Beranda blog Halaman 5

REDMI Note 15 Series Siap Masuk Indonesia, Bawa Standar Titan dan Kamera 200MP

0

Telset.id – Jika Anda berpikir evolusi smartphone kelas menengah di tahun 2026 hanya berkutat pada kecepatan prosesor atau kapasitas memori semata, Xiaomi tampaknya memiliki rencana lain yang jauh lebih ambisius. Raksasa teknologi ini baru saja mengonfirmasi kehadiran lini terbarunya yang siap mengubah standar ketahanan ponsel di pasar Tanah Air.

Kabar gembira ini datang langsung dari Xiaomi Indonesia yang memastikan bahwa REDMI Note 15 Series akan resmi meluncur pada 22 Januari 2026. Momentum ini terbilang sangat cepat, mengingat peluncuran globalnya baru saja dilakukan hari ini, 15 Januari 2026. Langkah agresif ini menegaskan betapa pentingnya pasar Indonesia bagi ekosistem Xiaomi, sekaligus menjawab rasa penasaran para penggemar gadget yang menantikan penerus seri legendaris ini.

Generasi terbaru ini tidak sekadar hadir sebagai pelengkap katalog tahunan. Xiaomi memposisikan REDMI Note 15 Series sebagai smartphone all-rounder yang dirancang khusus untuk menjadi andalan Generasi Z. Karakter utama yang selama ini melekat pada seri Note—tangguh, andal, dan siap tempur—kini ditingkatkan ke level yang jauh lebih serius. Ada empat varian yang disiapkan untuk menggempur pasar: REDMI Note 15 reguler, REDMI Note 15 5G, REDMI Note 15 Pro 5G, dan varian tertingginya, REDMI Note 15 Pro+ 5G.

Filosofi REDMI Titan Durability: Bukan Sekadar Gimmick

Satu benang merah yang mengikat keempat varian tersebut adalah fokus luar biasa pada aspek durabilitas. Mengusung tagline “It’s Titan Tough”, Xiaomi seolah ingin mendeklarasikan perang terhadap stigma bahwa smartphone canggih itu ringkih. Marketing Director Xiaomi Indonesia, Andi Renreng, menegaskan bahwa seri ini dirancang untuk memberikan rasa aman dan kepercayaan penuh bagi penggunanya dalam aktivitas sehari-hari.

Konsep “REDMI Titan Durability” ini bukan sekadar jargon pemasaran. Ini adalah perombakan struktur internal dan eksternal secara menyeluruh. Xiaomi menerapkan perlindungan layar kelas atas menggunakan Corning Gorilla Glass Victus 2, khususnya pada varian REDMI Note 15 Pro dan Pro+ 5G. Penggunaan kaca pelindung jenis ini menjanjikan ketahanan yang jauh lebih baik terhadap goresan maupun benturan yang sering terjadi tanpa disengaja.

Lebih menarik lagi adalah standar perlindungan terhadap elemen lingkungan. Xiaomi tidak main-main dengan menyematkan sertifikasi mulai dari IP64, IP66, IP68, hingga level ekstrem IP69 dan IP69K. Bagi Anda yang belum familier, standar IP69K biasanya hanya ditemukan pada perangkat industri atau ponsel rugged tebal, yang menandakan ketahanan terhadap semprotan air bertekanan tinggi dan suhu tinggi.

Bahkan, untuk varian Pro dan Pro+ 5G, Xiaomi mengklaim kemampuan bertahan di dalam air hingga kedalaman 2 meter selama 24 jam. Klaim ini didukung oleh sertifikasi TÜV SÜD Smartphone Water-resistant Endurance. Tentu saja, perlu diingat bahwa pengujian ini dilakukan dalam kondisi laboratorium terkontrol. Namun, adanya jaminan teknis seperti ini memberikan ketenangan pikiran ekstra saat Anda harus menggunakan ponsel di tengah hujan deras atau kondisi cuaca tak menentu.

Kamera 200MP dan Integrasi AI Cerdas

Ketangguhan fisik hanyalah separuh dari cerita. Di sektor pencitraan, REDMI Note 15 Series tetap mempertahankan DNA-nya sebagai ponsel dengan kamera resolusi tinggi. Seri ini membawa konfigurasi kamera hingga 108MP dan 200MP yang dilengkapi dengan Optical Image Stabilization (OIS). Kehadiran OIS ini krusial untuk memastikan foto tetap tajam dan video tetap stabil, terutama saat memotret dalam kondisi pencahayaan minim atau sambil bergerak.

Kombinasi antara bodi tangguh “Titan” dan kamera superior ini membuka peluang kreativitas tanpa batas. Pengguna tidak perlu lagi ragu untuk mengambil angle foto yang ekstrem atau memotret di lokasi outdoor yang menantang. Perspektif kreatif kini bisa dieksplorasi lebih bebas tanpa rasa was-was perangkat akan rusak terkena cipratan air atau debu.

Untuk menyempurnakan hasil tangkapan, Xiaomi juga membenamkan serangkaian fitur berbasis kecerdasan buatan (AI). Fitur seperti AI Erase untuk menghapus objek mengganggu, AI Sky untuk mengubah suasana langit, AI Beautify, hingga AI Reflection Removal hadir untuk mempermudah proses pembuatan konten. Dengan fitur-fitur ini, foto yang dihasilkan sudah siap untuk langsung dibagikan ke media sosial tanpa perlu proses penyuntingan yang rumit di aplikasi pihak ketiga.

Visi Ekosistem dan Ketersediaan

Peluncuran REDMI Note 15 Series ini juga sejalan dengan visi besar Xiaomi Corporation yang kini mengusung strategi ekosistem cerdas “Human x Car x Home”. Sebagai salah satu perusahaan smartphone terkemuka dunia dengan 741,7 juta pengguna aktif bulanan (per September 2025), Xiaomi terus berupaya menghadirkan inovasi yang relevan dengan harga yang jujur.

Andi Renreng menambahkan bahwa seri ini dirancang agar tetap relevan dengan kebutuhan performa dan gaya hidup masa kini. Dengan 1,035 miliar perangkat AIoT yang terhubung ke platform Xiaomi, REDMI Note 15 Series diproyeksikan menjadi pusat kendali yang andal bagi gaya hidup digital pengguna Indonesia.

Bagi Anda yang sudah tidak sabar membuktikan klaim ketangguhan dan kemampuan kameranya, penantian tidak akan lama lagi. Seluruh detail harga dan varian spesifik untuk pasar Indonesia akan diungkap secara gamblang pada acara peluncuran resmi tanggal 22 Januari 2026. Apakah REDMI Note 15 Series akan kembali merajai pasar menengah seperti pendahulunya? Kita tunggu saja tanggal mainnya.

Bye-bye Gambar Seksi! Aturan Baru AI Grok Ini Bikin Pengguna Gratis Gigit Jari

0

Pernahkah Anda membayangkan sebuah teknologi cerdas yang seharusnya membantu produktivitas, justru menjadi bumerang yang mengancam privasi dan keamanan digital? Dalam beberapa pekan terakhir, diskursus mengenai etika kecerdasan buatan (AI) kembali memanas, menempatkan platform media sosial X di pusat perhatian global. Kritik tajam mengalir deras terkait kemampuan chatbot mereka, Grok, yang dianggap terlalu bebas dalam memanipulasi gambar.

Menanggapi gelombang protes dan tekanan regulasi yang semakin ketat, X akhirnya mengambil langkah tegas. Platform milik Elon Musk ini mengumumkan perombakan signifikan pada kebijakan penyuntingan gambar di Grok. Langkah ini bukan sekadar pembaruan fitur biasa, melainkan sebuah respons reaktif terhadap dugaan penyalahgunaan teknologi untuk pembuatan konten bernuansa seksual tanpa persetujuan, sebuah isu yang sangat sensitif dan berbahaya.

Perubahan ini membawa dampak langsung bagi cara pengguna berinteraksi dengan Grok. Tidak ada lagi kebebasan absolut dalam mengedit foto, terutama yang berkaitan dengan busana terbuka. Kebijakan ini diterapkan secara menyeluruh, namun dengan batasan akses yang kini semakin eksklusif, menciptakan tembok pemisah yang jelas antara pengguna berbayar dan mereka yang menikmati layanan gratisan.

Batasan Eksklusif dan Larangan Bikini

Dalam pengumuman resmi yang disiarkan melalui akun @Safety, X menegaskan bahwa kemampuan pembuatan gambar pada Grok kini telah dikunci di balik dinding berlangganan (paywall). Artinya, pengguna layanan gratis tidak lagi memiliki akses untuk menciptakan gambar melalui chatbot ini. Langkah ini tampaknya diambil untuk memperketat kontrol terhadap siapa saja yang menggunakan alat canggih tersebut, sekaligus meminimalisir risiko penyalahgunaan massal oleh akun-akun anonim atau bot.

Lebih spesifik lagi, kebijakan baru ini secara eksplisit mencegah akun Grok untuk mengedit foto orang dengan pakaian terbuka. Sistem kini diprogram untuk memblokir permintaan pembuatan atau penyuntingan gambar seseorang yang mengenakan bikini, pakaian dalam, atau busana terbuka lainnya. X menerapkan aturan ini secara ketat, terutama di negara-negara yang memiliki hukum pelarangan praktik tersebut. Ini adalah upaya mitigasi risiko yang dirancang untuk mencegah pembuatan materi eksploitatif yang belakangan ini marak terjadi.

