Review Poco X3 GT: Performa Impresif, Fitur “Rasa Flagship”

Telset.id – Kami kira, hanya Realme saja yang membawa seri “GT” ke Indonesia. Ternyata Poco pun melahirkan seri serupa di Tanah Air dengan nama Poco X3 GT. Berikut ini ulasan lengkap kami soal HP terbaru Xiaomi tersebut dalam review Poco X3 GT.

Usai meluncurkan Poco X3 NFC dan X3 Pro, Poco Indonesia seolah belum puas. Beberapa waktu lalu, pabrikan asal China tersebut pun mengumumkan Poco X3 GT yang membawa spesifikasi bertenaga, desain lebih baik, serta harga yang pastinya lebih mahal.

Smartphone ini pun terbilang spesial, terkhusus bagi para “kaum mending” yang menginginkan ponsel kencang dengan harga yang serendah mungkin. Bagaimana tidak, Poco X3 GT menjadi HP pertama di Indonesia dengan prosesor 6nm dari MediaTek, Dimensity 1100.

Tentu, Anda penasaran bagaimana performa dan kualitas keseluruhan dari smartphone ini? Nah, dalam kesempatan kali ini kami akan membeberkan review lengkap dari Poco X3 GT untuk Anda para pembaca setia. Jadi, simak terus ya!

Baca juga: Review Realme GT Master Edition: Performa Flagship, Desain Eksklusif

Desain

Review Poco X3 GT

Smartphone ini tampil dengan desain yang lebih elegan dan cukup mewah, dibandingkan dengan dua saudaranya Poco X3 NFC ataupun X3 Pro yang terlihat kaku dan bulky. Boleh dibilang, desain Poco X3 GT sama bagusnya dengan Poco F3 yang dijual dengan banderol harga lebih mahal.

Smartphone ini memiliki tiga pilihan warna yang melapisi bodi belakangnya yang berbahan dasar plastik, yakni Cloud White, Wave Blue, dan Stargaze Black. Kebetulan, unit Poco X3 GT yang kami review berwarna Wave Blue yang justru memiliki kelir dominan hijau dibandingkan biru.

Warna ini lebih mengkilap dengan efek gradasi halus yang membuatnya terlihat mewah. Apalagi, bodinya pun dilengkapi dengan tekstur garis-garis yang bikin smartphone lebih nyaman digenggam dan tidak licin.

Akan tetapi, bodi plastik dengan lapisan warna yang mengkilap membuatnya menjadi magnet bagi sidik jari. Kalau memakai ponsel ini tanpa softcase bawaan, dijamin Anda akan rutin mengelapnya sekali-kali utnuk membuatnya tetap terlihat bersih.

Poco X3 GT kami kira dipersiapkan sebagai smartphone yang elok daripada X3 NFC ataupun X3 Pro yang terlihat lebih gahar. Penyebabnya, tak ada lagi logo Poco yang “segede gaban” di bodi belakang. Poco hanya menyematkan logonya berukuran kecil dan rapi di sudut kiri bawah bodi.

Review Poco X3 GT

Poco tak lagi mengimplementasi modul kamera berbentuk lingkaran pada X3 GT. Kini, Bentuk frame kamera pada smartphone ini mengingatkan kami dengan Redmi Note 10 Pro, hanya saja berukuran lebih jumbo.

Frame kamera pada smartphone ini tergolong besar dengan bump yang menonjol. Alhasil, ketika menaruh ponsel ini di atas meja, modul kamera pun akan menjadi penopang dari bodi ini secara keseluruhan.

Tempat kamera ini menyimpan tiga kamera belakang dan dual-LED Flash. Kami sarankan Anda yang membeli smartphone ini untuk menggunakan softcase bawaan yang terdapat pada paket pembelian, agar tak membuat kamera menjadi penahan bodi ketika diletakkan pada alas yang datar.

Beralih ke bagian depan, tampilannya sih mirip-mirip dengan saudaranya. layarnya fullscreen dengan luas 6,6 inci yang mempunyai lubang kamera alias punch hole di bagian tengah atas layar.

Tapi, ada yang beda di sini. Panel layar smartphone terbaru Xiaomi itu sudah diamankan dengan lapisan Gorilla Glass Victus! Lapisan perlindungan layar ini biasanya hanya dihadirkan pada smartphone flagship dengan harga selangit, tapi Poco menyuguhkannya pada HP Rp 4 jutaan yang lebih murah.

