Beranda blog Halaman 105

Santa Ragione Terancam Tutup Akibat Larangan Steam untuk Game Horses

0

Telset.id – Bayangkan Anda adalah seorang developer indie yang telah menghabiskan dua tahun dan ratusan ribu dolar untuk sebuah proyek passion. Lalu, tiba-tiba, gerbang utama penjualan—platform yang menguasai pasar—dibanting tertutup untuk selamanya. Inilah realitas pahit yang sedang dihadapi Santa Ragione, studio di balik game horor kontroversial Horses, yang kini terancam gulung tikur setelah Valve secara permanen melarang game mereka dijual di Steam.

Bagi banyak developer PC, Steam adalah napas kehidupan. Platform ini bukan sekadar toko; ia adalah pusat komunitas, visibilitas, dan—yang paling krusial—pendapatan. Keputusan Valve untuk memblokir Horses bukan hanya soal penolakan konten, tetapi sebuah pukulan finansial yang berpotensi mematikan. Santa Ragione mengungkapkan bahwa mereka telah menginvestasikan sekitar $100.000 (setara dengan lebih dari 1,5 miliar rupiah) ke dalam pengembangan game ini. Dana sebesar itu untuk studio independen bukanlah angka main-main. Ini adalah taruhan besar, dan dengan pintu Steam tertutup, peluang untuk balik modal menjadi sangat tipis.

Lantas, apa yang salah dengan Horses? Game first-person horror ini bercerita tentang seorang mahasiswa yang bekerja di sebuah peternakan selama musim panas. Twist-nya? “Kuda-kuda” di peternakan itu sebenarnya adalah manusia dewasa telanjang yang mengenakan topeng kuda. Konsepnya surealis, gelap, dan jelas ditujukan untuk audiens dewasa. Santa Ragione, dalam FAQ mereka, dengan tegas menyatakan komitmen mereka terhadap “cerita dewasa yang menantang” dan menolak apa yang mereka sebut sebagai “sensor moralisasi” yang mengingatkan pada masa lalu yang suram.

Namun, Valve memiliki pandangan berbeda. Menurut email yang dibagikan oleh developer, alasan penolakan adalah terkait “konten yang, menurut penilaian kami, menggambarkan aktivitas seksual yang melibatkan anak di bawah umur.” Klaim ini langsung dibantah habis-habisan oleh Santa Ragione. Mereka menegaskan bahwa semua karakter dalam game berusia jelas di atas 20 tahun. Studio ini memiliki teori tentang pemicu larangan tersebut: sebuah adegan di hari keenam dimana seorang ayah dan putri kecilnya mengunjungi peternakan. Dalam adegan itu, si anak ingin menunggangi salah satu “kuda” (manusia dengan topeng kuda), yang kemudian mengarah pada sebuah sequence interaktif dimana pemain memimpin seorang wanita dewasa telanjang—dengan si anak di atas pundaknya—menggunakan tali kekang.

Santa Ragione bersikeras bahwa adegan itu “sama sekali tidak bernuansa seksual,” tetapi mereka menduga “juxtaposisi” atau penempatan elemen-elemen visualnyalah yang memicu bendera merah bagi tim review Valve. Mereka bahkan telah mengubah karakter dalam adegan tersebut menjadi seorang wanita berusia dua puluhan untuk menghindari ambiguitas dan—yang lebih penting—karena alasan naratif yang lebih kuat. Sayangnya, upaya klarifikasi dan perubahan ini sia-sia. Valve tidak hanya menolak game tersebut, tetapi juga menyatakan tidak akan menerima submisi Horses lagi di masa depan, “bahkan dengan modifikasi.” Keputusan final ini, yang diambil setelah dua tahun banding dan permohonan ulang review dari Santa Ragione, pada dasarnya adalah vonis mati untuk distribusi game ini di platform terbesar di dunia.

Dampak domino dari larangan Steam ini jauh lebih dalam dari yang dibayangkan. Santa Ragione mengaku bahwa penolakan Valve membuat mereka “sangat sulit” menemukan publisher atau partner eksternal. Siapa yang mau berinvestasi pada sebuah game yang sudah dicap tidak layak untuk toko utama? Rencana untuk memasukkan Horses dalam sebuah bundle pun kandas. Akibatnya, studio terpaksa mengandalkan dana dari teman-teman untuk menyelesaikan proyek tersebut. Ini adalah situasi yang sangat rapuh. Pietro Righi Riva, co-founder Santa Ragione, dengan nada pesimis menyatakan kepada GamesIndustry.biz, “Semua uang yang kami hasilkan akan diberikan kepada penulis dan orang-orang yang menawarkan uang untuk menyelesaikan proyek. Jadi, kemungkinan besar tidak akan ada uang tersisa untuk membuat

Tren Gadget dan Consumer Electronics 2026: Analisis Pakar dan Daftar Pemenang Versi Selular Media Network

0

Telset.id – Apa yang akan terjadi pada pasar gadget dan consumer electronics Indonesia di tahun 2026? Apakah kita akan menyaksikan pertumbuhan pesat atau justru menghadapi tantangan stagnasi? Jawabannya ternyata tidak hitam putih, melainkan sebuah mosaik kompleks yang diungkap oleh para pakar dalam acara bertajuk “Digital Economy & Telco Outlook 2026” yang digelar Selular Media Network.

Acara yang berlangsung pada Rabu (26/11/2025) ini tidak hanya memproyeksikan masa depan, tetapi juga memberikan penghargaan kepada produk-produk terbaik tahun 2025 melalui Selular Editor’s Choice. Uday Rayana, CEO & Editor in Chief Selular Media Network, menegaskan bahwa acara ini dirancang untuk memberikan perspektif komprehensif tentang masa depan ekonomi digital Indonesia. Dalam pengantar acara, dia menyampaikan optimisme yang berhati-hati: prospek ekonomi digital pada 2026 menunjukkan pertumbuhan berkelanjutan meskipun menghadapi tantangan perlambatan ekonomi global dan ketidakpastian kebijakan.

Pertumbuhan ini, menurut Rayana, terutama akan didorong oleh perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI), jaringan 5G, dan adopsi komputasi awan yang semakin masif di berbagai sektor industri. Namun, di balik optimisme teknologi ini tersimpan tantangan struktural yang perlu diatasi. Bagaimana sebenarnya peta persaingan gadget dan consumer electronics akan berubah? Mari kita telusuri lebih dalam.

Pertumbuhan Pasar Gadget: Antara Optimisme dan Realitas

Bramantiyoko Sasmito, Director Tech and Durables Commercial Lead dari NielsenIQ Indonesia, memberikan analisis data yang menarik. “Pertumbuhan pasar gadget di Indonesia mengalami peningkatan di kuartal kedua dan ketiga di tahun 2025 ini,” ujarnya dalam diskusi yang dimoderatori Uday Rayana. Berpatokan pada dua kuartal tersebut, Bramantiyoko menyatakan optimisme bahwa di tahun 2026 nanti masih akan terjadi peningkatan pertumbuhan.

Namun, optimisme ini datang dengan catatan penting. “Dari survei kami, brand harus menyediakan produk yang diinginkan konsumen, misalnya durability, kualitas yang bagus hingga membangun kepercayaan konsumen terhadap brand,” tegas Bramantiyoko. Pernyataan ini mengisyaratkan pergeseran preferensi konsumen dari sekadar spesifikasi mentah menuju nilai tambah yang lebih substantif. Konsumen Indonesia semakin cerdas dan selektif—mereka tidak lagi mudah tergiur oleh angka-angka teknis semata, tetapi lebih memperhatikan daya tahan produk dan reputasi merek.

Fenomena ini sejalan dengan perkembangan teknologi ponsel lipat yang semakin matang. Konsumen mulai menghargai inovasi yang memberikan pengalaman berbeda, bukan sekadar peningkatan spesifikasi incremental.

E-commerce dan Fintech: Improvisasi sebagai Kunci Survival

Di tengah maraknya fenomena e-commerce yang muncul kemudian tutup di Indonesia, Arnold Sebastian Egg, Founder dan CEO Toco, tetap meyakini bahwa sektor ini akan terus bertumbuh di tahun 2026. “Saya masih meyakini e-commerce masih tetap bertumbuh di Indonesia untuk tahun 2026, meski banyak yang sudah tutup saat ini,” ujar pria yang juga merupakan pendiri Toko Bagus ini.

