Telset.id – Xiaomi tiba-tiba memberikan kejutan saat menghadirkan Redmi 9 di Indonesia. Di acara itu, Xiaomi tanpa diduga mengumumkan Poco F2 Pro, sob! Smartphone yang sudah dinantikan Mi Fans ini akan kami ulas secara mendalam lewat review Poco F2 Pro.
Kurang lebih 2 tahun dibutuhkan Xiaomi untuk merilis suksesor dari Pocophone F1. Kini Poco F2 Pro sudah resmi hadir di Indonesia dan masuk ke meja redaksi Telset.
Seperti seri terdahulu, Poco F2 Pro dibekali oleh spesifikasi kelas atas dan dijamin ngegas. Meski demikian, smartphone ini dijual dengan harga yang terjangkau, tak sampai Rp 10 jutaan.
{Baca juga: Spesifikasi dan Harga Hp Xiaomi Terbaru}
Pasti beberapa dari Anda penasaran bagaimana performa dari Poco F2 Pro bukan. Oleh karena itu, tim Telset.id akan mengulasnya secara mendalam lewat review Poco F2 Pro berikut ini. Yuk simak!
Desain

Poco F2 Pro hadir dengan desain yang benar-benar berbeda dibandingkan ponsel kelas atas lainnya. Jika smartphone sekelasnya mengusung desain layar punch hole ataupun notch dengan bagian belakang yang punya frame kamera vertikal, Poco F2 Pro benar-benar tampil beda dan lebih berkarakter.
Review Poco F2 Pro kita mulai dengan membahas desain bagian depannya terlebih dahulu. Smartphone ini tampil dengan layar benar-benar fullscreen, tanpa adanya poni ataupun tompel.
Mengapa demikian? Karena Poco F2 Pro mengusung mekanisme kamera pop-up, yang sebenarnya bisa dibilang sudah jarang digunakan oleh para vendor smartphone saat ini.
Mekanisme kamera pop-up seperti “ditinggalkan” karena dianggap memiliki sedikit kelemahan. Yaitu kerena selain lebih berpotensi kemasukan debu yang bisa menyebabkan mekaniknya mudah rusak, juga biaya pemasangannya pun mahal.

Dengan alasan itulah para vendor smartphone lebih memilih menggunakan desain punch hole yang terlihat lebih baru meski terkesan ‘mengganggu’. Akan tetapi, Xiaomi tetap membawa mekanisme ini biar Poco F2 Pro tampil beda dari yang lain.
Sebenarnya Xiaomi bukanlah yang pertama menerapkan ponsel model kamera pop-up. Karena sebelumnya Asus dan Vivo sudah lebih dulu merilis ponsel dengan desain serupa. Lantas, apakah kamera Poco F2 Pro cukup tangguh memakai desain pop-up?
Xiaomi mengklaim, mekanisme kamera depan yang digunakan Poco F2 Pro sudah diuji hingga 300.000 kali untuk memastikan keandalan saat dipakai.
Layarnya sendiri Super AMOLED berukuran 6,67 inci dengan resolusi FHD+. Layar Poco F2 Pro memiliki rasio 20:9 dengan tingkat kecerahan sampai 500 nits.
Layar tersebut telah dilapisi dengan pelindung berupa kaca Corning Gorilla Glass 5 dan sudah mendukung teknologi HDR10+.
{Baca juga: Review Redmi Note 9 Pro: Perfoma Top di Kelas Menengah}

Pindah ke bagian belakang, Poco F2 Pro punya desain yang glossy dengan body kaca berlapis Gorilla Glass 5. Unit Poco F2 Pro yang kami gunakan untuk review kali ini memiliki warna Neon Blue yang malah kental dengan balutan warna hijau gradasi yang menawan.
Sekilas, warnanya mengingatkan kami dengan varian Tropical Green dari Redmi Note 9 Pro yang juga sudah kami review sebelumnya.
Satu hal yang menarik perhatian dari desain Poco F2 Pro adalah bentuk frame kameranya. Kalau dilihat sekilas, frame kameranya berbentuk lingkaran seperti Huawei Mate 30 Pro. Akan tetapi, kalau dilihat lebih teliti lagi, sebenarnya gak mirip-mirip banget kok.
Di bagian dalam frame, empat kamera Poco F2 Pro seolah diposisikan seperti huruf “X” dengan tulisan “64MP” di bagian tengahnya. Tepat di bagian bawah, ada LED Flash berukuran cukup besar.