Gorilla Glass Victus sendiri memiliki kekuatan dua kali lebih baik terhadap gores dibandingkan Gorilla Glass 6. Kami rasa, sebagai pengguna pun tak perlu membeli tempered glass atau hydrogel untuk melapisi layar agar lebih kuat lagi.

Review Poco X3 GT

Sama halnya dengan bodi belakang, frame bodi dari Poco X3 GT tak terbuat dari aluminium. Walau berbahan dasar plastik, tapi build quality-nya sangat baik. Bodi smartphone ini tangguh dengan grip yang sangat nyaman digenggaman.

Baca juga: Review Poco X3 Pro: “Si Perusak Harga” dengan Performa Gahar

Di bagian bawah frame, terdapat mikrofon, port USB-C, dan juga speaker. Di bagian atas, ada speaker sekunder, IR blaster untuk remot kontrol, dan juga mikrofon lainnya.

Ke bagian sebelah kanan, terdapat tombol volume dan tombol power yang bertugas juga sebagai sensor sidik jari. Lalu di sebelah kiri, ada slot dual SIM tanpa adanya slot untuk microSD.

Berbicara soal pengalaman penggunaan, selama kami memakai Poco X3 GT untuk kebutuhan review, HP terbaru Xiaomi ini sangatlah nyaman untuk digunakan. Dimensinya pas dan tidak bongsor seperti dua seri sebelumnya.

Kalau dihitung dimensinya, smartphone ini lebih tipis dan ringan 22 gram daripada Poco X3 Pro. Pantas saja lebih nyaman digenggam dan tak bikin pegal tangan kalau dipakai gaming berjam-jam.

Smartphone ini pun bisa diajak bepergian ke tempat yang cukup basah, karena sudah mengantongi sertifikat IP53 tahan percikan air dan debu. Tapi, jangan ajak ponsel Xiaomi ini menyelam, karena sudah pasti rusak karena tidak disertai perlindungan yang mumpuni di dalamnya.

Secara keseluruhan dalam segi desain, kami sangat menyukai tampang dari Poco X3 GT ini. Berbeda dari yang lainnya, terlihat elegan, dan pastinya lebih nyaman untuk digenggam dengan satu tangan.

Layar dan Audio

Review Poco X3 GT

Review Poco X3 GT masuk ke bagian layar. HP terbaru Xiaomi ini dipasangkan dengan layar berjenis IPS LCD berukuran 6,6 inci yang memiliki resolusi Full HD+.

Meski masih IPS LCD, layar ini telah mendukung refresh rate sampai 120Hz dan touch sampling rate 240Hz, mendukung HDR10, memiliki kerapatan piksel sampai 399 ppi, serta memiliki intensitas cahaya maksimal hingga 450 nits.

Layarnya boleh IPS LCD, tapi kualitasnya sangatlah bagus dan hampir menyerupai warna Super AMOLED. Warna hitam yang ditampilkan benar-benar gelap, apalagi ketika kami mengaktifkan fitur Dark Mode.

Layar smartphone ini juga terliihat bagus ketika kami gunakan di bawah terik matahari. Fitur Auto Brightness-nya langsung meningkatkan intensitas cahaya ke tingkat maksimal agar konten terlihat lebih baik di kondisi terang.

Akurasi warnanya juga patut untuk diapresiasi. Saat kami mencoba melihat video HDR di YouTube, warnanya yang tampil di video sangat bagus dengan detail yang apik.

Layar Poco X3 GT mengusung dua fitur untuk mengatur kecepatan refresh layar, 60Hz dan High 120Hz yang bersifat adaptif. Apabila fitur High 120Hz diaktifkan, sistem akan mengatur kecepatan refresh layar sesuai kebutuhan demi menghemat daya baterai. Tingkatan refresh rate-nya adalah 30Hz, 48Hz, 50Hz, 60Hz, 90Hz, dan 120Hz.

Review Poco X3 GT

Untuk melihat informasi refresh rate, cukup aktifkan Developer Options dan nyalakan Show Refresh Rate. Nantinya akan terlihat perubahan kecepatan layar saat masuk ke halaman utama, membuka aplikasi, bermain game, dan lain sebagainya.