Rahasia bertahan di tengah persaingan yang ketat? Improvisasi. “Toco sendiri baru berusia 12 bulan, tetapi kunci untuk terus bertumbuh yakni terus berimprovisasi dan kami tidak ada biaya administrasi yang membantu UMKM juga untuk bertumbuh,” jelas Arnold. Pendekatan tanpa biaya administrasi ini menjadi nilai jual yang signifikan bagi pelaku UMKM yang sering terbebani oleh biaya operasional platform.

Pandangan serupa diungkapkan oleh Kelik Fidwiyanto, Channel Partnership Senior Specialist DANA. Dia menekankan bahwa improvisasi harus terus dilakukan termasuk untuk sektor finansial digital (fintech). “Di DANA juga sudah menerapkan teknologi AI untuk berbagai keperluan pelanggan hingga mengantisipasi penipuan scam. Kami juga sudah mengembangkan QRIS Tap bisa pengguna pakai,” jelasnya.

Penerapan AI dalam fintech bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan untuk meningkatkan keamanan dan kemudahan bertransaksi. Inovasi seperti QRIS Tap menunjukkan bagaimana teknologi dapat menyederhanakan proses yang sebelumnya rumit menjadi lebih user-friendly.

Tantangan Ekonomi: Investasi dan Kepastian Hukum

Di balik optimisme teknologi, Teuku Riefky, Pengamat Ekonomi dan Peneliti LPEM UI, memberikan catatan kritis. Riefky menyebut bahwa pertumbuhan ekonomi di Indonesia masih akan stagnan di tahun 2026. “Perlu banyak investasi jika ingin membuka sebanyak-banyaknya lapangan pekerjaan, dan untuk membuka investasi maka perlu kepastian hukum, sehingga pemerintah harus memperhatikan hal tersebut di tahun 2026,” ungkapnya.

Analisis Riefky ini menjadi pengingat bahwa kemajuan teknologi harus diimbangi dengan fondasi ekonomi yang sehat. Tanpa lapangan pekerjaan yang memadai dan iklim investasi yang kondusif, pertumbuhan sektor gadget dan consumer electronics bisa terhambat oleh daya beli masyarakat yang stagnan. Pernyataan Riefky juga menggarisbawahi pentingnya sinergi antara kemajuan teknologi dan kebijakan pemerintah dalam menciptakan ekosistem yang mendukung.

Lalu, bagaimana dengan produk-produk yang sudah terbukti unggul di tahun 2025? Selular Editor’s Choice 2025 memberikan kita gambaran tentang standar kualitas yang diharapkan akan terus berlanjut di tahun 2026.

Raja Gadget Indonesia: Para Pemenang Selular Editor’s Choice 2025

Dalam kategori smartphone, REDMI 15C berhasil menyabet gelar Most Valuable Smartphone, sementara iQOO Z10 Lite dinobatkan sebagai Best Value Performance Smartphone. Untuk performa tertinggi, POCO F7 Ultra meraih Best Performance Smartphone, dan Tecno CAMON 40 Pro 5G menjadi pemenang Best AI Smartphone for Camera.

Yang menarik, Samsung Galaxy A56 5G dinobatkan sebagai Best All-Rounder Smartphone, menunjukkan bahwa strategi Samsung dalam segmen mid-range masih efektif. Sementara itu, Xiaomi service center meraih Best Service Center, dan OPPO mendapatkan Best Experience Store—penghargaan yang menggarisbawahi pentingnya layanan purna jual dalam membangun loyalitas merek.

Di kategori laptop, Asus Vivobook S14 OLED (S3407QA) menjadi Best Laptop for AI, sementara Axioo Zetta meraih Best Laptop For Professional. Untuk gaming, ROG Strix G16 (2025) dinobatkan sebagai Best Gaming Laptop, menunjukkan dominasi Asus di segmen ini.

Kategori operator menghadirkan kejutan dengan by.U meraih Best Digital-First Experience, Tri sebagai Best Affordable Data Packages, dan MyRepublic Value 30 untuk Best Fixed Broadband Packages. Sementara di kategori AIoT, Eufy Robovac Omni E25 menjadi Best Smart Vacuum Cleaner, dan Hisense 116 inch UX ULED RGB-MiniLED TV dinobatkan sebagai Most Innovative TV.

Daftar pemenang ini tidak hanya sekadar penghargaan, tetapi juga cerminan dari tren yang akan terus berlanjut di tahun 2026: fokus pada AI, pengalaman pengguna yang unggul, dan nilai tambah yang nyata bagi konsumen. Produk-produk pemenang ini telah menetapkan standar yang kemungkinan besar akan diikuti oleh produk-produk baru di tahun mendatang.

Jadi, apa yang bisa kita harapkan dari tahun 2026? Sebuah lanskap yang didorong oleh inovasi AI dan 5G, tetapi juga diwarnai oleh kebutuhan akan produk yang tahan lama dan layanan yang memuaskan. Konsumen akan semakin cerdas dalam memilih, dan merek-merek yang mampu berimprovisasi serta membangun kepercayaan yang akan bertahan. Tantangan ekonomi mungkin ada, tetapi peluang untuk tumbuh bersama teknologi tetap terbuka lebar bagi yang mampu beradaptasi.

Samsung Akhirnya Perbaiki Bug Wallpaper Dinamis One UI 8

0

Telset.id – Apakah wallpaper dinamis di ponsel Samsung Anda tiba-tiba berhenti bergerak? Jangan buru-buru menyalahkan perangkat atau berpikir ada yang tidak beres dengan gadget kesayangan. Rupanya, Anda tidak sendirian mengalami masalah ini. Banyak pengguna Galaxy lainnya melaporkan fenomena serupa – dan kabar baiknya, Samsung akhirnya merilis perbaikan khusus untuk mengatasi bug wallpaper dinamis One UI 8 yang cukup mengganggu ini.

Wallpaper dinamis seharusnya menjadi salah satu peningkatan visual yang menyenangkan dalam One UI 8. Fitur ini dirancang untuk memberikan pergeseran warna yang halus seiring waktu, membuat layar beranda dan kunci ponsel terasa lebih hidup dan dinamis. Namun, setelah pembaruan menyebar ke lebih banyak perangkat, laporan mulai bermunculan bahwa warna-warna tersebut membeku total. Beberapa perangkat bahkan kehilangan animasi sepenuhnya dan kembali ke gradien pelangi statis – jauh dari efek yang diinginkan oleh Samsung.

Contoh wallpaper dinamis One UI 8 dengan pergeseran warna yang halus

Masalah ini bukan hanya sekadar gangguan visual biasa. Bagi pengguna yang menghargai detail antarmuka, hilangnya animasi halus tersebut terasa seperti kemunduran dalam pengalaman menggunakan perangkat. Bagaimana tidak? Fitur yang seharusnya memberikan sentuhan personalisasi justru berubah menjadi elemen statis yang membosankan.

Samsung akhirnya mengakui adanya masalah dan berjanji akan merilis patch perbaikan. Yang menarik, perbaikan ini tidak datang melalui pembaruan sistem penuh, melainkan melalui aplikasi Wallpaper and Style milik Samsung – aplikasi yang sebenarnya menangani wallpaper hidup dan fitur kustomisasi lainnya di balik layar. Pendekatan ini menunjukkan bagaimana Samsung semakin matang dalam menangani masalah perangkat lunak dengan solusi yang lebih terfokus dan efisien.

Proses Perbaikan yang Cerdas dan Efisien

Menurut postingan di forum Komunitas Samsung, pembaruan ini secara khusus menangani bug yang menyebabkan animasi macet. Yang patut diapresiasi adalah cara Samsung menangani distribusi perbaikan ini. Rollout dimulai di Korea melalui Galaxy Store – biasanya ini menjadi pertanda bahwa wilayah lain tidak akan lama menyusul. Strategi bertahap seperti ini memungkinkan Samsung untuk memantau efektivitas perbaikan sebelum menyebarkannya secara global.

Bagi Anda yang tidak ingin menunggu, ada cara manual untuk memeriksa ketersediaan pembaruan. Cukup buka Galaxy Store → ketuk tombol menu di pojok kiri atas → Updates. Jika “Wallpaper and Style” tercantum dalam daftar, segera lakukan pembaruan, dan wallpaper seharusnya kembali bergerak seperti semula. Proses ini sederhana, namun dampaknya signifikan bagi pengalaman visual sehari-hari.