Ke bagian bawah, ada slot dual SIM tanpa microSD, port USB-C, mikrofon, dan speaker. Ke bagian sisi kanan hanya terdapat tombol power dengan akses merah yang ditemani tombol volume, lalu di bagian atas ada mikrofon, jack audio 3.5mm, dan IR Blaster.
Dari tadi kami memuji desain Poco F2 Pro, seolah ponsel ini tampil tanpa cela. Sebenarnya, ada satu kekurangan yang kami temukan, sob. Frame kamera Poco F2 Pro sedikit menonjol. Sehingga kamera pun otomatis menjadi penopang body ponsel ketika ditaruh di meja dan alas lainnya.
Untung saja, Xiaomi memberikan casing tambahan dalam paket pembelian untuk melindungi ponsel dari benturan, sekaligus menutupi kekurangan yang kami sebutkan tadi.
HALAMAN BERIKUTNYA ⇒
Spesifikasi

Poco F2 Pro ditenagai oleh prosesor Snapdragon 865 dari Qualcomm. Dipadukan dengan RAM 6GB atau 8GB dan pilihan storage 128GB atau 256GB tanpa dukungan microSD.
Sementara di bagian baterainya, Poco F2 Pro mengusung baterai berkapasitas 4,700 mAh dengan fast charging 30W maksimal. Jangan lupakan satu hal yang penting untuk saat ini, yakni NFC!
Mengapa NFC penting? Di zaman sekarang, makin banyaknya pengguna commuterline, MRT sampai busway, tentu kehadiran e-money sangat dibutuhkan.
Biasanya, ketika saldo habis, pilihan untuk mengisinya adalah di minimarket, ATM yang mendukung NFC, atau ke merchant yang mendukung pengisian saldo.
{Baca juga: Poco F2 Pro Unboxing: Hp dengan Snapdragon 865 Termurah!!}
Tapi, dengan adanya smartphone NFC, pengguna bisa dengan bebas mengisi saldo di e-commerce yang mendukung. Gak repot lagi kan?
Jujur saja, selama kami review Poco F2 Pro, sektor performa memang bagian yang sangat ingin kami coba dan lakukan pengujian. Kapan lagi, sebuah smartphone dengan harga di bawah Rp 10 juta punya spesifikasi bak ponsel flagship dengan harga selangit?
Oleh karenanya, kami pun menggunakan tiga aplikasi benchmarking, yakni AnTuTu Benchmark, 3DMark, dan PCMark. Kami juga menggunakan Battery Log untuk membantu dalam pencatatan penggunaan baterai. Berikut penjelasannya.
AnTuTu Benchmark
Pakai Snapdragon 865, pastinya skor AnTuTu dari Poco F2 Pro gak main-main, sob. Terbukti, berdasarkan pengujian yang kami lakukan, smartphone ini memperoleh skor 577 ribuan poin!
Dengan skor tersebut, Poco F2 Pro menduduki posisi 10 besar atau tepatnya urutan ke-6 sebagai ponsel Android paling kencang versi AnTuTu. Skornya bahkan mengungguli Samsung Galaxy S20 Ultra dengan prosesor Exynos 990 5G yang harganya lebih dari 2 kali lipat.
3DMark
Kekaguman kami tidak berhenti di AnTuTu Benchmark saja. Saat menguji performa grafis atau GPU dari Poco F2 Pro, smartphone ini lagi-lagi mencetak skor yang “gak nyantai” sama sekali.
Smartphone tersebut memperoleh skor sekitar 8.624 poin untuk Sling Shot, 7.066 poin untuk Sling Shot Extreme OpenGL ES 3.1, dan 6.446 poin untuk Sling Shot Exteme Vulkan.
Berdasarkan menu komparasi yang ada di 3DMark, performa grafis Poco F2 Pro mengungguli 99% smartphone yang pernah diuji menggunakan smartphone ini. Bahkan, smartphone flagship seperti iPhone 11, Samsung Galaxy S10, sampai OnePlus 7.
PCMark
Poco F2 Pro pun handal untuk urusan multitasking maupun pekerjaan normal, seperti chatting, browsing, live streaming, dan lainnya. Terbukti, smartphone tersebut memperoleh skor 10.068 poin.
Menurut kesimpulan dari PCMark, Poco F2 Pro merupakan salah satu ponsel powerful yang ada saat ini. Well done!