Bisa dibilang pola refresh rate layar smartphone ini bervariasi di seluruh aplikasi dan sistem yang kami buka. Misalnya layar utama, apabila layar tidak digunakan beberapa detik, akan diturunkan ke 50Hz.

Review Poco X3 GT

Saat kami membuka YouTube, refresh rate layar menjadi 60Hz. Beda hal ketika kami menonton film di Disney Hotstar yang malah ditampilkan 120Hz di sepanjang film yang diputar.

Lain hal lagi saat kami menonton video melalui galeri, refresh rate layar diturunkan lagi ke 50Hz sampai 60Hz. Nah kalau bermain game yang mendukung refresh rate 120Hz, otomatis layar pun akan mengaktifkan kecepatan rate tinggi biar jalannya permainan makin lancar dan mengasyikkan.

Baca juga: Review Vivo X60 Pro: Kamera Gimbal Bukan Sekadar ‘Gimmick’

Di rentang harga Rp 4 jutaan, Poco X3 GT sudah disertai dengan speaker stereo dengan kualitas suara yang seimbang. Dua lubang speaker berukuran yang sama ditempatkan di bagian atas dan bawah bodi.

Tipikal speaker stereo, suaranya tentu lebih nyaring daripada smartphone yang hanya dibekali dengan satu speaker saja. Poco X3 GT mampu mengeluarkan suara yang kencang, nendang, kaya, dan bass yang cukup empuk, walau volume ditingkatkan ke level maksimal.

Review Poco X3 GT

Apalagi, ada Dolby Atmos di sini yang memiliki beberapa preset audio untuk berbagai kebutuhan. Kalau mau preset yang pintar, bisa memilih Dynamic. Terdapat pula preset lainnya, seperti Video, Music, hingga Voice.

Tersedia pula ragam equalizer di sini. Pengguna bisa mengaturnya secara manual atau memilih equalizer yang sudah ada, seperti Rock, Pop, Jazz, dan lain sebagainya.

Kami sarankan Anda untuk menggunakan headset, entah itu kabel via port USB-C ataupun wireless melalui koneksi Bluetooth. Sebab, ada fitur Hi-Fi Audio yang akan mereduksi noise dan meningkatkan kualitas suara yang sedang didengarkan. Keren kan?

Spesifikasi

Review Poco X3 GT

Poco X3 GT menjadi smartphone pertama dengan prosesor MediaTek Dimensity 1100. Jarang-jarang lho pasar ponsel Indonesia kedatangan chipset flagship dari MediaTek. Paling banter, MediaTek Dimensity 700 5G ataupun Helio seri G sebagai SoC gaming kelas menengah.

Mungkin banyak dari pembaca yang ragu dengan performa prosesor terbaru dari MediaTek ini. Wajar, persepsi konsumen Indonesia saat mendengar kata “prosesor MediaTek” di smartphone biasanya langsung memandang bahwa produk tersebut lemot bila dibandingkan dengan merek Snapdragon dari Qualcomm.

Ada penyebab mengapa hal tersebut bisa terjadi, yakni MediaTek kurang promosi dibandingkan kompetitor. Padahal sebenarnya, prosesor buatan perusahaan semikonduktor asal Taiwan ini terbilang kencang dan menyuguhkan banyak teknologi baru.

MediaTek Dimensity 1100 sendiri mempunyai spesifikasi yang mirip dengan Dimensty 1200, perbedaannya hanya di clock-speed saja. Prosesor ini mengusung arsitektur dual cluster dengan mode 4 + 4 dengan konfigurasi 4-core Cortex A78 dengan clock-speed 2,6 GHz dan 4-core Cortex-A55 dengan kecepatan 2 GHz.

Prosesor ini dipadukan dengan RAM sebesar 8 GB berjenis LPDDR4X dan memori penyimpanan hingga 256 GB berjenis UFS 3.1 yang cepat. Unit Poco X3 GT yang kami review sendiri memiliki kapasitas memori sebesar 256 GB.

Baca juga: Adu Kencang Performa Poco X3 GT vs Realme GT Master Edition

Kami telah menguji performa Poco X3 GT dengan menggunakan beberapa aplikasi benchmark, yakni AnTuTu v9, PCMark, dan 3DMark. Berikut rincian lengkapnya:

AnTuTu Benchmark

Smartphone ini meraih skor yang terbilang sangat tinggi untuk sebuah ponsel harga Rp 4 jutaan. Bagaimana tidak, skornya mencapai 581 ribuan poin, yang bahkan lebih ngebut dan tinggi daripada Poco X3 Pro dengan Snapdragon 860.