Keputusan ini tidak muncul begitu saja tanpa sebab. Selama beberapa minggu terakhir, X dan Grok menjadi sasaran kritik publik karena dugaan fasilitas pembuatan gambar tak senonoh, termasuk yang melibatkan anak-anak. Dengan membatasi akses hanya kepada pengguna berbayar dan menerapkan filter konten yang lebih agresif, X berharap dapat meredam penyebaran konten ilegal tersebut. Di Indonesia sendiri, pemerintah telah mengambil langkah tegas untuk Lindungi Privasi warganya dari ancaman ini.

Investigasi Hukum dan Temuan Mengejutkan

Pengumuman perubahan kebijakan X ini bertepatan dengan momen krusial di ranah hukum Amerika Serikat. Hanya beberapa jam sebelum pengumuman tersebut, negara bagian California secara resmi membuka penyelidikan terhadap xAI dan Grok. Fokus utama penyelidikan ini adalah penanganan konten AI yang mengandung unsur pornografi serta eksploitasi anak, sebuah tuduhan serius yang dapat berujung pada sanksi berat bagi perusahaan teknologi raksasa tersebut.

Kantor Jaksa Agung California merilis data analisis yang cukup mencengangkan. Berdasarkan temuan mereka, separuh dari sekitar 20.000 gambar yang dihasilkan oleh xAI pada periode antara Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 menampilkan orang dalam balutan pakaian minim. Yang lebih mengkhawatirkan, sebagian dari gambar-gambar tersebut tampak menyerupai anak-anak. Statistik ini menjadi bukti kuat mengapa regulasi ketat mendesak untuk segera diterapkan demi menjaga ruang digital yang aman.

Menanggapi hal ini, X menyatakan komitmennya untuk menerapkan kebijakan “tanpa toleransi” terhadap eksploitasi anak. Perusahaan berjanji akan secara aktif menghapus konten pelanggaran prioritas tinggi. Ini mencakup materi pelecehan seksual anak serta konten bermuatan seksual yang dibuat tanpa persetujuan subjeknya. Langkah ini sejalan dengan janji mereka sebelumnya untuk memastikan platform Bebas Konten Porno demi keamanan pengguna.

Standar Ganda dan Pembelaan Elon Musk

Di tengah badai kritik ini, CEO xAI, Elon Musk, memberikan pernyataan yang memicu perdebatan tersendiri. Musk mengaku sebelumnya tidak mengetahui adanya insiden di mana Grok menghasilkan gambar anak yang tidak senonoh. Pernyataan ketidaktahuan ini sering kali menjadi garis pertahanan pertama para eksekutif teknologi ketika platform mereka tersandung masalah moderasi konten yang kompleks.

Namun, Musk menambahkan nuansa lain pada kebijakan kontennya. Ia menyatakan bahwa ketika opsi untuk membatasi konten tidak aman dinonaktifkan, Grok sebenarnya diperbolehkan menampilkan konten tertentu. Konten yang dimaksud adalah ketelanjangan tubuh bagian atas dari karakter manusia dewasa yang bersifat fiktif. Musk membandingkan standar ini dengan apa yang lazim diterapkan dalam film-film berklasifikasi dewasa di layanan streaming seperti Apple TV.

Pernyataan ini menegaskan bahwa kebijakan X tidak berlaku seragam secara global. Musk menekankan bahwa aturan akan disesuaikan dengan peraturan hukum yang berlaku di masing-masing negara. Pendekatan yang fleksibel namun kontroversial ini menunjukkan upaya X untuk menyeimbangkan antara kebebasan berekspresi ala Musk dengan kepatuhan terhadap hukum lokal yang bervariasi di setiap yurisdiksi.

Reaksi Keras Dunia Internasional

Dampak dari kontroversi Grok ini telah memicu reaksi berantai di berbagai negara. Indonesia tercatat sebagai negara pertama yang mengambil langkah berani dengan memblokir akses terhadap Grok. Langkah ini diambil demi menjaga ruang digital nasional dari polusi konten negatif. Upaya pemerintah untuk Cegah Deepfake porno menjadi prioritas utama dalam melindungi masyarakat dari kejahatan siber berbasis AI.

Langkah serupa juga sedang dipertimbangkan oleh negara tetangga, Malaysia. Pemerintah Malaysia tengah mengkaji langkah hukum terkait penanganan konten seksual buatan AI yang dianggap meresahkan. Kekhawatiran terhadap keamanan data dan moralitas publik menjadi landasan utama bagi negara-negara di Asia Tenggara untuk bersikap tegas terhadap platform yang dianggap lalai.

Sementara itu di Eropa, Inggris melalui badan otoritas komunikasinya, Ofcom, juga tidak tinggal diam. Mereka telah membuka penyelidikan formal terhadap xAI dan Grok menyusul laporan penyalahgunaan. Pemerintah Inggris bahkan menyatakan dukungan terbuka terhadap pemblokiran jika langkah tersebut memang diperlukan untuk melindungi warganya. Rentetan aksi global ini menunjukkan bahwa era kebebasan tanpa batas bagi AI generatif mungkin segera berakhir, digantikan oleh regulasi yang jauh lebih ketat dan mengikat.

Perubahan kebijakan Grok ini menjadi penanda penting dalam evolusi tata kelola kecerdasan buatan. Antara inovasi teknologi dan tanggung jawab sosial, perusahaan seperti X kini dipaksa untuk lebih berhati-hati. Bagi pengguna, ini adalah pengingat bahwa jejak digital dan privasi adalah aset yang harus dijaga, bahkan dari teknologi yang kita gunakan sehari-hari.

Salip Apple, Huawei Resmi Kembali Rajai Pasar Smartphone China 2025

0

Telset.id – Huawei akhirnya berhasil melakukan comeback manis yang mungkin tidak diperhitungkan oleh banyak pengamat Barat. Setelah lima tahun berjuang di bawah tekanan sanksi dan pembatasan teknologi, raksasa teknologi asal Shenzhen ini kembali menduduki tahta tertinggi sebagai penguasa pasar smartphone di China pada tahun 2025.

Pencapaian ini menjadi momen bersejarah, mengingat terakhir kali Huawei memegang posisi puncak adalah pada tahun 2020, sebelum dampak penuh dari sanksi Amerika Serikat mulai menggerogoti bisnis seluler mereka. Data terbaru dari International Data Corporation (IDC) mengonfirmasi pergeseran kekuatan ini, di mana Huawei sukses menggeser Apple ke posisi kedua dalam persaingan yang sangat ketat.

Berdasarkan laporan yang dilansir dari Gizmochina, Huawei berhasil menguasai pangsa pasar sebesar 16,4 persen sepanjang tahun 2025. Angka ini merepresentasikan pengiriman total sebanyak 46,7 juta unit ponsel pintar. Kemenangan ini diraih dengan selisih yang sangat tipis dari Apple, yang mencatatkan pangsa pasar 16,2 persen.

Kebangkitan Huawei ini bukan sekadar angka statistik, melainkan menandai pergeseran signifikan dalam lanskap pasar smartphone terbesar di dunia. Kemampuan perusahaan untuk memulihkan rantai pasok dan kepercayaan konsumen domestik menjadi kunci utama dalam membalikkan keadaan.

Strategi Chip Kirin dan Kembalinya 5G

Apa yang memicu lonjakan performa penjualan Huawei? Menurut analisis IDC, faktor pendorong utamanya adalah kembalinya dukungan konektivitas 5G pada perangkat-perangkat terbaru mereka. Setelah sempat terbatas pada jaringan 4G akibat sanksi, Huawei berhasil mengatasi hambatan tersebut.

Selain itu, peningkatan penggunaan chipset buatan sendiri, yakni seri Kirin, memainkan peran vital. IDC mencatat bahwa peningkatan produksi chip dalam negeri menjadi tulang punggung yang mendorong volume penjualan secara masif. Hal ini diperkuat dengan lini ponsel premium yang solid, terutama dari seri Mate dan seri Pura yang mendapatkan respons positif dari pasar.

Terkait seri Pura, antusiasme pasar memang terlihat tinggi. Bahkan, rumor mengenai bocoran spesifikasi perangkat generasi berikutnya, seperti Huawei Pura X2, sudah mulai diperbincangkan dan disebut akan debut paling cepat pada kuartal kedua tahun 2026.

Di sisi lain, Huawei juga terus memperluas portofolio produknya dengan meluncurkan Mate X7 dan jajaran produk inovatif lainnya. Langkah ini sejalan dengan upaya perusahaan untuk tidak hanya bergantung pada satu lini produk, melainkan membangun ekosistem yang kuat, termasuk pengembangan inovasi AI dan teknologi pendukung lainnya.

Peta Persaingan dan Tantangan 2026

Meski tergeser ke posisi kedua, performa Apple di China sejatinya tidak buruk. Perusahaan asal Cupertino ini masih menempel ketat berkat permintaan yang kuat terhadap seri iPhone 17. Bahkan, pada kuartal keempat tahun 2025, Apple sempat memimpin pasar dengan pangsa mencapai 21 persen, sebelum akhirnya kalah dalam akumulasi tahunan.

Di bawah dua raksasa ini, Vivo menempati peringkat ketiga, disusul oleh Xiaomi dan Oppo. Yang menarik, Honor—bekas sub-brand Huawei yang kini mandiri—justru terlempar dari posisi lima besar, menandakan betapa kerasnya persaingan di papan atas.