Perbaikan bug wallpaper dinamis ini datang di saat yang tepat, mengingat Samsung terus berupaya menyempurnakan One UI 8 sebelum peluncuran perangkat flagship berikutnya. Seperti yang kita ketahui, Samsung Galaxy S25 Ultra siap hadir dengan One UI 8 yang lebih stabil, sehingga setiap perbaikan kecil seperti ini turut berkontribusi dalam menciptakan fondasi yang kokoh untuk generasi perangkat berikutnya.

Lebih Dari Sekadar Perbaikan Bug Biasa

Meskipun terlihat seperti perbaikan kecil, solusi untuk bug wallpaper dinamis ini sebenarnya mencerminkan pendekatan Samsung yang semakin dewasa dalam menangani masalah perangkat lunak. Daripada menunggu pembaruan sistem besar-besaran, perusahaan memilih rute yang lebih cepat dan terfokus melalui aplikasi khusus. Ini adalah strategi yang cerdas, terutama mengingat betapa pentingnya pengalaman visual bagi pengguna smartphone modern.

Bagi penggemar setia Samsung yang menghargai setiap detail antarmuka, kembalinya animasi halus pada wallpaper dinamis tentu menjadi kabar yang menggembirakan. Fitur ini mungkin terlihat sepele, namun kontribusinya terhadap pengalaman penggunaan sehari-hari tidak bisa dianggap remeh. Seperti halnya ketika Samsung memperbaiki bug bulan ungu di Galaxy S25 Ultra dengan One UI 8 Beta 5, setiap perbaikan kecil membawa kita selangkah lebih dekat ke pengalaman pengguna yang sempurna.

Yang menarik, masalah wallpaper dinamis ini mengingatkan kita pada pentingnya testing yang komprehensif sebelum peluncuran update besar. Meskipun One UI 8 membawa banyak peningkatan, tetap saja ada bug-bug kecil yang lolos dari pengawasan. Namun, yang lebih penting adalah bagaimana respons cepat Samsung dalam menangani masalah-masalah tersebut.

Dalam ekosistem teknologi yang semakin kompetitif, kemampuan untuk merespons cepat keluhan pengguna menjadi nilai tambah yang signifikan. Ketika pengguna melaporkan masalah dengan wallpaper dinamis, Samsung tidak hanya mengakui masalah tersebut tetapi juga segera bekerja pada solusinya. Ini adalah sikap yang patut diapresiasi, terutama di era di mana banyak perusahaan cenderung lambat dalam menangani bug software.

Perbaikan bug wallpaper dinamis One UI 8 ini juga mengingatkan kita bahwa masalah software bisa terjadi pada siapa saja, bahkan pada raksasa teknologi seperti Samsung. Yang membedakan adalah bagaimana perusahaan tersebut menanganinya. Sebagai perbandingan, ketika pengguna mengalami garis hijau di layar Android, solusinya seringkali lebih kompleks dan membutuhkan intervensi hardware.

Dengan terselesaikannya masalah wallpaper dinamis ini, One UI 8 semakin mendekati apa yang dijanjikan Samsung sejak awal – antarmuka yang tidak hanya fungsional tetapi juga menyenangkan secara visual. Bagi Anda yang telah menantikan kembalinya wallpaper dinamis yang hidup, saatnya untuk memeriksa Galaxy Store dan mengembalikan keceriaan warna pada layar ponsel Anda.

Meskipun dunia teknologi seringkali terfokus pada inovasi besar-besaran, terkadang justru perbaikan kecil seperti inilah yang paling berarti bagi pengalaman pengguna sehari-hari. Setelah semua, bukankah detail-detail kecil yang membuat perbedaan antara produk yang baik dan produk yang luar biasa?

WhatsApp Luncurkan Fitur Status Pendek Mirip Instagram Notes

0

Telset.id – WhatsApp resmi meluncurkan fitur pembaruan unggahan status singkat yang fungsinya sangat mirip dengan Instagram Notes. Fitur baru ini memungkinkan pengguna membagikan teks pendek yang dapat dilihat oleh kontak mereka, sekaligus berpotensi menjadi pemantik percakapan baru.

Dilansir dari Tech Crunch pada Senin, WhatsApp menjelaskan bahwa fitur bernama “About” ini sebenarnya merupakan fitur pertama aplikasi tersebut. Sebelum fokus menjadi aplikasi pesan instan yang aman dan privat, WhatsApp pernah menyediakan ruang bagi pengguna untuk berbagi unggahan status pendek seperti ini.

Dengan peluncuran ulang tersebut, WhatsApp membuat status “About” lebih mudah terlihat oleh pengguna lain. Kini, status itu akan tampil di bagian atas jendela obrolan privat serta halaman profil pengguna. Pengguna juga bisa mengetuk status About seseorang untuk langsung membalasnya, menciptakan interaksi yang lebih dinamis.

Fitur Unggahan Status yang Fleksibel

Status About di WhatsApp memiliki karakteristik yang mirip dengan Instagram Notes, dimana konten akan hilang secara otomatis dalam 24 jam. Namun, pengguna diberikan fleksibilitas untuk menyesuaikan durasinya sesuai kebutuhan, apakah ingin lebih cepat hilang atau bertahan lebih lama dari waktu standar.

WhatsApp juga menyediakan pengaturan privasi yang komprehensif untuk fitur ini. Pengguna dapat memilih apakah status About mereka hanya dilihat oleh kontak tertentu atau dibuat lebih publik. Fitur ini sangat berguna bagi pengguna yang ingin berbagi kabar terbaru tanpa harus mengunggah status gambar atau video.

Fitur baru ini dapat dimanfaatkan pengguna untuk berbagai keperluan, mulai dari menuliskan apa yang sedang dilakukan, berbagi kabar terbaru, hingga memberikan penjelasan mengapa mereka tidak bisa membalas pesan secara langsung. WhatsApp menyebut, fitur ini juga dapat berfungsi sebagai ice breaker untuk memulai percakapan baru.

Perbandingan dengan Instagram Notes

Meski memiliki konsep yang serupa, fitur About di WhatsApp belum selengkap Instagram Notes. Saat ini, Instagram Notes sudah mendukung video pendek berulang serta penambahan audio musik, sementara WhatsApp masih terbatas pada teks saja.

Namun, WhatsApp membuka peluang untuk peningkatan fitur di masa mendatang jika respons pengguna terhadap fitur ini positif. Perusahaan berencana untuk terus mengembangkan fitur ini berdasarkan umpan balik dari komunitas pengguna WhatsApp di seluruh dunia.

Pengembangan fitur About ini sejalan dengan upaya WhatsApp untuk terus berinovasi dalam menghadirkan pengalaman berkomunikasi yang lebih baik. Sebelumnya, WhatsApp juga telah menghadirkan berbagai pembaruan signifikan seperti kemampuan menggunakan aplikasi di 4 perangkat sekaligus dan peningkatan keamanan yang lebih ketat.

Kehadiran fitur About ini menunjukkan komitmen WhatsApp dalam menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan pengguna modern. Dengan integrasi yang mulus ke dalam antarmuka yang sudah familiar, pengguna dapat dengan mudah beradaptasi dengan fitur baru ini tanpa perlu belajar cara penggunaan yang rumit.

Fitur ini juga menjadi bukti bahwa WhatsApp terus berusaha menyeimbangkan antara inovasi dan kemudahan penggunaan, sambil tetap mempertahankan fokus utama pada keamanan dan privasi pengguna. Seperti yang terlihat dalam pengembangan fitur AI sebelumnya, WhatsApp selalu menempatkan perlindungan data pengguna sebagai prioritas utama.

Peluncuran fitur About ini diharapkan dapat memperkaya pengalaman komunikasi pengguna WhatsApp, sekaligus memberikan alternatif baru dalam berbagi informasi sehari-hari tanpa harus mengganggu privasi atau menghabiskan banyak waktu untuk membuat konten yang rumit.

Pakar Dukung PP Tunas Lindungi Anak dari Dampak Negatif Digital

0

Telset.id – Pakar komunikasi Dr. Azwar dari UPNVJ menyambut positif terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) Tunas oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) sebagai langkah preventif melindungi anak Indonesia dari dampak negatif media digital, termasuk media sosial dan game online.

Azwar menegaskan bahwa penetapan regulasi ini merupakan usaha penting pemerintah dalam menjalankan tanggung jawab moral media untuk melindungi publik, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak. “Langkah preventif melindungi anak-anak dengan menerbitkan aturan regulasi saya rasa ini sangat penting untuk menjaga anak-anak Indonesia dari dampak negatif media digital seperti media sosial dan game online,” ujarnya kepada ANTARA, Rabu (26/11/2025).