AnTuTu Poco X3 GT
AnTuTu Poco X3 GT

Hal ini membuktikan kalau performa MediaTek Dimensity 1100 menyuguhkan power yang setara dengan Snapdragon 800 Series terbaru. Akan tetapi, jika dibandingkan dengan Snapdragon 870, kemampuannya jelas tertinggal jauh.

PCMark

Review kinerja Poco X3 GT kami lanjutnya dengan mengujinya menggunakan aplikasi PCMark. Aplikasi ini mengetes kemampuan smartphone melalui simulasi penggunaan sehari-hari.

Dalam pengujian ini, HP terbaru Xiaomi itu meraih skor 10.394 poin. Kalau dilihat, tipikal kinerjanya mirip seperti Snapdragon 870 (bila melihat grafik pada PCMark). Pasalnya, clock-speed CPU MediaTek Dimensity 1100 menyesuaikan power dengan kebutuhan yang ada sehingga cenderung naik turun.

PCMark Poco X3 GT
PCMark Poco X3 GT

Positifnya, kinerjanya pun lebih efisien dan berpengaruh pada daya tahan baterai yang tahan lama. Dari pengujian menggunakan PCMark Battery Life, smartphone ini memiliki daya tahan sampai 16 jam 29 menit.

3DMark

MediaTek Dimensity 1100 memiliki kartu grafis Mali-G77 dengan kinerja yang baik. Terbukti, dari pengujian kami menggunakan aplikasi 3DMark di metode Wild Life, smartphone ini meraih skor yang bagus.

Sedikit informasi, metode ini berguna untuk mengetahui kemampuan grafis tertinggi dari ponsel-ponsel terkini.

Poco X3 GT jauh melesat dengan meraih skor sebesar 4.003 poin dengan rata-rata frame rate di 24 FPS. Lagi-lagi, skornya melebihi perolehan Snapdragon 860 dan hampir menyamai kinerja dari Snapdragon 870.

Bisa dibilang, kemampuan prosesor ini berada di tengah-tengah antara dua Snapdragon 800 Series besutan Qualcomm.

Baterai

Poco X3 GT ditopang oleh baterai berkapasitas 5.000 mAh yang tergolong besar. Hebatnya, smartphone ini telah didukung oleh pengisian cepat dengan output 67W. Xiaomi tak pernah pelit untuk urusan beginian, karena mereka pun menyertakan adaptor charger 67W dalam paket pembelian.

Dari pengujian menggunakan PCMark Battery Life, smartphone tersebut mampu bertahan hingga 16 jam 29 menit dengan baterai tersisa 18%. Seperti yang kami jelaskan sebelumnya, daya tahan baterai yang panjang dipengaruhi oleh efisiennya tenaga MediaTek Dimensity 1100.

PCMark Poco X3 GT
PCMark Poco X3 GT

Powernya bakal maksimal kalau aplikasi, game, atau kegiatan yang dijalani pengguna dinilai butuh tenaga tertinggi. Namun kinerjanya bakal normal apabila aktivitas atau perintah dari pengguna dinilai tak terlalu memberatkan CPU.

Pengujian lainnya, kami memutar video YouTube di kualitas Full HD sampai baterainya benar-benar habis. Ponsel terbaru Xiaomi ini mampu bertahan 16 jam 51 menit untuk memutar video YouTube hingga baterainya mencapai 1%.

Review Poco X3 GT

Bagaimana dengan kecepatan charging-nya? Ngecas dari 1% sampai penuh dengan kondisi ponsel aktif dan terhubung ke WiFi, butuh waktu 54 menit saja. Itu berartim mengisi daya kurang dari sejam untuk pemakaian nyaris seharian. Good job!

Review Poco X3 GT

Gaming

Review Poco X3 GT

Dilihat dari benchmark yang kami lakukan saat review Poco X3 GT, smartphone ini memang terbukti mempunyai performa yang bagus secara angka. Untuk penggunaan real-life, kami pun menjajal kemampuannya dengan bermain tiga game Android HD yang sering kami mainkan, yakni COD Mobile, PUBG Mobile, dan Marvel Future Revolution.