Namun, kemenangan Huawei ini hadir di tengah pasar yang sedang lesu. Total pengiriman smartphone di China tercatat turun 0,6 persen secara tahunan (Year-on-Year) menjadi sekitar 285 juta unit. Kondisi ekonomi dan saturasi pasar menjadi penyebab utamanya.

Ke depan, para analis memberikan peringatan bahwa tahun 2026 bisa menjadi periode yang lebih berat. Kenaikan harga komponen, terutama chip memori, serta meningkatnya biaya produksi telah memaksa sejumlah merek untuk menaikkan harga jual atau menunda peluncuran produk baru. Hal ini juga bisa berdampak pada solusi pintar dan perangkat IoT yang terhubung dengan ekosistem ponsel.

Dengan siklus penggantian perangkat yang melambat dan persaingan yang kian sengit, dominasi yang baru saja diraih Huawei diprediksi akan sulit untuk dipertahankan dalam jangka panjang. Apakah Huawei mampu menjaga momentum ini atau kembali disalip oleh Apple dan kompetitor lokal lainnya? Kita tunggu saja perkembangannya di 2026.

Dipanggil Komdigi, X Janji Fitur AI Grok Bebas Konten Porno

0

Telset.id – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) akhirnya mengambil langkah taktis dengan memanggil perwakilan platform X (sebelumnya Twitter) untuk meminta klarifikasi terkait kontroversi fitur kecerdasan artifisial mereka, Grok. Langkah ini diambil sebagai respons pemerintah dalam memastikan ruang digital di Indonesia tetap aman dari konten ilegal, khususnya pornografi.

Dalam pertemuan tersebut, pihak X menyatakan komitmennya untuk mematuhi seluruh ketentuan hukum yang berlaku di Tanah Air. Fokus utama pembahasan adalah memastikan teknologi AI milik mereka tidak menjadi alat untuk memproduksi maupun menyebarkan konten asusila.

Dirjen Pengawasan Ruang Digital Kemkomdigi, Alexander Sabar, mengungkapkan hasil pertemuan tersebut kepada publik. Menurutnya, platform milik Elon Musk itu telah berjanji untuk meningkatkan perlindungan terhadap pengguna, khususnya kelompok rentan seperti perempuan dan anak-anak.

“X menegaskan akan memastikan fitur AI Grok tidak dapat digunakan untuk menghasilkan konten bermuatan pornografi, serta akan melakukan penindakan terhadap akun-akun yang terbukti melanggar kebijakan dan peraturan perundang-undangan,” tegas Alexander di Jakarta.

Langkah pemanggilan ini bukanlah tindakan yang tiba-tiba. Sebelumnya, pemerintah Indonesia sempat mengambil langkah tegas dengan melakukan blokir sementara terhadap akses Grok. Hal ini dipicu oleh kekhawatiran mendalam mengenai kemampuan chatbot tersebut dalam menjenerasi gambar-gambar tak senonoh yang melanggar etika dan hukum.

Ancaman Sanksi Pemutusan Akses

Komdigi menegaskan bahwa janji manis dari platform X tidak akan diterima begitu saja. Alexander menekankan bahwa pihaknya akan terus melakukan pengawasan ketat dan evaluasi berkelanjutan untuk membuktikan apakah komitmen tersebut benar-benar dijalankan di lapangan atau hanya sekadar lip service.

Pemerintah mengingatkan bahwa setiap Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) yang beroperasi di Indonesia wajib tunduk pada aturan main yang ada. Kewajiban ini mencakup pendaftaran resmi, kepatuhan terhadap moderasi konten, hingga respons cepat (takedown) ketika diperintahkan untuk memutus akses terhadap konten terlarang.

Jika di kemudian hari ditemukan bahwa fitur AI Grok kembali disalahgunakan untuk membuat konten pornografi, Komdigi tidak akan segan-segan menjatuhkan sanksi berat.

“Apabila ditemukan pelanggaran atau ketidakpatuhan, Komdigi memiliki kewenangan untuk menjatuhkan sanksi administratif hingga pemutusan akses layanan,” ujar Alexander memperingatkan.

Selain sanksi administratif berupa pemblokiran, ada pula risiko hukum pidana bagi pihak-pihak yang terlibat. Alexander menyebutkan bahwa Komdigi secara aktif berkoordinasi dengan aparat penegak hukum. Jika penyedia layanan maupun pengguna terbukti memproduksi atau menyebarkan konten pornografi, mereka dapat dijerat sanksi pidana sesuai hukum yang berlaku di Indonesia.

Bahaya Deepfake dan Perlindungan Privasi

Isu utama yang menjadi sorotan Komdigi adalah maraknya fenomena deepfake bermuatan seksual yang dibuat tanpa persetujuan subjeknya (non-consensual deepfake pornography). Praktik ini dinilai sebagai pelanggaran serius terhadap hak asasi manusia dan martabat warga negara.

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, sebelumnya telah menyuarakan alasan keras pemerintah untuk lindungi privasi warga negara dari ancaman teknologi ini. “Demi melindungi perempuan, anak, dan seluruh masyarakat dari risiko konten pornografi palsu yang dihasilkan menggunakan teknologi kecerdasan artifisial, Pemerintah melakukan pemutusan akses sementara terhadap aplikasi Grok,” ujar Meutya.

Grok sendiri memang sempat menuai kritik keras secara global. Berbeda dengan kompetitornya yang menerapkan filter ketat sejak awal, Grok dinilai terlalu longgar sehingga memungkinkan pengguna membuat gambar tidak senonoh dengan mudah. Langkah Indonesia untuk menekan X agar membenahi sistem moderasi AI mereka merupakan bagian dari upaya menjaga ruang digital yang beretika.

Kini, bola panas ada di tangan X. Apakah mereka mampu membuktikan sistem AI Grok benar-benar aman, atau justru akan kembali berhadapan dengan tembok regulasi Indonesia? Komdigi memastikan pengawasan akan berjalan tanpa henti.

Google Mulai Sisipkan Iklan di Fitur Pencarian AI dan Gemini Chatbot

0

Telset.id – Google akhirnya mengambil langkah yang sudah diprediksi banyak pihak: memonetisasi kecerdasan buatan mereka secara agresif. Dalam sebuah memo singkat yang dirilis di blog Ad & Commerce baru-baru ini, raksasa teknologi tersebut mengumumkan format konten berbayar baru yang memungkinkan pemasar membeli ruang iklan di dalam “mode AI” Google. Langkah ini menandai era baru di mana hasil pencarian generatif tidak lagi bersih dari campur tangan komersial.

Iklan jenis baru ini tidak hanya akan muncul di bilah pencarian AI yang biasa diakses pengguna di sisi hasil pencarian Google, tetapi juga akan merambah ke dalam chatbot andalan mereka, Gemini. Bagi para pengamat industri, ini adalah sinyal jelas bahwa Google siap mengubah interaksi AI menjadi ladang pendapatan baru, meski mungkin harus mengorbankan pengalaman pengguna yang selama ini dijanjikan lebih bersih dan relevan.

Menurut laporan yang dikutip dari Washington Post, Google memberikan ilustrasi sederhana mengenai cara kerja sistem ini. Bayangkan seorang pengguna sedang mencari permadani baru. Dalam skenario normal, AI akan memberikan rekomendasi berdasarkan ulasan atau relevansi terbaik. Namun, dengan fitur iklan baru ini, mode AI Google akan secara proaktif menyodorkan beberapa permadani “disponsori” sebagai respons terhadap pertanyaan pengguna. Alih-alih mendapatkan hasil organik, pengguna akan disuguhi pilihan yang telah dibayar oleh pengiklan.

Hadirkan “Agen Bisnis” Virtual

Selain penempatan iklan produk secara langsung, Google juga memperkenalkan fitur yang mereka sebut sebagai “agen bisnis”. Google mendeskripsikan ini sebagai cara baru bagi pembeli untuk mengobrol dengan merek secara langsung di dalam Search. Fitur ini dirancang menyerupai asisten penjualan virtual yang dapat menjawab pertanyaan produk menggunakan suara atau gaya bahasa merek tersebut (brand voice).

Tujuannya adalah memungkinkan pengecer terhubung dengan konsumen selama momen belanja kritis dan membantu mendorong penjualan. Secara teknis, ini adalah chatbot bermerek yang tertanam di dalam Pencarian AI Google. Sebagai contoh, pengguna dapat “bertanya” kepada perusahaan seperti Lowe’s mengenai perbedaan antara berbagai jenis ubin lantai tanpa perlu mengunjungi situs web Lowe’s secara langsung.

Ironisnya, sistem ini menciptakan lapisan perantara baru yang mungkin terasa berlebihan. Pengguna tidak perlu masuk ke situs web asli, padahal situs seperti Lowe’s sendiri sebenarnya sudah memiliki agen belanja AI eksklusif mereka sendiri bernama Mylow. Hal ini memunculkan pertanyaan mengenai efisiensi dan kedaulatan data, mengingat bagaimana Google kerap disorot terkait penggunaan Data Pengguna untuk kepentingan iklan.

Pengalaman Pengguna yang Kian Tergerus?

Langkah Google ini memicu skeptisisme yang cukup beralasan. Jika terdengar seperti versi yang lebih buruk dari pengalaman Google yang belakangan ini dianggap menurun kualitasnya, Anda mungkin tidak sepenuhnya salah. Mode AI Google sendiri sejak awal telah diganggu oleh berbagai kesalahan (hallucinations), yang kerap mencekik lalu lintas ke situs penerbit asli dan menyajikan pengalaman pencarian yang kurang memuaskan.