Implementasi PP Tunas membutuhkan kolaborasi multipihak agar tidak sekadar menjadi aturan di atas kertas. Menurut Azwar, sinergi antara orang tua, industri media, lembaga pendidikan, dan lingkungan masyarakat menjadi kunci keberhasilan penerapan regulasi perlindungan anak di ruang digital ini.

Kolaborasi Multipihak untuk Implementasi Efektif

Azwar menjelaskan bahwa pemerintah pusat telah mengambil langkah tepat dengan menyusun PP Tunas, sementara pemerintah daerah perlu menyiapkan aturan turunan untuk memastikan implementasi yang menyeluruh. “Pemerintah pusat sudah tepat dengan membuat regulasi ini, tinggal nanti pemerintah daerah membuat aturan turunannya,” jelasnya.

Partisipasi aktif dari berbagai pemangku kepentingan juga dinilai crucial. Lembaga pendidikan diharapkan memperkuat pendidikan critical thinking bagi peserta didik, sementara organisasi masyarakat dan industri media perlu bersama-sama melaksanakan program literasi digital. Pendekatan komprehensif ini sejalan dengan upaya Kemkominfo yang menempatkan PP Tunas sebagai bagian dari literasi digital penggunaan media sosial oleh anak.

Literasi Digital sebagai Budaya Baru

Azwar menekankan pentingnya menempatkan literasi digital sebagai budaya yang kuat dalam masyarakat. Menurutnya, ruang digital memiliki pengaruh signifikan terhadap tumbuh kembang anak, sehingga perlu diimbangi dengan pemahaman digital yang memadai. “Melindungi anak dari dampak negatif digital juga perlu menempatkan literasi digital sebagai budaya yang kuat,” tegasnya.

Pembentukan budaya literasi digital ini tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi memerlukan peran aktif masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang mendukung. Regulasi pembatasan media sosial dan dampak buruk game online dapat dipandang sebagai upaya negara mengatur ekologi media yang memengaruhi cara berpikir, berperilaku, dan bersosialisasi anak.

Upaya penguatan literasi digital ini selaras dengan program pemerintah dalam mempercepat konektivitas digital untuk pendidikan, yang menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem digital yang sehat bagi generasi muda.

PP Tunas juga diharapkan dapat memberikan pemahaman lebih komprehensif dalam menangkal persoalan misinformasi sekaligus memberikan hukuman bagi pelaku disinformasi. Regulasi ini menjadi bagian dari upaya sistematis dalam membangun lingkungan digital yang aman dan bertanggung jawab.

Peran pendidik juga menjadi faktor krusial dalam implementasi perlindungan anak di dunia digital. Seperti diungkapkan dalam artikel terkait, guru memegang peran penting dalam mencegah dampak negatif game online pada anak, yang sejalan dengan semangat PP Tunas dalam menciptakan lingkungan digital yang protektif.

Dengan pendekatan holistik yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan, PP Tunas diharapkan dapat menjadi landasan kuat dalam melindungi anak Indonesia dari berbagai risiko dan dampak negatif perkembangan teknologi digital, sekaligus memastikan pemanfaatan ruang digital yang optimal untuk tumbuh kembang generasi muda.

Telkomsel Pulihkan Jaringan Telekomunikasi Terdampak Banjir Sumut

0

Telset.id – Telkomsel berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk mempercepat pemulihan jaringan telekomunikasi yang terganggu akibat tanah longsor dan banjir bandang di Kabupaten Tapanuli Tengah dan Kota Sibolga, Sumatera Utara. Gangguan layanan terjadi karena beberapa titik jaringan transport terdampak bencana alam dan pemadaman listrik berskala luas.

General Manager Region Network Operations & Productivity Sumbagut Telkomsel Nurdianto menjelaskan, pihaknya terus berkoordinasi dengan berbagai stakeholder dan berupaya melakukan percepatan pemulihan jaringan. “Kami terus berkoordinasi dengan berbagai pihak dan berupaya melakukan percepatan pemulihan jaringan agar pelanggan dapat kembali menikmati layanan komunikasi dengan lancar,” kata Nurdianto dalam keterangan resmi yang diterima Telset.id.

Telkomsel menyampaikan keprihatinan mendalam atas bencana alam yang melanda wilayah tersebut dan meminta maaf kepada pelanggan atas penurunan kualitas jaringan telekomunikasi. “Telkomsel turut prihatin atas terjadinya bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Tapanuli Tengah dan Sibolga. Kami menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas terjadinya penurunan kualitas jaringan telekomunikasi di wilayah tersebut,” ujar Nurdianto.

Dampak Cuaca Ekstrem dan Siklon Tropis

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengonfirmasi bahwa cuaca hujan ekstrem yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara pada 24-25 November 2025 dipicu oleh pengaruh badai tropis atau Siklon Tropis KOTO dan Bibit Siklon 95B yang terbentuk di sekitar perairan Indonesia. Kejadian ini mengingatkan pada pentingnya kesiapan infrastruktur telekomunikasi dalam menghadapi bencana alam.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menjelaskan bahwa empat kabupaten di Sumatera Utara, yakni Sibolga, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Selatan, mengalami dampak cuaca ekstrem secara beruntun. Bencana ini mengakibatkan delapan warga meninggal dunia, ratusan lainnya luka-luka, serta kerusakan infrastruktur yang masif.

Menurut analisis BMKG, Siklon Tropis KOTO dan Bibit Siklon 95B meningkatkan pertumbuhan awan konvektif serta memicu hujan lebat dan angin kencang di wilayah Sumatera bagian utara. Kondisi ini berujung pada bencana banjir dan tanah longsor yang berdampak signifikan terhadap berbagai sektor, termasuk infrastruktur telekomunikasi.

Upaya Pemulihan dan Koordinasi Multipikah

Telkomsel mengoptimalkan seluruh sumber daya yang dimiliki untuk memulihkan layanan telekomunikasi di wilayah terdampak. Tim teknis telah dikerahkan ke lokasi untuk melakukan perbaikan infrastruktur dan mengembalikan konektivitas secepat mungkin. Upaya pemulihan ini sejalan dengan komitmen perusahaan dalam menjaga kualitas layanan bagi pelanggan.

Pemulihan jaringan telekomunikasi pasca bencana menjadi tantangan tersendiri bagi operator seluler. Seperti yang terjadi di berbagai daerah lain, termasuk saat XL Pastikan Jaringan Aman Pasca Bencana Banjir Luwu Utara, koordinasi yang solid antara operator, pemerintah, dan pihak terkait lainnya menjadi kunci keberhasilan pemulihan layanan.

BNPB mencatat bahwa siklon tropis dan bibit siklon yang terjadi memperkuat intensitas hujan melalui pola belokan angin dan penarikan massa udara basah ke pusat siklon. Fenomena cuaca ekstrem ini memberikan pelajaran berharga tentang pentingnya membangun infrastruktur telekomunikasi yang lebih tangguh dan tahan bencana.

Pengalaman serupa dalam penanganan gangguan jaringan telekomunikasi pasca bencana juga tercatat di berbagai wilayah Indonesia. Seperti yang diungkapkan dalam laporan Kominfo: Jaringan Telekomunikasi di NTT Tidak Terdampak Gempa, koordinasi yang baik antara regulator dan operator dapat meminimalisir dampak gangguan layanan.

Pemantauan terus-menerus terhadap kondisi jaringan menjadi bagian penting dari strategi pemulihan. Pendekatan serupa pernah diterapkan saat Dampak Jakarta Banjir, Kominfo Pantau Jaringan Telekomunikasi, di mana pemantauan real-time membantu dalam mengambil keputusan teknis yang tepat.

Upaya pemulihan jaringan telekomunikasi di Sumatera Utara ini diharapkan dapat memberikan pembelajaran bagi semua pihak dalam menghadapi tantangan serupa di masa depan. Dengan infrastruktur yang semakin tangguh dan sistem respons yang lebih terkoordinasi, diharapkan gangguan layanan telekomunikasi pasca bencana dapat diminimalisir.

OpenAI dan Jony Ive Siap Rilis Gadget AI Pengganti Smartphone

0

Telset.id – OpenAI, perusahaan pengembang ChatGPT, telah menyelesaikan prototipe pertama perangkat keras berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dikembangkan bersama mantan Kepala Desain Apple, Jony Ive. Perangkat ini diklaim akan menawarkan pengalaman berbeda dari smartphone konvensional dan diproyeksikan rilis dalam dua tahun ke depan.

