Hadiri Pemakaman Bos Samsung, Lee Jae-yong Absen Sidang  

Bos Samsung Meninggal

Telset.id, Jakarta – Vice Chairman Samsung Electronics Lee Jae-yong tidak hadir atau absen dalam sidang di Pengadilan Seoul pada Senin (26/10/2020). Jae-yong absen karena ingin menghadiri pemakaman ayahnya dan Bos Samsung Group Lee Kun-hee.

Dilansir Telset dari The Verge pada Selasa (27/10/2020) Jae-yong meminta Pengadilan Tinggi Seoul untuk mengizinkannya menghadiri pemakaman  ayahnya sekaligus Bos Samsung Group Lee Kun-hee.

Di sisi lain, Samsung Group menjelaskan kalau masa berkabung berlangsung empat hari dan pada hari Rabu (28/10/2020) akan dilakukan prosesi pemakaman yang dihadiri oleh keluarga saja.

{Baca juga: Bos Samsung Group Meninggal Dunia di Usia 78 Tahun}

Pihak pengadilan memberikan izin dan rencananya sidang akan kembali dilanjutkan pada tanggal 9 November 2020 mendatang.

Perlu diketahui Bos Samsung Group, Lee Kun-hee, meninggal dunia di usia ke-78 tahun. Lee merupakan tokoh penting dalam perkembangan bisnis perusahaan asal Korea Selatan tersebut.

Dilansir dari Tech Crunch pada Minggu (25/10/2020), sejak tahun 2014 Lee Kun-hee memang telah dirawat di rumah sakit karena mengalami serangan jantung.

Setelah dilakukan perawatan, kondisi Lee Kun-hee diklaim stabil namun masih harus dirawat secara intensif di rumah sakit. Akan tetapi, dilaporkan bahwa bos Samsung Group tersebut meninggal dunia di usia 78 tahun.

Lee Kun-hee adalah putra dari pendiri Samsung, Lee Byung-chul, yang mulai memimpin Samsung sejak tahun 1980-an tepatnya ketika sistem politik Korea Selatan beralih dari sistem diktator ke demokrasi.

Di bawah kepemimpinannya, Samsung menghadirkan berbagai inovasi teknologi di sejumlah bidang elektronik, termasuk semikonduktor, chip memori, layar, dan komponen lain yang menjadi tulang punggung perangkat digital saat ini.

Lee Kun-hee meninggalkan seorang istri dan empat anaknya yang salah satunya adalah Lee Jae-yong yang saat ini sedang tersandung kasus hukum. Jae-yong yang digadang-gadang sebagai calon pewaris tahta Samsung Group itu tersandung kasus suap.

Pada tahun 2017, Jae-yong dijatuhi hukuman lima tahun penjara karena perannya dalam skandal penyuapan yang melibatkan mantan presiden Korea Selatan Park Geun-hye. Tahun 2018 Jae-yong melakukan banding dan akhirnya dibebaskan.

Sayangnya Jaksa Korea Selatan mengajukan surat perintah pada Juni 2020 yang berisi perintah penangkapan Lee Jae-yong karena dituduh melanggar hukum pasar modal lokal.

{Baca juga: Terlibat Skandal, Korsel Perintahkan Bos Samsung Segera Ditangkap}

Jae-yong dituduh telah melakukan transaksi penipuan, manipulasi harga saham, dan penipuan akuntansi saat merger perusahaan antara Samsung C&T dan Cheil Industries pada 2015 silam. (NM/HBS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here