Masuknya iklan ke dalam ekosistem yang masih belum stabil ini dikhawatirkan akan semakin memperburuk kepercayaan pengguna. Di tengah isu Persaingan Iklan yang ketat dan pengawasan regulator, keputusan untuk menyisipkan konten berbayar ke dalam jawaban AI menunjukkan prioritas perusahaan yang jelas: pendapatan di atas segalanya.

Meskipun pengguna mungkin mulai waspada terhadap alat pencarian AI Google yang sering kali tidak akurat, setidaknya kini mereka bisa yakin akan satu hal: motif mencari keuntungan akan terus menjadi pendorong utama pengembangan fitur-fitur baru Google ke depannya.

Oppo Reno 15 Series Jadi Pembuka 2026, Andalkan Kamera Selfie Ultrawide dan Aurora Design

0

Telset.id – Jika Anda mengira persaingan smartphone di awal tahun 2026 akan berjalan lambat, Oppo punya jawaban berbeda. Raksasa teknologi asal China ini langsung tancap gas dengan memperkenalkan lini terbarunya yang sangat dinanti, Oppo Reno 15 series, sebagai menu pembuka bagi pasar gadget Tanah Air. Langkah ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan sebuah pernyataan tegas bahwa segmen anak muda masih menjadi medan pertempuran utama yang ingin mereka kuasai sejak bulan Januari.

Dalam sesi media pre-briefing yang digelar di Jakarta pada Kamis (15/1/2026), atmosfer optimisme sangat terasa. Oppo tidak tanggung-tanggung memboyong tiga varian sekaligus untuk menggempur pasar, yakni Reno 15 F 5G, Reno 15 5G, dan varian tertingginya, Reno 15 Pro Max 5G. Strategi ini menunjukkan bahwa Rilis Global dan lokal kini semakin sinkron, memastikan konsumen Indonesia mendapatkan teknologi terkini tanpa jeda waktu yang lama.

Fokus utama dari seri kali ini jelas terlihat: inovasi visual dan kemampuan pencitraan digital yang lebih personal. Product Manager Oppo Indonesia, Deni Setiawan, menegaskan bahwa lini ini tetap setia pada DNA seri Reno yang menyasar demografi muda yang dinamis. Namun, apa yang membuat seri ke-15 ini berbeda dari pendahulunya? Jawabannya terletak pada kombinasi estetika “Aurora” yang memikat dan terobosan teknis pada kamera depan yang selama ini mungkin dianggap sepele oleh kompetitor lain.

Evolusi Desain Aurora dan Kenyamanan Genggam

Berbicara soal desain, Oppo tampaknya enggan bermain aman dengan warna-warna monokrom yang membosankan. Pada Reno 15 series, mereka membawa konsep fenomena alam Aurora ke dalam genggaman tangan Anda. Inspirasi ini bukan hanya soal pemilihan palet warna, tetapi juga melambangkan harapan dan semangat muda yang ingin dipancarkan oleh penggunanya. Filosofi ini diterjemahkan secara visual melalui teknik finishing yang matang, memberikan identitas unik pada setiap varian yang ditawarkan.

Teknologi Oppo Glow kembali hadir, namun dengan penyempurnaan yang signifikan. Finishing ini menjadi solusi cerdas atas keluhan klasik pengguna smartphone berdesain kaca: licin dan mudah kotor. Deni menjelaskan bahwa tekstur bodi belakang Reno 15 series dirancang agar tidak licin, memberikan grip yang solid, serta resisten terhadap bekas sidik jari. Ini adalah detail kecil yang berdampak besar pada pengalaman penggunaan sehari-hari, terutama bagi mereka yang enggan menggunakan casing tambahan demi memamerkan keindahan ponselnya.

Pilihan warna yang ditawarkan pun sangat variatif, mencerminkan gradasi langit aurora. Untuk varian tertinggi, Reno 15 Pro Max, tersedia opsi Dusk Brown dan Auro Gold yang memberikan kesan premium dan dewasa. Sementara itu, varian Reno 15 5G hadir dengan nuansa lebih pop seperti Aurora White, Aurora Blue, dan Twilight Blue. Bagi mereka yang memilih Reno 15 F 5G, opsi Twilight Blue, Afterglow Pink, dan Aurora Blue siap melengkapi gaya hidup yang ekspresif.

Revolusi Selfie: 50MP Ultrawide Pertama di Dunia

Sektor kamera selalu menjadi medan pembuktian bagi seri Reno, dan kali ini Oppo menaikkan standar permainan. Fitur yang digadang-gadang sebagai “jualan utama” adalah kamera selfie 50MP dengan kemampuan ultrawide. Ini bukan sekadar peningkatan megapiksel, melainkan perluasan sudut pandang (field of view) hingga 100 derajat. Dalam lanskap fotografi mobile saat ini, klaim Oppo sebagai yang pertama di dunia menghadirkan kombinasi ini pada kamera depan tentu menarik perhatian.

Implikasi dari fitur ini sangat praktis bagi pengguna. Anda tidak lagi membutuhkan tongsis (tongkat narsis) atau harus merentangkan tangan sejauh mungkin hanya untuk memuat lima orang dalam satu bingkai foto. Deni memaparkan bahwa dengan sudut pandang yang lebih luas, foto grup selfie (wefie) menjadi jauh lebih mudah dan natural tanpa distorsi wajah yang berlebihan di bagian pinggir frame. Ini adalah fitur yang secara langsung menjawab kebutuhan generasi media sosial yang gemar membagikan momen kebersamaan.

Tentu saja, perangkat keras yang mumpuni tidak akan lengkap tanpa dukungan perangkat lunak cerdas. Oppo menyematkan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang mendalam pada Reno 15 series. Salah satu fitur andalannya adalah AI Motion Photo & Popout. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk memotong subjek dari sebuah foto, dan sistem secara otomatis akan mengubahnya menjadi frame lengkap yang siap diunggah. Kemampuan ini mendukung komposisi hingga sembilan foto sekaligus, yang hasilnya bisa langsung dibagikan ke platform seperti WhatsApp tanpa perlu berpindah ke aplikasi editing pihak ketiga.

Konfigurasi Memori dan Misteri Harga

Meski spesifikasi jeroan secara mendetail seperti jenis chipset belum diungkap sepenuhnya—mengingatkan kita pada berbagai rumor mengenai Bocoran Spesifikasi yang beredar sebelumnya—Oppo telah membuka kartu soal konfigurasi memori. Hal ini penting mengingat kebutuhan aplikasi modern yang semakin rakus sumber daya.

Untuk varian “sultan” Reno 15 Pro Max, Oppo hanya menyediakan satu opsi monster: RAM 12GB dengan penyimpanan internal 512GB. Ini mengindikasikan bahwa varian Pro Max memang ditujukan bagi power user atau kreator konten yang membutuhkan ruang lega. Sementara itu, Reno 15 5G dan Reno 15 F 5G menawarkan fleksibilitas dengan pilihan RAM 8GB dan 12GB, namun dengan opsi penyimpanan yang dikunci di 256GB. Strategi ini cukup masuk akal untuk membedakan segmentasi harga antar model.

Berbicara soal harga, Oppo masih menerapkan strategi “tutup mulut” hingga peluncuran resmi pada 23 Januari 2026 nanti. Namun, bagi konsumen yang sudah tidak sabar, program pre-order menawarkan benefit yang menggiurkan. Konsumen dijanjikan total keuntungan hingga Rp 4,5 juta, yang mencakup layanan Oppo Care hingga 2 tahun, potongan harga di rekanan, serta voucher belanja via aplikasi MyOppo. Strategi bundling ini jelas bertujuan untuk mengikat konsumen ke dalam ekosistem layanan Oppo sejak hari pertama.

Menarik untuk menantikan apakah performa seri ini akan sejalan dengan rumor yang beredar, seperti kehadiran varian lain semacam Varian Mini yang sempat menjadi perbincangan hangat. Satu hal yang pasti, Oppo Reno 15 series siap mewarnai pasar smartphone Indonesia di awal 2026 dengan tawaran estetika dan inovasi kamera yang sulit diabaikan.

12 Fitur Tersembunyi Alexa yang Wajib Diketahui Pengguna Echo

0

Telset.id – Jika Anda berbagi tempat tinggal dengan satu atau lebih perangkat yang mendukung Alexa, Anda tidak sendirian. Amazon telah berhasil menjual ratusan juta unit speaker pintar dan asisten virtual ini ke seluruh dunia. Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa mayoritas pengguna hanya memanfaatkan perangkat canggih ini untuk sekadar memutar musik atau mengatur pengatur waktu masak.

Padahal, jika Anda hanya menggunakan fungsi dasar tersebut, Anda melewatkan potensi besar dari asisten AI ini. Ketika Anda mulai menggali fitur-fitur tersembunyi Amazon Echo dan mempelajari berbagai perintah unik, Anda baru akan menyadari bahwa kemampuan perangkat ini jauh lebih luas dari sekadar pemutar lagu. Berbagai “hacks” atau trik penggunaan ini dirancang untuk menghemat waktu, memberikan hiburan, dan meningkatkan kualitas hidup di rumah pintar Anda.