CEO OpenAI Sam Altman mengungkapkan perkembangan terbaru proyek kolaborasinya dengan Ive dalam sebuah video yang dipublikasikan Emerson Collective. “Akhirnya, kami punya prototipe pertama. Saya takjub betapa hebat dan serunya karya ini,” ujar Altman seperti dikutip dari CNBC, Selasa (25/11/2025).

Meski belum mengungkap bentuk fisik perangkat tersebut, Altman memberikan gambaran konseptual tentang gadget AI yang sedang dikembangkan. Ia menggambarkan smartphone modern saat ini terasa “penuh” dan “sesak”, mirip suasana berjalan di Times Square. Sebaliknya, perangkat AI buatannya ingin menawarkan pengalaman lebih tenang dan damai, seperti “duduk di kabin indah di tepi danau dan pegunungan” yang minim gangguan.

Fungsi Revolusioner Gadget AI

Altman mengklaim perangkat AI terbarunya mampu melakukan berbagai fungsi canggih untuk pengguna. Mulai dari menyaring informasi, memahami kapan informasi penting harus disampaikan, hingga mengetahui semua yang pernah dipikirkan, dibaca, dan diucapkan oleh penggunanya. Kemampuan ini menandakan pendekatan baru dalam interaksi manusia dengan teknologi, berbeda dengan konsep ponsel lipat flip yang masih mengandalkan bentuk fisik konvensional.

Kolaborasi antara Altman dan Ive ini semakin kuat setelah OpenAI mengakuisisi perusahaan rintisan milik Ive, yaitu io, senilai 6,4 miliar dolar AS pada Mei 2025 lalu. Akuisisi dalam bentuk ekuitas ini memberikan Ive tanggung jawab penuh untuk memimpin rancangan desain perangkat AI tersebut.

Proses Pengembangan yang Tidak Terprediksi

Jony Ive, yang dikenal dengan desain ikonik berbagai produk Apple termasuk iPhone, mengakui bahwa sebagian besar proses pengembangan perangkat keras baru ini tidak dapat diprediksi. “Terutama di perusahaan besar yang menghargai prediktabilitas, para pemimpin merasa sangat tidak nyaman dengan ambiguitas,” kata Ive tentang tantangan dalam mengembangkan teknologi revolusioner.

Meski terlibat langsung dalam proyek ini, Ive sama seperti Altman tetap merahasiakan wujud maupun fungsi teknis detail perangkat tersebut. Namun, ia memproyeksikan perangkat keras AI hasil kolaborasinya dengan Altman kemungkinan akan diperkenalkan dalam waktu dua tahun mendatang, atau bahkan lebih cepat.

Kehadiran gadget AI dari OpenAI dan Jony Ive ini diprediksi akan mengubah lanskap perangkat mobile yang selama ini didominasi smartphone konvensional. Inovasi ini juga sejalan dengan perkembangan teknologi chip masa depan yang sedang dikembangkan berbagai lembaga penelitian, termasuk temuan terbaru dari UCLA tentang chip yang mampu membuat perangkat lebih cepat dan hemat energi.

Industri teknologi kini menantikan bagaimana kolaborasi antara ahli AI dan desainer legendaris ini akan merevolusi cara kita berinteraksi dengan perangkat digital sehari-hari, sekaligus menawarkan alternatif segar di tengah pasar smartphone yang semakin jenuh dengan inovasi desain dan fitur.

Qualcomm Rilis Snapdragon 8 Gen 5 untuk HP Flagship Murah

0

Telset.id – Qualcomm secara resmi meluncurkan chipset Snapdragon 8 Gen 5 pada Rabu (26/11/2025). Chipset flagship baru ini menempati posisi satu tingkat di bawah Snapdragon 8 Elite Gen 5, menawarkan performa tinggi dengan harga lebih terjangkau untuk smartphone kelas atas.

Snapdragon 8 Gen 5 hadir sebagai solusi bagi vendor yang ingin menghadirkan pengalaman flagship premium tanpa harus membebani konsumen dengan harga tertinggi. Chipset ini tetap membawa sebagian besar fitur unggulan dari varian Elite, termasuk fabrikasi 3 nm dan arsitektur CPU Oryon terbaru Qualcomm.

Perbedaan utama terletak pada kecepatan clock yang lebih rendah dibandingkan saudara elite-nya. Konfigurasi CPU menggunakan 2 prime cores dengan clockspeed hingga 3,8 GHz dan 6 performance cores dengan kecepatan hingga 3,32 GHz. Angka ini memang lebih rendah dari Snapdragon 8 Elite Gen 5 yang mencapai 4,6 GHz dan 3,62 GHz.

Performa dan Peningkatan Signifikan

Meski performa puncaknya berada di bawah varian Elite, Snapdragon 8 Gen 5 menunjukkan lompatan besar dibandingkan generasi sebelumnya. Qualcomm mengklaim peningkatan performa CPU sebesar 36 persen, GPU naik 11 persen, dan efisiensi daya yang lebih baik.

Pengguna dapat menikmati respons multitasking yang lebih cepat dan pengalaman gaming yang stabil. Lonjakan performa ini sangat terasa ketika dibandingkan dengan chip non-elite sebelumnya seperti Snapdragon 8 Gen 3 yang dirilis pada 2023.

Kemampuan AI dan Fitur Pendukung

Snapdragon 8 Gen 5 tetap dibekali mesin AI Hexagon baru yang mendukung proses generatif langsung di perangkat (AI on-device). Chipset ini mampu menangani pengolahan multimodal dan pengenalan konteks melalui sensor hub, meski kemampuan mentahnya sedikit di bawah varian Elite.

Qualcomm melakukan beberapa pemangkasan untuk menjaga harga tetap kompetitif di segmen flagship menengah. Modem 5G X80 yang digunakan mendukung mmWave dan sub-6 GHz, namun memiliki kecepatan puncak sedikit lebih rendah. Dukungan storage juga terbatas pada UFS 4.0, bukan UFS 4.1 seperti pada varian Elite.

Strategi positioning ini membuat Snapdragon 8 Gen 5 menjadi pilihan menarik bagi vendor yang ingin menghadirkan smartphone bertenaga dengan fitur AI modern dan kemampuan gaming kuat, tanpa memerlukan performa setinggi Snapdragon 8 Elite Gen 5.

Menurut laporan The Verge, OnePlus 15R akan menjadi model pertama yang menggunakan chipset ini. Smartphone tersebut dijadwalkan rilis pada 17 Desember di Amerika Serikat. Qualcomm juga mengumumkan bahwa vendor lain seperti Motorola dan Vivo akan merilis smartphone baru bertenaga Snapdragon 8 Gen 5 dalam beberapa minggu ke depan.

Kehadiran Snapdragon 8 Gen 5 di pasar smartphone global diperkirakan akan semakin mempertajam persaingan di segmen flagship menengah. Konsumen kini memiliki lebih banyak pilihan smartphone dengan performa tinggi namun dengan harga lebih terjangkau.

Singapura Ultimatum Apple dan Google Atasi Scam di iMessage dan Google Messages

0

Telset.id – Pemerintah Singapura mengeluarkan ultimatum resmi kepada Apple dan Google untuk menertibkan penggunaan nama akun palsu yang mencatut identitas pemerintah di layanan pesan iMessage dan Google Messages. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap maraknya penipuan (scam) yang menyamar sebagai instansi pemerintah melalui kedua platform tersebut. Apple dan Google diberikan tenggat waktu hingga 30 November 2025 untuk mematuhi permintaan ini sesuai dengan Online Criminal Harms Act yang disahkan pada 24 November 2025.

Kementerian Dalam Negeri (MHA) Singapura dalam pernyataannya kepada Strait Times menegaskan bahwa kedua raksasa teknologi tersebut telah menyepakati permintaan pemerintah. Mereka wajib memblokir akun dan grup di iMessage maupun Google Messages yang menggunakan nama menyerupai “gov.sg” atau lembaga pemerintah lainnya. Selain itu, platform diharuskan menyaring pesan dari pengirim palsu dan menampilkan nomor telepon sebagai ganti nama profil untuk pengirim yang tidak dikenal.