Baca juga: 5 Fitur Canggih Poco X3 GT, Flagship Killer Terbaru!

Sebelum membahas tes gaming yang kami lakukan, ada baiknya sedikit mengetahui soal fitur gaming pada smartphone ini. Layar 120Hz, check. Bodi yang nyaman digenggam, check. Speaker stereo yang mantap, check. Fitur gaming cukup lengkap, check juga.

Ya, Poco X3 GT memiliki fitur gaming bernama Game Turbo yang tersembunyi di bagian Special Features. Cara mengaksesnya, tinggal masuk ke Settings saja.

Tugas utama Game Turbo adalah untuk meningkatkan performa ponsel dan menjaganya ti level maksimal. Tak hanya itu, kualitas visual pun dinaikkan agar menampilkan detail dan kontras warna yang lebih baik untuk setiap game yang dimainkan.

Game Turbo juga dapat memblokir notifikasi aplikasi saat jalannya permainan, memungkinkan kami sebagai pengguna mengatur touch resistant, hingga menyesuaikan kemampuan GPU atau chip grafis secara manual.

Game Turbo pula bisa menampilkan berbagai informasi yang dibutuhkan oleh para gamer, seperti FPS Counter serta persentase penggunaan CPU.

Untuk pengujian gaming, ketiga game dapat dimainkan secara lancar di Poco X3 GT. PUBG Mobile dan COD Mobile bisa diset ke grafis tertinggi, walau belum yang benar-benar rata kanan.

COD Mobile dapat dimainkan di grafis tertinggi Very High dengan frame rate Very High. Sementara PUBG Mobile berada pengaturan grafis HDR – Ultra. Sama halnya dengan Marvel Future Revolution yang bisa ditampilkan di grafis tertinggi.

Poco X3 GT bisa menampilkan COD Mobile di rata-rata frame rate 65 FPS dengan penurunan maksimal ke 60 FPS. Sedangkan PUBG Mobile, bisa dimainkan di rata-rata 45 FPS alias lancar jaya!

Sama halnya dengan Marvel Future Revolution yang bisa dimainkan dengan mulus tanpa lag. Meski demikian, frame rate rata-ratanya hanya 32 FPS saja.

Secara pengalaman gaming, smartphone ini memang menyuguhkan experience yang jempolan. Visualnya smooth berkat fitur refresh rate 120Hz. Memang, ketiga game yang kami mainkan belum mendukung refresh rate yang tinggi, tapi kecepatan layarnya ini membuat jalannya permainan terasa lebih mulus dan menyenangkan.

Baca juga: Xiaomi Mi 11 vs Huawei Mate 40 Pro: Adu Kencang Smartphone Flagship

Dan lagi, smartphone ini juga menawarkan speaker stereo dengan kualtias audio yang nendang banget. Suara yang dikeluarkan dari speaker kiri dan kanan (jika dalam mode landscape) seimbang dan tidak pecah.

Kekurangannya, posisi speaker di atas kurang ergonomis. Akibatnya, sering kali lubang suaranya tertutup dan bikin audio yang dikeluarkan terpendam dan tak terlalu keras.

Selain itu, CPU memberikan hawa panas yang berlebih ketika kami bermain game berat. Padahal, Poco mengklaim bahwa HP terbarunya ini sudah memiliki sistem pendingin bernama LiquidCool Technology 2.0 yang dapat menjaga suhu ponsel tetap normal walau dipake aktivitas yang cukup memberatkan.

Contoh kasus, kami mencoba bermain marvel Future Revolution selama 1 jam. Suhu normal ponsel di menit awal masih 36,6° C. 10 menit kemudian, suhunya meningkat drastis sampai 41,8° C.

Bermain game 30 menit, suhu meningkat lagi hingga 42,4°C. Apabila sistem sudah mendeteksi suhu yang sangat tinggi dari CPU, performa langsung diturunkan dan akan muncul notifikasi “overheating”.

Kamera

Review Poco X3 GT

Poco X3 GT dilengkapi dengan tiga kamera belakang dan satu kamera depan. Konfigurasi kameranya antara lain, kamera utama 64MP, kamera ultrawide 8MP, dan kamera makro 2MP. Sedangkan kamera depannya, 16MP yang tersemat di lubang kamera pada layar.

