Beranda blog Halaman 3110

Hati-hati! Biaya Perbaikan Layar Galaxy S8+ Sangat Mahal

0

Telset.id, Jakarta – Samsung Galaxy S8 dan S8+ tak cuma canggih, tapi juga memiliki desain ‘cantik’ dengan layar Infinity yang memiliki rasio 2:1. Bagi Anda yang berencana akan membeli smartphone ini, dianjurkan untuk lebih berhati-hati jangan sampai tergores atau pecah. Karena jika hal itu sampai terjadi, harga komponen layar Galaxy S8+ sangat mahal.

Tak dapat dipungkiri, layar AMOLED duo Galaxy S8 memang keren. Samsung menggunakan teknologi khusus yang mereka sebut Infinity. Teknologi ini jarang dipakai, sehingga komponen layar dengan teknologi Infinity menjadi komponen termahal yang disematkan pada smartphone flagship terbaru Samsung ini.

Tentu siapapun tak ada yang mau jika layar smartphone-nya pecah atau rusak, tapi hal itu bisa saja terjadi jika tak hati-hati menggunakannya. Namun khusus untuk Galaxy S8, sebaiknya Anda memberikan pengawasan ekstra agar jangan sampai pecah. Karena kalau sampai hal itu terjadi, maka Anda harus menguras isi kantong cukup dalam untuk mereparasi layarnya yang cantik itu.

Karena menurut informasi yang Tim Telset.id dapatkan, biaya perbaikan layar Galaxy S8+ di service center resmi Samsung Polandia mencapai 250 euro atau setara Rp 3,6 juta. Harga tersebut 25% lebih mahal jika dibandingkan Galaxy S7 Edge, dimana harga layarnya sekitar 200 euro atau setara Rp 2,8 juta.

[Baca juga: [Video] Seberapa Kuat Galaxy S8 Saat Dibengkokkan?]

Nah, jika tak ingin mengeluarkan uang sebanyak itu, maka Anda sebaiknya harus lebih apik memegang atau menaruh Galaxy S8. Selain itu, Anda juga bisa melindunginya dengan case pelindung yang kuat. Tapi jika Anda orangnya ceroboh atau malas dengan semua “keribetan” itu, sebaiknya Anda bisa mempertimbangkan untuk mengikuti program asuransi ponsel. [HBS]

 

Google Izinkan Karyawannya Ikut Demo ‘May Day’

0

Telset.id, Jakarta – Setiap tanggal 1 Mei, para buruh di seluruh dunia akan memperingati hari buruh internasional atau yang sering disebut sebagai ‘May Day’. Biasanya, pada hari itu para buruh turun ke jalan untuk menyampaikan aspirasi mereka.

Namun karena dianggap sebagai bentuk perlawanan, banyak perusahaan yang melarang para pegawai mereka untuk ikut dalam kegiatan tersebut. Namun, salah satu perusahaan teknologi kenamaan, Google tidak melarang pegawainya melakukan hal tersebut.

Ternyata, seperti dikutip dari laman Mashable, perusahaan asal negeri Paman Sam tersebut mengizinkan hal tersebut dikarenakan mereka ingin menciptakan lingkungan kerja yang ideal bagi seluruh karyawannya.

“Kami ingin menciptakan lingkungan bekerja di Google dimana semuanya, mulai dari pegawai hingga petugas kebersihan kami nyaman bekerja,” ujar Google.

Pernyataan ini ternyata tidak hanya dimulut saja, melainkan pihak Google menyatakan telah mengadakan koordinasi dengan berbagai pihak di kantor mereka.

“Kami sudah meminta kepada para manager untuk memberikan fleksibilitas untuk mengakomodasi izin cuti pekerja, dan kami juga sudah memberitahukan pihak vendor bawha kami juga mendukung mereka melakukan hal yang sama,” lanjut mereka.

Selain Google, ternyata pada awal April lalu, Facebook juga menunjukkan dukungannya ke para pegawai mereka. Facebook mengizinkan mereka untuk menyampaikan aspirasi mereka di jalanan bersama buruh dari perusahaan lainnya.

Bagaimana dengan perusahaan di Indonesia ya? [NC/HBS]

Setelah Dual Camera, Coolpad akan Hadirkan Fitur Ini

Telset.id, Jakarta – Sekarang ini, teknologi dual-camera seolah menjadi fitur wajib yang harus disematkan tak hanya pada smartphone flagship atau high-end, tapi juga pada smartphone mid-end.