Baterai
Berbicara soal baterai, Poco F2 Pro ditenagai oleh baterai berkapasitas 4,700 mAh dengan dukungan fast charging 30W, meski pada kenyataannya, terdapat charger 33W dalam paket pembelian.
Soal daya tahan, kami menguji baterai ponsel ini dengan dua metode, yakni menggunakan PCMark 2.0 Battery Life dan menggunakannya seperti biasa dengan mencatatnya menggunakan aplikasi Battery Log.
Nah, berdasarkan PCMark, smartphone ini memperoleh catatan waktu 18 jam 34 menit. Menurut PCMark, Poco F2 Pro pun menjadi perangkat dengan kemampuan mumpuni yang mengungguli ponsel di kelasnya.

Klaim PCMark kami akui, karena memang baterai smartphone ini punya daya tahan yang bagus. Butuh waktu hingga kurang lebih 20 jam untuk menghabiskan baterainya dari 100% hingga tersisa 3%.
Sedangkan untuk kecepatan charging, output 30W pada smartphone ini terbilang cukup ngebut. Dari 3% hingga penuh, dibutuhkan waktu kurang dari 2 jam.
HALAMAN BERIKUTNYA ⇒
Gaming

Kami biasanya menggabungkan pembahasan gaming di segmen spesifikasi. Namun khusus review Poco F2 Pro, kami akan memisahkan pembahasannya. Mengapa demikian? Karena kami terpukau dengan fitur serta kinerja dari ponsel ini ketika kami main game.
Puas. Itu adalah satu kata yang menggambarkan kesukaan kami pada kemampuan gaming Poco F2 Pro. Memang, smartphone tersebut tidak disebut sebagai ponsel gaming.
Namun, ada sejumlah fitur khusus yang dapat meningkatkan performa ponsel saat main game, khususnya grafis berat. Liquid Cool 2.0 misalnya, yang terdiri dari beberapa layer pendingin serta vapor chamber yang mencakup 28% bagian body.
Pendingin tersebut diklaim mampu turunkan panas CPU sampai 14 derajat celsius. Liquid Cool 2.0 menjaga perangkat tetap dingin, terutama prosesor dan permukaan body. Selain itu, performa smartphone pun tetap terjaga.
Selain itu, pengalaman gaming makin maksimal karena layar Poco F2 Pro sudah didukung fitur 180Hz Touch Sampling Rate, Z-axis linear motor, dan sertifikasi TUV Rheinland. Berbicara sedikit soal Z-axis linear motor, teknologi ini berfungsi untuk memberikan umpan balik dari sentuhan pengguna berupa getaran.
Tak cukup, terdapat fitur bernama Game Turbo. Fitur ini bisa ditemukan pada opsi Special Features di pengaturan sistem.

{Baca juga: Review Redmi Note 9: Desain dan Performa Oke, Baterai Boros}
Secara fitur, Game Turbo sebenarnya masih sama fungsinya dengan fitur serupa di ponsel Xiaomi lainnya. Namun, ada yang berbeda di sini, tepatnya pada pengaturan khusus tiap game.
Terdapat fitur yang memungkinkan kami untuk meningkatkan detail dan kontras visual game. Ada empat tingkatan, yakni Original, Moderate, Strong, dan Extreme. Sekarang membahas kemampuan gaming-nya nih.

Overall, puas banget main game di Poco F2 Pro. Seluruh game bisa dilibas dengan frame rate konsisten 60fps meski grafis diset “rata kanan”.
Akan tetapi, ada beberapa game yang belum memberikan dukungan grafis terbaik untuk Poco F2 Pro, seperti PUBG Mobile dan Mobile Legends. Grafis tertinggi tidak didukung oleh ponsel ini.
Mobile Legends hanya bisa dimainkan di grafis High. Sedangkan PUBG Mobile berjalan di grafis High dan frame rate Extreme.
Satu lagi, smartphone ini tidak mendukung speaker stereo. Kekurangan minor memang, namun cukup berpengaruh pada pengalaman gaming yang kami dapatkan.
Poco F2 Pro sukses memanjakan mata kami, tapi kurang untuk telinga kami saat main game karena tidak adanya speaker stereo.
Kamera