Sejak Juli 2024, pemerintah Singapura telah menggunakan sender ID berakhiran “gov.sg” untuk mengidentifikasi pesan SMS resmi dari instansi pemerintah. Namun, sistem ini tidak sepenuhnya efektif di iMessage dan Google Messages karena kedua aplikasi memiliki sistem identifikasi pengirim sendiri yang tidak terhubung dengan registry sender ID pemerintah. Celah keamanan ini dimanfaatkan para penipu dengan mencatut nama “gov.sg” sebagai nama akun untuk mengelabui korban.

Mekanisme Penipuan yang Dimanfaatkan Pelaku

Para pelaku scam memanfaatkan fitur display name di iMessage dan Google Messages yang memungkinkan pengirim menampilkan nama profil selain nomor telepon. Dengan mencatut nama “gov.sg”, penipu membuat penerima pesan kesulitan membedakan apakah pengirim tersebut benar-benar berasal dari pemerintah atau tidak. Sistem anti-spoofing yang berlaku untuk SMS biasa tidak otomatis dapat memverifikasi keaslian pengirim di kedua aplikasi pesan tersebut.

Perwakilan MHA menyatakan, “Apple dan Google setuju mereka akan mematuhi arahan yang kami buat soal iMessages dan Google Messages.” Komitmen ini menjadi bagian dari upaya komprehensif pemerintah Singapura menekan aktivitas kriminal di platform digital. Online Criminal Harms Act memberikan kewenangan kepada pemerintah untuk mengeluarkan perintah pembatasan guna mencegah penyalahgunaan platform digital untuk kejahatan.

Maraknya kasus penipuan digital semakin mengkhawatirkan di berbagai platform. Seperti yang terjadi dalam kasus kuis online di Facebook yang membuat korban diteror debt collector, modus penipuan terus berkembang dengan memanfaatkan celah keamanan digital.

Langkah Perlindungan bagi Pengguna

Hingga batas waktu 30 November 2025, Apple dan Google diwajibkan menerapkan beberapa langkah perlindungan. Selain memblokir akun yang menyerupai lembaga pemerintah, mereka harus menerapkan filter pesan dari pengirim palsu. Kebijakan menampilkan nomor telepon untuk pengirim tidak dikenal diharapkan dapat membantu pengguna mengidentifikasi lebih mudah pesan yang tidak terverifikasi.

Peningkatan keamanan digital menjadi perhatian serius berbagai pihak. Kasus tagihan tidak terduga seperti yang dialami pengguna Genshin Impact menunjukkan pentingnya kewaspadaan dalam setiap transaksi digital. Bahkan platform aplikasi jual beli barang bekas online pun tidak luput dari ancaman kejahatan siber.

Implementasi kebijakan baru ini diharapkan dapat mengurangi signifikan kasus penipuan yang mencatut nama pemerintah. MHA menekankan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan perusahaan teknologi merupakan kunci penting dalam menciptakan ekosistem digital yang lebih aman bagi seluruh pengguna di Singapura.

POCO F8 Series: Flagship Killer yang ‘Lupa Diri’, Harga Tembus Rp13 Juta?

0

Telset.id – Hari ini, di tengah deburan ombak Bali yang menenangkan, POCO justru memilih untuk membuat keributan. Bukan keributan antrean mengular layaknya peluncuran iPhone, melainkan keributan di kolom komentar dan dompet para penggemarnya.

Peluncuran global POCO F8 Pro dan F8 Ultra yang dihelat di Tanah Air ini membawa pesan yang membingungkan. Di satu sisi, mereka berteriak lantang tentang performa buas. Di sisi lain, mereka membisikkan harga yang membuat kita bertanya: Apakah POCO sedang mengalami krisis identitas?

Mari kita bedah realitas pahit di balik angka-angka spek dewa ini.

Evolusi atau Delusi Premium?

Untuk pertama kalinya, varian “Ultra” diperkenalkan. Harganya? Di atas USD 700. Jika dikonversi ke Rupiah plus pajak barang mewah, kita bicara angka psikologis Rp12 juta hingga Rp13 juta.

Mari kita berhenti sejenak. POCO lahir dari rahim Xiaomi sebagai sub-brand “perusak harga”. DNA mereka adalah Flagship Killer—membunuh HP mahal dengan harga murah. Namun, dengan banderol harga ini, POCO F8 Ultra tidak lagi menjadi pembunuh. Ia justru mencoba duduk satu meja dengan raja-raja yang dulu ia ledek: Samsung Galaxy S Series dan iPhone varian dasar.

Ini adalah langkah berani yang berbatasan tipis dengan bunuh diri komersial. Meminta konsumen mengeluarkan Rp12 juta untuk logo berwarna kuning yang identik dengan “HP murah kencang” adalah PR marketing yang nyaris mustahil.

Bayang-Bayang “Mati Suri” (Motherboard Anxiety)

Kita tidak bisa bicara soal POCO tanpa mengungkit gajah di pelupuk mata: rekam jejak kualitas.

Publik Indonesia punya ingatan kolektif yang kuat, dan sayangnya, agak traumatis. Kasus sudden death atau masalah motherboard pada seri legendaris seperti X3 Pro masih menghantui forum-forum diskusi. Dulu, ketika HP mati total di harga Rp3-4 juta, konsumen marah tapi maklum, “Ya namanya juga HP murah spek dewa, pasti ada yang dikorbankan.”

Tapi di harga Rp13 juta? Tidak ada ruang untuk toleransi.

Jika Anda membeli Samsung atau iPhone di harga itu, Anda membeli ketenangan pikiran, jaminan update software jangka panjang yang stabil, dan purna jual yang (relatif) tidak ribet. Jika POCO ingin bermain di liga ini, mereka tidak bisa hanya menjual skor AnTuTu. Mereka harus menjual kepercayaan—sesuatu yang sayangnya, belum sepenuhnya pulih pasca-insiden masa lalu. Apakah Anda rela berjudi seharga motor bekas untuk sebuah motherboard yang belum teruji durabilitas jangka panjangnya?

Sindrom “Barang Ghaib”: Dulu Stoknya, Kini Pembelinya

POCO di Indonesia punya tradisi unik: “Barang Ghaib”. Stok sedikit saat flash sale, membuat permintaan terlihat meledak.

Ironisnya, untuk F8 Ultra, saya memprediksi fenomena “ghaib” ini akan berubah makna. Dulu barangnya susah didapat karena ludes diborong tengkulak. Sekarang? Barangnya mungkin akan ready stock melimpah ruah, tapi pembelinya yang “ghaib”.

Kenapa? Karena di segmen harga ini, logika “Price to Performance” sudah tidak berlaku mutlak. Orang membeli prestige. Mengeluarkan HP POCO di tongkrongan eksekutif muda tidak memberikan social currency yang sama dengan mengeluarkan Galaxy S25 atau iPhone 16. Ini fakta sosial yang kejam, tapi nyata.

Kesimpulan: Pesta di Rumah Sendiri, Tuan Rumah Menonton dari Pagar

Yang paling menyedihkan dari peluncuran di Bali hari ini adalah ketidakjelasan nasib konsumen Indonesia. Seperti biasa, ini peluncuran “Global”. Kapan masuk resmi ke Indonesia dan bisa dibeli di toko ijo atau oren? Jawabannya klasik: “Segera”.

POCO F8 Series secara teknis adalah monster. Snapdragon 8 Elite (atau setara) di dalamnya tidak bohong. Layarnya pasti memukau. Tapi POCO tampaknya lupa bahwa mereka besar karena didukung oleh kaum mendang-mending. Dengan memaksa masuk ke pasar Ultra-Premium tanpa fondasi brand equity yang kokoh, POCO seperti Icarus yang terbang terlalu dekat ke matahari dengan sayap lilin.

Mereka mungkin akan meleleh, bukan karena panasnya chipset, tapi karena dinginnya respons pasar.

Poco F8 Pro dan Ultra Rilis Global di Bali, Speaker Bose Jadi Andalan

0

Telset.id – POCO secara resmi meluncurkan seri F8, yaitu F8 Pro dan F8 Ultra, ke pasar global dalam acara peluncuran di The Meru Sanur, Bali, pada Rabu (26/11/2025). Kedua ponsel ini hadir sebagai penerus lini F7 yang dirilis Maret 2025, dengan ambisi menawarkan pengalaman flagship dalam segmen harga yang lebih terjangkau. Peluncuran global ini menandai komitmen POCO dalam merespons permintaan pengguna akan perangkat yang lebih premium.