Salah satu smartphone mid-end yang membawa teknologi tersebut adalah Coolpad Cool Dual yang baru saja dirilis di Indonesia. Cool Dual sendiri menggunakan kamera ganda masing-masing beresolusi 13MP bersensor Sony BSI aperture f/2.0 yang memiliki tugas berbeda yakni untuk foto berwarna dan monokrom.

Namun Coolpad tak hanya akan mengandalkan fitur dual-camera, karena ada sejumlah fitur menarik yang akan disematkan pada seri berikutnya. Menurut Coolpad Country Manager, Kim Chen, pihaknya akan menghadirkan beberapa hal baru untuk seri Coolpad selanjutnya.

“Dual-camera di bagian depan, mungkin akan hadir di seri berikutnya,” katanya saat peluncuran Coolpad Cool Dual di Jakarta, Kamis (27/04/2017).

Chen mengungkapkan, fitur baru yang akan hadir di seri Coolpad berikutnya adalah fitur tahan air dan juga debu serta body yang lebih kokoh untuk menunjang berbagai kegiatan pengguna ke depannya.

“IP68 kemungkinan juga akan dihadirkan di seri Coolpad selanjutnya,” ucapnya. [FHP/HBS]

 

Pendapatan Samsung Turun di Kuartal Pertama

0

Telset.id, Jakarta – Samsung baru saja merilis pendapatan mereka di kuartal pertama 2017. Nampaknya raksasa elektronik asal Korea Selatan tersebut sedang mengalami penjualan yang kurang menggembirakan, khususnya divisi smartphone yang mengalami penurunan.

Dilasnir dari laman Sammobile, Samsung berhasil mengukuhkan pendapatan sebesar US$ 8,7 miliar, atau setara dengan Rp 115,8 triliun. Nilai ini hampir menyamai prediksi yang dilontarkan oleh mereka pada awal April yang lalu yang sebesar US$ 8,8 miliar, atau sekitar Rp 117,1 triliun.

Pedapatan terbesar Samsung kali ini berasal dari departemen semi konduktor dan layar mereka. Penualan kedua departemen ini dilaporkan sangat mendongkrak jumlah pendapatan Samsung.

Namun sayangnya, pendapatan mereka di bidang penjualan ponsel pintar menurun. Banyak pihak yang menduga hal ini disebabkan mereka harus memotong harga flagship mereka sebelumnya, yakni Galaxy S7 dan S7+.

Langkah ini dilakukan oleh mereka karena tingginya minat pembeli dua flagship terbaru mereka, yakn Galaxy S8 dan S8+.

[Baca Juga : Jangan Kaget, Harga Galaxy S8 Harusnya Cuma Rp 4 Jutaan]

Di sisi lain, mereka tetap optimis di kuartal kedepan, penjualan dan pendapatan dari departemen ponsel pintar akan terus meningkat. Hal ini dikarenakan mereka yakin, penjualan Galaxy S8 dan s8+ akan terus meningkat seiring berjalannya waktu. [NC/HBS]

 

Andalkan Kamera Ganda, Berapa Harga Cool Dual?

Telset.id, Jakarta – Coolpad baru saja resmi masuk ke persaingan smartphone dual-camera di Indonesia dengan meluncurkan smartphone seri terbarunya Cool Dual. Dengan fitur tersebut, barapa Coolpad membanderol smartphone kamera gandanya tersebut?

Tapi, dual-camera yang mereka sematkan bukan berada di depan seperti Oppo F3 Plus atau Vivo V5 Plus, melainkam ditaruh di bagian belakang, persis seperti Huawei P10, iPhone 7 Plus dan lainnya.

Membawa kamera ganda dengan resolusi masing-masing 13MP dengan sensor Sony BSI aperture f/2.0 yang memiliki tugas berbeda satu kamera RGB atau menghasilkan warna pada gambar, dan lainnya merupakan kamera monokrom.

[Baca juga: Coolpad Boyong Ponsel Kamera Ganda ke Indonesia]

Serta spesifikasi mumpuni lainnya seperti prosesor Octa-core 1.8GHz Snapdragon 652, RAM 3GB, memori internal 32GB serta baterai berkapasitas 4,000 mAh, sebenarnya berapa Coolpad melepas smartphone ini?

