Indosat dan Tri akan Merger, Pekan Ini Diumumkan

Telset.id, Jakarta – Ada kabar mengejutkan di penghujung tahun 2020, dimana beredar kabar bahwa Indosat Ooredoo dan Tri Indonesia akan merger. Kabarnya pembicaraan proses merger kedua perusahaan telekomunikasi itu tengah berlangsung.

Disebutkan saat ini perusahaan raksasa keuangan Hongkong CK Hutchison Holdings Ltd, selaku pemegang saham Tri sedang melakukan pembicaraan lanjutan soal rencana merger dengan Ooredoo QPSC, pemegang saham mayoritas PT Indosat Tbk.

Seperti dikutip Telset dari Bloomberg, Selasa (22/12/2020), menurut informasi yang didapat dari sumber yang tidak disebutkan namanya, bahwa kesepakatan merger kedua perusahaan akan melibatkan penawaran saham dan uang tunai.

Nantinya, Ooredoo dan CK Hutchison akan menjadi pemegang saham mayoritas di perusahaan baru dari hasil merger Indosat dan Tri. Bahkan, sumber tersebut mengatakan bahwa kesepakatan merger akan diumumkan pekan ini.

{Baca juga: Bos Indosat: Konsolidasi Keharusan, kalau Cocok Kami Beli}

Namun, sumber itu menyebutkan bahwa struktur pasti dari kesepakatan potensial di Indonesia belum diselesaikan. Negosiasi masih bisa tertunda atau bahkan bisa saja gagal.

Seperti diketahui, Ooredoo selaku pemegang saham mayoritas memiliki sekitar 65 persen saham Indosat. Sedangkan CK Hutchison merupakan induk usaha yang memiliki bisnis telekomunikasi di Indonesia lewat PT Hutchison 3 Indonesia (Tri Indonesia).

Kabar Indosat akan merger dengan Tri sebanarnya sudah cukup lama berhembus kencang. Rencana merger ini bahkan sempat disampaikan Direktur Utama Indosat Ooredoo, Chris Kanter kepada Presiden Jokowi pada Januari 2019 lalu.

“Rencana merger tidak ada, tapi kita interest. Tahun lalu saya sudah lapor ke presiden, dan sudah saya gambarkan yang ingin kita ambil ini,” ucap Kanter saat itu.

Kanter mengakui tidak menutup kemungkinan jika perusahaannya akan melakukan konsolidasi atau merger demi perkembangan Indosat. Chris mengatakan bahwa cepat atau lambat Indosat akan melakukan konsolidasi.

Dia juga mengatakan jika konsolidasi atau merger dengan operator seluler lain merupakan cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan posisi Indosat di industri telekomunikasi Indonesia.

Kekuatan Baru

Pendapat Kanter yang mengatakan merger akan bisa meningkatkan posisi Indosat di industry telekomunikasi Indonesia ada benarnya. Karena jika rencan merger ini terwujud, maka penggabungan kedua perusahaan ini (Indosat dan Tri) akan melahirkan kekuatan baru.

Kekuatan baru yang dimaksud adalah dilihat dari basis pelanggan dan infrastruktur jaringan telekomunikasi yang besar, jika kedua perusahaan ini akan digabungkan.

Indosat Ooredoo mengaku telah mengungkapkan rencana merger perusahaan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Diungkapkan Direktur Utama Indosat Ooredoo, Chris Kanter, pihaknya sudah menjelaskan rencana mereka kepada presiden Jokowi di tahun 2018 lalu.

{Baca juga: Indosat Ooredoo “Curhat” Rencana Merger ke Presiden Jokowi}

Seperti diketahui, Indosat saat ini memiliki jumlah pelanggan sebanyak 60 juta, sementara Tri memiliki 38 juta pelanggan. Jika keduanya digabungkan setelah merger, maka akan memiliki sekitar 98 juta pelanggan.

Jumlah tersebut sudah hampir mendekati jumlah pelanggan Telkomsel yang saat ini berjumlah 170 juta pelanggan. Sedangkan jika dibandingkan XL Axiata memiliki 56,8 juta pelanggan, dan Smartfren 29 juta pelanggan, jumlahnya sudah terlampaui.

Selain dari sisi jumlah pelanggan, merger kedua perusahaan ini akan melambungkan valuasi dan meningkatkan jumlah aset, terutama infrastruktur jaringan.

Tentunya Tri akan banyak mendapat manfaat dari aset Indosat, seperti misalnya bisa menggunakan jaringan backbone Internasional Indosat, dan juga penggunaan layanan satelit yang selama ini Tri masih menggunakannya dalam bentuk skema sewa. [HBS]

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest Articles

- Advertisement -