Kang Lou, Senior Product Marketing Manager POCO Global, dalam sambutannya menyatakan bahwa brand ini mendengarkan umpan balik dari komunitas. “Beberapa pengguna menganggap seri Poco F7 tidak cukup flagship. Tapi sekarang, kami mendengar suara kalian. Dan seperti yang kalian tahu, Poco tidak pernah menolak tantangan. Oleh itu, kami mendorong seri F lebih jauh dalam waktu yang sangat pendek. Karena kami ingin menjelaskan satu hal. Oleh itu, 8 bulan kemudian, kami kembali. Saya di sini untuk menunjukkan seri Poco F8 series terbaru,” ujarnya. Pernyataan ini mengonfirmasi percepatan siklus inovasi POCO untuk memenuhi ekspektasi pasar.

Kedua varian baru ini tidak hanya membawa peningkatan spesifikasi hardware, tetapi juga menyempurnakan aspek desain dan fitur untuk menciptakan daya tarik yang lebih kuat. Kolaborasi dengan Bose untuk sistem audio menjadi salah satu nilai jual utama yang membedakan seri ini dari pendahulunya.

Poco F8 Pro

POCO F8 Ultra: Flagship dengan Layar dan Kamera Terdepan

POCO F8 Ultra memposisikan diri sebagai model paling premium dalam seri F8. Ponsel ini termasuk perangkat pertama yang mengusung chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 berproses 3 nm, dipadukan dengan chipset grafis sekunder VisionBoost D8. Kombinasi ini mampu menghasilkan frame rate hingga 120 FPS pada resolusi 1,5K, dilengkapi dengan fitur AI Super Resolution dan Game HDR untuk pengalaman gaming yang imersif.

Untuk mengatasi masalah thermal, POCO melengkapi F8 Ultra dengan LiquidCool Technology IceLoop berlapis ganda. Sistem pendingin ini dirancang untuk membuang panas secara lebih merata, mulai dari SoC hingga modul kamera, sehingga menjaga kinerja optimal selama penggunaan intensif.

Layar menjadi fokus utama POCO F8 Ultra. Perangkat ini menggunakan panel AMOLED 6,9 inci dengan resolusi 2.608 x 1.200 piksel dan refresh rate 120 Hz. Teknologi baru POCO HyperRGB mengaktifkan seluruh subpiksel RGB untuk menghasilkan kejernihan yang lebih tinggi. Panel 12-bit ini mendukung 100% DCI-P3, mencapai puncak kecerahan 3.500 nits, touch sampling hingga 2.560 Hz, serta dilengkapi all-day DC dimming untuk kenyamanan mata dalam penggunaan jangka panjang.

Konfigurasi kamera POCO F8 Ultra mengandalkan tiga sensor 50 MP. Kamera utama menggunakan sensor Light Fusion 950 1/1,31 inci dengan OIS, didampingi kamera periskop 50 MP yang menawarkan 5x optical zoom, 10x in-sensor zoom, dan hingga 20x UltraZoom berbasis AI. Kamera ultra-wide 50 MP melengkapi sistem kamera belakang, sementara kamera selfie 32 MP mendukung wide-angle cerdas untuk mengambil gambar grup dengan lebih mudah.

Daya tahan baterai menjadi keunggulan lain F8 Ultra dengan kapasitas 6.500 mAh, yang terbesar dalam lini F series. Perangkat ini mendukung pengisian cepat 100W HyperCharge kabel, 50W wireless charging, dan reverse wired charging 22,5W. Sistem Smart Charging memastikan proses pengisian tetap aman dengan memantau dan mengatur suhu perangkat.

Sistem audio menjadi pembeda mencolok, di mana POCO menyematkan triple speaker 2.1 channel hasil pengembangan bersama Bose. Sistem ini terdiri atas dua speaker 1115F dan satu subwoofer 1620, menawarkan dua profil suara (Dynamic dan Balanced) serta dukungan Dolby Atmos, Hi-Res Audio, dan Hi-Res Wireless.

Secara desain, POCO F8 Ultra menampilkan frame aluminium alloy dengan bezel tipis dan proteksi POCO Shield Glass. Varian Denim Blue menggunakan material nano-tech generasi ketiga yang lebih tahan noda, sementara varian Black mengusung glass fiber dengan finishing matte. Kedua varian warna telah mengantongi sertifikasi ketahanan air dan debu IP68.

POCO F8 Pro: Performa Tangguh dalam Bobot Ringkas

POCO F8 Pro hadir sebagai alternatif lebih ringkas dengan desain premium dan bobot lebih ringan, tanpa mengorbankan performa inti. Ponsel ini ditenagai Snapdragon 8 Elite Mobile Platform berproses 3 nm dengan CPU hingga 4,32 GHz dan GPU Adreno, dipadukan dengan RAM LPDDR5X serta storage UFS 4.1.

Daya tahannya didukung baterai 6.210 mAh dengan dukungan 100W HyperCharge dan fitur Smart Charging yang mengatur suhu serta kecepatan pengisian. Fitur reverse charging 22,5W juga tersedia untuk menyuplai daya ke perangkat lain, menambah utilitas perangkat.

Di bagian layar, POCO F8 Pro menggunakan panel 6,59 inci 120 Hz POCO HyperRGB AMOLED dengan resolusi 2.510 x 1.156 piksel. Layar dengan kedalaman warna 12-bit ini mencapai puncak kecerahan 3.500 nits dan dilindungi Corning Gorilla Glass 7i. Dengan bobot hanya 199 gram, layar ini disebut sebagai “golden-ratio display” karena dianggap ideal untuk digenggam dalam penggunaan sehari-hari.

Sektor kamera mengalami peningkatan signifikan pada F8 Pro. Ponsel ini kini dibekali kamera utama 50 MP Light Fusion 800, lensa telefoto 50 mm dengan 2,5x optical zoom (5x lossless in-sensor zoom), serta ultra-wide 8 MP. Kamera selfie beresolusi 20 MP mampu menangkap momen dengan detail memadai.

Fitur perekaman video mencakup 1440P ultra-clear dynamic shots dengan EIS dan HDR, dynamic photo collage, hingga filter sinematik yang meniru karakter film analog. AI Creativity Assistant turut membantu proses pengeditan otomatis untuk hasil yang lebih kreatif.

Dari sisi desain, F8 Pro menggunakan one-piece milled glass yang dipahat dari blok kaca 2 mm melalui proses CNC cold-carving. Modul kamera setipis 1,3 mm menyatu mulus dengan panel belakang, mengombinasikan tekstur frosted matte dan glossy. Bodi logam mikro-melengkung ini juga sudah mengantongi sertifikasi IP68 dan hadir dalam pilihan warna Titanium Silver, Black, dan Blue.

Perangkat menjalankan Xiaomi HyperOS 3 dengan HyperIsland, HyperConnect, dan HyperAI, plus integrasi AI Agent – Gemini untuk pencarian, generasi gambar/video, hingga Gemini Live. Fitur konektivitas mencakup eSIM, NFC, Wi-Fi 7, Bluetooth 5.4, serta teknologi Xiaomi Astral Communication dengan Surge T1+ Tuner untuk stabilitas jaringan, termasuk Xiaomi Offline Communication.

Untuk audio, POCO F8 Pro menyertakan dual speaker 1115F yang disetel bersama Bose, memberikan suara bass bertenaga dengan dukungan Dolby Atmos dan Hi-Res Audio. Kolaborasi dengan Bose ini sebelumnya telah dibocorkan dalam laporan sebelumnya mengenai spesifikasi seri F8.

Poco F8 Series

Harga dan Ketersediaan POCO F8 Series

POCO F8 series telah tersedia di sejumlah negara dengan variasi harga sesuai konfigurasi. Untuk POCO F8 Pro, varian 12GB RAM + 256GB storage dibanderol USD 579 (setara Rp 9,6 juta), sementara varian 12GB RAM + 512GB storage dihargai USD 629 (setara Rp 10,5 juta).

POCO F8 Ultra hadir dengan pilihan yang lebih beragam. Varian 12GB RAM + 256GB storage dijual seharga USD 679 (setara Rp 11,3 juta), sedangkan varian 16GB RAM + 512GB storage dibanderol USD 729 (setara Rp 12,1 juta). Harga ini menempatkan seri F8 dalam segmen premium mid-range dengan spesifikasi yang bersaing dengan flagship dari brand lain.

Peluncuran global POCO F8 series di Bali mengukuhkan posisi brand dalam pasar smartphone internasional. Seperti yang telah diumumkan sebelumnya, tanggal 26 November 2025 menjadi momen penting bagi POCO dalam memperkenalkan generasi terbaru lini F series ke khalayak global.