Kamera utama 64MP pada smartphone ini memakai sensor OmniVision OV64B dengan mode pengambilan gambar Quad-Bayer yang menghasilkan gambar beresolusi 16MP. Di atas kertas, kamera ini diperbantukan dengan adanya PDAF, tapi tidak ada OIS atau optical image stabilization.

Sementara kamera ultrawide 8MP, menggunakan sensor Sony IMX355. Kemudian untuk kamera makro 2MP berjenis fixed-focus dengan jarak terdekat mencapai 4cm.

Kemudian kamera depannya, sensor OmniVision OV16A1 dipergunakan dengan mode pengambilan gambar Quad-Bayer dan belum didukung dengan autofokus. Lalu, bagaimana hasil dan kualitasnya?

Kami menyukai kualitas kamera Poco X3 GT selama memakainya untuk kebutuhan review dan daily driver. Kamera ini menghasilkan gambar 16MP dengan detail yang bagus dan akurasi warna yang cukup baik.

AI kamera pada smartphone ini memproses gambar dengan bagus, walau agak lama untuk beberapa kondisi. Misalnya saja, ketika kami memotret di lingkungan dengan cahaya yang berlebih alias over brightness.

Hasil fotonya tetap bagus sih, hanya saja saturasi warnanya agak lebih tajam dari aslinya walau tidak berlebihan. Geser ke kanan, dapat ditemui mode pengambilan gambar 64MP.

Bagi Anda yang suka gambar detail dengan warna yang akurat dan mirip sebenarnya, Anda bisa menggunakan mode ini. Tapi, ukuran file-nya bisa jauh lebih besar daripada mode default.

Review Poco X3 GT

Kamera ultrawide 8MP pada smartphone ini tidak dilengkapi dengan fitur HDR, tapi AI tetap “bermain” di sini. Hasil fotonya pun tergolong bagus dengan noise yang rendah. Tapi kalau berbicara soal warna, entah kenapa kami kurang menyukainya.

Kami lebih suka kualitas warna yang diberikan oleh sensor utama 64MP dibandingkan kamera ultrawide 8MP yang ditawarkan Poco X3 GT. But secara overall, masih bagus dan dapat diterima kok.

Untuk kamera makro, berjenis fixed-focus dengan jarak maksimal 4cm sudah cukup bagi kami. Tapi saran saja, kalau Anda ingin memotret secara jelas dan detail, gunakan tripod.

Baca juga: Review Xiaomi Mi 11: Flagship Gahar Bertenaga dengan Snapdragon 888

Hasilnya sih oke. Detailnya keren dengan kontras warna yang cukup tinggi. Hebatmya foto makro yang kami ambil di kondisi cahaya standar atau kurang pun tetap hasilkan foto yang cukup bagus.

Kamera Poco X3 GT juga mendukung pemotretan malam melalui Night Mode. Dengan menggunakan mode ini, tiap pemotretan membutuhkan waktu 2 sampai 4 detik tergantung kondisi pencahayaan.

Hasil foto malam yang kami ambil selama review Poco X3 GT terbilang cukup. Noise masih ada, tapi saturasi warna dan detail pada objek yang difokuskan terlihat oke dan berkualitas.

Review Poco X3 GT

Buat pengguna yang suka swafoto, kamera depan 16MP pun memberikan hasil foto yang mulus, natural, dan detail yang ciamik. Menarik di sini, sensor kamera depan mengusung mode pengambilan gambar Quad Bayer, sehingga foto pun seharusnya beresolusi 4MP.

Akan tetapi, sistem kamera Xiaomi melakukan upscale ke 16MP lagi. Walau demikian, hasil fotonya tetap tajam dan masih sangat layak untuk diunggah ke media sosial.

Kini masuk ke bagian video. Dengan power yang tinggi dari MediaTek Dimensity 1100, Poco X3 GT dimungkinkan untuk merekam gambar di resolusi 4K di 30FPS dan Full HD di 30 FPS dan 60 FPS.

Tidak ada OIS memang, namun Xiaomi menyertakan sistem EIS atau electronic image stabilization untuk menstabilkan gambar. Bila ingin lebih stabil, ada mode Super Steady, walau detailnya jadi lebih rendah.