Jika Anda menebak harganya di atas Rp 5 jutaan, Anda salah besar karena Coolpad Cool Dual dilepas dengan harga Rp 3.1 jutaan saja. Oh ya, satu lagi, Coolpad Cool Dual juga sudah dilengkapi sensor sidik jari serta USB-C. Bagaimana berminat? (FHP)

Samsung Perkenalkan Memori MRAM untuk Perangkat IoT

0

Telset.id, Jakarta – Sebuah laporan pada bulan Juli 2016 mengatakan bahwa IBM dan Samsung telah mengumumkan mengembangkan sebuah proses untuk memproduksi sejenis RAM non-volatile yang mencapai 100.000 kali lebih cepat daripada flash NAND dan memakai nama yang disebut magnetoresistive RAM (MRAM).

MRAM menggunakan teknologi spin-transfer torque (STT), yang akan menghasilkan chip memori berkapasitas rendah untuk sensor Internet of Things, perangkat keras dan perangkat mobile yang saat ini menggunakan flash NAND untuk menyimpan data.

[Baca Juga : Ini Cara Samsung Menguji Baterai S8 [Video]]

MRAM dapat digunakan untuk jenis memori kerja baru dalam aplikasi daya ultra rendah. Misalnya, perangkat ini dapat digunakan di perangkat seluler, yang menggunakan daya sangat rendah saat menyimpan informasi, dan bila tidak digunakan secara aktif, MRAM menggunakan daya nol.

 Seperti dilansir dari Sammobile, MRAM akan diperkenalkan secara rinci diacara Forum Foundry Samsung yang akan diadakan di AS pada 24 Mei 2017.

Samsung jua telah membuat prototype SoC (System on Chip) yang dibangun menggunakan MRAM di dalamnya yang kemungkinan akan dipresentasikan pada acara bulan depan.

MRAM digunakan dalam proses FD-SOI ini. Pelanggan bisa memilih antara memori flash dan MRAM melalui teknologi memory tertanam. (MS)

Ini Artinya Rating IP68 pada Ponsel “Anti Air”

0

Telset.id, Jakarta – Fitur water-resistance pada ponsel pintar premium sudah seperti sebuah keharusan. Contoh saja Samsung Galaxy S8 dan S8+ yang sudah memiliki sertifikat Ingress Point (IP) 68. Namun, apakah arti dari sertifikasi rating IP68 tersebut?

Ingress Protection Rating atau yang lebih sering disebut sebagai IP merupakan kode standar dalam mengklasifikasi perlindungan dari sebuah peralatan elektronik yang disusun oleh International Electrotechnical Commission (IEC).

IP sendiri terdiri dari dua buah kode yang digabungkan. Kedua kode ini memiliki penilaian perlindungan dan tingkatannya tersendiri.

Untuk kode pertama adalah perlindungan dari benda padat yang memiliki tujuh tingkatan, dimulai dari 0 hingga 6. Masing-masing indikator memiliki indikasi proteks terhadap gangguan dari kontak langsung, semisal tangan atau debu.

Sedangkan untuk kode kedua merupkanan tanda seberapa tahan peralatan eletronik dalam menahan benda cair. Kodekedua ini memiliki sembilan tingkatan yang dimulai dari 0 hingga 8.

Jadi, indikasi IP 68 pada Samsung Galaxy S8 dan S8+ memiliki arti perangkat tersebut dapat terlindung dari terpaan debu yang berbahaya dikarenakan memiliki kode pertama yakni 6.

Sedangkan kode 8 pada kedua ponsel tersebut mengindikasikan ponsel tersebut dapat bertahan di kedalaman lebih dari 1 meter dalam waktu yang telah ditentukan. Samsung mengklaim ponsel tersebut dapat bertahan di air sedalam 1,5 meter dalam waktu 30 menit.[NC/HBS]

 

Coolpad Boyong Ponsel Kamera Ganda ke Indonesia

Telset.id, Jakarta – Konsumen Indonesia kembali didatangi oleh seri smartphone dual-camera. Kali ini giliran Coolpad yang membawa smartphone andalan terbarunya Coolpad Cool Dual, yang mengandalkan kamera ganda di bagian belakang.

Membawa tagline “Twice Better”, Cool Dual mengusung dua kamera di bagian belakang dengan masing-masing beresolusi 13MP aperture f/2.0 dengan sensor Sony BSI yang memiliki tugas berbeda satu kamera RGB atau menghasilkan warna pada gambar, dan lainnya merupakan kamera monokrom.