Berikut adalah 12 fitur dan trik Alexa yang wajib Anda coba di tahun 2026 untuk memaksimalkan penggunaan perangkat Amazon Echo Anda.

1. Mengubah Echo Menjadi Lampu Tidur

Alexa dapat membantu anak-anak (maupun orang dewasa) tidur lebih nyenyak atau sekadar memberikan penerangan minim saat Anda perlu ke kamar mandi di tengah malam. Fitur ini memanfaatkan cincin cahaya atau bar notifikasi pada perangkat Echo.

Screenshot of Night Light skill

Caranya sangat sederhana, cukup katakan, “Alexa, open Night Light”. Cincin notifikasi pada perangkat akan menyala. Kelebihannya, Anda bisa mengatur durasi waktu menyala dan menggunakannya di beberapa perangkat sekaligus. Namun, perlu dicatat bahwa fitur ini tidak bisa berjalan bersamaan dengan pemutaran musik dan Anda tidak dapat mengubah warna lampunya.

2. Membuat Rutinitas Kustom (Routines)

Salah satu fitur paling powerful adalah Routines. Fitur ini memungkinkan Alexa menjalankan beberapa tugas sekaligus hanya dengan satu pemicu (trigger). Misalnya, satu ucapan “Selamat pagi” bisa memicu Alexa menyalakan lampu, membacakan berita, dan menyalakan mesin kopi.

Screenshot of Alexa routine settings

Untuk membuatnya, buka aplikasi Alexa, pilih Routines dari menu, dan klik tanda tambah (+) untuk masuk ke layar New Routine. Di sini Anda bisa memilih kriteria pemicu, tindakan yang diinginkan, dan perangkat mana yang akan dieksekusi. Ini adalah cara cerdas untuk mengotomatisasi rumah Anda.

3. Audio Multi-Ruangan yang Sinkron

Jika Anda memiliki beberapa perangkat Echo yang tersebar di rumah, Anda bisa memanfaatkannya untuk memutar musik yang sama di seluruh ruangan secara bersamaan. Ini menciptakan pengalaman audio yang imersif tanpa perlu sistem suara mahal.

Screenshot of Create Group in Alexa app

Di aplikasi Alexa, masuk ke menu Devices. Pilih ikon tambah (+) dan pilih Combine Speakers > Multi-Room Music. Pilih perangkat mana saja yang ingin Anda masukkan ke dalam grup. Sayangnya, fitur ini memerlukan akun Amazon Music dan tidak bisa memutar musik melalui speaker Bluetooth yang dipasangkan (paired speakers).

4. Pemantauan Lalu Lintas Real-Time

Sebelum berangkat kerja atau mengantar anak sekolah, Anda bisa memeriksa kondisi jalanan hanya dengan suara. Fitur ini sangat mendasar namun krusial bagi komuter harian.

Screenshot of Alexa traffic settings

Anda perlu mengatur destinasi terlebih dahulu di aplikasi. Pilih Settings dari menu, lalu pilih Traffic di bawah preferensi Alexa. Masukkan alamat rumah dan tujuan Anda. Setelah data tersimpan, cukup tanya, “Alexa, how’s traffic?” untuk mendapatkan info waktu tempuh dan kemacetan secara real-time.

5. Fitur Drop-In sebagai Interkom

Fitur Drop-In memungkinkan Anda untuk “masuk” dan berbicara melalui perangkat Echo lain, baik di rumah yang sama maupun di lokasi berbeda (selama diizinkan). Ini sangat berguna untuk memanggil anggota keluarga tanpa harus berteriak, mirip fungsi interkom modern.

Screenshot of Drop-in

Setelah fitur ini diaktifkan, pilih Drop-in dari layar Communicate dan pilih perangkat tujuan. Ingat, jika Anda ingin melihat keadaan sekitar, Anda memerlukan perangkat Echo yang memiliki layar.

6. Proteksi Pembelian Suara

Kemudahan berbelanja dengan perintah suara memang futuristik, namun bisa menjadi bencana jika anak-anak atau tamu tidak sengaja memesan barang. Anda bisa mengamankan fitur ini.

Screenshot of Voice Purchasing

Masuk ke Settings > Account Settings > Voice Purchasing > Purchase Confirmation > Manage. Di sini, Anda bisa menonaktifkan pembelian suara sepenuhnya atau mengatur kode suara empat digit sebagai verifikasi. Selain itu, Anda juga bisa menghubungkan konsol Xbox ke Alexa dan mengunduh game via Xbox Game Pass dengan perintah suara, “Alexa, download game from Xbox Game Pass.”

7. Kustomisasi Flash Briefing

Saat Anda meminta “Alexa, play my flash briefing,” secara default ia akan memutar potongan berita standar. Anda sebenarnya bisa mengurasi konten ini agar sesuai dengan minat Anda, mulai dari teknologi hingga olahraga.

Screenshot of Flash Briefing settings

Buka menu Settings dan pilih Flash Briefing. Cari konten yang menarik bagi Anda untuk ditambahkan. Anda juga bisa mengubah urutan pemutaran dengan mengetuk Edit dan menggeser (drag and drop) sumber berita ke urutan yang diinginkan.

8. Mengubah Suara dan Aksen Alexa

Bosan dengan suara standar Alexa? Anda bisa mengubahnya. Alexa mendukung berbagai bahasa dan aksen, yang bisa memberikan nuansa baru pada interaksi harian Anda. Hal ini juga mirip dengan upaya kompetitor yang ingin mengubah perintah suara agar lebih natural.

Screenshot of Change Alexa's Language

Untuk mengubahnya, buka aplikasi Alexa, pilih perangkat yang ingin diubah, lalu pilih Language dan tentukan opsi dari menu drop-down. Perubahan ini berlaku spesifik per perangkat, jadi Anda bisa memiliki aksen berbeda di ruangan berbeda.

9. Sapaan Dinamis Pagi dan Sore

Cobalah menyapa Alexa dengan “Alexa, good morning” atau “Alexa, good afternoon”. Respons yang diberikan tidak kaku, melainkan dinamis dan menghibur.

Di pagi hari (sebelum tengah hari), Alexa sering memberikan kutipan motivasi untuk memulai hari. Sementara di sore hari (setelah jam 12 siang), ia akan merespons dengan tips bermanfaat atau pernyataan yang menyemangati. Anda tidak perlu mengaktifkan skill khusus untuk fitur ini.

10. Integrasi Resep IFTTT

IFTTT (If This, Then That) adalah layanan yang memungkinkan aksi otomatis lintas platform. Dengan menghubungkan Alexa ke IFTTT, kemampuan asisten pintar ini meningkat drastis.

Anda bisa membuat “resep” kompleks, seperti mengirim daftar belanja yang Anda didiktekan ke Alexa langsung ke ponsel, atau membuat lampu pintar berkedip ketika timer masakan selesai. Meskipun konfigurasi awalnya mungkin terasa teknis, hasilnya sangat memuaskan bagi penggemar otomatisasi.

11. Membuat Skill Sendiri dengan Blueprints

Amazon menyediakan fitur bernama Alexa Skill Blueprints yang memungkinkan pengguna awam membuat skill kustom tanpa perlu kemampuan coding. Ada puluhan templat yang tersedia untuk keperluan rumah tangga, bisnis, atau sekadar hiburan.

Anda bisa membuat kuis trivia keluarga, panduan tamu rumah, atau cerita interaktif. Cukup masuk ke blueprints.alexa.com dengan akun Amazon Anda untuk mulai berkreasi. Meskipun kustomisasinya terbatas pada templat, ini adalah cara yang menyenangkan untuk mempersonalisasi Alexa.

12. Multi-Profil untuk Keluarga

Agar Alexa tidak bingung melayani permintaan dari anggota keluarga yang berbeda, Anda bisa mengatur profil suara. Ini mirip dengan fitur personalisasi pada jam pintar modern yang mengenali penggunanya.

Buka Settings > Your Profile & Family > Your Profile > Add Your Voice dan ikuti instruksi di layar. Anggota keluarga lain juga bisa mengatakan, “Alexa, learn my voice,” agar perangkat bisa membedakan siapa yang sedang berbicara dan memberikan respons yang lebih personal, seperti daftar putar musik atau jadwal kalender masing-masing.

Cara Buka iCloud di Android, Akses Foto hingga Kalender

0

Telset.id – Berpindah ekosistem dari iOS ke Android seringkali dianggap sebagai mimpi buruk bagi sebagian pengguna, terutama terkait masalah data yang tertinggal di iCloud. Padahal, Anda tetap bisa mengakses layanan iCloud di HP Android, mulai dari foto, email, hingga kalender, tanpa harus kehilangan data penting.

Banyak pengguna yang baru saja melakukan migrasi perangkat merasa terjebak karena mengira data mereka terkunci selamanya di “taman bertembok” Apple. Faktanya, meski Apple tidak menyediakan aplikasi iCloud resmi di Google Play Store, ada beberapa metode sah dan aman untuk menjembatani kedua platform ini. Anda tidak perlu menjadi ahli IT untuk melakukannya, cukup memanfaatkan browser dan sinkronisasi akun Google yang tepat.

Berikut adalah panduan lengkap cara mengakses data iCloud di perangkat Android Anda.

Akses Foto iCloud via Browser dan Google Photos

Cara paling sederhana untuk melihat koleksi foto yang tersimpan di iCloud adalah melalui peramban (browser) di ponsel Android Anda. Anda tidak perlu mengunduh aplikasi pihak ketiga yang mencurigakan.