Hasil foto:Hasil kamera Poco X3 GT

Kesimpulan

Review Poco X3 GT

Poco konsisten untuk menghadirkan smartphone “rasa flagship” dengan harga kaki lima, salah satunya Poco X3 GT. Smartphone ini menyuguhkan fitur dan spesifikasi layaknya smartphone dengan harga di atas rata-rata, tapi dijual dengan harga yang super rendah.

Kapan lagi mempunyai layar 120Hz berukuran besar dengan dukungan HDR10, dan sudah dilapisi Gorilla Glass Victus di rentang harga Rp 4 jutaan? Hingga saat ini, mungkin baru Poco X3 GT saja yang jadi HP murah dengan panel pelindung layar setangguh Victus.

Desainnya juga cakep, lebih elegan dibandingkan Poco X3 NFC ataupun Pro. Meski memang, bump kamera ponsel ini yang terlalu tebal sehingga membuatnya jadi penopang bodi secara keseluruhan bila diletakkan di atas meja.

Performa smartphone ini juga impresif. Selama kami melakukan review, Poco X3 GT menyuguhkan kinerja yang kencang dan lancar untuk berbagai kegiatan, terkhusus untuk gaming.

Kinerjanya yang kencang juga dibarengi dengan daya tahan baterai Poco X3 GT yang mengesankan. Begitu juga dengan kecepatan charging-nya yang sangat cepat.

Poco X3 GT juga memiliki speaker stereo dengan kualitas audio yang seimbang dan berkualitas berkat adanya fitur Dolby Atmos dan Hi-Fi Audio jika memakai headset. Kemampuan kameranya pun menakjubkan, khususnya untuk kamera utama 64MP yang menghasilkan gambar yang baik di siang ataupun malam.

Kesimpulannya? “Kaum mending” seharusnya telah puas dengan kehadiran Poco X3 GT. Harganya terjangkau, spesifikasinya kencang, fiturnya lengkap, daya tahan baterainya ajib, kualitas kameranya pun oke.

Walau memang, ada beberapa kekurangan dari smartphone ini yang harus dimaafkan. Sebut saja, tak ada slot microSD, suhu ponsel yang kerap meningkat saat bermain game berat lebih dari 1 jam, kamera selfie yang masih fixed-focus, dan ketiadaan jack audio 3,5mm. (MF)

Kelebihan

+ Layar 120Hz

+ Layar dukung HDR10

+ Desain elegan dengan build quality yang baik

+ Sertifikasi IP53

+ Layar dilapisi Gorilla Glass Victus

+ Ditenagai Snapdragon MediaTek Dimensity 1100

+ Baterai jumbo dan tahan lama

+ Fast charging sangat cepat

+ Speaker stereo

+ Kemampuan gaming maksimal

+ Harga terjangkau di kelasnya

+ Kamera utama berkualitas baik

Kekurangan

– Tidak ada jack audio 3,5mm

– Suhu ponsel meningkat tinggi ketika bermain game berat

– Kamera selfie masih fixed-focus

– Tidak ada slot microSD

TELSET RATING: 8.8/10

SPESIFIKASI POCO X3 GT
Rilis Agustus 2021
Network 2G, 3G, 4G, 5G
OS Android 11
Chipset MediaTek MT6891Z Dimensity 1100 5G (6 nm)
CPU Octa-core (4×2.6 GHz Cortex-A78 & 4×2.0 GHz Cortex-A55)
GPU Octa-core (4×2.6 GHz Cortex-A78 & 4×2.0 GHz Cortex-A55)
RAM 8 GB
Memori 128 GB/ 256 GB UFS 3.1
Dimensi 163.3 x 75.9 x 8.9 mm (6.43 x 2.99 x 0.35 in), 193 gram
Layar IPS LCD 6.6 inci 1080×2400 px, 20:9 ratio, refresh rate 120Hz, 240Hz touch sampling rate, HDR10, Gorilla Glass Victus
Kamera Utama 64 MP (wide), 8 MP (ultra wide), 2 MP (macro)
Kamera Depan 20 MP (wide)
Beterai Li-Po 5000 mAh, Fast charging 67W
Warna Stargaze Black, Wave Blue, Cloud White
Harga Rp 4,3 jutaan (8/128 GB), Rp 4,7 jutaan (8/256 GB)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Related Articles

RELATED ARTICLES

- Advertisement -

Harga dan Spesifikasi

Latest Articles

- Advertisement -

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0