Menariknya, kamera ganda tersebut memiliki lensa Dual 6P serta sudah bisa merekam video berkualitas 4K. Tak cuma itu, kamera ini juga sudah memiliki SLR Mode, dan yang menarik adalah adanya Black & White Mode serta mode lainnya.

Tak lupa, kamera depan pun diberi sentuhan teknologi oleh Coolpad pada smartphone ini. Ya, dengan kamera beresolusi 8MP aperture f/2.2, kamera depan Cool Dual sudah disematkan teknologi PureCel.

Di segi spesifikasinya, Cool Dual dibekali dengan prosesor Octa-core 1.8GHz Snapdragon 652, RAM 3GB, memori internal 32GB, GPU Adreno 510, baterai 4,000 mAh dan sudah berjalan di EUI 5.8 berbasis Android 6.0 Marshmallow.

Untuk layarnya, Cool Dual memiliki layar berukuran 5.5 inch beresolusi Full HD yang sudah dilapisi Corning Gorilla Glass. Menarik kan? (FHP/HBS)

Sukses Jualan Online, Huawei Kembali Rajai Pasar China di Q1 2017

0

Telset.id, Jakarta – Pemimpin pasar smartphone China Huawei telah merebut kembali posisi puncaknya di pasar domestik di Q1 2017, mengalahkan OPPO dan Vivo yang sebelumnya menyingkirkan Huawei dari posisi nomor 1 di dua kuartal sebelumnya.

Menurut laporan terbaru perusahaan riset firm Canalys, Huawei telah berhasil mengirimkan sekitar 21 juta smartphone di kuartal 1 dari bulan Januari sampai Maret dengan pangsa pasar 18%.

Tidak diragukan lagi, P10 dan P10 Plus merupakan menyumbang proporsi yang baik dari jumlah ini. Di sisi lain, OPPO turun ke posisi kedua meski mengalami pertumbuhan tahunan yang kuat sebesar 55%, dengan 20 juta unit pada Q1 2017. Sedangkan Vivo, berhasil masuk ke posisi 3 teratas di pasar China, menguasai 15% pangsa pasar dengan 17 juta unit yang dikirimkan.

Canalys mencatat fakta bahwa tiga pembuat telepon teratas menyumbang lebih dari 50% pengiriman untuk pertama kalinya pada kuartal ini. Tahun lalu Q1, Huawei memimpin pasar, sementara Vivo berada di urutan kedua dan OPPO keempat, tapi mereka semua menyumbang 42% dari pasar.

Jika Anda bertanya-tanya siapa yang menempati posisi ketiga, Xiaomi melakukannya, namun sejak itu jatuh ke posisi kelima di belakang Apple, dengan hanya lebih dari 9 juta unit di Q1 2017.

Upaya Xiaomi untuk merebut kembali 3 tempat teratas terancam serius karena menghadapi tekanan dari upaya penjualan online Huawei dengan produk Honor, begitu juga OPPO dan Vivo, yang kegiatan pemasarannya telah menarik perhatian dari Xiaomi.

Tidak ada keraguan bahwa rencana apa pun yang dimiliki Xiaomi,  harus mengeksekusinya dengan cepat agar tetap memiliki kemungkinan untuk berhasil mencapai posisi ke-3.

Secara keseluruhan, Canalys memperkirakan bahwa sebanyak 114 juta smartphone dikirim ke China pada kuartal pertama yang berakhir pada 31 Maret 2017. (MS)

Google Translate Makin Pintar Bahasa Indonesia

2

Telset.id, Jakarta – Salah satu tantangan yang harus dihadapi pada era digital ini berada pada bahasa. Terlebih lagi, bagi masyarakat Indonesia yang tidak terlalu familiar menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa internasional, merupakan sebuah kendala besar.

Namun kini, pihak Google telah memberikan solusi terbaru mereka terhadap masalah tersebut. Mereka sudah memperbaharui sistem Neural Machine Translation (NMT) mereka agar dapat mendukung bahasa Indonesia secara penuh.

“Indonesia adalah salah satu negara dengan pengguna Google Translate paling aktif di dunia, maka kami sangat senang bisa meluncurkan teknologi ini untuk Bahasa Indonesia,” ujar Engineering Director Google Translate Macduff Hughes, dalam keterangan resmi yang diterima Telset.id.