Sekarang review kamera Poco F2 Pro. Smartphone tersebut menggunakan konfigurasi Quad Camera yang terdiri dari kamera 64 MP sensor Sony IMX686, 5 MP macro, lalu sensor ultrawide 13 MP, dan sensor depth 2MP.
Sedangkan kamera selfie-nya, Poco F2 Pro memiliki sensor 20 MP dengan teknologi pop-up motorized camera, keren ya namanya?
Kamera utama Poco F2 Pro mampu mengabadikan video dengan kualitas maksimal yaitu 8K @30FPS, atau 4K @60FPS dan Full HD @60FPS. Sedangkan untuk kamera selfienya mendukung hingga FHD dengan frame rate 30FPS. Bagaimana kualitasnya, berikut penjelasannya.
Kamera Utama
Secara default kamera 64MP Poco F2 Pro menangkap gambar di resolusi 16MP atau 3.472 x 4.624 piksel. Itu karena, sensor ini mengusung skema Quad Bayer atau Tetracell yang mengubah 4 piksel ke 1 piksel.
Berbicara soal kualitasnya, kamera ini memberikan hasil foto dengan kualitas detail dan warna yang bagus, meskipun kami mengambil gambar pada kondisi backlight.
Namun, kualitasnya bisa dibilang tak sebagus seri flagship Xiaomi lainnya, Mi Note 10 Series atau Mi 10. Wajar, kedua ponsel itu mengusung sensor 108MP.
Opsi untuk mengambil foto 64MP mungkin kami sarankan bagi Anda ketika ingin menangkap foto landscape yang memperlihatkan banyak detail dalam satu foto. Sebab, hasil fotonya cenderung apa adanya, namun menampilkan detail yang lebih baik.
Secara umum, kami menyukai kualitas foto yang ditangkap oleh kamera utama Poco F2 Pro. Kamera ini mampu mengambil gambar di berbagai kondisi, siang, malam (berkat Night Mode 2.0), dan lainnya.
Selain itu, ada beberapa fitur menarik yang wajib untuk dicoba. Salah satu fiturnya adalah Clone, yang memungkinkan kami untuk memotret dan menyalin serta menampilkan objek yang sama beberapa kali pada video maupun foto. Berikut hasilnya:
Hasil Foto Kamera Utama

Hasil Foto Kamera 64MP

Hasil Foto Kamera Malam

Hasil Foto Kamera Clone

Kamera Ultrawide
Kamera ultrawide punya tone warna yang jauh lebih baik dibandingkan seri Xiaomi yang sebelumnya kami ulas, Redmi Note 9 Pro. Memang, hasil foto masih menampilkan efek cekung dengan lengkungan di tiap sudutnya.
Tapi, kalau berbicara soal warna, kamera ultrawide pada Poco F2 Pro jauh lebih baik dengan dynamic range yang luas. Meski demikian, untuk urusan detail sih memang berkurang dibandingkan lensa utama. But overall, hasilnya lebih baik. Berikut fotonya:
{Baca juga: Review Oppo Reno3: Kamera Maksimal untuk Semua Mode}
Kamera Makro dan Depth
Kamera makro di Poco F2 Pro menjadi salah satu konfigurasi yang kami sukai. Kami bisa dengan bebas mengambil objek dari dekat dengan kualitas warna dan detail yang bagus. Misalnya, seperti bunga, objek kayu maupun karat, binatang kecil, dan lainnya.
