Huawei Bisa Kerja Sama Lagi dengan Perusahaan AS, Tapi…

Huawei Donald Trump

Telset.id, Jakarta  – Perang dagang antara Amerika Serikat atau AS dan China sepertinya masih belum akan berakhir. Alhasil, Huawei, sebagai perusahaan teknologi terbesar asal China pun terkena dampak atas perseteruan ini. Bahkan, boleh dibilang paling signifikan.

Huawei telah masuk daftar hitam AS sejak Mei 2019 lalu. Akibatnya, perusahaan pun tak bisa bekerja sama dengan perusahaan asal Paman Sam untuk mendapatkan komponen dan sejenisnya. Namun demikian, Huawei tak patah arang.

{Baca juga: Jaksa Agung AS Sebut Huawei dan ZTE Tidak Bisa Dipercaya}

Perusahaan terus melakukan lobi guna memperoleh dispensasi. AS pun sudah beberapa kali memberi pengecualian kepada Huawei. Dan, mulai Senin (18/11/2019) waktu setempat, perusahaan ini akan menerimanya lagi.

Seperti dikutip Telset.id dari GSM Arena, Minggu (17/11/2019), Huawei bakal mendapatkan perpanjangan dispensasi selama dua minggu dari AS. Dispensasi lisensi dari AS kali ini merupakan yang terpendek.

Informasi menyebut bahwa perpanjangan dispensasi dengan masa waktu lebih lama sempat dipertimbangkan oleh Presiden Donald Trump dan kolega. Sayang, dispensasi itu terkendala oleh peraturan dagang.

{Baca juga: Giliran Taiwan Blokir Smartphone Huawei, Kenapa Nih?}

Pemberian dispensasi selama dua minggu untuk Huawei setidaknya memberi masa depan.  Apalagi, Huawei telah kembali berbisnis dengan Qualcomm dan ARM. Penjualan perangkat buatan Huawei pun meningkat.

Tapi, perlu dicatat, ada satu masalah besar belum selesai. Huawei belum bisa mendapatkan lisensi dari Google selaku pemilik Android. Artinya, perangkat buatan Huawei masih belum menerima dukungan Google Play Services.

Di Indonesia misalnya, perangkat teranyar Huawei, yakni Mate 30 Pro resmi hadir tanpa layanan Google Mobile Services. Sebagai gantinya, smartphone ini menggunakan Huawei Mobile Services. [SN/IF]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here