Dalam sistem NMT terbaru ini, tim riset Google mengubah dan mengoptimalkan metode yang ada. Jika sebelumnya terjemahan dilakukan per kata, pada pembaharuan ini akan dilakukan secara kalimat.

“NMT akan membantu memberikan hasil terjemahan yang lebih baik dan natural,” jelas Hughes.

Telset.id

Teknologi ini sendiri kini sudah bisa dinikmati oleh seluruh pengguna di Indonesia. Mereka dapat mengakses teknologi ini melalui Google Translate dari seluruh platform, termasuk aplikasi Android, iOS, desktop, dan fitur penerjemah otomatis di Google Chrome. [NC/HBS]

 

Lenovo akan ‘Bunuh’ ZUK Mobile, Kenapa?

0

Telset.id, Jakarta – Persaingan yang kian tajam di pasar smartphone telah membuat para vendor dituntut untuk lebih fokus agar mampu bertahan, dan menjadi yang terbaik. Begitupun dengan Lenovo yang memiliki tiga perusahaan smartphone, akhirnya memutuskan untuk menutup salah satunya.

Seperti diketahui, Lenovo saat ini memiliki tiga perusahaan ponsel pintar sekaligus, yakni Motorola, ZUK, dan Lenovo sendiri. Hal ini dirasa cukup berat bagi Lenovo di tengah kondisi pasar yang sedang menurun. Oleh karena itu, seperti dikutip dari laman PhoneArena, Lenovo dikabarkan untuk menutup salah satu anak perusahaannya, yakni ZUK Mobile.

Motif dari penutupan ini sendiri nampaknya bukan dikarenakan alasan finansial. Mereka berencana menutup ZUK Mobile sendiri lebih dikarenakan Lenovo akan fokus mengembangkan nama Lenovo dan Moto di kancah dunia.

Tentunya, kabar ini sendiri sangat disayangkan oleh para penggemar ZUK Mobile. Hal ini dikarenakan ZUK memiliki jajaran ponsel berspesifikasi tinggi namun memiliki harga yang cukup bersahabat.

ZUK Mobile sendiri dididrikan pada 2015 silam. Hingga saat ini, mereka sudah meluncurkan lima varian ponsel pintar, diantaranya ZUK Z1, Zuk Z1 Mini, ZUK Z2, ZUK Z2 Pro, dan Zuk Edge.

Di Indonesia sendiri, produk ZUK baru masuk ke Indonesia pada awal 2016 silam dengan membawa ZUK Z1 mereka. Namun sebelumnya, mereka pernah tersandung masalah terkait dengan pemalsuan izin penjualan di Indonesia. [NC/HBS]

Jumlah Pengguna Naik, Pendapatan Twitter Malah Turun

0

Telset.id, Jakarta – Sempat mengalami kesulitan menambah jumlah pengguna, namun Twitter akhirnya mendapat angin segar karena jumlah penggunanya naik di awal tahun ini. Menariknya, situs microbloging ini seperti mengalami anomali, karena pendapatan Twitter malah turun saat penggunanya naik.

Dalam laporan keuangan kuartal pertama 2017 yang diumumkan pihak Twitter pekan ini, mereka melaporkan adanya kenaikan pengguna sebanyak enam persen atau sekitar sembilan juta pengguna jika dibandingkan tahun 2016, seperti dilansir dari laman Recode.

[Baca juga : Facebook Masih Kokoh Jadi Penguasa Social Media]

Jumlah ini merupakan kenaikan tertinggi yang pernah dicapai Twitter, setelah sebelumnya paling tinggi tercatat pada 2015 silam .Jika ditotal, jumlah pengguna mereka secara keseluruhan sudah menyentuh angka 328 juta pengguna.

Di sisi lain, pengguna harian Twitter sendiri dilaporkan meningkat 14 persen jika dibandingkan dengan kuartal yang sama pada tahun lalu. Ini merupakan jumlah yang cukup signifikan.

Namun sayang, peningkatan jumlah pengguna ini tidak diikuti oleh jumlah pendapatan mereka. Mereka melaporkan adanya penurunan pendapatan sebesar 7,8 persen dari tahun sebelumnya dengan hanya mendapatkan keuntungan sebesar USD 548,3 juta, atau sekitar Rp 7,29 triliun.

Sebelumnya, sosial media milik Facebook, Instagram sudah merilis laporan pengguna mereka. Saat ini, Facebook masih merajai pengguna sosial media, disusul oleh Instagram dan beberapa sosial media lainnya. [NC/HBS]