Sedangkan kamera depth, membantu lensa utama untuk mengambil foto bokeh maupun portrait. Kualitas fotonya terbilang oke. Tapi, sistem kamera nampaknya masih belum cukup pintar untuk membedakan mana objek utama dan background.
Sebab, kerap terjadi background malah tidak diburamkan dengan benar oleh sistem kamera. But, efek blur-nya cukup rapi. Berikut hasil fotonya:
Kamera Makro
Kamera Portrait
Selfie
Kamera depan 20MP menjadi satu hal plus pada Poco F2 Pro. Sejujurnya, kami lebih menyukai kualitas kamera Redmi Note 8 Pro dengan 20MP atau Redmi Note 9 Pro yang punya kamera 16MP.
Pasalnya, kamera selfie Poco F2 Pro kerap memberikan hasil foto yang terlalu terang, khususnya saat mengambil foto ketika cuaca cukup terik. Walaupun demikian, kamera ini mampu menangkap foto selfie yang natural.
Kami sebenarnya bisa mengatur atau menyesuaikan tirus di pipi, kemulusan wajah, sampai memperbesar mata, tapi secara default, kamera ini tetap memberikan penyesuaian yang pas dan tidak lebay. Berikut hasilnya:
Video
Seperti yang sudah kami sebutkan di atas, Poco F2 Pro sanggup merekam video di resolusi 8K @30FPS, 4K @60FPS, maupun Full HD @60FPS. Di sini terdapat fitur EIS atau Electronic Image Stabilization, tapi hanya bekerja di resolusi maksimal 4K saja.
Ada pula fitur Super Steady yang membuat video makin stabil. Namun, hanya bisa di resolusi Full HD @30FPS saja. Xiaomi memberikan mode khusus bagi pengguna yang suka vlogging lewat fitur Vlog.
Fitur ini memungkinkan pengguna untuk merekam video yang diolah menggunakan filter dan efek lewat bantuan AI. Berikut hasil videonya:
Video 4K @60FPS
Video Full HD @60FPS
HALAMAN BERIKUTNYA ⇒
Kesimpulan
Review Poco F2 Pro kami akhiri dengan kesimpulan. Poco F2 Pro bisa kami nilai sebagai smartphone yang paling layak dibeli tahun ini oleh konsumen yang benar-benar membutuhkan ponsel dengan spesifikasi tinggi, tapi masih bikin isi dompet aman.
Tidak seperti Pocophone F1 yang hanya mengandalkan sisi performa dapur pacu dan mengurangi fitur sana-sini agar mendapatkan harga yang tetap terjangkau, Poco F2 Pro menerapkan strategi yag berbeda.
Poco F2 Pro kini tidak cuma smartphone yang mengandalkan sisi kecepatan saja sebagai daya tarik utamanya. Smartphone ini menyuguhkan banyak keunggulan lain yang lebih komplit kepada pengguna.
Dari sisi desain misalnya, smartphone ini merupakan salah satu smartphone dengan desain yang menurut kami terbaik di kelasnya, jika dibandingkan dengan ponsel di rentang harga yang sama.
Desain Poco F2 Pro lebih berkarakter, berani tampil beda, dan tentu saja punya build quality yang bagus. Jangan lupakan fitur gaming yang tersedia juga tergolong lengkap. Mau main game apapun dijamin lancar dengan grafis mentok rata kanan.
Poco F2 Pro juga sudah menawarkan NFC, hal yang tidak diberikan oleh Pocophone F1. Xiaomi memang sudah konsisten menghadirkan fitur NFC di beberapa seri menengah ke atas.

