Stop Vaping! Apple Hapus Aplikasi Vape dari App Store

Vape App Store rokok elektrik

Telset.id, Jakarta  – Apple akan melarang aplikasi terkait Vape dari Apple App Store. Bahkan, Apple telah menghapus 181 aplikasi serupa dari lapak toko aplikasinya. Langkah ini dilakukan di tengah laporan ribuan penyakit dan 42 kematian terkait rokok elektrik tersebut.

Penjualan tembakau dan kartrid vape tidak diizinkan via App Store. Yang dilarang oleh Apple adalah campuran aplikasi toko, game, dan aplikasi pendamping perangkat keras yang memungkinkan pengguna membuat inovasi pena vape.

{Baca juga: Peneliti Ungkap Cairan Vape Bisa Merusak Paru-paru}

“Kami telah memperbarui Pedoman Peninjauan App Store untuk mencerminkan bahwa aplikasi yang memfasilitasi penggunaan produk tersebut tidak diizinkan. Saat ini, aplikasi-aplikasi itu tidak lagi tersedia untuk diunduh,” kata Apple.

Namun, seperti dikutip Telset.id dari CNBC, Minggu (17/11/2019), pengguna perangkat Apple yang telah mengunduh aplikasi di App Store akan dapat terus menggunakannya. Sayang, Apple tidak menjelaskan secara lebih lanjut soal maksud tersebut.

Kebijakan Apple datang ketika kasus penyakit terkait rokok elektrik itu terus meningkat dan pejabat berjuang untuk mengendalikan wabah. EVALI atau cedera paru-paru gara-gara penggunaan produk rokok elektrik telah membuat 2.172 orang menderita sakit.

“EVALI sudah menewaskan 42 orang,” kata Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, Kamis (14/11/2019) waktu setempat. Kebanyakan pasien melaporkan vape THC, senyawa yang menghasilkan ganja dalam jumlah tinggi.

{Baca juga: Gila! Hacker Manfaatkan Vape untuk Sebar Malware}

Pejabat telah mengumumkan terobosan potensial dalam menentukan apa yang mengakibatkan penyakit paru-paru gara-gara mengonsumsi vape. Ternyata, kandungan vitamin E asetat terdeteksi di semua 29 sampel jaringan paru yang diuji.

Sebelumnya, Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) telah mengimbau masyarakat untuk tidak menggunakan vape yang mengandung THC. THC atau Tetrahydrocannabinol sendiri merupakan senyawa aktif yang biasanya terdapat pada tanaman cannabis atau lebih dikenal ganja.

Masih menurut laporan, dari mereka yang terkena dampak, sebagian besar berusia di bawah 35, dan 70 persen adalah laki-laki, meskipun ada lebih banyak kematian yang tercatat di antara perempuan.

{Baca juga: Penyakit Misterius Muncul, FDA Larang Penggunaan Vape dengan THC}

Sementara penyebab pasti dari penyakit ini masih belum diketahui, para peneliti federal telah menghubungkan 78 persen kasus dengan alat vaping THC. Tes laboratorium lain baru-baru ini juga menemukan aditif beracun dalam kartrid THC pasar gelap.

Selain menghindari vape yang mengandung THC alias ganja, FDA juga memperingatkan pengguna agar tidak menambahkan THC atau minyak lain ke produk vaping yang digunakan dan menegaskan bahwa wanita hamil dan remaja tidak boleh menggunakan vape sama sekali, baik dengan THC atau yang lainnya. [SN/HBS]

Sumber: CNBC

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here