A screenshot of the iCloud website on a mobile browser showing a user profile and the apps menu

Cukup buka browser seperti Chrome, kunjungi situs resmi iCloud, dan masuk menggunakan Apple ID Anda. Dari menu utama, pilih opsi Photos. Di sini, Anda bisa melihat, mengunduh, hingga membagikan foto dan video layaknya sedang menggunakan iPhone. Antarmukanya mungkin tidak sehalus aplikasi native, namun fungsionalitas utamanya tetap berjalan baik.

Selain via browser, jika Anda masih memegang iPhone lama Anda, ada cara yang lebih efisien untuk memindahkan seluruh galeri. Anda bisa menggunakan aplikasi Google Photos di iPhone untuk mencadangkan seluruh foto ke akun Google. Setelah proses unggah selesai, semua foto tersebut akan otomatis muncul di aplikasi Google Photos di HP Android Anda. Metode ini sangat disarankan bagi Anda yang ingin melakukan Transfer Google Photos atau sebaliknya secara permanen.

Mengelola Email iCloud di Gmail Android

Bagi Anda yang menggunakan alamat email berakhiran @icloud.com, @me.com, atau @mac.com, Anda tidak perlu repot membuka browser setiap kali ingin mengecek pesan masuk. Sistem operasi Android memungkinkan integrasi email Apple langsung ke dalam aplikasi Gmail.

Email setup screens in the Gmail app for Android

Caranya cukup mudah:

  • Buka aplikasi Gmail di Android.
  • Ketuk ikon Menu di pojok kiri atas, lalu masuk ke Settings.
  • Pilih Add account kemudian pilih opsi Other.
  • Masukkan alamat email iCloud dan kata sandi Anda.

Setelah proses verifikasi selesai, kotak masuk iCloud Anda akan muncul berdampingan dengan akun Gmail utama. Ini adalah solusi praktis agar Anda tidak melewatkan email penting saat sedang melakukan proses Transfer Data antar perangkat.

Sinkronisasi Kalender iCloud ke Google Calendar

Berbeda dengan email dan foto, mengakses kalender iCloud di Android membutuhkan sedikit usaha ekstra. Tidak ada cara langsung untuk login kalender di Android. Anda memerlukan bantuan komputer dan perangkat iOS (iPhone atau iPad) untuk menyalin tautan kalender.

iCloud toggles and iPhone calendars

Langkah pertama, pastikan sinkronisasi kalender aktif di iPhone Anda melalui menu Settings >

5 Emulator iPhone Terbaik 2026 untuk Developer Aplikasi iOS

0

Telset.id – Mengembangkan aplikasi untuk ekosistem Apple membutuhkan presisi tinggi, namun tidak semua pengembang memiliki akses ke setiap perangkat fisik yang dirilis perusahaan asal Cupertino tersebut. Inilah mengapa emulator iPhone terbaik menjadi perangkat lunak krusial di tahun 2026 bagi para developer untuk memastikan kompatibilitas aplikasi di iOS dan iPadOS tanpa harus merogoh kocek dalam-dalam untuk membeli perangkat keras.

Emulator iPhone berfungsi dengan mereplikasi perangkat keras iPhone, memungkinkan aplikasi iOS berjalan di sistem operasi lain seperti Windows atau Mac. Alat ini menjadi andalan para pemrogram untuk menguji perangkat lunak sebelum dirilis ke publik. Meskipun emulator ini tidak dapat menjalankan aplikasi langsung dari Apple App Store secara native, kemampuan mereka meniru fungsionalitas dasar iPhone sangatlah akurat dan vital bagi proses debugging.

Ketersediaan emulator ini mencakup berbagai platform, memberikan fleksibilitas bagi pengembang yang bekerja di lingkungan Windows maupun macOS. Namun, perlu dicatat bahwa setiap perangkat lunak memiliki persyaratan sistem yang berbeda. Berikut adalah ulasan mendalam mengenai lima emulator iPhone terbaik tahun 2026 yang telah kami rangkum berdasarkan fungsionalitas dan kebutuhan pengembangan modern.

1. Xcode: Standar Emas Emulator Resmi Apple

Bagi pengembang yang bekerja dalam ekosistem Apple, Xcode adalah pilihan utama yang tak tergantikan. Sebagai emulator resmi yang diciptakan langsung oleh Apple, Xcode menawarkan lingkungan pengembangan terintegrasi (IDE) yang paling komprehensif untuk iOS. Keunggulan utamanya terletak pada akurasi; alat ini mampu menyimulasikan berbagai model perangkat Apple, mulai dari iPhone hingga iPad, lengkap dengan dukungan untuk berbagai versi sistem operasi.

Salah satu fitur krusial Xcode adalah kemampuannya memvisualisasikan bagaimana tata letak aplikasi berubah pada berbagai ukuran layar, baik yang menggunakan Retina Display maupun tidak. Hal ini sangat penting mengingat Apple terus memperbarui lini produknya. Dengan Xcode, pengembang dapat memastikan aplikasi yang dirancang untuk iOS 26 tetap memiliki kompatibilitas mundur (backward compatible) dengan perangkat yang masih menjalankan iOS 18.

XCode iOS emulator

Selain itu, Xcode memungkinkan manipulasi pengaturan pada perangkat yang disimulasikan. Pengembang dapat menguji perilaku aplikasi saat orientasi layar berubah dari potret ke lanskap, memastikan antarmuka pengguna tetap responsif. Meskipun gratis dan sangat powerful, Xcode memiliki kurva pembelajaran yang cukup curam dan antarmukanya tidak mendukung tab window, yang mungkin menjadi tantangan bagi pemula. Alat ini juga eksklusif untuk komputer Mac, sehingga pengguna Windows tidak dapat mengaksesnya secara langsung.

Pengujian yang ketat di Xcode sangat disarankan, terutama sebelum peluncuran perangkat keras baru seperti iPhone 16 Series, agar aplikasi dapat langsung optimal saat perangkat tersebut sampai ke tangan konsumen.

2. Smartface: Solusi Ramah Pengguna untuk PC

Jika Anda mencari emulator yang dirancang khusus untuk pengembangan aplikasi iOS di lingkungan PC, Smartface adalah jawabannya. Alat ini menonjol karena kemudahannya dalam memfasilitasi pemrograman lintas platform (cross-platform). Smartface secara rutin diperbarui untuk mengikuti perkembangan sistem operasi terbaru, menjadikannya pilihan yang andal bagi pengembang yang dinamis.

Untuk menggunakan Smartface, pengguna memerlukan instalasi iTunes di Windows serta aplikasi Smartface di perangkat iOS. Setelah konfigurasi awal selesai, Anda dapat menghubungkan perangkat iOS ke komputer dan memulai proses pengembangan. Kelebihan utamanya adalah antarmuka yang ramah pengguna dan keandalan sistemnya.

Smartface iOS emulator

Namun, ada beberapa catatan performa yang perlu diperhatikan. Smartface mungkin mengalami penurunan kinerja saat menjalankan aplikasi yang memakan banyak sumber daya CPU. Selain itu, meskipun ditujukan untuk pengembangan di PC, pengguna tetap memerlukan perangkat Apple fisik untuk memaksimalkan fitur-fiturnya. Ini adalah solusi tengah yang menarik bagi mereka yang ingin menjembatani lingkungan Windows dengan ekosistem aplikasi Apple.

3. Appetize: Praktis Berbasis Web

Dalam era komputasi awan, Appetize hadir sebagai solusi simulator iOS berbasis web yang menghilangkan kebutuhan instalasi perangkat lunak yang rumit. Keunggulan utamanya adalah fleksibilitas; alat ini dapat berjalan di semua sistem operasi asalkan terhubung dengan internet. Ini menjadikannya pilihan ideal untuk pengujian cepat dan validasi aplikasi tanpa membebani penyimpanan lokal.

Mekanisme kerja Appetize cukup sederhana. Pengembang perlu mengunggah build simulator dari aplikasi mereka—yang sebelumnya dikembangkan menggunakan platform seperti Xcode atau Xamarin—dalam format file ZIP atau TAR.GZ yang berisi bundel .app terkompresi. Setelah diunggah, Appetize akan mengirimkan tautan via email yang memungkinkan aplikasi tersebut dijalankan secara online.

Appetize.io iOS simulator

Fitur menarik lainnya adalah kemampuan untuk menyematkan (embed) aplikasi simulator ke dalam kode HTML menggunakan iframe. Fitur ini sangat berguna bagi tim pemasaran untuk memamerkan demo aplikasi atau presentasi produk langsung di situs web. Appetize kompatibel dengan berbagai generasi iPhone dan beberapa model iPad. Meski demikian, versi gratisnya memiliki batasan waktu penggunaan, yakni 30 menit per bulan dengan durasi sesi maksimal 3 menit. Bagi penggunaan profesional yang lebih intensif, tersedia berbagai opsi harga berlangganan.

4. Adobe AIR SDK: Alternatif Kreatif dari Harman

Meskipun secara teknis bukan emulator penuh dalam artian tradisional, Adobe AIR SDK dari Harman menawarkan kerangka kerja runtime yang dapat digunakan untuk membuat instansi antarmuka iOS di PC Windows. Didukung oleh reputasi perusahaan yang kuat, alat ini sering diperbarui untuk mencerminkan perubahan terbaru pada iOS.

