Kominfo akan Bangun Lab Bertaraf Internasional

Telset.id, Jakarta – Era kecanggihan teknogi komunikasi sudah di depan mata. Mulai dari kendaraan tanpa awak (otonom) hingga benda berteknologi internet (IoT) sudah mulai di uji coba, bahkan ada yang sudah memasuki tahap produksi.

Sebagai respon terhadap beragam teknologi yang akan memasuki pasar Indonesia tersebut, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), melalui Balai Besar Pengujian Perangkat (BBPPT), berencana membangun laboratorium canggih bertaraf internasional di kawasan Tapos, Cimanggis, Depok, Jawa Barat.

Gedung yang akan dibangun untuk pengembangan BBPPT sebagai balai uji bertaraf internasional ini memanfaatkan lahan milik Ditjen SDPPI cq Kemkominfo seluas 22.723 m2.

Kepala BBPPT Mochamad Rus’an menjelaskan sejauh ini BBPPT sudah melakukan kajian atas lahan tersebut, baik dari segi lingkungan, tata ruang, keamanan, serta posisinya yang strategis untuk pengembangan kedepan.

Namun akses untuk menuju lokasi tersebut perlu diperbaiki, karena lebar jalan utama cuma 6 meter, yang hanya bisa diakses truk tonase sedang.

“Pengembangan dan pembangunan laboratorium BBPPT ini penting mengingat pertumbuhan cepat peralatan telekomunikasi kedepan, juga industri telekomunikasi,” ujar Rus’an dalam warta resmi Kominfo, baru-baru ini.

BBPPT berharap laboratorium baru nanti akan menjadi ikon laboratorium telekomunikasi di Indonesia karena selain berfungsi sebagai balai uji, juga akan menjadi penjamin kualitas produk telekomunikasi.

Laboratorium BBPPT juga diharapkan akan menjadi pintu utama bagi perangkat telekomunikasi dan informatika impor maupun yang diekspor dari Indonesia.

Ini terkait pertumbuhan manufaktur dalam negeri, karena dorongan kebijakan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) yang melibatkan tiga kementerian, yakni Kemkominfo, Kementerian Perdagangan, dan Kementerian Perindustrian.

Selain itu, ini terkait penetapan Kemkominfo sebagai salah satu kementerian yang terkait dengan kebijakan tax holiday Kemenkeu.

Artinya Kominfo akan terlibat langsung dalam memberikan kemudahan bisnis bagi investor sehingga perlu didukung kesiapan birokrasi dan fasilitas yang memadai.

Sekjen Kemkominfo Farida Dwi Cahyarini mengatakan, sebelum diajukan sebagai rencana kerja kementerian, rencana pembangunan gedung laboratorium BBPPT ini harus dihitung benar, baik itu perencanaan anggarannya maupun teknis pembangunannya.

Jika melalui proyek tahun jamak (multiyear) maka harus dihitung dengan seksama, tahapan-tahapan dan anggaran tiap tahunnya.

Dia berharap laboratorium BBPPT bisa menjadi pionir laboratorium pengujian alat Specific Absorption Rate (SAR) di dalam negeri.

Namun diakuinya, pembangunan laboratorium canggih masih terkendala ketersediaan kualitas SDM mumpuni di Indonesia.

“Memang kendala SDM sangat besar, mungkin bisa melalui outsourcing teknis, karena ada moratorium PNS. Nanti rekomendasinya adalah pengendali frekuensi,” katanya.

Saat ini BBPPT memiliki labororatorium dengan 18 ruang lingkup pengujian. Rencananya jumlah ruanglingkupnya akan dikembangkan menjadi 25 ruang.

Baca juga: Kominfo Tegur dan Minta Audit Facebook

Mengenai keberadaan balai uji di Indonesia, Rus’an mengatakan saat ini ada sekitar enam lembaga uji baik pemerintah maupun swasta, namun ruang lingkup mereka juga terbatas sehingga masih banyak yang ditangani oleh BBPPT.

“Banyak pemohon yang mengajukan pengujian di BBPPT mungkin dengan pertimbangan lebih murah dan lebih cepat karena di lembaga uji lain cenderung lebih mahal dan prosesnya lebih lama,” kata dia. [WS/HBS]

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here