Lagi, Astronom Deteksi Sinyal Radio Misterius dari Luar Angkasa

Sinyal Radio Misterius

Telset.id, Jakarta  – Sinyal radio misterius yang dipancarkan ke Bumi dari galaksi jauh telah terdeteksi lagi oleh para astronom. Sinyal yang disebut Fast Radio Burst berulang setiap 157 hari dengan kekuatan jutaan matahari.

Sinyal radio misterius tersebut juga dikenal sebagai FRB 121102. Seperti dilansir New York Post, para ilmuwan sangat berharap bahwa mempelajari sinyal berkedip nan aneh dapat membuka rahasia mengenai apa itu FRB dan dari mana asalnya.

{Baca juga: Astronom Deteksi Sinyal Misterius dari Luar Angkasa}

Semburan Radio Cepat adalah gelombang radio yang intens yang bertahan tidak lebih dari sekejap mata dan datang dari luar galaksi Bima Sakti kita. Meski demikian, dikutip Telset.id, Rabu (26/8/2020), asal mereka tidak diketahui.

Beberapa orang mengira gelombang energik adalah hasil dari ledakan kosmik. Sementara orang lain berpendapat lebih ekstrem. Mereka meyakini betul bahwa hal itu adalah sinyal radio misterius yang dikirim oleh makluk luar angkasa, yakni alien.

Lebih dari 100 FRB telah ditemukan hingga saat ini. Akan tetapi, hanya sedikit FRB yang berulang dan lebih sedikit lagi dalam pola yang dapat diprediksi. Semburan berulang memberi para ilmuwan kesempatan untuk mempelajarinya.

FRB 121102 adalah satu dari hanya dua FRB yang diketahui berulang secara teratur dan siklusnya dijelaskan oleh ilmuwan Inggris pada awal tahun ini. Para astronom melacak asal-usulnya ke wilayah pembentuk bintang di galaksi kerdil.

{Baca juga: Ilmuwan Deteksi Sinyal Misterius dari Galaksi Bima Sakti}

Selama siklusnya, semburan sinyal sepanjang milidetik dipancarkan 90 hari sebelum periode tenang berlangsung selama 67 hari dengan total panjang putaran 157 hari. Akankah asal-usul FRB bakal terkuak berdasarkan pola siklusnya?

Sebelumnya, para ilmuwan juga mendengar sinyal-sinyal misterius yang datang dari berbagai titik di langit, dan hanya sedikit yang pernah mengulanginya. Sinyal misterius yang baru-baru ini terdengar terjadi pada Mei 2020 lalu.

Dari hasil deteksi yang dilakukan para ilmuwan, FRB diduga berasal dari galaksi Bima Sakti, tempat Bumi berada di dalamnya. Hasilnya FRB ini diklaim sebagai sinyal radio misterius yang paling dekat dengan Bumi.

Ilmuwan pun berspekulasi jika FRB ini berasal dari objek dengan magnetik yang kuat yang disebut Magnetar. Objek Magnetar adalah varian bintang neutron yang sangat padat.

Massa mereka berada di bawah tekanan ekstrem dan, seperti yang terjadi di Bumi saat tekanan di permukaan kerak bergerak maka terjadi gempa bumi.

Sifat magnetar diduga oleh ilmuwan mirip dengan Bumi, sehingga mereka berteori jika FRB terjadi akibat gerakan kecil yang terjadi di magnetar.  Gerakan tersebut menghasilkan ledakan energi radio yang dapat dideteksi dari jarak yang luar biasa.

Namun teori tersebut tidak bisa menjawab sifat FRB yang mengirimkan sinyal radio misterius secara rutin. Sebelum temuan FRB pada Mei 2020 lalu, ilmuwan telah menemukan  FRB 121102 dan FRB 180916. [SN/HBS]

SOURCENew York Post
Previous articleGara-gara Tilik, Telkomsel Gandeng Sineas Lokal Bikin Konten Original
Next articleKomet NEOWISE Selamat dari Terjangan Matahari

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here