telset

NASA Uji Coba Teknologi Laser untuk Komunikasi ke Bumi

Telset.id, Jakarta – Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) ingin menguji lagi teknologi laser di luar angkasa. Laser dipakai untuk menghadirkan internet berkecepatan tinggi demi kebutuhan komunikasi dan transfer data ke Bumi.

Dilansir Telset dari Indian Today pada Rabu (24/11/2021), pesawat pembawa teknologi laser atau Laser Communications Relay Demonstration (LCRD) siap diluncurkan pada tanggal 4 Desember 2021.

Pesawat ini meluncur ke luar angkasa dengan roket United Launch Alliance Atlas V, dan masuk dalam program Department of Defense’s Space Test Program Satellite-6 (STPSat-6).

Begitu berada di orbit geosinkron, insinyur NASA akan mengaktifkannya dan mengirimkan data melalui laser inframerah. Namun, sebelum itu dilakukan mereka akan berlatih mengirim data uji ke dan dari stasiun Bumi tanpa laser.

Baca juga: NASA akan Buat Reaktor Nuklir di Bulan

Lokasi stasiun Bumi terletak di Table Mountain, California, dan Haleakal, Hawaii. Jarak  antara orbit dan stasiun Bumi lebih dari 22.000 mil atau 35,4 ribu km.

Di masa pelatihan, data akan dikirim melalui sinyal frekuensi radio dari pusat operasi misi di orbit geosinkron ke pesawat berisi teknologi laser LCRD. Nanti pesawat akan mengirim data ke stasiun Bumi menggunakan sinyal optik.

“Misi di luar angkasa akan mengirimkan data mereka ke LCRD, yang kemudian akan menyampaikan data tersebut ke stasiun di Bumi,” tulis NASA.

Selanjutnya saat sistem laser aktif, pesawat LCRD akan menciptakan jalur kontinu untuk koneksi antara pesawat misi di ruang angkasa ke stasiun di Bumi. NASA mengklaim jika laser mampu menghasilkan koneksi end-to-end yang lengkap.

Keunggulan Teknologi Laser NASA 

NASA Teknologi Laser

Deputy associate administrator of NASA’s Space Communications and Navigation program, Badri Younes menjelaskan bahwa teknologi laser semakin dibutuhkan untuk operasional NASA di luar angkasa.

“Teknologi itu sangat penting dalam banyak hal,” ujar Badri.

Terlebih laser memiliki keunggulan, seperti mampu meningkatkan bandwidth serta menghadirkan internet berkecepatan tinggi. Bahkan kecepatan internet yang ditawarkan mencapai 1,2 GB per detik.

Kecepatan internet juga memungkinkan NASA mengirim 10 hingga 100 kali lebih banyak data ke Bumi, dibanding menggunakan frekuensi radio.

“Mentransfer menggunakan laser juga akan menghindari masalah kepadatan yang mengganggu spektrum frekuensi radio,” kata Younes.

Baca juga: NASA Luncurkan Misi DART untuk Cegah Asteroid Menabrak Bumi

Uji coba penggunaan laser untuk komunikasi sebelumnya pernah dilakukan pada tahun 2013. Selama 30 hari teknologi laser dapat memberikan kecepatan internet hingga 622 MB per detik.

Semoga uji coba tahun ini berhasil dilakukan, sehingga proses komunikasi bisa berlangsung dengan lebih cepat dan lancar. [NM/HBS]

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

RELATED ARTICLES

- Advertisement -

Latest Articles

- Advertisement -

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0