Kemudian di sektor kamera, ponsel ini juga menawarkan kualitas fotografi dan videografi yang tak boleh dipandang sebelah mata. Berkat kombinasi 4 kamera belakang dan satu kamera depan dengan resolusi tinggi, kami bisa puas memotretdi berbagai kondisi.
Tapi bukan berarti Poco F2 Pro tanpa cela. Ada beberapa kekurangan, meski hanya kekurangan minor. Itupun penilaian subyektif kami, karena bisa saja kekurangan ini tidak jadi masalah bagi Anda.
Kekurangan pertama menurut kami ada pada frame kameranya yang sedikit menonjol, atau biasa dibilang “benjolan”. Sehingga kamera pun otomatis menjadi penopang body ponsel saat diletakkan di meja.
Memang Xiaomi sudah menawarkan solusinya, yakni dengan memberikan casing tambahan dalam paket pembelian untuk melindungi ponsel dari benturan, sekaligus menutupi benjolan frame kamera yang kami sebutkan tadi.
Kemudian kekurangan yang kedua adalah, Poco F2 Pro tidak mendukung speaker stereo. Seperti yang kami katakan tadi, ini memang hanya kekurangan minor. Tapi meski begitu, menurut kami cukup berpengaruh pada pengalaman gaming yang kami dapatkan.
Jadi, Poco F2 Pro sukses memanjakan mata kami, tapi kurang bisa memanjakan telinga kami saat main game, karena tidak adanya speaker stereo. Ya, balik lagi ke selera orang sih, mungkin bisa saja ada yang tidak terlalu memikirkan soal suara yang dihasilkan.
Tapi secara overall, Poco F2 Pro sangat memuaskan menurut kami, terutama jika dibandingkan dengan pendahulunya Poco F1 dan beberapa smartphone sekelasnya.
Kami bisa katakan, Poco F2 Pro bisa menjadi jawaban bagi pengguna dari golongan “kaum mending”, yang selalu ingin smartphone berkualitas tinggi dengan harga yang serendah mungkin.
Sekali lagi, kami hanya sebatas menilai dari hasil pengujian saja, tapi keputusan apakah akan meminangnya atau tidak, tetap ada di tangan Anda. (MF/HBS)
Kelebihan
+ Build quality bagus
+ Layar fullscreen berukuran besar dan lega
+ Panel layar dan body belakang dilapisi Gorilla Glass 5
+ Sertifikasi TUV Rheinland
+ Intensitas cahaya 500 nits dan mendukung HDR10+
+ Performa mantap dengan Snapdragon 865
+ Fast charging 30W
+ Ada NFC
+ Baterai tahan lama
+ Ada Liquid Cooling 2.0
+ Fitur gaming lengkap, termasuk Game Turbo
+ Kamera 64MP berkualitas
+ Kamera makro yang bagus
+ Video mendukung sampai 8K @30FPS, 4K @60FPS, dan Full HD @60FPS
+ Ada fitur EIS dan Super Steady
Kekurangan
– Frame kamera menonjol
– Speaker tidak stereo
TELSET RATING: 9.0/10
| Spesifikasi Xiaomi Poco F2 Pro | |
|---|---|
| NETWORK | |
| Technology | GSM / HSPA / LTE / 5G |
| 2G bands | GSM 850 / 900 / 1800 / 1900 – SIM 1 & SIM 2 |
| 3G bands | HSDPA 850 / 900 / 1700(AWS) / 1900 / 2100 – International |
| 4G bands | 1, 2, 3, 4, 5, 7, 8, 20, 28, 38, 40, 41 – International |
| Speed | HSPA 42.2/5.76 Mbps, LTE-A; 5G |
| LAUNCH | |
| Announced | 2020, May 12 |
| Status | Coming soon. Exp. release 2020, May 19 |
| BODY | |
| Dimensions | 163.3 x 75.4 x 8.9 mm (6.43 x 2.97 x 0.35 in) |
| Weight | 219 g (7.72 oz) |
| Build | Glass front (Gorilla Glass 5), glass back (Gorilla Glass 5), aluminum frame |
| SIM | Dual SIM (Nano-SIM, dual stand-by) |
| Colors | Neon Blue, Phantom White, Electric Purple, Cyber Gray |
| DISPLAY | |
| Type | Super AMOLED capacitive touchscreen, 16M colors |
| Size | 6.67 inches, 107.4 cm2 (~87.2% screen-to-body ratio) |
| Resolution | 1080 x 2400 pixels, 20:9 ratio (~395 ppi density) |
| Protection | Corning Gorilla Glass 5 |
| HDR10+ 500 nits typ. brightness (advertised) |
|
| PLATFORM | |
| OS | Android 10, MIUI 11 |
| Chipset | Qualcomm SM8250 Snapdragon 865 (7 nm+) |
| CPU | Octa-core (1×2.84 GHz Kryo 585 & 3×2.42 GHz Kryo 585 & 4×1.80 GHz Kryo 585) |
| GPU | Adreno 650 |
| MEMORY | |
| Card slot | No |
| RAM | 6/8 GB |
| Internal | 128GB 6GB RAM, 256GB 8GB RAM |
| MAIN CAMERA | |
| Sensors | 64 MP, f/1.9, 26mm (wide), 1/1.72″, 0.8µm, PDAF 5 MP, f/2.2, 50mm (telephoto macro), AF 13 MP, f/2.4, 123° (ultrawide), 1.12µm 2 MP, f/2.4, (depth) |
| Features | Dual-LED dual-tone flash, HDR, panorama |
| Video | 8K@24/30fps, 4K@30/60fps, 1080p@30/60/120/240fps, 1080p@960fps; gyro-EIS |
| SELFIE CAMERA | |
| Sensors | Motorized pop-up 20 MP, (wide), 1/3.4″, 0.8µm |
| Features | HDR |
| Video | 1080p@30fps, 720p@120fps |
| SOUND | |
| SOUND | 24-bit/192kHz audio |
| CONNECTIVITY | |
| WLAN | Wi-Fi 802.11 a/b/g/n/ac/ax, dual-band, Wi-Fi Direct, hotspot |
| Bluetooth | 5.1, A2DP, LE, aptX HD, aptX Adaptive |
| GPS | Yes, with dual-band A-GPS, GLONASS, BDS, GALILEO, QZSS |
| NFC | Yes |
| Radio | FM radio |
| USB | 2.0, Type-C 1.0 reversible connector, USB On-The-Go |
| FEATURES | |
| Sensors | Fingerprint (under display, optical), accelerometer, gyro, proximity, compass, barometer |
| Other | |
| BATTERY | |
| Type | Li-Po |
| Size | 4700mAh |
| Non-removable Li-Po 4700 mAh battery | |

