Banyak pemrogram memanfaatkan Adobe AIR untuk mendapatkan gambaran visual tentang bagaimana aplikasi mereka akan terlihat di perangkat iOS. Ini adalah solusi “darurat” atau alternatif yang sangat membantu jika Anda tidak memiliki perangkat iOS fisik di tangan. Namun, pengguna harus menyadari bahwa emulasinya tidak selalu sempurna dan fungsionalitasnya mungkin terbatas dibandingkan dengan emulator native seperti Xcode.

Adobe AIR for Windows 10

Penggunaan alat seperti ini mengingatkan kita pada fleksibilitas perangkat lunak modern, mirip dengan bagaimana Emulator Game Jadul kini bisa berjalan di platform yang sebelumnya tertutup.

5. Xamarin: Kekuatan Microsoft Visual Studio

Bagi pengguna ekosistem Microsoft, Xamarin adalah jembatan yang kuat untuk masuk ke pengembangan iOS. Sebagai plugin untuk Microsoft Visual Studio, Xamarin memungkinkan pembuatan aplikasi iOS langsung dari PC Windows. Platform ini cukup bertenaga untuk mendukung aplikasi kelas enterprise, namun juga menyediakan versi gratis bagi pengguna individu yang membuat perangkat lunak non-komersial.

Salah satu keunggulan unik Xamarin saat dijalankan di perangkat Windows dengan layar sentuh adalah interaksinya. Simulator ini memperlakukan input stylus Windows layaknya Apple Pencil di iPad, serta mendukung gestur multi-sentuh. Anda dapat melakukan pinch, swipe, hingga mengambil tangkapan layar, bahkan menggunakan gestur goyang (shake) seolah-olah sedang memegang iPhone asli.

Microsoft Visual Studio

Xamarin memberikan akses ke alat-alat iOS penting seperti ARKit, Core ML 2, Siri Shortcuts, dan Touch ID. Kendati demikian, untuk berfungsi secara penuh, Xamarin tetap memerlukan koneksi ke Mac yang terhubung di jaringan. Biaya berlangganan untuk fitur lengkapnya juga perlu dipertimbangkan, terutama bagi tim pengembang yang serius menggarap Game AAA atau aplikasi berat lainnya.

Pemilihan emulator yang tepat sangat bergantung pada kebutuhan spesifik proyek, anggaran, dan perangkat keras yang Anda miliki saat ini. Pastikan untuk memeriksa kompatibilitas dan persyaratan sistem terbaru sebelum memutuskan alat mana yang akan menjadi andalan Anda di tahun 2026.

Pentagon Resmi Integrasikan Grok AI ke Sistem Militer Rahasia

0

Telset.id – Pentagon mengambil langkah berani dan kontroversial dengan mengumumkan rencana integrasi chatbot Grok buatan Elon Musk ke dalam sistem rahasia Departemen Pertahanan Amerika Serikat. Menteri Pertahanan Pete Hegseth mengonfirmasi bahwa langkah ini akan dieksekusi akhir bulan ini sebagai bagian dari inisiatif departemen secara luas untuk “mempersenjatai AI” dalam operasi militer.

Dalam pidatonya di fasilitas SpaceX di Brownsville, Texas, Hegseth memaparkan visi masa depan militer AS yang didukung oleh kecerdasan buatan yang beroperasi tanpa hambatan ideologis. Ia menekankan bahwa AI yang digunakan Pentagon “tidak akan woke” atau terikat pada batasan moral yang dianggap menghambat aplikasi militer yang sah secara hukum.

Integrasi ini menandai pergeseran signifikan dalam strategi pertahanan AS. Hegseth menegaskan bahwa kemenangan di masa depan tidak akan diraih sekadar dengan menaburkan teknologi AI ke dalam taktik lama layaknya “debu peri digital”. Sebaliknya, Pentagon berencana menemukan cara bertempur yang benar-benar baru, termasuk kampanye eksperimentasi berkelanjutan dan laboratorium tempur kuartalan yang melibatkan kawanan (swarms) yang dikoordinasikan AI.

Visi Perang Tanpa Batasan Ideologi

Pilihan Hegseth jatuh pada Grok bukan tanpa alasan. Model AI ini, yang direkayasa oleh Elon Musk sebagai alternatif “bebas kekangan” dari chatbot lain seperti ChatGPT milik OpenAI, dinilai sebagai pasangan ideologis yang sempurna untuk visi baru Pentagon. Grok sebelumnya sempat menjadi sorotan karena kemampuannya mendistribusikan data pribadi dan memberikan instruksi untuk aktivitas yang meragukan secara etika.

Hegseth menjelaskan bahwa strategi baru ini akan mencakup pertahanan siber berbasis agen serta komando dan kontrol yang terdistribusi. Untuk memuluskan transisi teknologi ini, Hegseth juga mengumumkan pembentukan peran baru di Departemen Pertahanan, yaitu “Chief Digital and Artificial Intelligence Officer”. Posisi strategis ini akan diisi oleh Cameron Stanley, mantan pemimpin transformasi keamanan nasional di Amazon Web Services yang juga memiliki rekam jejak panjang sebagai penasihat sains dan teknologi di Pentagon.

Pendekatan agresif ini sejalan dengan serangkaian kampanye militer yang telah dilancarkan di bawah kepemimpinan Hegseth. Laporan menyebutkan bahwa Departemen Pertahanan telah mengorkestrasi serangan brutal terhadap negara-negara berdaulat, termasuk kampanye di Venezuela, serangan di desa-desa Nigeria dengan dalih kontra-terorisme, serta peluncuran setidaknya 134 serangan udara di Somalia yang menewaskan banyak warga sipil dan militan.

Kontroversi Etika dan Isu Orang Dalam

Dalam konteks peperangan yang agresif, alat seperti Grok dianggap sangat berguna karena kurangnya filter etika yang ketat. Sebuah survei yang dilakukan oleh Futurism terhadap berbagai chatbot—termasuk ChatGPT dan Microsoft Copilot—menemukan bahwa hanya Grok yang bersedia memberikan saran operasional untuk skenario hipotesis “invasi ke Greenland”. Model AI lainnya menolak permintaan tersebut dengan alasan hukum internasional dan masalah etika.

Namun, integrasi ini tidak lepas dari sorotan tajam terkait masalah privasi dan potensi konflik kepentingan. Hegseth dituduh memilih alat perang yang mencerminkan impuls tergelapnya sendiri; sebuah sistem yang akan memproses data serangan udara tanpa sedikitpun rasa penyesalan.

Selain masalah moralitas dalam penggunaan AI untuk perang, muncul pula skandal finansial yang membayangi inisiatif ini. Hanya beberapa minggu sebelum pengumuman integrasi Grok, suami dari anggota parlemen Partai Republik, Lisa McClain, dilaporkan membeli saham xAI (perusahaan di balik Grok) dengan nilai antara USD 100.001 hingga USD 250.000.

Pembelian saham tersebut dilaporkan terjadi hanya beberapa hari setelah McClain bertemu dengan Trump dalam sebuah acara di Gedung Putih pada 3 Desember lalu. Transaksi ini menambah daftar panjang dugaan penggunaan informasi orang dalam (insider trading) yang mencoreng rekam jejak administrasi saat ini. Langkah Pentagon merangkul teknologi xAI kini berada di bawah mikroskop, baik dari sisi etika militer maupun integritas pemerintahan.

Keputusan untuk membawa teknologi xAI ke dalam infrastruktur militer paling sensitif di dunia ini dipastikan akan memicu debat panjang mengenai batas-batas penggunaan kecerdasan buatan dalam konflik bersenjata dan perlunya regulasi yang lebih ketat.

Intel Core Ultra 200 Plus “Arrow Lake Refresh” Dikabarkan Rilis Maret atau April

0

Telset.id – Kabar mengenai pembaruan lini prosesor Intel kembali mencuat ke permukaan. Setelah berbagai spekulasi beredar, informasi terbaru mengindikasikan bahwa jajaran Intel Core Ultra 200 Plus, atau yang dikenal dengan kode “Arrow Lake Refresh”, kemungkinan besar baru akan menyapa pasar pada bulan Maret atau April mendatang. Bocoran ini sekaligus memberikan gambaran lebih jelas mengenai strategi “Tick-Tock” Intel dalam menjaga relevansi performa chip mereka di tengah persaingan yang semakin ketat.

Informasi ini datang dari seorang leaker kenamaan di ranah teknologi, @GoldenPigUpgrade. Dalam sebuah diskusi yang menyoroti skor benchmark dari prosesor Intel Core Ultra 9 290HX Plus dan 290K Plus, sumber tersebut secara spesifik menyebutkan estimasi waktu peluncuran yang jatuh pada kuartal kedua tahun ini. Penundaan atau penetapan jadwal ini tentu memancing rasa penasaran, mengingat antusiasme pasar terhadap peningkatan performa yang ditawarkan oleh seri “Refresh” ini.

Bagi para pengamat perangkat keras, kehadiran seri penyegaran atau refresh seringkali menjadi momen krusial untuk melihat seberapa jauh Prosesor Intel dapat memeras potensi arsitektur mereka sebelum beralih ke generasi yang benar-benar baru. Dengan target rilis di bulan Maret atau April, Intel tampaknya ingin memastikan bahwa optimalisasi pada clock speed dan dukungan memori benar-benar matang sebelum produk ini sampai ke tangan konsumen.

