menyelesaikan penjualan sedangkan kejelasan barang tersebut masih belum diketahui efektivitasnya.

Dengan informasi yang tersedia untuk para ahli Kaspersky, tidak mungkin untuk mengetahui berapa banyak dari dosis vaksin yang diiklankan secara online adalah dosis yang tepat dan berapa banyak iklan yang merupakan penipuan. Pasalnya, sejumlah fasilitas medis bahkan mendapati dirinya dengan dosis yang tersisa.

Kemungkinan besar informasi yang diterima bukan merupakan dosis yang efektif dan valid. Lebih penting lagi, mendapatkan dosis seperti itu adalah ilegal.

{Baca Juga: Cara Daftar Program Vaksinasi Covid-19, Ini Syaratnya}

“Penting bagi pengguna untuk terus berhati-hati terhadap setiap “kesepakatan” yang terkait dengan pandemi, dan, tentu saja, membeli vaksin dari forum Darknet bukan ide yang baik,” saran Galov.

Untuk tetap aman dari scammer pada saat COVID, para ahli Kaspersky merekomendasikan agar jangan pernah membeli produk, termasuk vaksi Covid-19 di situs gelap atau darkweb.

Jika melihat iklan tentang sesuatu yang berhubungan dengan Covid, perhatikan baik-baik URL situs yang Anda kunjungi.

{Baca Juga: Survei Facebook: 70,46% Masyarakat Indonesia Mau Divaksin Covid-19}

Jika hanya satu huruf yang terlihat tidak pada tempatnya, atau jika .com yang biasa telah diganti dengan .com.tk atau sesuatu yang serupa dengan itu, kemungkinan besar itu adalah phishing.

Jangan pernah juga memasukkan informasi pribadi di situs semacam itu. Perhatikan tata bahasa dan tata letak di situs yang Anda kunjungi dan email yang Anda terima. Jika terlihat mencurigakan, jangan pernah untuk melanjutkan akses lebih jauh. (HR/MF)

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest Articles

- Advertisement -

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0