Kehadiran POCO F8 Pro dan Ultra melengkapi portofolio produk POCO yang semakin matang. Dengan kombinasi performa tinggi, fitur audio premium hasil kolaborasi Bose, dan desain yang lebih refined, seri ini diharapkan dapat merebut perhatian pengguna yang menginginkan pengalaman flagship tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam. Inovasi dalam teknologi pengisian daya, seperti yang pernah diungkap dalam bocoran model sebelumnya, turut memperkaya nilai jual perangkat ini di pasar yang semakin kompetitif.

OPPO Find X9 Series Buktikan Keunggulan Kamera 200MP di Tengah Jakarta

0

Telset.id – Bayangkan Anda berdiri di atas bus atap terbuka melintasi jantung Jakarta, dengan gedung-gedung pencakar langit menjulang di sekeliling. Biasanya, Anda membutuhkan kamera profesional dengan lensa telephoto mahal untuk menangkap detail arsitektur yang rumit dari kejauhan. Tapi apa yang terjadi ketika sebuah smartphone mampu melakukan hal yang sama – bahkan lebih? Itulah tepatnya yang coba dibuktikan OPPO melalui “OPPO Find X9 Series Camera Experience” yang digelar pekan lalu.

Dalam acara yang mengundang media, influencer, dan komunitas fotografi ini, OPPO tidak sekadar memamerkan spesifikasi di atas kertas. Mereka menantang peserta untuk membuktikan langsung kemampuan kamera flagship terbarunya di lapangan. Dengan mengarungi sudut-sudut ibukota dari Sudirman hingga Bundaran HI, peserta diberi kebebasan mengeksplorasi setiap fitur kamera Find X9 Series dalam kondisi nyata. Hasilnya? Sebuah demonstrasi impresif tentang bagaimana teknologi mobile photography telah melompat jauh ke depan.

Patrick Owen, Vice President OPPO Indonesia, dengan tegas menyatakan visi perusahaan: “Kami ingin orang melihat sendiri, bukan hanya mendengar. Find X9 Series kami hadirkan sebagai perangkat yang memberi kemampuan untuk hasilkan konten studio profesional dalam genggaman, bukan sekadar kamera bagus, tetapi alat eksplorasi visual yang bisa membuka detail Jakarta yang bahkan tidak terlihat oleh mata.” Pernyataan ini bukan sekadar jargon marketing, melainkan komitmen yang terbukti dalam setiap jepretan peserta.

Telephoto 120x Super Zoom: Melihat yang Tak Terlihat

Salah satu momen paling menakjubkan selama tur adalah ketika peserta mencoba fitur 120x Super Zoom. Dari atas bus yang bergerak, mereka mampu menangkap detail yang mustahil dilihat mata telanjang. Tulisan kecil di puncak gedung, pola arsitektur yang rumit, bahkan aktivitas pedestrian di kejauhan – semuanya terekam dengan kejelasan yang mengejutkan.

Content image for article: OPPO Find X9 Series Buktikan Keunggulan Kamera 200MP di Tengah Jakarta

Seorang fotografer yang hadir dalam acara tersebut berkomentar, “Teknologi 120x Super Zoom di Find X9 Series bukan hanya soal memperbesar jarak, tetapi memberi kemampuan untuk mengeksplorasi detail yang sebelumnya tidak dapat dijangkau. Find X9 Series membuka perspektif baru dalam melihat keindahan Jakarta.” Pernyataan ini menggambarkan esensi dari inovasi OPPO – bukan sekadar angka teknis, melainkan perluasan kemampuan visual manusia.

Fitur ini menjadi semakin powerful ketika dipadukan dengan OPPO Hasselblad Teleconver, menciptakan kombinasi yang sulit ditandingi smartphone mana pun di kelasnya. Bagi Anda yang penasaran dengan spesifikasi lengkap perangkat ini, OPPO Find X9 Series telah resmi diluncurkan di Indonesia dengan segala keunggulannya.

200MP: Satu Jepretan, Banyak Cerita

Di era konten digital yang menuntut multiplikasi angle dan perspektif, kamera 200MP Hasselblad Telephoto pada Find X9 Series menjawab kebutuhan tersebut dengan elegan. Peserta acara bebas bereksperimen dengan mengambil satu foto beresolusi ultra-tinggi, kemudian melakukan cropping berulang kali tanpa kehilangan detail berarti.

Content image for article: OPPO Find X9 Series Buktikan Keunggulan Kamera 200MP di Tengah Jakarta

Seorang kreator konten yang ikut serta mengungkapkan kekagumannya: “Biasanya kalau aku mau buat beberapa frame dari satu momen, aku harus memotret berkali-kali. Tapi dengan 200MP ini, saya cukup ambil satu gambar dan bisa crop berkali-kali tanpa pecah, kita bisa dapetin banyak perspektif dari 1 foto. Sangat membantu untuk konten harian.”

Fleksibilitas ini bukan sekadar gimmick teknologi. Dalam praktiknya, kemampuan tersebut mengubah cara kita memproduksi konten visual. Alih-alih menghabiskan waktu mencari angle berbeda, Anda bisa fokus pada momen itu sendiri, mengetahui bahwa detail yang tertangkap cukup kaya untuk dieksplorasi kemudian. Inovasi seperti inilah yang membuat OPPO Find X9 Series dengan MediaTek Dimensity 9500 disebut-sebut membawa era baru flagship.

Videografi Cinematic dalam Genggaman

Tak hanya fotografi, aspek videografi juga mendapat porsi perhatian serius dalam acara ini. Dengan kemampuan merekam video 4K 120fps Dolby Vision, peserta dapat mengabadikan dinamika Jakarta dengan fluiditas sinematik. Setiap gerakan, dari lalu lintas yang ramai hingga awan yang bergerak, terekam dengan smoothness yang biasanya hanya bisa dihasilkan kamera profesional.

Yang lebih menarik adalah kehadiran LOG Mode yang memungkinkan kreator melakukan color grading profesional. Seorang peserta yang biasa menggunakan kamera profesional mengakui, “Saya biasa pakai kamera profesional untuk kebutuhan video, terutama untuk grading. Tapi LOG Mode di Find X9 Series ini hasilnya sangat fleksibel dan kualitasnya tinggi. Sangat cocok untuk shooting urban scene seperti di Jakarta.”

Pengakuan ini penting karena datang dari praktisi yang memahami betul standar kualitas videografi profesional. Ketika seorang profesional mengakui kemampuan perangkat mobile, itu tanda bahwa gap antara kamera dedicated dan smartphone semakin menipis. OPPO Find X9 Series memang dihadirkan sebagai studio kreatif dalam genggaman, dan klaim tersebut terbukti dalam uji lapangan ini.

Daya Tahan untuk Kreativitas Tak Terbatas

Dalam acara yang berlangsung berjam-jam ini, aspek daya tahan baterai menjadi penentu. Dengan kapasitas 7500mAh, Find X9 Series memungkinkan peserta memotret, merekam, dan mengedit konten sepanjang tur tanpa kekhawatiran kehabisan daya. Ini adalah detail praktis yang sering terlupakan dalam diskusi teknologi kamera, namun sangat krusial dalam penggunaan nyata.

Bayangkan Anda sebagai fotografer atau kreator konten yang menghabiskan hari penuh untuk hunting foto dan video. Betapa frustrasinya ketika perangkat Anda mati di tengah momen penting. Dengan Find X9 Series, kekhawatiran tersebut bisa diminimalisir, memberi kebebasan lebih untuk berkreasi tanpa batas.

Pengalaman langsung ini membuktikan bahwa OPPO tidak hanya fokus pada inovasi kamera, tetapi juga pada ekosistem penggunaan yang holistik. Dari sensor hingga baterai, setiap komponen dirancang untuk mendukung kreativitas tanpa kompromi.

Tur kamera ini bukan sekadar event promosi biasa. Ini adalah statement tentang bagaimana teknologi seharusnya berfungsi – memberdayakan pengguna untuk melihat dunia dengan cara baru, menangkap keindahan yang sering terlewat, dan bercerita melalui visual dengan kualitas yang sebelumnya mustahil dicapai perangkat mobile. Di tangan para peserta, Find X9 Series bukan lagi sekadar smartphone, melainkan jendela baru untuk mengapresiasi kompleksitas dan keindahan Jakarta yang selama ini tersembunyi dalam plain sight.