Bocoran Performa: 290HX Plus Mendekati Desktop

Salah satu poin paling menarik dari bocoran yang beredar adalah mengenai performa varian mobile kelas atas, yakni Intel Core Ultra 9 290HX Plus. Berdasarkan data yang didiskusikan oleh para pembocor, performa prosesor laptop ini diklaim mampu mendekati level prosesor desktop Intel Core Ultra 9 285K. Jika klaim ini terbukti akurat, batasan antara performa komputasi mobile dan desktop akan semakin tipis.

Fenomena ini mengingatkan kita pada tren di mana laptop gaming kelas berat atau mobile workstation kini semakin bertenaga, bahkan siap bersaing dengan rig PC tradisional. Mesin-mesin portabel ini, yang mungkin akan segera diadopsi oleh perangkat sekelas Monster Gaming masa depan, menjanjikan fleksibilitas tanpa mengorbankan daya gedor komputasi. Seri HX memang dirancang untuk mereka yang haus performa, dan varian “Plus” ini tampaknya membawa optimalisasi lebih lanjut.

Selain model HX untuk laptop, varian desktop Intel Core Ultra 9 290K Plus juga turut disebut-sebut. Kehadiran dua varian flagship ini—satu untuk desktop dan satu untuk mobile—menunjukkan keseriusan Intel untuk mendominasi kedua segmen pasar sekaligus dalam gelombang rilis “Arrow Lake Refresh” ini.

Bartlett Lake: Fokus pada P-Core untuk Edge Computing

Tidak hanya membahas mengenai Arrow Lake Refresh, bocoran terbaru juga menyinggung mengenai lini prosesor lain yang cukup unik, yaitu “Bartlett Lake”. Sumber lain dengan nama pengguna @Haze2K1 mengungkapkan bahwa prosesor Bartlett Lake 12P, yang dirancang khusus untuk aplikasi edge NEX (Network and Edge), juga dijadwalkan untuk “dibebaskan” atau dirilis pada bulan Maret tahun ini.

Keunikan dari Bartlett Lake 12P terletak pada konfigurasinya yang disebut sebagai “pure performance core” atau murni menggunakan inti performa (P-Core), tanpa adanya inti efisiensi (E-Core) yang menjadi ciri khas arsitektur hybrid Intel belakangan ini. Pendekatan ini ditujukan untuk beban kerja spesifik yang membutuhkan tenaga mentah yang konsisten, berbeda dengan skenario penggunaan konsumen umum yang lebih dinamis.

Langkah ini menunjukkan diversifikasi produk Intel yang semakin tajam. Di satu sisi, mereka mendorong efisiensi dan kecerdasan buatan melalui Laptop AI dengan arsitektur hybrid pada Arrow Lake, namun di sisi lain, mereka tetap melayani kebutuhan industri spesifik yang menuntut performa klasik melalui Bartlett Lake.

Detail Teknis Arrow Lake Refresh

Berdasarkan rekam jejak informasi yang dihimpun, seri Arrow Lake Refresh ini bukan sekadar ganti nama. Terdapat beberapa peningkatan teknis yang cukup signifikan yang layak dinantikan oleh para enthusiast:

  • Peningkatan Frekuensi: Kabar menyebutkan adanya kenaikan frekuensi sebesar 100MHz dibandingkan pendahulunya. Meski terlihat kecil di atas kertas, dalam skenario overclocking atau beban kerja berat, setiap megahertz sangat berarti.
  • Dukungan Memori Lebih Cepat: Prosesor ini dikabarkan akan mendukung memori DDR5 dengan kecepatan hingga 7200 MT/s secara native. Ini merupakan lompatan penting untuk memaksimalkan bandwidth data, terutama dalam gaming dan kreasi konten.
  • Posisi Pasar: Dengan embel-embel “Plus”, Intel sepertinya ingin menegaskan bahwa ini adalah versi yang lebih matang dan terpoles dari arsitektur Arrow Lake original.

Meskipun tanggal rilis Maret atau April masih berstatus rumor dari para insider, pola rilis Intel biasanya memang tidak jauh dari prediksi para pembocor ulung ini. Jika benar terealisasi, kuartal kedua tahun ini akan menjadi medan pertempuran yang menarik di pasar prosesor, baik untuk segmen desktop maupun laptop high-end.

Kita hanya perlu menunggu konfirmasi resmi dari Intel untuk melihat apakah “Refresh” kali ini benar-benar membawa kesegaran performa yang signifikan, atau hanya sekadar pemanis jualan semata. Namun, melihat data awal performa 290HX yang mampu menempel ketat saudaranya di desktop, optimisme itu cukup beralasan.

OPPO A6c Rilis: Snapdragon 685, Baterai Jumbo, Harga Rp 1 Jutaan

0

Telset.id – Pasar smartphone kelas entry-level kembali kedatangan penantang baru yang cukup menarik perhatian. Tanpa banyak seremoni besar, OPPO resmi meluncurkan OPPO A6c ke pasaran. Perangkat ini hadir dengan membawa kombinasi spesifikasi yang cukup agresif di kelas harganya, terutama pada sektor daya tahan baterai dan layar dengan refresh rate tinggi.

Berdasarkan pantauan dari situs e-commerce JD.com, OPPO A6c kini sudah mulai dijual secara terbuka di pasar China. Ponsel ini tampaknya ditargetkan untuk pengguna yang membutuhkan perangkat harian tangguh dengan harga yang sangat terjangkau, namun tetap menginginkan performa yang cukup untuk aktivitas standar.

Salah satu nilai jual utama yang ditawarkan adalah kapasitas baterainya yang di atas rata-rata serta penggunaan chipset dari Qualcomm yang cukup populer di segmen ini. Strategi ini sepertinya diambil OPPO untuk mengamankan posisi mereka di pasar ponsel murah yang persaingannya kian ketat.

Desain dan Layar 120Hz

Secara fisik, OPPO A6c tampil dengan desain yang cukup modern meski berada di segmen harga terjangkau. Ponsel ini memiliki ketebalan bodi 8,61 mm dengan bobot sekitar 210 gram. OPPO menerapkan desain bodi dengan sudut “R” besar yang ergonomis, serta memberikan sentuhan tekstur sutra pada bagian belakang untuk menambah kesan premium dan kenyamanan genggaman.

Untuk urusan visual, OPPO A6c tidak main-main. Perangkat ini dibekali layar berukuran 6,75 inci yang cukup luas. Yang menarik, panel tersebut sudah mendukung refresh rate 120Hz, sebuah fitur yang biasanya absen di ponsel harga sejutaan. Layar ini juga diklaim memiliki tingkat kecerahan puncak hingga 1125 nits, memastikan visibilitas yang baik meski digunakan di bawah terik matahari.

Tersedia dua pilihan warna yang bisa dipilih konsumen, yakni Phantom Purple (Ungu) dan Olive Green (Hijau). Keduanya memberikan opsi estetika yang segar bagi pengguna muda maupun dewasa.

Spesifikasi Utama: Snapdragon 685 dan Baterai 6500mAh

Beralih ke sektor dapur pacu, OPPO A6c mempercayakan performanya pada chipset Qualcomm Snapdragon 685. Prosesor ini dipadukan dengan RAM sebesar 6GB dan penyimpanan internal 128GB. Konfigurasi ini dianggap cukup mumpuni untuk menangani multitasking ringan dan media sosial tanpa kendala berarti.

Jika Anda mencari Smartphone Pilihan dengan harga miring namun performa stabil, kombinasi Snapdragon 685 di perangkat ini bisa menjadi opsi menarik. Namun, sorotan utama justru terletak pada kapasitas dayanya.

OPPO menanamkan baterai berkapasitas jumbo, yakni 6500mAh. Kapasitas ini jauh lebih besar dibandingkan standar industri saat ini yang rata-rata masih di angka 5000mAh. Hal ini tentu mengingatkan kita pada Daya Tahan baterai seri A terdahulu yang memang dikenal awet. Dengan baterai sebesar ini, pengguna diharapkan bisa menggunakan ponsel seharian penuh atau bahkan lebih tanpa perlu sering mencari colokan listrik.

Kamera dan Fitur Tambahan

Di sektor fotografi, OPPO A6c membawa spesifikasi yang tergolong sederhana namun fungsional. Di bagian belakang, terdapat kamera utama beresolusi 13MP. Sementara untuk kebutuhan selfie dan panggilan video, tersedia kamera depan 5MP yang disematkan pada bagian layar.

Meski resolusinya tidak fantastis, kamera ini cukup untuk dokumentasi harian standar. Selain itu, ponsel ini juga sudah mengantongi sertifikasi IP64, yang artinya perangkat ini memiliki ketahanan terhadap debu dan cipratan air. Fitur ini menjadi nilai tambah penting untuk durabilitas penggunaan jangka panjang.

Terkait harga, OPPO A6c varian 6GB/128GB dibanderol dengan harga perdana 799 Yuan atau jika dikonversikan sekitar Rp 1,7 jutaan. Perangkat ini baru tersedia di pasar China melalui platform JD.com. Belum ada informasi resmi apakah OPPO akan memboyong seri A6c ini ke pasar Indonesia atau tidak. Kita tunggu saja kabar selanjutnya.

Bagi Anda yang sedang membandingkan performa chipset di kelas menengah, Anda mungkin juga tertarik melihat perkembangan terbaru dari kompetitor seperti Moto G57 yang baru saja diperkenalkan.